Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 220959 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

May 27, 2020, 11:48:11 AM
Reply #2380
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/05/kekuatan-doa-melepaskan-belenggu.html

Wednesday, May 27, 2020
KEKUATAN DOA: Melepaskan Belenggu
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Mei 2020

Baca:  Kisah Para Rasul 12:1-19

"Jadi Petrus ditahan di penjara; tetapi anggota-anggota jemaat terus saja berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk Petrus."  Kisah 12:5  (BIS)

Rasul Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang percaya, kita  "...dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,"  (Filipi 1:29).  Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus siap bila diperhadapkan dengan penderitaan karena nama Kristus, seperti yang dialami orang-orang di zaman para rasul.  Saat raja Herodes memerintah banyak terjadi penganiayaan terhadap para pengikut Kristus:  menyiksa, memenjarakan, dan bahkan membunuhnya.  "Ia  (Herodes)  menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang."  (Kisah 12:2).

     Herodes juga menangkap dan memenjarakan Petrus:  "...di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak."  (Kisah 12:4).  Banyak orang memperkirakan bahwa nasib Petrus akan sama seperti Yakobus yang terbunuh dengan pedang.  Kemungkinan kecil untuk bisa lolos dari maut, karena ia dijaga ketat oleh para prajurit Herodes, dengan kaki dan tangan terbelenggu dengan rantai yang kuat.  Secara akal manusia sirna sudah harapan Petrus untuk dapat menikmati kehidupan, sebab bayang-bayang kematian sudah tampak jelas di depan mata.  Yang Petrus dapat lakukan hanyalah berserah penuh kepada Tuhan dan berharap mujizat-Nya dinyatakan.  Mungkin saat ini kita mengalami hal yang sama seperti Petrus, yaitu terbelenggu rantai yang kuat:  terbelenggu oleh berbagai macam persoalan hidup.  Hidup kita seperti berada dalam penjara, nasib berada di ujung tanduk!  Namun apa yang terjadi kemudian?  Petrus mengalami pertolongan dari Tuhan secara luar biasa, mujizat yang sama sekali tak terpikirkan oleh akal manusia, terjadilah!  Semua karena doa dari jemaat  (ayat nas).

     Berdoa dengan sungguh dan disertai iman menghasilkan perkara-perkara besar!  Doa inilah yang menggetarkan sorga dan mengerakkan tangan Tuhan untuk bertindak:  "Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: 'Bangunlah segera!' Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus."  (Kisah 12:7). 

Doa orang benar sangat besar kuasanya, karena Tuhan menjawabnya dari sorga!





May 28, 2020, 05:29:54 AM
Reply #2381
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/05/salomo-seorang-yang-berkarisma.html

Thursday, May 28, 2020
SALOMO: Seorang Yang Berkarisma
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Mei 2020

Baca:  1 Raja-Raja 10:1-29

"sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar."  1 Raja-Raja 10:7

Salomo adalah salah satu tokoh besar di Alkitab yang terkenal karena hikmat dan kekayaannya.  Nama  'Salomo'  berarti damai sentosa!  Ia dipilih Tuhan sebelum ada di dalam kandungan ibunya.  Tuhan sudah berpesan kepada Daud bahwa puteranya, yaitu Salomo, akan mengokohkan kerajaannya dan mendirikan rumah Tuhan,  "...Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya."  (2 Samuel 7:12-13).

     Alkitab mencatat tentang kehebatan Salomo:  1.  Hikmat yang luar biasa.  Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa kepada Salomo sehingga banyak orang berikhtiar menghadap Salomo, ingin menyaksikan hikmat tersebut  (1 Raja-Raja 10:24).  Karena hikmat yang dimilikinya, Salomo menjadi lebih bijaksana daripada semua orang  (1 Raja-Raja 4:29-31), dan ia pun menjadi sangat terkenal:  "...datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo, dan ia menerima upeti dari semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu."  (1 Raja-Raja 4:34).  2.  Kekayaan yang melimpah.  Salomo tidak hanya diberkati dengan hikmat, tapi juga kekayaan:  "...Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja."  (1 Raja-Raja 3:13).  Begitu kayanya Salomo sehingga seluruh perkakas minuman raja dan semua barang yang ada di dalam istananya terbuat dari emas murni, tidak ada barang perak  (1 Raja-Raja 10:21), dan  "Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat."  (1 Raja-Raja 10:23).

