Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 142459 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 22, 2013, 04:57:53 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/02/seburuk-apa-pun-bersyukurlah.html

Friday, February 22, 2013
SEBURUK APA PUN, BERSYUKURLAH!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Februari 2013 -

Baca:  Mazmur 138:1-8

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu."  Mazmur 138:1

Biasanya orang akan bersorak-sorai dan beria-ria ketika sesuatu yang menyenangkan dialaminya.  Itu adalah ekspresi wajar.  Namun jika yang dihadapi adalah penderitaan dan kesesakan, adakah sorak-sorai dan tawa lepas?  Justru yang terjadi sebaliknya:  sedih, murung, kecewa dan putus asa.

     Mari perhatikan perkataan nabi Habakuk ini:  "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku."  (Habakuk 3:17-18).  Saat itu Habakuk sedang dihadapkan pada situasi yang sangat sulit:  melihat kejahatan yang dilakukan orang-orang sebangsanya dan juga penindasan dari bangsa kafir, yang akan berdampak terhadap kehidupan kala itu, terutama bidang perekonomian.  Habakuk menggambarkan keterpurukan ekonomi dengan ketiadaan hasil ladang (pohon ara, anggur, zaitun) dan juga terhalaunya ternak (kambing domba, lembu sapi).  Keadaan yang sangat memprihatinkan!  Namun Habakuk tidak menyerah pada keadaan, ia berjuang melawan fakta yang ada dengan menguatkan imannya kepada Tuhan:  "Allah Tuhanku itu kekuatanku;"  (Habakuk 3:19a).

     Memang, perjalanan hidup ini bukanlah perkara yang mudah, begitu banyak pergumulan yang harus kita hadapi.  Namun bukan berarti kita harus kehilangan sukacita dan tenggelam di dalamnya, karena  "... hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat"  (2 Korintus 5:7).  Jadi tetaplah mengucap syukur, sebab  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,"  (Roma 8:28).  Kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan janjiNya tak ada yang tak pernah ditepatiNya.  Biarlah sikap dan langkah Habakuk dalam menghadapi persoalan yang berat ini menginspirasi kita dan kita teladani.

"Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; ... Tuhan akan menyelesaikannya bagiku!"  Mazmur 138:7-8
February 23, 2013, 04:52:06 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/tuhan-itu-murah-hati-1.html

Saturday, February 23, 2013
TUHAN ITU MURAH HATI (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Februari 2013 -

Baca:  Mazmur 30:1-13

"Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai."  Mazmur 30:6

Kita adalah orang-orang yang beruntung karena mmeiliki Tuhan yang hidup dan berlimpah kemurahan.  "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"  (Ratapan 3:22-23).  Ayat ini menegaskan bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan, rahmatNya takkan pernah habis dan selalu baru.  Luar biasa!

     Salah satu contoh orang yang beroleh kemurahan dari Tuhan adalah Rahab.  Siapa itu Rahab?  Alkitab mencatat bahwa Rahab adalah seorang wanita sundal yang tinggal di Yerikho, sebuah kota yang dikutuk oleh Yosua.  Sebagai wanita sundal, bukankah ia masuk kategori sebagai 'sampah' masyarakat?  Bagaimana mungkin ia beroleh kemurahan dari Tuhan?  Bukan tanpa alasan bila Rahab mengalami pembelaan Tuhan.  Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa  "...ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho."  (Yosua 6:25).  Jadi Rahab mendapat kemurahan Tuhan karena dia memihak kepada Tuhan dengan menyembunyikan dua orang pengintai dari kejaran orang-orang Yerikho, sehingga kedua orang itu bisa dikatakan berutang nyawa kepada Rahab.  Karena itu sebelum meninggalkan kota, mereka berpesan kepada Rahab supaya ia mengikatkan tali dari benang kirmizi (berwarna merah) pada jendela rumahnya.  Rahab pun melakukan sesuai yang diperintahkan.  Dan ketika kota Yerikho dibumihanguskan, Yosua pun berkata kepada kedua orang pengintai itu,  "Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya." (Yosua 6:22).

