Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 127192 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 14, 2018, 04:24:27 PM
Reply #2090
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2017
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Salah satu aspek yang menonjol dalam bacaan ini adalah seringnya penggunaan kata ganti orang pertama jamak (kita). Tujuh kali penulis menggunakan istilah ini dan tiga di antaranya berupa ajakan, “Marilah kita. . .” (ay.22, 23, 24). Artinya, keselamatan memiliki dampak menyeluruh dalam komunitas. Kita semua adalah bagian dari satu tubuh Kristus (1 Korintus 12). Kehidupan orang Kristen harus dijalani dalam relasi dengan saudara seiman, saling mendorong agar makin serupa dengan Kristus.

Yes, kita!
Kita hrs saling mendorong & menarik
Agar kita semakin serupa dgn Kristus

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 15, 2018, 05:05:49 AM
Reply #2091
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Yes, kita!
Kita hrs saling mendorong & menarik
Agar kita semakin serupa dgn Kristus

Salam Damai!

Yes, Bro ! ROH KUDUS yang sama yang ada di setiap kita akan bertindak sesuai rencana blue print nya Tuhan. blue print unik spesifik khusus berbeda untuk tiap pribadi kita sekalian.

Salam damai !
November 15, 2018, 05:12:39 AM
Reply #2092
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Gangguan Berbahaya
  15/11/2018 
Gangguan Berbahaya
Baca: Yohanes 13:31-35 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 1–2 ; Ibrani 11:1-19


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-15.mp3

Semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. —Yohanes 13:35

Seniman Sigismund Goetze mengejutkan masyarakat Inggris pada zaman kekuasaan Ratu Victoria dengan lukisannya “Despised and Rejected of Men” (Dihina dan Dihindari Orang). Di lukisan itu, ia menggambarkan Yesus yang dihukum dan menderita sambil dikelilingi oleh orang dari generasi Goetze sendiri. Orang-orang itu tampak sibuk dengan urusan pribadi mereka—bisnis, percintaan, politik—hingga mereka sama sekali tak menyadari pengorbanan Sang Juruselamat. Kerumunan orang yang tak acuh terhadap Kristus itu, sama seperti kerumunan orang di bawah salib Yesus, tak memahami apa—atau siapa—yang telah mereka abaikan.

Demikian pula pada masa kini, orang yang percaya dan yang tidak percaya sama-sama mudah teralihkan dari hal-hal yang bersifat kekal. Bagaimana pengikut Yesus bisa menembus kabut ketidakpedulian itu dengan kebenaran tentang kasih Allah yang ajaib? Kita dapat memulai dengan saling mengasihi sebagai sesama anak-anak Allah. Yesus berkata, “Semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:35).
Kita membawa terang kabar baik tentang Yesus ke dalam dunia yang diselimuti oleh kabut ketidakpedulian.

Namun, kasih yang sejati tidak berhenti sampai di situ. Kita memperluas jangkauan kasih tersebut dengan membagikan Injil agar orang lain tertarik untuk mengenal Sang Juruselamat. Itulah yang disebutkan Paulus, “Kami ini adalah utusan-utusan Kristus” (2Kor. 5:20).

Dengan cara itulah, kita sebagai tubuh Kristus dapat mencerminkan sekaligus memancarkan kasih Allah, kasih yang sungguh-sungguh kita butuhkan, kepada satu sama lain di dalam umat Tuhan maupun kepada dunia kita. Kiranya dengan kesanggupan dari Roh-Nya, kedua upaya itu dapat menembus kabut ketidakpedulian yang menghalangi kita melihat keajaiban kasih Allah dalam diri Yesus.
Kita membawa terang kabar baik tentang Yesus ke dalam dunia yang diselimuti oleh kabut ketidakpedulian.
Oleh Bill Crowder | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Pikirkanlah murid-murid pertama yang dipilih Yesus (Lukas 6:13-16). Meski sama-sama lelaki dan semuanya orang Yahudi, ada banyak yang mungkin (bahkan kadang benar-benar) membedakan mereka. Kebanyakan berasal dari Galilea di sebelah utara, tetapi ada satu (Yudas Iskariot) yang berasal dari Yudea di selatan. Sebagian besar adalah nelayan (Markus 1:16-20), tetapi Matius adalah pemungut cukai (Matius 10:3) yang mengabdi kepada Romawi—merugikan bangsanya sendiri. Matius bisa saja dibenci oleh semua murid, terutama Simon orang Zelot (ay.4)—Zelot adalah salah satu kelompok Yahudi garis keras yang berusaha menyingkirkan orang Romawi dari Israel. Belum lagi Yakobus dan Yohanes yang menginginkan posisi terhormat dalam kerajaan Allah (Markus 10:35-37). Murid-murid Yesus adalah lingkungan yang potensial untuk berkembangnya perpecahan. Hal-hal itu merupakan faktor yang mempersulit orang untuk saling mengasihi. Namun, karena Allah sudah mengasihi kita terlebih dahulu, kita mampu mengasihi sesama—tanpa memandang perbedaan di antara kita—dengan kekuatan kasih yang kita peroleh dari Allah. Mengasihi sesama memang tidak mudah, tetapi harus diterapkan untuk hidup damai sebagai murid Kristus.

