Author Topic: Devosi GRII  (Read 20797 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 11, 2019, 07:03:26 AM
Reply #770
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0911

Rabu, 11 September 2019

Pisahkanlah dirimu dari mereka. [2 Korintus 6:17]

Orang Kristen, walaupun di dalam dunia, bukan dari dunia. Dia harus dapat dibedakan berdasarkan tujuan utama dalam hidupnya. Bagi dia, “hidup” adalah “Kristus” [Filipi 1:21]. Baik dia makan, minum, atau apapun juga yang dia lakukan, haruslah dilakukan semuanya bagi kemuliaan Allah [1 Kor 10:31]. Engkau boleh saja menimbun harta; tapi kumpulkanlah harta di sorga, di mana ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya [Mat 6:20]. Engkau boleh berusaha untuk menjadi kaya; tapi ambisi itu adalah untuk menjadi “kaya dalam iman,” dan perbuatan baik. Engkau boleh mempunyai kesenangan; tapi waktu engkau bersenang-senang, nyanyikanlah mazmur dan pujian-pujian dalam hatimu kepada Tuhan. Di dalam rohmu, dan jua tujuanmu, engkau haruslah berbeda dari dunia ini. Dengan rendah hati menanti di hadapan Allah, selalu sadar akan hadirat-Nya, bersukacita dalam hubungan yang erat dengan Dia, dan mencari kehendak-Nya, engkau akan terbukti sebagai warganegara sorgawi. Dan engkau harus terpisah dari dunia dalam hal tindakanmu. Jikalau sesuatu benar, meskipun engkau menjadi rugi, haruslah itu dilakukan; jikalau itu salah, meskipun engkau mendapat untung, engkau harus menolak dosa tersebut demi Tuanmu. Engkau tidak boleh bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah, melainkan harus menegur mereka. Berjalanlah sesuai dengan panggilan dan martabatmu yang tinggi. Ingatlah, hai orang Kristen, bahwa engkau seorang anak dari Raja segala raja. Karena itu, jagalah dirimu tidak terkena noda dunia ini. Jangan mengotori jari-jemari yang akan segera memetik senar sorgawi; jangan biarkan mata menjadi jendela nafsu kedagingan yang padahal akan melihat sang Raja dalam keindahan-Nya — jangan biarkan kaki kita dicemarkan dalam tempat-tempat berlumpur, yang padahal segera berjalan dalam jalan-jalan keemasan — jangan biarkan hati kita dipenuhi dengan kesombongan dan kepahitan yang tidak lama lagi akan dipenuhi dengan surga, dan meluap dengan sukacita yang luar biasa.

        Maka bangunlah jiwaku! dan membumbung jauh,
        Di atas kerumunan yang tidak berhikmat;
        Di atas kesenangan orang-orang bebal,
        Dan keagungan orang-orang sombong,
        Di atas di mana keindahan abadi bermekaran,
        Dan semua kesenangannya ilahi,
        Di mana kekayaan, tidak akan pernah habis,
        Dan kemuliaan tidak henti-hentinya bersinar.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



September 12, 2019, 02:08:01 PM
Reply #771
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0912

Kamis, 12 September 2019

Allah yang cemburu. [Nahum 1:2]

