Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 192765 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 02, 2019, 06:33:32 AM
Reply #2200
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, December 2, 2019
OTORITAS TUHAN SEPENUHNYA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Desember 2019

Baca:  Roma 9:15-29

"Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?"  Roma 9:21

Kerap timbul pertanyaan di dalam hati kita mengapa Tuhan seringkali memakai orang-orang dengan latar belakang hidup buruk untuk dipakai sebagai alat kemuliaan-Nya.  Ada bekas narapidana, dukun, pelacur, pejudi atau peminum yang mengalami jamahan tangan Tuhan, lalu menjadi hamba-hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa.  Apakah tidak ada orang baik yang layak menjadi hamba Tuhan?  Di sinilah kita melihat keajaiban dan kebesaran tangan Tuhan yang penuh kuasa, yang sanggup mengubah hidup seseorang.

     Tidak ada seorang pun yang bisa memahami jalan dan cara Tuhan dalam memilih hamba-hamba-Nya!  Pilihan manusia selalu berdasar pada apa yang terlihat secara kasat mata.  Ini bertolak belakang dengan cara pandang Tuhan, yang melihat sampai ke lubuk hati manusia.  "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati. Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."  (Roma 9:15-16).  Kita pasti terheran-heran bagaimana Tuhan memilih dan mengurapi Daud untuk menjadi raja  (1 Samuel 16:1-13).  Bukankah kakak-kakak Daud jauh lebih gagah dan lebih layak menjadi raja menurut penilaian manusia?  Bahkan ketika Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel,  "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."  (1 Samuel 16:10).  Justru yang dipilih Tuhan adalah Daud yang sedang menggembalakan kambing domba.  Ketika Daud datang, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel,  "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."  (1 Samuel 16:12).

     Begitu juga dipilihnya Saulus menjadi hamba Tuhan secara manusia tidak masuk akal, sebab ia adalah penganiaya jemaat dan turut berperan dalam kematian Stefanus.  Tetapi Tuhan berfirman kepada Ananias,  "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel."  (Kisah 9:15).

Hanya Tuhanlah yang punya hak untuk memilih dan menentukan seseorang untuk dipakai-Nya!



December 03, 2019, 06:20:11 AM
Reply #2201
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, December 3, 2019
HIDUP TIDAK BERGANTUNG PADA HARTA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Desember 2019

Baca:  Lukas 12:13-21

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."  Lukas 12:15

Banyak orang yang menjadikan uang atau harta kekayan sebagai andalan dalam hidupnya.  Pikirnya dengan memiliki uang atau harta kekayaan yang berlimpah, mereka bisa mendapatkan apa saja yang diinginkan, bisa membeli apa saja yang mereka mau.  Itulah sebabnya tak mudah bagi orang kaya punya kerendahan hati, karena mereka masih menjadikan uang atau harta sebagai ukuran gengsi, kedudukan, dan sosial ekonomi.  Mereka lupa bahwa tidak semua bisa dibeli dengan uang.  Kesehatan, umur panjang, damai sejahtera, keamanan, kebahagiaan, apalagi keselamatan jiwa kita, tak bisa dibeli dengan uang sebesar apa pun.  Buktinya?  Ada orang kaya tapi sakit-sakitan atau mati usia muda;  ada orang kaya tapi rumah tangganya tidak bahagia;  ada orang kaya tapi selalu diliputi rasa cemas, was-was dan kuatir karena takut uang atau hartanya dirampok atau dicuri.

     Karena itu rasul Paulus meminta Timotius untuk memperingatkan orang kaya agar jangan tinggi hati dan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan  (1 Timotius 6:17).  Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak menaruh hati kepada harta,  "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."  (Matius 6:21), dan  "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya."  (Matius 6:19).  Tidaklah salah memiliki uang yang banyak atau harta yang melimpah, tapi jangan sampai membuat kita lupa segala-galanya:  melupakan Tuhan dan menganggap remeh perkara rohani.

     Kita harus ingat bahwa hidup manusia tidak tergantung pada harta kekayaan!  Ada tertulis:  "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."  (Lukas 12:20-21).  Pada saat manusia dipanggil pulang oleh Tuhan  (meninggal), tak sepeser uang pun atau harta kekayaan yang dibawa.  Camkan itu!

"...celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu."  Lukas 6:24



December 03, 2019, 11:17:02 AM
Reply #2202
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2438
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kerap timbul pertanyaan di dalam hati kita mengapa Tuhan seringkali memakai orang-orang dengan latar belakang hidup buruk untuk dipakai sebagai alat kemuliaan-Nya.  Ada bekas narapidana, dukun, pelacur, pejudi atau peminum yang mengalami jamahan tangan Tuhan, lalu menjadi hamba-hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa.  Apakah tidak ada orang baik yang layak menjadi hamba Tuhan?  Di sinilah kita melihat keajaiban dan kebesaran tangan Tuhan yang penuh kuasa, yang sanggup mengubah hidup seseorang. ...