Apakah Anda memerlukan pertolongan Tuhan untuk berusaha mengasihi orang-orang tertentu saat ini?

Bill Crowder




November 16, 2018, 06:16:11 AM
Reply #2093
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Mensyukuri Diri Allah
  16/11/2018 
Mensyukuri Diri Allah
Baca: Mazmur 95:1-7 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 3–4 ; Ibrani 11:20-40


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-16.mp3

Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur . . . sebab Tuhan adalah Allah yang besar. —Mazmur 95:2-3

Dari ribuan pesan yang tercetak dalam kartu ucapan, salah satu pernyataan yang mungkin paling menyentuh adalah kalimat sederhana ini: “Terima kasih untuk dirimu.” Jika Anda menerima kartu dengan ucapan itu, Anda tahu bahwa orang tersebut mempedulikan Anda bukan karena Anda telah melakukan sesuatu yang luar biasa baginya, tetapi karena Anda hadir sebagai diri Anda sendiri.

Saya berpikir, apakah ucapan seperti itu menjadi salah satu cara terbaik bagi kita untuk mengungkapkan terima kasih kepada Allah. Tentu, di saat-saat Allah berkarya dengan nyata dalam hidup kita, kita dapat berkata seperti ini, “Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendapat pekerjaan itu.” Namun, yang lebih perlu kita lakukan adalah cukup dengan berkata, “Terima kasih, ya Allah, untuk diri-Mu.”
Ada begitu banyak alasan untuk bersyukur kepada Allah, dan salah satunya adalah karena diri-Nya sendiri!

Ketika kita membaca ayat seperti 1 Tawarikh 16:34, “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya,” kita dapat berkata: Terima kasih, ya Allah, untuk diri-Mu—Engkau baik dan penuh kasih. Atau Mazmur 7:18, “Aku hendak bersyukur kepada Tuhan karena keadilan-Nya,” kita dapat berkata: Terima kasih, ya Allah, untuk diri-Mu—Engkau kudus. Atau Mazmur 95:2-3, “Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, . . . Sebab Tuhan adalah Allah yang besar,” kita dapat berkata: Terima kasih, ya Allah, untuk diri-Mu—Penguasa alam semesta yang Mahakuasa.

Diri Allah. Itu cukup untuk membuat kita berhenti sejenak dan memuji serta menaikkan syukur kita kepada-Nya. Terima kasih, ya Allah, untuk diri-Mu!
Ya Allah, kami bersyukur untuk diri-Mu—Allah Mahakuasa yang mengasihi kami dan menerima ungkapan kasih kami. Terima kasih untuk segala sesuatu yang membuat Engkau layak dimuliakan. Kami dibuat takjub oleh diri-Mu saat kami memuji-Mu dengan perkataan dan nyanyian kami.
Ada begitu banyak alasan untuk bersyukur kepada Allah, dan salah satunya adalah karena diri-Nya sendiri!
Oleh Dave Branon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dalam Mazmur 95, pemazmur terpukau oleh keajaiban sang Pencipta dan Penebus yang ia kasihi. Allah adalah “gunung batu keselamatan kita”; tiada yang dapat menyingkirkan fondasi kokoh dari kasih-Nya kepada kita (ay.1). Pemazmur menyerukan bahwa Allahnya jauh melebihi segala objek penyembahan lain (ay.3) karena kebudayaan masyarakatnya saat itu mempercayai banyak ilah; ia sendiri tahu bahwa sesungguhnya hanya ada satu Allah. Keajaiban sang Pencipta mendorong pemazmur untuk mengundang semua orang percaya sujud menyembah Dia dengan takjub dan menyadari bahwa kita semua seperti domba yang dipelihara oleh sang Gembala pengasih.

