Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 243131 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 21, 2021, 02:42:00 PM
Reply #2610
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/anak-terang-tidak-hidup-dalam-gelap.html



Thursday, January 21, 2021
ANAK TERANG: TIDAK HIDUP DALAM GELAP

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Januari 2021

Baca:  Efesus 5:1-21

"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,"  Efesus 5:8

Seorang pengikut Kristus sejati adalah orang yang mampu bersikap tegas dan tak mengenal kata kompromi terhadap segala bentuk dosa.  Betapa banyak orang Kristen, sekalipun tampak aktif dalam kegiatan-kegiatan kerohanian  (pelayanan), masih belum sepenuhnya meninggalkan dosa.  Mereka masih melakukan dosa meski secara sembunyi-sembunyi, bahkan ketika melihat perbuatan-perbuatan kegelapan di depan mata tetap bungkam, pura-pura tak melihat.

     Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan dan disucikan oleh darah Kristus, janganlah menahan diri bila di depan mata kita melihat ada orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari Firman Tuhan;  sebaliknya tegurlah, nasihati, peringatkan mereka.  Seorang pengikut Kristus sejati harus memiliki keberanian menunjukkan sikap membenci dosa, tidak berpihak pada kefasikan melainkan memihak kepada Tuhan.  "Siapakah yang bangkit bagiku melawan orang-orang jahat, siapakah yang tampil bagiku melawan orang-orang yang melakukan kejahatan?"  (Mazmur 94:16).  Tanda bahwa orang memihak kepada Tuhan adalah menjauhkan diri dan tidak memiliki persekutuan dengan perbuatan-perbuatan kegelapan.  "...janganlah kamu berkawan dengan mereka."  (Efesus 5:7), sebab pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik  (1 Korintus 15:33).  "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."  (Amsal 13:20), dan  "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan."  (Efesus 5:11-12), sebab  "...dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,"  (Efesus 5:8-9).

     Adakah buah-buah kebaikan, keadilan, kebenaran dihasilkan dari hidup Saudara?

Orang percaya memiliki tanggung jawab untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan, dengan menjalani hidup yang berlawanan dengan cara hidup dunia.




January 22, 2021, 06:06:40 AM
Reply #2611
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/dalam-kebenaran-tuhan-kunci-pemulihan.html



Friday, January 22, 2021
DALAM KEBENARAN TUHAN: Kunci Pemulihan Bangsa

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Januari 2021

Baca:  Amsal 14:1-35

"Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa."  Amsal 14:34

Tak bisa dipungkiri, keadaan bangsa Indonesia di segala bidang kehidupan saat-saat ini sedang memburuk, sebagai akibat pandemi Covid-19.  Bahkan dampak ini juga dirasakan seluruh negara lain di dunia.  Di tengah situasi bangsa yang sedang terpuruk ini masih saja ada oknum pejabat tak bertanggung jawab yang menggunakan jurus  'aji mumpung', menyalahgunakan jabatannya untuk mengeruk kekayaan demi kepentingan pribadi, ada pula berita tentang dana bantuan yang seharusnya disalurkan kepada rakyat kecil yang terdampak covid-19, justru tidak tepat pada sasaran.  Orang-orang  'kecil'  pun semakin menjerit tak kuat menanggung beban hidup yang semakin berat.

     Ingat, dosa adalah noda bangsa  (ayat nas).  Bila setiap warga negara hidup taat kepada peraturan pemerintah, dan para pejabat pemerintahan menjalankan tugas yang diamanatkan kepadanya dengan hati yang takut akan Tuhan, dengan hidup tidak menyimpang dari kebenaran, keadaan bangsa pasti dapat segera dipulihkan.  "Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik."  (Titus 3:1).  Apa pun alasannya, ketaatan dan kepatuhan kita terhadap pemerintah dan undang-undang yang berlaku adalah perwujudan ketaatan dan kepatuhan kita kepada Tuhan.  Jika setiap warga negara dan juga para pemimpin menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan menolak dosa, Tuhan pasti turut campur tangan memulihkan keadaan bangsa kita.

