Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 125895 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 24, 2018, 05:12:25 AM
Reply #2140
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Renungkanlah
  24/12/2018 
Renungkanlah
Baca: Lukas 2:8-20 | Bacaan Alkitab Setahun: Habakuk 1–3 ; Wahyu 15


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-24.mp3

Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. —Lukas 2:19

Selama mengajar di Bible Training College di London (1911–15), Oswald Chambers sering mengejutkan mahasiswa dengan ucapan-ucapannya di depan kelas. Seorang mahasiswi bercerita bahwa karena diskusi baru diizinkan di acara makan bersama berikutnya, Chambers pun diberondong dengan beragam pertanyaan dan keberatan. Mendapat tanggapan yang begitu banyak, Oswald sering kali hanya tersenyum dan berkata, “Jangan dipikirkan sekarang, nanti juga kamu akan mengerti dengan sendirinya.” Ia mendorong mereka untuk merenungkan hal-hal tersebut dan menunggu Allah menyingkapkan kebenaran-Nya pada waktu-Nya.

Merenung berarti berkonsentrasi dan memikirkan sesuatu secara mendalam. Setelah mengalami berbagai peristiwa menjelang kelahiran Yesus di Betlehem, lalu diikuti dengan penampakan malaikat dan gembala yang datang untuk melihat Sang Mesias, “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk. 2:19). Seorang pakar Perjanjian Baru, W. E. Vine, berkata bahwa “merenungkan” di ayat itu berarti “mengumpulkan [berbagai pertimbangan], berhitung, membandingkan satu hal dengan yang lain dalam menilai keadaan yang ada” (Expository Dictionary of New Testament Words).
Carilah Allah serta hikmat-Nya tatkala kita berusaha memahami makna di balik peristiwa yang menimpa kita.

Tatkala kita berusaha memahami makna di balik peristiwa yang menimpa kita, ikutilah teladan Maria yang mencari Allah serta hikmat-Nya.

Seperti Maria, bila kita menerima pimpinan Allah dalam hidup ini, kita akan menemukan banyak hal baru tentang penyertaan kasih-Nya untuk disimpan dan direnungkan dalam hati.
Bapa, bimbinglah kami oleh ROH KUDUS-Mu sembari kami merenungkan kebesaran kasih-Mu dan mengikuti rencana-Mu dalam kehidupan kami.
Ambillah waktu teduh di tengah kesibukan untuk merenung dan menyimak apa yang mungkin sedang Allah sampaikan kepada Anda.
Oleh David C. McCasland | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Gembala dianggap kafir karena pekerjaan itu membuat mereka tak bisa menjalankan kewajiban agama di Bait Allah. Mereka bersentuhan dengan bangkai binatang, burung, dan serangga, sehingga menjadi “najis” setiap saat (Imamat 5:2-5; 11:4-43). Namun, kelahiran Mesias—Anak domba Allah (Yohanes 1:29) yang disebut Gembala yang Baik (10:11)—pertama kali diberitahukan kepada para gembala yang dipandang hina!




December 25, 2018, 05:16:28 AM
Reply #2141
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Salju Musim Dingin
  25/12/2018 
Salju Musim Dingin
Baca: Yesaya 42:1-4 | Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1–3 ; Wahyu 16


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-25.mp3

Ia tak akan berteriak atau berseru dengan nyaring, suaranya tak akan terdengar di jalan. Buluh yang terkulai tak akan dipatahkannya. —Yesaya 42:2-3a BIS

Saat bangun pagi di musim dingin, saya sering mendapati alam yang berselimut salju dengan suasana yang hening dan damai. Tak seperti hujan petir musim semi yang menggelegar di malam hari, salju turun dengan lemah lembut.

Dalam lagu Winter Snow Song, Audrey Assad bernyanyi tentang Yesus yang bisa saja datang ke dunia dengan kedahsyatan bak puting beliung, tetapi Dia justru datang dengan tenang dan perlahan seperti salju musim dingin yang turun dengan lembut pada malam hari di luar sana.
Yesus datang dengan lembut untuk merangkul kita dan menawarkan perdamaian dengan Allah.