Bagaimanakah Anda memuji Tuhan atas ciptaan-Nya yang mengagumkan dan kasih-Nya yang tak terhingga?

Dennis Fisher




November 16, 2018, 03:15:52 PM
Reply #2094
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2017
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yes, Bro !
ROH KUDUS yang sama yang ada di setiap kita akan bertindak sesuai rencana blue print nya Tuhan.
blue print unik spesifik khusus berbeda untuk tiap pribadi kita sekalian.

Ya! Sebagaimana anggota tubuh kita,
Walau ber-beda2 tetap satu rasa
Baik pd suka maupun pd duka

Demikian juga pd pribadi saat berdoa sendirian
Sebab ada beda antara keinginan tubuh dgn keinginan roh
Maka jiwa yg berdoa "Bapa kami" tak elok diubah menjadi "Bapa saya"

"Terima kasih, ya Allah, untuk diri-Mu!"

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 17, 2018, 05:09:58 AM
Reply #2095
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Ya! Sebagaimana anggota tubuh kita,
Walau ber-beda2 tetap satu rasa
Baik pd suka maupun pd duka

Demikian juga pd pribadi saat berdoa sendirian
Sebab ada beda antara keinginan tubuh dgn keinginan roh
Maka jiwa yg berdoa "Bapa kami" tak elok diubah menjadi "Bapa saya"

seluruh orang Kristen di bumi ini memang senasib seperjuangan melawan musuh yang sama , iblis dan para teman temannya,
maka kepala tubuh, kepala jemaat, yaitu hanya bagian tubuh yaitu kepala yang bisa memikirkan strategi lawan setan, yaitu Kristus.

keinginan tubuh memang rancu sekali, campur aduk dgn keinginan roh. kalau roh manusia tidak ditundukkan kepada Roh Tuhan yang kudus suci, pasti keinginan roh tunduk dikontrol kendalikan kemauan daging yang periode waktunya hanya sekitar perut seks nafsu serakah kaya kepemilikan benda berkuasa dihormati dll. sebetulnya menurut saya, untuk kalibrasi penyetelan ulang standard kompas kemauan daging tubuh supaya tunduk pada kemauan Roh susah sekali kalau tidak dibunuh disalib, sehingga hanya tinggal Roh yang hidup yang hidup sekarang adalah hidup Roh dengan iman Nya Kristus spy tepat sasaran utk penggenapan action strategi melawan setan. kalibrasi yang betul harusnya 3 kali sehari seperti Daniel. tapi teori ini susah sekali. mustahil kalau kemauan sadar roh tidak dilatih terus menerus tunduk pada kemauan Roh.

salam Damai !
November 17, 2018, 05:18:40 AM
Reply #2096
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Pengaruh Sentuhan
  17/11/2018 
Pengaruh Sentuhan
Baca: Markus 1:40-45 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 5–7 ; Ibrani 12



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-17.mp3

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu. —Markus 1:41

Dokter Paul Brand, perintis misionaris medis abad ke-20 di India, telah melihat langsung stigma yang dikaitkan dengan kusta. Saat bertemu dengan seorang pasien, Dr. Brand menyentuhnya untuk meyakinkan pasien itu bahwa ia bisa sembuh. Air mata pun membasahi wajah pria itu. Asisten Dr. Brand menjelaskan kepadanya, “Anda menyentuhnya dan sudah bertahun-tahun tak seorang pun pernah melakukannya. Air mata itu tanda sukacitanya.”