     Tuhan tidak pernah memandang bulu atau latar belakang orang-orang yang Ia beri kemurahan.  Rahab, dengan masa lalu buruk, beroleh kemurahan Tuhan karena ia telah menunjukkan kasihnya kepada orang Israel, yang ia tahu memiliki Tuhan yang hidup dan berkuasa.  Alkitab mencatat bahwa Rahab salah satu saksi iman.  "Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik."  (Ibrani 11:31).
February 24, 2013, 04:43:55 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/02/tuhan-itu-murah-hati-2.html

Sunday, February 24, 2013
TUHAN ITU MURAH HATI (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Februari 2013 -

Baca:  Roma 9:1-29

"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."  Roma 9:15

Rahab, meski masa lalunya kelam, beroleh kemurahan dari Tuhan dan namanya pun tercatat sebagai salah satu dari saksi-saksi iman.  Seburuk apa pun masa lalu kita, asal kita mau datang kepada Tuhan dan bertobat, Tuhan pasti sanggup pulihkan.  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18).

     Adapun tanda merah di jendela rumah Rahab adalah gambaran keselamatan yang sejati, yaitu darah Kristus yang tercurah di atas kayu salib, untuk menebus dosa-dosa kita.  Pengorbanan Kristus adalah bukti nyata betapa Allah sangat bermurah hati sehingga Ia rela menyerahkan PuteraNya supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal  (baca  Yohanes 3:16).  Sesungguhnya kita tidak layak menerima keselamatan itu, tapi oleh kasih karuniaNya kita dilayakkan.  Dalam Efesus 1:7 dikatakan,  "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya."  Setelah mengetahui bahwa Tuhan itu murah hati bukan berarti kita dapat hidup seenaknya, bermalas-malasan sambil berpangku tangan menunggu kemurahanNya turun.  Kita harus mengerjakan bagian kita, dan Tuhan akan mengerjakan bagianNya yaitu menyatakan kemurahannya atas kita.  Kemurahan Tuhan tidak pernah beranjak dari kehidupan orang-orang yang senantiasa karib denganNya, di mana  "...perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."  (Mazmur 25:14).  Ini pula yang dirindukan Daud,  "...diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya."  (Mazmur 27:4).

     Sekarang ini mungkin banyak orang berkata,  "Ah, percuma beribadah melayani Tuhan, toh hidup kita tidak ada perubahan."  Namun perhatikan ayat ini:  "...kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya."  (Maleakhi 3:18).  Ketekunan kita dalam beribadah dan melayani Tuhan tidak akan pernah sia-sia, selalu akan membawa keuntungan bagi kita.

Kemurahan Tuhan selalu mengikuti orang-orang benar!
February 25, 2013, 05:45:41 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/berkat-tuhan-tersedia-bagi-orang-benar.html

Monday, February 25, 2013
BERKAT TUHAN TERSEDIA BAGI ORANG BENAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Februari 2013 -

Baca:  Mazmur 5:1-13

"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai."  Mazmur 5:13

Dalam kitab Maleakhi ditegaskan bahwa akan ada perbedaan antara kehidupan orang benar dan orang fasik.  Terhadap orang benar Tuhan menegaskan,  "Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, Firman Tuhan semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia."  (Maleakhi 3:17).  Ini membuktikan bahwa orang-orang benar senantiasa berada dalam pengawasan Tuhan,  "Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai."  (ayat nas).  Berkat-berkat Tuhan disediakan bagi orang-orang yang hidup sesuai dengan kehendakNya.  Itulah sebabnya Pemazmur berkata,  "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam...apa saja yang diperbuatnya berhasil."  (Mazmur 1:1-3).

     Sebelum kita mengalami keberhasilan dalam hidup ini kita harus terlebih dahulu berhasil dalam Tuhan.  Artinya kita harus mengutamakan Tuhan dan menempatkan Dia sebagai prioritas utama,  "...maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."  (Matius 6:33).  Kita harus memiliki waktu pribadi dengan Tuhan, hidup benar sesuai firmanNya.  Jika hubungan kita dengan Tuhan semakin dekat, apa saja yang kita minta dalam namaNya akan terjadi seperti yang Tuhan janjikan.  Kata  'apa saja yang diperbuatnya'  menunjuk kepada suatu usaha atau tindakan kita, bukan hanya berdoa saja tapi doing nothing.  Kita pasti tahu apa itu Ora Et Labora yaitu berdoa dan juga bekerja;  keduanya harus sejalan.

     Yakub pun demikian, bekerja 7 tahun pada Laban.  Meski selalu dicurangi, ia tetap tekun bekerja dan Tuhan membuat segala yang diperbuatnya berhasil:  "Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai."  (Kejadian 30:43).  Jangan kuatir akan hidup ini!

