Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 175543 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 30, 2019, 05:17:49 AM
Reply #2020
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, May 30, 2019
KEILAHIAN KRISTUS DIBUKTIKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Mei 2019

Baca:  Kisah Para Rasul 1:6-11

"Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka."  Kisah 1:9

Kenaikan Kristus ke Sorga adalah puncak dari kehidupan-Nya di dunia.  Hal ini sebagai bukti bahwa Dia adalah Tuhan segala tuan dan Raja di atas segala raja;  bukti bahwa Dia adalah Sang Juruselamat yang diutus oleh Bapa dan kembali kepada Bapa, seperti tertulis:  "Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."  (Yohanes 16:28);  Kristus datang dari kekekalan dan kembali pada kekekalan,  "Aku dari atas;...Aku bukan dari dunia ini."  (Yohanes 8:23).  Adalah kebodohan besar bila manusia masih menyangkali ke-Ilahi-an Kristus!

     Arti kenaikan Kristus ke sorga adalah Ia dipisahkan dari murid-murid-Nya serta dibawa naik ke sorga.  Peristiwa ini terjadi 40 hari setelah kebangkitan-Nya, dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya ketika mereka sedang berkumpul bersama di Bukit Zaitun.  Jadi, Kristus naik ke sorga dengan tubuh yang benar-benar tampak nyata, sebab dapat dilihat dan disaksikan oleh para murid-Nya dengan mata jasmani.  Peristiwa Kristus naik ke sorga itu bukanlah dongeng 1001 mimpi atau cerita yang direkayasa, melainkan sebuah fakta;  dan  "Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.'"  (Kisah 1:10-11).  Arti literal dari kata  'naik'  ini adalah melakukan perjalanan ke sorga.  Dalam hal ini ada perpindahan tempat yang sungguh-sungguh, bukan langsung menghilang atau meleyapkan diri..

     Kenaikan Kristus ke sorga berarti Ia dimuliakan oleh Bapa dan diberi kuasa duduk di sebelah kanan Bapa  (Markus 16:19);  Bapa sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama-Nya bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi  (Filipi 2:9-11).

Yesus Kristus adalah Tuhan yang berkuasa, di dalam Dia ada keselamatan kekal  (Kisah 4:12).



May 31, 2019, 05:42:00 AM
Reply #2021
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/


Friday, May 31, 2019
MAKNA PENTING KRISTUS NAIK KE SORGA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Mei 2019

Baca:  Mazmur 110:1-7

"Demikianlah Firman Tuhan kepada tuanku: 'Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.'"  Mazmur 110:1

Mazmur 110 ini adalah nubuatan tentang Kristus yang telah dinaikkan dan dipermuliakan oleh Bapa.  Kristus perlu naik ke sorga, karena pekerjaan-Nya belum selesai pada waktu Ia bangkit dari antara orang mati, karena itu Ia harus duduk di sebelah kanan Bapa dan dari situlah Ia akan mencurahkan karunia-karunia kepada kepada orang percaya, teristimewa karunia ROH KUDUS.  "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."  (Yohanes 16:7).

     Karena itulah Kristus menyuruh para murid-Nya untuk menunggu di Yerusalem sampai mereka menerima janji Bapa yaitu berkenaan dengan ROH KUDUS.  Ada ribuan janji di dalam Alkitab, tapi hanya satu janji tentang ROH KUDUS yang disebut janji dari Bapa:  "...kamu akan menerima kuasa, kalau ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  (Kisah 1:8).  Untuk dapat menjadi saksi-saksi Kristus di dunia ini, kita perlu sekali diperlengkapi dengan kuasa ROH KUDUS, sebab di dalam dunia ini kita diperhadapkan dengan peperangan, bukan peperangan melawan darah dan daging, melainkan melawan penghulu-penghulu di udara yaitu Iblis dengan bala tentaranya  (Efesus 6:12).  Kenaikan Kristus ke sorga memberi kepastian ROH KUDUS dicurahkan atas orang percaya.