Kedatangan Yesus diam-diam mengejutkan banyak orang. Alih-alih dilahirkan di istana, Dia lahir di tempat yang tak terduga dan sederhana di luar Betlehem. Dia pun tidur di satu-satunya tempat yang tersedia, sebuah palungan (Luk. 2:7). Bukannya dilayani oleh para bangsawan dan pejabat pemerintah, Yesus disambut oleh para gembala sederhana (ay.15-16). Orangtua Yesus pun hanya mampu mempersembahkan korban sederhana berupa dua ekor burung ketika mereka menyerahkan-Nya di Bait Allah (ay.24).

Kedatangan Yesus yang sederhana telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dengan mengatakan bahwa Sang Juruselamat “tak akan berteriak atau berseru dengan nyaring” (Yes. 42:2 BIS). Dia juga takkan hadir dengan kekuatan yang akan mematahkan buluh yang terkulai atau memadamkan sumbu yang pudar nyalanya (ay.3). Sebaliknya, Dia datang dengan lembut untuk merangkul kita dan menawarkan perdamaian dengan Allah—damai yang masih tersedia bagi siapa pun yang mempercayai kisah agung tentang Sang Juruselamat yang lahir di palungan.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela meninggalkan kemuliaan-Mu dan datang ke dunia untuk menawarkan damai bagi kami.
Tenang di malam sunyi, t’rang surga berseri; demikianlah karunia bagimu diberi. —Hai Kota Mungil Betlehem (Kidung jemaat 094)
Oleh Lisa Samra | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Yesaya 42 melukiskan gambaran yang indah tentang pemeliharaan dan kepedulian Allah serta datangnya keadilan bagi bangsa-bangsa. Pasal ini merupakan salah satu dari Nyanyian Hamba (sebutan untuk lagu/sajak yang memperingati pelayanan, penderitaan, dan pemerintahan sang “Hamba Tuhan”; lihat juga Yesaya 49:1-13; 50:4-11; 52:13–53:12). Ada perdebatan tafsir tentang siapa yang dimaksud dengan “hamba” (sebab dalam beberapa bagian, kata “hamba” ditulis dalam bentuk jamak, berarti yang dimaksud adalah kumpulan orang Israel), tetapi dalam perikop ini tidak ada keraguan. Matius 12:18-21 mengutip seluruh Yesaya 42:1-4. Ia mengatakan bahwa pelayanan Yesus menyembuhkan orang sakit adalah penggenapan nubuat itu: “Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya” (Matius 12:17). Bagi Matius, jelas bahwa Yesuslah sang Hamba Tuhan yang kepada-Nya bangsa-bangsa “menaruh harapan.”




December 26, 2018, 05:17:07 AM
Reply #2142
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Hari yang Biasa Saja?
  26/12/2018 
Hari yang Biasa Saja?
Baca: Kisah Para Rasul 3:17-26 | Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1–2 ; Wahyu 17


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-26.mp3

Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus. —Kisah Para Rasul 3:13

Dalam cerita Christmas Every Day karangan William Dean Howells, dikisahkan seorang gadis kecil yang harapannya terkabul, yaitu Natal sepanjang tahun. Namun, pada hari ketiga, keceriaan Natal mulai menipis. Tak lama kemudian, semua orang sudah muak melihat permen. Kalkun menjadi langka dan dijual dengan harga selangit. Kado tak lagi diterima dengan gembira karena sudah bertumpuk di mana-mana. Orang saling membentak dengan jengkel. Tahun itu terasa panjang dan menjemukan.

Untungnya, cerita Howell hanya sebuah kisah satir. Namun, alangkah luar biasanya ketika sang tokoh utama Natal tak pernah membuat kita jemu meskipun Dia terus-menerus muncul di sepanjang Alkitab.
Meski kemeriahan Natal telah usai, jagalah agar semangatnya tidak pudar.

Setelah Yesus naik ke surga, Rasul Petrus memberitakan kepada orang banyak di Bait Allah Yerusalem bahwa Yesuslah yang dinubuatkan Musa ketika ia berkata, “Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku” (Kis. 3:22, Ul. 18:18). Janji Allah kepada Abraham, “Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati,” sesungguhnya mengacu kepada Yesus (Kis. 3:25; Kej. 22:18). Petrus menegaskan, “Semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini,” yaitu kedatangan Mesias (Kis. 3:24).