     Maka, janganlah terjadi orang-orang  'besar'  memeras, menekan, dan menindas orang-orang  'kecil'  atau kaum lemah.  Kalau hal itu terjadi di bangsa ini, Tuhan sendiri yang akan berperkara, sebab Tuhan ada di pihak orang miskin dan lemah.  "Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia."  (Amsal 14:31).  Di tengah kondisi bangsa yang sedang memprihatinkan, marilah kita mendukung program pemerintah dan taat kepada pemimpin bangsa, karena mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan, bukan menyalahkan dan menyudutkan pemimpin bangsa dengan segala cara.

Di mana da kebenaran di situ pasti ada damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman  (Yesaya 32:17).




January 23, 2021, 05:14:26 AM
Reply #2612
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/berbalik-kepada-tuhan-pasti-dipulihkan.html



Saturday, January 23, 2021
BERBALIK KEPADA TUHAN, PASTI DIPULIHKAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Januari 2021

Baca:  Yoel 2:12-27

"Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya."  Yoel 2:13

Karena sering memberontak dan hidup menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, bangsa Israel harus menanggung akibatnya:  mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan.

     Salah satunya adalah hasil ladang mereka sangat mengecewakan, alias tak menghasilkan panenan seperti yang diharapkan, karena hasil pertanian mereka diserang berbagai jenis belalalang:  "Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap."  (Yoel 1:4), sehingga  "Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering."  (Yoel 1:10-12).  Tak bisa dibayangkan betapa menderitanya mereka!  Pada waktu itu umat Israel benar-benar berada di titik terendah, sepertinya sudah tidak memiliki pengharapan lagi.  Ini adalah bentuk teguran Tuhan kepada bangsa Israel!  "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,"  (Ibrani 2:2).  Tuhan mengijinkan penderitaan dialami oleh bangsa Israel bukan berarti Tuhan tidak mengasihi atau berlaku kejam, tapi supaya mereka segera sadar dan bertobat.  Jadi Tuhan selalu memberi kesempatan kepada bangsa Israel untuk bertobat.

     Mungkin saat ini kita sedang mengalami hal seperti bangsa Israel, jangan langsung protes dan menyalahkan Tuhan!  Hal pertama yang kita lakukan adalah koreksi diri.  Mungkin ini akibat dari kesalahan dan pelanggaran yang kita perbuat.  Langkah terbaik adalah secepatnya datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan dari-Nya!

"...apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka."  Yeremia 18:8




January 24, 2021, 05:27:05 PM
Reply #2613
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/dunia-sedang-mendekati-kesudahannya.html



Sunday, January 24, 2021
DUNIA SEDANG MENDEKATI KESUDAHANNYA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Januari 2021

Baca:  Matius 24:3-14

"Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya."  Matius 24:6

Tuhan yang kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sangat mengasihi dan memperhatikan kehidupan umat pilihan-Nya!  Bukti kasih dan perhatian Tuhan kepada umat-Nya adalah memberitahukan sejak semula tentang keadaan dunia ketika mendekati kesudahannya, suatu keadaan yang penuh dengan penderitaan, yang membuat cemas semua manusia yang hidup di muka bumi ini.  Tuhan Yesus menasihati kita,  "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya."  (Matius 24:4-6).

     Bukankah apa yang Tuhan sampaikan ini satu demi satu mulai digenapi?  Saat ini kita sedang diperhadapkan dengan peperangan besar.  Kita berperang bukan melawan bangsa-bangsa lain atau musuh secara kasat mata, tapi kita berperang melawan musuh yang tak kelihatan secara kasat mata, tapi dapat menghancurkan dan bahkan membunuh manusia.  Kita sedang berperang melawan berbagai virus yang menyerang manusia, salah satunya adalah virus Covid-19.  Virus ini sangat ganas, bukan hanya menyerang tubuh manusia yang berujung kepada kematian, tapi juga menyerang seluruh aspek kehidupan manusia:  ekonomi, bisnis, pendidikan, hubungan antarmanusia pun menjadi terganggu.  Bahkan virus ini tidak hanya menyerang manusia dalam aspek jasmani, tapi juga aspek rohani.  Ini yang sangat berbahaya!  Karena pandemi Covid-19 ini tempat-tempat ibadah banyak yang ditutup, jemaat harus melakukan ibadah secara daring, jemaat tidak bisa bersekutu dengan saudara seiman lainnya karena harus saling menjaga jarak.

