Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 122092 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 02, 2019, 06:23:34 AM
Reply #2180
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Dipulihkan
  02/02/2019 
Dipulihkan
Baca: Yoel 2:18-27 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 29–30 ; Matius 21:23-46
 

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-02.mp3

Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang. —Yoel 2:25

Pada tahun 2003, serangan jangkrik Mormon menyebabkan gagal panen yang membawa kerugian lebih dari 25 juta dolar AS. Serangga itu muncul begitu banyaknya hingga nyaris menutup permukaan tanah. Serangga mirip belalang itu dijuluki demikian karena pernah menyerang tanaman milik para penduduk pertama di wilayah Utah pada tahun 1848. Satu ekor jangkrik dapat melahap makanan dalam jumlah mencengangkan—lebih dari 17 KG hasil tanaman di sepanjang masa hidupnya—meskipun ukuran tubuhnya hanya 5-7,5 CM. Dampak buruk dari hama serangga itu bagi penghidupan petani—dan perekonomian negara secara menyeluruh—sangatlah dahsyat.

Dalam Perjanjian Lama, Nabi Yoel menyebut serbuan serangga yang merusak seluruh Yehuda sebagai akibat ketidaktaatan mereka sebagai sebuah bangsa. Ia menubuatkan datangnya serangan belalang yang lebih dahsyat daripada tahun-tahun terdahulu (Yl. 1:2). Gerombolan belalang itu akan melahap semua yang mereka temui hingga bangsa Yehuda mengalami paceklik dan jatuh miskin. Namun, jika Yehuda mau bertobat dari dosa mereka dan memohon pengampunan dari Allah, Yoel mengatakan bahwa Tuhan akan ”memulihkan kepada [mereka] tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang” (2:25).
Kasih Allah memulihkan.

Kita juga bisa belajar dari Yehuda: seperti belalang, pelanggaran kita menggerogoti kehidupan yang indah dan berbuah seperti yang dikehendaki Allah bagi kita. Namun, jika kita datang kepada-Nya dan melepaskan semua pilihan kita di masa lalu, Allah berjanji akan menghapus aib kita dan memulihkan kita untuk kembali mengalami hidup yang berkelimpahan di dalam Dia.
Untuk hal apa Anda ingin meminta pengampunan dari Allah hari ini?
Kasih Allah memulihkan.
Oleh Kirsten Holmberg | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Karunia pemulihan yang tertulis dalam Yoel 2:20-27 adalah berkat yang datang setelah celaka (kutuk dan hukuman) yang tertulis pada pasal 1. Peralihan seperti ini biasa terdapat dalam Alkitab, khususnya kitab-kitab nabi Perjanjian Lama. Ketika memberitahukan dosa umat, para nabi menyatakan juga daftar hukuman yang akan datang. Namun, selalu ada berkat setelah celaka itu. Sesudah hukuman dilaksanakan dan umat bertobat, datanglah berkat. Rakyat dan negeri pun dipulihkan.




February 03, 2019, 05:10:02 AM
Reply #2181
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Telinga untuk Mendengar
  03/02/2019 
Telinga untuk Mendengar
Baca: Yeremia 5:18-23 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 31–33 ; Matius 22:1-22

 
https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-03.mp3


Dengarkanlah ini, hai bangsa yang to*** dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! —Yeremia 5:21

Aktris Diane Kruger pernah ditawari sebuah peran yang akan membuat namanya tenar. Ia diminta untuk memerankan istri sekaligus ibu muda yang kehilangan suami dan anaknya. Karena belum pernah mempunyai pengalaman semacam itu, ia tak tahu apakah bisa memerankannya dengan baik. Diane tetap menerima tawaran tersebut, dan dalam persiapannya, ia pun menghadiri pertemuan-pertemuan yang diadakan untuk memberikan dukungan bagi orang yang sedang berduka.

Awalnya, ia mencoba memberi saran dan pandangan saat orang-orang dalam kelompoknya membagikan kisah mereka. Seperti kebanyakan dari kita, ia berniat baik dan mencoba memberi pertolongan. Namun, lambat laun ia berhenti bicara dan hanya mendengar saja. Saat itulah ia benar-benar belajar merasakan penderitaan orang lain. Ia belajar ketika ia mendengarkan.
Telinga yang bersedia mendengar dapat menolong kita bertumbuh dewasa dalam iman.

