Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 112835 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 09, 2018, 05:31:57 AM
Reply #2080
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Berbuat Semampu Kita
  09/11/2018 
Berbuat Semampu Kita
Baca: Filipi 2:1-11 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 46–47 ; Ibrani 6


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-09.mp3

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. —Filipi 2:5

Meski hanya bisa berbaring di tempat tidur, Morrie Boogaart yang berusia 92 tahun tetap bekerja merajut topi untuk para tunawisma di Michigan. Kabarnya Boogaart berhasil membuat lebih dari 8.000 topi dalam waktu 15 tahun. Alih-alih memikirkan masalah kesehatan dan keterbatasannya, Boogaart berbuat semampunya untuk menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri. Ia berkata bahwa pekerjaan itu membuatnya senang dan memberinya tujuan hidup. Ia berkata, “Saya akan terus melakukannya sampai saya pulang ke rumah Bapa”—dan Allah memanggilnya pulang pada Februari 2018. Meski sebagian besar penerima topi buatannya tidak tahu kisah hidup Boogaart atau pengorbanan yang ia berikan untuk merajut setiap topi, ketekunan kasihnya dalam perbuatan yang sederhana itu kini menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.

Kita juga bisa mengesampingkan pergumulan kita, mengutamakan orang lain, dan meneladani Juruselamat kita yang penuh belas kasihan, Yesus Kristus (Flp. 2:1-5). Allah dalam daging—Raja atas segala raja—telah “mengambil rupa seorang hamba” dalam segala kerendahan hati (ay.6-7). Dengan memberikan nyawa-Nya—sebagai pengorbanan terbesar—Dia menggantikan tempat kita di kayu salib (ay.8). Yesus telah memberikan segalanya untuk kita . . . semuanya demi kemuliaan Allah Bapa (ay.9-11).
Kita dapat meneladani kasih Kristus dengan berbuat semampu kita dalam pelayanan kepada orang lain.

Sebagai orang percaya, kita mempunyai hak istimewa untuk menunjukkan kasih dan perhatian kepada orang lain melalui perbuatan baik kita. Sekalipun kita merasa tidak banyak hal yang bisa kita berikan, kita tetap bisa mengambil sikap sebagai hamba. Kita dapat aktif mencari kesempatan untuk membawa pengaruh dalam hidup orang lain dengan berbuat semampu kita dalam melayani mereka.
Kita dapat meneladani kasih Kristus dengan berbuat semampu kita dalam pelayanan kepada orang lain.
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Sebelum berbicara tentang Yesus Kristus, teladan kerendahan hati dan penyangkalan diri yang sempurna, Paulus mengajak semua orang percaya untuk mengutamakan kepentingan orang lain dengan rendah hati (Filipi 2:1-5). Sebelumnya, Paulus juga mengajarkan tentang tanggung jawab jemaat sebagai warga surga (1:27). Hidup yang berpadanan dengan Injil terwujud nyata di tengah perlawanan dunia (ay.28-30) dan di antara orang percaya yang memiliki berkat dari persekutuan rohani.

Arthur Jackson




November 09, 2018, 10:42:42 AM
Reply #2081
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Menarik:
Di Manakah Damai?

Org2 mengharapkan damai ada di dlm keadilan
Hanya di dlm keadilan ada damai, katanya
Padahal keadilan itu buntunya panjang2

Keadilan itu tergantung pd timbangan jujur dan akurat
Tergantung: merek, usia, lolos uji, penimbang yg sehat
Yg sehat hrs selalu lolos dr mempertimbangkan dirinya
Ya, mana ada yg spt itu!

