Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 148004 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

February 02, 2013, 06:26:00 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/daud-diperlengkapi-tuhan.html

Quote
Saturday, February 2, 2013
DAUD: Diperlengkapi Tuhan!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Februari 2013 -

Baca:  2 Samuel 5:11-25

"...Tuhan telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umat-Nya."  2 Samuel 5:12

Tuhan tidak hanya memilih dan menetapkan seseorang untuk rencanaNya, Ia pun akan memperlengkapi dia dengn kuasaNya sehingga orang yang dipilihNya itu mampu mengerjakan amanat yang dipercayakan kepadanya.

     Ketika memilih Daud, Tuhan memperlengkapi dia dengan urapanNya.  Bahkan Daud mengalami pengurapan dari Tuhan sebanyak tiga kali.  Pertama, ia diurapi saat menjadi calon raja:  "Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama."  (1 Samuel 16:13).  Saat itu raja Israel adalah Saul yang akhirnya ditolak Tuhan karena ketidaktaatannya.  Jadi Daud sedang dipersiapkan untuk menggantikan  Saul.

     Setelah mendapat pengurapan, Roh Tuhan bekerja secara dahsyat dalam diri Daud.  Ia menjadi seorang muda yang luar biasa dan berdampak.  Saat Saul sedang diganggu roh jahat, Daud diundang ke istana Saul:  "...setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya."  (1 Samuel 16:23).  Oleh kuasa pengurapan Tuhan itu pula Daud mampu mengalahkan Goliat.  Kedua, Daud diurapi saat menjadi raja Yehuda,  "Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda."  (2 Samuel 2:4).  Pengurapan yang ketiga:  ketika Daud diangkat menjadi raja Israel, "...datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel."  (2 Samuel 5:3).

     Tidak rindukah kita dipakai Tuhan?  Tuhan akan memakai orang-orang yang merespons panggilanNya.  Marilah lakukan dengan setia apa pun yang saat ini dipercayakan Tuhan kepada kita meskipun itu 'kecil' menurut pemandangan manusia.

Tidak ada alasan berkata 'tidak bisa' karena kita diperlengkapi Tuhan dengan talenta dan karuania, dan ROH KUDUS yang senantiasa menolong dan memampukan kita mengerjakan panggilanNya!
February 03, 2013, 05:11:26 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/kasih-tuhan-dasar-Kekristenan.html

Quote
Sunday, February 3, 2013
KASIH TUHAN: Dasar Kekristenan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Februari 2013 -

Baca:  Mazmur 36:1-13

"Ya Tuhan, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan."  Mazmur 36:6

Siapa di antara kita yang masih ragu akan kasih setia Tuhan?  Jika ada, berarti kita adalah orang-orang yang tidak tahu berterima kasih.  Bukankah di setiap langkah hidup ini, di setiap hela nafas yang kita hirup, setiap detik, kita merasakan kasih Tuhan?  Rasul Yohanes menulis,  "...Allah adalah kasih. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."  (1 Yohanes 4:8, 10).

     Pernyataan bahwa Tuhan adalah kasih memberi pengertian kepada kita bahwa Tuhan adalah sumber kasih itu sendiri sehingga Dia tidak dapat dipisahkan dari sifat dasarnya yang adalah kasih.  Jadi di dalam Tuhan ada kasih yang melimpah.  Sungguh, tidak ada kata lain bagi kita selain harus selalu mengucap syukur!  "Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu."  (Mazmur 36:8).  Karena kasih adalah karakter dasar Tuhan, maka Dia berlimpah dengan kasih dan segala karyaNya senantiasa bernuansa kasih.  Bahkan manusia berdosa pun dikasihi, diperbarui dan diselamatkan melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib.

     Itulah sebabnya kasih menjadi dasar bagi Kekristenan.  Kasih harus menjadi bagian hidup orang-orang yang menyebut dirinya Kristen, yaitu pengikut Kristus.  Kata 'kasih' seyogianya bukan hanya digembar-gemborkan melalui kotbah para hamba Tuhan atau ditulis melalui slogan-slogan namun harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.  Kasih itu tidak abstrak, tetapi konkret dan harus dinyatakan.  Tuhan Yesus berkata,  "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."  (Yohanes 13:34-35).  Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus rasul Paulus pun menegaskan bahwa kasih itu melebihi segala sesuatunya  (baca  1 Korintus 13:1-13).

Betapa banyak orang Kristen yang masih menjadikan kasih hanya sebatas 'lips service' saja, di mana mereka hanya mengasihi orang-orang terdekat dan golongannya saja!

