Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 133375 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

April 24, 2019, 07:06:51 AM
Reply #2260
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Melayani yang Terkecil
  24/04/2019 
Melayani yang Terkecil
Baca: Lukas 14:15-23 | Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 19–20 ; Lukas 18:1-23

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-24.mp3

Apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah. —1 Korintus 1:28

Sebuah video menunjukkan seorang laki-laki berlutut di tepi jalan raya yang ramai saat sedang terjadi kebakaran hutan yang hebat. Ia tampak bertepuk tangan dan memanggil-manggil dengan nada membujuk. Apakah yang dinantikannya? Seekor anjing? Sesaat kemudian seekor kelinci muncul. Laki-laki tersebut meraup kelinci yang ketakutan itu lalu berlari menuju tempat aman.

Bagaimana tindakan penyelamatan yang sepele seperti itu bisa menjadi berita besar? Karena belas kasihan yang ditunjukkan kepada mereka yang tidak berdaya sungguh menyentuh hati kita. Dibutuhkan kebesaran hati untuk memberi tempat bagi makhluk yang terkecil.
Apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah. —1 Korintus 1:28

Yesus berkata bahwa Kerajaan Allah itu seperti seorang tuan yang mengadakan perjamuan dan menyiapkan tempat bagi siapa saja yang mau datang. Tidak hanya pembesar dan berpengaruh, tetapi juga “orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh” (Luk. 14:21). Saya bersyukur Allah mencari mereka yang lemah dan sepertinya tak berarti, sebab jika tidak, saya tidak akan pernah diselamatkan. Paulus berkata, “Apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, . . . supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1Kor. 1:27-29).

Alangkah luar biasanya kebesaran hati Allah hingga Dia mau menyelamatkan orang kecil seperti saya! Oleh karena itu, saya perlu bertanya, seberapa besar hati saya sudah bertumbuh? Saya hanya perlu melihat sejauh mana saya telah melayani mereka yang dipandang kurang berarti oleh masyarakat, bukan bagaimana saya berusaha menyenangkan mereka yang “terpandang”.
Orang-orang seperti apa yang sulit Anda hargai? Bagaimana cara Allah menolong Anda untuk mengubah sikap Anda tersebut?
Tuhan, tolonglah kami, pelayan-pelayan-Mu, menghargai orang lain seperti yang Kau lakukan, terlepas dari siapa mereka dan apa yang mereka lakukan.
Oleh Mike Wittmer | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Alkitab menggunakan gambaran perjamuan atau pesta untuk melambangkan tawaran keselamatan Allah bagi dunia ini. Yesaya menyatakan bahwa “TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan” (25:6). Lukas menggunakan kiasan seseorang yang mengundang banyak tamu ke “perjamuan besar” (14:16-17). Matius mengumpamakannya dengan “perjamuan kawin” anak raja yang berlangsung satu minggu penuh (22:2). Yohanes berbicara mengenai sebuah “perjamuan kawin Anak Domba” (Wahyu 19:9), di mana umat percaya dari segala bangsa berkumpul untuk merayakan keselamatan kekal Allah. Mereka akan datang “dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub” (Matius 8:11). “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah” (Lukas 14:15).



April 25, 2019, 01:13:21 PM
Reply #2261
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tidak Seperti Kemarin
  25/04/2019 
Tidak Seperti Kemarin
Baca: Matius 4:1-11 | Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 21–22 ; Lukas 18:24-43

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-25.mp3

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan. —Ulangan 8:3

Saat cucu kami Jay masih kecil, orangtuanya memberinya kaus baru saat ia berulang tahun. Ia langsung memakainya dan dengan bangga mengenakannya seharian.

Keesokan paginya, waktu ia muncul dengan kaus yang sama, ayahnya bertanya,“Jay, kamu senang dengan kaus itu?”
Kepuasan sejati ditemukan dalam Allah dan kekayaan rohani yang dianugerahkan-Nya kepada kita.