     Melihat keadaan ini marilah kita makin peka rohani!  Haruslah kita lebih sungguh-sungguh mengerjakan perkara-perkara rohani, jam-jam doa harus semakin ditingkatkan.

Jangan terus disibukkan dengan perkara-perkara duniawi sebab dunia ini sudah mendekati kesudahannya!




January 25, 2021, 05:29:17 AM
Reply #2614
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/tak-ada-keadilan-hakiki-di-dunia.html

Monday, January 25, 2021
TAK ADA KEADILAN HAKIKI DI DUNIA!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Januari 2021

Baca:  Mazmur 7:1-18

"Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang..."  Mazmur 7:10

Di mana-mana terjadi ketidakadilan!  Itulah dunia...  Sampai kapan pun kita takkan menemukan keadilan yang hakiki di dunia ini!  Yang ada hanyalah keadilan yang diputarbalikkan, keadilan yang diperjualbelikan, dan keadilan yang hanya berpihak kepada orang kaya, berduit dan berpangkat.  Bagaimana nasib orang-orang yang lemah dan miskin?  Mereka selalu menjadi korban dari ketidakadilan.  "Kami sekalian meraung seperti beruang; suara kami redup seperti suara burung merpati; kami menanti-nantikan keadilan, tetapi tidak ada, menanti-nantikan keselamatan, tetapi tetap jauh dari kami."  (Yesaya 59:11).  Tak ada keadilan di dunia ini,  "...Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN."  (Yesaya 45:24a), karena Dia adalah satu-satunya Hakim Yang Mahaadil!

     Pada saatnya, keadilan yang sesungguhnya pasti ditegakkan!  Sebab apa pun yang manusia perbuat di dunia ini kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.  Di sinilah keadilan yang hakiki dinyatakan, sebab dalam mengadili setiap orang Tuhan tidak melihat rupa, tidak melihat harta, tidak melihat pangkat...  pengadilan Tuhan benar-benar adil tanpa rekayasa.  Oleh sebab itu pemazmur memperingatkan agar kita berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan, karena  "...tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."  (Ibrani 4:13).  Setiap kejahatan dan pelanggaran yang kita lakukan selalu ada konsekuensinya.  Jangan pernah menyangka bahwa semua yang kita perbuat itu tidak membawa dampak apa pun, tetapi justru kejahatan yang kita lakukan terhadap orang lain bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri:  "Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya."  (Mazmur 7:17).

     Bagi orang yang hidup benar dan takut akan Tuhan tak perlu takut menjalani hidup ini, tak perlu gentar terhadap orang yang berlaku jahat atau merancangkan kejahatan terhadap kita, sebab ia akan selalu berada dalam pembelaan dan perlindungan Tuhan!

Tuhan tidak bisa dipermainkan,  "Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya."  Mazmur 11:7






January 26, 2021, 10:39:58 AM
Reply #2615
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/lakukan-sekarang-atau-tidak-sama-sekali.html

Tuesday, January 26, 2021
LAKUKAN SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Januari 2021

Baca:  Amsal 26:1-28

"Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya."  Amsal 26:14

Tuhan memberikan berkat  'waktu'  kepada semua manusia di dunia ini dalam porsi yang sama, tidak ada yang lebih banyak atau lebih sedikit, yaitu 24 jam dalam sehari atau 168 jam dalam seminggu.  Masalahnya tidak semua orang bisa menghargai waktu dan menggunakannya sebaik mungkin.