February 04, 2013, 05:06:48 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/mengasihi-tuhan-dengan-sungguh.html

Quote
Monday, February 4, 2013
MENGASIHI TUHAN DENGAN SUNGGUH
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Februari 2013 -

Baca:  Yohanes 14:15-31

"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku."  Yohanes 14:21a

Apakah Saudara mengasihi Tuhan?  Jika Saudara menjawab 'ya', apakah buktinya?  "Setiap Minggu saya ke gereja, sudah terlibat dalam pelayanan.  Saya adalah penyandang dana terbesar pembangunan gereja."  Benarkah ini sudah menjadi bukti atau ukuran bahwa kita mengasihi Tuhan, bila kita melakukan itu semua hanya sebatas aktivitas lahiriah?

     Dalam Markus 12:30 dikatakan,  "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."  Kata segenap berarti menempatkan Tuhan pada skala prioritas utama dalam hidup.  Kita menjadikan Tuhan sebagai subyek kasih satu-satunya, tidak ada yang boleh kita kasihi lebih daripada Tuhan.  Dia adalah yang utama dan nomor satu dalam segala hal.  Tidak ada siapa pun dan apa pun yang dapat menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita.  Inilah yang disebut mengasihi Tuhan dengan sungguh.  Namun seringkali kita mencintai uang atau harta lebih daripada Tuhan, mencintai pekerjaan lebih daripada Tuhan;  waktu-waktu kita banyak tersita untuk perkara-perkara duniawi daripada untuk bersekutu dan mencari hadirat Tuhan.  Tetapi bagi Daud tidak demikian.  Simaklah pernyataannya:  "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."  (Mazmur 84:11).

     Mengasihi Tuhan berarti memberikan segenap keberadaan hidup kita untuk dikuasai dan dipimpin oleh Roh Tuhan;  artinya kita berjalan bersama Tuhan setiap hari, memikirkan jalan-jalanNya, tunduk pada kehendakNya, taat melakukan firmanNya, memegang teguh janjiNya dan rela dididik (dibentuk) oleh Tuhan.  Maka kita tidak masuk 'kategori' sebagai orang yang mengasihi Tuhan jika kita tidak hidup dalam ketaatan,  "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku... Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku;"  (Yohanes 14:23, 24)

Jadilah pelaku firman!  Sebab  "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."  Matius 7:21
February 05, 2013, 05:11:09 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/mengasihi-orang-lain-1.html

Quote
Tuesday, February 5, 2013
MENGASIHI ORANG LAIN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Februari 2013 -

Baca:  Roma 12:9-21

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."  Roma 12:10

Tanda dari seseorang yang telah lahir baru (manusia baru) adalah memiliki kasih.  Sebagai orang percaya kita ini adalah ciptaan baru di dalam Kristus (baca 2 Korintus 5:17).  Yang menjadi pertanyaan:  sudahkah kita menjadi orang Kristen yang penuh dengan kasih?  Ini perlu ditanyakan karena Kekristenan tidak dapat dipisahkan dari kasih.  Mengapa pula hingga detik ini kita masih saja menjadi orang yang egois, pendendam, punya sakit hati, kebencian, kepahitan dan tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain?  Alkitab dengan jelas menyatakan:  "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."  (1 Yohanes 4:20).

     Mengasihi orang lain atau sesama kita adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya.  Karena itu kita tidak boleh mengabaikan hal ini, sebab mengasihi orang lain juga merupakan balasan kasih yang telah diberikan Tuhan kepada kita.  Kasih itu juga bersifat aktif, artinya mendahului, bukan menunggu atau membalas.  Kebanyakan dari kita baru mau mengasihi setelah dikasihi, baru mau memberi setelah diberi.  Namun tertulis:  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."  (Matius 7:12).

     Mengasihi sesama berarti mengasihi orang lain tanpa melihat latar belakang mereka (ras, suku, bangsa, status sosial).  Dalam Galatia 6:10 dikatakan:  "...marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."  Mengapa 'kawan-kawan seiman' lebih diutamakan?  Bukankah terdengar seperti "pilih-pilih kasih"?  Namun ini berarti kita menjadikan saudara seiman yang adalah satu dalam keluarga Kerajaan Allah sebagai tempat pertama untuk kita berlatih atau mempraktekkan kasih itu sebelum kita melangkah keluar untuk mengasihi orang-orang di luar Tuhan.  Bagaimana kita bisa mengasihi orang-orang di luar sana jika terhadap saudara seiman atau rekan sesama anggota jemaat Tuhan saja kita tidak mau peduli dan masih menutup mata?  (Bersambung)
February 06, 2013, 04:53:14 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://forumkristen.com/index.php?action=post;topic=47122.30;last_msg=834940

