Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 217231 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

March 04, 2020, 06:30:43 AM
Reply #2300
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/ciptaan-baru-berbuahkan-kebaikan.html

Wednesday, March 4, 2020
CIPTAAN BARU: Berbuahkan Kebaikan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Maret 2020

Baca:  Roma 12:9-21

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik."  Roma 12:9

Awal untuk memiliki karakter yang baik dalam diri orang percaya adalah ketika ia  'dilahirkan kembali'  dan hidup dalam pertobatan.  Saat orang mengalami  'kelahiran baru', Tuhan memberikan hati yang baru:  "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat."  (Yehezkiel 36:26).

     Sebelum hidup di dalam Kristus kita ini jauh dari persekutuan dengan Bapa, sebab keberadaan Bapa adalah kudus, sedangkan kita adalah berdosa.  Namun setelah kita percaya dan menyerahkan hidup kepada Kristus, yang telah mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, kita diperdamaikan dengan Bapa.  Di dalam Kristus, kini kita menjadi ciptaan baru.  "Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."  (2 Timotius 3:17).  Sebagai ciptaan baru adalah mutlak untuk kita memiliki kehidupan yang selalu berbuahkan kebaikan.  Kata  'baik'  memiliki arti:  tiada ada kekurangan atau cacat.  Kata Yunani untuk  'kebaikan'  adalah agathosune yang artinya:  kemurahan dalam wujud yang sebenarnya;  sebuah kebajikan yang dilengkapi dengan tindakan, atau kecenderungan untuk mempunyai niat yang baik dan melakukan apa yang baik tersebut.

     Dunia ini penuh dengan segala bentuk kejahatan dan hati orang-orang cenderung membuahkan kejahatan semata, namun orang percaya berani melawan arus untuk menjauhi segala kejahatan dan melakukan kebaikan.  Apa yang kita putuskan untuk kita lihat, kita baca, kita dengar dan kita pikirkan, akan memengaruhi bagaimana kita berperilaku.  Kunci untuk punya kehidupan yang baik adalah melekat kepada Tuhan dan tinggal di dalam firman-Nya, sebab Firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran  (2 Timotius 3:16).  Karena kita sudah menerima semua yang baik dari Tuhan, maka kebaikan yang telah kita terima juga harus terpancar keluar.

Ciri hidup seorang yang sudah lahir baru di dalam Kristus adalah punya kehidupan yang selalu berbuahkan kebaikan!




March 05, 2020, 06:57:41 AM
Reply #2301
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/karib-dengan-tuhan-pelayanan-berdampak.html

Thursday, March 5, 2020
KARIB DENGAN TUHAN: Pelayanan Berdampak
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Maret 2020

Baca:  Markus 1:35-39

"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."  Markus 1:35

Banyak orang tidak pernah melibatkan Tuhan di setiap apa yang dikerjakan.  Apa buktinya?  Sebelum memulai segala sesuatu mereka tidak pernah berdoa.  Kristus memberikan teladan hidup:  sebelum melakukan segala aktivitas-Nya di hari yang baru, sebelum pergi memberitakan kebenaran, mengajar dan melayani jiwa-jiwa, Ia terlebih dahulu berdoa kepada Bapa,  "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap..."  (ayat nas).  Artinya Kristus tidak melangkah menurut kehendak-Nya sendiri, tapi mencari kehendak Bapa terlebih dahulu, barulah Ia melangkah.  "...Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."  (Yohanes 5:30).

     Begitu pula dalam melayani pekerjaan Tuhan, kita tak dapat melakukannya dengan kepintaran dan kekuatan sendiri, tidak semata-mata hanya mengandalkan talenta atau skill, namun perlu persiapan secara roh agar urapan dan otoritas Tuhan turun atas kita.  Tanpa melibatkan ROH KUDUS bekerja, pelayanan yang kita kerjakan tak lebih dari legalitas agamawi saja.  Kristus saja tidak pernah melayani tanpa melibatkan campur tangan Bapa.  Terbukti sebelum melakukan segala sesuatu di hari baru, pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Kristus pergi keluar untuk berdoa di tempat yang sunyi  (ayat nas).  Adalah sia-sia jika kita melayani Tuhan dengan mengandalkan kekuatan sendiri.  Kunci melayani Tuhan yang efektif adalah bagaimana kita bisa menjaga hati untuk tetap membangun hubungan yang karib dengan Tuhan, serta berjalan menurut kehendak-Nya.

