Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 128868 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 27, 2018, 10:12:06 AM
Reply #2110
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2154
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
http://www.sarapanpagi.org/nama-nama-el-ELOHIM-dengan-gelar-vt9177.html

di link atas, saya membaca banyak nama nama Allah yang bisa memperlengkapi pemahaman kita mengenai Tuhan kita, Bro !

betul sekali, kasih Tuhan pun meliputi seperti kasih seorang ibu. ini tergambar dalam
nama Allah, yang saya copy paste dari link di atas : ini copy paste nya :

אֵל שָׁדַּי ; 'EL-SHADAY = Allah payudara wanita (?)
Memang ada yang menghubungkan kata שַׁדַּי - SYADAY dengan kata שַׁד - SYAD (Leksikon Ibrani : 1) breast, bosom, (female) breast1a) breast (of woman) 1b) breast (of animal))

Rujukan ayat :

    * Ratapan 4:3
    LAI TB, Serigala pun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya, tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir. KJV, Even the sea monsters draw out the breast, they give suck to their young ones: the daughter of my people is become cruel, like the ostriches in the wilderness.


Terimakasih, Bro!
Ternyata ada juga rujukannya, bw
Kasih Tuhan bisa diibaratkan spt kasih ibu

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 28, 2018, 05:08:59 AM
Reply #2111
November 28, 2018, 05:14:09 AM
Reply #2112
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/


Fondasi yang Kuat
  28/11/2018 
Fondasi yang Kuat
Baca: Matius 7:24-27 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 33–34 ; 1 Petrus 5


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-28.mp3

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. —Matius 7:24

Musim panas yang lalu, saya dan suami mengunjungi Fallingwater, sebuah rumah di kawasan pedesaan Pennsylvania yang dirancang oleh arsitek Frank Lloyd Wright pada tahun 1935. Saya belum pernah melihat rumah seperti itu. Wright ingin menciptakan rumah yang tumbuh secara organik dari lanskap alam yang ada, seolah-olah rumah itu benar-benar tumbuh di tempat itu—dan ia berhasil melakukannya. Ia membangun rumah di sekitar air terjun alami dan gaya rumah itu menyerupai tebing batu di dekatnya. Pemandu wisata kami menjelaskan apa yang membuat bangunan itu aman: “Penyangga vertikal utama dari rumah itu bertumpu di atas batu karang.”

Mendengarkan penjelasannya membuat saya langsung teringat pada perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya. Dalam Khotbah di Bukit, Yesus mengatakan kepada mereka bahwa apa yang Dia ajarkan akan menjadi fondasi yang teguh bagi kehidupan mereka. Apabila mereka mendengarkan dan menerapkan perkataan-Nya, mereka akan dapat bertahan menghadapi badai apa pun. Sebaliknya, mereka yang mendengar, tetapi tidak taat, akan menjadi seperti rumah yang dibangun di atas pasir (Mat. 7:24-27). Kemudian, Paulus mengulang kembali pemikiran tersebut, dengan menyatakan bahwa Kristus adalah fondasi, dan kita harus membangun di atas fondasi itu suatu pekerjaan yang tahan uji (1Kor. 3:11).
Ya Allah, tolonglah kami untuk mendengar dan menaati perkataan Yesus.

Ketika kita mendengarkan perkataan Yesus dan menaatinya, kita sedang membangun hidup kita di atas fondasi sekuat batu karang. Kiranya hidup kita dapat menyerupai Fallingwater, indah dan kukuh bertahan karena dibangun di atas Batu Karang.
Ya Allah, tolonglah kami untuk mendengar dan menaati perkataan Yesus.
Apa yang menjadi fondasi hidup Anda?
Oleh Amy Peterson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dalam Matius 7:24-27, Yesus mengatakan bahwa ajaran-ajaran-Nya adalah pilihan yang bijak untuk diikuti karena ajaran-Nya merupakan fondasi untuk membangun kehidupan yang sehat dan utuh. Hal ini diucapkan-Nya setelah Khotbah di Bukit, serangkaian ajaran yang oleh sebagian orang dianggap panduan hidup yang paling sulit dan ketat. Namun, kita tak ditinggalkan untuk berjuang menjalankannya sendirian, Roh Kuduslah yang memampukan kita. Ajaran Yesus harus diterapkan bukan hanya dalam tindakan yang tampak, tetapi juga dalam pikiran dan sikap hati. Orang yang menghormati Allah dengan seluruh hidupnya akan tetap teguh di tengah badai (ay.24-25).