Tuhan kita sangat cemburu dengan cinta kasihmu, hai orang percaya. Tidakkah Dia memilih engkau? Dia tidak tahan kalau engkau memilih yang lain. Tidakkah Dia membeli engkau dengan darah-Nya sendiri? Dia tidak tahan kalau engkau berpikir bahwa engkau adalah milik dirimu sendiri, atau milik dunia ini. Dia mengasihi engkau dengan cinta kasih yang mana Dia tidak mungkin tinggal diam di surga tanpa engkau; Dia lebih memilih segera mati daripada engkau binasa, dan Dia tidak tahan melihat ada sesuatu lain yang terletak di antara cinta kasih hatimu dan diri-Nya. Dia sangat cemburu dengan kepercayaanmu. Dia tidak akan mengizinkan engkau bergantung pada lengan kedagingan. Dia tidak tahan bahwa engkau harus membuat lubang pada bejana yang bocor, padahal air mancur yang melimpah selalu tersedia cuma-cuma bagimu. Waktu kita bergantung pada-Nya, Dia senang, namun ketika kita memindahkan kepercayaan kita kepada hal yang lain, seperti mengandalkan hikmat sendiri atau teman kita — apalagi mengandalkan usaha apapun yang kita sendiri lakukan, Dia tidak berkenan, sehingga Dia akan manghajar kita supaya kita dapat dibawa kembali lagi kepada-Nya. Dia juga sangat cemburu dengan teman-teman kita. Seharusnya tidak ada seorang pun yang dengannya kita bercakap-cakap lebih daripada Yesus. Tinggal hanya dalam Dia, itulah kasih yang sejati; tapi untuk hidup bergaul dengan dunia, merasa cukup dengan kenyamanan daging, bahkan lebih memilih bersama-sama dengan orang Kristen lainnya daripada bersekutu secara diam-diam dengan-Nya, sangat mendukakan hati Allah yang cemburu. Dia sangat ingin kita tinggal di dalam Dia, dan mempunyai relasi yang terus-menerus dengan diri-Nya; dan banyak dari ujian yang Dia kirimkan pada kita memang bertujuan untuk membiasakan hati kita untuk tidak bergantung pada ciptaan, dan mengarahkan hati kita agar lebih dekat dengan diri-Nya. Biarlah kecemburuan ini yang membuat kita terus dekat dengan Kristus menjadi kelegaan bagi kita, karena jika Dia sebegitu mencintai kita hingga peduli akan kasih kita, sudah pasti Dia tidak akan membiarkan apapun menyakiti engkau, dan akan melindungi kita dari segala musuh kita. Oh, betapa indahnya anugerah hari ini yang menjaga hati kita dalam kemurnian yang suci bagi sang Kekasih, yang dengan kecemburuan yang kudus menutup mata kita dari segala pesona dunia!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 13, 2019, 06:38:22 AM
Reply #772
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0913

Jumat, 13 September 2019

Siapa yang melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. [Mazmur 84:6]

Ini mengajarkan kita bahwa kenyamanan yang diperoleh satu orang seringkali ternyata berguna bagi yang lain, seperti halnya sebuah sumur dapat digunakan oleh rombongan yang datang setelahnya. Kita membaca buku-buku yang penuh penghiburan, seperti halnya tongkat Yonatan, yang meneteskan madu. [1 Sam 14:27] Ah! rasanya saudara kita telah berada di sini sebelum kita, dan menggali sumur ini untuk kita, sekalian untuk dirinya. Banyak buku “Malam Tangisan,” “Kedamaian Tengah Malam,” “Hari yang Kekal,” “Kebengkokan dalam Tanah,” “Penghiburan bagi Peratap,” [1] merupakan sumur-sumur yang digali oleh pengelana bagi dirinya, tapi ternyata berguna juga bagi orang lain. Khususnya kita melihat hal ini dalam Mazmur, seperti di bagian awalnya, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?” [Mazmur 42:5] Seperti para pengembara yang bergembira mendapatkan jejak kaki manusia di atas pantai yang tandus, kita pun senang melihat bekas-bekas langkah pengelana lain ketika kita melewati lembah air mata.

Para pengelana menggali sumur, tapi anehnya, sumur itu diisi dari atas, bukannya dari bawah. Kita menggunakan sarana, tapi berkat tidak tercurah dari sarana itu. Kita menggali sumur, tapi langit mengisinya dengan hujan. Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tapi kemenangan ada di tangan TUHAN [Amsal 21:31]. Sarana terhubung dengan tujuan, namun sarana sendiri tidak menghasilkan tujuan. Lihatlah di sini hujan mengisi lubang sumur, sehingga sumur itu tersebut menjadi berguna sebagai wadah penyimpanan air; pekerjaan kita tidak menjadi sia-sia, tapi juga tidak menggantikan pertolongan ilahi.