     Banyak orang Kristen sudah melayani Tuhan tapi mereka malah mengabaikan persekutuan dengan Tuhan secara pribadi, karena terlalu sibuk dengan jadwal pelayanannya.  Berhati-hatilah!  Jangan sampai kita terjebak dengan rutinitas pelayanan, sementara hubungan kita dengan Tuhan malah kita abaikan.  Jangan sampai Tuhan berkata,  "...Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"  (Matius 7:23).  Rindukan hadirat Tuhan selalu agar Dia menyertai setiap pelayanan kita, tanpa campur tangan-Nya pelayanan kita tidak ada artinya.

"Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid."  Yesaya 50:4b






March 07, 2020, 11:14:33 AM
Reply #2302
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/totalitas-dalam-mengikut-kristus.html

Saturday, March 7, 2020
TOTALITAS DALAM MENGIKUT KRISTUS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Maret 2020

Baca:  Matius 8:18-22

"Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."  Matius 8:19

Mengikut Kristus itu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, tidak ada istilah setengah-setengah, apalagi hanya asal-asalan atau ala kadarnya.  Mengikut Kristus harus sepenuh hati  (total service)  dengan komitmen yang tinggi.  Dalam dunia kerja sekuler saja seorang pekerja dituntut untuk memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaannya.

     Apakah kita sudah mengikut Kristus secara total?  Sejauh mana loyalitas kita kepada Kristus?  Apakah selama ini kita melayani Tuhan sepenuh hati, tanpa embel-embel lain?  Ataukah pelayanan kita kepada Tuhan karena suatu tendensi:  karena uang atau demi popularitas?  "'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.' Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.'"  (Matius 8:20-21).  Tuhan menegaskan,  "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."  (Matius 8:22).  Menjadi pengikut Kristus sejati di masa sekarang ini tidaklah mudah, sebab ada banyak sekali tantangan dan hambatan, yang membua orang mudah sekali berubah dan tidak lagi setia.  Mengikut Kristus berarti kita harus mengarahkan pandangan hanya kepada Kristus saja.  "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman,"  (Ibrani 12:2).  Banyak orang Kristen yang arah pandangannya bukan lagi kepada Kristus melainkan tertuju kepada perkara-perkara yang ada di dunia ini.  Kita lebih mencintai dunia daripada mengasihi Tuhan.  Kita lebih mengikuti kenendak dan keinginan diri sendiri daripada harus tunduk kepada kehendak Tuhan.

     Ada harga yang harus dibayar untuk mengikut Kristus, karena Kristus telah terlebih dahulu mengorbankan hidup-Nya untuk menebus dosa-dosa kita dengan darah-Nya,  "...yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."  (1 Petrus 1:19).  Kristus telah mengangkat kita dari lumpur dosa dan menyelamatkan kita, maka sudah sepatutnyalah kita mempersembahkan hidup ini sepenuhnya untuk kemuliaan nama-Nya dan melayani Tuhan dengan hati yang takut akan Dia.

"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"  1 Korintus 6:20






March 08, 2020, 02:47:06 PM
Reply #2303
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/saat-terjepit-barulah-menjerit.html

Sunday, March 8, 2020
SAAT TERJEPIT BARULAH MENJERIT
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Maret 2020

Baca:  Ulangan 4:21-40

"Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN,..."  Ulangan 4:30

Masalah, kesukaran, penderitaan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan kita, Tuhan mengetahuinya.  Timbul pertanyaan:  "Kalau Tuhan sudah mengetahuinya, mengapa Dia membiarkan hal ini terjadi?"  Ketahuilah, Tuhan punya rencana di balik masalah yang kita alami.  Jika setiap permasalahan Tuhan singkirkan, maka iman kita tidak akan pernah bertumbuh;  jika setiap permasalahan Tuhan singkirkan, kita tidak dapat belajar berharap dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.  Oleh karenanya Tuhan mengajar kita untuk berharap dan bersandar kepada-Nya, serta mendekatkan kita kepada-Nya, dimana salah satu cara yang Tuhan pakai adalah melalui masalah atau kesukaran yang kita alami.

