Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 176182 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

June 29, 2019, 07:32:24 AM
Reply #2050
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, June 29, 2019
TUHAN PEMILIK SEGALANYA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Juni 2019

Baca:  Amsal 9:1-18

"Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah."  Amsal 9:11

Semua manusia pada umumnya akan mengalami kegentaran dan kengerian bila memikirkan bagaimana menghadapi kematian.  Banyak orang gagah perkasa berani berperang di medan pertempuran dan tidak takut menghadapi binatang buas, tapi bila mereka mengingat apa yang ada di balik kematian, mereka pun menjadi gentar.  Banyak orang yang sewaktu hidupnya bermulut besar mengatakan bahwa ia tidak percaya kepada Tuhan, dan tidak percaya akan adanya sorga dan neraka, tapi begitu maut mengintip dan ajal sudah hampir menjemput, ketakutan yang luar biasa terjadi dalam batinnya.  Mereka minta segera dipanggilkan hamba Tuhan atau pemimpin rohani untuk berdoa baginya, barulah mereka bertobat.  Syukur jika masih ada kesempatan... bagaimana jika tidak?

     Sekaya dan sehebat apa pun manusia takkan dapat  'membeli'  umur panjang.  Umur panjang tak dapat dicari dengan usaha manusia, karena hanya Tuhanlah yang empunya.  Tuhan adalah sumber segala-galanya, Dialah yang memberi umur panjang, Dia pula yang  "...membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan."  (1 Samuel 2:7-8).  Bagaimana pun panjangnya umur manusia, semua pasti ada batasnya dan pada akhirnya kita semua harus menghadap Sang Pencipta.  Kematian jasmani bukan apa-apa, tetapi kematian kekal itulah yang sangat mengerikan dan menakutkan semua orang.

     Bagaimana caranya memperoleh hidup kekal dan tak kehilangan nyawa, artinya nyawanya tidak binasa karena siksaan abadi di neraka?  Kita harus mencari Tuhan.  "Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."  (Amsal 8:35-36).  Jelas sekali bahwa barangsiapa tidak memiliki Kristus di dalam hidupnya semakin mendekatkan dirinya kepada maut. 

Mumpung masih hidup, bertobatlah dan percayalah kepada Kristus!


June 30, 2019, 05:05:18 AM
Reply #2051
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, June 30, 2019
TUHAN MENGASIHI DAN MEMPEDULIKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Juni 2019

Baca:  Matius 12:15b-21

"Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang."  Matius 12:20

Buluh adalah sejenis tumbuhan seperti alang-alang yang tumbuh liar yang sangat umum di sepanjang tepi sungai di Israel;  tanaman berumpun, berakar serabut, batangnya beruas-ruas, berongga, dan keras;  bambu.  Buluh yang patah sangatlah lumrah bila dibuang orang, karena selain tidak ada harganya, juga tidak memiliki nilai guna.  Buluh yang sudah terkulai dan tidak lagi tegak adalah tanda bahwa buluh tersebut tidak lama lagi akan mati.  Sumbu adalah benang  (kapas dan sebagainya)  yang berfungsi sebagai jalan peresapan minyak dan sebagainya ke bagian yang disulut  (tentang lampu, kompor, dan sebagainya).  Bila sumbu sudah pudar nyalanya, sebentar lagi pasti akan mati.

     Buluh yang terkulai dan sumbu yang pudar nyalanya adalah gambaran tentang orang yang hidup dalam kegagalan, orang-orang yang  'sakit', orang-orang yang frustasi, orang-orang yang dicap  'berdosa'  dan sebagainya.  Jika melihat orang-orang yang demikian, respons kebanyakan orang biasanya berusaha untuk menjauhi, meremehkan, mengucilkan, menghakimi, dan mendiskreditkan.  Perhatikan apa yang Tuhan perbuat terhadap mereka:  Tuhan tidak akan memutuskan buluh itu dan tidak akan memadamkan sumbu yang nyalanya tinggal sedikit  (ayat nas).  Firman Tuhan memberikan perintah kepada kita untuk mengasihi mereka dan memberikan perhatian yang lebih kepada mereka, sebab bila kita menjauhi mereka, hal itu justru akan membuat mereka semakin terpuruk, tertekan dan frustasi, karena merasa hidupnya tidak lagi berarti.