     Salomo memiliki karisma sangat luar biasa!  Karisma adalah kemampuan atau kehebatan yang dimiliki seseorang yang tidak diperoleh melalui pendidikan formal, melainkan pembawaan lahir.  Secara rohani karisma bisa diartikan kemampuan yang diberikan ROH KUDUS secara khusus kepada orang percaya untuk dipergunakan melayani pekerjaan Tuhan, membangun jemaat dan semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan.

Karena karismanya Salomo menjadi sangat terkenal dan dikagumi banyak orang!






May 29, 2020, 10:25:25 AM
Reply #2382
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/05/karisma-tanpa-karakter-berujung.html

Friday, May 29, 2020
KARISMA TANPA KARAKTER: Berujung Kegagalan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Mei 2020

Baca:  1 Raja-Raja 9:1-9

"...jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud,"  1 Raja-Raja 9:4b-5

Di awal perjalanan hidupnya Salomo memiliki hati yang takut akan Tuhan, karena itu Tuhan memberkati hidupnya secara jasmani dan rohani.  Namun sayang, Salomo tak mampu menjaga kualitas rohaninya secara konsisten.  Sekalipun orang punya karisma yang luar biasa, tapi jika tidak disertai dengan karakter yang baik, Tuhan pasti tidak berkenan, padahal karakter merupakan kualitas hidup yang sesungguhnya dari seseorang sebagai hasil dari berproses, membayar harga, dan kerelaannya untuk dibentuk dan dipimpin ROH KUDUS.  Karakter bisa berbicara tentang buah Roh, dan kelemahan Salomo dalam hal karakter inilah yang akhirnya mengantarkan dia kepada kehancuran!

     Awalnya Salomo meminta hikmat kepada Tuhan dengan tujuan agar mampu memimpin bangsanya secara adil dan bijaksana, tapi lambat laun ia mulai menyalahgunakan hikmat tersebut untuk kepentingan diri sendiri dan memperkaya kerajaannya, sebab setiap orang yang datang kepadanya selalu membawa upeti:  "Mereka datang masing-masing membawa persembahannya, yakni barang-barang perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda dan bagal, dan begitulah tahun demi tahun."  (1 Raja-Raja 10:25).  Berstatus sebagai raja dengan kekayaan melimpah semakin memudahkan Salomo untuk memuaskan keinginan dagingnya, sampai-sampai ia mempunyai 700 isteri dan 300 gundik, yang kesemuanya dalah perempuan asing.  Firman Tuhan sudah memperingatkan,  "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka."  (1 Raja-Raja 11:2).

     Akhirnya hati Salomo pun dicondongkan kepada ilah-ilah lain dan tidak lagi sepenuh hati berpaut kepada Tuhan  (1 Raja-Raja 11:4).  "Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." (Amsal 13:13).  Salomo lupa bahwa janji Tuhan adalah janji bersyarat  (1 Raja-Raja 9:4-9);  jika ia tidak lagi hidup taat kepada Tuhan, kehancuran hidup yang akan dialaminya.

Tak lagi taat kepada Firman Tuhan, karir dan hidup Salomo menjadi hancur!





May 30, 2020, 04:38:49 AM
Reply #2383
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/05/mana-yang-dijauhi-mana-yang-dikejar.html

Saturday, May 30, 2020
MANA YANG DIJAUHI, MANA YANG DIKEJAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Mei 2020

Baca:  1 Timotius 6:11-21

"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi."  1 Timotius 6:12

Hidup orang percaya adalah suatu arena pertandingan iman!  Oleh karena itu kita harus berjuang sedemikian rupa supaya kita bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik sampai garis akhir,  "Untuk itulah engkau telah dipanggil..."  (ayat nas).  Tuhan memanggil kita untuk menjadi alat kemuliaan-Nya di bumi, artinya hidup kita harus mencerminkan kemuliaan Kristus, dengan mempraktekkan Firman Tuhan dan bersikap tegas terhadap dosa, sehingga kehidupan kita  "...tidak bercacat dan tidak bercela,"   (1 Timotius 6:14).