Renungan Harian Air Hidup

Wednesday, February 6, 2013
MENGASIHI ORANG LAIN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Februari 2013 -

Baca:  Markus 12:28-34

"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  Markus 12:31

Tuhan tidak pernah memberikan perintah untuk mengasihi diri sendiri dan mengabaikan orang lain, tetapi untuk mengasihi satu sama lain.  Namun secara naluriah semua manusia memiliki kecenderungan untuk mengasihi diri sendiri dan hidup berpusat pada diri sendiri.  Dari situlah kemudian Tuhan membuat suatu perintah:  sebagaimana manusia mengasihi dirinya sendiri demikianlah hendaknya manusia mengasihi sesamanya.

     Karena kita adalah pengikut Kristus maka kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup  (baca  1 Yohanes 2:6), yaitu mengikuti teladanNya;  salah satunya dalam hal kasih.  Alkitab menulis:  "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  (Matius 20:28).  Ketika berada di bumi fokus pelayanan Tuhan Yesus adalah melayani jiwa-jiwa dengan penuh kasih, seperti tertulis:  "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala."  (Matius 9:36).  Melihat orang lapar, hatiNya tergerak oleh belas kasihan dan diberiNya mereka makan;  banyak orang sakit disembuhkan dan dipulihkanNya;  orang yang buta dicelikkanNya, bahkan orang yang mati sanggup Ia bangkitkan.  Dia tidak pernah menolak siapa pun yang mau datang kepadaNya.  TanganNya selalu terbuka bagi semua orang:  "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."  (Matius 11:28).  Bukan hanya itu, Ia juga rela mengorbankan hidupNya, mati di atas kayu salib demi menebus dosa umat manusia.  Bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah mengasihi sesama kita.  Semakin besar kita mengasihi Tuhan semakin besar pula kasih yang akan kita salurkan kepada sesama kita.  Sebaliknya bila kasih kita kepada Tuhan itu kecil, maka kecil pula kasih kita kepada orang lain, kita sulit untuk bisa mengasihi sesama kita.

     Mengasihi selalu berbuahkan perbuatan-perbuatan baik;  mengasihi berarti membalas kejahatan dengan kebaikan, mampu berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita;  mengasihi berarti memberi, bukan hanya menerima.

Kita tidak layak disebut sebagai pengikut Kristus jika kita tidak bisa mengasihi orang lain!
February 07, 2013, 04:59:59 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/kepenuhan-di-dalam-kristus.html

Thursday, February 7, 2013
KEPENUHAN DI DALAM KRISTUS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Februari 2013 -

Baca:  Kolose 2:6-15

"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia."  Kolose 2:6

Sebagai orang Kristen kita tidak hanya cukup percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat saja, namun harus makin bertumbuh di dalamNya.  Kita harus berupaya untuk mengenal Dia lebih dalam lagi.

     Masakan sudah bertahun-tahun menjadi Kristen tapi pengenalan kita akan Tuhan tetap saja dangkal?  Apakah kita masih pada tingkat Kristen kanak-kanak walaupun secara fisik kita sudah dewasa atau bahkan sudah tua?  "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras."  (Ibrani 5:12).  Akibatnya ketika ada masalah atau badai hidup kita akan mudah sekali kecewa dan meninggalkan Tuhan.

     Rasul Paulus menasihati,  "...hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia."  Kata tetap berarti tidak berubah, tidak goyah, konsisten.  Untuk bisa seperti itu kita harus berakar di dalam Tuhan dan dibangun di atas Dia.  Pohon akan tetap kokoh apabila akarnya tertanam dalam di tanah.  Semakin akar itu menembus jauh ke dalam tanah, semakin kuat tanaman tersebut.  Akar selalu masuk ke bawah tanah dengan tujuan membangun dasar yang kuat.  Begitu juga kehidupan orang Kristen yang tetap di dalam Tuhan, senantiasa karib dan melekat kepada Tuhan, ia diibaratkan  "...seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."  (Mazmur 1:3).  Pohon ini akan tetap kokoh meski diterpa angin.  Sama halnya dengan rumah yang didirikan di atas batu (pondasinya kuat),  "Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh..."  (Matius 7:25).

     Tuhan menghendaki kita terus bertumbuh secara sempurna di dalam Dia,  "sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,"  (Efesus 4:13).