     Memang kita harus membenci segala bentuk dosa, tetapi bukan membenci orangnya.  Sedapat mungkin kita harus membawa mereka kembali kepada pertobatan!  Kita harus menggandeng mereka, merangkul mereka, dan menguatkan mereka, agar kembali bangkit, karena di dalam Tuhan selalu ada harapan.  Inilah panggilan Tuhan bagi orang percaya, yang adalah hamba-hamba-Nya.  Tuhan memerintahkan penduduk tanah Tema untuk keluar dan menyambut mereka dengan membawa air dan roti  (Yesaya 21:14-15), bukan pedang dan batu.  Air dan roti berbicara tentang Firman Tuhan.

"...tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."  2 Petrus 3:9b




July 01, 2019, 05:47:49 AM
Reply #2052
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, July 1, 2019
JANGAN SIA-SIAKAN KESELAMATAN!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Juli 2019

Baca:  Filipi 2:12-18

"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,"  Filipi 2:12

Sesudah seseorang mengaku percaya bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, dosa-dosa orang tersebut diampuni, sebab Kristus berkuasa untuk mengampuni dosa:  "...Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa..."  (Lukas 5:24).  Melalui kematian-Nya di atas kayu salib segala dosa manusia sudah  (selesai)  diampuni.  Hal ini terjadi ketika Kristus mengucapkan perkataan  "Sudah selesai"  (Yohanes 19:30).  Setelah dosa-dosa kita diampuni, hubungan kita dengan Tuhan diperdamaikan kembali, sehingga kita dapat bersekutu kembali dengan-Nya;  dan keselamatan pun diberikan kepada kita!

     Jadi, kita diselamatkan semata-mata karena anugerah atau kasih karunia Tuhan, bukan karena usaha atau perbuatan kita  (Efesus 2:8).  Namun karena keselamatan adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan secara gratis  (tidak perlu membayar), maka kita harus menghargai dan menjaganya.  Jangan pernah menyia-nyiakan keselamatan tersebut, melainkan kita harus tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.  Apa yang harus kita lakukan untuk menjaga kepastian keselamatan yang telah kita terima?  Kita harus hidup dalam pertobatan.  Pertobatan harus dilakukan terus-menerus di sepanjang hidup kita.  "Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu!"  (Yeremia 18:11b).  Tuhan sangat benci dengan kefasikan, namun Tuhan tidak mengingini kematian orang fasik.  Karena itu Tuhan ingin supaya orang fasik bertobat dari kejahatannya.  "Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!"  (Yehezkiel 33:11).  Bertobat berarti kita meninggalkan kehidupan lama!

     Peringatan keras ini juga Tuhan tujukan kepada jemaat di Efesus:  "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat."  (Wahyu 2:5).  Kekristenan tanpa pertobatan adalah sia-sia!

Keselamatan dalam Kristus adalah pasti, jagalah dengan hati takut akan Dia!



July 03, 2019, 06:34:47 AM
Reply #2053
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, July 3, 2019
TIDAK TAAT, DITOLAK TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Juli 2019

Baca:  1 Samuel 15:1-35

"Karena engkau telah menolak Firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."  1 Samuel 15:23b

Suatu ketika Saul menerima perintah dari Tuhan untuk menyerang Amalek dan menumpas semuanya, tanpa terkecuali.  "Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."  (1 Samuel 15:3).  Saul melakukan apa yang Tuhan perintahkan yaitu membunuh semua orang Amalek;  hanya saja ia menyisakan satu orang, yaitu  "Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang."  (1 Samuel 15:8),  "...kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu."  (1 Samuel 15:9).  Mereka juga menyelamatkan kambing domba dan lembu yang terbaik dengan dalih hendak dipersembahkan kepada Tuhan.

     Sekalipun Saul sudah membunuh ribuan orang Amalek, tapi dengan menyelamatkan raja Agag itu artinya Saul tetap saja tidak mengindahkan perintah Tuhan, sebab Tuhan menghendaki Saul membunuh semua orang Amalek, tanpa terkecuali.  Apa akibatnya jika orang tidak melakukan perintah Tuhan dengan segenap hati?  Tentunya apa yang dilakukannya menjadi tidak sesuai dengan keinginan hati Tuhan, alias tidak berkenan kepada-Nya.  "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan."  (1 Samuel 15:22).  Ini menunjukkan bahwa di hadapan Tuhan tidak ada istilah taat yang setengah-setengah!

     Ketaatan setengah-setengah itu sama artinya melakukan tindakan kompromi.  Yang Tuhan kehendaki adalah ketaatan secara total.  Apa yang diperbuat Saul ini menimbulkan kemarahan Tuhan.  Akibatnya?  Tuhan menolak Saul menjadi raja, dan bahkan Dia merasa menyesal karena telah menjadikan Saul sebagai raja atas Israel.