Yeremia mengecam Israel karena mereka tidak mau memakai “telinga” mereka untuk mendengarkan suara Tuhan. Sang nabi memberi teguran keras dengan menyebut mereka “to*** dan . . . tidak mempunyai pikiran” (Yer. 5:21). Allah senantiasa bekerja dalam hidup kita untuk menyatakan pesan kasih, pengajaran, dorongan, dan peringatan. Allah Bapa rindu agar kita belajar dan menjadi dewasa. Setiap orang telah diperlengkapi, salah satunya dengan telinga, untuk dapat belajar. Maukah kita menggunakan telinga kita untuk mendengarkan suara hati Bapa?
Ya Bapa, aku percaya Engkau selalu berbicara kepadaku. Ampuni kebebalanku yang membuatku berpikir bahwa aku sudah tahu semuanya dan tidak perlu belajar lagi. Bukalah telingaku supaya aku mendengar suara-Mu.
Telinga yang bersedia mendengar dapat menolong kita bertumbuh dewasa dalam iman.
Oleh John Blase | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kiasan tentang mata yang tidak melihat dan telinga yang tidak mendengar (Yeremia 5:21) dipakai Alkitab untuk menggambarkan kekeringan rohani. Dalam pesan terakhirnya kepada Israel, Musa berkata, “Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar” (Ulangan 29:4). Berulang kali, Yohanes menggunakan frasa, “Siapa bertelinga,” dalam kitab Wahyu (2:11,29; 3:6,13,22). Tiga kitab Injil mencatat perumpamaan tentang seorang penabur yang memuat perkataan Yesus, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (Matius 13:9; Markus 4:9; Lukas 8:8). Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Matius 13:16). Para murid sering kali tak mengerti perkataan Guru mereka, tetapi mereka selalu datang kepada-Nya untuk meminta pengertian. Dalam Matius 15:15, misalnya, Petrus meminta agar Kristus menjelaskan arti suatu perumpamaan kepada mereka. Untuk memiliki telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kita harus mencari bimbingan dari Allah.

Tim Gustafson




February 04, 2019, 05:28:19 AM
Reply #2182
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Semua yang Kulihat
  04/02/2019 
Semua yang Kulihat
Baca: Yohanes 3:22-35 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 34–35 ; Matius 22:23-46


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-04.mp3

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. —Yohanes 3:30

Di tengah musim dingin, pada suatu hari yang bersalju, Krista berdiri sembari memandang keindahan mercusuar yang tertutup salju di tepi danau. Saat mengeluarkan ponsel untuk memotret pemandangan itu, kacamatanya ditutupi kabut. Karena tak bisa melihat apa pun, ia memutuskan untuk mengarahkan kamera ponsel ke arah mercusuar dan mengambil tiga gambar dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Setelah melihat hasil fotonya, ia baru sadar kalau kameranya diatur di posisi selfie. Sambil tertawa, ia berkata, “Fokusku selalu aku, aku, dan aku. Semua yang kulihat hanya diriku sendiri.” Foto-foto Krista membuat saya terpikir tentang kesalahan serupa yang kita lakukan: Kita bisa terlalu berfokus pada diri sendiri hingga gagal melihat gambaran yang lebih besar dari rencana Allah.

Yohanes Pembaptis, sepupu Yesus, tahu betul bahwa yang menjadi fokus bukanlah dirinya sendiri. Sejak awal ia menyadari bahwa posisi atau panggilannya adalah untuk mengarahkan orang kepada Yesus, Anak Allah. “Lihatlah Anak domba Allah!” kata Yohanes ketika melihat Yesus berjalan ke arahnya dan para pengikutnya (Yoh. 1:29). Ia melanjutkan, “Untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel” (ay.31). Ketika belakangan murid-murid Yohanes menceritakan bahwa Yesus mendapat banyak pengikut, Yohanes berkata, “Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. . . . Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (3:28-30).
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. —Yohanes 3:30