     Saat keadaan baik-baik saja, tanpa masalah, kita sering merasa tak membutuhkan Tuhan.  Kita tak sungguh-sungguh dalam ibadah dan doa.  Perkara-perkara rohani kita remehkan.  Tapi begitu menghadapi masalah yang berat dan benar-benar terjepit, barulah kita menjerit kepada Tuhan, berseru-seru minta pertolongan dari-Nya.  "Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN,..."  (ayat nas).  Ketika mengalami masalah yang teramat pelik, menemui jalan buntu, dan terjepit, barulah kita menjerit kepada Tuhan dan mendekati Dia.  Pemazmur menyadari akan hal ini.  "Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu."  (Mazmur 119:67, 71).  Ketika semua berjalan dengan baik banyak orang melupakan dan meninggalkan, lebih mengasihi dunia dengan segala berhalanya.  Begitu krisis melanda, sakit-penyakit mendera dan dokter sudah angkat tangan, barulah orang teringat kepada Tuhan dan mencari wajah-Nya.

     Inilah yang dilakukan bangsa Israel:  saat keadaan baik dan nyaman mereka melupakan Tuhan, meremehkan peringatan-Nya dan berpaling kepada ilah lain.  "...di sana kamu akan beribadah kepada allah, buatan tangan manusia, dari kayu dan batu, yang tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, tidak dapat makan dan tidak dapat mencium."  (Ulangan 4:28).

Mencari Tuhan hanya saat perlu sama artinya tidak menghormati Tuhan!




March 09, 2020, 06:47:13 AM
Reply #2304
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/semua-milik-tuhan.html

Monday, March 9, 2020
SEMUA MILIK TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Maret 2020

Baca:  1 Tawarikh 29:10-19

"Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya."  1 Tawarikh 29:12

Daud adalah seorang raja Israel yang besar dan diberkati Tuhan.  Selain memiliki kekayaan yang melimpah, ia juga punya angkatan bersenjata atau prajurit-prajurit yang kuat.  Secara duniawi Daud punya alasan untuk membanggakan diri karena dia punya segalanya.  Tapi hal itu tidak Daud lakukan, karena ia sadar bahwa semua yang dimiliki adalah datangnya dari Tuhan.  Tanpa campur tangan Tuhan, jika Tuhan tidak turut bekerja, Daud bukanla siapa-siapa dan tidak akan sampai sejauh itu.

     Berkat yang kita miliki adalah pemberian dari Tuhan.  Jadi Tuhan adalah Pemilik, sedangkan kita hanya dipercaya untuk mengelolanya  (pengelola).  Daud mengakui dengan jujur,  "Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."  (1 Tawarikh 29:11).  Tuhan sangat membenci kesombongan;  Tuhan tidak suka dengan orang yang suka membanggakan diri atau bermegah atas diri sendiri.  Betapa pun megah, besar, hebat, kuat, pintar, dan populernya seseorang, bila kesombongan atau kemegahan terhadap diri sendiri mulai merajai hati, Tuhan akan menurunkan dan merendahkannya.

     Di akhir zaman ini roh kesombongan melanda manusia secara merajalela.  Tapi, tidak banyak orang menyadari hal ini.  Ketika karir, studi, bisnis atau pelayanan mulai sukses, dada mulai dibusungkan.  Yang awalnya down to earth, setelah memiliki segala-galanya menjadi seperti  'alien'.  Saat kesombongan mulai merajai hidup seseorang, ia pun menjadi lupa kepada Tuhan, Sang Pemberi.  Kita menganggap semua yang telah diraih adalah buah dari jerih payah sendiri.  Walaupun raja Daud punya segalanya, dia tetap mengakui bahwa segala sesuatu datangnya dari Tuhan dan milik Tuhan.  Oleh sebab itu jangan sekali-kali menyombongkan diri.  "Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah Firman Tuhan."  (Obaja 1:4).

Jangan sekali-kali memegahkan diri, karena semua datangnya dari Tuhan!




