Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 198801 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 07, 2019, 05:31:46 AM
Reply #2210
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, December 7, 2019
ORANG PERCAYA: Harus Hidup Tertib
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Desember 2019

Baca:  2 Tesalonika 3:1-15

"Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna."  2 Tesalonika 3:11

Seorang olahragawan yang menjalani hidup dengan tidak tertib pasti tidak akan mampu meraih prestasi yang maksimal.  Contoh ketidaktertiban olahragawan:  berlatih asal-asalan, makan makanan sembarangan, tidak patuh pada instruksi pelatih, suka bergadang dan sebagainya.  Ada harga yang harus dibayar untuk bisa berprestasi, yaitu hidup tertib.  Semua orang sukses di dunia ini juga demikian!  Hari-harinya tidak pernah diisi dengan hal-hal yang tidak berguna, hidup mereka sangatlah tertib.  Itulah sebabnya mereka menjadi orang-orang yang berhasil.

     Secara umum arti kata  'tertib'  adalah teratur;  menurut aturan; rapi, sopan, dengan sepatutnya.  Memiliki kehidupan yang tertib adalah mutlak bagi orang percaya.  Untuk itulah rasul Paulus memperingatkan orang-orang di Tesalonika yang menjalani hidup dengan tidak tertib dan hanya disibukkan dengan hal-hal yang tidak berguna.  Ketidaktertiban pasti akan menimbulkan kekacauan, padahal Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera  (1 Korintus 14:33).  Orang percaya yang menjalani hidup dengan sangat tidak tertib, keberadaannya hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, dan secara otomatis kehidupan yang demikian sangat mempermalukan nama Tuhan.  Alkitab menyatakan bahwa tubuh kita ini adalah bait-Nya ROH KUDUS  (1 Korintus 3:16), tempat di mana ROH KUDUS berdiam.  Oleh karena itu kita tidak boleh hidup dengan sembarangan atau sembrono.  Kalau kita berlaku sembarangan, sembrono, alias tidak tertib, kita akan mendukakan ROH KUDUS yang ada di dalam kita  (Efesus 4:30).  Cepat atau lambat ROH KUDUS akan meninggalkan kita.

     Rasul Paulus menegaskan bahwa Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban  (2 Timotius 1:7).  Bila ada seorang percaya yang hidup tidak tertib berarti ia tidak hidup menurut pimpinan ROH KUDUS.  Masih banyak orang Kristen yang sekalipun sudah terlibat dalam pelayanan, hidupnya sangat tidak tertib.  Jika demikian tidaklah mengherankan bila pelayanan yang dilakukan tak membawa dampak apa-apa.

Hidup tertib adalah hidup menurut pimpinan ROH KUDUS dan memuliakan Tuhan!



December 08, 2019, 04:41:24 AM
Reply #2211
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, December 8, 2019
MENGENAL TUHAN: Karib dan Taat
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Desember 2019

Baca:  1 Yohanes 2:1-6

"Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya."  1 Yohanes 2:3

Untuk dapat mengenal Tuhan kita harus memiliki hubungan yang dekat atau bergaul karib dengan Dia setiap saat sebagaimana yang Nuh perbuat, sehingga ia disebut sahabat Tuhan.  Dalam firman-Nya Tuhan berkata,  "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."  (Yohanes 15:14).  Jangan berbangga diri dulu dengan mengatakan bahwa kita sudah mengenal Tuhan bila kita tidak menuruti perintah-perintah-Nya, sebab ada tertulis:  "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"  (Matius 7:22-23).

     Nabi Yeremia memperingatkan agar orang bijaksana jangan bermegah karena kebijaksanaannya, orang yang kuat jangan bermegah karena kekuatannya dan orang yang kaya jangan bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang bermegah hendaknya mereka bermegah karena telah memahami dan mengenal Tuhan dengan benar  (Yeremia 9:23-24).  Bagaimana caranya?  Selain membangun persekutuan yang karib, kita dapat mengenal Tuhan melalui kebenaran firman-Nya.  Karena itu sediakanlah waktu untuk membaca, meneliti dan merenungkan firman-Nya siang dan malam.  Daud menyatakan bahwa Firman Tuhan itu  "...sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya....lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah."  (Mazmur 19:8, 9, 11).

     Kerja keras dan komitmen yang kuat dibutuhkan untuk dapat mengenal Tuhan dengan benar.  Sudahkah kita bergaul karib dengan Tuhan dan senantiasa menyediakan waktu untuk merenungkan firman-Nya siang dan malam?