Hanya Tuhanlah yang punya hak untuk memilih dan menentukan seseorang untuk dipakai-Nya!

Ini percis dgn apa yg kurenungkan itu
Maka tidak patut kita merendahkan mereka2
Sebab kita sendiri pun belum tahu berguna bagi-Nya

Mungkin patut juga utk direnungkan:
"Apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?"


Yes!
Itu spt salah satu sifat Allah
Yaitu tak pernah merasa malu

Rut org Moab musuh Israel
Dipilih Allah utk lintasan-Nya
Pun Moab anak Lot hasil incest


Semua dpt dipilih Allah utk dipikirkan, termasuk kayu salib
Allah tidak malu memilih apa yg menurut dunia memalukan
Allah tidak malu memilih melalui Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba

Tamar, dua kali menjadi menantu dan terakhir menjadi istri Yehuda, cikal org Yahudi
Rahab adalah pelacur Yeriko yg gemetar mendengar Allah Israel, digunakan Allah
Rut adalah perempuan asing dari Moab, dipilih Allah menjadi neneknya Daud
Batsyeba, isteri Uria, selingkuhan Daud yg dr-nya lahir Salomo grs Yesus
Dan Yesus pun tidak malu disebut anak Daud

Allah tak malu menggunakan anak dara Maria sbg laluan-Nya
Tidak malu walaupun bangsa pilihan-Nya tegar tengkuk degil2
Tdk malu bangsa pilihan-Nya membunuh Anak yg di kasihi-Nya

Maria melahirkan di kandang domba, mengapa hrs secara ajaib diem2?
Yesus tumbuh di Nazaret, Natanael kata, "Tidak ada yg baik dr Nazaret"
Bermarkas di Kapernaum, kota-Nya, kota bisnis sarang "para penyamun"
Dia tidak malu!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 04, 2019, 05:39:35 AM
Reply #2203
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Ini percis dgn apa yg kurenungkan itu
Maka tidak patut kita merendahkan mereka2
Sebab kita sendiri pun belum tahu berguna bagi-Nya

Mungkin patut juga utk direnungkan:
"Apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?"


karena kita hidup di dunia yang sudah semakin rusak ini tiap hari, maka sering juga pertanyaan renungan Bro Maren : "Apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?" menjadi terkontaminasi duniawi. menjadi :
Apa guna dunia bagi kita dan apa guna kita bagi dunia?

padahal kalo kita merenungkan dan memahami bagaimana Allah berguna bagi kita dengan pemahaman yang benar, maka otomatis kita menjadi berguna bagi Allah,
aku teringat ayat : sepikiran dan seperasaan dengan Kristus, yang menurutku adalah arti dari serupa dengan gambar dan rupa Allah. menurutku tujuan manusia diciptakan adl serupa dan segambar dengan rupa Alllah, begitu ini tercapai, maka rencana Allah tercapai. memang tidak mungkin 100% kita serupa dan segambar, sepikiran dan seperasaan dengan Kristus, krn semua usaha perlu iman, dan iman kita tidak mungkin sempurna, krn Kristuslah yang menyempurnakan iman kita. Ibrani 12:2  Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; Kristuslah sutradara dan penyempurna iman kita.

pemikiran anda bro Maren, memicu pemikiran saya untuk lebih dalam lagi, bro ! thanks !

Thank you Bro Maren !

Tuhan Yesus memberkati !
December 04, 2019, 05:41:25 AM
Reply #2204
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, December 4, 2019
TUHAN SUMBER KESELAMATAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Desember 2019

Baca:  Mazmur 27:1-14

"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"  Mazmur 27:1

Orang yang pernah ditolong Tuhan, mengalami kebaikan Tuhan, diluputkan Tuhan dari musibah atau kesulitan, yang pernah diterangi hatinya oleh Firman Tuhan, dan merasakan jamahan kuasa ROH KUDUS, pasti akan berkata bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber keselamatan bagi hidupnya, karena dia mengerti benar bahwa yang sanggup menolong dan menyelamatkan hidupnya bukanlah denominasi gereja tertentu, bukan pendeta, bukan pastor, bukan doktrin, bukan aturan-aturan agama, tetapi hanya Tuhan saja.

     Pengalaman hidup yang luar biasa bersama Tuhanlah yang membuat pemazmur  (bani Asaf)  bisa berkata,  "Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya."  (Mazmur 73:26).  Dalam hal ini pemazmur tidak sekedar berbicara atau asal bicara, tetapi ia punya alasan yang kuat:  "Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan."  (Mazmur 73:21-24).  Tak ada pertolongan dan keselamatan selain daripada Tuhan.  Karena itu tak ada yang lain yang mereka ingini selain hanya Tuhan.  "Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi." (Mazmur 73:25).

