Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 133359 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 13, 2019, 04:47:12 AM
Reply #2160
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Nasib Buruk Lobster
  13/01/2019 
Nasib Buruk Lobster
Baca: 1 Tesalonika 5:11-18 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 31–32 ; Matius 9:18-38


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-13.mp3

Usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. —1 Tesalonika 5:15

Ketika seorang sepupu mengajak saya memancing lobster air tawar, saya sangat bersemangat. Namun, saya menyeringai ketika ia memberikan ember plastik. “Tak ada tutupnya?”

“Tidak perlu,” katanya sembari mengambil tongkat pancing dan sebungkus kecil umpan dari irisan daging ayam.
Gereja dapat bertumbuh dan menjadi saksi Kristus lewat kesatuan umat yang saling mengasihi.

Saat mengamati lobster-lobster kecil saling memanjat agar bisa keluar dari ember yang hampir penuh, saya sadar mengapa embernya tak perlu ditutup. Tiap kali seekor lobster berhasil sampai ke mulut ember, lobster-lobster lain di dalam akan menariknya jatuh lagi.

Nasib buruk lobster itu mengingatkan saya pada bahaya dari keegoisan, yaitu ketika kita hanya memikirkan pencapaian pribadi daripada mengejar kebaikan seluruh komunitas. Dalam suratnya kepada jemaat Tesalonika, Rasul Paulus memahami pentingnya relasi yang saling mendukung dan mengandalkan. Nasihatnya, “Tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang” (1Tes. 5:14).

Setelah memuji jemaat Tesalonika yang telah saling membangun (ay.11), Paulus mendorong mereka agar memperdalam kasih dan kedamaian di antara mereka (ay.13-15). Dengan berusaha menciptakan gaya hidup yang saling mengampuni, berbuat baik, dan berbelaskasihan, hubungan mereka dengan Allah dan sesama akan makin dikuatkan (ay.15,23).

Gereja dapat bertumbuh dan menjadi saksi Kristus lewat kesatuan umat yang saling mengasihi. Ketika umat percaya menghormati Allah, dengan berkomitmen untuk saling membangun daripada menjatuhkan lewat perkataan maupun perbuatan, kita sebagai pribadi maupun komunitas akan terus mengalami pertumbuhan.
Apa yang akan Anda lakukan untuk membangun orang lain? Perhatian dan perbuatan kasih apa yang pernah Anda terima dari saudara seiman?
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Surat 1 Tesalonika ditulis oleh rasul Paulus kepada gereja yang baru lahir di kota Tesalonika, sebuah koloni Romawi. Tesalonika adalah ibu kota provinsi sekaligus kota terbesar dan terpenting di Makedonia. Karena pelabuhannya yang baik, lokasinya di pusat, dan banyaknya akses ke berbagai jalur, perdagangan di kota Tesalonika pun berkembang pesat. 1 Tesalonika mungkin merupakah salah satu surat Paulus yang pertama, ditulis dari Korintus kira-kira pada tahun 51 atau 52 M. Hanya dua atau tiga tahun sebelumnya, Paulus bersama Silas mengunjungi Tesalonika dalam perjalanan misinya yang kedua dan mendirikan gereja di sana. Menurut Kisah Para Rasul 17:1-4, Paulus baru mengajar di sana selama “tiga hari Sabat” sebelum kehadiran pengacau membuatnya terpaksa lari dari kota. Namun, dalam waktu yang singkat itu, beberapa orang Yahudi dan sejumlah besar orang Yunani yang takut akan Allah “menjadi percaya” dan mengikut Yesus, demikian juga perempuan-perempuan terkemuka. Paulus menulis surat ini untuk menguatkan iman orang-orang yang baru percaya itu serta meyakinkan mereka bahwa Kristus akan datang kembali.

Alyson Kieda





January 14, 2019, 05:25:46 AM
Reply #2161
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Fondasi Pengharapan yang Pasti
  14/01/2019 
Fondasi Pengharapan yang Pasti
Baca: Ibrani 11:1-6 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 33–35 ; Matius 10:1-20


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-14.mp3


Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. —Filipi 4:19

Pelajaran tentang iman kadang berasal dari hal-hal tak terduga—misalnya yang saya pelajari dari Bear, anjing peliharaan saya. Saya meletakkan mangkuk air milik Bear di sudut dapur. Setiap kali mangkuk besar itu kosong, Bear tidak akan menggonggong atau mengais-ngais bagian dalamnya. Ia hanya berbaring diam di dekat mangkuknya dan menunggu. Kadang, Bear harus menunggu cukup lama, tetapi ia tahu bahwa saya pasti akan masuk ke dapur, melihatnya di pojok, lalu memberikan apa yang ia butuhkan. Keyakinannya yang sederhana itu mengingatkan saya untuk lebih percaya kepada Allah.

