Author Topic: Arus Hayat  (Read 84199 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

November 08, 2019, 05:56:23 AM
Reply #1990
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

08 November 2019
Lukas - Minggu 39 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mat. 11:28
Doa baca: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat. 11:28)


Apresiasi terhadap Kristus yang Bangkit dan Naik


Dalam mengenal kebangkitan dan kenaikan Manusia-Penyelamat seperti yang diwahyukan dalam Alkitab, kita mungkin tidak memiliki apresiasi yang memadai. Kita semua perlu belas kasihan Tuhan, karena kebenaran yang diwahyukan dalam Alkitab belum dapat kita masuki. Sebaliknya, kita mungkin sering membaca Alkitab dengan cara yang sangat dangkal—tidak menelusuri ke bawah permukaan untuk melihat apa yang ada di dalam lubuknya. Misalnya, kita mungkin mengapresiasi Firman Tuhan dalam Matius 11:28 dengan memberikan respon, “Terima kasih, Tuhan, aku adalah orang yang letih lesu, orang yang berbeban berat. Tuhan, aku datang kepada-Mu dan meminta Engkau memberikan perhentian kepadaku.” Bahkan kita mungkin memahami satu ayat seperti Yohanes 3:16 dengan cara yang dangkal—hanya memperhatikan fakta bahwa Allah mengasihi dunia ini, namun tidak mempelajari apakah arti percaya itu, tidak memikirkan apakah hidup yang kekal itu, atau apa artinya memperoleh hidup yang kekal.

Membaca Alkitab dengan cara yang dangkal dapat dibandingkan dengan bermain skate di atas es yang menutupi danau yang dalam; pemain itu tidak memecahkan es untuk melihat apa yang ada di bawah permukaan es itu. Sama seperti cara kita membaca Alkitab. Karena kedangkalan dalam membaca Alkitab, sangat sedikit orang Kristen yang mengenal hal kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan Roh itu. Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa hubungan Tuhan dengan kita tidak berhenti sampai dengan kebangkitan-Nya, melainkan terus berlanjut sampai kenaikan-Nya. Kristus yang bangkit dan naik ini, hari ini hidup dan bekerja di dalam kita dengan hayat, kekuatan, dan kuasa. Namun apresiasi kita terhadap Kristus tergantung pada bagaimana sikap kita terhadap firman. Tuhan, belas kasihanilah kami, moga sikap kami terhadap firman-Mu kian hari kian ke dalam!


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77



November 09, 2019, 05:28:45 AM
Reply #1991
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 November 2019
Lukas - Minggu 39 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-4
Doa baca: “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh. 1:3)


Mengapresiasi Manusia-Penyelamat dalam Mengontak Dia


Bila kita memiliki pengenalan yang subjektif dan riil terhadap Manusia-Penyelamat sewaktu kita mengontak Dia, maka kontak kita akan berbeda. Sama seperti mengenal orang lain, kontak kita terhadap orang tersebut akan berbeda bila kita mengenal status, kualifikasi, kedudukan, dan tugas orang tersebut, demikian pula sebaliknya. Hari ini banyak orang beriman berdoa kepada Tuhan dan mengontak Dia dengan cara yang jauh dari memadai, hal ini karena mereka tidak memiliki banyak apresiasi terhadap status, kedudukan, dan kualifikasi Tuhan.

Sebelum Manusia-Penyelamat dilantik dalam kenaikan-Nya, Dia telah melalui proses penciptaan, inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Penciptaan masuk melalui Dia (Yoh. 1:3). Kolose 1:16 menunjukkan bahwa Kristus juga telah melalui proses inkarnasi: Dia sebagai Firman, yang adalah Allah, menjadi daging (Yoh. 1:1, 14). Melalui inkarnasi, Dia membawa Allah Pencipta ke dalam ciptaan-Nya, ke dalam keinsanian.  Demikian, proses yang telah dilalui-Nya tercatat dengan rinci dalam kitab-kitab Injil. Kita bersyukur pada Tuhan bahwa belas kasih-Nya membuat kita tidak lagi “meluncur” di atas permukaan Firman Tuhan.

