Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 129006 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

January 03, 2019, 05:34:07 AM
Reply #2150
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Mata yang Terpejam Rapat
  03/01/2019 
Mata yang Terpejam Rapat
Baca: Kejadian 3:1-10 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 7–9 ; Matius 3



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-03.mp3


Bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. —Kejadian 3:8

Ia sadar ia tidak sepatutnya melakukan perbuatan itu. Raut wajahnya jelas menunjukkan rasa bersalah! Saat saya hendak membicarakan kesalahannya, keponakan saya itu memejamkan matanya rapat-rapat. Ia duduk di depan saya, sambil berpikir—dengan logika anak berumur tiga tahun—bahwa jika ia tidak bisa melihat saya, pasti saya juga tidak dapat melihatnya. Dalam pikirannya, jika ia tidak terlihat, ia bisa kabur dari pembicaraan (dan hukuman) yang ditakutinya.

Saya senang bisa melihatnya saat itu. Meskipun tidak membenarkan kenakalannya dan perlu menegurnya, saya tidak mau keakraban kami terganggu. Saya ingin ia menatap wajah saya dan melihat betapa saya sangat mengasihinya serta ingin memaafkannya! Saat itulah terlintas dalam pikiran saya tentang apa yang mungkin Allah rasakan ketika Adam dan Hawa melanggar kepercayaan yang diberikan-Nya kepada mereka di taman Eden. Setelah sadar berbuat salah, mereka mencoba bersembunyi dari Allah (Kej. 3:10) yang dapat “melihat” mereka sejelas saya melihat keponakan saya.
Allah memandang kita dengan kasih.

Ketika sadar sudah berbuat salah, sering kali kita ingin menghindari konsekuensinya. Kita lari dari masalah, berusaha menyembunyikan kesalahan, atau menutup mata terhadap kebenaran. Meskipun Allah akan meminta pertanggungjawaban kita sesuai dengan standar keadilan-Nya, Dia memandang (dan mencari) kita karena Dia mengasihi kita dan menawarkan pengampunan melalui Yesus Kristus.
Bapa, terima kasih karena Engkau tetap mencari dan mengasihiku, bahkan ketika aku telah berbuat salah.
Allah memandang kita dengan kasih.
Oleh Kirsten Holmberg | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Sebagai kitab tentang asal mula, Kejadian menyingkapkan bagaimana pertama kalinya Allah menyikapi dosa manusia dengan keseimbangan yang tepat antara belas kasihan dan hukuman. Bapa kita sanggup menghakimi dosa sekaligus tetap mengasihi pelakunya, hal ini nyata dalam kejadian di taman Eden (Kejadian 3:14-21), ketika Kain membunuh adiknya (4:8-16), dan pola yang sama terus berulang hingga peristiwa Sinai (Keluaran 34:5-7), nyanyian Israel (Mazmur 99:8), dan yang paripurna terwujud dalam penyaliban Yesus (Lukas 23:34).

Mart DeHaan




January 04, 2019, 05:30:07 AM
Reply #2151
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Berjalan dalam Terang
  04/01/2019 
Berjalan dalam Terang
Baca: Ibrani 12:18-24 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 10–12 ; Matius 4


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-04.mp3

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. —Yohanes 1:4

Kegelapan meliputi desa kami di tengah hutan setelah bulan menghilang ditutupi awan. Kilat membelah langit, diikuti hujan badai dan guntur menggelegar. Saat masih anak-anak, saya sering terbangun ketakutan sambil membayangkan semua jenis monster mengerikan yang siap menerkam saya! Namun, saat fajar menyingsing, bunyi-bunyi itu lenyap, matahari terbit, dan ketenangan muncul kembali seiring kicauan burung-burung menyambut sinar mentari. Begitu tajam kontras antara kegelapan malam yang mencekam dan terang pagi yang penuh keceriaan.