“Lebih senang kemarin,” jawab Jay.

Itulah masalah dari mengumpulkan harta: bahkan barang-barang yang baik dalam hidup ini tidak dapat memberi kita kebahagiaan yang menetap, sesuatu yang sangat kita dambakan. Meskipun kita memiliki banyak harta, bisa jadi kita tetap tidak bahagia.

Dunia menawarkan kebahagiaan dengan mengumpulkan banyak barang: pakaian baru, kendaraan baru, telepon atau jam tangan model terbaru. Namun, tidak ada harta yang dapat membuat kita sebahagia pada saat kita baru mendapatkannya. Kita diciptakan untuk Allah dan di luar Dia, tidak ada sesuatu hal yang bisa membuat kita merasa cukup.

Suatu hari, saat Yesus sedang berpuasa dan kelaparan, Iblis menghampiri-Nya dan mencobai Dia untuk memuaskan rasa laparnya dengan menciptakan roti. Yesus melawan dengan mengutip Ulangan 8:3, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4).

Itu tidak berarti bahwa kita harus hidup hanya dari roti. Yesus justru sedang mengungkapkan sebuah fakta: kita adalah makhluk rohani dan bahwa kita tidak bisa hidup dari materi saja.

Kepuasan sejati ditemukan dalam Allah dan kekayaan rohani yang dianugerahkan-Nya kepada kita.
Mengapa harta kekayaan tidak dapat memberi kebahagiaan jangka panjang? Hikmah apa yang telah Anda pelajari dari harapan-harapan Anda di masa lalu?
Ajarlah kami, Allah, apa artinya hidup dengan kekayaan-Mu hari ini. Engkaulah empunya semua yang benar-benar kuperlukan!
Oleh David H. Roper | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Empat puluh hari puasa Yesus di padang gurun Yudea mencerminkan empat puluh tahun perjalanan Israel di padang gurun Sinai. Dengan mengingat bagaimana Roh Allah memimpin bangsa Israel ke tanah yang gersang itu, Yesus berulang kali mengutip pengalaman tersebut (Ulangan 6:16; 8:3; 10:20), karena Dia juga menghadapi berbagai tantangan yang menguji kepercayaan-Nya kepada Allah dalam memberi makanan dan penyertaan yang menjadi dasar hidup dan misi-Nya (Matius 4:1-2; Ulangan 8:3). Dalam setiap ujian, Yesus memilih untuk percaya pada kebaikan Bapa yang Dia kenal daripada kepuasan (Matius 4:3), bantuan (ay.6), dan kompromi (ay.8-9) yang ditawarkan oleh musuh-Nya (ay.10).

Mart DeHaan



April 26, 2019, 06:03:12 AM
Reply #2262
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Yang Allah Lihat
  26/04/2019 
Yang Allah Lihat
Baca: 2 Tawarikh 16:7-9 | Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 23–24 ; Lukas 19:1-27

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-26.mp3

Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. —2 Tawarikh 16:9

Pagi-pagi sekali, saya berjalan diam-diam melewati jendela ruang keluarga yang menghadap ke hutan di belakang rumah kami. Saya sering melihat seekor elang atau burung hantu bertengger di pohon sedang mengawasi seluruh area. Suatu pagi, saya kaget melihat seekor elang botak bertengger di dahan yang tinggi, memandang sekelilingnya seolah-olah seluruh kawasan itu adalah miliknya. Kemungkinan ia sedang mencari-cari bahan “sarapan”. Tatapannya yang tajam terlihat sangat berwibawa.

Dalam 2 Tawarikh 16, Hanani sang pelihat (nabi Allah) memberi tahu raja bahwa tindakannya sedang diamat-amati. Ia memberitahu Asa, raja Yehuda, “Engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada Tuhan Allahmu” (ay.7). Lalu Hanani menjelaskan, “Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia” (ay.9). Karena Asa bersandar pada sosok yang salah, maka hidupnya tidak akan pernah damai.
Ya Allah, kuatkanlah hati kami agar kami tetap bersungguh hati terhadap Engkau.