Kiranya fokus utama dalam hidup kita adalah Yesus dan mengasihi-Nya dengan segenap hati.
Bagaimana aku bisa mengasihi Yesus dengan sebaik-baiknya? Siapa yang dikehendaki-Nya untuk kukasihi sekarang ini?
Tuhan, sering aku berfokus pada diri, kebutuhan, dan keinginanku sendiri. Tolong aku tak lagi berfokus pada diriku, melainkan kepada diri-Mu.
Oleh Anne Cetas | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Para pakar Alkitab tidak bisa memastikan siapa yang berbicara dalam Yohanes 3:31-34. Apakah ayat itu merupakan lanjutan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus, atau tambahan komentar dari Rasul Yohanes tentang kesaksian tersebut? Karena tidak ada tanda kutip dalam bahasa Yunani kuno, maka timbullah berbagai kemungkinan mengenai ayat-ayat itu. Namun, yang jelas, frasa yang berulang di sana menggambarkan jati diri Kristus—Dia berada “di atas semuanya” (ay.31).

Bill Crowder




February 05, 2019, 05:23:51 AM
Reply #2183
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Perubahan Hati
  05/02/2019 
Perubahan Hati
Baca: Bilangan 9:15-23 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 36–38 ; Matius 23:1-22
 


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-05.mp3
Setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah. —Bilangan 9:17

Menurut Lembaga Sensus AS, orang Amerika pindah rumah rata-rata 11 sampai 12 kali sepanjang hidup mereka. Dalam setahun terakhir, 28 juta orang berkemas, pindah, dan menempati rumah mereka yang baru.

Sepanjang 40 tahun perjalanan Israel di padang gurun, tiang awan tanda kehadiran Allah memimpin seluruh bangsa itu berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain menuju negeri baru yang telah dijanjikan. Perpindahan itu terjadi begitu seringnya hingga tampak lucu. Keluarga demi keluarga dalam jumlah besar berulang kali mengemas dan membongkar barang-barang mereka, serta kemah dan perabotan tabernakel, tempat Allah bertemu dengan Musa dalam tiang awan (lihat Kel. 25:22).
Dalam hal apa saja Anda kesulitan untuk mengikut Tuhan?

Berabad-abad kemudian, Tuhan Yesus menyatakan makna sejati dari riwayat Israel yang sering berpindah-pindah. Yesus tidak datang dalam bentuk tiang awan, melainkan sebagai pribadi. Ketika berkata, “Mari, ikutlah Aku” (Mat. 4:19), Yesus mulai menunjukkan bahwa yang terpenting dari perpindahan tempat adalah terjadinya perubahan hati. Di hadapan kawan dan lawan yang berkumpul di bawah kaki salib-Nya, Yesus menunjukkan sejauh mana Allah—yang dahulu hadir dalam bentuk tiang awan dan di dalam tabernakel—rela bertindak untuk menyelamatkan kita.

Seperti pindah rumah, perubahan hati juga tidak mudah. Namun, suatu hari nanti, saat kita sudah berdiam di rumah Bapa, kita akan menyadari bahwa Yesus telah memimpin kita di sepanjang jalan hidup ini.
Dalam hal apa saja Anda kesulitan untuk mengikut Tuhan? Bagaimana doa dapat menguatkan iman dan keyakinan Anda kepada-Nya?
Tuhan, Engkau tahu kami tidak suka berpindah-pindah, tetapi kami ingin mengikuti Engkau. Tolong kami untuk menaati tuntunan kasih-Mu hari ini.
Oleh Mart DeHaan | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Bilangan 9:15-23 menggambarkan betapa gerakan Allah tidak bisa diperkirakan manusia, seperti yang juga telah dinyatakan dalam kata-kata terakhir kitab Keluaran (40:36-38). Keduanya menunjukkan bagaimana Allah yang memimpin peristiwa keluaran itu memakai awan misterius, sebuah kemah yang dapat diangkut pindah dan di dalamnya berisi penuh lambang (25:8-9), serta gurun pasir yang menakutkan guna menunjukkan betapa pentingnya bergantung kepada Dia. Karena Israel gagal percaya kepada Allah saat dua belas pengintai kembali dari tanah yang berlimpah dengan susu dan madu (Bilangan 13; Ulangan 1), maka mereka harus membayar harga empat puluh tahun lamanya dengan nyawa seluruh generasi untuk belajar lebih mempercayai Allah melebihi pandangan dan ketakutan mereka sendiri.