Penulis surat Ibrani mengingat masa-masa ketika bangsa Israel begitu takut dan gemetar sewaktu gelap disertai guruh meliputi Gunung Sinai (Kel. 20:18-19). Bagi mereka, kehadiran Allah terasa gelap dan menakutkan, bahkan ketika Dia mengaruniakan Hukum Taurat dengan penuh kasih. Hal itu terjadi, karena sebagai umat yang berdosa, orang Israel tak sanggup memenuhi standar Allah. Dosa menyebabkan mereka berjalan dalam kegelapan dan ketakutan (Ibr. 12:18-21).
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. —Yohanes 1:4

Namun, “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (1Yoh. 1:5). Dalam Ibrani 12, Gunung Sinai menjadi lambang kekudusan Allah dan hidup lama kita yang penuh pemberontakan, sedangkan keelokan Bukit Sion melambangkan kasih karunia Allah dan hidup baru dari orang percaya dalam Yesus, “Pengantara perjanjian baru” (ay.22-24).

Siapa saja yang mengikut Yesus “tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Di dalam Dia, kita dapat meninggalkan kelamnya hidup lama dan merayakan sukacita berjalan dalam terang dan Kerajaan-Nya.
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah membawaku keluar dari kegelapan kepada terang-Mu yang ajaib. Tolong aku untuk menghindari kegelapan dan terus berjalan dalam terang hingga tiba di kekekalan.
Bagaimana hidup Anda diubahkan sejak percaya pada Yesus? Dalam hal apa saja Anda ingin lebih bertumbuh dalam iman?
Oleh Lawrence Darmani | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dalam surat Ibrani, tidak disebutkan identitas penulisnya. Para pakar menduga-duga siapa yang paling mungkin, antara Paulus, Barnabas, Lukas, Apolos, bahkan Akwila dan Priskila. Apa yang bisa kita simpulkan dari debat yang telah berlangsung selama berabad-abad dan masih berlanjut ini? Pertama, banyaknya spekulasi yang ada jelas mengungkapkan bahwa tidak ada pandangan tertentu yang bisa dibuktikan dengan tuntas. Kedua, identitas penulis manusia bukan masalah besar jika kita memahami bahwa penulisnya yang sejati adalah ROH KUDUS, Ia menginspirasikan seluruh Kitab Suci (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21).

Bill Crowder




January 05, 2019, 05:37:48 AM
Reply #2152
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Diubahkan dan Mengubahkan
  05/01/2019 
Diubahkan dan Mengubahkan
Baca: 2 Tawarikh 33:9-17 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 13–15 ; Matius 5:1-26


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-05.mp3

Ia menegakkan kembali mezbah Tuhan, . . . menyerukan kepada Yehuda untuk beribadah kepada Tuhan, Allah Israel. —2 Tawarikh 33:16

Tani dan Modupe dibesarkan di Nigeria, lalu melanjutkan studi di Inggris pada dekade 1970-an. Sebagai pribadi-pribadi yang telah diubahkan oleh kasih karunia Allah, mereka tak pernah menyangka akan dipakai Allah untuk mengubahkan salah satu masyarakat paling miskin dan terkucil di Inggris, yaitu wilayah Anfield di kota Liverpool. Ketika Dr. Tani dan Dr. Modupe Omideyi mencari Tuhan serta melayani masyarakatnya dengan setia, Allah pun memulihkan pengharapan banyak orang. Keduanya memimpin sebuah gereja yang sangat aktif dan terus mengerjakan sejumlah proyek sosial yang telah mengubahkan kehidupan begitu banyak orang.

Manasye mengubahkan rakyatnya, awalnya menuju kejahatan, tetapi kemudian kepada kebaikan. Setelah dilantik menjadi raja Yehuda pada usia 12 tahun, ia menyesatkan rakyat sehingga mereka melakukan kekejian bertahun-tahun (2Taw. 33:1-9). Mereka mengabaikan peringatan Allah sehingga Dia mengizinkan Manasye diangkut sebagai tawanan Babel (ay.10-11).
Hidup Anda yang diubahkan Allah dapat mengubahkan hidup orang lain.

Dalam kesengsaraan, Manasye merendahkan diri dan berseru kepada Allah. Allah mendengar seruannya lalu memulihkan kerajaannya (ay.12-13). Raja yang telah diubahkan itu pun membangun kembali tembok kota dan menyingkirkan dewa-dewa asing (ay.14-15). “Ia menegakkan kembali mezbah Tuhan, . . . menyerukan kepada Yehuda untuk beribadah kepada Tuhan, Allah Israel” (ay.16). Ketika rakyat melihat perubahan Manasye yang total, mereka juga diubahkan (ay.17).