     Di dalam Yohanes 14:2-3 dikatakan:  "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."  Kristus perlu naik ke sorga karena Ia juga hendak menyediakan tempat bagi orang percaya, supaya di mana Ia berada di situ pun kita berada.  Dunia ini adalah tempat persinggahan sementara, bukan tempat tinggal yang permanen.  Rumah atau tempat tinggal yang sesungguhnya bagi orang percaya adalah sorga,  "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga,"  (Filipi 3:20).

Kristus naik ke sorga adalah bukti bahwa tidak ada janji yang tidak tepati-Nya!





June 01, 2019, 06:00:21 AM
Reply #2022
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/
Saturday, June 1, 2019
TUHAN SELALU BERI KESEMPATAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Juni 2019

Baca:  Maleakhi 3:6-12

"Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, Firman Tuhan semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"  Maleakhi 3:7

Hari ini kita memasuki hari pertama di bulan yang baru  (bulan Juni 2019).  Adalah mutlak untuk kita mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan, sebab jika hari ini kita masih bisa bernafas, bangun pagi dengan tubuh yang sehat, dan beroleh kesempatan untuk menikmati berkat-Nya di hari yang baru, ini semata-mata karena anugerah Tuhan.  Marilah kita flashback sejenak tentang hari-hari yang kita lewati kemarin, adakah kita telah banyak melakukan kesalahan atau melanggar Firman Tuhan?  Tak perlu kita larut dalam penyesalan yang berkepanjangan, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita membuat perubahan hidup di hari yang baru ini.  Ada kalimat bijak:  "Jangan awali hari dengan penyesalan kemarin, karena akan mengganggu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok.  Meratapi dan menyesali masa yang telah lewat tak akan mengubah apa pun.  Bangkit dan perbaiki setiap kesalahan yang ada."

     Sadarilah setiap kesalahan dan segeralah bertobat!  Tuhan panjang sabar dan penuh pengampunan, karena itu Ia selalu memberi kita kesempatan.  Perikop dari Firman Tuhan yang kita baca adalah tentang perpuluhan, tetapi peringatan Tuhan ini juga untuk kesalahan dalam aspek yang lebih luas lagi.  Sebesar apa pun kesalahan dan dosa kita, panggilan Tuhan yang penuh kasih akan selalu kita dengar:  "Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, Firman Tuhan semesta alam."  (ayat nas).  Ingat, hanya Tuhanlah yang dapat memberi kita kesempatan untuk mengubah hidup kita, sebab kasih-Nya akan selalu mengejar kita dari waktu ke waktu dan di mana pun kita berada.

     Hari yang baru ini memberi kita selembar kertas kosong!  Satu lembar kehidupan yang masih belum terisi dengan catatan.  Tentunya apa yang akan tertulis di lembaran kosong ini sangatlah tergantung bagaimana kita mengisi hari ini, bagaimana perbuatan dan perkataan kita, bagaimana kesungguhan kita dalam beribadah dan melayani Tuhan, bagaimana respons hati kita terhadap masalah, dan sebagainya.

Alangkah bijaknya bila hari baru ini terisi dengan catatan tentang pembaharuan hidup kita, bukan diisi dengan hal-hal yang membuat hati Tuhan berduka.






June 02, 2019, 02:51:36 PM
Reply #2023
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, June 2, 2019
KELUAR TAK MEMBAWA APA-APA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Juni 2019

Baca:  Kejadian 19:15-29

"Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."  Kejadian 19:17

Sebelum Sodom dan Gomora dibumihanguskan Tuhan karena kejahatan penduduknya, Lot adalah orang kaya yang memiliki hewan ternak  (domba dan lembu)  yang banyak.  Ia tidak bisa tinggal lagi bersama dengan Abraham, yang mempunyai banyak ternak pula, sebab  "...negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama."  (Kejadian 13:6), yang mengakibatkan terjadinya perkelahian antara gembala Lot dan gembala Abraham.  Itulah sebabnya Abraham dan Lot memutuskan untuk berpisah.