Oleh kasih karunia Tuhan, kita dapat menemukan kebenaran yang dalam yang terkandung dalam firman kudus. Kebenaran-kebenaran ini sering kali memerlukan istilah-istilah baru untuk dijelaskan, misalnya pemakaian kata “ekonomi” dan “zaman.” Kata “ekonomi” dipakai untuk menjelaskan kebenaran mengenai Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tiga bagian. Seluruh proses yang Dia alami termasuk kenaikan-Nya adalah untuk ekonomi Allah. Kita perlu mengejar pengenalan yang lebih lengkap terhadap Allah kita ketika kita mengontak Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77




November 10, 2019, 04:39:45 AM
Reply #1992
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 November 2019
Lukas - Minggu 39 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-4
Doa baca: “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh. 1:3)


Mengapresiasi Manusia-Penyelamat dalam Mengontak Dia


Bila kita memiliki pengenalan yang subjektif dan riil terhadap Manusia-Penyelamat sewaktu kita mengontak Dia, maka kontak kita akan berbeda. Sama seperti mengenal orang lain, kontak kita terhadap orang tersebut akan berbeda bila kita mengenal status, kualifikasi, kedudukan, dan tugas orang tersebut, demikian pula sebaliknya. Hari ini banyak orang beriman berdoa kepada Tuhan dan mengontak Dia dengan cara yang jauh dari memadai, hal ini karena mereka tidak memiliki banyak apresiasi terhadap status, kedudukan, dan kualifikasi Tuhan.

Sebelum Manusia-Penyelamat dilantik dalam kenaikan-Nya, Dia telah melalui proses penciptaan, inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Penciptaan masuk melalui Dia (Yoh. 1:3). Kolose 1:16 menunjukkan bahwa Kristus juga telah melalui proses inkarnasi: Dia sebagai Firman, yang adalah Allah, menjadi daging (Yoh. 1:1, 14). Melalui inkarnasi, Dia membawa Allah Pencipta ke dalam ciptaan-Nya, ke dalam keinsanian.  Demikian, proses yang telah dilalui-Nya tercatat dengan rinci dalam kitab-kitab Injil. Kita bersyukur pada Tuhan bahwa belas kasih-Nya membuat kita tidak lagi “meluncur” di atas permukaan Firman Tuhan.

Oleh kasih karunia Tuhan, kita dapat menemukan kebenaran yang dalam yang terkandung dalam firman kudus. Kebenaran-kebenaran ini sering kali memerlukan istilah-istilah baru untuk dijelaskan, misalnya pemakaian kata “ekonomi” dan “zaman.” Kata “ekonomi” dipakai untuk menjelaskan kebenaran mengenai Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tiga bagian. Seluruh proses yang Dia alami termasuk kenaikan-Nya adalah untuk ekonomi Allah. Kita perlu mengejar pengenalan yang lebih lengkap terhadap Allah kita ketika kita mengontak Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77



November 11, 2019, 06:21:14 AM
Reply #1993
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

11 November 2019
Lukas - Minggu 40 Senin

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:19-23
Doa baca: “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Ef. 1:22)


Diberikan kepada Jemaat sebagai Kepala dari Segala yang Ada


Kita perlu berjerih lelah lebih banyak untuk membicarakan aspek subjektif kenaikan Manusia- Penyelamat, dibandingkan dengan aspek objektifnya. Untuk hal itu, kita dapat menggunakan kata “transmisi” untuk menghubungkan aspek objektif dan subjektif dari kenaikan-Nya. Ini tersirat dalam frase “kepada jemaat” dalam Efesus 1:22, yang menunjukkan adanya satu transmisi dari Kristus yang naik kepada gereja (jemaat) yang adalah Tubuh-Nya.

Frasa “dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada” dalam Efesus 1:22 telah menjadi masalah bagi penerjemah Alkitab. Alkitab versi pemulihan menerjemahkannya dengan mengatakan “diberikan-Nya kepada jemaat menjadi Kepala dari segala yang ada.” Berdasarkan terjemahan, Kristus diberikan Allah kepada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu, bukan sebagai karunia. Karunia diberikan Allah kepada Kristus untuk menjadi kepala atas segala sesuatu, dan Kristus ini diberikan kepada gereja. Gereja mengambil bagian dalam kuasa yang ada di dalam Kristus.

Bagaimana gereja mengambil bagian dalam kuasa ini dijelaskan dalam Efesus 1:19. Dalam ayat ini terdapat frasa “kuasa-Nya bagi kita”, dan “sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya”. Kuasa Allah di surga adalah bagi kita, berarti kuasa-Nya ditransmisikan kepada kita. Seperti transmisi listrik dari pembangkit listrik ke rumah. Ketika arus tersebut mengalir, maka memiliki kuasa untuk menyalakan listrik. Namun hal ini berlangsung “sesuai dengan kekuatan kuasa- Nya.” Seperti kereta yang berkuasa, memerlukan rel sebagai jalurnya. Kuasa apakah yang disalurkan kepada kita? Kuasa ini adalah kuasa yang dikerjakan Allah di dalam Kristus di Efesus 1:20-22. Ada empat hal: membangkitkan, mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan memberikan-Nya kepada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 78


November 12, 2019, 06:21:44 AM
Reply #1994
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 November 2019
Lukas - Minggu 40 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:19-23
Doa baca: “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Ef. 1:22)


Transmisi dari Kristus yang Naik ke Surga kepada Gereja


Untuk menerima transmisi dari Kristus, pertama kita harus menggunakan penerjemahan yang tepat pada bagian akhir dari Efesus 1:22, “telah diberikan- Nya kepada jemaat menjadi Kepala dari segala yang ada.” Inilah penerjemahan yang paling logis, bermakna dan tepat. Ini lebih dalam dari pada terjemahan yang mengatakan “Ia diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala.”