Saat kita mencari Allah, kiranya Dia mengubahkan kita sehingga hidup kita memberi dampak positif bagi masyarakat.
Bapa Surgawi, ubahlah hidup kami supaya Engkau dapat memakainya untuk membawa perubahan bagi orang lain.
Hidup Anda yang diubahkan Allah dapat mengubahkan hidup orang lain.
Oleh Ruth O'Reilly-Smith | Lihat Penulis Lain
Wawasan
2 Raja-raja 21:1-18 adalah cerita yang sama dengan 2 Tawarikh 33:1-20, tetapi menariknya, catatan dalam 2 Raja-Raja tidak mencantumkan pertobatan Manasye. Raja-Raja dan Tawarikh sama-sama menceritakan bagaimana Manasye membangun kembali mezbah-mezbah kejijikan yang telah dirobohkan oleh Hizkia, ayahnya, menajiskan bait Allah yang kudus, dan mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban. 2 Raja-raja menubuatkan penghakiman Yerusalem yang akan terjadi (21:10-15), sedangkan 2 Tawarikh memperlihatkan kisah yang lebih luas—penggenapan nubuat tersebut dan pertobatan raja terjahat Yehuda oleh karena campur tangan Allah (33:10-17).

Tim Gustafson




January 06, 2019, 04:57:19 AM
Reply #2153
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Keagungan Terbesar
  06/01/2019 
Keagungan Terbesar
Baca: Yohanes 17:1-5, 20-24 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16–17 ; Matius 5:27-48


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-06.mp3

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. —Lukas 2:1

Kaisar Agustus dikenang sebagai kaisar Romawi yang pertama dan terbesar. Dengan kelihaian politik dan kekuatan militernya, ia mengalahkan musuh, memperluas wilayah kekaisaran, dan mengubah kota Roma dari lingkungan kumuh menjadi penuh kemewahan dengan patung-patung dan kuil-kuil dari marmer. Warga Romawi memuja Agustus sebagai dewa agung dan penyelamat umat manusia. Menjelang akhir pemerintahannya pada tahun ke-40, kata-kata terakhirnya yang dikenal secara resmi adalah, “Aku membangun Roma dari kota bertanah liat menjadi kota penuh marmer.” Namun, menurut sang istri, kata-kata terakhir Agustus yang sebenarnya adalah, “Sudahkah aku menjadi kaisar yang baik? Jika ya, rayakanlah saat aku mangkat.”

Agustus tidak sadar bahwa ia telah menjadi pemeran pendukung dalam cerita yang lebih besar. Pada masa pemerintahannya, lahirlah seorang anak tukang kayu yang menyingkapkan sesuatu yang jauh lebih agung daripada kemenangan militer, bangunan kuil, arena, maupun istana Romawi (Luk. 2:1).
Keagungan salib adalah keagungan yang dibutuhkan oleh semua orang.

Namun, siapa yang dapat memahami kemuliaan yang Yesus doakan pada malam ketika orang sebangsa-Nya menuntut Dia disalibkan oleh para algojo Romawi? (Yoh. 17:4-5). Adakah yang dapat memperkirakan keajaiban tersembunyi di balik pengorbanan yang akan selamanya dipuja di dalam surga dan di atas bumi?

Itulah kisah yang benar-benar menakjubkan. Mulanya, kita adalah manusia malang yang saling mencelakakan demi mengejar mimpi-mimpi bodoh, tetapi Dia telah mengubahkan dan menyatukan kita untuk mengenal serta memuja keagungan salib-Nya.
Bapa di surga, kemegahan segala sesuatu akan berlalu, tetapi tolonglah kami untuk melihat kasih-Mu yang bertahan selamanya.
Keagungan salib adalah keagungan yang dibutuhkan oleh semua orang.
Oleh Mart DeHaan | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kata “mulia” sangat mencolok dalam Injil Yohanes. Pada pasal 17 saja, ada delapan kata “mulia” (dengan berbagai imbuhan: permuliakanlah, mempermuliakan, kemuliaan, dipermuliakan). Kata ini berasal dari bahasa Yunani doxa yang artinya “mulia,” “hormat,” atau “puji.” Istilah doksologi (himne pendek dalam ibadah) yang biasa kita pakai juga berasal dari kata doxa. Dalam injil Yohanes, kata “kemuliaan” pertama kali muncul dalam pasal 1 ayat 14. Yang kedua dalam Yohanes 2:11, di sana tertulis bahwa di Kana, Yesus “telah menyatakan kemuliaan-Nya” dengan mengubah air menjadi anggur. Melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus, Allah sudah dan terus dipermuliakan.

