Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 240206 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

January 11, 2021, 06:27:22 AM
Reply #2600
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/pemberita-injil-kristus-saja-yang.html

Monday, January 11, 2021
PEMBERITA INJIL: Kristus Saja Yang Diberitakan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Januari 2021

Baca:  Filipi 1:12-26

"Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas,"  Filipi 1:16-17

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi rasul Paulus menyatakan bahwa tidak semua hamba Tuhan atau pemberita Injil memiliki motivasi yang benar dalam melayani pekerjaan Tuhan:  ada yang benar-benar melayani Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas dan dilandasi kasih, namun masih ada yang mengerjakan tugas pelayanannya dengan motif terselubung:  demi popularitas atau mencari nama, terlihat hebat, unjuk kebolehan, tendensi ekonomi  (mengejar keuntungan, materi atau berkat).

     Tuhan sangat menghargai dan memperhitungkan setiap pengorbanan dan jerih lelah kita dalam pelayanan, namun faktor  'motivasi hati'  menjadi penilaian utama-Nya.  "Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati."  (Amsal 16:2).  Rasul Paulus memperhatikan:  "Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara."  (Filipi 1:15-17).

     Sampai saat ini masih ada hamba-hamba Tuhan yang, dalam menyampaikan Firman Tuhan, bukan Kristus fokus utama pemberitaan, tetapi pribadi sendiri yang ditonjolkan dan dikedepankan!  Yohanes Pembaptis mengingatkan,  "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."  (Yohanes 3:30).  Ada pula hamba Tuhan yang dalam khotbahnya sering membicarakan kelemahan atau menjatuhkan rekan sesama hamba Tuhan.  Juga ada pemberita Injil yang selalu berkata-kata manis supaya menyukakan telinga orang yang mendengarnya, tema khotbahnya selalu meninabobokan, enggan menyampaikan firman yang keras, enggan menegur dosa karena takut tak disukai oleh jemaat atau takut tak diundang lagi dalam pelayanan.

Miliki motivasi yang benar dalam melayani Tuhan dan tetaplah menjadikan Kristus sebagai tema utama pemberitaan!






January 12, 2021, 10:35:15 AM
Reply #2601
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/menara-babel-kesombongan-manusia.html

Tuesday, January 12, 2021
MENARA BABEL: Kesombongan Manusia

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 Januari 2021

Baca:  Kejadian 11:1-9

"Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi."  Kejadian 11:9

Dunia semakin hari semakin maju, teknologi juga semakin canggih!  Sungguh saat ini dunia dipenuhi kemegahan dan gemerlap.  Tiap-tiap negara berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi atau menara pencakar langit, hotel berbintang, dan juga pusat-pusat perbelanjaan  (mall)  menjamur di mana-mana.  Benar-benar membuat decak kagum!

     Sesungguhnya hal ini sudah dilakukan manusia sejak zaman Adam dan Hawa.  Ada tertulis:  "...Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: 'Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.'"  (Kejadian 10:8-9).  Ia memimpin orang-orang untuk membangun sebuah menara setinggi yang mereka dapat usahakan di lembah Tigris-Efrat.  "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."  (Kejadian 11:4).  Yang mendasari dibangunnya menara ini adalah untuk meninggikan diri atau mencari popularitas semata, bukan untuk memuliakan nama Tuhan.  Tuhan tidak suka terhadap orang-orang yang meninggikan diri atau berlaku sombong, karena itu Tuhan mengacaubalaukannya.  Pada akhirnya menara Babel tersebut tidak berhasil dibangun seperti yang mereka inginkan, yaitu puncaknya sampai ke langit, sebab Tuhan telah mengacaukan bahasa mereka ke dalam berbagai bahasa.  Dari sanalah semua bahasa di dunia berasal,  ketika Tuhan mengacaukan bahasa mereka dan menyerakkan mereka.  Kata  'Babel'  berarti kekacauan.

     Di zaman sekarang ini banyak orang sangat haus akan ketenaran, popularitas dan kejayaan!  Dengan kemampuan yang dimiliki mereka berusaha meraih semua yang diinginkan, dan ketika itu terwujud, mereka lupa diri.  Itulah awal kesombongan atau keangkuhan seseorang!  Tak seharusnya manusia berlaku sombong!  Firman Tuhan menegaskan,  "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;"  (Yesaya 2:11).

Kita ini tak lebih daripada embusan nafas, tak sepantasnya menyombongkan diri!