     Hal-hal apa saja yang harus orang percaya lakukan untuk memenuhi panggilan Tuhan?  Kita harus menjauhi keinginan-keinginan daging atau duniawi,  "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki."  (Galatia 5:17).  Perbuatan daging telah nyata:  "...percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu..."  (Galatia 5:19-21).  Rasul Paulus juga menasihati Timotius agar mencukupkan diri dengan apa yang ada, tidak terfokus kepada materi atau hal-hal yang fana, sebab di zaman sekarang ini banyak orang menjadi silau dengan kemewahan dunia ini, sehingga yang mereka pikirkan hanyalah uang dan harta kekayaan saja.  Hal inilah yang akhirnya membuat orang menjadi tamak dan egois!

     Agar panggilan Tuhan tergenapi dalam hidup kita, maka kita harus mengejar perkara-perkara rohani sedemikian rupa:  "...kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan."  (1 Timotius 6:11).  Mengejar perkara-perkara rohani itu sama artinya kita sedang mengumpulkan harta di sorga.  Karena hidup Kekristenan adalah arena perlombaan iman, maka kita harus berjuang dan bertanding dengan sungguh-sungguh  (tidak main-main), karena tantangan yang ada di depan kita semakin hari semakin berat.

"Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."  Kolose 3:2





May 31, 2020, 05:30:17 AM
Reply #2384
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/05/roh-kudus-yang-mengubahkan.html

Sunday, May 31, 2020
ROH KUDUS YANG MENGUBAHKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Mei 2020

Baca:  Kisah Para Rasul 2:1-47

"Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: 'Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?'"  Kisah 2:7

Pentakosta merupakan peristiwa yang sangat menggemparkan dan membuat tercengang seluruh penduduk di kota Yerusalem, karena dari peristiwa ini terjadi kegerakan rohani yang luar biasa.  Ini merupakan penggenapan dari perkataan Kristus sebelum Ia naik ke sorga,  "...kamu akan menerima kuasa, kalau ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  (Kisah 1:8), dan juga penggenapan nubuat yang disampaikan oleh nabi Yoel  (Yoel 2:28-32).  Kata  'pentakosta'  ini berasal dari bahasa Yunani yang merujuk pada sebuah festival yang dikenal di dalam Perjanjian Lama sebagai Hari Raya Tujuh Minggu  (baca  Imamat 23:15;  Ulangan 16:9), yang secara harafiah memiliki arti lima puluh, yang merujuk pada lima puluh hari yang telah berlalu sejak hari Paskah.

     Jemaat mula-mula  (termasuk murid-murid Tuhan)  mengalami titik balik dalam kehidupan rohani setelah mereka mengalami lawatan ROH KUDUS:  "Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya."  (Kisah 2:2-4).  Salah satunya Petrus, orang yang pernah menyangkal Kristus sebanyak 3 kali, yang setelah dijamah oleh ROH KUDUS hidupnya berubah total, menjadi orang yang mengasihi Tuhan dan punya keberanian untuk memberitakan Injil, sekalipun nyawa menjadi taruhan!

     Bila ROH KUDUS menjamah hidup seseorang, tiada perkara yang mustahil!  Tapi semua bergantung pada respons kita, apakah kita mau percaya dan mau membuka hati untuk ROH KUDUS!  Dengan kekuatan sendiri kita takkan dapat bertumbuh dalam iman, takkan dapat melakukan kehendak Tuhan, takkan bisa mengerjakan Amanat Agung Tuhan, kecuali hanya oleh pertolongan dan campur tangan ROH KUDUS!

Kuasa Roh Kuduslah yang sanggup mengubahkan, memampukan dan menguatkan kita dalam menjalani hidup dan melayakkan kita untuk melayani Tuhan!






June 01, 2020, 05:58:04 AM
Reply #2385
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/06/kemenangan-mau-membayar-harga.html

Monday, June 1, 2020
KEMENANGAN: Mau Membayar Harga
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Juni 2020

Baca:  Amsal 21:1-31

"Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN."  Amsal 21:31

Beberapa waktu yang lalu di kejuaraan bulutangkis Daihatsu Indonesia Master 2020, para pebulutangkis Indonesia berhasil menorehkan prestasi yang cukup membanggakan dengan memenangi 3 dari 5 gelar yang diperebutkan.  Salah satu pemenangnya adalah Anthony Sinisuka Ginting, yang berhasil memenangi nomor tunggal putera, dengan mengalahkan Anders Antonsen dari Denmark!

     Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal dan tidak pernah kalah dalam suatu pertandingan, tapi ia adalah orang yang mungkin pernah gagal, tapi mau bangkit dan berusaha lebih keras lagi sampai akhirnya ia meraih kemenangan.  Demikian pula kita, sekalipun diperhadapkan dengan situasi yang berat dan penuh tantangan, asalkan kita tetap bertekun di dalam Tuhan dan belajar sabar menghadapi segala hal tanpa keluh kesah, kita pasti mampu melewati semuanya dan memperoleh apa yang Tuhan janjikan.  Ingatlah selalu bahwa orang percaya dirancang Tuhan bukan untuk menjadi pecundang, tetapi kita diciptakan dan dirancang Tuhan dengan potensi untuk menjadi pemenang:  "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."  (Roma 8:37).  Namun berbicara soal kemenangan pasti tidak dapat dipisahkan dari sebuah proses!  Ini berbicara tentang harga yang harus dibayar untuk bisa mencapai kemenangan:  ada kerja keras, latihan, perjuangan, kesabaran, ketekunan, peperangan, penyaliban segala keinginan daging dan sebagainya.  Tanpa melewati semuanya itu tak pernah ada kemenangan dalam hidup kita!

     Penting sekali memiliki respons hati yang benar dalam menghadapi segala sesuatunya!  Jangan sekali-kali menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan Tuhan, tapi belajarlah untuk selalu menguji pekerjaan kita sendiri  (Galatia 6:4), selalu melibatkan Tuhan dan hidup mengandalkan Dia, sebab  "...Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu."  (Ulangan 20:4).

Semua yang lahir dari Tuhan, mengalahkan dunia, dan kemenangan yang mengalahkan dunia adalah iman kita  (1 Yohanes 5:4).





June 02, 2020, 05:31:41 AM
Reply #2386
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/06/kerendahan-hati-kunci-melayani.html

Tuesday, June 2, 2020
KERENDAHAN HATI: Kunci Melayani
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Juni 2020

Baca:  Filipi 2:25-30

"Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku."  Filipi 2:25

Di zaman sekarang ini kebanyakan orang cenderung menyombongkan diri atau membanggakan diri dengan apa yang dimiliki, inginnya dihargai, inginnya dipuji, dan ingin dihormati.  Bahkan, demi mendapatkan pengakuan dari khalayak dan demi gengsi, ada orang-orang yang sampai menunjukkan saldo dari ATM-nya dan meng-upload-nya di media sosial supaya orang lain tahu berapa uang atau kekayaan yang dimiliki.

     Kecenderungan untuk meninggikan diri ini ternyata juga terjadi di dunia pelayanan pekerjaan Tuhan.  Para pelayan Tuhan berlomba-lomba mengejar titel demi pamor atau reputasi agar semakin diakui sebagai hamba Tuhan  'besar', ada yang berambisi ingin menduduki jabatan penting di keorganisasian gereja, ada saling sikut memperebutkan jiwa-jiwa dan ladang pelayanan, bahkan ada pula yang memperkaya diri sendiri supaya dapat tampil wah di hadapan jemaat.  Ini menyedihkan sekali!  Rasa-rasanya kerendahan hati menjadi sesuatu yang mulai langka ditemukan dalam diri setiap orang!  Sikap yang berbeda justru ditunjukkan oleh Epafroditus, yang tak pernah menonjolkan dirinya sendiri, hanya belajar setia melakukan apa yang dipercayakan kepadanya.  Sekalipun tugas pelayanan yang ia lakukan tampak remeh dan sepele, yaitu mengantarkan persembahan jemaat Filipi untuk diberikan kepada rasul Paulus yang waktu itu sedang berada di penjara di Roma, tapi Epafroditus melakukannya dengan penuh kerelaan.