Di awal pelayanan-Nya, Yesus ditemui seorang yang sakit kusta, nama yang digunakan pada zaman kuno untuk seluruh jenis penyakit kulit yang menular. Menurut hukum Perjanjian Lama, karena penyakit itu, si penderita harus tinggal di luar komunitasnya. Jika penderita itu tanpa sengaja berada di dekat orang-orang sehat, ia harus berseru, “Najis! Najis!” agar mereka dapat menjauhinya (Im. 13:45-46). Akibatnya, penderita itu mungkin tak lagi bersentuhan dengan orang lain selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Sentuhan yang penuh kasih merupakan salah satu bentuk perhatian kita kepada sesama.

Dengan hati yang berbelas kasihan, Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu. Dia sanggup menyembuhkan orang dengan satu kata saja (Mrk. 2:11-12). Namun, saat Yesus bertemu seseorang yang dikucilkan dan ditolak karena penyakit fisiknya, sentuhan Yesus meyakinkan orang itu bahwa ia tidak lagi sendirian dan telah diterima.

Saat Allah memberi kita kesempatan, kita dapat meneruskan anugerah dan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain dengan sentuhan lembut yang menyatakan bahwa kita menjunjung martabat dan keberadaan mereka. Sentuhan kita yang sederhana, tetapi membawa penghiburan, akan mengingatkan orang-orang yang terluka bahwa kita mempedulikan dan mengasihi mereka.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau secara personal mengulurkan tangan-Mu untuk menolong mereka yang terluka. Tolonglah aku untuk mengikuti teladan-Mu dan meneruskan belas kasihan-Mu lewat tindakanku.
Sentuhan yang penuh kasih merupakan salah satu bentuk perhatian kita kepada sesama.
Oleh Lisa Samra | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Setelah menyembuhkan si kusta, mengapa Yesus memperingatkannya untuk tidak memberitahu siapa pun (Markus 1:44)? Alkitab tidak memberitahukan alasan-Nya, tetapi ada petunjuk dalam kalimat selanjutnya, “Tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Prioritas pertama adalah memperlihatkan diri kepada imam. Mengapa? Pada zaman Israel kuno, kusta dianggap sebagai penyakit jasmani yang terkait dengan hal-hal rohani. Karena itu, begitu mengalami gejala awal, orang yang terkena harus langsung memperlihatkan diri kepada imam—bukan tabib—untuk didiagnosa (Imamat 13). Setelah tampak sembuh, imam harus memeriksa dan menyatakan ketahirannya. Selain itu, imam juga harus mempersembahkan persembahan khusus dan rumit untuk upacara pentahiran (Imamat 14). Sepanjang Perjanjian Lama, hanya dicatat dua penderita kusta yang sembuh, yaitu Miryam (Bilangan 12:10-15) dan Naaman, orang Aram (2 Raja-Raja 5:1-14). Dalam dua kasus itu, Alkitab tidak mencatat bahwa persembahan spesifik yang terperinci itu dipersembahkan. Bisa jadi, persembahan pentahiran tersebut pertama kali diberikan sehubungan dengan kesembuhan orang kusta dalam Injil Markus. Yang jelas, orang itu harus terlebih dahulu “memperlihatkan dirinya kepada imam” agar kesembuhannya diakui.

Bill Crowder




November 19, 2018, 06:05:06 AM
Reply #2097
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Memberikan Teguran
  19/11/2018 
Memberikan Teguran
Baca: 1 Samuel 25:21-35 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 11–13 ; Yakobus 1

 
https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-19.mp3
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! —Roma 12:18

Suatu kali saya pernah berkendara hampir 90 KM demi menegur staf saya yang bekerja di kota lain. Saya mendapat laporan bahwa staf tersebut telah memberikan kesan yang kurang baik tentang perusahaan kami, dan saya tidak ingin reputasi perusahaan kami rusak. Saya merasa tergerak untuk memberikan pendapat yang mungkin akan mengubah keputusannya.

Dalam 1 Samuel 25, ada seseorang yang di luar dugaan berani mengambil risiko besar untuk menghadapi calon raja Israel yang sedang berencana melakukan tindakan yang sangat membahayakan. Abigail adalah istri Nabal, orang yang pribadinya sesuai dengan arti namanya (“bebal”) (ay.3,25). Nabal menolak membalas jasa Daud dan pasukannya yang telah menjaga keamanan ternaknya (ay.10-11). Ketika mendengar bahwa Daud akan membalas dendam, dan menyadari bahwa suaminya yang bebal tidak akan mendengar pendapatnya, Abigail mempersiapkan tawaran damai. Dengan menunggang keledai, Abigail menjumpai Daud dan membujuknya untuk memikirkan ulang rencananya (ay.18-31).
Adakalanya dalam mengikut Allah, kita harus siap memberikan teguran.