     Hari-hari manusia di dunia selalu dibayang-bayangi ketidakpastian, ketakutan, kecemasan, kekuatiran.  Tetapi bila kita suka dekat pada Tuhan, ada perlindungan dan keselamatan.  Pemazmur, yang sekalipun diperhadapkan dengan masalah dan penderitaan yang berat, imannya tetap teguh, karena ia percaya kalau dulu Tuhan tolong, sekarang dan esok pun Tuhan pasti akan tolong, karena Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang tidak pernah berubah.  Karena itu tak perlu terpengaruh oleh situasi atau keadaan yang hanya akan membuat hati kita menjadi tawar.  Sebaliknya arahkan pandangan kepada Tuhan, maka iman kita akan bangkit, sebab kita tahu pertolongan-Nya selalu tepat waktu.

"Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku," Mazmur 18:36



December 04, 2019, 10:05:40 AM
Reply #2205
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2438
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
karena kita hidup di dunia yang sudah semakin rusak ini tiap hari, maka sering juga pertanyaan renungan Bro Maren :
"Apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?" terkontaminasi duniawi menjadi :
Apa guna dunia bagi kita dan apa guna kita bagi dunia?
padahal kalo kita merenungkan dan memahami bagaimana Allah berguna bagi kita dengan pemahaman yang benar, maka otomatis kita menjadi berguna bagi Allah,
Yes, Bro!
Dgn mengkontraskan perenungan itu
Pikiran semakin dituntut utk memperbesar daya guna


aku teringat ayat : sepikiran dan seperasaan dengan Kristus, yang menurutku adalah arti dari serupa dengan gambar dan rupa Allah. menurutku tujuan manusia diciptakan adl serupa dan segambar dengan rupa Alllah, begitu ini tercapai, maka rencana Allah tercapai. memang tidak mungkin 100% kita serupa dan segambar, sepikiran dan seperasaan dengan Kristus, krn semua usaha perlu iman, dan iman kita tidak mungkin sempurna, krn Kristuslah yang menyempurnakan iman kita. Ibrani 12:2  Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; Kristuslah sutradara dan penyempurna iman kita.

Yes, again!
Kita hrs sepikiran dan seperasaan dgn Kristus
Hanya dgn begitu kita bisa mengalami-Nya dan mendekati segambar


Aku setuju dgn pengertian itu, sebab
Hanya yg segambar dgn Yesus kembali kpd Allah
Yg bergambar dan tulisan Kaisar kembali kpd Kaisar
Bergambar lain kpd yg lain tentu, tdk mungkin ke-balik2

pemikiran anda bro Maren, memicu pemikiran saya untuk lebih dalam lagi, bro ! thanks !
Thank you Bro Maren ! Tuhan Yesus memberkati!
You are wellcome, Bro!
Aku juga salut pd konsistensi-mu
Membagikan renungan2 dr berbagai sumber
Itu menguatkan dan menumbuhkan iman pemirsa

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 05, 2019, 05:58:27 AM
Reply #2206
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


Aku juga salut pd konsistensi-mu
Membagikan renungan2 dr berbagai sumber
Itu menguatkan dan menumbuhkan iman pemirsa

Salam Damai![/color]

Thank you Bro Maren !

Maksud sebenarnya dari konsistensi membagi2 kan renungan ini,
aslinya adalah membagi2kan link alkitab dalam bentuk suara, Bro !
Krn saya mendengarkan alkitab bentuk suara, saya copas ke Usb flash disk
yang saya play di portable speaker. Saya mendapatkan kesegaran rohani tiap hari, asli seger Bro !
saya berharap juga anda dan pemirsa mengalami yang saya alami, Bro !

Salam Damai Bro !
December 05, 2019, 06:12:11 AM
Reply #2207
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, December 5, 2019
BERDOA DALAM NAMA YESUS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Desember 2019

Baca:  Yohanes 14:1-14

"dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak."  Yohanes 14:3

Kita seringkali salah dalam menerapkan ayat nas ini, menganggap bahwa asal saja mengatakan  'dalam nama Tuhan Yesus' di setiap akhir doa, Tuhan pasti akan mengabulkan dan menjawab semua permohonan, alias doa kita akan dikabulkan.  Jika demikian hal itu sama seperti kita menjadikan nama Tuhan Yesus sebagai sebuah mantera yang berkhasiat, di mana ketika dalam keadaan terjepit atau saat butuh, kita tinggal menyebut atau memanggil nama Tuhan Yesus, maka semua akan beres.

