Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 133489 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 04, 2019, 05:31:26 AM
Reply #2240
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Berjaga-jagalah!
  04/04/2019 
Berjaga-jagalah!
Baca: 1 Petrus 5:6-11 | Bacaan Alkitab Setahun: Rut 1–4 ; Lukas 8:1-25

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-04.mp3

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. —1 Petrus 5:8

Saya tumbuh besar di kawasan selatan Amerika Serikat yang bersuhu hangat, sehingga ketika saya pindah ke wilayah utara, dibutuhkan waktu cukup lama untuk beradaptasi. Saya perlu membiasakan diri mengemudi dengan aman semasa musim dingin yang panjang dan bersalju. Pengalaman musim dingin pertama saya sangatlah berat, sampai tiga kali mobil saya terjebak dalam gundukan salju! Namun setelah bertahun-tahun latihan, saya akhirnya terbiasa dan merasa nyaman berkendara di jalanan musim dingin yang licin. Adakalanya saya justru terlalu nyaman sehingga tidak lagi waspada. Pada saat itulah, mobil saya tergelincir di jalanan beraspal yang berlapis es tipis hingga menabrak tiang telepon di pinggir jalan!

Syukurlah, tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu, tetapi saya mempelajari satu hal penting pada hari itu. Betapa berbahayanya bila kita merasa terlalu nyaman. Alih-alih waspada, saya justru lengah dan membiarkan mobil lepas kendali.
Dengan kuasa Allah, kita belajar untuk tetap waspada dan berjaga-jaga dalam melawan godaan.

Kita perlu menerapkan kewaspadaan yang sama dalam kehidupan rohani kita. Rasul Petrus memperingatkan orang-orang percaya untuk tidak menjalani hidup ini dengan lengah, melainkan dengan tetap berjaga-jaga (1Ptr. 5:8). Iblis bekerja aktif untuk menghancurkan kita, sehingga kita juga perlu aktif melawan godaan dan berdiri teguh dalam iman kita (ay.9). Kita tidak perlu melakukannya seorang diri karena Allah berjanji akan menyertai kita dalam penderitaan, dan pada akhirnya “meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan” kita (ay.10). Dengan kuasa Allah, kita belajar untuk tetap waspada dan berjaga-jaga dalam melawan godaan dan setia mengikut Dia.
Bagian apa dalam hidup Anda yang menuntut Anda untuk lebih waspada? Dengan cara apa Anda dapat tetap waspada dalam mengikut Yesus?
Tuhan, tolong aku untuk tidak terlena atau terlalu nyaman dalam kehidupan rohaniku. Tolong aku untuk tetap waspada dan bertahan melawan godaan!
Oleh Amy Peterson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Ada pepatah yang berkata, “Pilihan-pilihan bijak didapat dari pengalaman, dan pengalaman didapat dari pilihan-pilihan yang salah.” Barangkali, nasihat bijaksana yang Petrus berikan dalam bacaan hari ini dipelajarinya lewat malam tergelap dalam hidupnya, yaitu ketika ia memilih untuk menyangkal Yesus. Nasihat untuk rendah hati (1 Petrus 5:6) bertolak belakang dengan bualan kesombongan Petrus yang mengaku bersedia mati bersama Yesus (Lukas 22:33). Bukannya berjaga-jaga (1 Petrus 5:8), Petrus malah tidur ketika ia seharusnya berdoa di Getsemani (Lukas 22:54-62). Bukannya berdiri teguh (1 Petrus 5:8-9), Petrus bahkan mengaku tidak mengenal Tuhannya (Lukas 22:54-62). Apakah tanggapan Allah terhadap kegagalan Petrus? Kasih karunia (1 Petrus 5:10). Mungkin, pelajaran terbesar yang Petrus dapatkan berasal dari kegagalan terburuknya.

Bill Crowder




April 05, 2019, 06:07:02 AM
Reply #2241
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Butuh Hati yang Baru?
  05/04/2019 
Butuh Hati yang Baru?
Baca: Yehezkiel 36:24-27 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 1–3 ; Lukas 8:26-56

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-05.mp3

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu. —Yehezkiel 36:26

Kabar itu begitu suram. Belakangan, ayah saya mengalami sakit di bagian dadanya. Pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pada tiga titik di pembuluh darah arterinya. Ayah saya dijadwalkan menjalani operasi triple-bypass pada tanggal 14 Februari. Meskipun cemas, Ayah merasa tanggal tersebut membawa pengharapan baginya: “Saya akan dapat jantung baru sebagai hadiah Valentine!” Operasi berjalan lancar, sehingga pembuluh darah kembali mengalirkan kehidupan kepada jantung yang selama ini bekerja susah payah—jantungnya yang “baru”.