     Pada umumnya manusia membutuhkan waktu untuk tidur 8 jam/hari.  Jadi kalau dihitung selama seminggu, waktu yang diperlukan manusia untuk tidur adalah 56 jam.  Berarti waktu produktif manusia selama seminggu adalah 112 jam.  Coba renungkan:  dari 112 jam tersebut, berapa jam waktu yang kita pergunakan untuk mengerjakan hal-hal penting dan berguna?  Berapa jam waktu yang terbuang untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat?  Berapa jam waktu yang kita pergunakan atau sisihkan untuk mengerjakan perkara-perkara rohani:  beribadah, bersaat teduh  (doa dan baca Alkitab), melayani pekerjaan Tuhan, menabur kebaikan kepada sesama?  Setiap orang memiliki kebebasan untuk menggunakan waktu tersebut!  Jadi pilihan hidup atau keputusana ada pada kita masing-masing:  menjadi orang yang rajin atau malas, orang yang berhasil atau gagal.  Ingat!  Tuhan memberikan kesempatan dan tanggung jawab kepada setiap kita sesuai dengan talenta masing-masing.  Baca tentang perumpamaan talenta!  (Matius 25:14-30).  Dari perumpamaan ini akhirnya didapati ada dua jenis hamba, yaitu hamba yang setia dan hamba yang malas.  Tuhan sangat menghargai orang-orang yang setia, yang giat bekerja untuk mengembangkan talentanya, tanda bahwa mereka sangat menghargai waktu dan memanfaatkannya dengan baik.  Sebaliknya Tuhan mengecam keras hamba yang malas, yang membuang waktu percuma.  Tuhan menyebut hamba malas ini sebagai hamba yang jahat!  Akibat kemalasannya dalam mengembangkan talentanya, selain talentanya diambil kembali, ia pun dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap  (Matius 25:28-30).

     Kita masuk kategori hamba yang mana?  Yang setia atau yang malas?  Jika kita masih bermalas-malasan, segeralah berubah sebelum semuanya terlambat.

Pergunakan waktu sebaik mungkin, jangan bermalas-malasan!  Sebab kesempatan tidak datang dua kali!






January 27, 2021, 04:26:43 AM
Reply #2616
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/kemalasan-adalah-penyakit-rohani.html


Wednesday, January 27, 2021
KEMALASAN ADALAH PENYAKIT ROHANI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Januari 2021

Baca:  Ibrani 3:7-19

"Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman",  Ibrani 3:15

Sesungguhnya banyak orang Kristen menyadari bahwa hari-hari ini adalah jahat, dan zaman yang sedang dijalani ini adalah zaman akhir.  Meski tahu bahwa hari-hari ini adalah hari-hari akhir, mereka tetap saja tidak mau berubah;  mereka masih saja berkompromi dengan dosa;  mereka masih hitung-hitungan dengan Tuhan;  kehidupan Kekristenan mereka tetap saja suam-suam kuku.  Tuhan tidak berkenan dengan kerohanian yang suam-suam kuku, seperti tertulis:  "Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."  (Wahyu 3:16).

     Orang Kristen yang enggan berubah adalah salah satu tanda sedang terjangkit virus kemalasan rohani.  Meskipun sudah cukup sering mendengarkan teguran dan nasihat Firman Tuhan tetap saja mengeraskan hati;  sudah lama mengikut Tuhan, hidupnya tak mengalami perubahan, karena selalu menunda-nunda waktu untuk taat.  Orang yang malas rohani adalah orang yang enggan keluar dari zona nyaman, tak mau membayar harga, membiarkan diri berada dalam kubangan dosa.  Ini terjadi dalam kehidupan bangsa Israel!  Meski  "...semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus."  (1 Korintus 10:3-4), mereka tetap saja mengeraskan hati dan memberontak kepada Tuhan, sehingga Tuhan menyebut mereka sebagai bangsa yang tegar tengkuk!  "...sesungguhnya mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk."  (Ulangan 9:13).  Kemalasan rohani inilah yang akhirnya membuat sebagian besar bangsa Israel mengalami kebinasaan sebelum mencapai Kanaan.  Begitu pula yang dialami keluarga Imam Eli:  sekalipun sudah tahu bahwa anak-anaknya hidup menyimpang dari kebenaran, Imam Eli selalu menunda-nunda waktu untuk menegur, membiarkan mereka tetap hidup dalam dosa, sampai akhirnya Tuhan menimpakan hukuman atas keluarga ini.