Setelah perayaan Natal selesai, kita bisa menjaga semangatnya terus hidup. Dengan melihat Kristus dalam seluruh cerita Alkitab, kita pun menyadari betapa Natal itu lebih dari sekadar hari yang biasa saja.
Bapa, terima kasih karena Engkau telah mengaruniakan Anak-Mu dan mewahyukan kisah-Nya pada lembaran-lembaran Alkitab.
Meski kemeriahan Natal telah usai, jagalah agar semangatnya tidak pudar.
Oleh Tim Gustafson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kitab Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Roh Allah memampukan pengikut Yesus untuk memberitakan apa yang telah mereka lihat sendiri (Kisah Para Rasul 1:8). Kesaksian mereka dikuatkan dengan adanya mukjizat (3:1-10), gaya hidup saling memperhatikan (6:1-7), mengasihi musuh, dan rela menderita bahkan mati mempertahankan kesaksian mereka yang mengubahkan hidup (7:59–8:4).

Dari Bait Allah di Yerusalem sampai penjara di Roma, mereka menceritakan bagaimana Raja dan Mesias Israel yang lama dinantikan telah disalibkan (3:17-18). Bersama, mereka menunjukkan bagaimana Kitab Suci Yahudi dibaca dengan pemahaman baru (8:26-35), bahkan bagaimana cara memandang kepercayaan lain (17:16-31) dari kacamata kebangkitan Tuhan dan Juruselamat kita.

Mart DeHaan



December 27, 2018, 05:36:23 AM
Reply #2143
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tempat Tertinggi
  27/12/2018 
Tempat Tertinggi
Baca: Kolose 1:15-23 | Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 1–4 ; Wahyu 18


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-27.mp3


Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. —Kolose 1:17

Suatu hari, suami saya mengajak seorang teman ke gereja. Setelah kebaktian, temannya bertanya, “Aku suka lagu-lagu yang dinyanyikan dan juga suasananya. Hanya, aku tidak mengerti, mengapa orang Kristen begitu menghormati Yesus?” Suami saya lalu menjelaskan kepadanya bahwa Kekristenan sesungguhnya adalah hubungan dengan Kristus. Tanpa Kristus, Kekristenan tak ada artinya. Kita berkumpul dan memuji Tuhan Yesus karena perbuatan-Nya dalam kehidupan kita.

Siapakah Yesus dan apa yang telah dikerjakan-Nya? Rasul Paulus menjawab pertanyaan itu dalam Kolose 1. Tak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Yesus datang sebagai gambar Allah (ay.15). Yesus, Anak Allah, datang untuk mati bagi kita dan membebaskan kita dari dosa. Dosa telah memisahkan kita dari Allah yang kudus, maka damai sejahtera hanya dapat diperoleh melalui pribadi yang sempurna, yaitu Yesus (ay.14,20). Dengan kata lain, Yesus sudah memberikan kepada kita apa yang tak dapat diberikan oleh siapa pun—jalan kepada Allah dan hidup kekal (Yoh. 17:3).
Tuhan Yesus adalah pusat penyembahan kita.

Mengapa Dia layak dihormati setinggi itu? Yesus telah menaklukkan kematian. Dia memenangkan hati kita dengan kasih dan pengorbanan-Nya. Dia memberi kita kekuatan baru tiap hari. Dialah segalanya bagi kita!

Kita memberi-Nya kemuliaan karena Dia layak menerimanya. Kita meninggikan Dia karena Dia memang layak ditinggikan. Berikanlah kepada-Nya tempat tertinggi di hati kita.
Yesus, Engkaulah Juruselamat dan Tuhanku. Aku mau memberi-Mu tempat tertinggi di hidupku.
Tuhan Yesus adalah pusat penyembahan kita.
Oleh Keila Ochoa | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Pengertian kata “gambar” dalam Perjanjian Baru (Kolose 1:15) mengandung tiga makna: “gambaran Allah” (2 Korintus 4:4), “gambar wujud Allah” (Ibrani 1:3), dan penyataan sempurna (Yohanes 1:18). Manusia diciptakan “menurut gambar dan rupa Allah” (Kejadian 1:27), sedangkan Yesus “adalah gambaran Allah” sendiri (2 Korintus 4:4). Penulis Ibrani mengatakan bahwa Anak-Nya “adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah” (Ibrani 1:3) atau “gambar yang nyata dari diri Allah sendiri” (1:3 BIS). Pada hakikat-Nya, Yesus adalah Allah (Kolose 2:9; Filipi 2:5-6). Rasul Yohanes (Yohanes 1:18) mengatakan bahwa Yesuslah “yang menyatakan [Allah]” atau “yang menyatakan Bapa” (1:18 BIS) kepada kita.