Operasi itu mengingatkan saya bahwa Tuhan juga menawarkan hidup baru kepada kita. Karena dosa telah menyumbat “arteri” rohani kita—kapasitas untuk berhubungan dengan Allah—kita memerlukan “operasi” rohani untuk membersihkan sumbatan itu.
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu. —Yehezkiel 36:26

Itulah janji Allah kepada umat-Nya di Yehezkiel 36. Dia meyakinkan mereka, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru. . . . Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (ay.26). Dia juga berjanji, “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu” (ay.25) dan “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu” (ay.27). Bagi yang putus asa, Allah menjanjikan awal yang baru karena hanya Dia yang dapat memperbarui kita.

Janji itu pun digenapi melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Ketika percaya kepada-Nya, kita menerima hati baru yang telah bersih dari dosa dan keputusasaan. Hati kita yang baru dipenuhi Roh Kristus untuk mengalirkan darah kehidupan spiritual yang diberikan Allah, supaya kita juga “hidup dalam hidup yang baru” (Rm. 6:4).
Bagaimana janji Tuhan tentang hidup baru membawa harapan saat Anda berjuang mengatasi rasa bersalah dan malu? Bagaimana hari ini Anda dapat lebih bergantung kepada kuasa ROH KUDUS daripada bergantung kepada kekuatan sendiri?
Bapa, terima kasih untuk pengharapan dan hidup baru yang telah Engkau berikan melalui Yesus. Tolonglah kami mempercayai-Mu setiap hari di saat Roh-Mu menuntun kami dalam jalan hidup kami yang baru.
Oleh Adam Holz | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Para nabi Perjanjian Lama kerap menuliskan nubuatan mereka dalam beberapa bagian. Saat membacanya pada zaman ini, kita seperti sedang berusaha merangkai berbagai bagian dari sebuah teka-teki. Bacaan kitab Yehezkiel hari ini berkesinambungan dengan bagian sebelumnya. Pada pasal 18, Yehezkiel berkata, “Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu!” (ay.31). Namun, bangsa Yehuda tidak sanggup melakukannya dengan kekuatan mereka sendiri (demikian juga kita). Itulah sebabnya Yehezkiel menulis, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru” (36:26).

Pesan bahwa manusia tidak mampu menyelamatkan diri sendiri itu kembali bergema dalam Perjanjian Baru. Paulus berkata, “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” (Efesus 2:1), kemudian ia menyampaikan bahwa kita diselamatkan “karena kasih karunia” dan “oleh iman” (ay.8). Ia juga menyimpulkan, “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik” (ay.10).

Tim Gustafson



April 06, 2019, 06:09:04 AM
Reply #2242
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Bertahan dalam Kesesakan
  06/04/2019 
Bertahan dalam Kesesakan
Baca: Kejadian 16:7-16 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 4–6 ; Lukas 9:1-17

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-06.mp3

Kemudian Hagar menamakan Tuhan yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku”. —Kejadian 16:13

The Experience Project adalah salah satu komunitas dunia maya terbesar pada abad ke-21, tempat puluhan juta orang pernah berbagi pengalaman paling menyakitkan dalam kehidupan mereka. Ketika membaca kisah-kisah memilukan di dalamnya, saya merenung betapa kita amat merindukan adanya seseorang yang dapat melihat—menyelami—penderitaan kita.

Dalam kitab Kejadian, ada kisah tentang seorang hamba perempuan yang menunjukkan betapa berharganya kepedulian tersebut. Hagar adalah budak perempuan yang kemungkinan diberikan Firaun Mesir kepada Abram (baca Kej. 12:16; 16:1). Ketika Sarai, istri Abram, tidak dapat memberikan keturunan, ia meminta Abram memperolehnya dari Hagar—suatu praktek yang meragukan tetapi lazim pada waktu itu. Namun, ketika Hagar hamil, terjadi perselisihan yang mendesaknya lari ke padang gurun untuk menghindari penindasan Sarai (16:1-6).
Tuhan menyelami penderitaan kita seakan-akan Dia mengalaminya sendiri.