Seseorang yang mengalami kepenuhan hidup dalam Kristus senang bersekutu dengan Tuhan dan firmanNya, giat melayaniNya dan hidupnya menjadi kesaksian.
February 08, 2013, 06:07:38 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/bersedia-dikoreksi.html

Friday, February 8, 2013
BERSEDIA DIKOREKSI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Februari 2013 -

Baca:  Mazmur 26:1-12

"Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku."  Mazmur 26:2

Ketika melakukan sebuah kesalahan tidak semua orang mau ditegur dan dikoreksi.  Kita cenderung membenarkan diri sendiri atau menganggap diri paling benar.  Orang yang merasa dirinya pintar seringkali berpikir bahwa setiap perkataan dan keputusannya adalah selalu benar, sehingga ia sering menempatkan kelemahan, kekurangan dan kesalahan pada pihak lain, seperti kata Alkitab:  "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"  (Matius 7:3).  Juga yang telah memiliki kedudukan tinggi atau kaya seringkali menjadi sombong atas apa yang telah diperolehnya, sehingga tidak sedikit yang memandang rendah orang lain.  Orang seperti ini juga biasanya mudah marah dan tersinggung apabila ditegur dan dikoreksi orang lain.

     Mari belajar dari Daud, yang walaupun memiliki kedudukan tinggi sebagai raja, terkenal, memiliki kekayaan yang melimpah dan juga pasukan tentara yang kuat, tetaplah orang yang rendah hati.  Kerinduannya untuk senantiasa berjalan dalam kehendak Tuhan membuatnya rela ditegur dan dikoreksi setiap saat.  Bahkan ia memohon kepada Tuhan untuk selalu diselidiki hatinya apabila masih ada hal-hal yang tidak berkenan kepadaNya.  Daud berkata,  "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku."

     Sebagai manusia Daud sadar bahwa dia bukanlah orang yang sempurna, bahkan seringkali ia melakukan pelanggaran di hadapan Tuhan.  Meski demikian ia selalu berjiwa besar untuk menerima teguran dan koreksi.  Ketika telah berbuat dosa, ia dengan jujur mengakuinya.  Dengan hati hancur ia datang kepada Tuhan, meminta pengampunan dari Tuhan dan segera bertobat.  Ia berkata,  "Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!"  (Mazmur 51:12-13).  Akan tetapi tidak demikian dengan Saul, yang ketika ditegur karena kesalahannya ia langsung marah atau berkilah dan menyalahkan orang lain.  Bagaimana dengan kita?  Adakalanya Tuhan memakai orang lain untuk menegur dan mengoreksi kita.

Setiap teguran dan koreksi yang ditujukan kepada kita hendaknya kita sikapi dengan pikiran yang positif, karena hal itu demi kebaikan kita juga!
February 09, 2013, 06:25:39 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/jangan-congkak.html

Saturday, February 9, 2013
JANGAN CONGKAK
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Februari 2013 -

Baca:  Yakobus 4:1-10

"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."  Yakobus 4:6

Banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa kesombongan, tinggi hati, congkak, memegahkan diri adalah sikap yang sangat tidak berkenan kepada Tuhan.  Dengan tegas Tuhan sangat menentang orang-orang yang demikian.  Di dalam Amsal 6:16-19 dikatakan ada enam perkara yang dibenci Tuhan, bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi Dia, dan salah satunya adalah kesombongan.  Itulah sebabnya  "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;"  (Yesaya 2:11a).  Juga ada tertulis:  "Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman."  (Amsal 16:5).

     Raja Nebukadnezar adalah salah satu contoh orang congkak yang tertulis di dalam Alkitab.  Ia berpikir bahwa segala kebesaran, kemegahan dan apa pun yang ada padanya adalah hasil dari kemampuan dan kehebatannya sendiri.  Suatu saat ia berjalan di atas istananya di Babel, dan dengan sombongnya ia berkata,  "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"  (Daniel 4:30).  Namun saat itu pula Tuhan menghukum Nebukadnezar karena kesombongannya, di mana ia direndahkan oleh Tuhan:  "...engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!"  (Daniel 4:32).  Akhirnya Nebukadnezar menyadari kesalahannya dan mengakui kebesaran Tuhan sehingga Ia pun memulihkan keadaannya.

     Di hadapan Tuhan, kita bukanlah siapa-siapa,  "...tidak lebih dari pada embusan nafas,"  (Yesaya 2:22).  Segala yang kita miliki, baik itu harta kekayaan, kepintaran, jabatan dan sebagainya datang dari Tuhan.  Tanpa campur tangan Tuhan, kita tidak akan mampu meraihnya.