Bagaimana Abigail menyelesaikan masalah itu? Setelah terlebih dahulu mengirimkan makanan yang dibawa sejumlah keledai sebagai pelunasan atas jasa-jasa Daud dan pasukannya, Abigail dengan bijak mengingatkan Daud akan panggilan Allah. Apabila Daud mampu menahan diri dari keinginan untuk membalas dendam, saat Allah menjadikannya raja kelak, Daud tak perlu “bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan” (ay.31).

Mungkin Anda mengenal seseorang yang hampir membuat kesalahan besar yang dapat membahayakan orang lain dan menodai efektivitasnya bagi Allah di masa depan. Mungkinkah Anda, seperti Abigail, dipanggil Allah untuk menegurnya?
Ya Allah, tolong aku mengetahui saat yang tepat untuk menegur sesamaku dengan penuh kasih.
Adakalanya dalam mengikut Allah, kita harus siap memberikan teguran.
Oleh Elisa Morgan | Lihat Penulis Lain




November 20, 2018, 05:18:24 AM
Reply #2098
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Kondisi yang Tidak Ideal?
  20/11/2018 
Kondisi yang Tidak Ideal?
Baca: Filipi 1:12-18 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 14–15 ; Yakobus 2



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-20.mp3


Apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil. —Filipi 1:12

Ketika jembatan yang digunakan untuk mencapai kota Techiman, Ghana, dihanyutkan banjir, penduduk New Krobo yang tinggal di sisi lain dari Sungai Tano pun terjebak. Jumlah kehadiran dalam kebaktian gereja yang digembalakan Pendeta Samuel Appiah di Techiman juga menurun drastis karena banyak anggota jemaat yang tinggal di New Krobo. Sungguh suatu kondisi yang tidak ideal.

Di tengah krisis tersebut, Pendeta Samuel berusaha memperluas panti asuhan milik gereja agar bisa menampung lebih banyak anak yatim piatu. Ia pun berdoa. Kemudian gerejanya mengadakan kebaktian alam terbuka di tepi sungai di New Krobo. Lalu mereka mulai membaptis jemaat yang baru percaya kepada Yesus. Sebuah gereja baru mulai berakar di sana. Bukan hanya itu, New Krobo juga memiliki tempat penampungan sementara bagi anak-anak yatim piatu. Allah sedang merajut karya pemulihan-Nya di tengah krisis.
Allah bekerja di tengah kekacauan. Itulah inti dari Alkitab. Matt Chandler

Saat Rasul Paulus berada kondisi yang tidak ideal, yakni sedang dipenjara, ia tidak meratapi situasinya. Dalam suratnya yang luar biasa kepada jemaat di Filipi, ia menulis, “Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil” (Flp. 1:12). Paulus menuliskan bagaimana pemenjaraannya telah membuat “seluruh istana dan semua orang lain” mengetahui tentang Kristus (ay.13). Selain itu, saudara-saudara seiman lainnya makin berani memberitakan kabar baik tentang Yesus (ay.14).