March 10, 2020, 06:27:10 AM
Reply #2305
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/badai-dalam-kendali-tuhan.html

Tuesday, March 10, 2020
BADAI DALAM KENDALI TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Maret 2020

Baca:   Mazmur 86:1-17

"Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku."  Mazmur 86:17

Sering terlontar dari mulut kita,  "Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: 'Penindasan!' tetapi tidak Kautolong?"  (Habakuk 1:2).  Seringkali kita melihat masalah seperti  'Goliat' yang sepertinya mustahil untuk dikalahkan dan kita memandang kuasa Tuhan serasa begitu kecil.

     Camkan dalam-dalam!  Tuhan kita adalah Penguasa alam semesta ini, artinya Dia mempunyai kedaulatan penuh atas seluruh ciptaan-Nya.  Badai dan gelombang yang begitu dahsyat saja langsung berhenti dan danau menjadi teduh ketika Tuhan menghardiknya:  "'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali."  (Markus 4:39).  Ketika Tuhan mengajak murid-murid-Nya ke danau, Ia tahu akan datang angin taufan dan badai gelombang.  Ia mengiinkan hal itu terjadi untuk menguji sejauh mana kualitas iman mereka.  Iman takkan bertumbuh tanpa proses!  Tuhan tidak mau kita terus seperti  'bayi'  rohani yang biasanya hanya merengek dan selalu minta diperhatikan.  Tuhan mau kita menjadi orang-orang percaya yang dewasa rohani, yang kuat menghadapi segala tantangan.  Jika Tuhan ijinkan badai persoalan terjadi, percayalah kita pasti sanggup menanggung segala sesuatunya, karena Ia tahu sampai di mana batas kekuatan kita.  "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."  (1 Korintus 10:13).

     Untuk bisa menjadi bejana yang indah dan berharga, tanah liat harus mengalami proses pembentukan yang panjang dan menyakitkan;  buah zaitun takkan menghasilkan minyak bila tidak ditekan sedemikian rupa;  buah anggur takkan menjadi arak apabila ia tidak diperas.  Bersyukurlah bila Tuhan masih berkenan mendidik kita melalui masalah, sehingga kita boleh mendapat pengalaman iman yang luar biasa bersama Dia.

Dengan masalah sesungguhnya kita sedang dipersiapkan Tuhan untuk melihat dan mengalami perkara-perkara besar yang hendak dinyatakan-Nya.




March 11, 2020, 06:01:40 AM
Reply #2306
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/urapan-tuhan-menghasilkan-kuasa.html

Wednesday, March 11, 2020
URAPAN TUHAN MENGHASILKAN KUASA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Maret 2020

Baca:  Yesaya 10:20-27

"Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap."  Yesaya 20:27

Sebelum naik ke sorga Kristus berkata,  "...kamu akan menerima kuasa, kalau ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  (Kisah 1:8).  ROH KUDUS yang disebut  'janji Bapa' ini telah digenapi-Nya pada hari Pentakosta, di mana ROH KUDUS dicurahkan.

     Setiap orang percaya harus memiliki kerinduan besar untuk dipenuhi oleh ROH KUDUS, karena kuasa Roh Kuduslah yang mampu membebaskan semua belenggu dan kuk dalam kehidupan semua orang.  Dengan pertolongan ROH KUDUS setiap orang percaya dimampukan untuk mengerjakan panggilan Tuhan dan  "...akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu."  (Yohanes 14:12).  Tanpa ROH KUDUS kita takkan bisa melakukan apa yang Tuhan percayakan kepada kita.  Ketika hendak terangkat ke sorga berkatalah Elia kepada Elisa,  "'Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.' Jawab Elisa: 'Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.'"  (2 Raja-Raja 2:9).  Artinya Elisa merindukan urapan yang sama yang dimiliki Elia.  Urapan adalah kuasa Tuhan yang dahsyat yang sanggup mengubah hidup seseorang secara permanen.  Semasa melayani di bumi Kristus dipenuhi oleh urapan dari tempat yang Mahatinggi  (sorga), sehingga di setiap pelayanan-Nya Ia selalu melakukan perbuatan-perbuatan heran dan ajaib.  Urapan inilah yang menarik banyak orang untuk berbondong-bondong datang kepada-Nya.  Di mana Kristus berada dan kemana pun Kristus pergi di situ pasti banyak orang mengikuti Dia dan diubahkan hidupnya:  yang sakit disembuhkan, yang buta dicelikkan, dan yang terbelenggu kuasa gelap dilepaskan.