December 28, 2018, 05:47:26 AM
Reply #2144
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Hari Selamat Tinggal
  28/12/2018 
Hari Selamat Tinggal
Baca: Mazmur 103:1-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 5–8 ; Wahyu 19


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-28.mp3

Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. —Mazmur 103:12

Sejak 2006, sekelompok orang merayakan tradisi unik pada Tahun Baru yang disebut Hari Selamat Tinggal. Dalam perayaan yang didasarkan pada tradisi dari Amerika Latin itu, orang menuliskan kenangan buruk, peristiwa memalukan, dan hal-hal negatif lainnya dari tahun yang akan berlalu, kemudian melemparnya ke mesin penghancur kertas yang besar. Ada juga yang menghancurkan dengan palu barang-barang yang ingin mereka singkirkan sebagai tanda selamat tinggal kepada masa lalu.

Lebih dari sekadar ucapan selamat tinggal kepada kenangan tak menyenangkan, Mazmur 103 mengingatkan bahwa Allah mengucapkan selamat tinggal kepada dosa-dosa kita. Untuk mengungkapkan kasih Allah yang teramat besar bagi umat-Nya, sang pemazmur menggambarkannya dengan kiasan. Ia membandingkan besarnya kasih setia Allah dengan jarak antara langit dan bumi (ay.11). Pengampunan-Nya digambarkan dengan ukuran ruang, yaitu Tuhan telah menyingkirkan dosa umat-Nya begitu rupa hingga jaraknya sejauh tempat matahari terbit dari tempat matahari terbenam (ay.12). Pemazmur memberitahukan kita bahwa kasih serta pengampunan-Nya tak terbatas dan utuh. Allah membebaskan umat-Nya dari jerat pelanggaran mereka dengan pengampunan penuh.
Hari ini, ucapkanlah selamat tinggal kepada dosa-dosa Anda!

Sungguh kabar baik! Kita tak perlu menunggu sampai Tahun Baru untuk merayakan Hari Selamat Tinggal. Melalui iman kepada Yesus, ketika kita mengakui dan meninggalkan dosa-dosa kita, Dia mengucapkan selamat tinggal kepada dosa kita dan melemparkannya ke dasar laut. Hari ini, ucapkanlah selamat tinggal kepada dosa-dosa Anda!
Terima kasih, Bapa, karena Engkau telah membebaskanku dari dosa.
Dosa apa yang perlu Anda tinggalkan? Bagaimana perasaan Anda saat tahu bahwa Allah melupakan dosa Anda sepenuhnya dan untuk selamanya?
Oleh Marvin Williams | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Karena mengenal sifat manusia yang cenderung lupa atau tidak setia (Ulangan 6:10-12; Hosea 13:6), Daud menulis Mazmur 103 sebagai nyanyian pengucapan syukur yang mengajak kita untuk memuji Allah karena pribadi dan karya-Nya. Pemazmur mengingatkan kita untuk tidak melupakan “segala kebaikan-Nya” (ay.1-2). Ia melukiskan karakter Bapa penebus. Dia murah hati, panjang sabar, pengasih, tidak untuk selama-lamanya mendendam, dan berlimpah kasih setia (ay.3-13). “Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita” (ay.10). Allah sudah mengampuni seluruh dosa kita (ay.11-12). Daud menguraikan bagaimana sikap Allah terhadap Israel setelah mereka menyembah berhala (ay.7-8; Keluaran 32): Allah tetap “penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa" (Keluaran 34:6-7).




December 29, 2018, 05:19:17 AM
Reply #2145
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Saat Allah Berkata “Tidak”
  29/12/2018 
Saat Allah Berkata “Tidak”
Baca: Yesaya 25: 1- 5 | Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 9– 12 ; Wahyu 20


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-29.mp3


Tuhan, Engkaulah Allahku, kuagungkan Engkau dan kupuji nama-Mu. Sebab karya-karya-Mu sangat menakjubkan; Engkau merencanakannya sejak dahulu, dan melaksanakannya dengan setia. —Yesaya 25:1 BIS

Ketika masuk wajib militer pada usia delapan belas tahun, sebagaimana diwajibkan atas semua pemuda Singapura, saya sungguh berdoa agar mendapat penempatan yang mudah, seperti posisi administrasi atau sopir. Karena fisik yang tidak terlalu kuat, saya ingin terhindar dari kerasnya latihan tempur. Namun, suatu malam sewaktu membaca Alkitab, ada satu ayat yang menarik perhatian saya: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. . . ” (2Kor. 12:9).