     Lot beroleh kesempatan untuk memilih tempat lebih dulu, dan dengan bermodalkan harta yang banyak ia memilih daerah di lembah Yordan.  Suatu pilihan bijak menurut pandangan manusia, sebab lembah Yordan adalah tempat yang sangat subur.  Namun satu hal yang Lot lupakan ialah, di lembah Yordan tersebut ada kota yang dipenuhi kejahatan, yaitu Sodom dan Gomora, di mana Lot memutuskan untuk tinggal di Sodom.  Inilah yang sebetulnya menjadi kunci mengapa Lot keluar dari kota itu dengan tidak membawa apa-apa atau telah kehilangan segala-galanya.  Sesungguhnya Lot punya kesempatan untuk sesegera mungkin pergi dari kota itu, tapi hal itu tidak dilakukannya, seperti tertulis:  "...tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--"  (2 Petrus 2:7-8).

     Lot berada dalam bahaya besar, bukan saja karena pengaruh buruk dari penduduk Sodom dan Gomora, tetapi juga karena Tuhan hendak menghujani kota tersebut dengan belerang dan api.  Namun, Tuhan mengasihi Lot yang disebut sebagai orang benar itu dengan mengirimkan malaikat-Nya untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya.

Karena salah dalam membuat pilihan hidup, Lot harus mengalami hal yang pahit, yaitu kehilangan isteri dan juga seluruh harta bendanya!



June 03, 2019, 06:04:42 AM
Reply #2024
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, June 2, 2019
KELUAR TAK MEMBAWA APA-APA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Juni 2019

Baca:  Kejadian 19:15-29

"Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."  Kejadian 19:17

Sebelum Sodom dan Gomora dibumihanguskan Tuhan karena kejahatan penduduknya, Lot adalah orang kaya yang memiliki hewan ternak  (domba dan lembu)  yang banyak.  Ia tidak bisa tinggal lagi bersama dengan Abraham, yang mempunyai banyak ternak pula, sebab  "...negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama."  (Kejadian 13:6), yang mengakibatkan terjadinya perkelahian antara gembala Lot dan gembala Abraham.  Itulah sebabnya Abraham dan Lot memutuskan untuk berpisah.

     Lot beroleh kesempatan untuk memilih tempat lebih dulu, dan dengan bermodalkan harta yang banyak ia memilih daerah di lembah Yordan.  Suatu pilihan bijak menurut pandangan manusia, sebab lembah Yordan adalah tempat yang sangat subur.  Namun satu hal yang Lot lupakan ialah, di lembah Yordan tersebut ada kota yang dipenuhi kejahatan, yaitu Sodom dan Gomora, di mana Lot memutuskan untuk tinggal di Sodom.  Inilah yang sebetulnya menjadi kunci mengapa Lot keluar dari kota itu dengan tidak membawa apa-apa atau telah kehilangan segala-galanya.  Sesungguhnya Lot punya kesempatan untuk sesegera mungkin pergi dari kota itu, tapi hal itu tidak dilakukannya, seperti tertulis:  "...tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--"  (2 Petrus 2:7-8).

     Lot berada dalam bahaya besar, bukan saja karena pengaruh buruk dari penduduk Sodom dan Gomora, tetapi juga karena Tuhan hendak menghujani kota tersebut dengan belerang dan api.  Namun, Tuhan mengasihi Lot yang disebut sebagai orang benar itu dengan mengirimkan malaikat-Nya untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya.

Karena salah dalam membuat pilihan hidup, Lot harus mengalami hal yang pahit, yaitu kehilangan isteri dan juga seluruh harta bendanya!