Kita dapat membaca ayat tadi dan mengira bahwa Allah mengawasi setiap langkah kita agar Dia dapat menerjang kita seperti burung pemangsa. Perkataan Hanani sesungguhnya berfokus pada hal yang positif. Maksud Hanani adalah bahwa Allah kita terus mengawasi dan menunggu kita memanggil-Nya saat kita membutuhkan pertolongan.

Seperti elang botak di pekarangan saya, mungkinkah mata Allah menjelajah seluruh bumi—sampai sekarang—dan menemukan kesetiaan dalam diri Anda dan saya? Mungkinkah Dia hendak memberikan harapan dan pertolongan yang sedang kita butuhkan?
Mengapa penting bagi Anda untuk terus-menerus mencari arahan dan tuntunan Allah? Bagaimana kesadaran bahwa Allah menantikan seruan Anda minta tolong dapat membuat Anda terhibur?
Ya Allah, kuatkanlah hati kami agar kami tetap bersungguh hati terhadap Engkau.
Oleh Elisa Morgan | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Karena ketidaksetiaan Salomo (1 Raja2 11:4-11), kerajaannya terbelah dua. Yerobeam, hamba Salomo, memerintah kerajaan Israel di utara (11:28-31), dan Rehabeam, anak Salomo, memerintah kerajaan Yehuda di selatan (14:21). Asa, raja ketiga Yehuda sekaligus cicit Salomo (2 Tawarikh 12:16; 14:1), “melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya” (14:2) dan melakukan banyak pembaharuan keagamaan (pasal 14–15). Namun, ketika pecah perang antara Asa dan Raja Baesa dari Israel, Asa berpaling meminta pertolongan kepada Aram, bukan kepada Allah (16:1-3). Nabi Hanani menegur kurangnya iman percaya Asa, mengingatkannya tentang Allah yang pernah menyelamatkan Yehuda dari musuh-musuh yang lebih kuat sekalipun (12:1-12; 14:9-15). Asa menolak bertobat, dan tiga tahun kemudian Allah memukulnya dengan sakit kaki yang parah. Ia tetap “tidak mencari pertolongan TUHAN” (16:10-12). Asa mati tanpa mengalami pertobatan.




April 27, 2019, 05:35:12 AM
Reply #2263
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Menikmati Keindahan
  27/04/2019 
Menikmati Keindahan
Baca: Pengkhotbah 3:9-13 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 1–2 ; Lukas 19:28-48

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-27.mp3

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. —Pengkhotbah 3:11

Lukisan yang dipajang di lorong sebuah rumah sakit di pusat kota itu langsung menarik perhatian saya. Sapuan warna-warna pastel dan sosok-sosok dari suku asli Amerika Navajo dalam lukisan itu begitu memikat hati hingga saya berhenti berjalan dan memperhatikannya. “Coba lihat,” kata saya kepada Dan, suami saya.

Saat itu suami saya berjalan terus, tetapi saya tidak. Di antara lukisan-lukisan lain di lorong itu, saya berhenti untuk menatap lukisan yang satu ini. “Indahnya,” bisik saya.
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. —Pengkhotbah 3:11

Banyak hal dalam kehidupan ini memang indah. Lukisan mahakarya. Pemandangan indah. Kerajinan tangan yang kreatif. Begitu pula senyum seorang anak. Sapaan hangat sahabat. Telur biru burung robin. Lekukan pada kulit kerang. Untuk meringankan beban dalam hidup ini, “[Allah] membuat segala sesuatu indah pada waktunya”(Pkh. 3:11). Dalam keindahan seperti itu, para ahli Alkitab menjelaskan, kita melihat sekilas kesempurnaan ciptaan Allah—termasuk kemuliaan dari kekuasaan sempurna-Nya yang akan datang.