November 29, 2018, 08:36:57 AM
Reply #2113
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tuhan atas Masa Hidup Kita
  29/11/2018 
Tuhan atas Masa Hidup Kita
Baca: 2 Raja-Raja 8:1-6 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 35–36 ; 2 Petrus 1


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-29.mp3

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. —Amsal 16:9

Belum lama ini saya mengerjakan proyek konstruksi di rumah putra saya yang berjarak tempuh tiga jam dari rumah saya. Pekerjaan itu memakan waktu berhari-hari, lebih lama daripada yang direncanakan, dan tiap pagi saya berdoa agar bisa menyelesaikan pekerjaan saat matahari terbenam. Namun, tiap malam selalu saja ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Saya bertanya-tanya. Mengapa pekerjaan itu bisa terus tertunda? Jawaban datang pada pagi berikutnya. Saya baru mau mulai bekerja saat telepon berdering dan ada suara mengatakan: “Putri Anda tertimpa kecelakaan. Anda perlu datang segera.”
Hidup kita jauh lebih baik di tangan Allah daripada di tangan kita sendiri.

Putri saya tinggal di dekat rumah putra saya, dan hanya butuh 14 menit untuk tiba di rumahnya. Jika saya ada di rumah sendiri, saya pasti memerlukan tiga jam perjalanan. Saya mengikuti ambulans ke rumah sakit dan menenangkan putri saya sebelum operasi. Saat saya duduk memegang tangannya, saya menyadari bahwa jika proyek saya tidak tertunda, saya tidak akan bisa menemani putri saya.

Masa-masa hidup kita dimiliki oleh Allah. Itulah yang dialami perempuan yang anaknya telah dibangkitkan Allah melalui Nabi Elisa (2Raj. 4:18-37). Perempuan itu meninggalkan kotanya karena wabah kelaparan dan pulang bertahun-tahun kemudian untuk memohon kepada raja agar dapat memperoleh kembali tanahnya. Tepat pada waktu raja sedang berbicara dengan Gehazi, hamba sang nabi, “tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang” (8:5). Permohonannya dikabulkan.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang, tetapi Allah yang penuh rahmat bisa memakai situasi apa saja untuk kebaikan. Kiranya Allah memampukan kita berjalan bersama-Nya dengan penuh pengharapan akan kehendak-Nya bagi kita hari ini.
Tuhan, terima kasih atas hidup yang Engkau karuniakan kepadaku. Tolonglah aku untuk menjadi hamba-Mu yang setia.
Hidup kita jauh lebih baik di tangan Allah daripada di tangan kita sendiri.
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Nas hari ini membuktikan kedaulatan Allah dalam mengatur persoalan kehidupan manusia. Contoh arahan ilahi lainnya tampak dalam kisah Yusuf (Kejadian 37-41). Pada akhir cerita, Yusuf menghibur saudara-saudaranya yang pernah mencelakakan dirinya (45:5) dan berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” (50:20).

Rasul Paulus berkata, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28).

Melalui contoh-contoh tersebut, renungkanlah bagaimana Allah berkuasa atas segala sesuatu dalam setiap peristiwa kehidupan Anda.




November 29, 2018, 04:41:02 PM
Reply #2114
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2154
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
...
Kata2 Yusuf kpd saudaranya menghibur kita juga:
“Memang kamu telah mereka-rekakan yg jahat thp-aku,
tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan”

Luar biasa perkataan itu, maka kita percaya, bw
Org yg berserah kpd Allah selalu disediakan jalan
Kita me-nafsir2 jalannya, Allah mengarahkannya

Kurasa Ahok tahu ini dan mungkin mengalaminya
Semoga ia sehat selalu dan menghibur juga nanti
Yaitu setelah ia keluar dr penjara.

