Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 12453 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

March 14, 2013, 04:56:45 AM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/balas-kejahatan-dengan-kebaikan-2.html

Thursday, March 14, 2013
BALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN! (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Maret 2013 -

Baca:  Roma 12:9-21

"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!"  Roma 12:17

Yusuf sangat percaya bahwa  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."  (Roma 8:28.  Itulah sebabnya ia bisa mengampuni dan melupakan kejahatan yang diperbuat oleh saudara-saudaranya.

     Yusuf juga percaya bahwa Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang tidak pernah tertidur terlelap,  "Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik."  (Amsal 15:3).  Di tengah pergumulan yang begitu berat Yusuf tidak menyimpang dari jalan Tuhan dan mempertahankan hidup tidak bercela di hadapanNya.  Akhirnya Yusuf mengalami penggenapan janji Tuhan seperti tertulis:  "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,"  (Ulangan 28:13).  Andaikan Yusuf mengandalkan kekuatan sendiri dan melakukan pembalasan terhadap apa yang telah diperbuat oleh saudaranya, ia tidak akan mengalami peninggian dari Tuhan;  mimpi yang pernah ia terima pun tidak akan pernah menjadi kenyataan.

     Kejahatan, kebencian dan dendam hanya akan menjadi penghalang berkat Tuhan dicurahkan.  Sampai banyak ini masih banyak orang Kristen yang sulit sekali mengampuni orang lain, hatinya masih dipenuhi oleh rasa sakit hati, kepahitan, dendam.  Bukankah hal ini menunjukkan bahwa kita belum bertobat dengan sungguh?  Petobat sejati pasti menghasilkan buah-buah sesuai dengan pertobatannya  (baca  Matius 3:8).  Adapun buah-buah itu adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri  (baca  Galatia 5:22-23).  Mengampuni bukan berarti kalah, justru merupakan jalan menuju kemenangan untuk meraih berkat-berkat Tuhan.  Jadi  "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!"  (Roma 12:21).  Maka, percayalah bahwa orang benar tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan,  sebab Ia  "...menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;"  (Mazmur 37:23).

Kita harus bisa mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain, seperti Yusuf.
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 16, 2013, 05:12:52 AM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/urapan-kuasa-tuhan-bekerja.html

Saturday, March 16, 2013
URAPAN: Kuasa Tuhan Bekerja
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Maret 2013 -

Baca:  2 Korintus 1:12-24

"Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi."  2 Korintus 1:21

Kita sering mendengar banyak orang Kristen berkata,  "Ayo beribadah di gereja A, hari ini yang berkhotbah seorang pendeta yang penuh urapan."  'Urapan' seringkali kita identikkan dengan gaya atau cara seorang hamba Tuhan dalam menyampaikan kotbahnya.  Ketika seorang pendeta berkhotbah dengan berapi-api disertai bahasa-bahasa teologia yang tinggi, kita katakan pendeta itu dipenuhi urapan.  Atau ketika seluruh jemaat memuji-muji Tuhan dengan suara yang riuh rendah, bahkan sampai menitikkan air mata, kita berkata,  "Wah...worship leadernya dipenuhi urapan Tuhan.", dan sebagainya.

     Kata 'urapan' itu sendiri berarti melumasi atau mengolesi dengan urap atau minyak.  Ini berkaitan erat dengan kuasa Tuhan yang bekerja dalam hidup orang percaya.  Dalam Perjanjian Lama, 'urapan' selalu berkaitan erat dengan fungsi dan jabatan yang dipercayakan Tuhan kepada orang-orang tertentu:  urapan nabi, urapan iman dan urapan raja, dan selalu ada dampak yang dihasilkan dari seseorang yang diurapi karena urapan adalah lambang kuasa penyertaan Tuhan.  Contohnya Daud.  "Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud."  (1 Samuel 16:13).  Namun dalam Perjanjian Baru pengurapan diberikan kepada setiap orang percaya.  Urapan berbicara tentang kuasa ROH KUDUS.  "...ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan ROH KUDUS, yang dijanjikan-Nya itu. Dan ROH KUDUS itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."  (Efesus 1:13-14) dan "...Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4).