Karena kita hanya bisa membayangkan kesempurnaan itu, Allah memberi kita kesempatan mencicipinya terlebih dahulu melalui keindahan hidup. Dalam hal itulah, Allah “memberikan kekekalan dalam hati mereka” (ay.11). Terkadang hari-hari kita terlihat suram dan tak berarti. Namun, Allah bermurah hati menyediakan momen-momen indah untuk direnungkan.

Seniman dari lukisan yang saya kagumi itu, Gerard Curtis Delano, mengerti hal itu. “Allah [memberi] saya talenta untuk menciptakan keindahan,” katanya, “dan itulah yang Dia ingin saya lakukan.”

Melihat keindahan seperti itu, apa respons kita? Kita dapat bersyukur kepada Allah untuk kekekalan yang akan datang sambil menikmati kemuliaan yang sudah kita saksikan.
Bagaimana Anda menanggapi keindahan yang telah Allah tempatkan di dunia ini? Bagaimana keindahan dunia ini mencerminkan diri-Nya?
Bapa, tolonglah aku hari ini melihat dan menikmati keindahan yang Engkau hadirkan dalam hidupku sembari aku menantikan kekekalan yang mulia.
Oleh Patricia Raybon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kitab Pengkhotbah tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai waktu penulisannya, tetapi sang penulis yang menyebut dirinya “Pengkhotbah” secara umum diyakini adalah Salomo, “anak Daud, raja di Yerusalem” (Pengkhotbah 1:1). Namun, ada juga yang percaya bahwa penulis kitab ini adalah seorang penyunting dan penulis yang mencatat pelajaran-pelajaran dari kehidupan Salomo dalam sebuah tradisi hikmat. Apakah tujuan kitab ini? Michael Eaton dalam buku tafsiran kitab Pengkhotbah menyatakan, “Kitab ini membela kehidupan iman kepada Allah pemurah dengan menunjukkan betapa suramnya pilihan-pilihan di luar iman.” Ia menyimpulkan bahwa tujuan sang Pengkhotbah adalah “untuk membawa kita melihat bahwa Allah itu ada, Dia baik dan pemurah, dan hanya dengan cara pandang inilah hidup lebih dapat dimengerti dan memberikan kepuasan.”

Alyson Kieda




April 28, 2019, 03:37:41 PM
Reply #2264
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Rencana Pensiun dari Allah
  28/04/2019 
Rencana Pensiun dari Allah
Baca: Keluaran 3:1-10 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 3–5 ; Lukas 20:1-26

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-28.mp3
Lalu Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Keluaran 3:2

Seorang arkeolog, Dr. Warwick Rodwell, sedang bersiap memasuki masa pensiun ketika ia menemukan sesuatu yang luar biasa di Katedral Lichfield, Inggris. Ketika para pekerja menggali sebagian lantai gereja untuk menggantinya dengan alas yang baru, mereka malah menemukan patung Gabriel, sang penghulu malaikat. Patung itu diperkirakan berusia 1.200 tahun. Seketika itu juga Dr. Rodwell batal untuk pensiun karena ia langsung sibuk menggarap proyek baru yang ditemukannya itu.

Musa berusia delapan puluh tahun waktu ia diperhadapkan pada sebuah peristiwa yang akan mengubah hidupnya selamanya. Meski berstatus anak angkat putri Mesir, Musa tidak pernah melupakan darah Ibrani yang mengalir dalam dirinya, sehingga ia sangat marah saat menyaksikan ketidakadilan yang dialami bangsanya (Kel. 2:11-12). Saat Firaun tahu bahwa Musa telah membunuh orang Mesir yang sudah memukul seorang Ibrani, ia berencana membunuh Musa hingga Musa terpaksa kabur dan menetap di Midian (ay.13-15).