June 04, 2019, 02:53:26 PM
Reply #2025
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, June 4, 2019
HARUS BERANI MENDIDIK ANAK
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Juni 2019

Baca:  Amsal 13:1-25

"Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya."  Amsal 13:24

Jika kita perhatikan, kenakalan anak-anak di zaman ini sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.  Maraknya perkelahian antarpelajar, pacaran yang melampaui batas norma/susila, proostitusi online yang melibatkan pelajar, terjerat narkoba, persekusi siswa terhadap gurunya dan sebagainya adalah bukti nyata.

     Tentu timbul pertanyaan mengapa hal-hal semacam ini bisa terjadi?  Tentu ada banyak faktor yang menjadi penyebab.  Pengaruh lingkungan tempat di mana tinggal atau pergaulan yang buruk:  "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33);  bisa juga karena orangtua yang sudah tidak dapat lagi mengatur anak-anaknya.  Alkitab juga mencatat ada anak-anak imam Eli, yaitu Hofni dan Pinehas, yang begitu nakalnya, sampai-sampai mereka berani berbuat kurang ajar terhadap Tuhan.  Mereka berani mengambil daging persembahan untuk Tuhan:  "Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN."  (1 Samuel 2:17).  Bahkan mereka juga meniduri perempuan-perempuan yang melayani di Kemah Pertemuan  (1 Samuel 2:22).  Perbuatan anak-anak imam Eli ini begitu keji di mata Tuhan.  Mengapa anak seorang imam bisa berlaku sedemikian jahatnya?  Ternyata karena imam Eli tidak mendisiplinkan anak-anaknya sedari kecil, berlaku lunak terhadap anak-anaknya, alias memanjakan mereka.  Akhirnya ketika anak-anak bertumbuh besar mereka berani melawan orangtuanya dan tidak punya rasa takut akan Tuhan.  Sungguh tragis bukan?  Seharusnya anak-anak hamba Tuhan bisa menjadi contoh buat anak-anak yang hidup di luaran, bukan malah menjadi batu sandungan atau perbincangan negatif.

     Mendisiplinkan anak sangat penting!  Menghajar anak bukan berarti kita tidak sayang kepada mereka.  Rasa sayang berlebihan terhadap anak  (memanjakan)  justru tidak mendatangkan kebaikan bagi si anak.  Selain itu Tuhan jelas memerintahkan orangtua mengajarkan Firman Tuhan kepada anak, di mana saja dan kapan saja  (Ulangan 11:19).

"Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya."  Amsal 19:18


June 05, 2019, 04:46:35 PM
Reply #2026
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, June 5, 2019
BERDOA DENGAN UCAPAN SYUKUR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Juni 2019

Baca:  Filipi 4:1-9

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."  Filipi 4:6

Kita diajarkan menyerahkan persoalan hidup kepada Tuhan secara penuh!  Ini mencakup semua masalah berkenaan penghidupan  (makan, minum, pakaian), keuangan, sakit-penyakit, ketakutan, kesulitan dan kekuatiran kita.  "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."  (1 Petrus 5:7).  Nyatakanlah segala keinginan kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan, dengan disertai ucapan syukur.

     Banyak orang merasa sudah menyerahkan semua persoalan hidupnya kepada Tuhan melalui doa-doa mereka, tapi masih diliputi kekuatiran, ketakutan, keluh kesah, persungutan dan gerutu.  Kalau kita masih saja kuatir, takut, mengeluh, bersungut-sungut, dan menggerutu tentang permasalahan yang dialami, itu artinya kita belum menyerahkan semuanya kepada Tuhan.  Selama kita masih memeluk erat masalah-masalah itu tidak ada gunanya kita berdoa, karena kita sendiri belum mau melepaskan semua masalah itu kepada Tuhan.  Jika Saudara merasa sudah menyerahkan semua masalah kepada Tuhan, artinya kita tidak memiliki masalah itu lagi, sebab masalah tersebut sudah berada di tangan Tuhan yang penuh kuasa.  Tuhan mau menanggung persoalan hidup kita sehingga kita tak perlu lagi menanggungnya!