Frasa “kepada jemaat” sangatlah penting. Tanpa ini, maka Kristus menjadi kepala tidak berhubungan dengan gereja. Kenaikan-Nya tidak berhubungan dengan gereja. Namun, dengan frasa tersebut, apa pun yang telah dicapai dan diperoleh Kristus, ditransmisikan kepada gereja. Hal ini diibaratkan dengan pembangkit listrik mentransmisikan listrik ke dalam sebuah bangunan. Melalui transmisi ini, Efesus 2:6 memberi tahu kita bahwa kita duduk bersama Kristus di surga. Hal ini serupa dengan listrik yang ada di dalam pembangkit, tapi juga ada di dalam bangunan.

Boleh jadi kita tidak dapat melihat kuasa ini, namun hal ini adalah suatu realitas. Sama seperti kita tak melihat kuasa-Nya dalam menopang alam semesta ini, namun kita tetap mempercayainya. Hal yang perlu kita lakukan adalah percaya bahwa di dalam alam ilahi dan rohani, ada suatu kuasa yang mentransmisikan semua hal yang telah dicapai dan diperoleh Kristus dalam kenaikan-Nya kepada kita.

Hari ini, gereja seharusnya berada di dalam transmisi Kristus yang ditinggikan dan telah naik. Untuk itu, kita perlu mengosongkan diri, agar dapat menerima sesuatu yang lebih baru dan lebih dalam dari wahyu ilahi dalam Kitab Suci ini. Kita perlu membuka diri dan berkata, “Tuhan, aku ada di sini. Aku cinta kepada-Mu, dan aku persembahkan diriku kepada-Mu. Tuhan, aku mengosongkan seluruh diriku bagi-Mu.” Jika kita berdoa demikian, kita akan mengalami dan menikmati transmisi ilahi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 78



November 13, 2019, 05:49:51 AM
Reply #1995
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 November 2019
Lukas - Minggu 40 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:10
Doa baca: “Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi.” (Ef. 1:10)


Kekepalaan—Sasaran Transmisi Ilahi


Transmisi ilahi yang diwahyukan dalam Efesus 1 memiliki satu sasaran yang besar—mempersatukan di dalam Kristus segala sesuatu di bawah satu Kepala. Efesus 1:10 menekankan dengan tegas fakta bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi Kepala atas segala sesuatu. Dengan demikian, segala sesuatu akan dikepalai di bawah satu Kepala di dalam Kristus pada kegenapan waktu. Kristus adalah Kepala yang unik dengan gereja sebagai Tubuh-Nya. Inilah administrasi dan ekonomi kekal Allah.

Untuk merampungkan pengepalaan segala sesuatu, Allah memerlukan satu manusia universal, Kristus sebagai Kepala, dan gereja sebagai Tubuh- Nya. Karena Allah mengepalai segala sesuatu melalui satu manusia universal ini, maka kita sebagai anggota-anggota Tubuh perlu bekerja sama dengan memelihara keesaan di bawah kekepalaan-Nya. Kita perlu menjaganya, karena keesaan ini adalah alat, saluran, dan alam yang dipakai Allah untuk mengepalai segala sesuatu di dalam Kristus, dan Iblis dengan siasatnya selalu ingin memecah-belah anggota-anggota Tubuh Kristus. Jadi, di dalam pemulihan Tuhan berarti kita berdiri sebagai satu kesatuan. Puji Tuhan hari ini kita berada dalam keesaan!

Mengenai mengapa perlunya pengepalaan atas segala sesuatu di dalam Kristus dan melalui gereja, kita perlu melihat Roma 8:19-22. Di sana kita dapat nampak bahwa semua makhluk mengeluh karena kebobrokannya sendiri. Seluruh makhluk ciptaan sedang berharap, menunggu dengan rindu, penyataan anak-anak Allah. Karena pada waktu itu, semua perpecahan dan pemisahan akan disingkirkan, dan segala sesuatu, bukan hanya manusia, akan dikepalai di bawah satu kepala, yaitu di dalam Kristus. Tentu, hal ini jauh dari pemahaman kita dan hal yang tidak mungkin bagi manusia. Namun, Efesus 1:10 mengatakan “sebagai persiapan kegenapan waktu,” dengan kata lain, hal ini pasti akan terjadi, bagi Allah, hal ini mungkin. Ia pasti akan merampungkannya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 78



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)