Asal mengutamakanNya, apa saja yang kita perbuat pasti berhasil dan diberkatiNya!
February 26, 2013, 04:55:31 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/02/alergi-pada-kata-taat.html

Tuesday, February 26, 2013
ALERGI PADA KATA 'TAAT'
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Februari 2013 -

Baca:  1 Petrus 1:13-25

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,"  1 Petrus 1:14

Dalam menjalani hidup ini banyak orang Kristen maunya yang enak-enak saja, layaknya melewati jalan tol yang bebas hambatan:  diberkati, disembuhkan, dipulihkan, hidup yang terus naik dan sebagainya, tapi kita tidak mau melewati proses atau membayar harga.  Tuhan Yesus berkata,  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."  (Matius 16:24).

     Menyangkal diri dan memikul salib berbicara tentang ketaatan.  Tapi sayang, jika ada hamba Tuhan yang begitu keras berkhotbah tentang ketaatan banyak di antara kita yang merasa tersinggung, marah dan berusaha untuk menghindarinya, serasa 'alergi' mendengarnya.  Kita lebih suka mendengar kotbah dari hamba Tuhan yang isinya ringan, lucu dan menghibur.  Kita inginnya hidup semau kita saja.  Kita menganggap bahwa ketaatan itu seperti raksasa yang menakutkan dan siap menerkam;  seperti pagar besi yang membelenggu langkah gerak kita.  Bukankah ini seperti orang fasik atau orang bebal?  Sebab  "Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai."  (Amsal 10:23).  Tetapi bagi kita orang percaya, Alkitab menegaskan,  "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."  (1 Tesalonika 4:7).

     Sebagai anak-anak Tuhan seharusnya kita bersyukur bila kita terus diingatkan untuk hidup dalam ketaatan.  Setiap teguran, ajaran dan peringatan hendaknya kita ambil sisi positifnya dan kita terima sebagai berkat rohani.  Tuhan sangat mengasihi kita;  Dia tidak ingin kita jauh dan makin tersesat.  Itulah sebabnya  "...Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."  (Ibrani 12:5-6).  Sebaliknya,  "...jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang."  (Ibrani 12:8).  Ketaatan adalah juga pintu gerbang untuk mengalami berkat-berkat Tuhan.

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,"  1 Petrus 1:14
February 27, 2013, 04:21:57 AM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/02/orang-Kristen-adalah-garam-dunia.html

Wednesday, February 27, 2013
ORANG Kristen ADALAH GARAM DUNIA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Februari 2013 -

Baca:  Matius 5:13-16

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."  Matius 5:13

Seringkali kita tidak menyadari bahwa sebagai seorang Kristen kehidupan kita selalu menjadi sorotan orang-orang di luar Tuhan.  Rasul Paulus mengatakan,  "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang."  (2 Korintus 3:2).  Kita ini adalah surat yang terbuka, yang dapat dibaca dan dilihat oleh semua orang.  Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dalam menjaga sikap dan perilaku hidup kita sehari-hari.  Jangan sampai kita menjadi batu sandungan bagi mereka atau menjadi buah mulut (negatif) sehingga nama Tuhan tercoreng karena perbuatan kita.  Ayat nas menegaskan bahwa keberadaan kita ini adalah sebagai garam di tengah-tengah dunia.  Apa nilai lebih dari garam sehingga Alkitab menggunakan kata ini untuk mengkiaskan kehidupan orang percaya?

     Dalam Perjanjian Lama garam sudah menjadi bagian dari korban sajian yang dipersembahkan oleh umat kepada Tuhan:  "Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam."  (Imamat 2:13).  Mengapa setiap korban sajian perlu dibubuhi garam?  Garam perlu ditambahkan di setiap sajian supaya menghasilkan bau yang harum dan sedap, dan kita tahu bahwa persembahan yang harum itu menyenangkan hati Tuhan:  "...kepada persembahan yang harum Aku berkenan kepadamu..."  (Yehezkiel 20:41).  Tuhan menghendaki agar kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepadaNya.  Kita adalah garam bagi dunia ini.  Namun perhatikanlah, garam akan bernilai guna jika ia berada pada keadaan aslinya yaitu asin.  Tetapi jika garam itu sudah menjadi tawar, ia tidak akan berguna lagi.

     Hidup yang berkenan kepada Tuhan adalah seperti korban sajian yang dibubuhi garam, suatu kehidupan yang berdampak dan menjadi berkat bagi orang lain.  Oleh karena itu jangan pernah main-main dengan Kekristenan Saudara.