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 30, 2018, 07:10:52 AM
Reply #2115
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Luar biasa perkataan itu, maka kita percaya, bw
Org yg berserah kpd Allah selalu disediakan jalan
Kita me-nafsir2 jalannya, Allah mengarahkannya



Amin Bro !
Yusuf, aku percaya, pasti sempat ngomel nasibnya. tapi mungkin sekali roh nya dia berkata pada jiwanya : “Memang kamu telah mereka-rekakan yg jahat thp-aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan”
kalo filosofinya setiap detik terngiang terus di telinganya, terus seperti ini, detik ke detik, tidak ada kesengsaraan apa pun yang bisa memukul mental Yusuf sampai stress tertekan putus asa harapan. perubahan terjadi hari ke hari, walau perubahan itu bukan di tempat nyaman, tapi di lingkungan buas penjara bawah tanah dimana sedikit sinar matahari dan banyak kelicikan narapidana, Yusuf tetap dilindungi dan dipimpin jalan nya sama Tuhan. tapi sampai dia keluar penjara, sehingga kakinya bisa merasakan sinar matahari dan mata nya bisa melihat matahari, perlu sekitar 12 tahun.

http://biokristi.sabda.org/yusuf

saya copas dari sini :

Yusuf di penjara selama 10 atau 12 tahun, dengan rantai pada pergelangan tangan dan kalung besi di leher. Kondisi yang demikian dapat menghancurkan hidup siapa pun. Sekalipun Yusuf tahu bahwa Allah memiliki rencana indah untuknya, namun jika ia tidak memiliki pengharapan yang pasti tentang rencana itu, maka hal ini pun bisa membuat hidupnya tidak berpengharapan. Akan tetapi, pada saat-saat yang berat ini, Allah tidak pernah meninggalkannya seorang diri. Allah senantiasa memberikan penghiburan dan penguatan kepadanya. Yusuf mengimani dan memegang janji Allah. Kesulitan dan liku-liku kehidupan yang berat tidak membuatnya putus asa. Dia bisa bebas dari kepahitan, kebencian, dan kemarahan, semuanya membuktikan bahwa ia dipelihara oleh mukjizat yang luar biasa dari anugerah Allah.

salam Damai !
November 30, 2018, 07:19:04 AM
Reply #2116
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Bersyukur Memuliakan Allah
  30/11/2018 
Bersyukur Memuliakan Allah
Baca: Mazmur 50:8-15 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 37–39 ; 2 Petrus 2


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-11-30.mp3

Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku. —Mazmur 50:15

Dokter tidak mengerutkan keningnya, meskipun ia sedang berbicara dengan suami saya tentang hasil diagnosis kankernya yang baru keluar. Sambil tersenyum, dokter memberikan saran: awalilah setiap hari dengan bersyukur. “Setidaknya untuk tiga hal,” kata dokter itu. Suami saya, Dan, setuju karena ia tahu bahwa ucapan syukur membuka hati kita untuk dikuatkan dalam kebaikan Allah. Jadi, Dan mengawali setiap harinya dengan kata-kata pujian. Allah, terima kasih untuk tidur malam yang nyenyak, tempat tidur yang bersih, sinar matahari, sarapan yang terhidang, dan bibir yang masih bisa tersenyum.

Setiap kata tersebut diucapkannya dengan tulus. Namun, tidakkah itu terdengar sepele? Apakah pujian kita untuk hal-hal kecil dalam hidup ini ada artinya bagi Allah yang Mahakuasa? Dalam Mazmur 50, Asaf, pemimpin pujian di kerajaan Daud, memberikan jawaban yang jelas. Allah tidak memerlukan lembu atau kambing jantan dari kandang kita (ay.9). Alih-alih mempersembahkan korban syukur secara formal seperti yang dilakukan bangsa Israel, Allah rindu umat-Nya memberikan hati dan hidup mereka dengan ucapan syukur kepada Dia (ay.14,23).
Ucapan syukurku diterima-Nya dengan sukacita.