Empat puluh tahun kemudian, saat Musa sudah berumur delapan puluh tahun dan sedang menjaga ternak ayah mertuanya, “Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api” (Kel. 3:2). Saat itulah, Allah memanggil Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir (ay.3-22).

Dalam kehidupan Anda saat ini, tugas apa yang Allah ingin Anda lakukan demi tujuan besar-Nya? Apa rencana-rencana baru yang Allah taruh dalam jalan hidup Anda?
Apa yang Anda pelajari dari Musa dan panggilan Allah atasnya? Mengapa penting bersikap terbuka terhadap hal baru yang sedang Allah kerjakan dalam hidup Anda?
Allah yang kudus, jadilah Tuhan atas seluruh hidupku, dan kuserahkan semua hari-hariku kepada-Mu.
Oleh Ruth O’Reilly-Smith | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Allah menyuruh Musa melepaskan kasutnya karena “tempat di mana [ia] berdiri itu, adalah tanah yang kudus” (Keluaran 3:5). Apa yang membuat tanah itu kudus? Hadirat Allah. Itulah hadirat yang sama yang menguduskan ruang Maha Kudus di Kemah Pertemuan dan Bait Allah sehingga membuat adanya berbagai batasan untuk dapat memasukinya (Imamat 16:2-3).




April 29, 2019, 06:06:28 AM
Reply #2265
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Memahami Cobaan Hidup
  29/04/2019 
Memahami Cobaan Hidup
Baca: Ayub 12:13-25 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 6–7 ; Lukas 20:27-47

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-29.mp3

Pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian. —Ayub 12:13

Ayah seorang teman saya didiagnosis mengidap penyakit kanker. Namun, saat menjalani proses kemoterapi, ia bertobat dan menjadi percaya kepada Kristus. Penyakitnya pun berangsur-angsur membaik. Ia bebas dari penyakit kanker selama delapan belas bulan, tetapi kemudian kanker itu kambuh lagi, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Ia dan istrinya menghadapi kenyataan tentang penyakit itu dengan rasa prihatin dan banyak pertanyaan. Namun, mereka juga menghadapinya dengan iman yang tunduk kepada Allah karena mereka melihat bagaimana Dia memelihara mereka saat pertama kalinya penyakit itu menyerang.

Kita tidak selalu bisa memahami mengapa kita harus menghadapi berbagai cobaan hidup. Itulah yang terjadi pada Ayub yang mengalami penderitaan dan kehilangan yang luar biasa beratnya. Meski hatinya bertanya-tanya, Ayub tetap menegaskan kemahakuasaan Allah di pasal 12. ”Bila Ia membongkar, tidak ada yang dapat membangun kembali” (ay.14) dan “pada Dialah kuasa dan kemenangan” (ay.16). “Dia yang membuat bangsa-bangsa bertumbuh, lalu membinasakannya”(ay.23). Dalam daftar panjang yang ditulis Ayub, tak sekalipun ia menyebutkan motivasi Allah atau alasan-Nya mengizinkan kesakitan dan kesukaran terjadi. Ayub tak punya jawabannya. Namun, dengan penuh keyakinan, Ayub menyatakan, “Pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian”(ay.13).
Hikmat, kuasa, dan pengertian ada pada-Nya!

Mungkin kita tidak mengerti mengapa Dia mengizinkan kesulitan tertentu terjadi dalam hidup kita, tetapi seperti orangtua teman saya tadi, kita dapat mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Allah mengasihi dan memelihara kita dalam tangan-Nya (ay.10; 1Ptr. 5:7). Hikmat, kuasa, dan pengertian ada pada-Nya!
Pergumulan apa yang sedang Anda hadapi? Bagaimana Anda terhibur oleh kenyataan bahwa Allah selalu menyertai Anda?
Tuhan, tolong aku mempercayai-Mu, bahkan di saat aku tidak mengerti cara kerja-Mu. Terima kasih Engkau memegangku dengan tangan kasih-Mu.
Oleh Julie Schwab | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Setelah mendengarkan berpasal-pasal ceramah yang tidak berguna dari teman-temannya, Ayub tidak tahan lagi. Ia pun memulai pasal 12 dengan sarkasme yang tajam: “Memang, kamulah orang-orang itu, dan bersama-sama kamu hikmat akan mati” (ay.2). Kemudian ia berkata, “Penghibur sialan kamu semua! Belum habiskah omong kosong itu?” (16:2-3).