Arthur Jackson




January 07, 2019, 05:12:50 AM
Reply #2154
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Orang Biasa
  07/01/2019 
Orang Biasa
Baca: 1 Samuel 16:1-7 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 18–19 ; Matius 6:1-18


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-07.mp3


Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. —1 Samuel 16:7

William Carey adalah seorang anak sakit-sakitan dari keluarga sederhana yang menetap di dekat Northampton, Inggris. Masa depannya tampak tidak terlalu cerah, tetapi Allah mempunyai rencana bagi hidup Carey. Meski kelihatannya mustahil, Carey pindah ke India, dan di sana ia melakukan reformasi sosial yang luar biasa dan menerjemahkan Alkitab ke dalam beberapa bahasa daerah di negeri itu. Carey mengasihi Allah dan sesamanya, serta berhasil mencapai banyak hal bagi Allah.

Daud bin Isai adalah seorang pemuda biasa dan anak bungsu di keluarganya. Di permukaan, ia hanyalah gembala sederhana di perbukitan Betlehem (1Sam. 16:11-12). Namun, Allah melihat hati Daud dan memiliki rencana untuknya. Raja Saul telah ditolak Allah karena ketidaktaatannya. Ketika Nabi Samuel menyesali tindakan-tindakan Saul, ia dipanggil Allah untuk mengurapi seorang raja baru dari salah satu anak Isai.
Yang terpenting bagi Allah adalah hati Anda.

Ketika melihat Eliab yang tampan dan tinggi, wajar jika Samuel berpikir, “Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya” (ay.6). Namun, cara Allah memilih seorang raja sangat jauh berbeda dengan cara Samuel. Allah bahkan menolak semua anak Isai, kecuali yang bungsu. Memilih Daud sebagai raja rasanya bukan langkah yang tepat bagi Allah, atau setidaknya itu yang kelihatan di permukaan. Orang bertanya-tanya, mungkinkah ada yang bisa diperbuat gembala muda itu di tengah lingkungannya, apalagi bagi negaranya?

Namun, Tuhan mengenal hati kita dan mempunyai rencana bagi hidup kita. Itulah penghiburan kita yang sejati.
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau lebih mempedulikan sikap hatiku kepada-Mu daripada rupa, harta, maupun prestasiku.
Yang terpenting bagi Allah adalah hati Anda.
Oleh Estera Pirosca Escobar | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Samuel, yang namanya berarti “didengar Allah,” adalah hakim terakhir Israel sekaligus imam dan nabi. Samuel lahir ketika zaman hakim-hakim berada pada masa peralihan sejarah Israel. Orangtuanya adalah Hana dan Elkana. Samuel diserahkan oleh ibunya kepada Tuhan. Ketika masih kanak-kanak, ia tinggal di “dalam rumah Tuhan di Silo,” yaitu Kemah Suci (lihat 1 Samuel 1:24-28). Di situlah ia belajar di bawah pengawasan imam Eli dan menerima panggilan khusus dari Allah (3:1-21). Samuel mengurapi raja pertama, Saul (pasal 9–10); dan dalam bacaan hari ini ia bersiap untuk mengurapi Daud, pengganti Saul (16:1-13).

Alyson Kieda




January 08, 2019, 05:25:33 AM
Reply #2155
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Cara untuk Tidak Khawatir
  08/01/2019 
Cara untuk Tidak Khawatir
Baca: Matius 6:25-34 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 20–22 ; Matius 6:19-34


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-08.mp3

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? —Matius 6:27

Seorang pria yang taat hukum dan jujur menerima pesan suara berisi ucapan, “Saya petugas ____ dari kepolisian. Mohon hubungi saya kembali di nomor ini.” Orang itu langsung merasa khawatir—ia takut jangan-jangan telah melakukan suatu kesalahan. Ia tidak berani menelepon, bahkan tiap malam ia tak bisa tidur karena memikirkan segala hal yang mungkin terjadi. Ia begitu khawatir akan tertimpa masalah. Petugas tadi tak pernah menelepon lagi, tetapi pria itu merasa khawatir sampai berminggu-minggu lamanya.