Namun, kesusahan yang dialami Hagar, hamil dan sendirian di padang gurun yang gersang, tidaklah luput dari pandangan Tuhan. Seorang malaikat Tuhan memberi penguatan kepadanya (ay.7-12) dan Hagar berkata, “Engkaulah El-Roi” (Mahamelihat) (ay.13). Hagar memuji Allah yang melihat lebih dari yang kasatmata. Allah yang sama telah dinyatakan dalam Yesus, yang ketika “melihat orang banyak itu, tergeraklah hati-[Nya] oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar” (Mat. 9:36). Hagar bertemu dengan Allah yang menyelami penderitaannya.

Pribadi yang melihat dan menyelami penderitaan Hagar juga melihat penderitaan kita (Ibr. 4:15-16). Menerima empati ilahi dapat meringankan beban kita di tengah kesesakan yang amat menekan.
Bagaimana Anda dikuatkan dengan mengetahui bahwa Allah memahami tantangan-tantangan yang Anda hadapi? Bagaimana Anda dapat menjadi saluran empati dan belas kasihan Tuhan terhadap sesama?
Tuhan menyelami penderitaan kita seakan-akan Dia mengalaminya sendiri.
Oleh Jeff Olson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Situasi yang digambarkan dalam Kejadian 16 yakni seorang istri yang mandul memberikan hambanya kepada sang suami untuk menghasilkan keturunan bukanlah hal yang asing dalam sejarah Timur Dekat Kuno. “Budak atau hamba perempuan diperhitungkan sebagai hak milik dan perpanjangan tangan nyonya mereka yang sah secara hukum. Karena itu, Sarai bisa meminta Hagar melakukan berbagai urusan rumah tangga, termasuk meminjam rahimnya untuk menggantikan rahim Sarai sendiri yang mandul” (IVP Bible Background Commentary: Old Testament). Dengan adat istiadat itu pulalah Rahel dan Lea memberikan hamba perempuan mereka untuk melahirkan keturunan dari Yakub (Kejadian 30:1-24).

Arthur Jackson




April 07, 2019, 12:56:26 PM
Reply #2243
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Perubahan Dapat Terjadi
  07/04/2019 
Perubahan Dapat Terjadi
Baca: Filipi 2:1-4 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 7–9 ; Lukas 9:18-36
 
https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-07.mp3

Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. —Filipi 2:13

Suatu Sabtu sore, beberapa remaja dari gereja kami berkumpul untuk membahas sejumlah pertanyaan sulit dari Filipi 2:3-4: “[Janganlah] mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Pertanyaan sulit itu antara lain: Seberapa sering Anda memperhatikan kepentingan orang lain? Apakah orang lain menganggap Anda rendah hati atau sombong? Mengapa?

Saya senang mendengar jawaban-jawaban mereka yang jujur. Para remaja itu setuju bahwa meskipun mudah mengakui kekurangan diri sendiri, tetapi amatlah sulit untuk berubah, bahkan ingin berubah pun sulit. Salah seorang remaja berkata, “Egoisme sudah mendarah daging.”
Kita bertanggung jawab untuk menanggapi kesanggupan yang diberikan Allah dengan penuh kerendahan hati.

Keinginan untuk melepaskan fokus dari diri sendiri kepada kerelaan melayani orang lain hanya bisa dilakukan oleh Roh Allah yang hidup dalam kita. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan jemaat Filipi untuk merenungkan apa yang telah dilakukan dan dimungkinkan Allah bagi mereka. Oleh kemurahan-Nya, Allah telah mengangkat mereka sebagai anak-Nya, menghibur mereka dengan kasih-Nya, dan memberikan Roh-Nya sebagai penolong mereka (Flp. 2:1-2). Mungkinkah mereka—dan juga kita—tidak menanggapi segala kebaikan itu dengan kerendahan hati?