     Pelayanan Kristus selalu berdampak dan dipenuhi dengan urapan sorgawi karena Ia selalu bersekutu dengan Bapa.  Kita pun dapat mengalami urapan ROH KUDUS-Nya asal kita senantiasa berdoa dan bersekutu dengan Tuhan.  Tanpa kekariban dengan Tuhan kita takkan mengalami kuasa-Nya, sebab urapan dari Tuhan bisa lenyap bila kita jarang bersekutu dengan si Pemberi urapan itu dan taat melakukan kehendak-Nya.

Tanpa penyertaan ROH KUDUS pelayanan kita takkan menghasilkan kuasa.




March 12, 2020, 06:20:51 AM
Reply #2307
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/tak-mau-bayar-harga.html

Thursday, March 12, 2020
TAK MAU BAYAR HARGA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 Maret 2020

Baca:  Lukas 9:22-27

"...barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya."  Lukas 9:24

Rasul Paulus memberikan ketegasan kepada Timotius:  "Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia."  (2 Timotius 2:20-21).

     Segala sesuatu yang memiliki kualitas bagus dan di atas rata-rata harganya pasti sangat mahal.  Sebaliknya, sesuatu yang berharga murah biasanya kualitasnya sangat diragukan... dan untuk menjadi sesuatu yang berkualitas dan berharga prosesnya tak mudah.  Begitu juga dalam kehidupan rohani, ada harga yang harus dibayar untuk bisa menjadi alat kemuliaan Tuhan.  Kita telah menerima keselamatan dari Tuhan secara gratis  (tanpa bayar apa-apa), namun untuk mengikuti Dia, melayani Dia, dan mengalami penggenapan janji-janji-Nya kita harus mau membayar harga.  Membayar harga bukan sekedar pengorbanan dan konsekuensi, tetapi berbicara mengenai keutamaan Kristus di dalam hidup kita.  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."  (Lukas 9:23).  Harga itu adalah penyangkalan diri.  Kita rela meninggalkan segala sesuatu demi Kristus dan menjadikan Dia sebagai yang terutama dari segalanya.  Selama masih menuruti keinginan daging, selama kita masih mengasihi dunia ini, kita belum mampu membayar harga itu.

     Harga ialah komitmen.  "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak..."  (Lukas 9:62).  Miliki tekad seperti Paulus:  "...aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."  (Galatia 2:20).  Banyak orang ingin serupa Kristus, tapi hanya dalam hal melakukan mujizat atau perkara-perkara besar saja, dengan tujuan supaya makin terkenal.  Menjadi seperti Kristus berarti harus mau hidup seperti Kristus yaitu taat kepada kehendak Bapa.

Tanpa mau membayar harga, Tuhan tak bisa memakai hidup kita untuk rencana-Nya.





March 13, 2020, 06:04:08 AM
Reply #2308
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/yang-layak-menghampiri-tuhan.html

Friday, March 13, 2020
YANG LAYAK MENGHAMPIRI TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Maret 2020

Baca:  Mazmur 24:1-10

"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"  Mazmur 24:3

Pemazmur menegaskan bahwa tidak semua orang dapat naik ke gunung Tuhan.  Kata  'gunung'  mempunyai pengertian:  kemuliaan Tuhan dan tempat kediaman Tuhan.  Hanya orang-orang pilihan yang dapat naik ke  'gunung'  Tuhan, sebab Tuhan adalah kudus, tanpa kekudusan tak seorang pun layak untuk menghampiri takhta-Nya.  Rasul Petrus mengingatkan,  "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."  (1 Petrus 1:15-16).  Seseorang tak dapat melihat Tuhan tanpa kekudusan hidup dan tanpa kesucian hati.  Yang boleh naik ke gunung Tuhan adalah  "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu."  (Mazmur 24:4).

