Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 217218 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 24, 2020, 05:54:16 AM
Reply #2290
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

Monday, February 24, 2020
SUDAHKAH KITA BERMURAH HATI?
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Februari 2020

Baca:  1 Yohanes 3:11-18

"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"  1 Yohanes 3:17

Salah satu karakter yang harus dimiliki setiap orang percaya adalah murah hati.  "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."  (Lukas 6:36).  Kristus menegaskan hal ini saat Ia mengajar orang banyak di atas bukit:  "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."  (Matius 5:7).  Murah hati berarti memperhatikan orang lain yang sedang dalam kekurangan, menawarkan bantuan kepada mereka yang terluka dan menderita.  Murah hati bukan hanya perasaan kasihan terhadap orang yang dalam kesulitan, bukan perasaan simpati yang diberikan dari luar saja, tetapi berusaha mengerti lebih dalam, sehingga dapat melihat dan merasakan apa yang orang lain rasakan.  Rasul Yohanes mengatakan jika seseorang memiliki harta lebih, tapi tetap menutup mata atau berpura-pura tidak tahu terhadap saudaranya yang kekurangan, di dalam dirinya tidak ada kasih Tuhan, barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Tuhan, sebab Tuhan adalah kasih  (1 Yohanes 4:8).

     Mempunyai kemurahan hati berarti punya kepedulian tinggi terhadap orang lain dan mau terlibat.  Ia tidak hanya menawarkan kata-kata nasihat atau mengupas panjang lebar ayat-ayat Alkitab di hadapan orang yang sedang dalam kesulitan tanpa berbuat apa-apa, melainkan ada sebuah tindakan:  "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: 'Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!', tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."  (Yakobus 2:15-17).

     Apa upah bagi seorang pemurah?  Tuhan berjanji bahwa mereka yang memperhatikan orang lain dan menunjukkan kemurahan hati akan beroleh kemurahan juga sebagai balasannya, baik dari sesama maupun dari Tuhan sendiri.

"Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."  Lukas 6:31



February 25, 2020, 06:05:08 AM
Reply #2291
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

Monday, February 24, 2020
SUDAHKAH KITA BERMURAH HATI?
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Februari 2020

Baca:  1 Yohanes 3:11-18

"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"  1 Yohanes 3:17

Salah satu karakter yang harus dimiliki setiap orang percaya adalah murah hati.  "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."  (Lukas 6:36).  Kristus menegaskan hal ini saat Ia mengajar orang banyak di atas bukit:  "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."  (Matius 5:7).  Murah hati berarti memperhatikan orang lain yang sedang dalam kekurangan, menawarkan bantuan kepada mereka yang terluka dan menderita.  Murah hati bukan hanya perasaan kasihan terhadap orang yang dalam kesulitan, bukan perasaan simpati yang diberikan dari luar saja, tetapi berusaha mengerti lebih dalam, sehingga dapat melihat dan merasakan apa yang orang lain rasakan.  Rasul Yohanes mengatakan jika seseorang memiliki harta lebih, tapi tetap menutup mata atau berpura-pura tidak tahu terhadap saudaranya yang kekurangan, di dalam dirinya tidak ada kasih Tuhan, barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Tuhan, sebab Tuhan adalah kasih  (1 Yohanes 4:8).

     Mempunyai kemurahan hati berarti punya kepedulian tinggi terhadap orang lain dan mau terlibat.  Ia tidak hanya menawarkan kata-kata nasihat atau mengupas panjang lebar ayat-ayat Alkitab di hadapan orang yang sedang dalam kesulitan tanpa berbuat apa-apa, melainkan ada sebuah tindakan:  "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: 'Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!', tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."  (Yakobus 2:15-17).

     Apa upah bagi seorang pemurah?  Tuhan berjanji bahwa mereka yang memperhatikan orang lain dan menunjukkan kemurahan hati akan beroleh kemurahan juga sebagai balasannya, baik dari sesama maupun dari Tuhan sendiri.

"Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."  Lukas 6:31



February 26, 2020, 06:33:31 AM
Reply #2292
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

Wednesday, February 26, 2020
KETIDAKSABARAN MENUNGGU: Menghambat Jawaban
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Februari 2020

Baca:  Mazmur 130:1-8

"Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi."  Mazmur 130:6

Menunggu memang tak mudah dilakukan, terlebih-lebih saat kita menginginkan sesuatu, maunya keinginan kita terpenuhi seketika itu juga tanpa harus menunggu.  Adakah saat ini doa-doa Saudara kepada Tuhan tak kunjung beroleh jawaban?  Kesembuhan, jodoh, terbebas dari krisis keuangan, atau apa pun yang menjadi pokok doa Saudara, sabarlah menunggu.  Ketidaksabaran menunggu jawaban dari Tuhan justru akan menjadi faktor penghalang untuk kita mengalami penggenapan janji-janji Tuhan.