Hanya Yesus yg ada spt begitu, maka dr itu
Kita hrs hidup dlm damai sejahtera dgn Allah
oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.[Rom.5:1]
Sebab kedamaian dpt memperlihatkan keadilan

Keadilan tidak dpt menunjukkan kedamaian, sebab
Keadilan adalah hal beroleh, kedamaian hal berserah
Oleh sebab itu keadilan panjang buntutnya, damai tak
Keadilan yg paling ilmiah buatan Karl Mark, max.70thn

“Walau  di zona perang atau di lingkungan aman tenteram,
Kristus mengundang kita untuk mengalami kedamaian-Nya.
Allah tak bisa memberi kita sukacita dan damai di luar dari diri-Nya,
karena hal itu memang tidak ada di luar sana. C. S. Lewis”


Kita hrs terus belajar damai
Mulai dari sesama anggota tubuh
Hingga sesama anggota tubuh Kristus

All should be about peace
And peace should be unto all
Because peace can not be devided.

Salam Damai Bro!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 10, 2018, 04:56:34 AM
Reply #2082
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Kita hrs terus belajar damai
Mulai dari sesama anggota tubuh
Hingga sesama anggota tubuh Kristus

All should be about peace
And peace should be unto all


setuju Bro !

Kristus mengundang kita untuk mengalami kedamaian-Nya.
Allah tak bisa memberi kita sukacita dan damai di luar dari diri-Nya,
karena hal itu memang tidak ada di luar sana. C. S. Lewis”

salam Damai !
November 10, 2018, 04:59:47 AM
Reply #2083
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/


Kehadiran-Nya
  10/11/2018 
Kehadiran-Nya
Baca: Keluaran 3:7-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 48–49 ; Ibrani 7


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-10.mp3

Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu. —Keluaran 33:14

Seorang ayah yang cemas dan anak remajanya duduk di hadapan seorang paranormal. “Seberapa jauh anakmu akan pergi?” tanya si paranormal. “Ia akan pergi ke kota besar,” jawab sang ayah, “dan pergi cukup lama.” Sembari memberikan semacam jimat keberuntungan kepada sang ayah, paranormal itu berkata, “Jimat ini akan melindungi anakmu ke mana pun ia pergi.”

Saya adalah anak tersebut. Namun, paranormal dan jimat itu tidak bermanfaat sama sekali bagi saya. Ketika tinggal di kota itu, saya mengenal Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya. Saya pun membuang jimat itu dan hanya mengandalkan Kristus. Memiliki Yesus dalam hidup ini menjamin bahwa Allah selalu menyertai saya.
Tak perlu takut ke mana pun Anda melangkah karena Yesus selalu menyertai Anda.

Tiga puluh tahun kemudian, ketika kami membawa adik saya ke rumah sakit, ayah yang juga telah beriman kepada Yesus berkata kepada saya, “Mari kita berdoa dahulu untuk adikmu; Kiranya Roh Allah menyertaimu sekarang dan selamanya!” Kami telah sama-sama belajar bahwa kehadiran dan kuasa Tuhan sajalah yang menjadi jaminan perlindungan kami.

Musa mempelajari hal yang sama. Ia pernah mendapat tugas yang menantang dari Allah untuk memimpin bangsanya keluar dari perbudakan di Mesir dan pergi menuju ke Tanah Perjanjian (Kel. 3:10). Namun, Allah meyakinkan Musa, “Aku akan menyertai engkau” (3:12).

Perjalanan hidup kita pun bukanlah tanpa tantangan. Meski demikian, kita memiliki jaminan akan kehadiran Allah. Itulah juga yang dijanjikan Yesus kepada murid-murid-Nya, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20).
Ya Tuhan, saat perjalanan hidup ini terasa jemu dan melelahkan, tolonglah kami untuk mengingat bahwa sesungguhnya Engkau sedang berjalan bersama kami.
Tak perlu takut ke mana pun Anda melangkah karena Yesus selalu menyertai Anda.
Oleh Lawrence Darmani | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Bagi bangsa Israel yang tengah diperbudak, salah satu bukti kehadiran Allah adalah bahwa Dia mengetahui penderitaan mereka. Keluaran 3:7 berkata, “TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.” Perkataan ini seharusnya juga menguatkan kita. Pada masa pergumulan dan kesusahan kita, langkah pertama untuk percaya dan menantikan pertolongan serta kekuatan-Nya adalah dengan menyadari bahwa Allah sendiri melihat penderitaan kita. Allah tak hanya melihat pergumulan umat-Nya, tetapi juga bertindak bagi kita. Belas kasih itu menggerakkan Dia hingga ke puncak salib. Dia mengetahui keterpurukan kita dan menyediakan jalan keluar dalam Kristus.