     Tuhan mengingatkan untuk tidak kuatir tentang hidup ini!  "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"  (Matius 6:27).  Saatnya kita datang kepada Tuhan dalam doa dan permohonan disertai ucapan syukur!  "Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."  (Mazmur 100:4-5).  Memasuki gerbang Tuhan dengan nyanyian syukur dan pelataran-Nya dengan pujian menunjuk pada hal berdoa.  Ucapan syukur bertalian erat dengan doa.

Serahkan semua beban hidup Saudara kepada Tuhan, pertolongan-Nya selalu tepat pada waktu-Nya.



June 06, 2019, 11:36:09 AM
Reply #2027
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, June 6, 2019
MEMUJI-MUJI TUHAN SELALU
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Juni 2019

Baca:  Mazmur 71:1-24

"Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;"  Mazmur 71:14

Kunci untuk terbebas dari rasa kuatir, takut, cemas, panik dan stres sangatlah sederhana, yaitu banyaklah memuji-muji Tuhan.  Membuka mulut dan menaikkan puji-pujian bagi Tuhan tak memerlukan biaya mahal, hanya butuh kerelaan dan kemauan.

     Apa yang Saudara rasakan saat ini?  Diliputi oleh ketakutan, kekuatiran dan kecemasan?  Angkatlah pujian bagi Tuhan.  Biasanya jika orang mengalami stres, karena terkurung oleh berbagai masalah, memiliki kecenderungan untuk mengeluh dan mengasihani diri sendiri:  "Tuhan, mengapa hal ini terjadi kepadaku?  Tuhan, mengapa Engkau tidak mempedulikanku?  Aku sudah tak sanggup lagi menjalani hidup ini!"  Jika kita mau merenung sejenak dan berpikir dengan tenang, kita akan menyadari bahwa Tuhan bukanlah penyebab semua masalah.  Kebanyakan masalah-masalah itu berasal dari kita sendiri.  Mungkin kita memberi kesempatan pada diri kita untuk berpikir, jangan melangkah salah, yang membawa kita pada situasi yang tidak menyenangkan.

     Tuhan akan membebaskan kita dari semua permasalahan yang menghimpit jika kita mau belajar memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya dalam segala hal.  Semakin banyak kita memuji Tuhan, semakin besar juga kemenangan menjadi bagian kita.  Inilah yang Daud lakukan:  "...aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;"  (ayat nas).  Menambah puji-pujian kepada Tuhan berarti jika biasanya kita memuji Tuhan sekali sehari, kita harus melakukan lebih dari itu.  "Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku."  (Mazmur 34:2).  Segala waktu berarti dalam keadaan baik maupun buruk, suka atau duka, di setiap kesempatan.  Memuji Tuhan tidak berarti harus dalam sikap berlutut, baru memuji-Nya, atau memuji Tuhan saat beribadah saja.  Memuji Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu.  Ketika bangun tengah malam, pujilah Tuhan!  Ketika bangun di pagi hari, pujilah Tuhan!  Ketika sedang berkendara, berjalan-jalan, melakukan apa pun juga, pujilah Tuhan!  Tidak perlu berteriak dengan suara keras, tetapi cukup pujian dalam hati.

"Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil."  Mazmur 119:164



June 07, 2019, 01:39:07 PM
Reply #2028
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, June 7, 2019
JALAN SEMPIT MENUJU BERKAT
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Juni 2019

Baca:  Matius 7:12-14

"karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."  Matius 7:14

Di zaman sekarang ini kebanyakan orang lebih suka menempuh jalan yang instan untuk mencapai apa yang diinginkan.  Mereka tak mau bersusah-susah, tak mau berjuang, tak mau membayar harga, tapi berharap segala yang diingini terwujud.  "...lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;"  (Matius 7:13).  Begitu pula dalam kehidupan rohani, ada banyak orang Kristen yang hanya berfokus kepada berkat, kesembuhan, mujizat dan sebagainya.  Mereka lupa bahwa di dalam Tuhan ada satu hal yang jauh lebih penting, yaitu proses.  Kalau kita mau mengikuti prosesnya Tuhan, berkat pasti akan mengikuti hidup kita.