Alkitab mengatakan bahwa “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Fondasi dari kepercayaan dan keyakinan itu adalah Allah sendiri, yang “memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (ay.6). Allah setia memenuhi janji-janji-Nya kepada semua yang percaya dan datang kepada-Nya melalui Yesus Kristus.
Jangan khawatir akan hari esok—Allah ada di sana.

Mempercayai apa “yang tidak kita lihat” itu memang tidak mudah. Namun, kita dapat mengandalkan kebaikan Allah dan pribadi-Nya yang penuh kasih, dengan mempercayai bahwa hikmat-Nya sempurna dalam segala sesuatu—bahkan ketika kita harus menunggu. Allah selalu menepati apa yang Dia janjikan, yakni bahwa Dia akan menyelamatkan jiwa kita dalam kekekalan dan mencukupi kebutuhan kita yang terdalam, dari saat ini sampai selamanya.
Bapa yang mahakuasa, terima kasih untuk kesetiaan-Mu yang selalu menjagaku. Tolong aku untuk mempercayai-Mu dan bersandar pada kasih-Mu yang sempurna.
Jangan khawatir akan hari esok—Allah ada di sana.
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Ibrani 11:1 menyatakan keterkaitan erat antara iman dan pengharapan (“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan”). Hubungan ini menjadi dasar bagi semua hal tentang “saksi-saksi iman” dalam Ibrani 11. Dengan pengertian tersebut, setiap peristiwa iman yang dikutip tertambat pada pengharapan yang dipegang oleh setiap orang itu dalam Allah. Pengharapan itulah yang membuat Habel mempersembahkan korban yang lebih baik (ay.4), Henokh berjalan bersama Allah (ay.5), Nuh membuat bahtera (ay.7), Abraham berangkat ke negeri yang jauh (ay.8), dan Ishak dan Yakub memberikan berkat mereka kepada generasi berikutnya (ay.20-21). Semua pernyataan iman itu dilakukan oleh orang-orang yang menantikan pengharapannya digenapi Allah, tempat mereka menaruh iman mereka.

Bill Crowder




January 15, 2019, 05:24:44 AM
Reply #2162
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Lagu di Malam Hari
  15/01/2019 
Lagu di Malam Hari
Baca: Mazmur 42:1-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 36–38 ; Matius 10:21-42


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-15.mp3


Jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. —Roma 8:25

Sepanjang hidupnya, ayah saya merasakan kekosongan. Ia mendambakan kesehatan, tetapi penyakit Parkinson secara perlahan melumpuhkan pikiran dan tubuhnya. Ia mendambakan kedamaian, tetapi tersiksa oleh depresi yang sangat menekan. Ia rindu dikasihi dan dihibur, tetapi sering merasa sendirian.

Namun, ketika membaca Mazmur 42 yang sangat disukainya, ia merasa tidak terlalu kesepian. Seperti ayah, pemazmur sangat memahami rasa rindu yang amat mendalam, suatu kehausan yang tak terpuaskan akan pemulihan (ay.1-3). Pemazmur juga pernah mengalami kesedihan yang sepertinya takkan sirna (ay.4), dan itu membuat masa-masa sukacita hanya tinggal kenangan (ay.7). Seperti ayah saya, ketika gelombang kepanikan dan kesakitan menerjang (ay.8), pemazmur merasa ditinggalkan Allah dan bertanya, “Mengapa?” (ay.10).
Dalam menantikan pemulihan total, tetaplah bersandar pada kasih Allah.

Saat perkataan Mazmur 42 menyentuh hati ayah saya dan meyakinkannya bahwa ia tidak sendirian, ia mulai merasakan teduhnya kedamaian di tengah rasa sakitnya. Ia mendengar suara lembut melingkupinya, suara yang meyakinkannya bahwa meskipun ia tidak tahu apa jawabannya, dan meskipun gelombang penderitaan masih menerjang, ia tetap dikasihi (ay.9).

