Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 189970 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 05, 2019, 05:50:12 AM
Reply #2170
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, November 5, 2019
TINDAKAN IMAN: Kunci Pemulihan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 November 2019

Baca:  Markus 5:25-34;  Lukas 17:11-19

"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."  Markus 5:28

Tuhan tahu benar bahwa manusia adalah lemah,  "Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu."  (Mazmur 103:14).  Manusia, sekuat apa pun jasmaninya, sepintar apa pun otaknya, tetaplah terbatas.  Maka dari itu Tuhan sendirilah yang menyediakan pemulihan bagi segala persoalan yang manusia hadapi.  Hanya satu syarat yang Tuhan tuntut dalam diri manusia, yaitu mengimani dan menaati firman-Nya.

  Ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.  Ia sudah mendengar berita-berita tentang Kristus dengan segala hal yang diperbuat-Nya;  timbullah imannya, sehingga ia berani berkata,  "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."  (ayat nas).  Karena tindakan imannya ini perempuan itu pun sembuh total dari sakit pendarahannya.  Begitu juga tentang kisah sepuluh orang kusta:  "Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: '...Guru, kasihanilah kami!' Lalu Ia memandang mereka dan berkata: 'Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.' Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir."  (Lukas 17:12-14).  Mengapa Kristus tidak terlebih dahulu berkata kepada sepuluh orang kusta itu,  "Sembuhlah engkau",  melainkan langsung menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri kepada para imam, padahal mereka belum mengalami jamahan tangan-Nya?  Di sinilah tantangannya!  Kristus tahu benar bahwa mereka perlu bertindak dengan iman, artinya mereka mau taat akan apa yang diperintahkan-Nya.  Alkitab tidak mencatat bahwa orang-orang kusta itu bertanya terlebih dahulu kepada Kristus bagaimana mereka bisa menghadapi imam-imam, padahal mereka belum sembuh... sebaliknya mereka bertindak dan berjalan menghadap imam-imam, mereka taat akan perintah Tuhan, sehingga  "sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir."  (Lukas 17:14b).

     Kita patut meneladani sikap yang diperbuat oleh perempuan yang sakit pendarahan dan juga orang-orang kusta itu, yang bertindak dengan iman.  Karena tindakan imannya tersebut mereka mengalami kesembuhan dan pemulihan dari Tuhan.

Tuhan telah menyediakan berkat kesembuhan dan pemulihan, yang perlu kita lakukan adalah mengaktifkan iman dengan tindakan dan taat akan perintah-Nya!



November 06, 2019, 05:31:06 AM
Reply #2171
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, November 6, 2019
JADILAH SAKSI YANG BENAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 November 2019

Baca:  1 Petrus 2:11-17

"Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka."  1 Petrus 2:12

Sekalipun berada di tengah-tengah dunia yang begitu rusak, orang percaya dituntut untuk tetap memiliki cara hidup yang baik yang sesuai dengan kehendak Tuhan.  Itulah cara untuk kita bisa menjadi saksi yang benar.  Jangan sampai kita yang sudah menyandang status  'anak Tuhan'  punya cara hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.  Bila perbuatan dan tingkah laku kita tidak jauh berbeda dengan orang dunia, mustahil kita dapat menjadi saksi Kristus yang benar.  Sebaliknya, kita malah akan menjadi batu sandungan bagi mereka dan mereka pun akan menertawakan kita.

     Kita diselamatkan Tuhan dengan tujuan supaya kita memberitakan perbuatan Tuhan dan menjadi saksi-Nya yang baik.  Untuk menjadi saksi Kristus, tidak ada jalan lain selain harus berani membuang segala sesuatu yang  'lama'  dalam hidup ini, walaupun mungkin yang lama itu menyenangkan daging.  Inilah harga yang harus dibayar!  Jadi, kita harus berani bertindak untuk membereskan semua yang tidak berkenan pada Tuhan, tanpa terkecuali, dan kembali kepada prinsip Alkitab.  Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa kita telah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Bapa  (Kolose 3:3),  "...Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."  (Kolose 2:6-7), sebab  "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."  (Kolose 1:13-14).

     Membuang segala hal yang disukai bukan perkara gampang, tetapi bila kasih Kristus telah sepenuhnya menguasai hidup kita, tidak ada penderitaan seberat apa pun yang dapat menghalangi kita untuk maju bersama Kristus.  Inilah yang dialami Paulus, yang tidak hanya bisa berbicara, tetapi hidupnya benar-benar menjadi saksi Kristus.

Tanpa memiliki kesaksian hidup, kita hanya akan menjadi batu sandungan!