Walau menghadapi rintangan, Pendeta Samuel dan Rasul Paulus menyaksikan bagaimana Allah menunjukkan kepada mereka cara-cara baru untuk berkarya di tengah krisis yang melanda. Apa yang mungkin sedang Allah lakukan di tengah situasi kita yang sulit saat ini?
Tuhan, terkadang kami merasa seperti berada dalam situasi yang tidak ideal. Namun, kami tahu Engkau hadir di mana saja. Tolonglah kami untuk melihat-Mu.
Allah bekerja di tengah kekacauan. Itulah inti dari Alkitab. Matt Chandler
Oleh Tim Gustafson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Para pakar meyakini bahwa tulisan Paulus dalam Filipi 1:12-14 berbicara tentang pelayanannya di Roma. Menurut Kisah Para Rasul 28:16-31, Paulus menjadi tahanan rumah tetapi “diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya” (ay.16). Selama dua tahun itu, Paulus mendapat kesempatan langka untuk memberitakan “kerajaan Allah” dan mengajarkan “tentang Tuhan Yesus Kristus dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa” (ayat 30-31)! Ia mewartakan kebenaran Allah khususnya kepada para pengawal istana, pasukan elit Kaisar (Filipi 1:13). Paulus menyebut sejumlah orang “di istana Kaisar”—para pejabat dan petinggi istana—yang telah menjadi percaya (4:22). Saat menulis dari Roma, perhatian utama Paulus bukanlah kebebasannya sendiri melainkan kesetiaan untuk memberitakan Kristus (1:18-19), berbuah (ay.22), dan memuliakan Kristus, baik hidup atau mati (ay.20). Dalam pemenjaraan yang belakangan di Roma (2 Timotius 1:17), Paulus menulis bahwa meskipun ia “dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu” (2:9).
                 


November 21, 2018, 06:00:11 AM
Reply #2099
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Pelayanan Tersembunyi
  21/11/2018 
Pelayanan Tersembunyi
Baca: 2 Korintus 1:8-11 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16–17 ; Yakobus 3


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-21.mp3

Kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami. —2 Korintus 1:10-11

Sebuah proyek akademis yang besar sedang membebani saya, dan saya merasa resah apakah mampu menyelesaikannya sesuai tenggat. Di tengah kegalauan tersebut, saya menerima tiga pesan dari kawan-kawan yang berusaha menyemangati saya. Masing-masing dari mereka mengatakan, “Saat aku berdoa hari ini, Allah mengingatkanku padamu.” Saya merasa terharu sekaligus dikuatkan karena kawan-kawan tersebut telah menghubungi saya tanpa tahu apa yang sedang saya alami, dan saya percaya Allah telah memakai mereka sebagai utusan kasih dari-Nya.

Rasul Paulus tahu tentang kuasa doa ketika ia menulis surat kepada jemaat di Korintus. Ia menyatakan keyakinannya kepada Allah, yakni bahwa Dia akan terus menyelamatkan mereka dari mara bahaya “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami” (2Kor. 1:10-11). Lalu, ketika Allah menjawab doa-doa mereka, Dia akan dimuliakan ketika banyak orang mengucap syukur kepada-Nya atas “karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka” (ay.11).
Allah mendengar doa-doa umat-Nya.

Kawan-kawan saya dan para pendukung pelayanan Rasul Paulus sama-sama melayani dengan cara berdoa syafaat, sesuatu yang disebut Oswald Chambers sebagai “pelayanan tersembunyi yang menghasilkan buah dan yang melaluinya Allah Bapa dimuliakan”. Ketika kita mengarahkan segenap pikiran dan hati kepada Yesus, kita akan melihat Dia membentuk kita, termasuk dalam cara kita berdoa. Dia memampukan kita untuk mengaruniakan doa-doa yang tulus kepada kawan-kawan, anggota keluarga, dan orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun.

Adakah seseorang yang Allah taruh dalam hati dan pikiran Anda untuk Anda doakan?
Allah mendengar doa-doa umat-Nya.
Oleh Amy Boucher Pye | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Paulus menanggung penganiayaan yang sangat berat. Saat menulis suratnya yang sangat pribadi (lihat 2 Korintus 1:3-7), ia menghibur jemaat Korintus dengan menunjukkan kesulitan-kesulitannya agar jemaat tahu bahwa ia juga turut merasakan penderitaan mereka. Dengan amat terbuka, ia mengungkapkan betapa hebatnya ujian-ujian tersebut—“begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami” (ay.8). Mengapa Allah tega membiarkan hamba-hamba-Nya yang setia mengalami kesengsaraan begitu berat? Paulus menyatakan alasannya: “Hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati” (ay.9, penekanan ditambahkan).

Ketika menghadapi keputusasaan, kita bisa berbuat jauh lebih banyak daripada sekadar bertahan. Pengalaman-pengalaman pahit itu dapat kita gunakan untuk turut merasakan dan memahami saudara-saudari kita yang menderita serta mendoakan mereka. Semua itu juga akan menyadarkan betapa kita sepenuhnya membutuhkan Dia, Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Tim Gustafson




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)