Anugerah cocok dibandingkan dengan hujan dalam hal kemurniannya, dalam hal pengaruh yang menyegarkan dan menghidupkan, dalam hal bahwa anugerah datang sendiri dari atas, dan dalam hal adanya kedaulatan yang menentukan apakah anugerah itu diberikan atau ditahan. Kiranya para pembaca mendapatkan hujan berkat, dan kiranya sumur-sumur yang telah digali dipenuhi air! Oh, buat apa berbagai sarana dan ritual, tanpa disertai senyuman surga! Semua itu seperti awan tanpa hujan, dan sumur tanpa air. Ya Allah yang kasih, bukalah tingkap-tingkap langit dan curahkanlah berkat kepada kami! [Maleakhi 3:10]
____________________
[1] Buku-buku Kristen klasik: “Night of Weeping,” “Midnight Harmonies,” “Eternal Day,” “A Crook in the Lot,” dan “Comfort for Mourners.”

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 14, 2019, 05:19:53 AM
Reply #773
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0914

Sabtu, 14 September 2019

Perahu-perahu lain juga menyertai Dia. [Markus 4:36]

Yesus adalah sang Laksamana laut malam tersebut, dan keberadaan-Nya memelihara seluruh rombongan. Berlayar bersama Yesus itu baik, meskipun kita berada dalam perahu yang kecil. Ketika kita berlayar bersama Yesus, mungkin kita tidak dapat yakin cuaca pasti baik, toh badai yang besar mengombang-ambingkan kapal yang membawa Tuhan sendiri, jadi kita tidak boleh menyana laut di sekeliling perahu kecil kita akan lebih tenang. Bila kita pergi bersama Yesus, kita harus puas bepergian sebagaimana Dia bepergian; dan ketika gelombang-gelombang itu sangatlah ribut bagi-Nya, demikian juga hal itu akan terjadi pada kita. Justru melalui badai besar dan keterombang-ambingan kita akan tiba ke daratan, seperti yang Ia tunjukkan kepada kita.

Saat badai melanda danau Galilea yang kelam, semua wajah menjadi gelap, dan semua hati takut akan karamnya kapal. Ketika semua bantuan dari makhluk ciptaan tidak berhasil, Sang Juruselamat yang tertidur pun bangun, dan dengan sepatah kata, mengubah huru-hara badai besar tersebut menjadi kesunyian yang tenang; maka tenanglah baik perahu-perahu kecil maupun kapal yang membawa Tuhan. Yesus adalah sang Bintang Samudra [1]; walaupun ada kesedihan di atas laut, ketika Yesus berada di atas sana, sukacita pun ada. Biarlah hati kita menjadikan Yesus jangkar, kemudi, mercusuar, sekoci dan pelabuhan kita. Gereja-Nya adalah kapal pemimpin milik Sang Laksamana, marilah kita mengkuti gerakannya, dan menyambut perwira-perwiranya dengan keberadaan kita. Dia sendiri atraksi utamanya; marilah kita selalu mengikuti jaluran ombak-Nya [2], memperhatikan tanda-tanda-Nya, mengemudi menurut peta-Nya, dan jangan pernah takut selama Dia masih terlihat. Tidak satu kapal pun dari rombongan akan karam; Komodor Agung akan mengemudikan setiap kapal layar dengan aman sampai ke tempat persinggahan yang diinginkan. Dengan iman kita akan berlayar satu hari lagi, dan berlayar terus bersama Yesus ke dalam laut kesukaran. Angin dan gelombang tidak akan menyayangkan kita, namun semuanya taat kepada-Nya; maka, oleh karena itu, badai apapun yang mungkin muncul di luar, iman akan merasakan ketenangan penuh berkat di dalam. Dia selalu berada di tengah-tengah rombongan yang terpukul oleh cuaca: marilah kita bersukacita di dalam Dia. Kapal-Nya sudah mencapai tempat perteduhan, dan akan begitu pula kapal kita.
____________________
[1] star of the sea, mungkin Stella Maris
[2] jejak air yang tergoncang yang ditinggalkan kapal yang bergerak