November 07, 2019, 07:17:19 AM
Reply #2172
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, November 7, 2019
TERLALU PERCAYA DIRI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 November 2019

Baca:  Matius 26:30-35

"Petrus menjawab-Nya: 'Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.'"  Matius 26:33

Punya rasa percaya diri adalah sangat baik, karena itu merupakan salah satu modal penting untuk meraih keberhasilan.  Namun, bila rasa percaya diri itu sangat berlebihan atau over confidence, justru sangatlah tidak baik, karena selain dapat merugikan diri sendiri, juga dapat merugikan orang lain.  Dalam kehidupan rohani penting sekali kita punya rasa percaya diri, artinya punya prinsip yang kokoh dalam mengiring Kristus.  Jika tidak, kita akan mudah sekali disesatkan oleh ajaran-ajaran yang menyimpang dari Injil.  Sering dijumpai ada banyak orang Kristen yang over confidence dengan kehidupan rohaninya.  Ini sangat berbahaya, karena ini bisa mengarah kepada kesombongan rohani.

     Petrus, salah seorang murid Kristus, yang awalnya begitu menggebu-gebu serasa rela berkorban bagi Sang Guru, justru meninggalkan Kristus di saat krusial menjelang penyaliban-Nya.  Sesungguhnya Kristus sudah memperingatkan,  "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai."  (Markus 14:27).  Petrus merespons pernyataan Kristus ini dengan penuh percaya diri,  "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."  (ayat nas).  Namun, Kristus tahu apa yang terjadi di depan,  "...pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: 'Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.'"  (Markus 14:30-31).

     Pernyataan Petrus ini sepertinya menunjukkan bahwa ia begitu  'rohani', punya iman yang luar biasa, dan pendirian yang kokoh.  Tetapi sesungguhnya apa yang Petrus katakan ini menunjukkan rasa percaya diri yang terlalu berlebihan, dan sesungguhnya ia sedang menonjolkan  'keakuannya', bukan menaruh keyakinan kepada Tuhan tetapi pada kekuatan dan akalnya sendiri.  Banyak orang Kristen yang punya sikap seperti Petrus ini, penuh percaya diri berjanji akan mengiring Kristus dan melayani Dia, apa pun yang terjadi.  Ketika ada ujian dan masalah sedikit saja mereka sudah meninggalkan ibadah dan tak lagi semangat melayani Tuhan.

Terlalu percaya diri adalah awal kesombongan!  Sombong itu awal kehancuran!



November 08, 2019, 06:01:51 AM
Reply #2173
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, November 8, 2019
MEMPERHATIKAN PERINGATAN TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 November 2019

Baca:  Filipi 2:1-11

"...janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."  Filipi 2:4

Alkitab menegaskan bahwa di masa-masa akhir ini manusia memiliki kecenderungan untuk mementingkan dirinya sendiri,  "...karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."  (Matius 24:12).  Kini fokus hidup manusia adalah berlomba-lomba mencari kekayaan untuk diri sendiri, mencari  'nama'  untuk diri sendiri, tak lagi peduli dengan orang lain, dan bahkan tidak lagi memperhatikan aturan atau hukum.  Kepentingan diri sendiri atau golongan sendiri saja yang diutamakan dan dikedepankan.  Hidup dalam kasih tak lagi ada dalam kamus hidup manusia masa kini!

     Rasul Paulus menasihati,  "...hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."  (Filipi 2:3b, 4).  Tetapi sayang, banyak orang tak mau memperhatikan nasihat, teguran dan peringatan Firman Tuhan, padahal  "Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran ... membawa kepada kehidupan..."  (Amsal 15:31).  Demi mendapatkan apa yang diinginkan, mereka tidak lagi punya rasa segan, segala cara ditempuhnya... sekalipun merugikan orang lain, mereka tak ambil pusing.  Mereka berdalih bahwa hidup di zaman yang  'gila'  seperti sekarang ini kalau tidak mengikuti tren atau cara hidup orang dunia akan sulit berhasil, karena persaingan kerja dan bisnis semakin hari semakin ketat.  Jika ada orang lain yang berani menyuap oknum pejabat sebagai pelicin dan akhirnya bisnisnya berjalan lancar, mengapa kita tidak menempuh cara yang sama?

     Firman Tuhan berkata,  "Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar."  (Keluaran 23:8).  Tuhan sangat membenci perbuatan yang demikian,  "Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang."  (Amos 5:12).

Mengorbankan orang lain demi keuntungan diri sendiri dan menempuh jalan pintas adalah dosa besar!