     Tuhan Yesus berkata,  "Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."  (Yohanes 14:14).  Jadi, berdoa dalam nama Tuhan Yesus berarti kita berdoa dengan otoritas-Nya.  Mengapa?  Karena nama Tuhan Yesus adalah nama di atas segala nama!  Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, rasul Paulus menyatakan bahwa Bapa di sorga sangat meninggikan Tuhan Yesus dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Tuhan Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi  (Filipi 2:9-10).  Nama Tuhan Yesus benar-benar berkuasa di segala aspek kehidupan, sebab  "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."  (Matius 28:18):  Keadaan, situasi, masalah, roh jahat, malaikat, tunduk kepada nama-Nya, bahkan  "...namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."  (Yesaya 9:5).

     Berdoa dalam nama Yesus berarti kita berdoa sesuai dengan kehendak Bapa.  "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya."  (1 Yohanes 5:14-15).  Tuhan Yesus berkata,  "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."  (Yohanes 4:34).  Bagi Tuhan Yesus, melakukan kehendak Bapa adalah yang terutama dalam hidup-Nya.  Bagaimana dengan Saudara?

Ingin mengalami kedahsyatan kuasa nama Tuhan Yesus?  Berdoalah dalam nama-Nya dengan iman dan hiduplah seturut kehendak-Nya!



December 05, 2019, 10:15:47 AM
Reply #2208
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2438
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Maksud sebenarnya dari konsistensi membagi2 kan renungan ini,
aslinya adalah membagi2kan link alkitab dalam bentuk suara, Bro !
Krn saya mendengarkan alkitab bentuk suara, saya copas ke Usb flash disk
yang saya play di portable speaker. Saya mendapatkan kesegaran rohani tiap hari, asli seger Bro !
saya berharap juga anda dan pemirsa mengalami yang saya alami, Bro !
Aku percaya mendengar itu seger, walau aku belum coba
Sebab iman datang dr pendengaran, pendengaran akan Firman Tuhan
Mungkin dgn warna suara dan intonasi yg beda bisa dpt gambar lebih klir dr yg ada

Tq, Bro!
Perlu kucoba itu
"Alkitab dgn Suara"

Marilah kita melakukannya dgn mata yg tertuju kpd Yesus,
yg memimpin kita dlm iman, dan yg membawa iman itu kpd kesempurnaan,
yg dgn mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yg disediakan bagi Dia,
yg sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. - [Alkitab Hari Ini: Ibr 12:2]

Tq.v.m!
Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 06, 2019, 06:53:08 AM
Reply #2209
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, December 6, 2019
MASIH MENOLEH KE BELAKANG
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Desember 2019

Baca:  Lukas 9:57-62

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."  Lukas 9:62

Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir mereka tidak secara langsung masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan  (Kanaan), melainkan mereka harus melewati proses yang cukup panjang di padang gurun yang penuh dengan tantangan.  Dalam perjalanan ini mereka tak henti-hentinya mengeluh dan bersungut-sungut, karena yang terbayang di pikiran mereka hanyalah masalah, kesulitan, dan penderitaan yang dirasa lebih besar dari sebelumnya.  Karena itu mereka selalu teringat kepada kehidupan lama di Mesir.

     Kemarahan dan kekecewaan ditumpahkan kepada Musa, yang memimpin mereka keluar dari Mesir, dengan mengungkit-ungkit dan membanding-bandingkan kehidupan di Mesir:  "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."  (Keluaran 14:11-12).  Sikap yang sama ditunjukkan oleh banyak orang Kristen!  Mereka tidak menyadari bahwa diselamatkan melalui pengorbanan Kristus berarti kehidupan lama kita telah dikubur bersama dengan kematian-Nya, dan hidup kita sekarang adalah  'hidup baru'  di dalam Dia.  Segala sesuatu yang ada di belakang harus benar-benar ditinggalkan dan tak perlu kita menoleh ke belakang lagi, karena siapa saja yang masih  'menoleh ke belakang'  ia tidak layak bagi Kerajaan Sorga.  Menoleh ke belakang berarti masih enggan menanggalkan kehidupan manusia lama.

     Yang Tuhan kehendaki adalah kita hidup dalam pertobatan sejati.  Bagaimana caranya?  Hidup di dalam ketaatan penuh.  Iblis seringkali menggunakan pikiran kita agar kita selalu mengingat-ingat dosa kita di masa lalu, supaya kita menjadi lemah dan kembali jatuh di dalamnya.  Rasul Paulus memberi teladan bagaimana kita harus melupakan semua yang ada di belakang dan mengarahkan diri pada apa yang ada di depan  (Filipi 3:13b).

Tinggalkan semua dosa, fokuslah kepada kehendak Tuhan, supaya kita layak masuk ke dalam kerajaan-Nya!





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)