Mart DeHaan





February 06, 2019, 05:35:38 AM
Reply #2184
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Kasih Kristus Mengubah Kita
  06/02/2019 
Kasih Kristus Mengubah Kita
Baca: Kisah Para Rasul 9:1-22 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 39–40 ; Matius 23:23-39


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-06.mp3


Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. —Kisah Para Rasul 9:20

Sebelum mengenal Yesus, hati saya pernah begitu terluka hingga saya enggan menjalin hubungan akrab karena takut terluka lebih dalam. Ibu menjadi sahabat terdekat saya, sampai kemudian saya menikah dengan Alan. Tujuh tahun kemudian, di ambang perceraian, saya pergi ke sebuah kebaktian bersama anak kami yang masih TK, Xavier. Saya duduk di dekat pintu, enggan untuk percaya, meski sebenarnya sangat mengharapkan pertolongan.

Syukurlah, jemaat di sana menyambut kami, mendoakan keluarga kami, dan mengajari saya cara menjalin hubungan dengan Allah melalui doa dan pembacaan Alkitab. Seiring waktu, kasih Kristus dan para pengikut-Nya mengubah saya.
Kehidupan yang diubahkan oleh kasih Kristus layak untuk diceritakan.

Dua tahun setelah pertama kalinya menghadiri kebaktian itu, saya, Alan, dan Xavier meminta untuk dibaptis. Beberapa waktu kemudian, dalam perbincangan yang biasa kami lakukan tiap minggu, ibu saya berkata, “Sekarang kamu lain. Ceritakan lebih banyak tentang Yesus.” Beberapa bulan kemudian, ia pun menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.

Yesus mengubah kehidupan . . . seperti kehidupan Saulus, salah satu penganiaya yang paling ditakuti oleh gereja pada zamannya sebelum ia bertemu dengan Kristus (Kis. 9:1-5). Orang percaya lainnya menolong Saulus belajar lebih banyak tentang Yesus (ay.17-19). Perubahan hidupnya yang drastis telah meneguhkan kredibilitas pengajarannya yang penuh dengan kuasa ROH KUDUS (ay.20-22).

Perjumpaan pertama kita secara pribadi dengan Yesus mungkin tidak sedramatis pengalaman Saulus. Perubahan hidup kita mungkin tidak terjadi begitu cepat atau drastis. Namun, karena orang-orang memperhatikan bagaimana kasih Kristus mengubah kita dari waktu ke waktu, akan datang kesempatan bagi kita untuk menceritakan kepada orang lain tentang karya Allah dalam diri kita.
Kehidupan yang diubahkan oleh kasih Kristus layak untuk diceritakan.
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Saulus (yang juga dikenal sebagai Paulus, Kisah Para Rasul 13:9), pertama kali muncul dalam Alkitab pada Kisah Para Rasul 7:58–8:3 sebagai “seorang muda” yang menyetujui hukuman mati Stefanus. Ia menganiaya gereja dan menyeret orang-orang Kristen ke dalam penjara (8:3). Namun, gambaran terakhir Paulus sungguh berbeda. Dalam Filemon 1:9, Paulus menyebut dirinya “sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,” dan dalam 2 Timotius 4:6-8, ia menyatakan bahwa hidupnya yang penuh dengan Kristus adalah persembahan bagi Allah.