Mendengar mazmur kasih yang menenangkan di malam hari itu sudah cukup bagi ayah. Cukup baginya untuk mengandalkan sekilas pengharapan, kasih, dan sukacita yang diterimanya. Dengan sabar, ia dapat menantikan hari agung itu ketika semua kerinduannya akan dipenuhi seluruhnya (ay.6,12).
Tuhan, kami tahu Engkau telah menanggung semua penderitaan kami dan kelak akan mengubahnya dalam kebangkitan. Namun, kami masih menantikan pemulihan total. Saat menunggu tibanya hari itu, tolong kami untuk mengandalkan mazmur kasih-Mu.
Dalam menantikan pemulihan total, tetaplah bersandar pada kasih Allah.
Oleh Monica Brands | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Bagi orang yang memegang Perjanjian Baru, pertanyaan dalam Mazmur 42:3, “Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” mungkin terdengar aneh karena kita tahu bahwa kita bisa bertemu Allah setiap waktu. Namun, dalam kepercayaan Israel kuno, kehadiran Allah dibatasi pada suatu tempat khusus—yaitu bait suci. Pemazmur meratapi kenyataan bahwa ia tak bisa lagi beribadah kepada Allah bersama-sama (lihat terutama ayat 4). Seruannya mengungkapkan kerinduan untuk mengetahui kapan ia dapat berjumpa lagi dengan Allah. Alangkah indahnya karunia mengetahui bahwa kini kita dapat selalu menikmati hadirat Allah karena Dia tinggal dalam kita (1 Korintus 6:19).




January 16, 2019, 05:06:27 AM
Reply #2163
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Berbagi Segalanya
  16/01/2019 
Berbagi Segalanya
Baca: Rut 1:11-18 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 39–40 ; Matius 11


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-16.mp3

Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku. —Rut 1:16

“Aku tak mau berbagi!” jerit anak bungsu saya. Ia tidak rela melepaskan satu saja dari sekian banyak keping LEGO miliknya. Saya tidak habis pikir melihat sikapnya itu. Namun, sejujurnya, sikap kekanak-kanakan itu tak hanya dimiliki oleh anak-anak. Seberapa sering kita sebagai orang dewasa menunjukkan sikap keras kepala lewat keengganan kita untuk memberi dengan tulus dan murah hati kepada orang lain?

Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk berbagi hidup satu sama lain. Rut telah melakukan itu kepada Naomi, mertuanya. Naomi adalah janda miskin yang hampir tak punya apa-apa untuk diberikan kepada Rut. Namun, Rut tetap mengabdikan hidupnya kepada sang ibu mertua, dengan bersumpah bahwa mereka akan selalu bersama dan dalam kematian pun mereka tidak akan terpisahkan. Ia berkata kepada Naomi, ”Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (Rut 1:16). Dengan tulus dan murah hati, Rut berbagi hidup dengan mertuanya—ia menunjukkan cinta dan belas kasihnya.
Membagikan kasih Allah dinyatakan lewat kerelaan memperhatikan sesama.

Berbagi hidup seperti itu memang tidak mudah, tetapi ingatlah ada buah dari kemurahan hati. Rut berbagi hidup dengan Naomi, dan kemudian ia melahirkan seorang putra yang menjadi kakek dari Raja Daud. Yesus memberikan nyawa-Nya bagi kita, lalu Dia dimuliakan dan sekarang memerintah di sebelah kanan Allah Bapa di surga. Ketika kita saling berbagi, yakinlah bahwa kita akan mengalami hidup yang jauh lebih indah.
Tuhan Yesus, kiranya hati-Mu yang penuh kasih terpancar saat kami berbagi hidup dengan sesama.
Membagikan kasih Allah dinyatakan lewat kerelaan memperhatikan sesama.
Oleh Peter Chin | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dari segi isi sekaligus penempatannya dalam Alkitab, kitab Rut merupakan jembatan penting antara masa hakim-hakim dan masa nabi raja. Setelah Israel menetap di tanah perjanjian, hakim-hakim dipanggil untuk menarik orang Israel kembali kepada Allah selama masa pemberontakan mereka dari waktu ke waktu. Namun, pada akhirnya seorang raja akan memerintah—meskipun orang Israel menginginkan kerajaan dengan motivasi yang salah. Sebagai pengantar kepada masa kerajaan yang akan datang, kitab Rut (yang peristiwanya terjadi pada masa para hakim memerintah; lihat Rut 1:1) diakhiri dengan menyoroti keturunannya, yaitu Daud (4:22) sebagai suatu “pendahuluan untuk kisah yang akan datang” saat kisah demi kisah dalam Alkitab terungkap nanti.