     Penantian yang panjang terkadang membuat orang gampang menyerah dan putus asa, tapi tidak demikian dengan Hana  (1 Samuel 1).  Penantian panjang justru semakin mengobarkan semangatnya untuk mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan semakin tekun.  Meskipun tidak mengetahui kapan jawaban dari Tuhan itu datang, Hana tetap menguatkan imannya kepada Tuhan.  Ia percaya bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin.  Karena itu sekalipun situasi sangat sulit, sikap hatinya tak berubah, ia terus bertekun di dalam Tuhan.  Apa yang kita doakan memang berada dalam rencana Tuhan, namun karena kita tidak sejalan dengan agenda dan waktu-Nya, maka kelihatannya Tuhan tidak menjawab doa-doa kita, atau menunda-nunda untuk memberikan jawaban.

     Ketika jawaban itu belum kunjung tiba, ketika Tuhan tidak menjawab seperti yang kita harapkan, sangatlah mudah kita bersungut-sungut dan kecewa.  Ketika Tuhan tampaknya berdiam diri, kita kecewa dan tidak lagi bersemangat mencari Dia.  Semangat yang terus mengendur akan berujung kepada keputusasaan.  "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"  (Amsal 18:14).  Meski pergumulan yang dilaluinya teramat berat, Hana tetap setia menjalani  'proses', yaitu terus berdoa dan taat melakukan kehendak Tuhan.  "...orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."  (Yesaya 40:31).

"Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya;"  Mazmur 62:9




February 28, 2020, 06:00:15 AM
Reply #2293
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

Friday, February 28, 2020
JANGAN SAMPAI LUPA DARATAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Februari 2020

Baca:   Tawarikh 12:1-16

"Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda."  2 Tawarikh 12:12

Saat berada di puncak karir, sukses dan hidup dalam kelimpahan, banyak orang menjadi lupa diri, tak lagi ingat asal usulnya, seperti istilahnya  'kacang lupa kulitnya'. Berbeda sekali saat masih dalam keadaan minim atau pas-pasan, mereka begitu rajin beribadah hingga secara perlahan hidupnya mulai berubah, dipulihkan dan diberkati Tuhan.  Sayang secepat kilat pula orang mulai berubah, mereka tidak lagi memprioritaskan Tuhan.

     Hal ini terjadi pada Rehabeam, raja Yehuda.  Alkitab mencatat:  "Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh."  (2 Tawarikh 12:1).  Setelah kerajaannya kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh Rehabeam dan rakyatnya mulai meninggalkan Tuhan dan tak lagi hidup mengandalkan Dia, karena merasa diri kuat dan hebat.  Berada di puncak kejayaan membuat Rehabeam lupa diri dan tidak lagi setia kepada Tuhan.  Mereka meninggalkan hukum Tuhan, alias tidak lagi taat.  Ia terlalu membanggakan kekuatan pasukan perangnya dan juga hidup mengandalkan kekayaan negerinya yang melimpah ruah.  Tuhan tidak lagi mereka butuhkan!  Firman Tuhan memperingatkan,  "Celakalah orang-orang...yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus,"  (Yesaya 31:1).  Apa yang terjadi kemudian?  Ketika negerinya sedang terancam karena musuh yang datang dari kerajaan Mesir, Rehabeam menjadi takut dan mulai sadar bahwa ia sangat membutuhkan pertolongan dari Tuhan.  Ternyata, tanpa Tuhan mereka tidak ada apa-apanya.

     Rehabeam pun merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui segala dosa dan kesalahan yang telah ia dan rakyatnya perbuat.  Melihat kesungguhan hati Rehabeam ini hati Tuhan pun tergerak oleh belas kasihan.  Tuhan mengurungkan niat-Nya untuk menghukum dan memusnahkan kerajaan Yehuda  (ayat nas).

Hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan ketika melihat seseorang merendahkan diri di hadapan-Nya dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh!





February 28, 2020, 03:18:06 PM
Reply #2294
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2760
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Itu sebab Yesus hrs berkata:
"Setiap orang yg mau mengikut Aku,
ia hrs menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."