Arthur Jackson




February 07, 2019, 05:24:52 AM
Reply #2185
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Pekerjaan Baik Telah Dipersiapkan
  07/02/2019 
Pekerjaan Baik Telah Dipersiapkan
Baca: Efesus 2:6-10 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1–3 ; Matius 24:1-28



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-07.mp3


Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. —Efesus 2:10

Seorang pria asing bertubuh kekar menghampiri saya dan istri saat kami berjalan kaki di luar negeri. Kami pun langsung ketakutan, mengingat dalam liburan itu kami sudah beberapa kali mengalami perlakuan tidak menyenangkan: dibentak, ditipu, dan diperas orang. Akankah kami mengalami peristiwa buruk lagi? Kami terkejut ketika ternyata orang itu hanya ingin memberi tahu tempat terindah di kotanya. Ia bahkan memberi kami sebatang cokelat, tersenyum, lalu pergi. Tindakan sederhana itu membuat hati kami ceria dan sisa liburan kami terasa menyenangkan. Kami pun berterima kasih—kepada orang tersebut sekaligus Allah yang telah menghibur kami.

Mengapa pria itu berbuat baik kepada dua orang asing seperti kami? Apakah ia memang berkeliling membawa sebatang cokelat sepanjang hari itu, sambil mencari seseorang yang bisa diberkatinya?
Tuhan, kiranya aku taat membagikan kasih-Mu kepada sesamaku sebagaimana Engkau telah mengasihiku.

Sungguh menakjubkan bagaimana tindakan yang sangat sederhana bisa menghasilkan kebahagiaan yang sangat besar—bahkan mungkin membawa seseorang kepada Allah. Alkitab menyatakan pentingnya perbuatan baik (Yak. 2:17,24). Jika itu tampaknya sulit, kita mendapat kepastian bahwa Allah tidak hanya akan memampukan kita melakukan pekerjaan baik itu, tetapi juga telah mempersiapkan semua pekerjaan itu sebelumnya (Ef. 2:10).

Mungkin Allah telah mengatur kita untuk “berpapasan” dengan seseorang yang membutuhkan penghiburan atau Dia memberi kita kesempatan untuk membantu seseorang. Yang perlu kita lakukan hanyalah menanggapinya dengan taat.
Siapa yang bisa kita bantu dan doakan hari ini? Siapa saja yang Allah pertemukan dengan Anda?
Tuhan, kiranya aku taat membagikan kasih-Mu kepada sesamaku sebagaimana Engkau telah mengasihiku.
Oleh Leslie Koh | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Salah satu realita yang luar biasa mengenai penebusan adalah bahwa berkat salib dan kebangkitan, kini kita “ada di dalam Kristus” (2 Korintus 5:17). Pada ranah rohani, hal ini menghasilkan dua dampak yang dahsyat. Efesus 2:6 mengatakan bahwa kasih karunia Allah membangkitkan kita dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di surga. Alangkah indahnya jaminan itu! Perbuatan baik kita tidak dapat menghasilkan keselamatan (ay.8-9) maupun menjadi kunci kepastian kita. Jaminan keselamatan berasal dari fakta bahwa kita “ada di dalam Kristus.” Jadi, tempat kita dalam rumah Bapa sungguh kuat terjamin, seakan-akan kita sudah berada di sana.

Bill Crowder



February 08, 2019, 05:36:29 AM
Reply #2186
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Kasih dan Damai
  08/02/2019 
Kasih dan Damai
Baca: Mazmur 16 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 4–5 ; Matius 24:29-51



https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-08.mp3

Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, . . . Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. —Mazmur 16:10-11

Saya selalu takjub menyaksikan bagaimana damai—damai yang berkuasa dan melampai segala akal (Flp. 4:7)—dapat menguasai hati kita bahkan di tengah kedukaan yang mendalam. Baru-baru ini, saya mengalaminya dalam kebaktian penghiburan ayah saya. Ketika deretan kerabat mengungkapkan rasa dukacita mereka, saya merasa lega melihat seorang sahabat di SMA. Tanpa sepatah kata pun, ia memeluk saya dengan erat beberapa waktu lamanya. Bentuk perhatiannya yang tenang itu mengalirkan damai yang baru saya rasakan di tengah duka pada hari yang berat itu. Saya disadarkan bahwa saya tidak benar-benar sendirian.

Seperti kata Daud dalam Mazmur 16, damai dan sukacita yang Allah berikan bukanlah hasil dari pikiran kita yang sengaja mengabaikan rasa sakit. Damai tersebut merupakan pemberian yang kita terima dan alami saat berlindung pada Allah kita yang baik (ay.1-2).
Kasih Allah memampukan kita melewati kepedihan dan mengubahnya menjadi damai dan sukacita.

