Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 176183 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

June 19, 2019, 05:51:43 AM
Reply #2040
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, June 19, 2019
TIADA KESIA-SIAAN DI DALAM KRISTUS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 Juni 2019

Baca:  Pengkhotbah 1:1-18

"Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia."  Pengkhotbah 1:2

Pengkhotbah menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah sia-sia, tak ada harapan.  Manusia hanya melihat masalah, kesulitan, kesesakan, penderitaan, ketidakmungkinan dan sebagainya.  Tetapi ada jalan untuk merobohkan dan menghancurkan tembok-tembok kemustahilan ini yaitu dengan menggunakan pendobrak yang ampuh, yaitu doa yang penuh iman.  Doa akan menjadi ampuh dan penuh kuasa apabila diarahkan ke sasaran yang tepat, yaitu kepada Bapa dalam nama Putera Tunggal-Nya, Yesus Kristus.  Ada tertulis:  "... apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."  (Yohanes 14:13-14), bukan kepada arwah-arwah, dewa-dewa atau patung-patung yang dipuja oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan  (orang kafir).

     Kristus adalah Nama diatas segala nama, Nama yang ajaib, dimana ribuan tahun sebelumnya nabi Yesaya telah menubuatkannya  (Yesaya 9:5).  Mengapa hanya Kristus saja yang dapat melepaskan segala belenggu dan menjadikan kita bebas dari segala penderitaan, serta mengubah kesia-siaan menjadi suatu pengharapan yang pasti?  Sebab  "...penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,..."  (Yesaya 53:4), dan  "...dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."  (Yesaya 53:5).

     Untuk maksud dan tujuan inilah Kristus datang ke dunia.  Tak ada manusia atau pun nabi mana pun yang dapat disamakan dengan Kristus karena Bapa sangat meninggikan Dia, sehingga segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan yang ada di bawah bumi bertekuk lutut kepada-Nya  (Filipi 2:10-11).  Bapa telah mengaruniakan Putera-Nya kepada kita, tidaklah Ia juga akan mendengarkan dan menjawab doa-doa kita yang dipanjatkan dalam nama Yesus Kristus?

Tidak ada lagi kesia-siaan bagi setiap orang yang ada di dalam Kristus, sebab Dia memberikan jaminan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya!


June 20, 2019, 07:34:26 AM
Reply #2041
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, June 20, 2019
TUHAN TELAH MEMILIH KITA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 20 Juni 2019

Baca:  Yesaya 61:1-11

"Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita."  Yesaya 61:6a

Kesempurnaan seseorang dalam pengetahuan tentang Alkitab atau ilmu theologia bukan suatu jaminan untuk masuk dalam panggilan Ilahi, sebab Tuhan tidak melihat seberapa hebat dan pintarnya seseorang, tapi Dia mau berurusan dengan hati orang.  "...manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."  (1 Samuel 16:7).  Tuhan mencari hati orang yang bersedia dan rela untuk masuk dalam rencana-Nya di akhir zaman, yaitu menegakkan kerajaan-Nya di muka bumi ini.

     Sekalipun seseorang menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari Alkitab, bila tanpa tujuan untuk mencari kehendak-Nya, maka sia-sialah semua, sebab firman itu akhirnya hanya merupakan ilmu pengetahuan saja baginya.  Mereka akan terus menanti dan menanti panggilan Tuhan, namun mereka belum sadar bahwa sesungguhnya ia telah dipanggil Tuhan.  Tuhan sendiri telah mengatakan-Nya dan itu sudah cukup sebagai dasar pegangan yang kokoh;  "...kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita..."  (ayat nas).  Sudah tiba saatnya kita masuk dalam panggilan Tuhan,  "...untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,"  (Yesaya 61:6b).

     Seperti telah dikatakan karena kita disebut imam Tuhan dan dinamai pelayan Tuhan, maka kita sudah ditandai dengan benang  'kirmizi', jadi kita tak dapat lari dari tujuan Ilahi ini.  Dalam Alkitab dinyatakan bahwa ada tiga warna benang yang harus dipintal menjadi satu untuk membuat tirai pemisah antara tempat kudus dan tempat Mahakudus.  "Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun."  (Keluaran 26:31).  Warna  'biru'  berbicara tentang sifat kenabian Kristus, warna sorgawi;  warna  'ungu'  berbicara tentang segala sesuatu yang bersifat kerajaan;  dan  'kirmizi'  (merah)  menyatakan tentang pelayanan imam Tuhan.