Yesus pernah menanyakan sesuatu yang menarik tentang kekhawatiran: “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”(Mat. 6:27). Pertanyaan itu dapat mendorong kita untuk memikirkan kembali kecenderungan kita untuk merasa khawatir. Yesus hendak menyatakan bahwa kekhawatiran tidak akan menyelesaikan masalah kita.
Kekhawatiran apa yang perlu Anda serahkan kepada Allah hari ini?

Saat menjumpai persoalan, cobalah menghadapinya dengan dua langkah berikut: Mengambil tindakan dan juga mempercayai Allah. Jika ada yang dapat kita lakukan untuk menghindari masalah, cobalah cara itu. Berdoalah meminta pimpinan Allah dalam memilih tindakan yang hendak diambil. Namun, jika memang tak ada yang bisa dilakukan, bersyukurlah bahwa Allah selalu sanggup bertindak bagi kita. Kita selalu bisa menyerahkan pergumulan kita kepada-Nya dengan penuh kepercayaan dan keyakinan.

Saat mulai khawatir, ingatlah firman Allah melalui perkataan Daud. Ia mengalami kesesakan dan kekhawatiran, tetapi katanya, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” (Mzm. 55:23). Sungguh cara yang sangat baik untuk tidak khawatir!
Bapa, Engkau tahu masalah yang kuhadapi hari ini. Kuserahkan kekhawatiranku kepada-Mu. Kuatkan dan tolonglah aku untuk mempercayai-Mu di tengah pergumulanku.
Kekhawatiran apa yang perlu Anda serahkan kepada Allah hari ini?
Oleh Dave Branon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Matius 6:19-34 menekankan bahwa dalam gaya hidup pemuridan sejati, semua yang kita lakukan adalah satu kesatuan dalam kasih kita kepada Allah. Misalnya, dalam ayat 22, Yesus memberi contoh bahwa satu gangguan pada mata bisa mengaburkan seluruh pandangan, demikian pula kesalahan prioritas bisa merusak seluruh diri kita. Mustahil seseorang mengabdi kepada lebih dari satu “tuan,” tegas-Nya (ay.24).

Itu sebabnya kekhawatiran bisa sangat berbahaya, kata Yesus. Cemas itu wajar, tetapi ketika kecemasan itu menguasai kita, ibadah kepada Allah dan kerajaan-Nya yang adil tergeser oleh pengejaran akan kedamaian batin kita sendiri.

Monica Brands




January 09, 2019, 05:17:47 AM
Reply #2156
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Juruselamat Seperti Apakah Dia?
  09/01/2019 
Juruselamat Seperti Apakah Dia?
Baca: Yohanes 6:47-51,60-66 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 23–24 ; Matius 7


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-09.mp3

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. —Yohanes 6:66

Tahun lalu, saya dan teman-teman mendoakan kesembuhan tiga wanita yang berjuang melawan kanker. Kami tahu Allah berkuasa melakukannya, maka setiap hari kami meminta-Nya untuk menyembuhkan mereka. Kami pernah melihat karya-Nya di masa lalu dan percaya bahwa Dia sanggup melakukannya lagi. Ada hari-hari ketika mereka tampaknya benar-benar akan sembuh, dan itu sempat membuat kami bersukacita. Namun, ketiganya meninggal dunia pada musim gugur tahun lalu. Kata orang, kematian adalah “kesembuhan sejati”, dan memang kita bisa melihatnya seperti itu. Namun, kepergian mereka tetap menyakitkan. Kami ingin Allah menyembuhkan mereka—dalam kehidupan yang sekarang—tetapi entah mengapa, tak ada mukjizat yang terjadi.