Sempat hati saya luruh, tetapi seharusnya saya siap, karena itulah jawaban Allah bagi doa saya. Kalaupun harus menerima tugas yang sulit, Dia pasti akan memampukan saya.
Ada maksud Allah ketika Dia menjawab “tidak”. Tetaplah percaya kepada-Nya!

Akhirnya, saya memang dimasukkan dalam regu infanteri bersenjata dan melakukan hal-hal yang tak selalu saya nikmati. Sekarang, saat mengenangnya, saya bersyukur Allah tidak mengabulkan permintaan saya. Pelatihan dan pengalaman yang saya jalani telah menguatkan saya secara fisik dan mental serta memberi kepercayaan diri untuk memasuki usia dewasa.

Dalam Yesaya 25:1-5, setelah menubuatkan hukuman atas Israel sekaligus kelepasan dari musuh yang kelak mereka terima, Nabi Yesaya memuji Allah atas rencana-Nya. Yesaya menyadari bahwa karya-karya-[Nya] sangat menakjubkan” dan telah direncanakan-Nya “sejak dahulu” (ay.1 BIS), termasuk masa-masa sukar.

Tak mudah menerima jawaban “tidak” dari Allah, apalagi bila kita mendoakan sesuatu yang baik, misalnya meminta seseorang dilepaskan dari kesulitan. Saat itulah kita harus berpegang pada kebenaran bahwa rencana Allah itu baik. Kita tak selalu mengerti alasannya, tetapi kasih, kebaikan, dan kesetiaan-Nya pasti dapat dipercaya.
Tuhan, berikanku iman untuk tetap mempercayai-Mu, bahkan ketika Engkau menjawab “tidak” bagi doaku.
Ada maksud Allah ketika Dia menjawab “tidak”. Tetaplah percaya kepada-Nya!
Oleh Leslie Koh | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Sepanjang kitab Yesaya, tampak nubuat-nubuat yang kelam dan mengerikan diselingi janji pengharapan. Mungkin kelihatannya bagian-bagian yang amat berbeda itu saling bertentangan—memang benar—tetapi juga saling melengkapi. Perhatikan bagaimana nabi Yesaya, dalam pasal 25, memuji Allah atas hukuman yang Dia beritahukan sebelumnya.

Yesaya 24 menyatakan bahwa seluruh bumi akan dihancurkan (ay.1-3) lalu diakhiri dengan firman, “TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya” (ay.23). Perkataan ini membuka Yesaya 25, “Sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib,” kata nabi Yesaya (ay.1). Rancangan yang dimaksud juga meliputi penghakiman Allah: “Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu” (ay.2). Karena penghakiman, “suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu” (ay.3). Hukuman Allah bahkan menarik ciptaan-Nya mendekat kepada Dia.

Tim Gustafson




December 30, 2018, 04:35:20 AM
Reply #2146
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Segala Sesuatunya Baru
  30/12/2018 
Segala Sesuatunya Baru
Baca: Wahyu 21:1-7 | Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 13–14 ; Wahyu 21


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-30.mp3

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. —2 Korintus 5:17

Saya sangat suka pergi ke tempat penjualan barang bekas. Karena suka mengutak-atik mobil, saya sering pergi ke salah satu tempat seperti itu yang tak jauh dari rumah. Tempat itu sepi, hanya angin yang berhembus di antara rongsokan mobil yang dahulu pernah menjadi kesayangan seseorang. Ada yang bekas kecelakaan, rusak, maupun usang. Saat berjalan di antara deretan kendaraan itu, terkadang ada mobil yang menarik perhatian dan membuat saya membayangkan petualangan apa saja yang pernah dilalui mobil itu selama “masa hidupnya.” Bagaikan sebuah portal ke masa lalu, masing-masing mobil mempunyai kisahnya sendiri—tentang manusia yang selalu mendambakan keluaran terbaru dan kendaraan yang lama-kelamaan usang dimakan waktu.