Kita bisa saja menyikapi kesedihan karena kematian seseorang dengan cara mengalihkan perhatian. Kita pikir kepedihan takkan terasa jika kita mengabaikannya. Namun, cepat atau lambat kita akan sadar bahwa segala upaya untuk menghindari kepedihan justru membuat kita semakin menderita (ay.4).

Sebaliknya, kita dapat berpaling kepada Allah, dengan mempercayai bahwa hidup yang sudah Dia berikan itu—meski ada kepedihan—tetap baik dan indah, meski kita tidak mengerti sepenuhnya (ay.6-8). Kita bisa berserah kepada tangan kasih-Nya yang dengan lembut menopang kita di dalam kedukaan dan memberi kita damai serta sukacita yang tak bisa direnggut oleh maut sekalipun (ay.11).
Bapa, terima kasih atas tangan-Mu yang selalu memeluk dan menopang kami di kala suka maupun duka. Tolong kami untuk mencari pemulihan kami di dalam Engkau.
Kasih Allah memampukan kita melewati kepedihan dan mengubahnya menjadi damai dan sukacita.
Oleh Monica Brands | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mazmur adalah doa kepada Allah yang dipanjatkan oleh orang-orang yang nyata tentang situasi yang benar-benar mereka alami. Dalam Mazmur 16, Daud berbicara kepada Allah tentang harapan dan rasa aman. Seolah hendak menekankan bimbingan dan kedekatan surgawi, Daud menggunakan kata ganti orang pertama (aku, -ku) sebanyak dua puluh enam kali dalam mazmur yang singkat ini.

Dibandingkan dengan kitab-kitab lain di Alkitab, Mazmur memiliki karakter yang berbeda: dalam enam puluh lima kitab lainnya, Allah berbicara kepada manusia, sedangkan dalam kitab Mazmur, manusia yang berbicara kepada Allah. Tentu saja, Allah juga berbicara kepada kita melalui mazmur-mazmur, tetapi dalam kitab ini, memang kita menemukan gaya komunikasi yang khusus dan tiada duanya.




February 09, 2019, 05:32:40 AM
Reply #2187
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Menemukan Jati Diri
  09/02/2019 
Menemukan Jati Diri
Baca: 1 Yohanes 2:28–3:3 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 6–7 ; Matius 25:1-30


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-09.mp3

Kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. —1 Yohanes 3:2

Siapa aku? Itulah yang ditanyakan oleh sebuah boneka binatang lusuh pada dirinya sendiri dalam buku cerita anak berjudul Nothing karya Mick Inkpen. Terlupakan di sudut loteng yang berdebu, boneka itu mendengar tukang pengangkut barang menyebutnya “Nothing” (bukan siapa-siapa) sehingga ia mengira namanya adalah Nothing.

Pertemuan dengan boneka-boneka lain lalu membangkitkan ingatannya. Nothing pun menyadari bahwa ia pernah memiliki ekor, kumis, dan garis-garis di tubuhnya. Namun, setelah ia bertemu seekor kucing kelabu yang membantunya menemukan jalan pulang, Nothing akhirnya ingat siapa dirinya sebenarnya: sebuah boneka kucing bernama Toby. Sang pemilik dengan penuh kasih memperbaikinya, menjahit sepasang telinga baru, ekor, kumis, dan garis-garis di tubuhnya.
Ya Allah, terima kasih, Engkau telah menyelamatkan dan memulihkan kami.