Sebagian orang mengikut Yesus karena mukjizat yang Dia lakukan dan untuk memenuhi kebutuhan mereka (Yoh. 6:2,26). Sejumlah orang hanya memandang-Nya sebagai anak tukang kayu (Mat. 13:55-58), dan yang lain mengharapkan Dia menjadi pemimpin politik (Luk. 19:37-38). Sebagian orang menganggap-Nya sebagai guru yang hebat (Mat. 7:28-29), sementara yang lain berhenti mengikut Dia karena ajaran-Nya sulit dimengerti (Yoh. 6:66).
Kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Mazmur 31:15

Yesus tidak selalu memenuhi harapan-harapan kita terhadap-Nya. Namun, Dia jauh melebihi yang dapat kita bayangkan. Dialah pemberi hidup kekal (ay.47-48). Dia baik dan bijaksana; Dia mengasihi, mengampuni, menyertai, dan memberi kita penghiburan. Kiranya kita menemukan kelegaan dalam Yesus sebagaimana adanya Dia dan tetap setia mengikuti-Nya.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Juruselamat yang kami butuhkan. Lingkupi kami dengan kasih-Mu dan ajar kami untuk sepenuhnya percaya kepada-Mu.
Kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Mazmur 31:15
Oleh Anne Cetas | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Yohanes 6 merupakan titik balik yang penting dalam pelayanan Yesus. Setelah memberi makan lima ribu orang dan berjalan di atas air, Yesus menyampaikan pengajaran-Nya tentang “roti hidup.” Seiring meningkatnya perlawanan dari para pemuka agama, pengikut Yesus pun menanggapi pesan tersebut dengan berbondong-bondong pergi. Mereka meninggalkan Yesus karena tiga alasan. Pertama, mereka menuntut tanda dari-Nya (ay.30-31) setelah Yesus baru saja mengadakan mukjizat dengan roti dan ikan. Kedua, mereka salah memahami asal usul Yesus (ay.41-42). Terakhir, mereka juga keliru memahami realita pengajaran-Nya (ay.52). Karena tidak mengenal siapa Dia, mereka tidak akan pernah bisa mengerti apa yang diperbuat atau diajarkan-Nya.

Bill Crowder




January 10, 2019, 11:35:32 AM
Reply #2157
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Allah yang Menerima
  10/01/2019 
Allah yang Menerima
Baca: Kisah Para Rasul 10:34-38 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 25–26 ; Matius 8:1-17


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-10.mp3

Allah tidak membedakan orang. —Kisah Para Rasul 10:34

Kebaktian gereja kami diadakan di sebuah gedung sekolah dasar tua yang pada tahun 1958 pernah memilih tutup daripada mematuhi aturan pemerintah untuk berintegrasi (kesediaan menerima murid kulit hitam di sekolah yang sebelumnya hanya khusus untuk murid kulit putih). Namun, tahun berikutnya, sekolah itu dibuka kembali. Seorang jemaat gereja kami, Elva, merupakan salah satu murid kulit hitam yang dimasukkan sekelas dengan murid kulit putih di sana. “Aku dibawa keluar dari lingkungan yang aman dan para guru yang sudah akrab dengan kami,” kenang Elva, “lalu ditaruh dalam suatu lingkungan yang menakutkan, di kelas yang murid kulit hitamnya hanya dua orang.” Elva menderita karena warna kulitnya yang berbeda, tetapi seiring waktu ia berubah menjadi gadis yang kuat, beriman, dan penuh pengampunan.

Kesaksiannya luar biasa. Ia menerima banyak perlakuan buruk dari sebagian masyarakat yang menolak kebenaran tentang Allah yang mengasihi setiap orang tanpa memandang ras dan suku mereka. Sejumlah anggota jemaat mula-mula juga menggumulkan perkara serupa. Mereka percaya bahwa ada kaum tertentu yang sudah dikasihi Allah sejak lahir, sedangkan yang lain ditolak. Namun, setelah menerima penglihatan surgawi, Petrus pun mencengangkan banyak orang dengan kesimpulannya: “Aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya” (Kis. 10:34-35).
Kadang kita ingin menolak sebagian orang, tetapi Allah menerima semua.