Namun, saya paling suka menghidupkan kembali suku cadang lama. Setiap kali berhasil mendaur ulang suku cadang yang sudah dibuang dan menempatkannya pada mobil yang baru, rasanya seperti menang atas waktu dan kerusakan.
Kelak kita akan menerima janji-Nya untuk tinggal bersama Dia selamanya (Yoh. 14:3).

Adakalanya hal itu mengingatkan saya akan perkataan Yesus pada kitab terakhir dalam Alkitab: “Aku menjadikan segala sesuatu baru!” (Why. 21:5). Maksud-Nya ialah pembaruan ciptaan Allah, termasuk umat-Nya. Semua orang yang telah menerima Yesus sesungguhnya sudah menjadi “ciptaan baru” di dalam Dia (2Kor. 5:17).

Kelak kita akan menerima janji-Nya untuk tinggal bersama Dia selamanya (Yoh. 14:3). Tiada lagi penderitaan karena umur dan penyakit, lalu kita akan melanjutkan petualangan baru dalam kekekalan. Sungguh kisah yang ajaib untuk dikabarkan—kisah tentang kasih penebusan dan kesetiaan yang tak berkesudahan dari Juruselamat kita.
Tuhan yang penuh kasih, aku memuji-Mu karena aku adalah ciptaan baru di dalam Engkau, dan karena Engkau telah menjanjikan hidup kekal kepadaku oleh karena kebaikan dan rahmat-Mu.
Akhir dan awal tahun adalah kesempatan untuk pembaruan. Apa yang sedang Allah perbarui dalam kehidupan Anda?
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Perikop hari ini memberikan sekilas pandang tentang surga dengan menggambarkannya seperti ruang jasmani (ay.1-2). Yesus hendak menyediakan tempat bagi kita (Yohanes 14:2-3). Janji ini digenapi dalam Yerusalem baru, kota yang kudus (Wahyu 21:2). Memang kita merasa terhibur karena adanya surga, tempat sempurna (ay.4), tetapi yang paling penting, Allah tinggal di sana (ay.3). Dalam penglihatan terakhir tentang permulaan zaman baru (21:1–22:9), Yohanes mendengar Kristus berfirman, “Semuanya telah terjadi” (21:6). Alkitab Bahasa Sehari-hari menerjemahkannya, “Sudah selesai,” sama seperti seruan kemenangan Kristus di kayu salib (Yohanes 19:30). Suatu hari nanti, kutuk dosa dihapus bersih dan dampaknya akan dibalikkan (Wahyu 21:4-5; lihat Kejadian 3:16-19).



December 31, 2018, 05:55:04 AM
Reply #2147
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Pembawa Pesan
  31/12/2018 
Pembawa Pesan
Baca: Maleakhi 3:1-5 | Bacaan Alkitab Setahun: Maleakhi 1–4 ; Wahyu 22


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2018-12-31.mp3


Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku. —Maleakhi 3:1

“Ada pesan untukmu!” seru seorang wanita yang bekerja di konferensi yang saya hadiri, seraya menyerahkan secarik kertas untuk saya baca. Saya tak tahu apakah harus gugup atau gembira. Namun, ketika membaca, “Keponakanmu sudah lahir!” saya pun langsung bersukacita.

Suatu pesan bisa berisi kabar baik, berita buruk, atau kata-kata yang mendorong kita. Dalam Perjanjian Lama, Allah memakai para nabi untuk menyampaikan pesan pengharapan atau penghukuman. Namun, bila diperhatikan dengan cermat, pesan penghukuman-Nya pun dimaksudkan untuk menuntun kepada pertobatan, penyembuhan, dan pemulihan.
Pesan Allah berisi kasih, pengharapan, dan kebebasan. Percayalah pada pesan-Nya.

Dua jenis pesan tersebut muncul dalam Maleakhi 3 ketika Tuhan menjanjikan seorang utusan yang akan menyiapkan jalan bagi-Nya. Yohanes Pembaptis mengumumkan kedatangan Sang Pembawa Pesan sejati, yaitu Yesus (lihat Mat. 3:11)—“Malaikat Perjanjian” (Mal. 3:1) yang akan menggenapi janji-janji Allah. Dia akan bertindak “seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu” (ay.2), karena Dia akan menyucikan orang-orang yang mempercayai firman-Nya. Tuhan mengirim pesan untuk menyucikan umat-Nya sebab Dia peduli pada kesejahteraan mereka.