Seperti yang dialami suami saya, ucapan syukur yang tulus akan membangkitkan semangat kita. Kemudian, saat kita berseru kepada Tuhan “pada waktu kesesakan,” Dia akan “meluputkan” kita (ay.15). Apakah ini berarti Dan akan disembuhkan, secara rohani dan jasmani, selama dua tahun perawatannya? Atau tidak disembuhkan pada masa hidupnya sekarang? Kami tidak tahu. Namun, untuk saat ini, Dan senang menunjukkan kepada Allah betapa ia bersyukur atas kasih-Nya dan atas keberadaan-Nya: Dialah Penebus. Penyembuh. Sahabat. Tuhan senang mendengar kata-kata indah ini: Terima kasih.
Ucapan syukurku diterima-Nya dengan sukacita.
Oleh Patricia Raybon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mazmur 50 sangat kental dengan bahasa dan latar belakang hukum. Allah mengumandangkan panggilan atas seluruh bumi (ay.1) dan tujuannya jelas, yakni untuk menghakimi umat-Nya (ay.4). Seperti saat Dia memberikan hukum Taurat (Keluaran 19:16-19), Allah tampil dengan agung (Mazmur 50:2-3) sebagai Hakim yang benar dan adil (ay.6). Namun, tak hanya “Hakim”, Dia juga menjadi saksi (ay.7) sekaligus penggugat (ay.8). Dua kelompok terdakwa masuk ke ruang pengadilan Tuhan dan sang Hakim mengajukan dakwaan yang cocok dengan pelanggaran masing-masing kelompok. Tuduhan Tuhan terhadap kelompok pertama (ay.7-15) berkenaan dengan ibadah mereka. Walaupun sudah menerapkan ibadah sesuai aturan, ibadah yang Tuhan kehendaki justru tidak dilakukan. Persembahan syukur sebagai ibadah rohani lebih penting bagi Tuhan daripada daging dan darah hewan korban. Tuduhan terhadap kelompok kedua (ay.16-23) ialah soal kemunafikan. Meski mereka hafal firman Allah, perbuatan-perbuatan mereka menunjukkan bahwa hati mereka jauh dari-Nya (ay.17-21). Untuk mengoreksi kelompok pertama, Tuhan mengingatkan bahwa “korban syukur” itu sungguh penting bagi-Nya (ay.23).

Arthur Jackson




December 01, 2018, 06:13:51 AM
Reply #2117
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 https://santapanrohani.org/

Allah Mendengar
  01/12/2018 
Allah Mendengar
Baca: Roma 12:9-21 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 40–41 ; 2 Petrus 3


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-01.mp3

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! —Roma 12:12

Tatkala masing-masing anggota kelompok mengajukan pokok doa untuk kerabat dan sahabat mereka yang sedang sakit atau berada dalam kesulitan, Diane hanya menyimak. Ia juga memiliki anggota keluarga yang sudah bertahun-tahun bergumul dengan masalah kecanduan. Namun, Diane diam saja dan tidak mau mengungkapkan permohonan doanya. Ia tidak tahan melihat reaksi orang atau mendengar pertanyaan dan saran yang sering muncul setiap kali ia menceritakan pergumulannya, sehingga pikirnya, hal itu lebih baik ia rahasiakan. Ada saja orang yang tak mengerti bagaimana kerabatnya yang sudah percaya kepada Tuhan itu masih jatuh bangun dalam hidupnya.