Benar, Allah menjadi alasan bagi kita untuk berubah, dan hanya Dia yang dapat mengubah kita. Karena Dia membuat kita “rela dan sanggup menyenangkan hati Allah” (ay.13 BIS), kita dapat mengalihkan fokus dari diri sendiri kepada orang lain dan melayani mereka.
Dengan cara apa Allah telah menolong Anda berbalik dari keegoisan dan membuat Anda lebih rela melayani orang lain? Bagaimana kerendahan hati Tuhan Yesus mendorong Anda untuk rela melayani dengan rendah hati?
Kita bertanggung jawab untuk menanggapi kesanggupan yang diberikan Allah dengan penuh kerendahan hati.
Oleh Poh Fang Chia | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Tantangan yang Paulus berikan kepada umat percaya di Filipi nyata secara sempurna dalam teladan inkarnasi Kristus. Paulus memperingatkan mereka tentang bahaya persaingan atau kesombongan (ay.1-4), dan dalam ayat 6 dikatakan bahwa Yesus dengan sukarela melepaskan hak dan kedudukan-Nya. Mereka ditantang untuk mengutamakan orang lain (ay.3), seperti Yesus yang memberi teladan kerendahan hati sejati dengan mengosongkan diri-Nya (ay.7). Jemaat Filipi dinasihati untuk tidak mengutamakan kepentingannya sendiri (ay.4), seperti Yesus sepenuhnya menjadi hamba bagi kita (ay.7). Mereka dipanggil untuk mengingat bahwa Yesus memenuhi semuanya itu, hingga “taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (ay.8). Pengorbanan-Nya untuk kita adalah juga teladan cara hidup yang paling mulia.

Bill Crowder




April 08, 2019, 05:35:34 AM
Reply #2244
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Pemenang yang Tak Terduga
  08/04/2019 
Pemenang yang Tak Terduga
Baca: Matius 19:17-30 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 10–12 ; Lukas 9:37-62

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-08.mp3

Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir. —Matius 19:30

Mungkin peristiwa paling tak terduga dan menakjubkan dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 adalah ketika atlet juara dunia papan seluncur salju asal Republik Ceko, Ester Ledecka, memenangi juga perlombaan cabang olahraga yang berbeda sama sekali, yaitu ski! Ia berhasil meraih medali emas meskipun ia berlomba pada giliran ke-26—sebuah upaya yang bisa dikatakan hampir mustahil.

Hebatnya, Ledecka lolos kualifikasi untuk berlomba dalam nomor super-G wanita yang menggabungkan ski menuruni bukit dengan lintasan slalom. Setelah memenangi lomba dengan selisih waktu hanya 0.01 detik dan menggunakan alat ski pinjaman, Ledecka sama terkejutnya dengan awak media dan para kontestan lain yang mengira bahwa pemenangnya pastilah salah satu pemain ski yang sudah berpengalaman.
Menang-kalah akan diputarbalikkan dalam Kerajaan Allah.

Itulah yang lazim terjadi di dunia. Kita mengira para pemenang akan terus menang, sementara yang lain terus saja kalah. Jadi, tidak heran bila para murid terkejut mendengar Yesus berkata bahwa “sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 19:23). Yesus memutarbalikkan segala sesuatu. Bagaimana mungkin menjadi kaya (pemenang) justru adalah penghambat? Rupanya, apabila kita mengandalkan apa yang kita miliki (kemampuan dan status diri sendiri), maka bukan hanya sulit bagi kita untuk mempercayai Allah tetapi juga tidak mungkin.

Kerajaan Allah tidak diatur menurut cara dunia. “Banyak orang yang terdahulu,” kata Yesus, “akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (ay.30). Baik Anda di posisi terdahulu atau terakhir, segala sesuatu yang kita terima adalah semata-mata anugerah—suatu kebaikan Allah yang tidak layak diterima.
Pikirkan cara Anda memandang orang lain, atau memandang hidup Anda sendiri. Bagaimana cara Yesus memandang mereka yang dianggap pecundang maupun pemenang itu mengubah cara pandang Anda?
Menang-kalah akan diputarbalikkan dalam Kerajaan Allah.
Oleh Winn Collier | Lihat Penulis Lain
Wawasan
“Perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus menjawab pertanyaan itu dengan perintah-perintah dari Sepuluh Hukum Allah paruh kedua, yakni hukum yang mengatur hubungan antar manusia. Bagian pertama, yang mencakup hubungan manusia dengan Tuhan, lebih sulit untuk dilakukan.

