Author Topic: Arus Hayat  (Read 80106 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 22, 2019, 06:24:05 AM
Reply #1890
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

22 July 2019
Lukas - Minggu 24 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:41-47
Doa baca: “Kemudian Yesus berkata kepada mereka, 'Bagaimana orang dapat mengatakan bahwa Mesias adalah Anak Daud?'” (Luk. 20:41)


Persona Kristus


Dalam Lukas 20:1-38 Tuhan dikepung oleh imam-imam kepala, tua-tua, orang-orang Farisi, para pendukung Herodes, dan orang-orang Saduki, yang berusaha menjerat-Nya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang licik. Pertama, imam- imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua, yang mewakili otoritas agama Yahudi, menanyakan kepada-Nya mengenai otoritas-Nya (ayat 2). Ini adalah satu pertanyaan menurut konsepsi agama mereka. Kedua, orang-orang Farisi yang fundamental, dan para pendukung Herodes yang politis mengajukan satu pertanyaan yang berhubungan dengan politik. Ketiga, orang-orang Saduki menanyakan kepada-Nya mengenai kebangkitan. Setelah menjawab semua pertayaan mereka dengan bijaksana, Tuhan mengajukan satu pertanyaan kepada mereka mengenai Kristus. Ini adalah pertanyaan di atas segala pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan mereka berhubungan dengan agama, politik, dan kepercayaan. Pertanyaan Tuhan adalah mengenai Kristus, yang adalah inti dari segala sesuatu. Pertanyaan Tuhan menyingkapkan mereka tidak mengenal Kristus.

Perkataan Tuhan kepada penguji-penguji-Nya dalam Lukas 20:41-44, menunjukkan bahwa sebagai Allah dalam keilahian-Nya, Kristus adalah Tuan dari Daud dan sebagai manusia dalam keinsanian-Nya, Dia adalah Anak Daud. Para penguji-Nya hanya memiliki sebagian pengetahuan alkitabiah mengenai Persona Kristus, bahwa Dia adalah Anak Daud menurut keinsanian-Nya. Mereka tidak memiliki satu bagian lainnya, mengenai keilahian Kristus sebagai Putra Allah. Maksud Tuhan dalam 20:41-44 adalah untuk membantu para penguji-Nya nampak bahwa Dia yang sedang ditanya oleh mereka sebenarnya adalah Tuhan, yang sedang mereka uji adalah Manusia-Allah. Dia adalah Allah, tetapi Dia rela diuji oleh ciptaan-Nya. Ini menunjukkan betapa hari ini kita perlu memiliki pengenalan yang lengkap terhadap Kristus, melalui firman-Nya yang tersedia di dalam Alkitab.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 46



July 23, 2019, 05:57:39 AM
Reply #1891
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 July 2019
Lukas - Minggu 24 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:41-47; 21:1-4
Doa baca: “Lalu Ia berkata, 'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya.'” (Luk. 21:3-4)


Memuji Janda yang Miskin


Manusia-Penyelamat adalah Allah yang hidup dalam keinsanian. Dia menaruh perhatian untuk melihat bagaimana umat Allah mengekspresikan kesetiaan mereka dalam memberikan persembahan kepada-Nya. Dalam Lukas 21:1-4 terdapat pujian dari Manusia-Penyelamat terhadap seorang janda yang miskin. Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan, dan “Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua uang tembaga, ke dalam peti itu” (ayat 2). Bahasa Yunani yang diterjemahkan “miskin” sebenarnya adalah “melarat”. Ini adalah istilah yang lebih keras daripada “miskin” dan menunjukkan satu keadaan yang tidak memiliki uang.

Dalam Lukas 21:3-4 Tuhan memuji kesetiaan janda itu kepada Allah. Pengamatan Manusia- Penyelamat jauh lebih dalam daripada pengamatan manusia. Dalam peringatan tentang ahli-ahli Taurat dan pujian terhadap janda yang miskin, Lukas sekali lagi memperlihatkan standar moralitas yang tertinggi kepada kita. Moralitas ahli-ahli Taurat itu sangat rendah, tetapi moralitas janda miskin itu sangat tinggi. Lukas menempatkan kejadian ini segera setelah pengujian dari para penentang terhadap Manusia-Penyelamat karena prinsip yang mengendalikan Injil-Nya adalah standar moralitas yang tertinggi. Orang-orang yang menguji Tuhan memiliki standar moralitas yang rendah. Tetapi sebagai Dia yang berperilaku dalam standar moralitas yang tertinggi, Manusia-Penyelamat memuji janda yang miskin itu, karena ia juga hidup menurut standar moralitas yang tertinggi. Hari ini, kita perlu mengambil janda itu sebagai teladan kita, mengekspresikan kesetiaan kita dengan mempersembahkan diri kita kepada Tuhan dan melayani Dia. 


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 46

July 24, 2019, 04:46:22 AM
Reply #1892
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

24 July 2019
Lukas - Minggu 24 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:1-10
Doa baca: “Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, ‘Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.’” (Luk. 19:8)


Pengakhiran Ciptaan Lama untuk Berbagian dalam Yobel


Tuhan Yesus menyingkapkan kematian dan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya sebanyak tiga kali (Luk. 9:22; 9:44-45; 18:31-34). Kematian Tuhan melibatkan pengakhiran para pengikut-Nya. Para pengikut Manusia-Penyelamat ini semuanya berada dalam ciptaan lama, maka ciptaan lama ini perlu dibawa ke salib dan diakhiri. Setelah pengakhiran oleh salib, ada penunasan. Untuk penunasan perlu ada kebangkitan. Karena itu, Tuhan perlu mati dan dibangkitkan. Dia mati untuk membawa para pengikut-Nya ke dalam pengakhiran, dan Dia bangkit untuk membawa mereka ke dalam hayat yang baru. Untuk menikmati yobel kita perlu menjadi ciptaan baru, karena yobel bukanlah untuk ciptaan lama; yobel adalah untuk ciptaan baru. Bila kita memiliki pengakhiran ciptaan lama dan penunasan orang- orang yang ditebus untuk menjadi ciptaan baru, kita akan berada di dalam yobel.

Injil Lukas menekankan pemberesan kekayaan dan harta benda materi. Zakheus dapat meninggalkan kekayaan dan benda-benda materi karena ia menerima Penyelamat yang hidup sebagai keselamatannya yang penuh. Ini menunjukkan bahwa kita dapat meninggalkan benda-benda materi bukan oleh ciptaan lama kita. Jalan untuk meninggalkan harta kekayaan duniawi adalah menerima Penyelamat yang hidup sebagai keselamatan kita yang penuh kuat kuasa. Zakheus tidak mendengar berita dari Tuhan mengenai uang dan harta benda materi. Namun, Zakheus menerima Manusia-Penyelamat ini sebagai keselamatannya yang penuh kuat kuasa. Karena itu, ia secara otomatis dan spontan dapat memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada orang miskin. Hari ini kita juga memerlukan Manusia-Penyelamat diinfuskan ke dalam kita sebagai Roh yang almuhit, terbuka kepada-Nya, dan membiarkan Dia menjadi keselamatan kita yang penuh setiap hari.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 46



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)