Saat berada di puncak karir, sukses dan hidup dalam kelimpahan, banyak orang menjadi lupa diri,
tak lagi ingat asal usulnya, seperti istilahnya  'kacang lupa kulitnya'.
Berbeda sekali saat masih dalam keadaan minim atau pas-pasan
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 01, 2020, 12:14:25 PM
Reply #2295
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Itu sebab Yesus hrs berkata:
"Setiap orang yg mau mengikut Aku,
ia hrs menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."


betul, Bro. menyangkal kedagingan, menyalibkan kedagingan
dan mengikuti gembala Roh Kita, yaitu Kristus.

Salam, bro Maren !
March 01, 2020, 12:30:30 PM
Reply #2296
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

Saturday, February 29, 2020
BERDAMAI DENGAN BAPA, ALAMI DAMAI SEJATI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Februari 2020

Baca:  Kolose 1:15-23

" ...oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus."  Kolose 1:20

Kata  'damai'  dalam bahasa Ibrani:  shalom, memiliki makna:  sejahtera, tidak ada yang hilang, tidak ada perpecahan, sehat, kaya, bahagia dan keadaan baik.  Tuhan adalah penyelenggara damai itu sendiri.  Dengan kata lain Tuhan adalah sumber damai itu, karena Dia adalah Raja damai  (Yesaya 9:5).  Ketika Kristus lahir ke dunia, malaikat-malaikat di sorga memproklamirkan damai sejahtera di bumi.  "Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 'Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.'"  (Lukas 2:13-14).

     Apakah sebelum Kristus lahir tidak ada damai di bumi?  Sebelum Kristus menjadi korban pendamaian, manusia hidup dalam perseteruan dengan Bapa oleh karena dosa dan kejahatan yang diperbuatnya.  Hal ini ditegaskan oleh rasul Paulus,  "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,"  (Efesus 2:14).  Tidak bisa dibayangkan, selama ribuan tahun manusia hidup dalam perseteruan dengan Bapa di sorga.

     Ketika Kristus menjadi korban yang menyenangkan hati Bapa, damai sejahtera Bapa yang melampaui segala akal diberikan kepada setiap orang yang mau percaya dan menerima Putera-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Damai akan kita miliki dan alami hanya apabila kita menerima pengampunan dan diperdamaikan dengan Bapa melalui darah Kristus.  Tanpa pencurahan darah Kristus di Kalvari tak akan pernah ada perdamaian dengan Bapa bagi kita.  "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka."  (2 Korintus 5:19a).  Bapalah yang berinisiatif mendamaikan umat manusia dengan diri-Nya sendiri,  "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera..."  (Roma 5:1).

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."  Yohanes 14:27






March 01, 2020, 12:46:37 PM
Reply #2297
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/jangan-murtad.html

Sunday, March 1, 2020
JANGAN MURTAD
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Maret 2020

Baca:  Ibrani 3:7-19

"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad..."  Ibrani 3:12

Alkitab mencatat bahwa salah satu tanda yang menunjukkan bahwa hari-hari ini adalah masa-masa akhir zaman adalah  "...banyak orang akan murtad..."  (Matius 24:10),  "Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad..."  (2 Tesalonika 2:3).  Fakta sudah membuktikan ada banyak orang percaya yang meninggalkan Tuhan atau menjadi murtad karena tergiur dengan segala perkara yang dunia tawarkan.

     Ada beberapa alasan yang membuat orang menjadi murtad:  1.  Pacar atau jodoh.  Ada orang memilih menyangkal iman dan meninggalkan Kristus demi pacar yang dicintainya.  Demi mendapatkan jodoh atau pasangan hidup mereka rela mengorbankan keselamatan.  Mereka menempatkan cinta melebihi kasihnya kepada Tuhan.  Firman Tuhan sudah memperingatkan,  "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"  (2 Korintus 6:14).  2.  Karir.  Tidak sedikit orang berpikir bahwa iman kepada Kristus menjadi faktor penghambat untuk meningkatkan karirnya atau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promosi di perusahaannya.  Itulah sebabnya mereka lebih memilih untuk meninggalkan Kristus supaya karirnya makin menanjak.  Karena takut tak laku lagi, takut ditinggalkan penggemar, dan takut tak memperoleh job, ada artis-artis yang dengan sengaja meninggalkan Kristus/menyangkal iman agar tetap eksis di dunia entertainment.