     Karena melihat ketulusan dan kesungguhan hati Epafroditus dalam pelayanan ini, rasul Paulus meminta semua jemaat Filipi untuk menghargai jerih lelahnya,  "...sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia."  (Filipi 2:29), sebab tak mudah mendapati orang yang berhati  'hamba'  seperti dia, yang mau diutus untuk melayani orang yang dalam masalah dan penderitaan.  Kehadiran Epafroditus benar-benar menguatkan hati Paulus pada saat itu!  Maka, sekecil apa pun tugas yang Tuhan percayakan, lakukan dengan kerendahan hati, jangan karena ambisi!

Tuhan memperhitungkan jerih lelah kita dalam pekerjaan-Nya, pasti ada upah yang disediakan-Nya!  1 Korintus 15:58




June 03, 2020, 06:19:25 AM
Reply #2387
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/06/respons-hati-terhadap-situasi.html

Wednesday, June 3, 2020
RESPONS HATI TERHADAP SITUASI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Juni 2020

Baca:  Matius 15:21-28

"'Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh."  Matius 15:28

Tuhan memakai berbagai macam situasi yang sulit, yang biasanya disebut persoalan, masalah, kesulitan, penderitaan atau kesesakan, untuk mengembangkan karakter kita dan sebagai sarana untuk menguji kualitas iman kita!  Karena itu milikilah respons hati yang benar dan positif dalam menyikapi setiap keadaan dan peristiwa yang ada.  Dr.  Norman Vincent Peale, seorang pengkhotbah dan penulis buku rohani terkenal, dalam bukunya The Power of Positive mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif dan membayangkan hal yang positif, supaya hasil yang kita dapatkan juga positif.

     Seorang perempuan Kanaan, yang disebut pula perempuan Siro-Fenesia  (Markus 7:24-30), sekalipun berada di situasi yang sangat sulit, tetap memiliki respons hati yang positif.  Ketika datang kepada Tuhan memohon kesembuhan untuk anak perempuannya yang kerasukan setan ia merasa diabaikan oleh Tuhan, karena Tuhan  "...sama sekali tidak menjawabnya."  (Matius 15:23).  Perempuan itu tidak menyerah begitu saja, ia terus mendekat dan meminta pertolongan kepada-Nya, tapi Tuhan malah menjawab,  "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."  (Matius 15:26).  Jawaban Tuhan benar-benar sangat menohok dan menyakitkan hati, tapi perempuan tersebut tetap tegar, tidak kecewa, tidak marah, tidak tersinggung, tidak terluka hati, dan tidak merasa terhina.  Kalau ia memiliki respons negatif terhadap perkataan Tuhan, seketika itu juga ia pasti pergi meninggalkan Tuhan, sambil mengomel dan bersungut-sungut...tentu mujizat tidak akan pernah dinyatakan!

     Percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan menyembuhkan anaknya mendorong perempuan itu terus berseru-seru kepada Tuhan.  Iman semacam ini yang menggerakkan hati Tuhan untuk mengulurkan tangan-Nya, menyatakan kuasa-Nya.  Ada saat Tuhan seolah tidak peduli dan tak menghiraukan semua doa kita, tetapi orang yang melihat dengan mata iman tidak akan pernah kecewa kepada Tuhan dan menyerah pada keadaan.

"Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu."  Bilangan 14:28




June 04, 2020, 05:27:31 AM
Reply #2388
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/06/tuhan-tahu-yang-kita-perbuat.html

Thursday, June 4, 2020
TUHAN TAHU YANG KITA PERBUAT
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Juni 2020

Baca:  Mazmur 139:1-24

"TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;"  Mazmur 139:1

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahahadir  (Omnipresent)  yang artinya Dia hadir di segala tempat dan di segala waktu, dan Dia juga Mahatahu, yang artinya Ia memiliki pengetahuan penuh, mengetahui segala hal, karena Dia berdaulat penuh atas segala yang diciptakan-Nya.  Jadi tidak ada tempat di belahan bumi manapun bagi orang dapat menyembunyikan diri dari hadapan Tuhan,  "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."  (Ibrani 4:13).