Sudahkah hidup kita hasilkan  "...bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa."?  2 Korintus 2:15
February 28, 2013, 05:00:03 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/gereja-sebuah-keluarga-allah.html

Thursday, February 28, 2013
GEREJA: Sebuah Keluarga Allah
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Februari 2013 -

Baca:  Efesus 2:11-22

"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"  Efesus 2:19

Setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus memiliki status baru dalam hidupnya, yaitu disebut sebagai anak-anak Allah:  "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus."  (Galatia 3:26).  Dengan demikian Allah menjadi Bapa kita, kita menjadi anak-anakNya dan orang-orang percaya lainnya menjadi saudara-saudara kita dalam sebuah keluarga rohani.  Rasul Yohanes menambahkan,  "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah."  (1 Yohanes 3:1).  Jadi,  "...kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."  (Galatia 4:7).

     Sebagai anak, kita membutuhkan suatu tempat untuk kita tinggal dan bertumbuh, dan tempat itu adalah sebuah keluarga (gereja).  Gereja, dalam bahasa Yunani disebut ekklesia (ek = keluar, kaleo = memanggil), merupakan persekutuan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan masuk ke dalam terangNya yang ajaib  (baca 1 Petrus 2:9).  Itulah sebabnya orang Kristen harus tertanam dalam sebuah gereja lokal.  Masih banyak orang Kristen yang tidak tertanam dalam sebuah gereja lokal, yang lebih suka berpindah-pindah gereja, suka pilih-pilih siapa yang berkotbah.  Itu bisa diibaratkan seperti tanaman yang belum berakar terlalu kuat yang kemudian dicabut dan ditanam lagi di tempat lain.

     Sebagai anak-anak Tuhan yang mengalami kelahiran baru di dalam Kristus, kita ini diumpamakan seperti bayi yang baru lahir:  butuh susu dan makanan rohani, butuh perawatan dan perlindungan dari orang tua rohani dan juga kakak-kakak rohani kita.  Itulah pentingnya sebuah gereja lokal.  Jadi kita bukan hanya datang memenuhi bangku gereja yang kosong tanpa mengenal satu dengan yang lainnya.  Kita membutuhkan persekutuan dengan saudara seiman lainnya untuk membimbing kerohanian kita.  Janganlah ingin bebas sekehendak hati tanpa ada orang lain yang mengawasi hidup kita.  Jika kita takut memiliki komitmen dan takut dibentuk akan membuat kita tidak bisa bertumbuh dan menjadi dewasa rohani.

Ingat!  Seorang bayi tidak bisa bertumbuh dengan sehat tanpa adanya keluarga!
March 01, 2013, 04:38:54 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/hidup-untuk-sebuah-misi.html

Friday, March 1, 2013
HIDUP UNTUK SEBUAH MISI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Maret 2013 -

Baca:  Mazmur 67:1-8

"supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa."  Mazmur 67:3

Jika menyadari bahwa hidup kita ini telah ditebus oleh darah Kristus, tidak seharusnya orang Kristen bersikap acuh tak acuh terhadap pelayanan.  Bukankah banyak di antara kita yang dengan sengaja menghindar atau menolak secara terang-terangan jika diimbau untuk melayani Tuhan?  Padahal  "...kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."  (Efesus 2:10).

     'Pekerjaan baik' yang dimaksud adalah pelayanan kita.  Jadi Tuhan memanggil kita untuk melayani Dia dan memberikan sumbangsih bagi kerajaanNya dan sesama, sebagaimana dilakukan Yesus ketika ia berada di bumi yaitu melayani bapa.  "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya."  (Yohanes 17:4).  Yesus bukan saja mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Bapa dengan taat dan setia, bahkan Ia sampai rela mati di atas kayu salib.  Sungguh,  "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  (Matius 20:28).  Pelayanan tidak selalu di atas mimbar.  Apa pun dan kapan pun kita melayani orang lain dengan penuh kasih dan ketulusan, seperti yang diperbuat oleh seorang Samaria  (baca  Lukas 10:25-37), ini juga wujud sebuah pelayanan.  "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."  (Matius 25:40).