Meski Diane tidak mengutarakan pokok doanya kepada kelompok itu, ia masih mempunyai beberapa teman tepercaya yang mendoakannya. Bersama, mereka memohon agar Allah membebaskan orang yang dikasihinya dari belenggu kecanduan yang sangat kuat supaya ia mengalami kelepasan dalam Kristus—dan agar Diane diberi ketenangan dan kesabaran yang dibutuhkan. Ketika berdoa, ia merasakan penghiburan dan kekuatan lewat kedekatannya dengan Tuhan.
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! —Roma 12:12

Banyak dari kita yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun, tetapi tampaknya tak kunjung dijawab. Namun, yakinlah bahwa Allah benar-benar peduli dan Dia sungguh mendengar semua permohonan kita. Dia mendorong kita untuk terus berjalan dekat dengan-Nya, bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa (Rm. 12:12). Dia dapat diandalkan.
Tuhan, firman-Mu mendorong kami untuk terus berdoa. Bantu kami untuk bertekun dalam doa dan mampukan kami untuk menjadi rekan doa yang setia bagi orang lain.
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh. Ibrani 10:22
Oleh Alyson Kieda | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Paulus telah membangun dasar teologis pengajarannya dari pasal 1–11. Pada pasal 12 ini, ia menunjukkan bagaimana penerapannya lewat cara hidup yang berlandaskan Injil. Keselamatan menghasilkan perubahan batin yang tampak dari luar. Setelah diselamatkan, kita harus mempersembahkan tubuh sebagai “persembahan yang hidup” (12:1-2). Perubahan batin itu antara lain pengenalan dan penguasaan diri (ay.3) serta karunia rohani (ay.4-8) sehingga menghasilkan dampak pelayanan yang nyata dalam kerajaan Kristus (ay.9-13, 15-16) dan dalam dunia tempat tinggal kita (ay.14, 17-21). Keyakinan iman harus menghasilkan pengaruh yang nyata dalam cara hidup kita, itulah pesan Paulus kepada pengikut Kristus di Roma.

Bill Crowder





December 02, 2018, 04:36:06 AM
Reply #2118
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tempat yang Aman
  02/12/2018 
Tempat yang Aman
Baca: Mazmur 17:1-9 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 42–44 ; 1 Yohanes 1


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-02.mp3
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. —Mazmur 17:6

Saya dan saudara-saudara saya dibesarkan di daerah West Virginia dengan hutannya yang berbukit-bukit, sebuah pemandangan yang membangkitkan imajinasi dalam diri anak-anak seperti kami. Di sana, kami memainkan adegan yang kami temukan dalam bacaan maupun film, misalnya bergelantungan seperti Tarzan atau membangun rumah pohon. Salah satu permainan favorit kami adalah membangun benteng lalu bertingkah seolah-olah kami berlindung dari serangan musuh. Bertahun-tahun kemudian, anak-anak saya pun membangun benteng dari selimut, seprai, dan bantal—membangun “tempat yang aman” dari musuh-musuh khayalan mereka sendiri. Tampaknya, mencari tempat persembunyian untuk merasa aman adalah naluri alami setiap orang.

Ketika Daud, sang pemazmur Israel, mencari tempat yang aman, Allah menjadi tujuan satu-satunya. Mazmur 17:8 menegaskan, “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.” Jika kita melihat kehidupan Daud dan ancaman yang nyaris tak henti dihadapinya, perkataannya menunjukkan tingkat kepercayaan yang luar biasa kepada Allah (ay.6). Meski dirundung bahaya, Daud yakin bahwa di dalam Allah ada keamanan sejati.
Bersyukurlah kepada Allah yang menjadi tempat perlindungan Anda.