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

September 15, 2019, 04:51:11 AM
Reply #774
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0915

Minggu, 15 September 2019

Ia tidak takut kepada kabar celaka. [Mazmur 112:7]

Hai orang Kristen, engkau seharusnya tidak takut kepada datangnya kabar celaka; karena jikalau kamu tertekan olehnya, apakah lebihnya daripada orang lain? Mereka tidak punya Allahmu yang kepada-Nya kamu bisa lari; mereka tidak pernah melihat bukti kesetiaan-Nya seperti yang kaulihat, maka tidak heran bila mereka tertunduk dengan was-was dan terintimidasi rasa takut: tapi engkau telah menyatakan bahwa dirimu dari Roh; engkau telah dilahirkan kembali ke dalam harapan yang begitu hidup, dan hatimu hidup di surga bukannya hal-hal duniawi; sekarang, jikalau engkau terlihat begitu bingung seperti orang-orang lain, apakah nilai dari anugerah yang engkau nyatakan telah terima? Di manakah martabat dari natur baru itu yang engkau nyatakan telah miliki?

Sekali lagi, jika engkau dipenuhi dengan rasa was-was, seperti orang-orang lain, engkau pasti akan dibawa ke dalam dosa-dosa yang biasa terjadi pada mereka yang di dalam keadaan yang menguji mereka. Orang yang tidak mengenal Allah, ketika diperhadapkan dengan kabar celaka, memberontak terhadap Allah; mereka bersungut-sungut, dan menuduh bahwa Allah menindas mereka. Apakah engkau akan jatuh dalam dosa yang sama? Akankah engkau menista Allah seperti mereka?

Lagi pula, orang yang tidak percaya sering lari kepada cara yang salah untuk kabur dari kesulitan, pasti engkau juga melakukan yang sama jikalau pikiranmu menyerah pada tekanan saat ini. Percayalah pada Tuhan, dan nantikanlah Dia [Mazmur 37:7]. Haluan terbaikmu adalah bersikap seperti yang Musa lakukan di Laut Merah, “Berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN.” [Keluaran 14:13] Karena jikalau engkau mempersilakan ketakutan datang ketika mendengar kabar celaka, engkau tidak akan bisa menghadapi masalah tersebut dengan ketenangan yang membuat engkau berani dalam pekerjaanmu dan bertahan dalam kesulitanmu. Bagaimanakah engkau mempermuliakan Allah jikalau engkau bersikap pengecut? Orang-orang kudus telah sering menyanyikan puji-pujian Allah di tengah api, namun mungkinkah keraguan dan keputusasaanmu, seakan-akan engkau tidak memiliki siapapun untuk menolong engkau, mengagungkan sang Maha Tinggi? Maka teguhkan hatimu, dengan bersandar dalam keyakinan penuh akan kesetiaan Allah perjanjian, "janganlah gelisah dan gentar hatimu." [Yohanes 14:27]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




September 17, 2019, 11:41:26 AM
Reply #775
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0917

Selasa, 17 September 2019

Bawalah anak itu ke mari! [Markus 9:19]