Bill Crowder


                               



November 11, 2018, 11:52:45 AM
Reply #2084
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Harapan yang Pasti
  11/11/2018 
Harapan yang Pasti
Baca: Filipi 1:19-26 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 50 ; Ibrani 8



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-11.mp3

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. —Filipi 1:21

Dr. William Wallace pernah melayani sebagai misionaris dengan profesi ahli bedah di Wuzhou, Tiongkok, di dekade 1940-an, tepat pada saat Jepang menyerang negara itu. Wallace, yang saat itu memimpin Rumah Sakit Stout Memorial, memberikan instruksi kepada pihak rumah sakit untuk mengangkut peralatan medis ke atas kapal tongkang agar dapat terus berfungsi sebagai rumah sakit sambil berlayar menyusuri sungai guna menghindari serangan dari darat.

Selama masa-masa berbahaya itu, Filipi 1:21—salah satu ayat favorit Wallace—mengingatkannya bahwa jika ia masih hidup, ia mempunyai tugas untuk terus melayani Juruselamatnya; tetapi jika ia mati, ia telah memiliki janji kekekalan bersama Kristus. Ayat tersebut kemudian menjadi sangat berarti ketika Wallace wafat saat dipenjarakan karena tuduhan palsu pada tahun 1951.
Pengorbanan yang diberikan kepada Allah merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlihatkan kasih-Nya.

Ayat yang ditulis Paulus tersebut mencerminkan kedalaman pengabdian yang ingin kita miliki sebagai pengikut Yesus. Kita pun dimampukan untuk menghadapi pencobaan dan bahkan mara bahaya demi nama-Nya. Kita diberi kesanggupan untuk memiliki pengabdian seperti itu karena kuasa ROH KUDUS dan doa-doa dari mereka yang mengasihi kita (ay.19). Hal itu juga merupakan sebuah janji. Bahkan ketika kita menyerahkan diri untuk terus melayani di tengah situasi-situasi sulit, kita menerima janji itu dengan suatu pengingat: ketika hidup dan pekerjaan kita di dunia berakhir, kita masih memiliki sukacita kekal bersama Yesus di dalam keabadian.

Di dalam momen-momen terberat yang kita hadapi, kiranya dengan hati yang taat untuk berjalan bersama Kristus di masa sekarang dan mata yang terus tertuju kepada janji kekekalan yang akan kita jalani bersama-Nya kelak, perbuatan dan keseharian kita akan memberkati orang lain dengan kasih dari Allah sendiri.
Bapa, jadikanlah aku pelayan yang setia, baik dalam kelemahan maupun kekuatanku.
Pengorbanan yang diberikan kepada Allah merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlihatkan kasih-Nya.
Oleh Randy Kilgore | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Ketika seorang percaya meninggal dunia, biasanya kita menghibur yang berduka dengan berkata, “Sekarang ia sudah bersama Tuhan.” Paulus membenarkan hal itu dalam pernyataannya bahwa ketika mati, ia akan “diam bersama-sama dengan Kristus” (Filipi 1:23). Keyakinan Paulus didasari oleh perkataan Tuhan Yesus sendiri. Ketika Kristus sekarat di kayu salib menebus dosa-dosa kita, Dia berjanji kepada salah seorang penjahat di sisi-Nya yang percaya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).

Apa yang kita ketahui tentang surga? Paulus pernah menyaksikannya, tetapi tak diperbolehkan untuk mengatakan apapun (2 Korintus 12:3-4). Yohanes juga sudah melihatnya, tetapi hanya menjelaskan dengan kiasan seperti dalam Wahyu 21–22. Namun, Yesus menggambarkannya sebagai “rumah Bapa-Ku“ (Yohanes 14:2), artinya ada sambutan, kehangatan, dan keakraban yang kelak kita dapati di sana bersama-Nya.