     Pemazmur menyatakan,  "Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN."  (Mazmur 139:2-4).  Daud sadar ia tidak mungkin dapat menyembunyikan diri dari pantauan dan perhatian Tuhan, sebab Dia ada di mana-mana dan mengetahui segala sesuatu, maka ia begitu terbuka di hadapan Tuhan.  Jadi, tidak ada selubung sedikit pun yang mampu menudungi dan menutupi seseorang dari pandangan Tuhan sehingga Ia tidak tahu, semuanya nyata jelas.  Banyak orang Kristen tidak menyadari tentang hal ini, atau mungkin pura-pura tidak tahu kalau Tuhan itu Mahahadir dan Mahatahu, sehingga mereka menjalani hidup dengan seenaknya sendiri alias sembrono.  Dengan tanpa rasa bersalah sedikit pun mereka tetap hidup dalam dosa, melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari Firman Tuhan.

     Sekalipun tahu bahwa mereka telah ditebus dosa-dosanya melalui pengorbanan Kristus dan menjadi  'ciptaan baru'  di dalam Tuhan, mereka tetap saja menjalani hidup sebagai manusia lama, hidup menuruti keinginan daging dengan segala hawa nafsunya.  Dengan segala kepura-puraan atau topeng-topeng, mereka pikir bisa mengelabui Tuhan:  ibadah tetap saja dilakukan, pelayanan tetap dijalani, tapi perbuatan dosa juga enggan ditinggalkannya.  Manusia mungkin saja tidak tahu segala hal yang kita sembunyikan, tapi bagaimana dengan Tuhan?  Hal-hal kecil sekalipun tampak jelas di mata-Nya.

Tuhan tidak bisa kita permainkan, sebab  "...mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi."  (Zakharia 4:10)  dan melihat segala perbuatan manusia!






June 05, 2020, 06:13:27 AM
Reply #2389
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26102
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

http://airhidupblog.blogspot.com/2020/06/tak-bisa-lari-dari-panggilan.html

Friday, June 5, 2020
TAK BISA LARI DARI PANGGILAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Juni 2020

Baca:  Mazmur 139:1-24

"Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku."  Mazmur 139:9-10

Dengan cara apa pun, pergi ke mana pun dan sejauh mana pun kita berusaha lari dari hadirat Tuhan dan menghindari panggilan-Nya, jika Dia berkenan memakai kita untuk rencana-Nya, Ia akan selalu punya cara untuk memanggil dan menarik kita kembali, sebab  "...Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."  (Ayub 42:2).  Sungguh... tidak ada tempat mana pun yang dapat menyembunyikan kita dari hadapan Tuhan, baik itu di atas langit atau di bawah bumi, atau bahkan di dunia orang mati sekalipun  (sheol), tidak luput dari pandangan dan perhatian Tuhan.

     Suatu hari Tuhan mengutus Yunus untuk memberitakan kebenaran dan menyerukan pertobatan kepada orang-orang yang tinggal di kota Niniwe.  Niniwe adalah ibukota kerajaan Asyur, tempat di mana penindasan dan kekejaman muncul dari kota itu.  Secara manusiawi mungkin saja timbul rasa takut dalam diri Yunus untuk ke sana karena Niniwe adalah kota yang besar dengan penduduknya yang terkenal kejam.  Mungkin juga ia berpikir,  "Percuma saja pergi, orang-orang di sana pasti tak mempedulikan peringatan Tuhan."  Karena itu Yunus memilih kabur dan mangkir dari tugas yang Tuhan percayakan, ia memutar haluan pergi menjauh ke Tarsis, suatu tempat yang  "...jauh dari hadapan TUHAN."  (Yunus 1:3).

     Jika Tuhan ada di mana-mana dan Mahatahu, hendak lari ke manakah Yunus?  Ke ujung dunia mana pun Tuhan tahu keberadaannya.  Itulah sebabnya dalam perjalanan laut menuju kota Tarsis Tuhan mengijinkan malapetaka berupa angin ribut dan badai besar.  Sekalipun Yunus berusaha untuk lari, rencana Tuhan atas hidupnya tidak pernah gagal.  Atas campur tangan Tuhan dan seijin-Nya, seekor ikan besar menelan Yunus dan ia pun harus tinggal di dalam perut ikan itu selama tiga hari tiga malam.  Dalam perut ikan inilah Yunus menyadari kesalahannya dan menyesal.  Ia minta ampun kepada Tuhan karena telah memberontak dan Tuhan berkenan akan pertobatannya.

Jangan pernah lari dari panggilan Tuhan!  Tuhan selalu punya cara untuk membawa kita kembali kepada-Nya.






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)