Kita yang dahulu bukan umat Tuhan, sekarang telah dipilih untuk menjadi umat pilihan-Nya karena darah Kristus!



June 21, 2019, 05:24:31 AM
Reply #2042
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, June 21, 2019
BUKAN DARI DUNIA INI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Juni 2019

Baca:  Yohanes 17:1-19

"Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."  Yohanes 17:16

Firman Tuhan memperingatkan orang percaya agar memiliki kehidupan yang  'berbeda' dengan dunia ini.  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,"  (Roma 12:2).  Mengapa?  Karena kita bukan berasal dari dunia.  Kita hidup di dunia ini dalam tubuh jasmani, namun manusia rohani kita bukanlah dari dunia ini.  "Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4).

     Namun banyak di antara orang percaya yang memiliki cara hidup yang setali tiga uang dengan orang-orang dunia.  Mereka berpikir seperti orang dunia berpikir, mereka berkata-kata seperti orang dunia berkata, dan perbuatan mereka seperti orang-orang dunia.  Mereka telah terjebak dunia dan terperangkap oleh tipu muslihat Iblis sehingga mereka enggan untuk  'keluar'  dan  'melepaskan diri'  dari ikatan-ikatan dunia ini.  Firman Tuhan dengan tegas memberikan perintah:  "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan,"  (2 Korintus 6:17), tapi kita malah semakin karib membangun persahabatan dengan dunia.  "Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."  (Yakobus 4:4).

     Dalam menghadapi masalah hidup ini kita pun seringkali membicarakan hal-hal yang negatif dengan membesar-besarkan ketidakmampuan, kemustahilan, kelemahan dan ketidakberdayaan kita.  Kita lupa bahwa Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban  (2 Timotius 1:7), dan bahwa  "...Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4).  Kita diberi kuasa dari atas, dari tempat yang mahatinggi, tempat di mana Tuhan berada.  Kuasa itulah yang memberi jaminan kemenangan bagi kita!  Tertulis:  "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu."  (Lukas 10:19).

Selama kita memiliki kehidupan yang sama dengan dunia artinya kita telah kehilangan identitas diri kita sebagai orang-orang yang bukan dari dunia!



June 22, 2019, 05:39:15 AM
Reply #2043
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, June 22, 2019
TAKUT KARENA DIKEJAR DOSA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Juni 2019

Baca:  Amsal 28:1-28

"Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda."  Amsal 28:1

Seseorang yang berlaku fasik, sampai kapan pun, pasti tidak pernah tenang dalam menjalani hidupnya.  (Orang fasik adalah orang yang tidak takut akan Tuhan, hidup dalam kejahatan, atau hidup menyimpang dari jalan Tuhan.)  Mengapa?  Karena ia terus dihantui oleh rasa bersalah dan selalu dijejar-kejar oleh rasa takut.  Hati yang menyimpan dosa pasti merasa tidak tenang dan gelisah, tidur pun tak nyenyak.  Rasa takut, tidak tenang dan gelisah disebabkan dosa-dosa yang telah diperbuatnya.  "Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan,"  (Amsal 12:3).  Sebaliknya, orang yang berlaku hidup benar di hadapan Tuhan dan manusia selalu merasa aman dan tak ada rasa cemas sedikit pun.  "Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya."  (Amsal 11:8).

     Tentang orang yang melawan hukum Tuhan, tidak taat, atau berlaku fasik, Tuhan berkata,  "...Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan anginpun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar. Dan mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat bertahan di hadapan musuh-musuhmu."  (Imamat 26:36-37).  Apakah hari-hari Saudara dipenuhi dengan kecemasan atau ketakutan?  Kadang-kadang dosa yang tak kita sadari pun dapat menyebabkan hati merasa cemas dan takut.  Perlu sekali kita datang kepada Tuhan dan mengundang ROH KUDUS untuk menyelidiki dan membereskan hati kita.

     Jika kita telah membereskan dosa-dosa yang tersembunyi, damai sejahtera Tuhan akan kembali kita rasakan.  Tuhan selalu bersedia memberi pengampunan apabila kita memohon ampun kepada-Nya.  "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1:9).  Rasa takut juga menunjukkan adanya hubungan yang tak lagi harmonis dengan Tuhan, karena kita telah meninggalkan persekutuan dengan Tuhan.

Selama dosa belum beres, damai sejahtera Tuhan akan jauh dari hati kita!