Tangan Allah terbuka lebar untuk memberikan kasih-Nya kepada semua orang. Kiranya kita pun melakukan hal yang sama dengan kuasa yang dianugerahkan-Nya.
Pikirkanlah lingkungan, keluarga, dan pergaulan Anda. Pernahkah Anda merasa ingin menjauhi kaum atau golongan tertentu? Mengapa?
Kadang kita ingin menolak sebagian orang, tetapi Allah menerima semua.
Oleh Winn Collier | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Istilah “membedakan orang” dalam Kisah Para Rasul 10:34 adalah terjemahan dari kata Yunani prosopoleptes yang artinya menerima atau menghargai seseorang karena jabatan, status, penampilan, atau popularitas. Kata itu adalah gabungan dari prosopon, yang berarti “wajah” atau “orang” dan lambano, yang artinya “berpegang pada”. Membeda-bedakan orang (memandang muka) tidak sesuai dengan karakter Allah seperti yang dinyatakan dalam ayat-ayat berikut:

“Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu—bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka” (Galatia 2:6); “Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka” (Efesus 6:9). Pilih kasih tidak boleh menjadi sifat murid-murid Yesus, seperti diingatkan dalam Yakobus 2:1, “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.”

Arthur Jackson




January 11, 2019, 08:54:53 AM
Reply #2158
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Dimensi Tak Terbatas
  11/01/2019 
Dimensi Tak Terbatas
Baca: Efesus 3:16-21 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 27–28 ; Matius 8:18-34


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-11.mp3

Aku berdoa, supaya kamu . . . dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. —Efesus 3:18

Saya bergeming di atas alas tidur dan menahan napas ketika mesinnya bergerak. Saya tahu banyak orang sudah pernah menjalani pemeriksaan MRI. Namun, bagi saya yang menderita klaustrofobia (takut dalam ruangan yang sempit dan tertutup), saat menjalani proses itu, saya perlu memusatkan perhatian pada hal lain—lebih tepatnya, satu Pribadi—yang lebih besar daripada diri saya sendiri.

Seiring dengan bunyi dengung mesin, saya pun mengingat penggalan Kitab Suci, “Betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus” (Ef. 3:18). Dalam doanya bagi jemaat Efesus, Paulus menggambarkan empat dimensi kasih Allah untuk menekankan kasih dan kehadiran-Nya yang tak terukur.
Tiada satu hal pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah!

Posisi dalam tabung MRI itu memberi gambaran baru bagi pemahaman saya. Lebar: jarak lima belas sentimeter di sisi tangan kiri dan kanan saya yang rapat dengan dinding tabung. Panjang: jarak antara kedua pintu tabung dari ujung kepala sampai kaki. Tinggi: jarak lima belas sentimeter dari hidung saya ke “langit-langit” tabung. Dalam: penopang tabung yang tertanam pada lantai di bawah saya. Empat dimensi itu melukiskan kehadiran Allah yang melingkupi dan menopang saya di dalam tabung MRI tersebut—dan di tiap situasi kehidupan saya.

Kasih Allah melingkupi kita SELURUHNYA. Lebar: Dia mengulurkan tangan-Nya untuk menjangkau semua orang di mana saja. Panjang: kasih-Nya tidak pernah berakhir. Tinggi: Dia mengangkat kita. Dalam: Dia masuk ke dalam hidup kita, menopang kita dalam segala situasi. Tiada satu hal pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah! (Rm. 8:38-39).
Ya Tuhan, tolong kami berdiam sejenak untuk merenungkan betapa panjang, lebar, tinggi, dan dalamnya kasih-Mu bagi kami!
Situasi apa saja yang membuat Anda meragukan kasih Allah? Bagaimana Anda dapat memilih untuk mempercayai-Nya?
Oleh Elisa Morgan | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Efesus 3:16-21 sebenarnya merupakan doa yang lahir berdasarkan konteks pasal sebelumnya, di mana Paulus meringkaskan karya Allah bagi kita. Sebenarnya kita sudah mati karena dosa-dosa kita, tetapi Allah memberikan kehidupan yang baru (2:1-10) dan mempersatukan orang Yahudi dengan bangsa-bangsa lain menjadi jemaat-Nya (2:11-22). Dalam Efesus 3, Paulus menjabarkannya lebih lanjut dengan berkata, “Itulah sebabnya. . .” (3:1), tetapi kemudian ia menyela perkataannya untuk menjelaskan peran uniknya sendiri dalam membagikan kepada jemaat rahasia yang diterimanya lewat wahyu (ay.2-6). Semua itu mempersiapkan argumennya dalam ayat 16–21 di mana ia melanjutkan kembali ayat 1 tadi, “Itulah sebabnya…” (ay.14). Sepanjang surat Efesus, kita melihat tema kasih karunia Allah yang berlimpah dan tak layak kita terima serta “kekayaan kemuliaan-Nya” (ay.16) yang diberikan kepada umat-Nya.