Pesan Allah berisi kasih, pengharapan, dan kebebasan. Dia mengutus Anak-Nya untuk berbicara dengan bahasa yang kita mengerti—pesan-Nya terkadang berisi teguran, tetapi selalu mengandung pengharapan. Percayalah pada pesan-Nya.
Tuhan Yesus Kristus, tolonglah supaya aku tak hanya memahami pesan-Mu, tetapi juga menerapkannya dalam hidupku.
Mintalah kepada Tuhan agar Dia menolong Anda membagikan kabar baik-Nya kepada orang lain di tahun yang baru.
Oleh Amy Boucher Pye | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Maleakhi, kitab terakhir dalam Perjanjian Lama, ditulis oleh seorang nabi yang namanya berarti “utusanku.” Maleakhi yang diyakini hidup sezaman dengan Ezra dan Nehemia melayani orang Yahudi yang kembali dari pembuangan di Babel. Meski rumah Allah sudah dibangun kembali (Ezra 6:14-15), pelayanan Bait Suci dan persembahan korban tercemar karena beberapa alasan: kurangnya penghormatan kepada Allah, persembahan yang najis (Maleakhi 1:6-9,12-14), dan perpuluhan yang sengaja diabaikan (3:8-9). Lebih buruk lagi, para imam pun tercemar karena kawin campur dan penyelewengan dalam pernikahan (2:1-16). Karena fungsi pelayanan imam sudah menyimpang (2:7-9)—padahal mereka melayani sebagai “utusan Tuhan”—Maleakhi pun bernubuat tentang seorang “utusan” di masa depan yang akan mempersiapkan jalan bagi “Malaikat Perjanjian” (3:1). Empat ratus tahun kemudian, Yesus menyatakan Yohanes Pembaptis sebagai utusan itu (Matius 11:9-10; 17:12-13).



January 01, 2019, 06:01:56 AM
Reply #2148
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tahun Baru, Prioritas Baru
  01/01/2019 
Tahun Baru, Prioritas Baru
Baca: Pengkhotbah 9:4-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1–3 ; Matius 1


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-01.mp3


Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga. —Pengkhotbah 9:10

Sejak dahulu, saya ingin belajar bermain selo, tetapi tak pernah ada waktu untuk mendaftar kursus. Mungkin lebih tepatnya, saya memang tidak pernah menyediakan waktu untuk itu. Saya pernah berpikir, mungkin baru nanti di surgalah saya akan piawai memainkannya. Untuk saat ini, saya akan mencurahkan waktu saya untuk melakukan apa yang sesuai dengan panggilan Allah dalam pelayanan kepada-Nya.

Hidup ini singkat, dan kita sering merasa terdesak untuk memanfaatkan waktu di atas bumi ini dengan sebaik-baiknya sebelum berlalu. Namun sesungguhnya, apakah artinya “memanfaatkan waktu”?
Kita bisa menikmati berkat Allah sekaligus menjadi berkat bagi sesama.

Ketika Raja Salomo merenungkan tujuan dari hidup ini, ia memberi dua saran. Pertama, kita harus menjalani hidup dengan penuh makna, termasuk menikmati hal-hal baik yang kita dapatkan atas izin Allah, seperti makanan dan minuman (Pkh. 9:7), pakaian dan minyak wangi (ay.8), pernikahan (ay.9), dan segala pemberian baik lainnya dari Allah—mungkin juga termasuk belajar bermain selo!

Saran kedua adalah bekerja dengan rajin (ay.10). Hidup ini penuh dengan kesempatan dan selalu ada pekerjaan yang bisa dilakukan. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah berikan, mencari hikmat-Nya untuk tahu bagaimana memprioritaskan kerja sekaligus bersantai dengan tetap memakai talenta kita untuk melayani Dia.