Tak ingin mengalami penolakan dari Tuhan?  Jadilah anak-anak yang taat.



July 04, 2019, 06:08:19 AM
Reply #2054
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, July 4, 2019
MELUCUTI KERAJAAN KEGELAPAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Juli 2019

Baca:  Roma 6:1-14

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia."  Roma 6:14

Ketika kita masih berada di dalam kerajaan kegelapan, Iblis adalah tuan kita, karena dia raja dari kerajaan kegelapan.  Tetapi sekarang kita bukan milik kerajaan kegelapan lagi, sebab  "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."  (Kolose 1:13-14).  Di dalam Kristus kita sekarang telah menjadi orang-orang merdeka, sebab kerajaan kegelapan telah terlucuti dan belenggu si Iblis telah dilepaskan.  Melalui karya-Nya di atas kayu salib Kristus telah mengalahkan Iblis dan kerajaannya, seperti tertulis:  "Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka."  (Kolose 2:15), sehingga  "...dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."  (Roma 8:37).

     Alkitab menyatakan bahwa Iblis adalah ilah zaman  (2 Korintus 4:4), dan Kristus telah mengalahkan mereka.  Iblis boleh saja memerintah dunia ini, tetapi Iblis tidak memerintah kita orang percaya, sebab Kristus telah mengalahkan mereka.  Karena itu rasul Paulus menasihati kita untuk bersukacita,  "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"  (Filipi 4:4).  Bersukacita karena apa?  Pemazmur menyatakan,  "Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!"  (Mazmur 118:24).  Sebelum Kristus mati di atas kayu salib kita semua adalah tawanan, dan Iblis memerintah atas kita.  Ini berarti dosa juga menguasai kita, yang di dalamnya termasuk sakit-penyakit, kematian, kematian rohani, kemiskinan dan segala perkara yang didatangkan oleh Iblis mencengkeram kita.

     Syukur kepada Tuhan, karena Kristus, Iblis sudah bertekuk lutut.  Inilah hari yang dijadikan Tuhan, hari keselamatan dan hari kemenangan, bagi kita orang percaya.  Sekalipun berbagai cara dilakukan Iblis untuk mengintimidasi, melemahkan dan menghancurkan, kita tak perlu takut, sebab Tuhan sudah melepaskan kita dari kuasa dosa.

Sekarang kita bisa berkata,  "Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"  1 Korintus 15:55


July 05, 2019, 07:48:59 AM
Reply #2055
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, July 5, 2019
TAK PERLU BERTANYA 'MENGAPA?'
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Juli 2019

Baca:  Habakuk 2:1-5

"...orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya."  Habakuk 2:4

Pertanyaan seringkali timbul di dalam hati kita ketika melihat hal-hal yang buruk terjadi dan menimpa kehidupan orang yang berlaku benar di hadapan Tuhan.  "Mengapa Tuhan seolah-olah membiarkan hal ini terjadi dan tidak segera bertindak untuk menunjukkan pembelaan-Nya."

     Inilah yang juga mengganjal di hati Habakuk saat melihat ketidakadilan terjadi di bangsanya, bagaimana orang yang jahat begitu leluasa menindas dan memperdaya orang benar, yang kuat menekan mereka yang lemah.  "Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: 'Penindasan!' tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman?"  (Habakuk 1:2-3a).  Tuhan bersegera menjawab pergumulan Habakuk ini dengan memberikan suatu penglihatan tentang orang Kasdim yang dibangkitkan-Nya untuk mengadili kejahatan.  Jawaban Tuhan ini sungguh tak seperti yang Habakuk harapkan, mengapa Tuhan justru memakai orang Kasdim  (bangsa yang jahat)  ini untuk melakukan pekerjaan-Nya.  "Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa."  (Habakuk 1:12).  Karena itu  "Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku."  (Habakuk 2:1).  Tuhan pun kembali memberikan penegasan melalui penglihatan tentang keberadaan orang jahat yang tidak bertahan lama.

     Pada saatnya, kekejaman orang Kasdim menghancurkan mereka sendiri, sedangkan orang yang benar beroleh pembelaan Tuhan.  Mereka akan melihat kemuliaan Tuhan yang tak dapat diukur limpahnya.  "Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut."  (Habakuk 2:14).