Bill Crowder




January 17, 2019, 05:23:17 AM
Reply #2164
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tak Bisa Dilepaskan
  17/01/2019 
Tak Bisa Dilepaskan
Baca: Hosea 11:8-11 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 41–42 ; Matius12:1-23



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-17.mp3

[Tiada yang] dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. —Roma 8:39

“Satu hal apa yang tak bisa Anda lepaskan?” tanya seorang penyiar radio. Para penelepon memberi sejumlah jawaban menarik. Ada yang menyebutkan keluarga mereka, termasuk seseorang yang menceritakan kenangan tentang istrinya yang sudah wafat. Yang lain menyebutkan impian mereka, seperti menjadi seorang ibu atau berkarir di dunia musik. Kita semua memiliki sesuatu yang sangat berharga—seseorang, impian, harta milik—sesuatu yang tak bisa dilepaskan.

Dalam kitab Hosea, Allah berfirman bahwa Dia takkan melepaskan Israel, umat pilihan-Nya yang sangat berharga. Seperti seorang suami yang penuh kasih terhadap Israel, Allah menyediakan semua kebutuhannya: tempat tinggal, makanan, minuman, pakaian, dan rasa aman. Namun, seperti seorang istri yang berzina, Israel menolak Allah lalu mencari kesenangan dan rasa aman dari sumber yang lain. Semakin Allah memanggil mereka, semakin mereka menjauh dari hadapan-Nya (Hos. 11:2). Meski Israel sangat menyakiti hati-Nya, Allah takkan menyerah atas mereka (ay.8). Dia akan menghukum Israel untuk kemudian menebus mereka; Dia rindu membangun kembali hubungan dengan mereka (ay.11).
Allah selalu menerima anak-Nya yang kembali kepada-Nya.

Semua anak Allah dapat memiliki kepastian yang sama saat ini: kasih-Nya kepada kita membuat-Nya takkan pernah melepaskan kita (Rm. 8:37-39). Ketika kita menjauh dari Allah, Dia mendambakan agar kita kembali kepada-Nya. Ketika Allah menghukum kita, itulah tanda pengejaran-Nya, bukan penolakan-Nya. Kita ini milik-Nya yang berharga; Dia takkan pernah melepaskan kita.
Bapa Surgawi, terima kasih atas kasih-Mu yang tak pernah melepaskanku. Tolong aku untuk mengasihi-Mu dengan segenap hati.
Allah selalu menerima anak-Nya yang kembali kepada-Nya.
Oleh Poh Fang Chia | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Hosea hidup sezaman dengan nabi Yesaya dan Mikha. Wilayah pelayanannya terutama di kerajaan Israel bagian utara (Hosea 1:1). Gaya nubuatnya unik karena pesan Allah ia sampaikan kepada orang Israel tak hanya dengan kata-kata, tetapi juga lewat tindakan simbolis (pasal 1, 3). Hosea diperintahkan untuk menikahi Gomer, seorang perempuan sundal, untuk memperlihatkan bahwa “Umat-Ku sama seperti istrimu itu; mereka tidak setia kepada-Ku, dan meninggalkan Aku." (1:2 BIS). Setelah Gomer berlaku tidak setia, Hosea diperintahkan untuk mengambilnya kembali sebagai isteri dan mengasihinya “seperti [Tuhan] juga mencintai orang Israel” (3:1 BIS). Contoh-contoh tragis tersebut mencerminkan kasih Allah yang tanpa pamrih kepada Israel. Meski Israel berlaku serong, tidak bertobat (pasal 1–3), dan telah diperingatkan akan datangnya hukuman yang mengerikan (pasal 4–10), Allah menjanjikan pemulihan dan berkat. Hal itu menunjukkan betapa besar dan gigih kasih-Nya. Dalam rahmat-Nya, Allah memelihara mereka (11:8-9); dalam kasih karunia-Nya, Dia akan menebus dan memulihkan mereka (ay.10-11).