     Jadi urapan Tuhan bukan hanya diperuntukkan bagi hamba-hamba Tuhan, tetapi juga berlaku atas semua anak Tuhan.  Di mana ada urapan Tuhan, sesuatu pasti terjadi, karena di dalam orang percaya ada ROH KUDUS, maka sudah seharusnya kehidupan kita berubah dan berdampak.  Perubahan itu tidak diukur dari penampilan luarnya, tapi melalui perbuatan nyata.

Orang yang diurapi Tuhan hidupnya pasti menjadi kesaksian bagi banyak orang!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 17, 2013, 04:14:35 AM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/pekerja-keras.html

Sunday, March 17, 2013
PEKERJA KERAS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 Maret 2013 -

Baca:  Amsal 10:1-32

"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."  Amsal 10:4

Semua orang pasti berkeinginan menjadi orang yang berhasil:  dalam studi, pekerjaan atau profesi.  bagaimana supaya keinginan itu bisa terwujud?  Seorang karyawan pasti berandai-andai bekerja di sebuah perusahaan bonafit, di mana ia akan mendapatkan gaji tinggi dan fasilitas memadai.  Seorang siswa berpikir jika ia masuk sekolah unggulan atau favorit, kelak ia juga pasti akan bisa melanjutkan kuliah di PTN atau perguruan tinggi terbaik.  Pebulutangkis juga berpikir jika ia bisa masuk pelatnas di Jakarta pasti akan berprestasi tinggi.  Seringkali kita hanya melihat hasil atau sesuatu yang kelihatannya sudah enak dan mapan;  tetapi pernahkah kita berpikir bahwa di balik itu semua dibutuhkan kerja keras?  Seorang karyawan yang bekerja keras dan penuh dedikasi pasti akan mendapatkan upah yang sesuai.  Tanpa belajar keras, seorang siswa mustahil memperoleh nilai yang bagus dan diterima di PTN atau perguruan tinggi terbaik.  Demikian juga seorang atlit tanpa berlatih keras tidak akan mungkin meraih prestasi yang membanggakan.

     Janganlah kita malas dalam mengerjakan segala sesuatu, sebab  "Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar."  (Amsal 19:15).  Sebaliknya, jadilah seorang pekerja keras.  Mengapa kita harus bekerja keras?  Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang bekerja, bukan Pribadi yang suka bermalas-malasan atau berpangku tangan saja.  Ia berkata,  "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."  (Yohanes 5:17), bahkan  "Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel."  (Mazmur 121:4).  Kalau Tuhan sendiri saja bekerja keras, apakah kita sebagai umatNya hanya akan bermalas-malasan dan mau menerima hasilnya saja?

     Tuhan menghendaki agar kita bekerja dengan sungguh sesuai kemampuan yang Dia berikan.  Kepada orang yang diberi satu talenta, yang tidak mau bekerja dan mengembangkannya, dikatakan:  "Hai kamu, hamba yang jahat dan malas,"  (Matius 25:26).  Kita disebut sebagai hamba yang jahat jika kita ini malas dan tidak mau bekerja!

"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,"  Pengkotbah 9:10
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 18, 2013, 05:03:13 AM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/03/iri-hati-sumber-konflik.html

Monday, March 18, 2013
IRI HATI: Sumber Konflik
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 18 Maret 2013 -

Baca:  2 Korintus 12:11-21

"Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan."  2 Korintus 12:20b

Jika kita memperhatikan keadaan dunia saat ini banyak terjadi kekacauan, termasuk di Indonesia.  Konflik, permusuhan, sengketa, baku hantam hampir setiap hari menghiasi layar kaca kita.  Mengapa hal ini sering terjadi?  Banyak faktor yang menyebabkan hal-hal tersebut di atas terjadi, salah satu penyebabnya adalah iri hati.  Iri hati seringkali menjadi penyebab tercabiknya kerukunan dan persatuan suatu komunitas.