November 09, 2019, 05:31:51 AM
Reply #2174
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, November 9, 2019
DALAM KELEMAHAN KUASA TUHAN NYATA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 November 2019

Baca: Yeremia 1:4-19

"Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."  Yeremia 1:6

Pada awalnya Yeremia adalah orang yang tidak percaya akan kemampuan dirinya, tak jauh berbeda dengan Musa.  Hal itu terlihat dari responsnya terhadap panggilan Tuhan, dimana ia menolak panggilan Tuhan itu dengan alasan:  "...aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."  (ayat nas).  Yeremia merasa tidak mampu, tidak fasih bicara, karena usianya masih teramat mudan dan belum berpengalaman. 

     Dalam pelayanannya Yeremia dikenal sebagai nabi peratap, yaitu nabi yang banyak menangis.  Hatinya lembut, penuh kasih dan mudah sekali tersentuh ketika melihat penderitaan umat.  Itulah sebabnya Yeremia merasa tidak sanggup untuk menjadi penyambung lidah Tuhan, yang terkadang harus berbicara keras dan tegas dalam menegur umat Israel karena dosa-dosa yang diperbuatnya.  Dalam benak Yeremia:  "Sanggupkah aku menyatakan kehendak Tuhan di hadapan umat Israel yang dikenal tegar tengkuk itu?"  Keraguan dan ketidakmampuan membayangi langkahnya.  Pernyataan Yeremia ini bukan berarti ia tidak bersedia melaksanakan tugas dari Tuhan, tapi merupakan sebuah pengakuan jujur bahwa ia mempunyai banyak kelemahan.  Tuhan tahu akan hal itu, maka berfirmanlah Ia,  "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau,..."  (Yeremia 1:7-8).

     Yang Tuhan cari dalam diri Yeremia hanyalah hati seorang hamba, yang bersedia dan rela untuk melakukan apa yang diperintahkan-Nya.  Segala kelemahan dan kekurangan yang Yeremia ungkapkan bukanlah halangan bagi Tuhan untuk memakai hidupnya.  Hanya dengan jamahan tangan Tuhan segala kelemahan dan kekurangan dapat teratasi,  "...TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: 'Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.'"  (Yeremia 1:9).  Tuhan tahu bagaimana mengajar, memperlengkapi, dan memampukan kita.  Jangan jadikan  'kelemahan/kekurangan'  sebagai alasan untuk lari dari panggilan-Nya.

"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."  2 Korintus 12:9




November 10, 2019, 04:42:54 AM
Reply #2175
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, November 10, 2019
PERCAYA KRISTUS SEBAGAI RAJA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 November 2019

Baca:  Lukas 23:33-43

"...ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."  Lukas 23:42

Ini adalah sebuah pernyataan dan sekaligus permohonan dari seorang pendosa yang mungkin saja menjadi permohonan yang terakhir sebelum ajal menjemput.  Isi permohonan dari salah seorang penjahat ini kelihatannya sangat sederhana, bukan permohonan ampun kepada Tuhan atas perbuatan jahatnya, tapi ia hanya ingin diingat saja oleh Kristus bila kelak Kristus datang sebagai Raja.  Tidak semua orang mendapatkan kesempatan emas seperti penjahat ini, yang mana pada akhir hidupnya  (menjelang kematian)  ia bertemu dengan Kristus.  Pertemuannya dengan Kristus telah mengubah masa depannya, yang sebelumnya sedang berjalan menuju kepada kebinasaan kekal, kini berubah arah menuju kepada kehidupan kekal.

     Mengapa ini bisa terjadi?  Karena penjahat ini memiliki iman kepada Kristus.  Sekalipun di depan mata ia melihat Kristus jelas-jelas dalam keadaan tak berdaya dan sedang menghadapi kematian sama seperti dirinya, tapi penjahat itu percaya dan mengakui bahwa Kristus adalah Raja, bukan orang jahat seperti dirinya.  Didasari oleh iman, penjahat itu menyampaikan permohonan yang tidak muluk-muluk, ia tidak minta kedudukan yang istimewa karena pernah sama-sama disalibkan, tapi ia hanya minta agar Kristus mengingatnya... sebuah permohonan yang sederhana, namun bermuatan iman dan ketulusan hati.  Karena iman penjahat itu Tuhan pun menjawab,  "...sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."  (Lukas 23:43).  Berbeda dengan penjahat yang satunya yang justru menghujat,  "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"  (Lukas 23:39).