January 18, 2019, 05:40:22 AM
Reply #2165
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Doa yang Sarat Pertanyaan
  18/01/2019 
Doa yang Sarat Pertanyaan
Baca: Mazmur 13 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 43–45 ; Matius 12:24-50


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-18.mp3

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. —Mazmur 13:6a

Dalam perjalanan jarak jauh (bahkan jarak dekat), sering terdengar pertanyaan, “Sudah sampai belum?” atau “Berapa lama lagi?” Hal itu tidak jarang terlontar dari mulut anak-anak maupun orang dewasa yang ingin segera tiba di tujuan. Namun, orang-orang di segala zaman juga cenderung menanyakan hal itu saat mereka didera kelelahan karena menghadapi tantangan hidup yang tampaknya tak pernah usai.

Mazmur 13 menunjukkan perasaan serupa yang juga dialami Daud. Dalam dua ayat saja (ay.2-3), empat kali Daud meratap, “Berapa lama lagi?” Ia merasa dilupakan, telantar, dan terpuruk. Pada ayat 3, ia bertanya, ”Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?” Mazmur ratapan seperti ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kita boleh menghadap Tuhan di dalam doa dengan membawa pertanyaan-pertanyaan kita. Lagipula, bukankah Dia adalah pribadi terbaik untuk diajak bicara di tengah tekanan dan kesesakan kita? Kita dapat membawa setiap pergumulan kita kepada-Nya—penyakit, dukacita, penyimpangan orang yang kita kasihi, dan hubungan yang sulit.
Nyatakanlah pertanyaan dan pergumulan Anda kepada Allah.

Penyembahan kita tak perlu terhenti ketika kita mempunyai banyak pertanyaan di dalam pikiran kita. Allah yang berdaulat penuh itu menerima kita yang datang kepada-Nya dengan segala pertanyaan yang menjadi sumber kekhawatiran kita. Mungkin saja, seperti Daud, akan tiba saatnya segala pertanyaan kita akan diubah menjadi permohonan, penyerahan diri, dan pujian kepada Tuhan (ay.4-6).
Tuhan, terima kasih karena aku boleh tetap datang menyembah-Mu meski ada banyak pertanyaan di dalam pikiranku.
Nyatakanlah pertanyaan dan pergumulan Anda kepada Allah.
Oleh Arthur Jackson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mazmur ratapan biasanya mengandung lima unsur: seruan, ratapan, permintaan, kepercayaan, dan pujian. Kelimanya tampak dalam Mazmur 13. Pertama, seruan, yang berupa permohonan minta tolong kepada pihak yang berotoritas: “Berapa lama lagi, TUHAN?” (ay.2). Berikutnya, ratapan berisi pertanyaan-pertanyaan pahit Daud (ay.2-3). Tak lama kemudian ia beralih kepada permohonan, ketika ia meminta jawaban Allah: “Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati” (ay.4). Pemazmur kemudian kembali menyatakan kepercayaan, yang dengan sendirinya akan menjadi pujian (ay.6). Kita tidak tahu kesulitan apa tepatnya yang menekan Daud, tetapi justru karena itulah mazmur ini bisa berlaku secara umum bagi pergumulan apapun. Setiap orang tahu seperti apa rasanya putus asa. Namun, tidak semua orang mengerti ke mana harus meminta pertolongan sejati. Daud memperlihatkan bagaimana kita bisa menemukan pengharapan ketika tampaknya sama sekali tiada harapan.

Tim Gustafson





January 19, 2019, 05:18:12 AM
Reply #2166
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Indahnya Cinta
  19/01/2019 
Indahnya Cinta
Baca: Amsal 5 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 46–48 ; Matius 13:1-30



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-19.mp3

Hendaklah engkau berbahagia dengan istrimu sendiri. —Amsal 5:18 BIS

“Jarabe Tapatio” adalah tarian asal Meksiko yang merayakan cinta. Dalam tarian berirama cepat ini, sang pria menaruh topi sombrero miliknya di atas lantai. Lalu, di akhir tarian, sang wanita akan mengambil topi itu dan keduanya pun bersembunyi dan berciuman di balik topi sebagai penegasan atas cinta mereka berdua.

Tarian itu mengingatkan saya akan pentingnya kesetiaan dalam pernikahan. Dalam Amsal 5, setelah muncul peringatan tentang bahaya percabulan, kita membaca bahwa pernikahan itu bersifat eksklusif. “Sebab itu, setialah kepada istrimu sendiri dan berikanlah cintamu kepada dia saja” (ay.15 BIS). Meski ada sepuluh pasangan yang menari Jarabe di atas panggung, setiap orang berfokus hanya pada pasangannya sendiri. Demikian juga haruslah kita bersukacita dalam komitmen yang teguh dan bulat kepada pasangan kita (ay.18 BIS).
Kesetiaan menghasilkan sukacita.