     Karena iri hati, saudara bisa menjadi musuh.  Kain tega membunuh adiknya sendiri  (Habel)  karena tersulut rasa iri hati, di mana persembahan Habel diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahannya tidak  (baca  Kejadian 4:1-16).  Karena orang lain lebih berhasil dalam pekerjaannya, seseorang menjadi panas hati sehingga ia merancang kejahatan untuk menghancurkannya;  orang yang tekun bekerja di kantor dicap sebagai orang yang suka 'cari muka' pada pimpinannya.  Jangan katakan kalau rasa iri hati itu hanya dilakukan oleh orang-orang dunia, banyak juga orang Kristen yang belum terbebas dari roh iri hati.  Melihat rekan sepelayanan lebih dipakai Tuhan kita pun menjadi berang dan berusaha untuk menghasut orang lain dengan gosip-gosip miring tentang dia.  Dalam suratnya, Yakobus menulis:  "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."  (Yakobus 3:16).  Itulah kenyataan yang terjadi dan sedang melanda kehidupan manusia.  Tidak sepatutnya di antara umat Tuhan saling iri hati karena itu hanya akan mendatangkan segala macam perbuatan jahat.  Siapa yang akan berjingkrak kegirangan jika di antara orang Kristen saling iri hati?  Pastinya Iblis!  Kita harus sadar, ditinjau dari sudut mana pun iri hati sama sekali tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya hanya akan merusak dan menghancurkan diri kita, juga orang lain.

     Masih iri hatikah Saudara?  Tidak ada jalan lain, harus segera bertobat, mohon pertolongan ROH KUDUS dan milikilah penyerahan diri kepada Tuhan.

"Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?"  1 Korintus 3:3b
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 19, 2013, 04:58:34 AM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/berhasil-siapa-yang-kita-miliki.html

Tuesday, March 19, 2013
BERHASIL: Siapa Yang Kita Miliki
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 Maret 2013 -

Baca:  Kejadian 39:1-23

"Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu."  Kejadian 39:2

Sudah menjadi hal yang lumrah jika orang-orang dunia selalu mengukur atau menilai keberhasilan orang lain berdasarkan apa yang mereka punyai.  Orang dikatakan berhasil karena memiliki rumah megah, mobil mewah, jabatan tinggi, terkenal.

     Perhatikan ayat nas:  Yusuf disebut orang yang selalu berhasil, padahal bukankah ia hanya sebagai budak di rumah Potifar?  Memang cara pandang orang percaya dan orang dunia itu berbeda.  Keberhasilan bagi orang percaya bukan berdasarkan atas apa yang ia miliki, tetapi bergantung pada  'siapa'  yang ia miliki dalam hidup ini.  Yusuf disebut sebagai orang berhasil, bahkan akhirnya dipercaya sebagai penguasa Mesir karena ia memiliki Tuhan yang hidup, yang senantiasa menyertai hidupnya.

     Bangsa Israel selalu berhasil mengalahkan bangsa-bangsa lain dalam peperangan, saat mereka melibatkan Tuhan.  Firaun dan pasukannya tak berdaya di depan bangsa Israel oleh karena Tuhan yang berperang ganti mereka.  "Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  (Keluaran 14:14).  Ketika bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho selama tujuh kali dengan meniup sangkakala, tembok itu pun runtuh.  Bani Moab, Amon dan orang Meunim bertekuk lutut ketika Yosafat dan rakyatnya bersorak-sorai menaikkan puji-pujian bagi Tuhan.  Itu semua karena siapa?  "...bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah."  (2 Tawarikh 20:15).  Kunci keberhasilan mereka bukan pada kekuatan angkatan perang dan senjata canggihnya, kereta dan kuda, tapi semata-mata karena Tuhan ada di tengah-tengah mereka.  "Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan."  (Amsal 21:31).