November 12, 2018, 05:50:02 AM
Reply #2085
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Siapa yang Menyetir?
  12/11/2018 
Siapa yang Menyetir?
Baca: Roma 6:1-14 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 51–52 ; Ibrani 9


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-12.mp3

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. —Galatia 5:25

Di atas dasbor mobil tetangga saya, Tim, terdapat miniatur tokoh “wild thing” (makhluk liar) yang diambil dari buku cerita anak favorit berjudul Where the Wild Things Are (Tempat Tinggal Makhluk Liar) karya Maurice Sendak.

Belum lama ini, Tim berkendara di belakang saya dan beberapa kali bermanuver mendadak agar tak tertinggal jauh dari mobil saya. Saat kami tiba di tujuan, saya bertanya kepadanya dengan bercanda, “Apakah tadi ‘makhluk liar’-mu yang sedang menyetir?”
Ketika Allah menuntut, Dia juga yang memampukan.

Hari Minggu berikutnya, catatan khotbah saya tertinggal di rumah. Saya pun berkendara pulang dengan mengebut, dan berpapasan dengan Tim di perjalanan. Ketika kami bertemu kembali, Tim membalas saya dengan bercanda, “Apakah tadi ‘makhluk liar’ yang sedang menyetir?” Kami sama-sama tertawa, tetapi pertanyaannya benar-benar tepat pada sasaran—saya memang lalai memperhatikan batas kecepatan saat mengemudi.

Ketika Alkitab menjelaskan apa artinya hidup dalam persekutuan dengan Allah, kita dinasihati untuk “[menyerahkan] anggota-anggota tubuh [kita] kepada Allah” (Rm. 6:13). Saya melihat tanggapan Tim sebagai pengingat yang lembut dari Tuhan agar saya menyerahkan kebiasaan saya mengebut kepada-Nya, karena sudah seharusnya saya menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah di dalam kasih.

Pertanyaan “siapa yang menyetir?” berlaku untuk seluruh bidang kehidupan. Apakah kita membiarkan watak lama kita yang “liar” dan berdosa untuk mengendalikan kita—segala kekhawatiran, ketakutan, atau kehendak diri sendiri—atau kita berserah kepada Roh Allah yang Mahakasih dan anugerah-Nya yang akan menolong kita bertumbuh?

Berserah kepada Allah memang baik. Alkitab berkata bahwa hikmat Allah membawa kita menuju “jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera” (Ams. 3:17). Mengikuti Allah selalu lebih baik.
Tuhan terkasih, terima kasih untuk anugerah-Mu yang menolong kami menaati-Mu, dan untuk damai yang Kauberikan selama kami hidup dekat dengan-Mu.
Ketika Allah menuntut, Dia juga yang memampukan.
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Paulus menepis pemikiran bahwa anugerah Allah mengizinkan kita melakukan apapun sesuka hati. Hal itu malah tidak masuk akal menurutnya (Roma 6:2). Anugerah Allah membuat kita bebas untuk memilih hidup dalam Dia. Itu sebabnya Paulus berkata, “Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran” (ay.13).

Hari ini, apa yang hendak kita persembahkan kepada Tuhan?

Tim Gustafson




November 13, 2018, 06:18:12 AM
Reply #2086
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/


Domba Bodoh, Gembala yang Baik
  13/11/2018 
Domba Bodoh, Gembala yang Baik
Baca: Yehezkiel 34:7-16 | Bacaan Alkitab Setahun: Ratapan 1–2 ; Ibrani 10:1-18


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-13.mp3

Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku. —Yehezkiel 34:12

Kawan saya, Chad, pernah bekerja selama setahun sebagai gembala di Wyoming. “Domba itu begitu bodoh sehingga mereka hanya makan apa yang ada di depan mereka,” ceritanya kepada saya. “Bahkan ketika domba telah memakan habis semua rumput yang ada di depan mereka, bukannya mencari rerumputan segar di tempat lain, mereka justru akan makan tanah!”