Setiap kali membaca buku itu, saya jadi memikirkan identitas diri saya sendiri. Siapa saya? Dalam suratnya kepada orang percaya, Yohanes menuliskan bahwa Allah menyebut kita sebagai anak-anak-Nya (1Yoh. 3:1). Kita tidak mengerti identitas itu sepenuhnya, tetapi saat melihat Yesus, kita akan menjadi sama seperti Dia (ay.2). Seperti halnya Toby si boneka kucing, suatu hari nanti, diri kita yang telah tercemar oleh dosa akan dipulihkan Allah sesuai dengan identitas yang dikehendaki-Nya bagi kita. Untuk saat ini, kita dapat mengerti identitas itu secara tidak sempurna, dan kita dapat melihat rupa Allah dalam diri sesama. Namun kelak, ketika berjumpa dengan Yesus, kita akan sepenuhnya dipulihkan sesuai jati diri yang Allah kehendaki bagi kita. Kita akan dijadikan-Nya baru.
Di mana saya bisa menemukan jati diri saya? Menurut Kitab Suci, bagaimana Allah memandang saya?
Ya Allah, terima kasih, Engkau telah menyelamatkan dan memulihkan kami.
Oleh Amy Peterson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Selain tiga surat Yohanes, Rasul Yohanes juga menulis Injil Yohanes dan kitab Wahyu. Pada bacaan hari ini, ia menjelaskan bagaimana suatu hari nanti kita akan bertemu muka dengan Kristus (1 Yohanes 3:1-2). Ia juga menuliskan beberapa bagian kalimat yang masih rahasia: “Tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak” dan “apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia” (3:2). Kejadian 1:27 berkata, “Menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Jadi, apakah kita sudah sama dengan Dia? Jawabannya: Sudah, tetapi belum sepenuhnya. Roma 8:29 menyatakan bahwa kita sedang dibuat “menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.” Allah sedang mengubah kita melalui proses pengudusan, dan proses ini tidak akan selesai sampai kita datang menghadap Dia. Pada hari itu, kita akan menjadi sempurna seperti Yesus dan dosa pun tidak akan menjangkiti kita lagi.

Alyson Kieda






February 10, 2019, 05:16:26 AM
Reply #2188
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Hidup dalam Terang
  10/02/2019 
Hidup dalam Terang
Baca: Mazmur 119:9-16, 97-105 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 8–10 ; Matius 25:31-46


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-10.mp3


Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. —Mazmur 119:105

Saya dan seorang rekan pernah ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas ke suatu tempat sejauh 400 KM. Malam telah larut ketika kami mulai berjalan pulang. Tubuh dan mata saya yang renta membuat saya kesulitan mengemudi di malam hari. Meski demikian, saya memilih giliran pertama untuk menyetir. Dengan tangan mencengkeram kemudi, mata saya pun memelototi jalan yang temaram. Saya bisa melihat jalanan dengan lebih jelas ketika mobil-mobil di belakang kami menyalakan lampu sorotnya. Betapa leganya saya ketika akhirnya tiba giliran teman saya untuk mengemudi. Saat itulah ia mendapati bahwa sejak tadi saya menyetir dengan lampu kabut, bukan lampu utama!

Mazmur 119 adalah mahakarya pemazmur yang tahu bahwa firman Allah merupakan sumber terang untuk kehidupan kita sehari-hari (ay.105). Namun, seberapa sering kita berada dalam situasi remang yang mengganggu seperti pengalaman saya tadi? Dengan susah payah kita berusaha melihat, bahkan kadang menyimpang dari jalur yang terbaik karena lupa menggunakan terang firman Allah. Mazmur 119 mendorong kita untuk tidak lupa “menyalakan lampu yang benar”. Apa yang terjadi ketika kita melakukannya? Kita akan mendapat hikmat untuk hidup suci (ay.9-11); kita menemukan motivasi dan semangat baru untuk menjauhi jalan kejahatan (ay.101-102). Ketika hidup dalam terang, kita pun menjiwai pujian sang pemazmur, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari” (ay.97).
Berjalan dalam terang firman Allah membuat Anda tidak akan tersandung dalam kegelapan.
Bapa, penuhi hatiku dengan firman-Mu agar aku memiliki terang yang kuperlukan untuk hari ini.
Berjalan dalam terang firman Allah membuat Anda tidak akan tersandung dalam kegelapan.
Oleh Arthur Jackson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dengan 176 ayat, Mazmur 119 adalah bagian terpanjang dalam Alkitab, lebih panjang daripada mazmur maupun pasal-pasal Alkitab lainnya. Mazmur ini juga merupakan contoh puisi Ibrani yang sarat bobot sastra. Tak seperti puisi Barat yang bergantung pada rima dan panjang baris, puisi Ibrani menggunakan elemen sajak seperti metafora, kontras, analogi, dan aliterasi. Mazmur 119 mengikuti struktur yang lazim ada dalam puisi Ibrani, yakni akrostik. Setiap bait dimulai dengan abjad Ibrani secara urut. Mengapa demikian? Karena rupanya Mazmur 119 dirancang sebagai hafalan, dan urutan abjad membuat mazmur itu lebih mudah diingat.