Kisah cinta kita juga tak luput dari perhatian. Para penari yang menikmati tarian bersama pasangannya sadar bahwa ada orang yang menyaksikan mereka. Begitu pula dengan kehidupan kita, “Tuhan melihat segala-galanya yang dilakukan oleh manusia. Ke mana pun manusia pergi Tuhan mengawasinya” (ay.21 BIS). Allah ingin melindungi pernikahan kita, karena itulah Dia senantiasa memperhatikan kita. Kiranya kita menyenangkan hati Allah dengan saling setia kepada pasangan.

Seperti tarian Jarabe, hidup juga memiliki ritme yang harus diikuti. Jika kita mengikuti irama Sang Pencipta dengan berlaku setia kepada-Nya—baik sudah menikah maupun belum—kita akan menerima berkat dan sukacita.
Tuhan, Engkau mengenal segala jalanku. Tolong aku untuk menghormati-Mu dalam hubunganku dengan sesama.
Kesetiaan menghasilkan sukacita.
Oleh Keila Ochoa | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kitab Amsal adalah “kompas yang membantu kita mengarungi kesulitan hidup” (menurut versi New Living Translation Study Bible). Sembilan pasal pertama berisi nasihat seorang bapa kepada anaknya tentang cara hidup yang memuliakan Allah. Dalam pasal 5 ini, sang ayah memperingatkan tentang bahaya (ay. 4-6) dan kebodohan (ay.7-14) dari hawa nafsu di luar pernikahan sekaligus memuji keindahannya bila dilakukan dalam ikatan perkawinan (ay.15-20). Penulis mengingatkan kita bahwa “segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN” (ay.21) dan ada konsekuensi untuk setiap pilihan kita (ay.22-23).




January 20, 2019, 04:55:40 AM
Reply #2167
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Ke Mana Tujuan Anda?
  20/01/2019 
Ke Mana Tujuan Anda?
Baca: Mazmur 121 | Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 49–50 ; Matius 13:31-58




https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-20.mp3

Dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan. —Mazmur 121:1-2

Apa yang menentukan arah hidup Anda? Suatu kali, saya mendengar jawabannya di tempat yang tak terduga, yaitu tempat kursus mengendarai motor. Saya dan sejumlah teman ingin mengendarai motor, jadi kami pun mendaftar kursus di sana. Salah satu materinya membahas tentang memusatkan perhatian.

Instruktur kami berkata, ”Sewaktu berkendara, Anda pasti akan menemui halangan yang tidak terduga di jalan. Kalau Anda memusatkan perhatian pada hal tersebut, Anda justru akan menabraknya. Namun, bila Anda mengalihkan fokus dan tetap memandang ke arah yang dituju, Anda akan dapat menghindarinya.” Ia menambahkan, “Ke mana Anda memandang, itulah arah yang Anda tuju.”
Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Mazmur 124:8

Prinsip sederhana nan bijak itu juga berlaku dalam kehidupan rohani. Saat mata kita terpaku pada rintangan—berfokus pada masalah atau pergumulan—hampir pasti kehidupan kita hanya berputar-putar di sana.

Namun, Alkitab menasihatkan kita untuk menatap jauh melampaui masalah dan memandang kepada Pribadi yang sanggup menolong kita menghadapinya. Dalam Mazmur 121:1 tertulis, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?” Jawabannya, “Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. . . . Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya” (ay.2,8).

Kadang, rintangan yang kita hadapi tampak tak mungkin teratasi. Namun, Allah mengundang kita datang kepada-Nya agar kita ditolong untuk mampu memandang melampaui masalah yang ada dan tidak membiarkannya mendominasi pandangan kita.
Bapa, tolong aku untuk tidak terpaku pada masalah, tetapi memandang-Mu kapan pun ada rintangan yang menakutkan dalam perjalananku mengikut Engkau.
Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Mazmur 124:8
Oleh Adam Holz | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dalam mazmur yang singkat ini, sebanyak tiga kali Tuhan disebut sebagai “Penjaga” kita (ay.3,4,5). Hal itu merupakan penghiburan besar bagi orang percaya karena menyatakan Allah sebagai Pribadi yang aktif, tidak pasif. “Menjaga” sesuatu berarti secara aktif mengawasi dan melindunginya. Pemikiran tersebut ditegaskan oleh fakta bahwa sebagai Penjaga, Allah tidak terlelap atau tertidur (ay.3-4), Dia mengawasi kita siang dan malam (ay.5-6).