Hidup adalah anugerah yang indah dari Tuhan. Kita sungguh menghormati Dia dengan menikmati berkat-berkat-Nya setiap hari dan melayani-Nya sepenuh hati.
Bapa, terima kasih atas kehidupan yang Engkau berikan kepadaku. Tolong aku untuk menjalani tahun baru ini bagi-Mu, menikmati berkat-Mu, dan menggenapi tujuan-Mu atas hidupku.
Kita bisa menikmati berkat Allah sekaligus menjadi berkat bagi sesama.
Oleh Poh Fang Chia | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Pengkhotbah adalah kitab bernada putus asa atas kesia-siaan hidup di dunia yang telah rusak. Pemikiran itu tampak dalam ungkapan Salomo yang terus berulang, “Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia” (1:2). Namun, Pengkhotbah juga memberikan harapan di tengah keputusasaan itu. Pada pasal 3, Salomo mengatakan bahwa Allah telah memberikan kekekalan dalam hati manusia (ay.11). Jadi, sementara berada dalam ruang dan waktu di dunia saat ini, sebagai murid Kristus, kita juga menantikan hidup kekal bersama Allah kelak.

Bill Crowder




January 02, 2019, 06:06:23 AM
Reply #2149
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Bertanya itu Baik
  02/01/2019 
Bertanya itu Baik
Baca: Mazmur 143:4-11 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 4–6 ; Matius 2


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-02.mp3

Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. —Mazmur 143:8

Ayah saya punya ketajaman arah yang tidak saya miliki. Hanya dengan naluri, ia bisa mengetahui di mana utara, selatan, timur, dan barat. Sepertinya, kepekaan itu adalah bawaan lahir, dan sejauh ini ia tidak pernah salah. Hingga suatu hari, ia keliru.

Malam itu ayah saya tersesat. Ia dan ibu baru saja menghadiri acara di luar kota dan pulang larut malam. Ayah sangat yakin bahwa ia tahu arah menuju jalan utama, tetapi ternyata tidak. Ia terus berputar-putar, kebingungan, dan akhirnya frustrasi. Ibu pun meyakinkannya, “Aku tahu ini sulit, tetapi tak ada salahnya melihat GPS di ponselmu.”
Meminta petunjuk dari Allah tidak saja benar, tetapi juga sangat baik.

Setahu saya, itulah pertama kalinya ayah saya yang berusia 72 tahun mencari arah lewat ponselnya.

Pemazmur adalah orang yang begitu kaya dengan pengalaman hidup. Namun, kitab Mazmur mengungkapkan saat-saat ketika Daud merasa tersesat secara rohani dan emosi. Mazmur 143 menceritakan salah satu momen tersebut. Raja besar itu sedang lesu (ay.4) dan mengalami kesesakan (ay.11). Ia pun terdiam dan berdoa, “Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh” (ay.8). Alih-alih bergantung pada hal lain, Daud berseru kepada Tuhan, “sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku” (ay.8).

Jika “seorang yang berkenan di hati [Allah]” (1Sam. 13:14) pun kadang merasa tersesat, berarti kita pun perlu datang kepada Allah untuk meminta petunjuk-Nya.
Apa yang menyebabkan Anda merasa hilang arah, bingung, atau bahkan frustrasi akhir-akhir ini? Apa yang membuat Anda mungkin merasa enggan meminta pertolongan kepada Allah dan orang lain?
Meminta petunjuk dari Allah tidak saja benar, tetapi juga sangat baik.
Oleh John Blase | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kata “semangat” (Inggris: spirit = roh) dipakai beberapa kali dalam Mazmur 143. Dua kali untuk menyebut kelesuan Daud sendiri (ay.4,7) dan sekali untuk memohon tuntunan Roh Tuhan (ay.10). Apakah yang dimaksud Daud dalam permohonannya itu adalah ROH KUDUS? Karena sekarang sudah ada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, orang Kristen bisa mengenal pribadi ROH KUDUS sekaligus karya-Nya dengan lebih menyeluruh dibanding orang Israel kuno yang belum memiliki pewahyuan lengkap. Biasanya, ketika Roh Allah disebut dalam Perjanjian Lama, penulisnya tidak memikirkan ROH KUDUS sebagai pribadi melainkan kuasa Allah, “napas” Allah yang memberi kekuatan dan menggerakkan orang, tetapi kita tahu bahwa Roh itu adalah Pribadi yang bekerja. Jadi, ketika Daud memohon agar Roh “menuntun[nya] di tanah yang rata” (ay.10), ia sedang meminta kehadiran kuasa Allah yang memberi kekuatan untuk hadir mendampinginya.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)