     Permohonan doa yang disertai iman sanggup menggerakkan hati Tuhan!  Sebab Tuhan memperhatikan sikap hati dan iman seseorang, bukan pada indahnya kalimat doa yang dipanjatkan.  Sekalipun doa itu seindah puisi, tapi bila doa itu keluar dari hati yang tidak tulus dan hanya sebatas lips service, doa itu hanya akan menguap begitu saja.  Oleh karena itu jangan pernah ragu untuk datang kepada Tuhan, akui setiap kesalahan dan dosa kita, sebab Dia tidak pernah menolak seorang pendosa untuk datang kepada-Nya.

"...karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."  Matius 9:13



November 11, 2019, 06:29:39 AM
Reply #2176
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, November 11, 2019
HARGA SEBUAH NAZAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 November 2019

Baca:  Hakim-Hakim 11:29-40

"Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."  Hakim-Hakim 11:35

Yefta adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tapi ia anak yang diperoleh Gilead dari seorang perempuan sundal  (Hakim-Hakim 11:1).  Selain itu Gilead juga mempunyai anak-anak dari isteri sahnya.  Karena itu setelah Gilead meninggal, anak-anak dari isteri sahnya mengusir Yefta dengan kasar,  "Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain."  (Hakim-Hakim 11:2b).  Pengusiran dengan paksa itu membuat Yefta benar-benar sakit hati.  Lalu ia lari dari rumahnya dan kemudian tinggal di tanah Tob,  "...di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia."  (Hakim-Hakim 11:3).  Akhirnya Yefta menjadi pemimpin petualang-petualang yang suka merampok.

     Ketika bani Amon berperang melawan orang Israel, para tua-tua Gilead pergi mencari Yefta untuk diajak membantu berperang.  Awalnya Yefta sempat menolak ajakan tersebut, tapi akhirnya bersedia karena kelak ia akan dijadikan pemimpin atas bangsa Israel.  Tanpa berpikir panjang bernazarlah ia kepada Tuhan,  "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."  (Hakim-Hakim 11:30).  Peperangan melawan bani Amon terjadi!  Oleh karena campur tangan Tuhan, bani Amon pun bisa dikalahkan.

     Yefta pulang ke rumahnya di Mizpa dengan senyum kemenangan.  Betapa terkejutnya dia sesampai di rumah, sebab yang keluar menyongsong dia adalah puteri semata wayangnya dengan memukul rebana sambil menari-nari:  "...aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."  (ayat nas).

Kemenangan atas bani Amon, harus dibayar mahal:  Yefta menyerahkan puterinya kepada Tuhan untuk menepati nazarnya.


November 12, 2019, 06:24:38 AM
Reply #2177
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, November 12, 2019
JAUHILAH SEGALA KECURANGAN!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 November 2019

Baca:  Habakuk 2:6-20

"Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya--berapa lama lagi? --dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian."  Habakuk 2:6b

Di zaman seperti sekarang ini berlaku curang dalam dunia usaha atau bisnis adalah hal yang biasa dilakukan kebanyakan orang.  Tujuannya adalah untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.  Beberapa waktu yang lalu ada kasus yang sangat viral atau menyebar luas di masyarakat.  Tepat pada hari raya Idul Fitri  (lebaran), ketika banyak orang mudik ke kampung halaman, ada beberapa penjual makanan yang berlaku curang yaitu menaikkan harga makanannya dengan harga selangit dan tak masuk akal, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.  Tindakan tersebut sangat merugikan orang lain, tindakan yang identik dengan pemerasan.

     Tak seorang pun ingin mengalami kerugian dalam usahanya, semua pasti ingin untung.  Permasalahannya:  bagaimana cara mendapatkan keuntungan tersebut?  Jangan sampai demi mendapatkan keuntungan, kita melakukan pemerasan atau penindasan terhadap orang lain, apalagi kepada kaum yang lemah.  Pada dasarnya Tuhan menginginkan umat-Nya menikmati hidup yang diberkati, baik secara materi maupun rohani.  "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10b).  Itulah sebabnya Tuhan memberikan kita kelebihan dan keistimewaan berupa akal budi dan skill atau keterampilan, dengan tujuan agar kita bisa memenuhi maksud Tuhan tersebut.

     Tuhan mau kita hidup diberkati, tetapi bukan dengan cara yang tidak benar.  Dapatkanlah apa yang kita inginkan dengan cara yang jujur, bukan dengan memeras, bukan dengan menindas orang, bukan dengan menipu, bukan dengan mencuri, atau mengambil secara diam-diam apa yang bukan menjadi hak kita.  Jangan pernah berpikir bahwa dengan tindakan-tindakan tersebut kita mendapatkan keuntungan, karena yang kita dapatkan sebaliknya adalah kerugian, bahkan mendatangkan kutuk atas diri sendiri.  Karena itu Agur bin Yake berdoa,  "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan... Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku."  (Amsal 30:8).