Bill Crowder




April 09, 2019, 05:35:04 AM
Reply #2245
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Kabar Baik untuk Diberitakan
  09/04/2019 
Kabar Baik untuk Diberitakan
Baca: Kisah Para Rasul 8:26-35 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 13–14 ; Lukas 10:1-24

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-09.mp3

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. —Kisah Para Rasul 8:35

“Siapa namamu?” tanya Arman, seorang mahasiswa asal Iran. Setelah saya memberi tahu bahwa nama saya Estera, wajahnya langsung berseri-seri dan ia berseru, “Wah, kita punya nama yang mirip! Dalam bahasa Farsi, nama saya adalah Setare.” Interaksi sederhana itu menjadi awal dari percakapan yang luar biasa. Saya menceritakan kepadanya bahwa saya diberi nama mengikuti salah seorang tokoh Alkitab, “Ester,” seorang ratu Yahudi di Persia (sekarang Iran). Dimulai dari kisah Ester, saya pun membagikan Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Sebagai tindak lanjut dari percakapan kami, Arman mulai mengikuti kelas Alkitab mingguan untuk belajar lebih dalam tentang Kristus.

Salah seorang pengikut Yesus, Filipus, dituntun oleh ROH KUDUS untuk mengajukan pertanyaan yang memicu percakapan dengan seorang pejabat Etiopia yang sedang berada dalam perjalanan dengan keretanya: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” (Kis. 8:30). Pria Etiopia itu sedang membaca bagian dari kitab Yesaya dan ingin menerima pemahaman rohani. Jadi, pertanyaan Filipus datang di saat yang tepat. Lalu ia mengundang Filipus duduk di sampingnya dan dengan rendah hati mendengarkan penjelasannya. Menyadari betapa luar biasanya kesempatan itu, “mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya” (ay.35).
ROH KUDUS menuntun langkah kita untuk membagikan harapan dan sukacita yang kita miliki dalam Yesus Kristus.

Seperti Filipus, kita juga memiliki kabar baik untuk diberitakan. Mari manfaatkan kesempatan yang terbuka sehari-hari di tempat kerja, di pasar swalayan, atau di lingkungan kita. Biarlah kita mengizinkan ROH KUDUS menuntun langkah kita dan memberikan kita kata-kata yang tepat untuk membagikan harapan dan sukacita yang kita miliki dalam Yesus Kristus.
Bagaimana Anda mempersiapkan diri untuk lebih terbuka dalam berbicara kepada orang lain tentang Yesus? Dorongan apa yang Anda dapatkan dari teladan Filipus?
Ya Allah, tuntunlah langkahku hari ini kepada seseorang yang membutuhkan harapan yang hanya mungkin diterimanya dari Yesus Kristus.
Oleh Estera Pirosca Escobar | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Seluruh Alkitab menunjuk kepada Yesus dan semua bagian berbicara tentang Dia. Dalam bacaan hari ini (Kisah Para Rasul 8:26-35), mudah untuk melihat kutipan dari Yesaya 53 sebagai nubuatan tentang Yesus karena memang sudah digenapi. Namun, Yesus sendiri mengingatkan kita bahwa seluruh Alkitab mengarah kepada Dia, bukan bagian nubuatan saja. “Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).




April 10, 2019, 07:31:07 AM
Reply #2246
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Melalui Lembah Kekelaman
  10/04/2019 
Melalui Lembah Kekelaman
Baca: Mazmur 23 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 15–16 ; Lukas 10:25-42

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-10.mp3

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. —Mazmur 23:4

Hae Woo (bukan nama asli) pernah dipenjara dalam sebuah kamp kerja paksa di Korea Utara karena berupaya menyeberangi perbatasan ke Tiongkok. Siang-malam ia tersiksa, baik secara fisik oleh para penjaga yang kejam maupun oleh kerja paksa yang berat. Ia pun hanya boleh tidur sebentar di atas lantai yang sedingin es bersama tikus dan kutu. Namun, setiap hari Allah menolongnya, termasuk menunjukkan kepadanya tahanan mana yang perlu ia dekati agar ia dapat menceritakan tentang imannya.

Setelah dilepas dari kamp itu dan pindah ke Korea Selatan, Woo mengingat kembali pengalamannya di penjara dan menyimpulkan bahwa Mazmur 23 menjadi rangkuman dari pengalamannya di sana. Walau terperangkap dalam lembah yang kelam, Yesus adalah Gembalanya yang memberi rasa damai: “Walaupun saya merasa benar-benar berada dalam lembah kekelaman, saya tidak takut apa pun. Setiap hari Allah menghibur saya.” Ia mengalami kebaikan dan kasih Allah serta terus meyakini bahwa ia adalah anak yang dikasihi-Nya. “Waktu itu kondisi saya sangat menyedihkan, tetapi saya tahu . . . saya akan mengalami kebaikan dan kasih Allah.” Ia pun tahu bahwa ia akan tetap tinggal dalam hadirat Tuhan sampai selama-lamanya.
Jika kita mengikut Yesus, Dia akan menuntun kita dengan lembut melewati masa-masa yang sulit.