Dalam keadaan putus asa, ayah yang kasihan dan kecewa itu berpaling dari para murid kepada Guru mereka. Anaknya berada dalam kondisi yang paling buruk, dan segala upaya telah gagal, namun anak yang menderita itu segera dilepaskan dari si jahat ketika orang tuanya dalam iman taat kepada perkataan Tuhan Yesus, “Bawalah anak itu ke mari!” Anak-anak adalah hadiah yang berharga dari Tuhan, namun banyak kekhawatiran datang bersamanya. Mereka dapat merupakan sukacita yang besar maupun kepahitan yang besar terhadap orang tua mereka; mereka mungkin dipenuhi oleh Roh Allah, atau dirasuk oleh roh jahat. Apapun kasusnya, Firman Allah memberikan kita satu resep untuk menyembuhkan segala penyakit, “Bawalah anak itu ke mari!” Hendaklah ada doa yang lebih nyeri demi mereka selama mereka masih bayi! Dosa ada di sana, hendaklah doa kita mulai menyerangnya. Seruan kita demi keturunan kita harus mendahului seruan yang menyatakan kedatangan aktual mereka ke dalam dunia dosa. Dalam masa muda mereka kita akan melihat tanda-tanda menyedihkan dari roh yang bodoh dan tuli itu yang tidak berdoa dengan benar, tidak juga mendengar suara Allah di dalam jiwa, namun Yesus tetap memerintahkan, “Bawalah anak itu ke mari!” Ketika mereka dewasa mereka dapat berkubang di dalam dosa dan berbuih dalam kebencian terhadap Allah; lalu ketika hati kita hancur kita harus mengingat perkataan Dokter yang agung itu, “Bawalah anak itu ke mari!” Kita tidak boleh berhenti berdoa sampai mereka berhenti bernafas. Tidak ada kasus yang tidak berpengharapan selama Yesus hidup.

Tuhan kadangkala membuat umatnya menderita untuk memojokkan mereka sehingga mereka dapat mengalami dan mengetahui betapa pentingnya Ia bagi mereka. Anak-anak yang fasik, ketika mereka memperlihatkan kita ketidakberdayaan kita terhadap kebobrokan hati mereka, akan mendorong kita untuk lari kepada yang kuat untuk mendapat kekuatan, dan ini merupakan berkat yang besar untuk kita. Apapun kebutuhan kita pada pagi hari, jadikanlah itu seperti arus yang deras yang membawa kita kepada samudera kasih ilahi. Yesus dapat segera menanggalkan sengsara kita, Dia bersuka untuk menghibur kita. Marilah kita bersegera kepada-Nya selama Dia menanti untuk bertemu dengan kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 18, 2019, 04:25:50 AM
Reply #776
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0918

Rabu, 18 September 2019

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. [Galatia 5:25]

Dua hal paling penting di dalam agama kudus kita adalah hidup beriman dan perjalanan iman. Dia yang dapat mengerti dengan benar akan hal ini tidak jauh dari seorang yang menguasai dalam teologi pengalaman, karena hidup beriman dan perjalanan iman adalah poin-poin sangat penting untuk seorang Kristen. Engkau tidak akan pernah menemukan iman yang benar tanpa adanya kesalehan sejati; sebaliknya, engkau tidak akan pernah menemukan kehidupan yang benar-benar kudus yang tidak berakar pada iman yang hidup kepada kebenaran Kristus. Celakalah mereka yang mengejar salah satunya saja! Ada orang-orang yang mempertumbuhkan iman dan melupakan kekudusan; mereka mungkin sangat hebat dalam doktrin ortodoks, tetapi mereka akan menerima penghukuman yang sangat dalam, karena mereka mengakui kebenaran dalam kelaliman; dan ada juga orang-orang yang memaksakan dirinya untuk hidup kudus, tapi menolak iman, seperti orang Farisi kuno, yang kepadanya Tuhan berkata mereka seperti "kuburan yang dilabur putih." [Mat 23:27] Kita harus memiliki iman, karena iman ialah fondasi; kita harus memiliki hidup kudus, karena kekudusan ialah bangunan atas. Apa gunanya fondasi belaka dari sebuah gedung bagi manusia dalam hari-hari berbadai? Dapatkah ia bersembunyi di dalamnya? Ia menginginkan rumah untuk melindunginya, termasuk fondasi rumah itu. Begitu pula kita membutuhkan bangunan atas dari kehidupan rohani jika kita ingin memiliki kenyamanan dalam hari-hari keraguan. Tetapi jangan mencari hidup kudus tanpa iman, karena hal itu berarti mendirikan rumah yang tidak dapat memberikan perlindungan yang permanen, karena rumah itu tidak memiliki fondasi di atas batu karang. Biarlah iman dan hidup menjadi satu, dan, seperti kedua pangkal jembatan, keduanya akan membuat kesalehan kita bertahan. Seperti cahaya dan panas mengalir dari matahari yang sama, iman dan hidup juga sama-sama penuh dengan berkat. Seperti dua pilar rumah ibadah, keduanya demi keagungan dan keindahan. Keduanya adalah dua aliran dari air mancur anugerah; dua lampu yang dinyalakan api kudus; dua pohon zaitun yang diairi perawatan surgawi. O Tuhan, berikanlah pada hari ini hidup di dalam, agar hidup itu menyatakan dirinya di luar demi kemuliaan-Mu.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