Yang mengasihi Tuhan dan taat kepada-Nya pasti dikenal oleh Tuhan  (1 Korintus 8:3).


December 09, 2019, 06:32:44 AM
Reply #2212
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, December 9, 2019
JANGAN SAMPAI DITOLAK TUHAN!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Desember 2019

Baca:  Mazmur 27:1-14

"Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!"  Mazmur 27:9

Menjadi orang yang tertolak sangat menyakitkan dan bisa menimbulkan luka-luka batin yang teramat dalam.  Seorang anak yang mengalami penolakan dari orangtuanya pasti hatinya terluka dan luka itu akan terus membekas di sepanjang hidup.  Seorang pemuda/pemudi yang mengalami penolakan cinta dari sang pacar pasti akan frustasi;  seseorang menjadi kecewa ketika lamaran kerjanya ditolak oleh perusahaan.  Semua jenis penolakan itu selalu berdampak buruk bagi kehidupan orang.

     Kata ditolak ini mengandung pengertian yang sama dengan  'adokimos'  (bahasa Gerika)  yang artinya tidak memenuhi standar yang ditetapkan atau gagal dalam menghadapi ujian.  Itulah yang menjadi pergumulan hidup Daud!  Hal utama yang menjadi ketakutan Daud adalah jika dirinya ditolak oleh Tuhan.  Ia tak ingin ditolak atau dibuang oleh Tuhan.  Ditolak Tuhan berarti bencana besar bagi seseorang!  Alkitab banyak mencatat tentang kehidupan orang-orang yang ditolak Tuhan, yang hidupnya harus berakhir dengan kehancuran.  Orang-orang di zaman Nuh ditolak Tuhan karena kejahatan mereka sehingga Tuhan membinasakan mereka dengan air bah, hanya Nuh sekeluarga yang luput dari bencana itu  (Kejadian 6:5-8);  Penduduk Sodom dan Gomora dibumihangungskan oleh Tuhan dengan api dan belerang, mereka mengalami penolakan dari Tuhan karena kebejatan moral dan dosanya yang besar  (Kejadian 19);  Saul juga ditolak menjadi raja oleh Tuhan karena ketidaktaatannya.  Akibatnya?  "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu."  (1 Samuel 15:28).

     Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh Kristus jangan sampai kita menyia-nyiakan keselamatan itu, melainkan kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar  (Filipi 2:12)  sampai akhir hidup kita.  Banyak orang Kristen yang menyerah di tengah jalan hanya karena tak tahan dengan masalah atau penderitaan yang kita alami di dunia ini, bahkan rela lepaskan kepercayaannya demi dunia.

Ditolak oleh Tuhan berarti mengalami kebinasaan kekal!



December 10, 2019, 06:11:21 AM
Reply #2213
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, December 10, 2019
JANGAN MENJADI PENDUSTA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Desember 2019

Baca:  1 Yohanes 2:1-6

"Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran."  1 Yohanes 2:4

Kekristenan itu bukan hanya sekedar doktrin agama dengan segala kegiatannya, tetapi lebih dari itu, Kekristenan adalah kebenaran dan sebuah hubungan dengan Tuhan.  Sebab itu seberapa pun aktif dan terkenalnya seseorang dalam dunia pelayanan bukan menjadi jaminan bahwa orang tersebut hidup dalam kebenaran Tuhan dan memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan.  Ada banyak orang Kristen yang hanya menjadikan pelayanan sebagai kedok dan topeng, dan tidak sedikit pula yang menjadikan pelayanan hanya sebagai rutinitas rohani, tidak lebih.  Jadi terlibat dalam pelayanan di gereja tak menjamin seseorang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

     Kristus sudah memperingatkan dengan keras bahwa bukan setiap orang yang berseru  'Tuhan... Tuhan...'  yang akan masuk dalam kerajaan-Nya, melainkan setiap orang yang melakukan kehendak-Nya, merekalah yang layak dan berhak untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya  (Matius 7:21-22).  Kristus menginginkan setiap orang yang berseru kepada-Nya  'Tuhan... Tuhan...'  harus berani membayar harga, yaitu menyalibkan kedagingannya untuk taat melakukan segala perintah-Nya.  Karena itu menjadi pelaku firman adalah harga mati bagi semua pengikut Kristus, tidak bisa ditawar dan dikompromikan.  Bila orang percaya tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan, ia tidak mengenal Dia dengan benar, sebab tanda orang mengenal Tuhan adalah menuruti perintah-perintah-Nya  (1 Yohanes 2:3).  Rasul Yohanes menegaskan bahwa orang yang tidak menuruti perintah Tuhan disebut pendusta  (ayat nas).