Kami tertawa, dan saya pun terpikir tentang seberapa seringnya Alkitab membandingkan manusia dengan domba. Memang tidak heran jika kita membutuhkan gembala! Namun, karena domba sangat bodoh, tidak bisa sembarang gembala yang menuntun mereka. Domba membutuhkan seorang gembala yang mempedulikan mereka. Ketika Nabi Yehezkiel menuliskan pesan kepada umat Allah yang menjadi tawanan dalam pembuangan di Babel, ia membandingkan mereka dengan domba yang dituntun oleh gembala yang jahat. Alih-alih mempedulikan kawanan dombanya, para pemimpin Israel telah memeras dan memanfaatkan mereka (ay.3), lalu meninggalkan mereka menjadi mangsa bagi segala binatang di hutan (ay.5).
Kita sungguh diberkati karena memiliki Gembala yang selalu menuntun kita ke padang rumput yang subur dan baik!

Namun, umat Allah masih memiliki pengharapan. Allah, Sang Gembala yang Baik, berjanji untuk menyelamatkan bangsa itu dari para pemimpin yang telah memeras mereka. Dia berjanji untuk membawa mereka pulang, menuntun mereka ke padang rumput yang subur, dan memberi mereka ketenangan. Allah akan menyembuhkan yang terluka dan mencari yang hilang (ay.11-16). Dia akan mengusir binatang liar, sehingga kawanan domba-Nya akan diam dengan aman tenteram (ay.28).

Kawanan domba Allah sangat membutuhkan perhatian dan tuntunan yang lemah lembut. Kita sungguh diberkati karena memiliki Gembala yang selalu menuntun kita ke padang rumput yang subur dan baik! (ay.14).
Apakah saya mendengarkan suara Gembala saya?
Oleh Amy Peterson | Lihat Penulis Lain



November 13, 2018, 02:42:32 PM
Reply #2087
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Domba Bodoh, Gembala yang Baik
Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya,
begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku. —Yehezkiel 34:12

Gembala yg baik mencari domba-nya
Demikian Tuhan mencari kita org2 yg bodoh
Tuhan telah mendapatkan kita, tenanglah jiwa

Quote
Kawan saya, Chad, pernah bekerja selama setahun sebagai gembala di Wyoming. “Domba itu begitu bodoh sehingga mereka hanya makan apa yang ada di depan mereka,” ceritanya kepada saya. “Bahkan ketika domba telah memakan habis semua rumput yang ada di depan mereka, bukannya mencari rerumputan segar di tempat lain, mereka justru akan makan tanah!”

Baru tahu aku, domba itu segitu bodohnya, Bro! Aku bukan gembala
Apa mungkin generasi masa depan pun nanti tak tahu fungsi gembala?
Heroik gembala makin tak nyata, sebab mereka semakin disebut peternak

Entahlah!

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 14, 2018, 06:26:29 AM
Reply #2088
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Gembala yg baik mencari domba-nya
Demikian Tuhan mencari kita org2 yg bodoh
Tuhan telah mendapatkan kita, tenanglah jiwa

Baru tahu aku, domba itu segitu bodohnya, Bro! Aku bukan gembala
Apa mungkin generasi masa depan pun nanti tak tahu fungsi gembala?
Heroik gembala makin tak nyata, sebab mereka semakin disebut peternak

Entahlah!


Tuhan sudah mendefinisikan job description / apa yg kita perbuat : orang Kristen sebagai terang dunia krn dunia gelap dan garam dunia karena dunia yang tawar rasa.. kata lainnya manusia dan domba sama kualitas bodohnya.. syaratnya, alat musik rohani kita yang terbaik adalah selaras seharmoni mau dipimpin konduktor/ dirigen gembala Allah Bapa, seperti konser orkestra musik, maka kualitas terang akan se terang nya Tuhan dan kualitas garam akan se garam nya Tuhan.  gereja yg adalah kumpulan orang yang bersekutu sepaham akan saling memberitahu, menguatkan, menolong, dan lain lain.