Jangan congkak;  jika Tuhan berkehendak mengambilnya, semua yang kita miliki akan lenyap seketika.
February 10, 2013, 05:15:30 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/tuhan-sanggup-memulihkan-1.html

Sunday, February 10, 2013
TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Februari 2013 -

Baca:  Mazmur 126:1-6

"Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi."  Mazmur 126:1

Saat ini dunia dipenuhi dengan goncangan-goncangan.  Goncangan tidak hanya melanda satu bidang kehidupan saja tapi hampir di seluruh aspek kehidupan.  Akibatnya banyak orang menjadi mudah frustasi, kecewa dan putus asa.  Tapi kita sebagai umat pilihanNya tidak perlu takut dan cemas karena  "...kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut."  (Ibrani 12:28).

     Di masa-masa yang sulit ini kita harus makin mendekat dan melekat kepada Tuhan, sebab seberat dan seburuk apa pun keadaan kita Tuhan sanggup memulihkan.  Ia memiliki rancangan terbaik bagi setiap umatNya yang mau datang kepadaNya.  "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."  (Mazmur 126:5-6).  Tuhan berkata,  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).  Jadi, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10b).

     Mengapa kita masih belum mengalami dan menikmati rancangan Tuhan yang baik ini?  Karena kita belum mengerti bagaimana meraih janji yang telah disediakan Tuhan itu!  Kita tahu bahwa Tuhan memberikan free will (kehendak bebas) kepada kita untuk membuat pilihan hidup:  taat atau tidak taat.  Jika kita taat atau menempuh jalan yang sudah Tuhan tentukan, semua janji Tuhan akan berlaku atas hidup kita.  Sebaliknya jika kita tidak taat dan menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, janji-janji Tuhan itu tidak bisa kita nikmati.  Tuhan berkata,  "...apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;"  (Yeremia 29:12).

Berseru bukan sekedar berdoa meminta apa yang kita perlukan;  berseru berarti mengungkapkan isi hati dengan segenap kekuatan kita.
February 11, 2013, 05:50:24 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/tuhan-sanggup-memulihkan-2.html

Monday, February 11, 2013
TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Februari 2013 -

Baca:  Yeremia 29:10-14

"Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah Firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan keadaanmu..."  Yeremia 29:14

Bagaimana kehidupan doa saudara?  Kita sering hanya berdoa saat bangun tidur, mau makan dan mau tidur.  Cukupkah demikian?  Sementara berdoa secara pribadi keapda Tuhan jarang kita lakukan.  Berdoa pribadi bukanlah suatu kewajiban agama, aktivitas rutin belaka atau karena keterpaksaan, tapi haruslah suatu kehidupan yang terpancar dari dalam hati kita bagaikan air sungai yang mengalir terus-menerus siang dan malam;  doa yang lahir dari kerinduan hati kita terdalam untuk bertemu Tuhan secara pribadi,  "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup."  (Mazmur 42:2-3a).

     Adakah kita rindu sedemikian saat berdoa?  Alkitab menjamin,  "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."  (Yakobus 5:16b).  Ketika kita hidup di jalur Tuhan pasti doa-doa kita diperhatikanNya.  Penghalang utama doa kita tidak dijawab adalah dosa dan pelanggaran kita sendiri (baca  Yesaya 59:1-2).

     Selain berseru kepada Tuhan kita harus mencari wajahNya senantiasa.  Dalam Yeremia 29:13 dikatakan,  "Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati."  Mencari wajah Tuhan berarti merindukan kehadiran Tuhan dalam hidup kita setiap saat.  "Carilah wajah-Ku; maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan."  (Mazmur 27:8).  Ketika Tuhan hadir dan melawat hidup kita sesuatu pasti terjadi:  pemulihan, kesembuhan, berkat, pertolongan, sukacita, ketenangan, pasti dinyatakan.  Ketika tabut Tuhan (lambang kehadiran Tuhan) berada di rumah Obed-Edom selama tiga bulan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi keluarganya secara luar biasa (baca  2 Samuel 6:11).

     Tuhan Yesus adalah jawaban bagi setiap persoalan hidup kita.  Tidak ada pribadi lain yang dapat memberikan jalan keluar terbaik selain Dia.  Karena itu tanggalkan segala hal yang tidak berkenan, maka Dia tidak akan menyembunyikan wajahNya terhadap kita.  Percayalah bahwa janji pemulihan bagi kita akan digenapi oleh Tuhan.

Jadikan doa sebagai kebutuhan pribadi dan rindukan kehadiran Tuhan selalu, maka hidup kita pasti dipulihkan!
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)