Kisah Woo sangat menguatkan kita. Meskipun situasinya sangat buruk, ia tetap merasakan kasih dan pimpinan Allah, dan Allah menguatkan serta mengenyahkan rasa takutnya. Jika kita mengikut Yesus, Dia akan menuntun kita dengan lembut melewati masa-masa yang sulit. Kita tidak perlu takut, karena “[kita] akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa” (23:6).
Kapan Anda pernah mengalami kehadiran Allah dalam lembah kekelaman? Siapakah yang dapat Anda kuatkan hari ini?
Ya Allah, saat aku berjalan dalam lembah kekelaman, Engkau menyertai dan mengenyahkan ketakutanku. Engkau menghiburku dan menyediakan hidangan bagiku, dan aku akan tinggal di rumah-Mu selamanya.
Oleh Amy Boucher Pye | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Di dunia Timur Dekat Kuno, gembala adalah gambaran yang lazim sekaligus memiliki makna yang berkaitan dengan kerajaan. Gambaran gembala kadang dipakai sebagai kiasan untuk menggambarkan peran para dewa dan raja dalam memimpin dan memperhatikan rakyatnya. Jadi, Mazmur 23 bukan hanya gambaran relasi yang hidup dengan Allah, tetapi juga sebuah pernyataan yang tegas bahwa sang pemazmur percaya dan berkomitmen untuk mengikuti “TUHAN” (YHWH) saja, bukan para penguasa duniawi.

Tepat di bagian tengah Mazmur 23 tertulis, “Engkau besertaku” (ay.4). Ini menggemakan tema Alkitab yang terus berulang mengenai hadirat Allah yang menenangkan dan memimpin kita sehingga kita tidak perlu takut (lihat Kejadian 15:1; Yosua 1:9). Ketika Yesus datang, Dia menekankan bahwa Dialah Gembala yang Baik, sebuah penggenapan mutlak dari janji penyertaan-Nya (Matius 1:23; Yohanes 10:11).

Monica Brands




April 11, 2019, 02:23:37 PM
Reply #2247
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Hati yang Penuh Damai Sejahtera
  11/04/2019 
Hati yang Penuh Damai Sejahtera
Baca: Amsal 14:29-35 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 17–18 ; Lukas 11:1-28

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-11.mp3

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. —Amsal 14:30

Selama empat puluh lima tahun setelah karirnya sebagai atlet profesional berakhir, nama Jerry Kramer tidak pernah masuk dalam daftar atlet berprestasi (Hall of Fame) dari bidang olahraga yang digelutinya. Ia pernah mendapatkan banyak penghargaan dan pencapaian lain, tetapi yang satu itu belum pernah ia terima. Walaupun sudah sepuluh kali dinominasikan untuk mendapatkan penghargaan itu, ia belum pernah mendapatkannya. Meski harapannya kandas berulang kali, Kramer tidak sakit hati. Ia berkata, “Saya merasa NFL (badan liga football Amerika) sudah memberi saya 100 hadiah di sepanjang hidup saya, jadi alangkah tololnya bila hanya karena satu penghargaan yang tidak saya dapat, saya lantas kecewa atau marah.”

Orang lain mungkin akan sakit hati apabila dikecewakan berkali-kali dan dikalahkan oleh pemain-pemain lainnya, tetapi Kramer tidak. Perilakunya menunjukkan bagaimana kita bisa menjaga hati kita dari perasaan iri hati yang “membusukkan tulang” (Ams. 14:30). Ketika kita terobsesi dengan apa yang tidak kita punyai—dan gagal menghargai banyaknya hal yang kita punyai—damai sejahtera Allah tidak akan tinggal dalam hati kita.
Allah memberikan kita damai sejahtera dan masih banyak yang lainnya.