September 19, 2019, 06:29:23 AM
Reply #777
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0919

Kamis, 19 September 2019

Sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. [Galatia 5:1]

"Kemerdekaan" ini membuat kita bebas mendapatkan hak istimewa surgawi — Alkitab. Inilah ayat pilihan, hai orang percaya, "Apabila engkau menyebrang melalui sungai-sungai, Aku akan menyertai engkau." [Yes 43:2] Engkau bebas untuk mendapatkannya. Ini ayat lainnya: "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu." [Yes 54:10] Engkau bebas mendapatkannya. Engkau tamu yang disambut di meja perjanjian. Kitab Suci adalah harta yang tidak pernah kurang yang diisi dengan anugerah yang tak terbatas. Kitab Suci ialah banknya surga; engkau dapat menarik darinya sebanyak yang engkau mau, tanpa halangan atau rintangan. Datanglah dalam iman dan engkau boleh datang kepada seluruh berkat-berkat perjanjian. Tidak ada janji dalam Firman yang ditahan. Di dalam kesengsaraan, biarlah kemerdekaan ini menghibur engkau; di tengah-tengah ombak kesulitan, biarlah kemerdekaan ini menyemangati engkau; ketika kesedihan mengelilingi engkau, biarlah kemerdekaan ini menjadi penghibur engkau. Inilah tanda kasih dari Bapamu; engkau bebas mendapatkannya setiap saat. Engkau juga bebas mendapatkan takhta kasih karunia. Memiliki jalan masuk kepada Bapa surgawi setiap saat adalah hak istimewa orang percaya. Apapun keinginan kita, kesulitan kita, kebutuhan kita, kita bebas untuk menyatakannya kepada-Nya. Tidak peduli seberapa banyak kita telah berdosa, kita dapat memohon dan mengharapkan pengampunan. Tidak penting seberapa rendah kita, kita dapat memohon akan janji-Nya bahwa Ia akan menyediakan segala hal yang diperlukan. Kita memiliki izin untuk menghampiri takhta-Nya setiap saat—pada tengah malam tergelap, maupun dalam panas tengah hari yang paling membakar. Gunakan hakmu, O orang percaya, dan hidupi hak istimewamu. Engkau bebas untuk mendapatkan segala harta yang terkumpul di dalam Kristus—kebijaksanaan, kebenaran, pengudusan, dan penebusan. Tidak masalah apa yang engkau butuhkan, karena dalam Kristus ada persediaan penuh, dan hal itu tersedia bagi engkau. O "kemerdekaan" macam apa yang engkau miliki! kemerdekaan atas penghukuman, kemerdekaan akan perjanjian, kemerdekaan akan takhta anugerah, dan akhirnya kemerdekaan untuk masuk surga!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)