     Maukah kita ini disebut pendusta?  Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa Iblis adalah bapa segala dusta  (Yohanes 8:44).  Di dalam Kerajaan Sorga tidak ada tempat bagi pendusta, seperti tertulis:  "...orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."  (Wahyu 21:8).

Orang percaya wajib hidup sama seperti Kristus hidup, jangan jadi pendusta.



December 11, 2019, 05:12:13 AM
Reply #2214
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, December 11, 2019
TUHAN TAKKAN TINGGALKAN KITA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Desember 2019

Baca:  Yohanes 14:15-31

"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu."  Yohanes 14:18a

Ketika sedang diperhadapkan dengan pergumulan hidup yang berat, seperti menderita sakit-penyakit, pergumulan dalam hal ekonomi, seringkali kita berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita dan tak mempedulikan kita.  Ini pemikiran yang keliru!  Perlu ditegaskan kembali bahwa mengikut Kristus bukan berarti bebas dari masalah atau penderitaan.  Justru terkadang Tuhan mengijinkan semua itu terjadi dengan maksud yang indah, yaitu Ia hendak membentuk dan memurnikan kita.

     Janji firman-Nya patut kita pegang, yaitu Dia tidak akan pernah meninggalkan kita sebagai yatim piatu  (ayat nas).  Suatu jaminan yang tidak akan pernah kita peroleh dari siapa pun di dunia ini!  Biasanya banyak orang berada di dekat kita ketika kita sedang dalam keadaan suka atau senang, tapi ketika kita sedang dalam keadaan susah, terjepit, terpuruk, atau sedang berada  'di bawah', saat itu pula orang-orang beranjak pergi, menjauh dan meninggalkan.  Alkitab menyatakan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami di dunia ini adalah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita, dan Tuhan kita adalah setia, karena itu Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita, dan pada waktu kita dicobai Ia akan memberikan kepada kita jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya  (baca  1 Korintus 10:13).

     Karena itu kita tak perlu takut dan gentar menghadapi masalah apa pun.  Semua orang mengakui bahwa keadaan dunia di zaman sekarang ini sungguh sangat mengerikan, di mana kejahatan dan kekejaman manusia semakin menjadi-jadi.  Tetapi bahaya apa pun yang kita hadapi, perbuatan jahat apa pun yang dilakukan manusia, selama kita hidup melekat kepada Tuhan dan tinggal di dalam firman-Nya, tak ada yang perlu ditakutkan.  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b).  Perhatikan nasihat Firman Tuhan ini:  "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka."  (Matius 10:28).

Orang benar tidak akan pernah ditinggalkan oleh Tuhan, pemeliharaan dan perlindungan Tuhan nyata ada padanya!


December 11, 2019, 10:43:44 AM
Reply #2215
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Quote:
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu."  Yohanes 14:18a
Ketika sedang diperhadapkan dengan pergumulan hidup yang berat, seperti menderita sakit-penyakit, pergumulan dalam hal ekonomi, seringkali kita berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita dan tak mempedulikan kita.  Ini pemikiran yang keliru!  Perlu ditegaskan kembali bahwa mengikut Kristus bukan berarti bebas dari masalah atau penderitaan."

Org bijak bilang:
"Tiada bahagia tanpa derita"

Alkitab hari ini bilang:
"Karena kasih karunia Allah yg menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
Ia mendidik kita spy kita meninggalkan kefasikan dan keinginan2 duniawi dan spy kita hidup bijaksana,
adil dan beribadah di dlm dunia sekarang ini dgn menantikan penggenapan pengharapan kita yg penuh
bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yg Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus"[Tit 2:11-13]

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 12, 2019, 06:15:53 AM
Reply #2216
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, December 12, 2019
BADAI HIDUP SANGGUP TUHAN REDAKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 Desember 2019

Baca:  Mazmur 107:25-32

"dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang."  Mazmur 107:29

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan Mei 2019, badai siklon tropis Lili melanda wilayah pulau Timor, Nusa Tenggara Timur  (NTT), disertai gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 6 meter.  Siklon tropis ini menimbulkan ancaman cuaca ekstrem di wilayah Indonesia Timur dan juga Timor Leste.  Terjangan badai seringkali menimbulkan ketakutan dan kepanikan semua orang karena tak seorang pun tahu kapan badai itu datang melanda.  Oleh karena itu penting sekali untuk kita punya sikap waspada dan berjaga-jaga, supaya kita memiliki kesiapan menghadapinya.