Tim Gustafson




January 12, 2019, 05:30:04 AM
Reply #2159
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Yesus Selalu Dekat
  12/01/2019 
Yesus Selalu Dekat
Baca: Matius 25:37-40 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 29–30 ; Matius 9:1-17


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-12.mp3

Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. —Matius 25:40

Putri saya sudah siap berangkat ke sekolah lebih cepat daripada biasanya. Ia pun bertanya apakah kami bisa mampir ke kedai kopi dalam perjalanan ke sekolah. Saya setuju. Ketika mendekati jalur “lantatur” (layanan tanpa turun), saya berkata, “Kamu mau membagikan sedikit sukacita pagi ini?” “Mau, Pa,” jawabnya.

Kami pun memesan, kemudian beranjak ke loket pembayaran. Saya berkata kepada si pramuniaga, “Kami juga mau membayar pesanan wanita di mobil belakang.” Putri saya terlihat sangat senang dengan senyumnya yang lebar.
Saat melayani sesama, kita sedang melayani Kristus.

Di antara banyak hal besar, secangkir kopi kelihatannya sepele, bukan? Namun, saya bertanya-tanya, mungkinkah itu salah satu cara untuk mewujudkan kehendak Yesus bagi kita, yakni untuk memperhatikan orang-orang yang Dia sebut “salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina”? (Mat. 25:40). Cobalah melihat orang yang antri di belakang atau di depan kita sebagai pribadi yang dimaksudkan oleh Yesus itu. Kemudian lakukan “segala sesuatu” yang Anda bisa—mungkin membelikan secangkir kopi atau melakukan yang lain, bisa lebih besar atau lebih sederhana dari itu. Ungkapan “segala sesuatu yang kamu lakukan” (ay.40) itu memberi kita keleluasaan yang sangat besar untuk melayani Dia sekaligus melayani orang lain.

Ketika meninggalkan tempat itu, kami melihat wajah wanita muda di belakang kami dan juga wajah pramuniaga yang memberikan kopi kepadanya. Mereka berdua tersenyum lebar.
Tuhan, tolong aku untuk tidak memikirkan pelayanan sebagai sesuatu yang sulit. Terkadang hal-hal kecil dan sederhana memberi dampak lebih daripada yang dapat kubayangkan. Tolong aku juga untuk selalu ingat bahwa segala sesuatu yang kulakukan bagi orang lain, aku melakukannya bagi-Mu.
Saat melayani sesama, kita sedang melayani Kristus.
Oleh John Blase | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dalam Injil Matius, tampak bahwa visi Yesus tentang kerajaan Allah tidaklah biasa. Mulai dari Khotbah di Bukit (Matius 5–7) hingga pengajaran-Nya tentang domba dan kambing (25:31–33), Yesus memutarbalikkan dan menjungkirbalikkan pemikiran religius pada zaman-Nya. Alih-alih mengutuk orang berdosa dan memuji orang yang terkenal menjunjung hukum Taurat, Dia justru memberi kesan bahwa hari penghakiman akan menjadi suatu kejutan besar (25:45-46). Kemudian, lewat peristiwa-peristiwa mengejutkan yang muncul sejak pasal 26, sesuatu yang tak terduga pun terjadi: Yesus membiarkan diri-Nya sendiri dihakimi, dikutuk, dan disalibkan.

Dengan kebangkitan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa apa yang telah Dia katakan selama ini sungguh benar. Kerajaan Allah ada pada Raja yang berbeda. Warga-Nya adalah orang yang berbeda, sukacita dan kebaikan mereka terdapat dalam hati yang sudah diubahkan oleh ROH KUDUS dan kasih-Nya.

Mart DeHaan



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)