Selama kita hidup benar tak perlu bertanya  'mengapa'  kepada Tuhan tentang segala hal yang terjadi, sebab Tuhan tidak pernah salah dalam setiap tindakan-Nya.  Orang benar pasti muncul sebagai pemenang, karena Tuhan ada di pihaknya.


July 06, 2019, 05:17:18 AM
Reply #2056
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, July 6, 2019
ASAL PUNYA TUHAN, ITU LEBIH DARI CUKUP
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Juli 2019

Baca:  Habakuk 3:1-19

"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku."  Habakuk 3:17-18

Nama  'Habakuk'  berasal dari kata Ibrani yang memiliki arti memeluk.  Jadi, nabi ini disebut Pemeluk, entah disebabkan karena kasihnya yang teramat mendalam kepada Tuhan, ataukah karena ia sedang bergumul hebat dengan Tuhan.

     Terdapat keunikan dalam kitab Habakuk ini:  di dalam dua pasal pertama terdapat dialog antara Habakuk dengan Tuhan.  Habakuk tidak hanya protes mengenai kejahatan dan ketidakadilan yang terjadi, tapi dia juga sampai menantang Tuhan, bagaimana Ia yang Mahakudus dapat bertoleransi mengenai kejahatan itu.  Tapi dalam pasal 3 Habakuk mulai berdoa agar Tuhan menggenapi rencana-Nya di tengah-tengah bangsa yang tertindas.  Kemudian Tuhan memberinya suatu penglihatan:  "Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya."  (Habakuk 3:3-4).  Penglihatan-penglihatan yang dilihatnya ini menimbulkan perasaan gentar yang luar biasa dan bercampur keyakinan dalam hatinya.  "Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami."  (Habakuk 3:16).

     Akhirnya timbullah iman di dalam diri Habakuk.  Iman yang bukan sekedar percaya, tapi merupakan suatu kesetiaan dan ketaatan teguh sekalipun berada di situasi yang sepertinya tidak ada harapan, sebab iman itu butuh bukti atau tindakan nyata.  Iman adalah wujud ketergantungan penuh kepada Tuhan .  Karena itu sekalipun segala sesuatu tampak buruk.  Habakuk tetap mampu bersukacita di dalam Tuhan yang menyelamatkan.

Iman memampukan Habakuk untuk tetap kuat di tengah situasi buruk sekali pun!



July 07, 2019, 04:22:59 PM
Reply #2057
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, July 7, 2019
FONDASI MENENTUKAN KEBERHASILAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Juli 2019

Baca:  1 Petrus 1:13-25

"Sebab: 'Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.' Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."  1 Petrus 1:24-25

Tak seorang pun manusia di dunia ini ingin gagal dalam hidupnya.  Semua orang pasti ingin meraih kesuksesan atau keberhasilan hidup, itulah sebabnya berbagai cara mereka tempuh untuk mewujudkan keinginannya tersebut.  Ada yang menempuhnya dengan cara yang benar, tapi tidak sedikit orang yang menempuhnya dengan cara yang sangat kotor.

     Perhatikan!  Kesuksesan atau kegagalan hidup seseorang sangat tergantung pada fondasi hidupnya.  Apa yang menjadi fondasi hidup Saudara?  Kehidupan yang akan memperoleh kemuliaan Tuhan bukanlah kehidupan yang berfondasikan kekuatan, kegagahan, kemashyuran, kekayaan, atau kemegahan dunia.  Mengapa?  Karena semua yang berasal dari dunia ini adalah semu, kosong, dangkal, segera berlalu atau gugur.  Karena itu hidup orang percaya seharusnya mempunyai fondasi yang kokoh dan teguh, yaitu fondasi yang didirikan di atas  'Batu Karang'  yaitu Kristus dan firman-Nya.  Apabila kita membiarkan cahaya Firman Tuhan menyinari hidup kita, langkah kaki kita akan semakin terarah, kita akan kuat dan tak mudah tergoncangkan.  "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."  (Ibrani 4:12).

     Jika kita menjadikan Firman Tuhan sebagai fondasi hidup, Firman Tuhan yang dahsyat itu akan mengerjakan perkara-perkara yang mustahil bagi manusia.  "Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat."  (Ibrani 11:3).  Sebaliknya, bila kita menjadikan segala hal yang ada di dunia sebagai fondasi hidup, semuanya takkan bertahan lama, mudah sekali lenyap, sebab  "...sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu."  (1 Korintus 3:13).

Kesuksesan dan kebahagiaan sejati akan kita alami bila Kristus dan firman-Nya sebagai fondasi hidup kita!