     Dalam perjalanan hidup kita mengiring Kristus pun acapkali kita harus menghadapi  'badai'.  Tak perlu kita takut dan kuatir, sebab ada Tuhan yang selalu beserta kita dan penyertaan-Nya sungguh sempurna.  Milikilah respons hati yang benar ketika badai itu datang, sebab Tuhan bisa memakai  'badai'  sebagai salah satu cara untuk mendewasakan iman kita.  Jika badai itu datang jangan lari menjauh, tapi milikilah keberanian untuk menghadapinya, seperti Daud yang tidak takut terhadap Goliat.  Selama kita tinggal dekat Tuhan, segala perkara pasti dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan  (Filipi 4:13).  Kunci untuk menang melawan badai adalah percaya kepada Tuhan.  Kalau pandangan mata kita tidak lagi tertuju kepada Tuhan, iman kita pasti goyah, seperti Petrus yang mulai takut karena merasakan tiupan angin dan akhirnya tenggelam  (Matius 14:30).  Kalau Tuhan mengijinkan badai itu terjadi, percayalah, Tuhan pasti sudah menyediakan jalan keluarnya.  Sekalipun saat ini kita masih belum melihat tanda-tanda pertolongan Tuhan, tetaplah percaya, karena kita ini hidup karena percaya, bukan karena melihat  (2 Korintus 5:7).

     Selain itu tetaplah tenang.  Ketika murid-murid-Nya takut atau panik, Tuhan berkata,  "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"  (Matius 14:27).  Mengapa kita harus tetap tenang?  Karena dalam tinggal tenang terletak kekuatan kita  (Yesaya 30:15),  "...jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."  (1 Petrus 4:7).

Sebesar apa pun badai melanda, tak perlu takut, Tuhan sanggup meredakan.


December 12, 2019, 10:48:26 AM
Reply #2217
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Menambahkan renungan:

"dibuat-Nyalah badai itu diam,
sehingga gelombang-gelombangnya tenang."  Mazmur 107:29


Kalau Tuhan mengijinkan badai itu terjadi, percayalah,
Tuhan pasti sudah menyediakan jalan keluarnya.
Yes!
Jalan itu hanya ada di dalam Dia
Dia yg menenangkan angin badai
Dia yg menenangkan gelombang
Dia-lah yg menenangkan jiwa kita


Quote
Sekalipun saat ini kita masih belum melihat tanda2 pertolongan Tuhan, tetaplah percaya,
karena kita ini hidup karena percaya, bukan karena melihat  (2 Korintus 5:7).
Yes! Hidup karena percaya, lebih baik dr pd hidup karena melihat
Kuperhatikan, spt-nya hidup org buta, lebih baik dr pd hidup org tuli
Banyak mujizat yg dilihat org Yahudi, banyak iman mereka mandeg mati


Quote
Selain itu tetaplah tenang.  Ketika murid-murid-Nya takut atau panik, Tuhan berkata,  "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27).  Mengapa kita harus tetap tenang?  Karena dalam tinggal tenang terletak kekuatan kita  (Yesaya 30:15),  "...jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."  (1 Petrus 4:7).
Semua itu pengalaman rohani Petrus
Banyak pengalaman Petrus yg tidak tenang dlm percaya-nya
Ia pernah tenggelam, pernah menghindar, sehingga sulit berdoa, nyaris putus


Quote
Sebesar apa pun badai melanda, tak perlu takut, Tuhan sanggup meredakan.
Yes! Tuhan sanggup meredakan badai
Pun menenangkan jiwa dlm badai yg belum reda2

Salam Damai!
« Last Edit: December 12, 2019, 11:01:17 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 13, 2019, 06:37:10 AM
Reply #2218
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, December 13, 2019
SATU SAJA BERHARGA BAGI TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Desember 2019

Baca:  Lukas 15:1-10

"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."  Lukas 15:10

Nilai jiwa manusia adalah sangat berharga di mata Tuhan.  Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan sangat mengasihi jiwa-jiwa lebih dari ciptaan-Nya yang lain, karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya  (Kejadian 1:26).  Itulah sebabnya ketika manusia jatuh dalam dosa, meninggalkan-Nya dan tersesat, hati Tuhan sedih.  Dilandasi atas kasih-Nya yang tak terbatas dan inisiatif-Nya sendiri, Bapa ingin membawa setiap jiwa yang terhilang itu kembali kepada-Nya, walau dengan harga yang teramat mahal, yaitu dengan tidak menyayangkan Putera tunggal-Nya yang diutus-Nya untuk turun ke dunia demi menyelamatkan manusia  (Yohanes 3:16).