Bill Crowder




February 11, 2019, 05:37:45 AM
Reply #2189
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 21583
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Memberi Penghormatan
  11/02/2019 
Memberi Penghormatan
Baca: Yeremia 9:23-26 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 11–12 ; Matius 26:1-25


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-02-11.mp3


Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. —1 Korintus 1:31

Pada awal dekade 1960-an, beberapa lukisan dengan gaya tidak lazim yang menampilkan orang atau binatang bermata besar dan memelas menjadi terkenal. Ada yang menganggapnya norak, ada pula yang menyukainya. Suami sang pelukis mempromosikan karya istrinya ke mana-mana hingga kehidupan pasangan itu bertambah makmur. Namun, tanda tangan sang seniman, Margaret Keane, tidak tampak pada hasil karyanya. Suami Margaret justru mengakui lukisan itu sebagai karyanya sendiri. Karena takut, Margaret tutup mulut tentang penipuan tersebut selama 20 tahun hingga perceraian mereka. Di dalam persidangan, mereka berdua harus adu lukis untuk membuktikan siapa pelukis aslinya.

Penipuan itu memang jelas salah, tetapi sebagai pengikut Yesus, kita sendiri juga bisa dengan mudahnya terlena dengan segala pujian yang kita terima karena bakat kita, kecakapan memimpin yang kita tunjukkan, dan bahkan perbuatan baik kita kepada sesama. Namun, kita perlu menyadari bahwa kualitas-kualitas tersebut kita miliki hanya karena anugerah Allah. Dalam Yeremia 9, sang nabi meratapi umat Israel yang tinggi hati dan tak mau bertobat. Ia menuliskan Firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita tidak patut bermegah dalam hikmat, kekuatan, maupun kekayaan kita, melainkan hanya dalam pengenalan dan pemahaman bahwa Dialah Tuhan “yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi” (ay.24).
Kita diciptakan untuk memuliakan Allah.

Hati kita dipenuhi ucapan syukur ketika mengetahui siapa Seniman yang sejati. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, . . . diturunkan dari Bapa segala terang” (Yak. 1:17). Seluruh penghormatan dan pujian layak diberikan kepada Allah, Sang Pemberi segala karunia yang baik.
Bapa, terima kasih atas semua karunia yang Engkau berikan dengan murah hati.
Kita diciptakan untuk memuliakan Allah.
Oleh Cindy Hess Kasper | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Perkataan dalam Yeremia 9:23-26 berada dalam konteks umat Israel yang tak mau bertobat dari dosa-dosa mereka, khususnya ketidakadilan terhadap orang miskin. Situasi ini begitu buruknya, bahkan para pemimpin agama yang semestinya “bijaksana” pun justru memakai hukum Allah untuk membenarkan tindak kejahatan mereka (8:8-12). Dalam pasal 9, Yeremia mengemukakan masalah yang menjadi akar kebobrokan Israel: nilai-nilai budaya yang telah menyimpang secara tragis dan kesetiaan terhadap pribadi yang salah. Alih-alih menunjukkan hikmat sejati dengan tinggal tenang dan rendah hati, kaum yang seharusnya berhikmat malahan memandang kekuasaan dan harta sebagai alat untuk memegahkan diri (ay.23).

Yeremia menanggapi krisis moral ini dengan mengungkapkan sindiran bahwa jika mereka harus bermegah, “kemegahan” mereka hanya bisa dibenarkan kalau hidup mereka mengalir dari Allah, satu-satunya sumber hikmat sejati. Gaya hidup mereka barulah patut dihargai jika mereka menghidupi kasih dan keadilan-Nya (ay.24).

Monica Brands




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)