Setelah dinominasikan untuk kesebelas kalinya, akhirnya Jerry Kramer dinobatkan masuk ke dalam NFL Hall of Fame pada bulan Februari 2018. Mungkin keinginan duniawi kita tidak kunjung terwujud seperti yang akhirnya dialami Kramer. Namun, kita semua bisa memiliki “hati yang tenang” ketika kita memilih memusatkan perhatian pada berbagai bentuk kemurahan hati Allah yang telah kita terima. Apa pun keinginan kita yang tidak kunjung terpenuhi, kita selalu bisa menikmati damai sejahtera dari Allah yang memberi kehidupan.
Dalam hal apa Anda tergoda untuk memusatkan perhatian pada apa yang tidak Anda miliki? Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil dalam minggu ini untuk berfokus pada apa yang Allah sudah sediakan?
Allah memberikan kita damai sejahtera dan masih banyak yang lainnya.
Oleh Kirsten Holmberg | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Pemahaman tentang ragam puisi Ibrani akan sangat membantu saat kita membaca kitab-kitab Hikmat dalam Perjanjian Lama. Bentuk puisi ini disusun dengan berbagai majas seperti metafora, simile, akrostik, dan aliterasi. Salah satu majas lebih kompleks yang ditemukan dalam Amsal adalah paralelisme, yaitu pengulangan pokok pikiran utama sebanyak dua kali dalam satu pepatah.

Paralelisme antitesis terdapat dalam enam dari tujuh amsal yang kita baca hari ini (ay.29,30,31,32,34,35). Dalam bentuk antitesis, suatu konsep disajikan dengan dua kalimat yang saling berlawanan, menggunakan kata sambung tetapi untuk menunjukkan kontras. Paralelisme sinonim ditemukan pada ayat 33. Dalam paralel sinonim, suatu pemikiran disajikan dengan pengulangan serupa menggunakan kata-kata yang berbeda serta kata sambung dan untuk menunjukkan perbandingan.

Bill Crowder



April 12, 2019, 05:39:32 AM
Reply #2248
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Terbakar Habis
  12/04/2019 
Terbakar Habis
Baca: Mazmur 32 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 19–21 ; Lukas 11:29-54

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-12.mp3


Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari. —Mazmur 32:3

Dalam buku The Call, Os Guinness bercerita tentang suatu waktu ketika Winston Churchill berlibur bersama para sahabatnya di wilayah selatan Prancis. Saat itu ia duduk dekat perapian untuk menghangatkan badan di malam yang dingin. Sambil memandangi api, mantan perdana menteri itu melihat batang-batang pinus “bergemeretak, mendesis, dan memercik saat terbakar dilalap api. Tiba-tiba, ia bersuara, ‘Saya tahu mengapa batang kayu memercikkan api. Saya tahu rasanya terbakar habis.’”

Berbagai kesulitan, keputusasaan, bahaya, kesusahan, dan konsekuensi dari kesalahan kita sendiri bisa membuat kita merasa terbakar habis. Kondisi yang ada perlahan-lahan mengikis sukacita dan damai sejahtera dalam hati kita. Ketika Daud menerima konsekuensi yang berat akibat dosanya sendiri, ia menulis, “Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; . . . sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas” (Mzm. 32:3-4).
Bapa, berikanku kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan hari ini.

Di saat-saat sulit seperti itu, ke manakah kita pergi mencari pertolongan? Kepada siapa kita berharap? Paulus, yang mengalami sendiri banyaknya pelayanan yang berat dan penuh kepedihan, menulis, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa” (2Kor. 4:8-9).

Bagaimana itu bisa terjadi? Dengan bersandar kepada Yesus, Sang Gembala Baik yang menyegarkan jiwa kita (Mzm. 23:3) dan menguatkan kita untuk terus melangkah maju. Dia berjanji untuk menyertai setiap langkah dalam perjalanan kita (Ibr. 13:5).
Pernahkah Anda mengalami pergumulan yang membuat Anda lesu? Bagaimana respons Anda? Bagaimana Allah melayani Anda dalam saat-saat sulit itu?
Bapa, berikanku kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan hari ini, dan pengharapan dalam Kristus akan masa depan abadi yang Kau janjikan.
Oleh Bill Crowder | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mazmur 32 mulanya merupakan sebuah lagu untuk dinyanyikan. Daud, sang gembala, pemazmur, raja, dan penulis lagu dari Israel, memang tidak mencantumkan nada pada lagunya sehingga kita tak dapat memainkannya sekarang; di samping itu, lagu dan puisi dari zaman Daud juga kehilangan rima atau pola sajak setelah diterjemahkan sehingga kita tak dapat menikmati keindahan kata-katanya. Namun demikian, yang terpenting ialah kesadaran bahwa pengenalan akan Allah merupakan musik bagi setiap jiwa, sehingga tiap generasi, tempat, dan kebudayaan harus dibangunkan dengan suara penuh sukacita ini (Efesus 5:18-19; Kolose 3:16).