January 21, 2019, 05:22:54 AM
Reply #2168
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Nyanyian Alam Semesta
  21/01/2019 
Nyanyian Alam Semesta
Baca: Mazmur 19:1-7 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 1–3 ; Matius 14:1-21


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-21.mp3


Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. —Mazmur 19:2

Dengan ilmu astronomi akustik, para ilmuwan dapat meneliti dan mendengar bunyi luar angkasa. Mereka menemukan bahwa gerakan orbit bintang ternyata menghasilkan suara seperti irama musik pada langit di malam hari. Seperti bunyi ikan paus bungkuk, resonansi bintang itu terletak pada frekuensi atau gelombang yang tidak terdengar oleh telinga manusia. Namun, alunan musik dari bintang dan ikan paus serta mahkluk-makhluk lainnya menciptakan simfoni yang mengumandangkan kebesaran Allah.

Mazmur 19:1-5 berkata, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus menyingkapkan bahwa di dalam Yesus “telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, . . . segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Kol. 1:16). Seluruh alam semesta menanggapi dengan memuji Penciptanya. Kiranya kita bersama alam ciptaan turut memuji kebesaran Allah, Pribadi yang “menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal” (Yes. 40:12).
Agunglah Engkau, ya Allah! Bukalah mataku untuk melihat Engkau dalam kemegahan ciptaan-Mu dan buka hatiku untuk mempersembahkan pujian yang layak Kau terima.
Baiklah [kita] semua memuji nama Tuhan, sebab semuanya dijadikan atas perintah-Nya. Mazmur 148:5 bis
Oleh Remi Oyedele | Lihat Penulis Lain



January 22, 2019, 05:58:49 AM
Reply #2169
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Selalu Menjadi Anak Allah
  22/01/2019 
Selalu Menjadi Anak Allah
Baca: Roma 8:9-17 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 4–6 ; Matius 14:22-36


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-01-22.mp3

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. —Roma 8:14

Gereja kami memiliki kebiasaan untuk bergandeng tangan saat jemaat bersama-sama mengucapkan Doa Bapa Kami. Suatu kali di tengah kebaktian bersama orangtua, ketika satu tangan saya memegang tangan ibu dan tangan yang lain memegang tangan ayah, tiba-tiba saya terpikir bahwa saya akan selalu menjadi anak mereka. Meski sudah paruh baya, saya tetap disebut “anak perempuan Bapak Leo dan Ibu Phyllis”. Saya pun merenungkan bahwa ikatan tersebut tak hanya berlaku dengan mereka, tetapi juga dengan Allah. Saya akan selalu menjadi anak-Nya.

Rasul Paulus menghendaki agar jemaat di Roma memahami bahwa mereka mempunyai identitas sebagai anggota keluarga Allah karena mereka telah diangkat menjadi anak-anak-Nya (Rm. 8:15). Mereka telah lahir oleh Roh (ay.14) sehingga tak harus lagi diperbudak oleh hal-hal yang tidak berarti. Melalui Roh yang dikaruniakan kepada mereka, mereka menjadi “ahli waris, . . . yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus” (ay.17).

Apa dampak dari kenyataan tersebut bagi para pengikut Kristus? Segalanya! Identitas kita sebagai anak-anak Allah menjadi fondasi yang membentuk pandangan kita terhadap diri sendiri dan terhadap dunia. Contohnya, ketika menyadari bahwa kita adalah bagian dari keluarga Allah, kita dimampukan untuk keluar dari zona nyaman dalam upaya kita mengikut Dia. Kita pun dibebaskan dari hasrat untuk mencari-cari penerimaan dari orang lain.

Hari ini, marilah kita merenungkan apa artinya menjadi anak Allah.

Ya Tuhan Allah, tolong aku untuk hidup sesuai dengan identitas utamaku sebagai anak-Mu. Tolong aku untuk menjalani hidup dipimpin Roh-Mu agar aku bisa membagikan kasih dan pengharapan-Mu kepada sesama.
Setiap orang yang mengikut Allah adalah anak-anak-Nya.
Oleh Amy Boucher Pye | Lihat Penulis Lain



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)