     Oleh karena itu andalkan Tuhan dalam segala hal.  Dialah yang menjadi jaminan hidup kita sepenuhnya.  Ketika Tuhan Yesus menyertai langkah hidup kita, perkara-perkara besar dan ajaib pasti akan terjadi sehingga hidup kita menjadi kesaksian banyak orang.

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"  Efesus 3:20
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 20, 2013, 05:04:18 AM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/03/banyak-memberi-banyak-berkat.html

Wednesday, March 20, 2013
BANYAK MEMBERI, BANYAK BERKAT
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 20 Maret 2013 -

Baca:  Amsal 11:1-31

"Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."  Amsal 11:25

Sudah menjadi sifat alamiah manusia jika maunya hanya menerima atau mendapat, tapi tidak mau kehilangan atau memberi.  Kita berpikir bahwa semakin kita berhemat untuk diri sendiri, ditambah dengan menerima dari orang lain, maka kita akan semakin bertambah-tambah dan berkelimpahan.  Itu yang ada dalam pemikiran manusia dan juga menjadi prinsip hidup orang dunia.

     Tetapi, prinsip dunia ini sangat bertolak belakang dengan prinsip Kerajaan Allah,  "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).  "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan."  (Amsal 11:24).  Alkitab menegaskan bahwa justru orang yang banyak memberi kepada orang lain akan menerima kelimpahan, sebaliknya orang yang kikir, yang menghemat begitu rupa akan selalu berkekurangan.  "Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan."  (Amsal 28:22).  Jadi  "Berilah dan kamu akan diberi:"  (Lukas 6:38).

     Mengapa kita diharuskan memberi terlebih dahulu jika ingin mendapatkan?  Karena ini perintah Tuhan!  Dan selalu ada upah bagi yang taat melakukan perintah Tuhan,  "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."  (Yohanes 15:7).  Jika kita ingin mendapat sesuatu kita harus rela kehilangan.  Kita akan diberkati secara melimpah jika kita setia mengerjakan bagian kita, yaitu memberi persepuluhan  (baca  Maleakhi 3:10), memperhatikan orrang yang kekurangan  (baca  Amsal 28:27)  dan sebagainya.  Sebagai anak-anak Tuhan, semangat dalam memberi harus lebih besar dari semangat menerima, sebab tujuan Tuhan memberkati kita adalah untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.  Memberi adalah kasih dalam tindakan nyata, bukan hanya lewat ucapan.

Jika kita rela melepaskan apa yang ada di tangan kita, maka Tuhan akan rela juga melepaskan apa yang ada di tanganNya bagi kita.
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 21, 2013, 05:01:05 AM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/stop-saling-menyalahkan.html

Thursday, March 21, 2013
STOP SALING MENYALAHKAN!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Maret 2013 -

Baca:  Yakobus 5:7-11

"Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum."  Yakobus 5:9a

Bersungut-sungut dan saling menyalahkan adalah sifat yang sangat menonjol dari bangsa Israel.  Setiap menghadapi kesulitan atau masalah mereka tidak pernah mengoreksi diri terlebih dahulu sebab-musababnya, melainkan langsung menyalahkan orang lain dan bersungut-sungut.  "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan Tuhan ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."  (Keluaran 16:3).  Mereka menyalahkan Musa, menyalahkan keadaan dan selalu membanding-bandingkan dengan keadaan sebelumnya.  Melihat apa yang diperbuat oleh bangsa Israel ini Tuhan menjadi sangat marah sehingga mereka harus langsung menanggung akibatnya:  mati dipagut ular, dibinasakan oleh malaikat maut, dan puncaknya gagal memasuki Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb.

     Bukankah tindakan ini juga sering dilakukan oleh banyak orang Kristen?  Memang lebih mudah menyalahkan orang lain daripada melihat keberadaan diri sendiri.  Kita cenderung tidak mau dipersalahkan.  Kita merasa paling benar!  Ketika penyakit, suami isteri saling menyalahkan, orangtua dan anak saling menyalahkan, bahkan tidak jarang kita juga menyalahkan Tuhan.  Yakobus menasihati,  "Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan."  (Yakobus 5:10-11).