     Ingat!  Kita diselamatkan bukan untuk diri sendiri atau mementingkan diri sendiri, tapi untuk sebuah misi.  Ada amanat Agung yang harus kita kerjakan supaya kita memberitakan jalan-jalanNya dan berita keselamatan itu kepada bangsa-bangsa, sehingga nama Tuhan dipermuliakan dan kerajaanNya ditegakkan di atas muka bumi ini.  Tuhan Yesus berkata,  "...pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,"  (Matius 28:19).

Keberadaan orang percaya di tengah dunia adalah untuk melayani dan mengerjakan misi Tuhan!
March 02, 2013, 04:52:03 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/03/intimacy-keintiman-kunci-mengerjakan.html

Saturday, March 2, 2013
INTIMACY (KEINTIMAN): Kunci Mengerjakan Misi
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Maret 2013 -

Baca:  Yesaya 42:1-9

"Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya,..."  Yesaya 42:1

Sebelum melangkah ke luar mengerjakan misi Tuhan, kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebab panggilan melayani berkenaan dengan hati yang rela menyerahkan diri kepada Tuhan, seperti Yesaya:  "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"  (Yesaya 6:8).

     Panggilan adalah dasar pelayanan kita.  Jadi keterlibatan kita dalam melayani Tuhan bukan karena adanya keterpaksaan, ikut-ikutan, ajang pamer, apalagi disertai dengan motivasi yang tidak benar  (terselubung).  Bagaimana supaya hati kita benar-benar siap dan layak untuk melayani Dia?  Kita harus memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan.  Semakin kita karib dengan Tuhan semakin Ia membentuk dan memproses kita sesuai dengan rencanaNya.  Alkitab mencatat,  "Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah Firman Tuhan dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?"  (Yeremia 23:9).  Dengan firmannya, Tuhan membersihkan dan menghancurkan hal-hal yang tidak berkenan yang masih ada di dalam kita.  Tertulis:  "...setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."  (Yohanes 15:2).

     Kekariban seseorang dengan Tuhan akan membawa dampak di setiap pelayanan, sebab Tuhan berkata,  "Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku,"  (Imamat 10:3).  Karena karib dengan Tuhan karakter Musa berubah dari keras menjadi lemah lembut, bahkan kelembutannya  "...lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi."  (Bilangan 12:3).  Karena itu, Musa dipercaya Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian Daud, hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa sebagai upah dari keintimannya dengan Tuhan.  Daud berkata,  "...lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;"  (Mazmur 84:11), karena itu  "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."  (Mazmur 119:97).  Perhatikan pula yang dilakukan Daniel,  "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."  (Daniel 6:11).

Tuhan memakai orang-orang yang hatinya senantiasa melekat kepadaNya!
March 03, 2013, 04:16:19 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/03/pentingkan-firman-tuhan.html

Sunday, March 3, 2013
PENTINGKAN Firman Tuhan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Maret 2013 -

Baca:  2 Timotius 3:10-17

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus."  2 Timotius 3:15

Apakah Saudara membaca Alkitab setiap hari?  Mungkin ada yang berkata tidak sempat.  Kita seringkali sulit menyediakan waktu membaca Alkitab dan berdoa.  Tapi untuk hal-hal lain?  Masih banyak orang Kristen yang walaupun sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun belum juga membaca Alkitab secara keseluruhan mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu.

     Memang kita akui tidak mudah mendisiplinkan diri membaca Alkitab secara rutin.  Bahkan tidak sedikit orang Kristen yang hanya membuka Alkitabnya saat ibadah di gereja, padahl  "... Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya...Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman,"  (Roma 1:16-17).  Jangan sekali-kali meremehkan Injil, karena di dalamnya terkandung isi hati, kehendak, rencana, jalan dan janji-janji Tuhan.  Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan kepada Yosua demikian,  "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."  (Yosua 1:8).

     Alkitab berisikan ajaran dan petunjuk Tuhan yang bertujuan  "...mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  (2 Timotius 3:16).  Dengan membaca Alkitab langkah hidup kita diarahkan kepada jalan kebenaran Tuhan;  kita juga diingatkan kembali tentang kuasa, kasih, kebaikan, kemurahan, perlindungan dan kepedulianNya kepada kita.  Selain itu kita dapat meneladani kehidupan orang-orang pilihanNya, bagaimana mereka melewati setiap proses dan betapa Tuhan menyatakan kuasaNya atas mereka.  "Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci."  (Roma 15:4).

Alkitab memberikan kekuatan dan pengharapan yang pasti bagi orang percaya, karena tidak ada janji-janji Tuhan yang tidak ditepatiNya!
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)