January 13, 2021, 06:57:32 AM
Reply #2602
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/semua-yang-di-dunia-tak-ada-artinya.html

Wednesday, January 13, 2021
SEMUA YANG DI DUNIA TAK ADA ARTINYA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Januari 2021

Baca:  Pengkhotbah 2:1-26

"Aku membenci segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari, sebab aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku."  Pengkhotbah 2:18

Apa yang Salomo tulis ini tidak mudah dimengerti dan dipahami, namun ada satu hal yang menjadi bahan perenungan setiap kita adalah, bahwa bagi semua manusia di bawah kolong langit ini:  orang yang berhasil atau orang yang gagal, orang yang berpangkat atau orang rendahan, orang yang kaya atau orang yang miskin, orang yang hebat atau orang yang biasa, orang yang pintar  (berhikmat)  maupun orang yang bodoh, semua jerih payah dan perjuangan selama hidup pada saatnya akan berujung kepada kesia-siaan.  Bahkan dari pernyataan Salomo ini pun tersirat suatu keputusasaan,  "Dengan demikian aku mulai putus asa terhadap segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya?"  (Pengkhotbah 2:20, 22).

     Salah satu contoh kesia-siaan adalah harta kekayaan!  Sekaya apa pun seseorang, pada akhirnya semua harus ditinggalkan saat masa  'kontrak'  hidup di dunia sudah berakhir, alias dipanggil Tuhan  (meninggal).  Tidak ada sedikitpun harta atau sepeser uang sekalipun yang dapat dibawanya, padahal mereka sudah berjerih lelah di sepanjang hidupnya untuk mengumpulkan uang dan harta kekayaan tersebut.  "Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar."  (1 Timotius 6:7).  Jadi,  "Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?"  (Pengkhotbah 2:24a, 25).

     Agar apa pun yang kita kerjakan selama hidup di dunia ini tidak menjadi sia-sia, marilah kita berfokus kepada perkara-perkara yang bersifat kekal.  Selama kita masih diberi kesempatan untuk menjalani hari-hari kita di dunia ini biarlah kita terus menabur dalam Roh  (Galatia 6:8), mengumpulkan harta sorgawi  (Matius 6:20), mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar  (Filipi 2:12), dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan  (1 Korintus 15:58).

Hidup kita takkan sia-sia bila kita mengutamakan perkara yang dari Tuhan!






January 14, 2021, 05:40:53 AM
Reply #2603
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0114

https://www.pdfdrive.com/morning-and-evening-daily-readings-d21983374.html

Kamis, 14 Januari 2021

Berkuasa untuk menyelamatkan! [Yesaya 63:1]

Melalui kata “untuk menyelamatkan” kita mengerti keseluruhan karya penyelamatan yang agung itu, mulai dari keinginan kudus yang pertama sampai pada pengudusan yang menyeluruh. Kata-kata ini multum in parvo [1]: sungguh, inilah seluruh kemurahan dalam satu kata. Kristus tidak hanya “berkuasa untuk menyelamatkan” mereka yang bertobat, tapi Dia sanggup membuat manusia bertobat. Dia akan membawa orang-orang percaya ke surga; tapi terlebih lagi, Dia berkuasa memberi manusia hati yang baru dan mengerjakan iman di dalam mereka. Dia berkuasa membuat seorang pembenci kesucian menyukainya, dan mendorong seorang penghina nama-Nya berlutut di hadapan-Nya. Bahkan, ini belum makna seluruhnya, sebab kuasa ilahi juga sama tampak dalam karya setelahnya. Hidup seorang percaya merupakan rangkaian mukjizat yang dikerjakan “Allah yang Mahakuasa”. Semak itu terbakar, namun tidak hangus. Dia berkuasa menjaga umatnya tetap kudus setelah Ia membuat mereka kudus, dan untuk memelihara mereka dalam takut akan Allah dan kasih-Nya sampai Ia menyempurnakan keberadaan rohani mereka di surga. Kristus tidak mungkin berbohong dengan membuat seseorang percaya kemudian membiarkan dia berusaha sendirian; tetapi Dia yang memulai pekerjaan yang baik akan meneruskannya [Filipi 1:6]; Dia yang menanamkan benih kehidupan pertama dalam jiwa yang mati, akan menumbuhkan keberadaan ilahinya, dan menguatkannya hingga ia meledak meluluhlantakkan setiap ikatan dosa, dan kemudian jiwa itu melompat dari dunia, disempurnakan dalam kemuliaan. Hai orang percaya, ada suatu penguatan bagimu: Adakah engkau berdoa demi seorang yang kaukasihi? Oh, jangan putus asa berdoa, sebab Kristus “berkuasa untuk menyelamatkan.” Engkau tidak cukup kuat untuk merebut kembali pemberontak itu, namun Tuhanmu Mahakuasa. Pegang lengan yang berkuasa itu, dan bangkitkan demi segenap kekuatannya. Apakah masalah dirimu sendiri menggelisahkan? Janganlah takut, sebab kuasa-Nya cukup bagimu. Baik memulai dari orang lain, maupun melanjutkan pekerjaan di dalam dirimu, Yesus “berkuasa untuk menyelamatkan;” dan bukti yang terbaik mengenai itu adalah kenyataan bahwa Ia telah menyelamatkan engkau. Sungguh kemurahan yang beribu-ribu saat engkau mengetahui bahwa Dia berkuasa bukan untuk menghancurkan!
____________________
[1] multum in parvo: Much in miniature: banyak di dalam sedikit