June 23, 2019, 05:06:40 AM
Reply #2044
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, June 23, 2019
BANYAK ORANG MENJADI MURTAD
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Juni 2019

Baca:  Lukas 8:4-15

"Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad."  Lukas 8:13

Orang murtad adalah orang yang sudah mendengar kebenaran Firman Tuhan, bahkan sudah percaya, namun tak dapat bertahan lama.  Ketika berada dalam masalah dan pencobaan mereka meninggalkan Tuhan, karena firman yang didengarnya tak berakar kuat di dalam hatinya.  Begitu masalah sedikit saja datang hilanglah iman percayanya kepada Tuhan.  Kemudian mereka mencari-cari jalan bagaimana caranya agar dapat menyalahkan Tuhan dan menghujat nama-Nya.  "Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia."  (Yesaya 1:4b).

     Orang-orang yang murtad tidak segan-segan menista dan mengejek Tuhan.  Ketika terjadi musibah atau bencana, mereka dengan berani berkata,  "Kalau Tuhan itu ada, mengapa Dia tidak menolong dan mencegahnya?"  Bukankah ini perkataan yang kurang ajar terhadap Tuhan?  Orang yang telah meninggalkan Tuhan, tak lagi setia kepada Tuhan dan tak lagi percaya kepada Firman Tuhan hatinya kosong karena ROH KUDUS tak lagi tinggal di situ, sehingga roh jahat akan segera kembali menguasainya.  "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."  (Matius 12:43-45).

     Alkitab sudah menyatakan bahwa di masa-masa akhir  "...banyak orang akan murtad..."  (Matius 24:10),  "Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka,"  (2 Tesalonika 2:3).


"Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut."  Amsal 12:28




June 24, 2019, 05:33:19 AM
Reply #2045
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, June 24, 2019
GAMPANG MENGHAKIMI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juni 2019

Baca:  Yohanes 8:1-11

"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."  Yohanes 8:7

Pada suatu ketika ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mendapati ada seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.  Lalu mereka membawa perempuan itu kepada Kristus dengan maksud mencari celah untuk menyalahkan Dia.  Mereka mendesak Kristus untuk memberikan komentar.  Berkatalah Kristus kepada mereka,  "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."  (ayat nas).  Bagaimana reaksi ahli Taurat dan orang Farisi?  "...setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya."  (Yohanes 8:9).  Ternyata tak seorang pun dari mereka yang berani melempari perempuan berdosa itu dengan batu.  Akhirnya mereka pun mengundurkan diri satu persatu.

     Sampai sekarang ini masih banyak sekali orang Kristen yang berlaku seperti ahli Taurat dan orang Farisi, yang bertindak sok benar dan merasa diri lebih rohani dan suci.  Mereka gampang sekali menghakimi orang lain, gampang sekali melihat kesalahan saudara seiman, dan jeli sekali mengorek-orek kelemahan atau kekurangan dari hamba-hamba Tuhan yang melayani.  Terlihat sedikit saja kesalahan atau kelemahan saudara seiman atau hamba-hamba Tuhan, mereka langsung menjadikan hal itu sebagai bahan gosip,  "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"  (Matius 7:3).  Adakah di antara kita yang tak mempunyai kesalahan atau cacat cela sedikit pun?

     Tak selayaknya kita menghakimi orang lain!  Terlebih-lebih bila penghakiman itu kita tujukan kepada hamba-hamba Tuhan, orang-orang yang dipilih dan dipercaya Tuhan untuk sebuah pelayanan.  Itu bukan urusan kita!  Biarlah Tuhan sendiri yang berperkara dengan dia.  "Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri."  (Roma 14:4).

"Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  Galatia 6:4




June 25, 2019, 05:49:11 AM
Reply #2046
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, June 25, 2019
PELANGGARAN MENDATANGKAN MURKA TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Juni 2019

Baca:  Yeremia 29:17-23

"Beginilah Firman Tuhan semesta alam: Sesungguhnya, Aku akan mengirim pedang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, dan Aku akan membuat mereka seperti buah ara yang busuk dan demikian jeleknya, sehingga tidak dapat dimakan."  Yeremia 29:17

Di pemandangan mata Tuhan tidak ada yang namanya  'dosa besar atau dosa kecil', dosa tetaplah dosa, dan Tuhan sangat membenci dosa.  Akibat dari dosa sangatlah jelas yaitu hukuman.  Tuhan berkali-kali memperingatkan umat-Nya agar tidak berbuat dosa atau melanggar apa yang difirmankan-Nya, tapi pada kenyataannya sejak dari zaman dahulu hingga detik hari ini masih saja ada orang yang menganggap remeh peringatan Tuhan ini dan tetap saja hidup dalam ketidaktaatan.  Padahal jelas sekali dinyatakan:  "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,"  (Ibrani 2:2).