Tuhan menjangkau mereka yang tak tahu kebenaran melalui kualitas terang dan garamnya kita Bro !

selamat berjuang Bro ! Tuhan bersama roh kita

salam Damai !
November 14, 2018, 06:30:19 AM
Reply #2089
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/


Mari Saling Mendorong
  14/11/2018 
Mari Saling Mendorong
Baca: Ibrani 10:19-25 | Bacaan Alkitab Setahun: Ratapan 3–5 ; Ibrani 10:19-39


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-14.mp3

Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. —Ibrani 10:24

The Steven Thompson Memorial Centipede adalah lomba lari lintas alam yang unik. Tiap tim yang beranggotakan tujuh orang harus berlari sebagai satu rangkaian dengan memegang seutas tali sampai jarak 3,2 KM dari total jarak 4,8 KM. Saat mencapai titik 3,2 KM, tali itu mereka lepaskan dan tiap pelari menyelesaikan perlombaannya masing-masing. Oleh karena itu, waktu tempuh setiap pelari merupakan kombinasi dari kecepatan bersama sebagai tim dan kecepatannya sendiri.

Tahun ini, tim putri saya memilih strategi yang belum pernah saya lihat: Mereka menempatkan pelari yang paling lambat tepat di belakang pelari tercepat yang ada di posisi terdepan. Tujuannya adalah agar pelari tercepat itu cukup dekat sehingga ia dapat menyemangati pelari yang paling lambat di belakangnya.
Dorongan semangat merupakan penyegar bagi jiwa.

Bagi saya, rencana mereka menggambarkan satu bagian dari kitab Ibrani. Penulis kitab itu mendorong kita untuk “teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita” (Ibr. 10:23) sambil kita “saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (ay.24). Tentu ada banyak cara untuk menerapkan hal tersebut, tetapi penulis menekankan salah satunya: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati” (ay.25). Berkumpul dengan sesama saudara seiman selagi kita masih bisa melakukannya merupakan bagian yang sangat vital dalam kehidupan iman kita.

Adakalanya perlombaan hidup ini terasa terlalu sulit untuk kita jalani, dan kita mungkin tergoda untuk “melepaskan talinya” karena putus asa. Saat kita berlari bersama, marilah kita juga saling mendorong agar kita tetap kuat untuk terus berlari!
Tuhan Yesus, terima kasih untuk harapan yang Kauberikan. Terima kasih karena Engkau tak pernah melemahkan semangat kami. Tolong kami meneladani-Mu dengan menguatkan satu sama lain hari ini.
Dorongan semangat merupakan penyegar bagi jiwa.
Oleh Kirsten Holmberg | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Oleh darah Yesus, Imam Besar agung (Ibrani 10:19-22), sekarang kita dapat masuk ke ruang maha kudus, yaitu berada di hadirat Allah secara langsung. Namun, penulis menggunakan dua pemikiran itu— pengorbanan Yesus dan jalan masuk kita kepada Allah—secara bersamaan. Yang ditekankan dalam ayat tersebut bukanlah soal kita bisa masuk ke hadirat Tuhan karena Yesus telah berkorban bagi kita, melainkan karena sekarang kita sudah bisa datang kepada Tuhan, kita harus bertindak. Kita harus mendekat kepada-Nya (ay.22), berpegang teguh pada pengharapan kita (ay.23), saling menguatkan (ay.24), dan berkumpul dalam pertemuan-pertemuan ibadah (ay.25).

Salah satu aspek yang menonjol dalam bacaan ini adalah seringnya penggunaan kata ganti orang pertama jamak (kita). Tujuh kali penulis menggunakan istilah ini dan tiga di antaranya berupa ajakan, “Marilah kita. . .” (ay.22, 23, 24). Artinya, keselamatan memiliki dampak menyeluruh dalam komunitas. Kita semua adalah bagian dari satu tubuh Kristus (1 Korintus 12). Kehidupan orang Kristen harus dijalani dalam relasi dengan saudara seiman, saling mendorong agar makin serupa dengan Kristus.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)