     Mari belajar dari Ayub, ketika dalam ujian dan penderitaan ia dipersalahkan oleh isterinya,  "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"  (Ayun 2:9), namun ia mampu menjaga hatinya dan tidak menyalahkan Tuhan karena ia sadar itu adalah proses yang diijinkan Tuhan terjadi.

Bersungut-sungut dan suka menyalahkan orang lain adalah tanda ketidakdewasaan rohani seseorang!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 22, 2013, 04:55:30 AM
Reply #77
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/tuhan-menyembunyikan-wajahnya-1.html

Friday, March 22, 2013
TUHAN MENYEMBUNYIKAN WAJAHNYA? (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Maret 2013 -

Baca:  Mazmur 143:1-12

"Jawablah aku dengan segera, ya Tuhan, sudah habis semangatku! Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku,"  Mazmur 143:7

Saat dalam penderitaan dan kesesakan seringkali yang timbul adalah pikiran-pikiran negatif:  takut, kuatir, cemas, kecewa.  Tidak sedikit yang mulai ragu dan sangsi akan penyertaan Tuhan.  Kita pun mulai marah dan bertanya dalam hati seperti yang disampaikan pemazmur dalam ayat nas di atas.  Kita berpikir Tuhan telah meninggalkan dan membiarkan kita serta menyembunyikan wajahNya.  Benarkah demikian?

     FirmanNya menegaskan,  "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."  (Yesaya 49:15-16).  Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, umat pilihanNya, karena Dia adalah Imanuel, Tuhan yang menyertai kita, bahkan Ia akan menyertai kita  "...senantiasa sampai kepada akhir zaman."  (Matius 28:20b).

     Pengorbanan Kristus di atas kayu salib adalah bukti nyata betapa Ia sangat mengasihi kita sehingga nyawaNya pun rela Dia serahkan.  Apa yang harus kita lakukan supaya Tuhan tidak menyembunyikan wajahNya dari kita?  1.  Mengoreksi diri.  Mungkin selama ini ada pelanggaran dan dosa yang telah kita perbuat, namun  "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  (Yesaya 59:1-2).  Jika demikian kita harus segera datang kepada Tuhan untuk memohon ampun atas pelanggaran yang telah kita perbuat, seperti yang dilakukan Daud ini,  "Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!  Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!  Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku."  (Mazmur 51:3-5).  Alkitab menyatakan bahwa jika kita dengan jujur mengakui dosa-dosa kita, Tuhan akan mengampuni kita  (baca  1 Yohanes 1:9).  (Bersambung)
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 23, 2013, 04:55:28 AM
Reply #78
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/tuhan-menyembunyikan-wajahnya-2.html

Saturday, March 23, 2013
TUHAN MENYEMBUNYIKAN WAJAHNYA? (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Maret 2013 -

Baca:  Ayub 23:1-17

"Tetapi Ia tidak pernah berubah - siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga."  Ayub 23:13

Pelanggaran dan dosa adalah penyebab utama Tuhan serasa jauh dan menyembunyikan wajahNya.  Satu-satunya jalan memulihkan hubungan denganNya adalah pertobatan sungguh.