     Banyak orang seringkali mengabaikan pelanggaran-pelanggaran kecil atau menganggap sepele hal-hal kecil, padahal ada dampak yang besar dari setiap pelanggaran.  Contoh:  Akhan mencuri barang rampasan yang diangkut dari Yerikho, padahal ia tahu Tuhan berfirman bahwa barang rampasan dari kota itu tidak boleh disentuh atau dimiliki oleh siapa pun, jika ada yang melanggar pasti akan dihukum mati.  Meski sudah diperingatkan dengan keras Akhan tetap saja mengingini barang jarahan tersebut, timbul sifat serakah sehingga ia berani ambil resiko mencuri jarahan itu.  Mungkin Akhan berpikir tidak ada seorang pun tahu apa yang telah diperbuatnya, sehingga ia akan dapat menikmati hasil curiannya dengan bebas.  Ia pun tidak akan mengira bahwa akibat dari perbuatannya itu seluruh bangsa Israel ikut menanggung akibatnya, yaitu kalah dari bangsa Ai, yang notabene adalah bangsa yang jauh lebih lemah dari bangsa Israel.  Akhirnya Akhan dan keluarganya harus mengalami penghukuman di lembah Akhor  (Yosua 7:24-25).

      Yang menimpa Akhan dan keluarganya ini menjadi pelajaran dan peringatan buat kita agar tidak main-main dengan dosa.  Pelanggaran terhadap Firman Tuhan ternyata bukan hanya akan membuat pelakunya menderita, tapi seluruh keluarganya akan turut menanggung akibatnya.

Jangan sesat!  Tuhan tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.  Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya  (Galatia 6:7).



June 26, 2019, 05:50:13 AM
Reply #2047
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, June 26, 2019
ADA SEPASANG MATA MELIHAT
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Juni 2019

Baca:  Amsal 15:1-33

"Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik."  Amsal 15:3

Seringkali banyak orang berkamuflase menghiasi hidupnya dengan berbagai bentuk kemunafikan.  Mereka sedemikian rupa menutup rapat-rapat  'kebusukan'  hidupnya dengan penampilan luarnya:  tutur kata halus, sikap ramah dan tindak tanduk yang tampak rohani, padahal kehidupan yang dijalani sesungguhnya adalah suatu kehidupan gelap yang penuh liku-liku.  Mereka menyembunyikan  'belang'nya di hadapan manusia dengan berbagai trik, namun mereka tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang tak berkedip mengawasi setiap gerak-gerik hidupnya tanpa ada yang terlewatkan.  "Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik."  (ayat nas).

     Orang-orang seperti ini tak pernah menyesal atau merasa berdosa, bahkan mereka menganggap bahwa Tuhan tak melihat segala yang diperbuatnya.  Mereka tetap tenang seolah-olah tak terjadi apa-apa dan tak pernah berbuat dosa.  Apalah artinya nampak aktif ke gereja bila hidup kita tak berubah, dan dosa tetap saja kita lakukan dengan sembunyi-sembunyi?  Itu sia-sia belaka.  Alkitab menegaskan:  "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."  (Matius 7:21).  Kerajaan Sorga hanya disediakan bagi orang-orang yang taat melakukan kehendak Tuhan.  Hendaknya kita berhati-hati dalam segala hal, sebab mata Tuhan ada di segala tempat.

     Walaupun tidak ada pastur, pendeta, pemimpin rohani atau orang lain yang tahu, kita harus menjaga hidup agar tetap berkenan kepada Tuhan.  Jangan sampai kita memakai  'kedok'  apa pun!  Sadarlah dan ingatlah bahwa  "...tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."  (Ibrani 4:13).  Ada orang yang melakukan dosa, tapi begitu mendengar teguran mereka segera sadar dan minta ampun kepada Tuhan.  Tetapi tidak sedikit orang, yang sekalipun sudah mendengar kebenaran Firman Tuhan, tetap saja melakukan dosa dengan sembunyi.

"Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu."  Ibrani 10:26



June 27, 2019, 05:24:53 AM
Reply #2048
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, June 27, 2019
MELAYANI DAN KESAKSIAN HIDUP
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Juni 2019

Baca:  1 Timotius 3:8-13

"Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa."  1 Timotius 3:13

Setiap orang yang ingin melayani Tuhan wajib hidup sesuai Firman Tuhan.  Bila pelayan Tuhan hidupnya tak sesuai dengan kehendak Tuhan, mereka bukan hanya tak memuliakan Tuhan, tapi hidupnya juga menjadi batu sandungan bagi orang lain.  Bila kita berkomitmen menyerahkan hidup bagi kemuliaan Tuhan, kita pun harus berani membereskan semua hal yang tak berkenan kepada Tuhan!  Jangan menunggu perkara-perkara negatif berakar kuat dalam diri Saudara.  "Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."  (2 Timotius 2:21).

     Janganlah mengeraskan hati, pekalah terhadap suara ROH KUDUS!  "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus..."  (Kolose 3:3).  Jadi  "...hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu..."  (Kolose 2:6-7).  Alkitab menegaskan:  "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."  (Kolose 1:13-14).  Jika kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan, tak selayaknya hidup kita sembrono dengan tetap tinggal di dalam kegelapan itu.

     Menanggalkan segala hal yang disukai bukanlah perkara gampang dan mungkin menyakitkan, tapi bila kasih kita kepada Kristus sangat besar, maka  'penderitaan'  yang kita alami akibat melepaskan kesenangan daging takkan menjadi rintangan untuk maju bersama Dia.  Belajarlah dari rasul Paulus dengan kesaksian hidupnya yang luar biasa.  Berbagai penderitaan telah dialaminya, namun tak setapak pun ia mundur dari pelayanan.  Ia juga mampu mengalahkan segala keinginan daging demi Kristus yang dilayaninya.  Ini menunjukkan bahwa Paulus tidak hanya pandai berbicara, tapi hidupnya benar-benar nyata menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Tanpa kesaksian hidup, pelayanan kita tak lebih dari sekedar kegiatan rohani!



June 28, 2019, 05:13:46 AM
Reply #2049
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, June 28, 2019
KUALITAS HIDUP YANG TERUJI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Juni 2019

Baca:  Mazmur 18:1-20

"Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku."  Mazmur 18:4

Jangan pernah bermimpi akan terluput dari segala macam krisis atau masalah selama kita masih hdiup di dunia ini.  Krisis atau masalah coraknya bermacam-macam, datang tanpa bisa diduga, tanpa permisi, dan sewaktu-waktu.  Yang terpenting adalah bagaimana reaksi kita dalam menyikapi masalah atau krisis yang ada.  Daud, yang hidup melekat kepada Tuhan, juga tak luput dari krisis atau masalah, namun ia telah siap sebelum krisis atau masalah menyerang, karena ia sudah  'tinggal'  di dalam firman-Nya, sehingga dalam situasi yang buruk sekalipun, dengan penuh keyakinan, ia dapat berkata,  "Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!"  (Mazmur 18:3).

     Apa yang terjadi esok tak seorang pun yang tahu!  Bisa saja hari ini semuanya tampak tenang dan wajar, sampai suatu ketika krisis datang menyerang dengan tiba-tiba, sehingga keadaan yang semula tenang berubah menjadi lautan yang bergelora.  Saat itulah orang lain akan memperhatikan bagaimana orang yang menyebut diri sebagai orang percaya itu bereaksi.  Saat itu terbukalah keadaan rohani kita yang sesungguhnya.  Respons kita terhadap krisis ini akan menyingkapkan kadar iman kita, kualitas hubungan kita dengan Tuhan.  Tentu saja dalam keadaan yang normal semua orang dapat memuji-muji Tuhan, mengucap syukur dan mengutip ayat-ayat Firman Tuhan.

     Bila krisis datang melanda, sengsaralah orang yang tak hidup karib dengan Tuhan, yang baru mencari Dia kala tembok pertahanannya hampir runtuh.  Reaksi yang mula-mula timbul pastilah kepahitan hati;  dan kemudian kita marah kepada Tuhan, menyalahkan Dia, dan menganggap bahwa Dialah yang menjadi penyebabnya.  "Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap. Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku. Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya."  (Ayub 19:8-10).  Berbeda dengan orang yang kualitas imannya teruji, yang di tengah krisis melanda ia mampu berkata,  "Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu."  (Mazmur 21:14).

Kualitas iman seseorang akan teruji kualitasnya saat krisis atau masalah datang!



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)