July 08, 2019, 06:38:58 AM
Reply #2058
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, July 8, 2019
BERSERU-SERU HANYA SAAT PERLU
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Juli 2019

Baca:  Lukas 6:46-49

"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?"  Lukas 6:46

Dalam kehidupan ini kita seringkali mengecewakan hati Tuhan.  Dalam hal apa kita mengecewakan Tuhan?  Dalam hal ketidaktaatan kita.  Kita sering tidak taat melakukan kehendak Tuhan, padahal kita sudah tahu tentang kebenaran dan mendengar Firman Tuhan setiap hari.  Kita taat kepada Tuhan hanya saat sedang kepepet  (terdesak)  yaitu ketika sedang dalam masalah atau kesulitan saja.  Kita berseru-seru memanggil nama Tuhan hanya saat kita sedang memerlukan sesuatu dari Dia.  Ketaatan semacam ini adalah ketaatan yang bersyarat!  Taat hanya saat butuh, mau taat asalkan Tuhan mau menolong.

     Sebagai orang percaya kita ini adalah prajurit-prajurit Kristus.  Prajurit pasti akan melakukan apa pun yang diperintahkan oleh komandannya sekalipun perintah itu menjadikan nyawanya sebagai taruhan.  "Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya."  (2 Timotius 2:4).  Hanya dengan taat melakukan perintah, seorang prajurit berkenan kepada sang komandan.  Demikianlah seharusnya, kita menaati apa yang diperintahkan Tuhan di segala keadaan, sebab semua perintah-Nya adalah untuk kebaikan kita juga.  Bila kita tidak taat justru dapat membahayakan keselamatan kita sendiri.  Tujuan Tuhan memberikan perintah kepada kita adalah untuk menunjukkan dan mengarahkan kita kepada jalan yang benar, supaya kita tidak tersesat.

     Tuhan memberikan dua pilihan hidup kepada kita:  "Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal."  (Ulangan 11:26-28), tetapi  "...jika kamu tidak mendengarkan Firman Tuhan dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu..."  (1 Samuel 12:15).  Ketaatan mendatangkan berkat bagi kita, tapi ketidaktaatan akan mendatangkan kerugian besar bagi diri kita sendiri.

Berseru-seru tanpa mau taat takkan menggerakkan tangan Tuhan bertindak!



July 09, 2019, 05:39:54 AM
Reply #2059
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22927
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, July 9, 2019
TUHAN YANG MENUNJUKKAN JALAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Juli 2019

Baca:  Mazmur 25:1-22

"Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya."  (Mazmur 25:12)

Adalah hal yang biasa ketika sedang dihadapkan pada masalah, kebanyakan orang mencari cara dan jalan sendiri untuk mengatasinya.  Mereka tak pernah membicarakan atau mengutarakan segala sesuatunya kepada Tuhan;  mereka tak pernah melibatkan Tuhan.  Mengapa?  Mereka kuatir apa yang direncanakan dan jalan yang ditempuhnya itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.  Karena itu mereka keburu nafsu untuk melakukan apa yang menjadi kehendak hatinya, sebelum Tuhan  'mengetahuinya'.

     Alangkah baiknya sebelum merencanakan dan melakukan sesuatu kita menyerahkan semuanya ke dalam pimpinan Tuhan.  Kita harus belajar mendisiplinkan diri untuk berdoa menyampaikan segala rencana dan keinginan kita kepada Tuhan.  Yakobus menasihati,  "Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: 'Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung', sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: 'Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.' (Yakobus 4:13-15).  Jika perlu kita juga dapat men-sharing-kan rencana dan keingingan kita itu kepada pemimpin rohani atau hamba-hamba Tuhan yang hidupnya karib dengan Tuhan untuk meminta saran dan menyinkronkan pendapat tersebut dengan kebenaran Firman Tuhan.  Sesungguhnya Tuhan hanya menginginkan ketaatan dan penyerahan diri kita, sedangkan langkah-langkah selanjutnya Tuhan sendiri yang akan memimpin kita.

     Kepada Abram Tuhan memberikan perintah,  "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;" (Kejadian 12:1).  Sekalipun Abram belum tahu tempatnya secara pasti, ia taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan.  Tuhan memang tidak pernah memaksakan kehendak-Nya bila kita tidak mau.  Ketika kita mau taat, Tuhan akan menuntun dan membimbing kita.  "Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya." (Mazmur 25:10).

Tak perlu takut... apabila Tuhan menyuruh, Dia pasti akan bertanggung jawab!



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)