     Jika orang berakar kuat dalam kasih Tuhan imannya tidak akan mudah goyah.  Rasul Paulus berkata,  "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?"  (Roma 8:35).  Orang yang menyadari betapa besar kasih dan pengorbanan Kristus untuk hidupnya, menyadari bahwa ada jaminan hidup kekal di dalam Kristus, takkan mudah terpedaya tipu muslihat Iblis yang menawarkan dunia dengan segala kenikmatan dan kenyamanannya, yang sifatnya hanya sementara.

"Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut."  Amsal 12:28




March 02, 2020, 07:26:30 AM
Reply #2298
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/jangan-murtad.html

Sunday, March 1, 2020
JANGAN MURTAD
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Maret 2020

Baca:  Ibrani 3:7-19

"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad..."  Ibrani 3:12

Alkitab mencatat bahwa salah satu tanda yang menunjukkan bahwa hari-hari ini adalah masa-masa akhir zaman adalah  "...banyak orang akan murtad..."  (Matius 24:10),  "Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad..."  (2 Tesalonika 2:3).  Fakta sudah membuktikan ada banyak orang percaya yang meninggalkan Tuhan atau menjadi murtad karena tergiur dengan segala perkara yang dunia tawarkan.

     Ada beberapa alasan yang membuat orang menjadi murtad:  1.  Pacar atau jodoh.  Ada orang memilih menyangkal iman dan meninggalkan Kristus demi pacar yang dicintainya.  Demi mendapatkan jodoh atau pasangan hidup mereka rela mengorbankan keselamatan.  Mereka menempatkan cinta melebihi kasihnya kepada Tuhan.  Firman Tuhan sudah memperingatkan,  "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"  (2 Korintus 6:14).  2.  Karir.  Tidak sedikit orang berpikir bahwa iman kepada Kristus menjadi faktor penghambat untuk meningkatkan karirnya atau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promosi di perusahaannya.  Itulah sebabnya mereka lebih memilih untuk meninggalkan Kristus supaya karirnya makin menanjak.  Karena takut tak laku lagi, takut ditinggalkan penggemar, dan takut tak memperoleh job, ada artis-artis yang dengan sengaja meninggalkan Kristus/menyangkal iman agar tetap eksis di dunia entertainment.

     Jika orang berakar kuat dalam kasih Tuhan imannya tidak akan mudah goyah.  Rasul Paulus berkata,  "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?"  (Roma 8:35).  Orang yang menyadari betapa besar kasih dan pengorbanan Kristus untuk hidupnya, menyadari bahwa ada jaminan hidup kekal di dalam Kristus, takkan mudah terpedaya tipu muslihat Iblis yang menawarkan dunia dengan segala kenikmatan dan kenyamanannya, yang sifatnya hanya sementara.

"Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut."  Amsal 12:28




March 03, 2020, 07:33:03 AM
Reply #2299
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/tuhan-sumber-pengharapan.html

Tuesday, March 3, 2020
TUHAN SUMBER PENGHARAPAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Maret 2020

Baca:  Mazmur 71:1-24

"Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda..."  Mazmur 71:5

Sejak dari usia muda Daud sudah belajar menaruh harapannya hanya kepada Tuhan.  Daud sadar benar bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat sandaran dan pengharapan hidup, bukan yang lain.  "Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji."  (Mazmur 71:6).

     Daud menyadari bahwa manusia tidak selamanya muda dan perkasa.  Semua pasti akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu:  yang muda menjadi tua, yang kuat dan gagah lambat laun akan melemah kekuatannya.  Karena itu Daud memohon kepada Tuhan,  "Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis."  (Mazmur 71:9).  Begitu pula segala perkara yang ada di dunia ini tidak bisa diharapkan dan tak mampu memberikan pengharapan yang pasti.  Apalagi berharap kepada manusia, termasuk keluarga, saudara, anak-anak, teman atau sahabat, kita akan kecewa.  Firman Tuhan sudah memperingatkan,  "Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat."  (Mazmut 144:4).  Mari kita teladani sikap Daud yang hanya bergantung dan menaruh pengharapan kepada Tuhan.  Bila kita menaruh harap kepada Tuhan, kita tidak akan pernah dikecewakan-Nya, karena Dia tidak pernah akan berubah.  Tuhan berjanji,  "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."  (Yesaya 46:4).

     Apa dan siapa sumber pengharapan Saudara?  Adalah salah besar jika Saudara menaruh pengharapan kepada orang-orang yang Saudara anggap hebat dan kuat.  "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?"  (Yesaya 2:22), dan  "...jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."  (1 Timotius 6:17).  Tuhan adalah Batu Karang yang teguh, Dialah sumber pengharapan bagi kita orang percaya.

"TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia."  Ratapan 3:25




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)