     2.  Mengungkapkan isi hati melalui doa.  Ketika kita merasa sendiri dan seolah-olah Tuhan tidak ada bersama kita, ungkapkan apa yang sedang bergejolak di dalam hati dan pikiran kita kepada Tuhan melalui doa, seperti Daud,  "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang."  (Mazmur 22:2-3).  Ayub juga demikian,  "Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia;  di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia."  (Ayub 23:8-9).  Asal kita mencari Tuhan dengan segenap hati Dia akan menjawab segala keraguan kita dari sorgaNya yang kudus,  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b).  Inilah janji Tuhan:  tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita!  Kita harus percaya bahwa Tuhan selalu ada di setiap pergumulan yang kita hadapi.  Manusia bisa saja dengan mudahnya lupa, ingkar dan mengecewakan sesamanya, tetapi Tuhan bukanlah manusia.  Segala yang Dia janjikan pasti akan ditepati dan digenapinya sebab firmanNya ya dan amin.  Maka dari itu arahkan hati, pikiran dan pandangan kita hanya kepada Tuhan karena Dia sungguh baik dan sangat mengasihi kita.  Apa pun masalah kita, Dia tahu persis karena Dia adalah Pengendali segala sesuatu.  Seburuk dan segelap apa pun perjalanan yang harus kita tempuh, tidak akan mengubah janji penyertaanNya.

     Ayub mengalami pergumulan yang sangat berat seolah-olah Tuhan meninggalkan dan menyembunyikan wajahNya.  Namun ia tidak patah arang dan putus asa, ia tetap menguatkan iman percayanya kepada Tuhan.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia menyembunyikan wajahNya ketika kita melakukan dosa!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
March 24, 2013, 05:00:16 AM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2398
  • Yes 55:10-11
Quote
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
airhidupblog.blogspot.com/2013/03/pujian-melepaskan-belenggu.html

PUJIAN MELEPASKAN BELENGGU
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Maret 2013 -

Baca:  Mazmur 30:1-13

"Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku."  Mazmur 30:2

Banyak orang-orang di luar Tuhan berkata,  "Orang Kristen itu aneh.  Setiap ibadah di gereja selalu bernyanyi, ada yang sambil bertepuk tangan dan bergoyang-goyang.  Di persekutuan mereka juga selalu bernyanyi."  Memang, puji-pujian tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Kristen.  Jika ada orang Kristen yang tidak suka memuji Tuhan atau hanya memuji Tuhan saat berada di gereja, berarti ia orang Kristen yang 'tidak normal'.  Normalnya, orang Kristen pasti suka memuji Tuhan di mana pun dan kapan pun.  Bahkan Daud memuji-muji Tuhan tujuh kali dalam sehari  (baca  Mazmur 119:164).  Jangan anggap remeh puji-pujian bagi Tuhan itu!  Ada kuasa yang dahsyat saat kita memuji Tuhan sebab Ia bersemayam di atas pujian yang dinaikkan oleh umatNya  (baca  Mazmur 22:4).

     Kapan waktu yang tepat memuji Tuhan?  Saat lagi happy, tidak ada masalah, sehat, menerima berkat?  Tidak.  Memuji Tuhan itu di segala keadaan dan setiap waktu, terutama waktu dalam kesesakan dan pergumulan berat.  Mengapa?  Karena dengan memuji-muji Tuhan iman kita kembali dibangkitkan;  segala kekuatiran dan ketakutan sirna oleh karena hati dan pikiran kita tertuju kepada Tuhan.  Dahsyatnya kuasa puji-pujian itu dirasakan oleh Paulus dan Silas.  Saat mereka dijebloskan dalam penjara karena memberitakan Injil,  "...kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka...terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua."  (Kisah 16:25-26).  Meski sedang terjepit dan dalam ujian yang berat Paulus tetap tegar dan masih bisa memuji-muji Tuhan.  Ketika mereka menaikkan pujian Tuhan hadir dan melawatnya.  Perkara besar pun terjadi:  Gempa bumi, sendi-sendi penjara goyah, pintu terbuka dan belenggu terlepaskan.

     Apa yang sedang membelenggu Saudara:  sakit-penyakit, kegagalan, kemiskinan?  Angkatlah suaramu dan pujilah Tuhan!  Ada kuasa yang memerdekakan kita saat kita memuji-muji Tuhan.

Memuji-muji Tuhan adalah kunci yang menggerakkan pintu sorga terbuka dan tanganNya terulur bagi kita!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)