     Penyakit  'malas rohani'  yang dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan kematian rohani!

Satu-satunya cara mengobati kemalasan rohani adalah segera bertobat!  Karena itu, bila hari ini kita diperingatkan, jangan mengeraskan hati.






January 28, 2021, 06:54:36 AM
Reply #2617
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/laksana-burung-rajawali.html



Thursday, January 28, 2021
LAKSANA BURUNG RAJAWALI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Januari 2021

Baca:  Ulangan 32:1-43

"Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,"  Ulangan 32:11

Burung rajawali adalah jenis burung yang sangat istimewa, juga dikenal sebagai salah satu burung predator terbesar.  Rajawali seringkali dijadikan simbol kekuatan dan keberanian.

     Beberapa keunikan burung ini:  ukuran tubuhnya berkisar antara 75-90 cm dan bentangan sayapnya bisa mencapai 157-200 cm, memiliki sarang yang jauh lebih besr bila dibandingkan dengan sarang burung lainnya.  Burung rajawali ini biasa membuat sarangnya di tempat-tempat tinggi yang berbatu-batu, dimana tidak ada orang yang bisa menjangkaunya.  Seperti halnya bayi manusia yang baru lahir, anak rajawali yang baru menetas juga tidak dapat melakukan apa-apa selain makan dan tidur.  Induk rajawali dengan setia membawa makananan untuk anak-anaknya hingga anak-anaknya merasa kenyang.  Setelah kenyang tidak ada yang dapat dilakukan oleh anak-anak rajawali itu selain tidur di dalam sarang dengan nyaman.  Tetapi tidak selamanya induk rajawali membiarkan anak-anaknya berada di zona nyaman.  Akan tiba waktunya induk rajawali akan membongkar sarangnya dan mendorong anak-anaknya dari tebing tinggi, agar mereka mau mengepak-ngepakkan sayapnya dan belajar terbang.  Begitu melihat anaknya jatuh induk rajawali akan terbang bersama anaknya dan menopangnya, lalu melepaskannya lagi.  Demikian proses yang berlangsung sampai anak rajawali mandiri dan mampu terbang sendiri.  Banyak di antara orang Kristen yang suka menjadi bayi, berlaku manja dan tak mau keluar dari zona nyaman.  Maunya hanya makanan halus dan lunak, tak mau menerima makanan yang keras.  Ditegur keras sedikit saja langsung berontak!  Ada tertulis:  "...makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat."  (Ibrani 5:14).  Begitu diperhadapkan masalah mereka langsung marah dan memberontak kepada Tuhan, padahal masalah adalah cara Tuhan melatih iman dan mendewasakan.

     Tak perlu takut menghadapi masalah sebab tangan Tuhan selalu siap menopang.

Tuhan menghendaki kita menjadi anak-anak-Nya yang kuat seperti burung rajawali!





January 29, 2021, 06:34:21 AM
Reply #2618
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021


http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/orang-percaya-istimewa-dan-berharga.html



Friday, January 29, 2021
ORANG PERCAYA: Istimewa dan Berharga

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Januari 2021

Baca:  Yesaya 43:1-7

"Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu."  Yesaya 43:4

Setiap orang yang percaya kepada Kristus disebut anak-anak Tuhan.  Oleh karena itu kita patut bersyukur dan berbangga sebab kita ini berharga di mata Tuhan  (ayat nas).  Berharga di mata Tuhan berarti istimewa di pemandangan-Nya.