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.







January 15, 2021, 02:09:07 PM
Reply #2604
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/pergumulan-berat-menekan-hidup.html


Friday, January 15, 2021
PERGUMULAN BERAT MENEKAN HIDUP!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Januari 2021

Baca:  Mazmur 77:1-21

"Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?"  Mazmur 77:9

Tuhan tidak pernah menjanjikan anak-anak-Nya suatu kehidupan tanpa masalah, tapi Dia berjanji akan selalu menyertai.  Pemazmur menulis:  "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;"  (Mazmur 34:20).  Murid-murid Tuhan pun harus berjuang menghadapi angin sakal yang mengombang-ambingkan perahu mereka, padahal Tuhan ada bersama mereka.  Penderitaan dan pergumulan hidup yang berat bisa hadir kapan saja tanpa bisa diduga dan diprediksi sebelumnya.  Tidak sedikit orang ketika mengalami tekanan dan pergumulan hidup yang berat bersikap skeptis seperti yang dirasakan oleh pemazmur, sampai-sampai ia meragukan kasih setia Tuhan dan mempertanyakan janji-janji-Nya karena merasa tidak sanggup lagi menjalani hari-harinya.

  Kita berharap saat dalam tekanan hidup yang berat Tuhan segera menolong dan memberi jalan keluar, namun seringkali jawaban Tuhan tidak kunjung datang sehingga kita pun tawar hati.  "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."  (Amsal 24:10).  Hendaknya kita tidak gampang putus asa dan menyerah saat dalam pergumulan yang berat.  Tantangan dan permasalahan dalam kehidupan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh semua orang, namun respons hati kita terhadap masalah, itulah yang membedakannya:  membawa kita semakin naik atau malah semakin terpuruk?  Kita bisa belajar dari langkah yang dilakukan pemazmur:  1.  Mengingat-ingat perbuatan Tuhan.  "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala."  (Mazmur 77:12).  Selama fokus kita hanya kepada masalah, kita akan menjadi lemah dan iman akan merosot.  2.  Mengingat-ingat penyertaan Tuhan.  "Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun."  (Mazmur 77:21).

     Sebagaimana Tuhan menyatakan perbuatan dan penyertaan-Nya yang ajaib atas bangsa Israel, Dia juga akan menolong dan menyertai kita.  Tanpa campur tangan Tuhan Musa takkan sanggup membawa bangsa Israel keluar dari Mesir!

Mata yang senantiasa tertuju kepada Tuhan adalah kunci menang atas pergumulan hidup!






January 16, 2021, 06:33:43 AM
Reply #2605
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://airhidupblog.blogspot.com/2021/


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/jawaban-doa-sesuai-ukuran-iman.html


Saturday, January 16, 2021
JAWABAN DOA: Sesuai Ukuran Iman

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Januari 2021

Baca:  Matius 9:27-31

"Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: 'Jadilah kepadamu menurut imanmu.'"  Matius 9:29

Kita sering tidak mengerti mengapa banyak orang Kristen tidak mendapatkan jawaban, kelepasan atau pertolongan dari persoalan yang dialami, padahal mereka sudah tekun berdoa, rajin baca Alkitab, rajin beribadah dan bahkan sudah terlibat dalam pelayanan.  Apakah kuasa Tuhan sudah berkurang?  Apakah Tuhan tidak lagi mengasihi dan mempedulikan anak-anak-Nya?  Ada banyak faktor yang terkadang membuat Tuhan harus menjawab  'tidak'  atau Tuhan menjawab  'tunggu'  untuk doa-doa yang kita pinta.