Kita pun bisa memiliki keyakinan yang sama apabila kita mempercayakan setiap detik kehidupan kita kepada Allah yang berjanji takkan membiarkan dan meninggalkan kita (Ibr. 13:5) . Meski dunia tidak aman, Allah memberi kita damai sejahtera dan kepastian—sekarang dan selamanya. Dialah tempat yang aman bagi kita.
Ya Bapa, dunia di sekitarku kadang terasa menakutkan, menyesakkan, dan membahayakan diriku. Namun, Engkau memberiku kedamaian, kekuatan, dan pertolongan.
Bersyukurlah kepada Allah yang menjadi tempat perlindungan Anda.
Oleh Bill Crowder | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Para penulis Mazmur berbicara kepada Allah mengenai kekhawatiran hati dan persoalan praktis dalam kehidupan mereka sehari-hari. Karenanya, ada beberapa kategori mazmur, salah satunya mazmur doa kutukan (Mazmur 5, 10, 17, 35, 58, 59, 70, 79, 83, 109, 129, 137, 140). “Kutukan” secara harfiah berarti “mendoakan hal yang buruk” atau “memohonkan bencana” atas orang lain. Dalam mazmur-mazmur tersebut, penulis secara khusus meminta penghakiman terhadap musuh karena perlakuan yang tidak adil. Tingkat permohonannya berbeda-beda, mulai dari meminta keadilan dan pembalasan sampai mendoakan kematian serta kehancuran musuh (contoh permohonan yang keras, lihat Mazmur 17:2; Mazmur 35; 137). Mazmur kutukan mungkin terdengar kejam bagi kita, tetapi ingatlah bahwa mazmur-mazmur itu merupakan permohonan manusiawi agar Allah bertindak—permintaan yang dinaikkan dari rasa nestapa, frustasi, dan putus asa.





December 03, 2018, 09:07:33 AM
Reply #2119
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Aku Bersyukur untuk Dirimu!
  03/12/2018 
Aku Bersyukur untuk Dirimu!
Baca: Mazmur 100 | Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 45–46 ; 1 Yohanes 2


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-03.mp3

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur. —Mazmur 100:4

Sewaktu merawat ibu saya di rumah perawatan bagi para penderita kanker, saya berkenalan dengan Lori, pengasuh lain yang tinggal bersama suaminya, Frank, di lorong yang sama dengan kami. Saya biasa mengobrol, bercanda, mencurahkan isi hati, menangis, dan berdoa bersama Lori di ruang duduk. Kami sangat senang dapat mendukung satu sama lain selagi kami merawat anggota keluarga terkasih kami masing-masing.

Suatu hari, saya pernah ketinggalan bus antar-jemput gratis yang mengantar warga ke pusat perbelanjaan. Lori pun menawarkan tumpangannya malam itu. Dengan air mata haru, saya pun menerima tawarannya. Saya mengucapkan kepadanya, “Aku bersyukur untuk dirimu.” Saya sungguh menghargai Lori karena dirinya, bukan semata karena bantuannya.
Kepada siapa bisa Anda bagikan kasih Allah hari ini?

Mazmur 100 menunjukkan penghargaan kepada Allah untuk diri-Nya, bukan sekadar karena perbuatan-Nya. Pemazmur mengundang “seluruh bumi” (ay.1), “Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita” (ay.2), sebab kita yakin “bahwa Tuhanlah Allah” (ay.3). Sang Pencipta mengundang kita ke hadirat-Nya untuk bersyukur kepada-Nya dan memuji nama-Nya (ay.4). Ya, Tuhan memang layak menerima ucapan syukur kita terus-menerus karena Dia “baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun” (ay.5).

Allah senantiasa merupakan Pencipta dan Pemelihara alam semesta sekaligus Bapa kita yang penuh kasih. Dia layak menerima ucapan syukur yang tulus dan penuh sukacita dari kita.
Tuhan, aku bersyukur untuk diri-Mu!
Kepada siapa bisa Anda bagikan kasih Allah hari ini?
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mazmur 100 menggemakan kata-kata dari Mazmur 95. Keduanya diawali dengan seruan untuk bersorak-sorai bersama memuji Yahweh, Allah segala allah. Nama pribadi Allah Israel tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai TUHAN.

Meski ada persamaan, dua mazmur itu menceritakan kisah yang berbeda. Mazmur 95 berusaha membangkitkan bangsa yang telah kehilangan sukacitanya (ay.7-11). Mazmur 100 mengajak seluruh bumi untuk menyerukan pujian dan nyanyian riang. Tak kurang dari empat belas kali penulis Mazmur 100 menyebut Allah segala allah dengan nama atau kata ganti. Dalam tiap baris, pemazmur mengajak seluruh bangsa untuk memasuki hadirat Dia yang layak menerima pujian lebih daripada yang diberikan oleh umat pilihan kesayangan-Nya yang kerap kehilangan sukacita.

Mart DeHaan




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)