     Mengapa kita disebut istimewa?  "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu."  (Yohanes 15:16a), dan kita dipilih sebelum dunia dijadikan  (Efesus 1:4).  Kata  'dipilih'  (Yunani, eleksegomai)  berarti memilih dengan pertimbangan khusus.  Kalau Tuhan sendiri yang memilih tentunya Ia tidak akan pernah salah dalam memilih dan tidak akan pernah pula menyesali sesuatu yang telah dipilih-Nya  (Roma 11:29).  Apa tujuan Tuhan memilih kita?  "...supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."  (Efesus 1:4).  Jadi tujuannya adalah untuk pengudusan, dipisahkan dari cara hidup dunia, dipindahkan dari kegelapan dunia kepada terang-Nya yang ajaib untuk hidup sepenuhnya bagi Dia.  Kita ini istimewa dan berharga di mata Tuhan karena hidup kita telah ditebus melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib.  Hal penebusan dosa selalu berkaitan dengan darah dan juga kematian.  Di dalam Perjanjian Lama binatang yang dikorbankan harus mati untuk melunasi dosa, dan darah binatang-binatang yang dicurahkan akan menjadi suatu keharuman di hadapan Tuhan.  Tetapi dalam Perjanjian Baru ditegaskan bahwa Tuhan tidak lagi berkenan kepada persembahan binatang  (Ibrani 10:4-6);  kematian dan pengorbanan Kristus itulah yang berkenan kepada Tuhan  "...Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, ...Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan."  (Ibrani 10:12, 14).  Kesemuanya itu adalah bukti betapa Tuhan sangat mengasihi kita!

     Banyak orang Kristen tak menyadari dirinya istimewa dan berharga di mata Tuhan sehingga mereka menjalani hidup sembrono dan asal-asalan, padahal Tuhan menghendaki kita memiliki hidup yang berbeda dengan dunia.

Tuhan memilih kita supaya hidup kita ini kudus dan menjadi kesaksian bagi dunia!





January 31, 2021, 04:41:15 AM
Reply #2619
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28464
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://airhidupblog.blogspot.com/2021

http://airhidupblog.blogspot.com/2021/01/berhati-hatilah-jangan-mau-disesatkan.html


Saturday, January 30, 2021
BERHATI-HATILAH! Jangan Mau Disesatkan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Januari 2021

Baca:  2 Yohanes 1:4-11

"Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia."  2 Yohanes 1:7

Alkitab menyatakan di masa-masa akhir banyak sekali ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan.  Ada orang-orang memberitakan Injil yang menyimpang.  Kalau kita berakar kuat di dalam Firman Tuhan kita tak akan mudah terkecoh dan terombang-ambingkan.

     Tuhan Yesus sudah memperingatkan,  "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka."  (Lukas 21:8).  Rasul Yohanes memperingatkan dengan keras agar orang percaya tidak mudah disesatkan oleh ajaran-ajaran yang menyimpang dari Injil Kristus.  Kata  'penyesat'  (Yunani, plane)  secara harfiah berarti menipu atau menyesatkan.  Istilah plane ini selalu dikaitkan dengan pekerjaan tukang kayu, yang berarti mengerut.  Jadi para penyesat memberitakan ajaran-ajaran yang menyimpang dari Injil Kristus dengan tujuan mengerutkan iman orang percaya, iman yang tebal akan menipis.  Salah satu cara yang para penyesat lakukan adalah menanamkan ajaran yang menolak kemanusiaan Yesus Kristus atau menolak keberadaan Yesus sebagai manusia.  Bila Yesus tidak datang ke dunia dalam wujud manusia  (tubuh insani),  jelas-jelas hal ini sangat bertentangan dengan ajaran yang tertulis di Alkitab.  Jika demikian berarti kematian Yesus di kayu salib untuk menebus dosa menusia tidak pernah terjadi!  Yang benar adalah Yesus Kristus  "...telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."  (Filipi 2:7-8).

     "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar..."  (2 Yohanes 1:9), akan menjadi sasaran empuk para penyesat!






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)