     Ingin menikmati berkat Tuhan dan mengalami penggenapan janji-Nya dalam hidup ini?  Buatlah keputusan dan pilihan hidup yang benar.  Ingat!  Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kehidupan.  Mana yang Saudara pilih?  Pilihan kita hari ini akan menentukan kehidupan kita di masa yang akan datang.  Kalau sampai salah dalam menentukan pilihan hidup, akibatnya akan teramat fatal.  Alkitab menyatakan bahwa setiap orang dihadapkan pada dua pilihan:  kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk  (Ulangan 30:19).  Memang, untuk memiliki kehidupan atau berkat ada harga yang harus kita bayar:  menyalibkan segala keinginan daging, keluar dari zona nyaman.

     Sebagai orang percaya kita harus dengan sukarela mengambil keputusan mengikuti jalan Tuhan, sekalipun sesak dan sempit.  Hendaknya kita mencontoh keputusan atau pilihan hidup yang Yosua ambil:  "...aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"  (Yosua 24:15).  Jika kita menempatkan Tuhan dan kehendak-Nya sebagai yang terutama dalam hidup ini, itulah keputusan dan pilihan hidup yang benar, dan kita akan melihat kehidupan dan mengalami berkat Tuhan.  Kadangkala beberapa orang takut dan ragu untuk mengambil keputusan karena mereka terkecoh dengan dunia ini atau terbujuk oleh rayuan Iblis.

Keputusan dan pilihan hidup kita pasti benar jika kita memilih untuk mengikuti Kristus dan melayani-Nya, karena Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup!



June 09, 2019, 04:54:09 PM
Reply #2029
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, June 9, 2019
PENGGENAPAN JANJI BAPA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Juni 2019

Baca:  Kisah Para Rasul 2:1-40

"Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya."  Kisah 2:4

Pentakosta adalah hari ke-50 sesudah Paskah, hari di mana Bapa di sorga menggenapi janji-Nya, yaitu ROH KUDUS dicurahkan bagi gereja-Nya.  Pada waktu itu ROH KUDUS dicurahkan dengan simbol yang kelihatan dan kedengaran:  1.  Bunyi seperti tiupan angin yang keras.  Ini adalah gambaran dari ke-Ilahi-an dan untuk menggambarkan kuasa dan kehadiran Tuhan, yang tidak bisa dikontrol oleh manusia, karena Ia berdaulat penuh.  2.  Lidah seperti nyala api.  Api juga melambangkan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya;  Tuhan menyatakan diri kepada Musa  (Keluaran 3:1-6);  Tuhan menyatakan kehadiran-Nya di tengah-tengah umat Israel dalam tiang awan dan tiang api  (Keluaran 13:21-22).  Lidah api juga menunjuk pada hal berbicara dan bersaksi sebagai murid Kristus.

     ROH KUDUS yang dianugerahkan Bapa kepada gereja-Nya merupakan penggenapan janji-Nya yang sudah dinubuatkan di Perjanjian Lama.  Bukti bahwa tidak ada satu perkara pun yang terjadi di dunia ini di luar rencana Bapa dan tidak ada rencana-Nya yang gagal.  Melalui nabi Yehezkiel Tuhan sudah menyatakan:  "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."  (Yehezkiel 36:26-27).  Ini juga merupakan penggenapan Firman Tuhan yang disampaikan melalui perantaraan nabi Yoel  (Yoel 2:28-29):  "...bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat."  (Kisah 2:15-18).

     Kristus berkata:  "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu,"  Yohanes 16:7b

ROH KUDUS diberikan untuk menolong, menguatkan dan menyertai kita!

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)