Tuhan tidak akan pernah tinggal diam terhadap orang-orang yang melakukan kecurangan, penindasan, ketidakadilan di bumi!



November 13, 2019, 05:52:37 AM
Reply #2178
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, November 13, 2019
ORANG PERCAYA PUNYA MASA DEPAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 November 2019

Baca:  Amsal 23:1-18

"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."  Amsal 23:18

Setiap orang, tanpa terkecuali, punya kesempatan yang sama untuk memiliki masa depan yang cerah.  Demi meraih masa depan yang cerah semua orang berusaha dan bekerja dengan keras;  para orangtua berusaha menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang terbaik, bahkan sampai ke luar negeri, dengan harapan anak-anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang terbaik, sehingga masa depan hidupnya dapat terjamin.

     Bagi orang percaya, masa depan yang cerah itu bukan sekedar khayalan atau impian semata, tetapi memang sungguh ada, karena Tuhan sendiri yang merancangkannya,  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).  Ini adalah berita yang sangat menyenangkan, berita yang membangkitkan semangat kita dalam menjalani hari-hari yang terasa berat ini.  Sekalipun banyak orang mengatakan bahwa masa depan itu penuh dengan misteri, bagi orang percaya  "...masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."  (ayat nas).  Bagaimana supaya kita memiliki masa depan yang cerah, sebagaimana yang Tuhan rancangkan?  Kita harus mengarahkan perhatian kepada didikan:  "Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan."  (Amsal 23:12), dan  "Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa."  (Amsal 23:17).  Ini berbicara tentang ketaatan!

     Masa depan cerah hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang takut akan Tuhan!  Kita juga diajarkan untuk tidak iri hati kepada orang-orang yang berdosa.  Sikap iri kepada orang berdosa berarti kita menganggap orang lain lebih beruntung daripada diri sendiri, sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak menghargai berkat Tuhan dan kurang bersyukur dengan berkat yang kita terima.  Iri hati juga menunjukkan bahwa kita tidak takut Tuhan!  Orang yang takut akan Tuhan akan selalu bersyukur di segala keadaaan dan tidak mudah terpengaruh oleh omongan orang atau situasi apa pun.

Orang yang takut akan Tuhan pasti memiliki penyerahan diri kepada Tuhan, tanpa rasa takut dan kuatir, karena masa depannya sudah dijamin oleh Tuhan!



November 14, 2019, 06:00:41 AM
Reply #2179
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23804
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, November 14, 2019
DAMAI SEJAHTERA MILIK ORANG BENAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 November 2019

Baca:  Roma 5:1-11

"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera..."  Roma 5:1

Alkitab menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Tuhan  (Kejadian 1:26-27), artinya manusia pertama berada dalam kondisi tanpa salah dan dosa, dengan citra diri yang utuh, sempurna dan mulia.  Tetapi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kemuliaan Tuhan di dalam diri manusia menjadi rusak karena dosa tersebut.  Karena itu Bapa pun berinisiatif menyelamatkan manusia melalui Putera-Nya yang diutus untuk datang ke dunia.  Melalui penebusan Kristus di kayu salib, citra diri manusia dipulihkan, karena manusia memperoleh pembenaran.  Yang dimaksud pembenaran adalah tindakan Tuhan untuk menyatakan orang  'benar'  karena percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebab ada tertulis:  "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan..."  (2 Korintus 5:21).

     Ada dampak yang luar biasa dari  'pembenaran'  ini yaitu setiap orang percaya memperoleh damai sejahtera  (ayat nas).  Damai sejahtera ini terjadi karena adanya pemulihan hubungan antara manusia dengan Bapa di sorga,  "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,"  (Efesus 2:14-15).  Inilah damai sejahtera sejati, yang hanya kita dapatkan dalam Kristus, damai sejahtera yang bukan sekedar perasaan nyaman, tenang atau sukacita, tetapi lebih daripada itu.  Damai sejahtera ini bukan disebabkan karena situasi dari luar berpengaruh ke dalam hati seseorang, tetapi damai sejahtera itu berasal dari dalam hati karena Kristus bertahta, menguasai dan memimpin hidup kita.

     Setiap orang yang percaya dan mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pasti memiliki damai sejahtera.  Apakah damai sejahtera itu tinggal permanen atau tidak adalah tergantung sejauh mana ia punya persekutuan dengan Tuhan.

Selama kita mau taat dan tunduk pada pimpinan ROH KUDUS, damai sejahtera-Nya akan terus mengalir di dalam kita  (Yesaya 48:18).




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)