     Jelas sekali bahwa tidak sembarang orang dilayakkan untuk menghampiri hadirat Tuhan!  1.  Orang yang bersih tangannya.  Bersih artinya tidak bersalah atau bebas dari kesalahan, sedangkan  'tangan'  berbicara tindakan.  Orang yang bersih tangannya adalah orang yang memiliki tindakan atau perbuatan yang tidak bercela.  Tidak ada manusia yang bebas dari kesalahan, tapi  "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1:9), dan bertobat, Tuhan berkenan menerima kita.   2.  Orang yang memiliki hati yang murni.  Ini berbicara tentang motivasi hati atau kekudusan batin seseorang.  Hanya orang yang murni hatinya akan melihat Tuhan  (Matius 5:8).  Hati yang murni adalah tulus, tidak ada maksud-maksud terselubung, transparan, apa adanya, tidak ada kepalsuan, bersih, jernih, dan tidak ada hal-hal jahat yang tersimpan di dalam hati.

     Karena itu kita harus menjaga hati kita, sebab dari hati akan terpancar kehidupan  (Amsal 4:23);  Hati kita dapat menentukan arah hidup kita, karena dari hati timbul segala yang jahat  (Matius 15:19).  Bila hati kita ini bersih, maka ucapan yang keluar dari mulut kita pun bersih,  "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."  (Matius 12:34b).  Isi perbendaharaan hati kita dengan Firman Tuhan setiap hari!

Kejar perkenanan Tuhan supaya kita layak datang ke gunung-Nya yang kudus!




March 14, 2020, 06:24:01 AM
Reply #2309
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25772
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/03/berdoa-luput-dari-kesukaran.html

Saturday, March 14, 2020
BERDOA: Luput Dari Kesukaran
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Maret 2020

Baca:  Mazmur 32:1-11

"Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya."  Mazmur 32:6

Semua orang mengakui bahwa hidup di akhir zaman ini semakin hari semakin sulit, tantangan yang harus kita hadapi pun kian bertambah-tambah.  Karena itu Firman Tuhan memperingatkan kita agar semakin tekun berdoa dan berjaga-jaga, serta waspada, karena di sekeliling kita ada Iblis yang selalu berkeliling seperti singa kelaparan yang siap menerkam orang-orang yang sedang lengah  (1 Petrus 5:8).  Mangsa Iblis adalah orang-orang percaya, karena orang-orang dunia sudah berada di dalam cengkeramannya.  Iblis mencari musuh-musuhnya yaitu orang percaya yang tidak berdoa dan tidak berjaga-jaga.

     Kunci utama untuk bisa menang melawan setiap pencobaan dalam hidup ini adalah melalui doa.  Itulah sebabnya, Kristus menegor Petrus saat berada di taman Getsemani, yang kedapatan sedang tertidur:  "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:40b-41).  Sesungguhnya, roh mereka mau berdoa, tetapi daging lemah.  Karena tidak berdoa, murid-murid tidak siap menghadapi pencobaan.  Sewaktu Kristus ditangkap di taman Getsemani, tempat dimana Kristus sedang berdoa,  "...semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri."  (Markus 14:50).  Juga, Petrus sempat menyangkal Kristus sebanyak tiga kali karena mengalami ketakutan.  Banyak orang Kristen meremehkan jam-jam doa mereka.  Mereka jarang sekali berdoa, bahkan ada pula yang tidak pernah berdoa, padahal dibalik doa tersimpan kekuatan yang teramat dahsyat.  Doa seharusnya menjadi nafas hidup kita!

     Bila orang saleh berdoa Ia akan meluputkan dari kesulitan dan kesukaran.  Ketika kita tekun berdoa ada jaminan perlindungan Tuhan.  Tuhan pasti menggenapi firman-Nya.  "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur."  (Kolose 4:2), artinya senantiasa berdoa dengan disiplin.  Senantiasa berdoa artinya tanpa masalah, capai, terlalu sibuk,  "Tetaplah berdoa."  (1 Tesalonika 5:17).

Doa yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya  (Yakobus 5:16b).

Catatan:
 "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati. Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."  (Roma 9:15-16).





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)