     Sebagai umat tebusan Tuhan, adakah kita punya  'hati Bapa'  yang begitu mengasihi dan terbeban ketika melihat banyak orang belum diselamatkan dan tersesat di luar sana?  Banyak orang Kristen tidak mau peduli dengan keberadaan orang lain, yang dipikirkan hanyalah keselamatan diri sendiri.  Bila diminta untuk turut terlibat dalam pelayanan penginjilan, mereka menolak secara terang-terangan dengan berbagai alasan dikemukakan.  Kalau pun kita tidak bisa terjun langsung ke ladang Tuhan untuk melayani jiwa-jiwa, kita bisa turut ambil bagian dengan mendukung pelayanan misi penginjilan, menjadi sponsor untuk sekolah-sekolah misi atau pos-pos PI  (Pekabaran Injil), dan lain-lain.  Rasul Paulus menasihati,  "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!"  (2 Timotius 4:2, 5).

     Jangan berkata tidak bisa, sebab umat Tuhan harus turut ambil bagian dalam tugas penyelamatan jiwa-jiwa ini, karena kita adalah saksi-saksi-Nya.  "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api."  (Yudas 1:22, 23a).  Dan  "Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai."  (Yohanes 4:35).

Satu jiwa saja dimenangkan, seluruh sorga akan bersorak-sorai!  Dan mahkota sudah Tuhan sediakan bagi pemenang jiwa.



December 14, 2019, 06:06:05 AM
Reply #2219
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, December 14, 2019
TAAT SAJA, SESUATU PASTI TERJADI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Desember 2019

Baca:  Lukas 17:11-19

"'Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.' Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir."  Lukas 17:14

Banyak orang tidak mendapat kelepasan dari persoalan yang mereka hadapi karena mereka hanya terpaku pada persoalannya.  Karena terpaku pada persoalan, maka yang timbul di hati adalah kebimbangan dan keragu-raguan.  Bimbang atau ragu adalah lawan dari iman!  Yakobus menegaskan bahwa orang yang bimbang takkan mendapatkan apa-apa dari Tuhan  (Yakobus 1:6-7).  Persoalan akan terselesaikan bila ada suatu tindakan, artinya kita harus bertindak dengan iman, melakukan apa yang Tuhan perintahkan, sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati  (Yakobus 2:17).

     Dicontohkan tentang sepuluh orang kusta yang menjadi tahir setelah mereka bertindak menurut apa yang Tuhan perintahkan.  Mereka tidak terpaku pada sakit yang dialaminya.  Kalau mereka mengasihani diri sendiri dan merasa bahwa sakitnya takkan bisa disembuhkan, maka kesembuhan takkan terjadi.  Ketika kesepuluh orang kusta berteriak kepada Tuhan dan memohon belas kasihan-Nya, Tuhan tidak langsung menumpangkan tangan-Nya dan menjamah sakit mereka, tetapi Ia justru memberikan suatu perintah kepada mereka:  "...Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam."  (Lukas 17:14), padahal secara kasat mata tubuh mereka masih sakit.  Ini merupakan ujian iman bagi mereka;  dan bila saat itu kesepuluh orang kusta tersebut tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan, pasti tidak akan ada pentahiran.  Kemudian, meski masih dalam kondisi sakit, mereka taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan, yaitu pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam;  dan ketika mereka taat, sesuatu terjadi:  "...sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir."  (Lukas 17:14).

     Bagaimana dengan Saudara?  Mungkin saat ini Saudara sedang bergumul dengan masalah.  Tak ada yang mustahil bagi Tuhan!  Jangan pasif dan berpangku tangan saja merenungi nasib.  Bangunlah iman Saudara!  Iman membuat segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, menciptakan yang tak ada menjadi ada.  Tak perlu dengarkan suara-suara sumbang yang tak berhenti mengintimidasi kita, tapi dengarkan saja Firman Tuhan dan lakukan.

Ketaatan adalah pintu gerbang menuju kepada pemulihan dan mujizat. 


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)