     Bagaimana kelepasan, pemulihan dan kesembuhan itu terjadi atas dua orang buta yang mengikuti Tuhan Yesus?  Kedua orang buta itu berseru-seru kepada Tuhan,  "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."  (Matius 9:27b).  Berseru-seru saja tidak dapat menyembuhkan!  Jika berseru-seru dan berdoa saja dapat menolong dan memulihkan keadaan kita, pasti banyak orang sudah memperoleh jawaban atas doanya, sebab Tuhan mengasihi semua orang dengan kasih yang sama.  Pertanyaan:  mengapa ada orang yang menerima jawaban, ada pula yang tidak?  Apakah Tuhan pilih kasih?  Tidak!  Ada rahasia yang dapat membuka pintu sorga untuk memberikan pertolongan kepada setiap kita yang memerlukannya.  "Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: 'Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?' Mereka menjawab: 'Ya Tuhan, kami percaya.' Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: 'Jadilah kepadamu menurut imanmu.'"  (Matius 28-29).  Jelas sekali Tuhan tidak berkata,  "Jadilah kepadamu menurut iman orang lain."

     Tuhan bertindak untuk memberikan pertolongan bukan tergantung pada pendeta atau hamba Tuhan yang mendoakan, tapi menurut ukuran iman kita masing-masing.  Tanpa didoakan oleh hamba Tuhan pun, jika kita punya iman dan berpegang teguh pada janji Firman Tuhan, kita pasti memperoleh jawaban.  "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."  (Lukas 17:6).

Selama kita masih ragu dan bimbang, pertolongan Tuhan takkan pernah kita peroleh, karena itu miliki iman yang teguh.




January 17, 2021, 10:29:19 AM
Reply #2606
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/rasul-petrus-hidup-yang-diubahkan.html



Sunday, January 17, 2021
Rasul Petrus: Hidup Yang Diubahkan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 Januari 2021

Baca:  Kisah Para Rasul 2:14-47

"Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa."  Kisah 2:41

Tuhan tidak memilih seseorang untuk dipakai menjadi alat kemuliaan-Nya berdasarkan kriteria-kriteria jasmaniah, seperti yang biasa orang dunia ukurkan, yaitu orang-orang yang punya kelebihan:  kaya, pintar, hebat, gagah, tampan, cantik, berpangkat, terkenal, dan sebagainya.  Justru Tuhan seringkali  "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,"  (1 Korintus 1:27-28), serta memilih orang-orang yang rendah hati, yang mau dibentuk dan percaya kepada-Nya.

     Petrus memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, pernah menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali, namun ia beroleh kesempatan kedua menebus kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya, dan Tuhan berkenan memakai hidupnya.  Berita kebangkitan Kristus menjadi titik balik kebangkitan iman Petrus sehingga ia berkomitmen mendedikasikan hidup sepenuhnya bagi Kristus.  Begitu pula ketika beroleh kesempatan menyaksikan secara langsung Kristus naik ke sorga, Petrus semakin yakin dan percaya bahwa Kristus adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa.  Sejak saat itu ia semakin bertekun di dalam doa, bergabung dengan murid-murid Tuhan yang lain dan orang-orang percaya lainnya untuk bersekutu bersama di rumah Tuhan.  Bahkan sesudah mengalami jamahan ROH KUDUS di hari Pentakosta Petrus benar-benar berbeda:  semakin berani untuk bersaksi tentang Kristus dan keilahian-Nya, serta menyerukan pertobatan kepada semua orang.  Ketika mendengar khotbah Petrus banyak orang tertempelak hatinya, sehingga ada tiga ribu jiwa bertobat.

     Di mana pun Petrus melayani Tuhan, ROH KUDUS turut bekerja, sehingga pelayanannya ditandai banyak mujizat:  orang lumpuh disembuhkan, bahkan Dorkas yang sudah meninggal dibangkitkan kembali.

Tiada yang mustahil bagi Tuhan!  Dia sanggup memakai siapa saja yang mau berubah dan percaya kepada-Nya!




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)