Mart DeHaan



April 13, 2019, 05:46:51 AM
Reply #2249
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Adakah Kau di Sana?
  13/04/2019 
Adakah Kau di Sana?
Baca: Keluaran 3:11-14 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 22–24 ; Lukas 12:1-31

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-13.mp3


Bukankah Aku akan menyertai engkau? —Keluaran 3:12

Ketika istrinya tertular penyakit yang berpotensi menyebabkan kematian, Michael berharap istrinya mengalami damai sejahtera seperti yang ia alami lewat hubungan pribadinya dengan Allah. Ia sudah pernah menceritakan tentang imannya kepada sang istri, tetapi istrinya tidak tertarik. Suatu hari, ketika sedang berjalan melewati sebuah toko buku, ada judul buku menarik perhatiannya: Allah, Adakah Kau di Sana? Karena tidak yakin pada reaksi istrinya bila diberi buku tersebut, Michael beberapa kali keluar-masuk toko itu sebelum kemudian membelinya juga. Ia cukup terkejut ketika istrinya mau menerima buku tersebut.

Buku itu menyentuh hati sang istri, dan ia mulai membaca Alkitab juga. Dua minggu kemudian, istri Michael meninggal dunia—dalam damai bersama Allah dan beristirahat dengan tenang karena meyakini Allah tidak akan pernah meninggalkannya.
Bukankah Aku akan menyertai engkau? —Keluaran 3:12

Ketika Allah memanggil Musa untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir, Dia tidak menjanjikan kekuasaan kepada Musa. Akan tetapi, Dia menjanjikan kehadiran-Nya: “Aku akan menyertai engkau” (Kel. 3:12). Dalam pesan terakhir-Nya kepada para murid sebelum penyaliban, Yesus juga menjanjikan kehadiran Allah yang kekal, yang akan mereka terima melalui ROH KUDUS (Yoh. 15:26).

Ada banyak hal yang dapat Allah berikan untuk menolong kita melewati berbagai tantangan hidup, seperti kenyamanan materi, kesembuhan, atau solusi cepat terhadap masalah-masalah kita. Kadang-kadang Dia melakukannya. Namun, anugerah terbesar yang Dia berikan adalah diri-Nya sendiri. Inilah penghiburan terbesar yang kita miliki: apa pun yang terjadi dalam hidup ini, Dia akan selalu menyertai kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita.
Bagaimana Anda dapat dikuatkan oleh kehadiran Allah? Bagaimana Anda menjalani hidup secara berbeda karena tahu bahwa Dia menyertai setiap langkah Anda?
Tuhan, terima kasih untuk janji indah bahwa Engkau akan selalu bersamaku. Di tengah krisis dan rutinitas kehidupan ini, izinkan aku belajar mengandalkan kehadiran-Mu, karena aku tahu Engkau berjalan bersamaku.
Oleh Leslie Koh | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kepastian penyertaan Allah bagi Musa dan umat Israel dinyatakan dengan kata Ibrani yang muncul empat kali dalam bacaan hari ini, yaitu hayah. Pada ayat 12, kata itu diterjemahkan menjadi, “Aku akan menyertai engkau.” Kata yang cukup kompleks ini juga merupakan nama pribadi Allah dalam perjanjian-Nya dengan Israel. Tiga kali kata ini diterjemahkan sebagai, “AKU ADALAH AKU” dalam ayat 14. Ketika dipakai sebagai kata benda penunjuk orang (nama), huruf-huruf penyusunnya dialihbahasakan menjadi “Yahweh”. Kata “TUHAN” yang ditulis dengan huruf kapital dalam berbagai versi terjemahan bahasa Indonesia juga berasal dari kata hayah, menyatakan keberadaan Allah yang kekal.

Yohanes 1:14 mencatat bahwa Firman Allah yang kekal “telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Juga dalam Injil Yohanes, Yesus menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah yang kekal melalui berbagai pernyataan “Akulah,” salah satunya yang paling gamblang, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (8:58).

Arthur Jackson




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)