Karena tidak mendapat jawaban dari teman-temannya, Ayub beralih kepada satu-satunya pengharapannya: “Pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian” (12:13). Namun, sekalipun mengakui kuasa dan hikmat Allah, ia tetap mengajukan pertanyaan demi pertanyaan kepada Yang Maha Kuasa. Kitab Ayub memuat banyak dialog antara Ayub dan para penghiburnya yang tidak mumpuni, sudut pandang dari teman keempat, Elihu, yang juga tidak lebih berguna (pasal 32–37), serta jawaban Allah yang tak terbantahkan (pasal 38–41).

Tim Gustafson




April 30, 2019, 06:08:12 AM
Reply #2266
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Orang Kudus dan Pendosa
  30/04/2019 
Orang Kudus dan Pendosa
Baca: Lukas 22: 54-62 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 8–9 ; Lukas 21:1-19

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-04-30.mp3

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” . . . Dan [Petrus] berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” —Yohanes 21:17

Sebelum mengikuti jejak Yohanes Pembaptis dengan hidup di padang gurun, Maria dari Mesir (± 344–421 M) menghabiskan masa mudanya mengejar kesenangan amoral dan menggoda para lelaki. Di puncak kebejatannya, ia melakukan perjalanan ke Yerusalem dengan niat menggoda para peziarah. Akan tetapi, ia justru dibuat sadar akan dosa-dosanya dan setelah itu memilih hidup dalam pertobatan dan kesendirian di tengah padang gurun. Transformasi radikal yang dialami Maria menggambarkan dahsyatnya anugerah Allah dan kuasa pemulihan oleh salib Kristus.

Petrus telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, padahal beberapa jam sebelumnya, ia pernah menyatakan kerelaannya mati bagi Yesus (Luk. 22:33). Kegagalan untuk menepati kata-katanya sendiri merupakan pukulan berat bagi Petrus (ay.61-62). Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Petrus sedang mencari ikan bersama para murid di saat Yesus muncul di tengah mereka. Yesus memberi kesempatan bagi Petrus untuk menyatakan kasihnya sebanyak tiga kali—jumlah yang sama dengan penyangkalannya (Yoh. 21:1-3). Kemudian, dengan setiap pengakuan Petrus, Yesus menugaskan Petrus untuk menggembalakan umat-Nya (ay.15-17). Sebagai dampak dari anugerah luar biasa yang Yesus tunjukkan, Petrus pun memegang peran penting dalam membangun gereja hingga pada akhirnya ia rela menyerahkan nyawanya untuk Tuhan.
Anugerah Allah mengubah kita dari pendosa menjadi orang kudus.

Catatan perjalanan hidup kita mungkin juga diawali dengan serangkaian kegagalan dan kekalahan, tetapi anugerah Allah selalu memungkinkan kita untuk menutup catatan itu dengan manis. Oleh anugerah-Nya, Dia menebus dan mengubah kita.
Bagaimana selama ini Anda mengalami anugerah Allah yang mengubahkan? Bagaimana Anda dapat mengungkapkan anugerah-Nya kepada sesama?
Anugerah Allah mengubah kita dari pendosa menjadi orang kudus.
Oleh Remi Oyedele | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Yesus memperingatkan Petrus bahwa Iblis telah meminta izin untuk mengujinya dan iman Petrus akan gugur (Lukas 22:31-34). Sebelum ditangkap, Dia kembali mewanti-wanti Petrus: “Berjaga-jagalah dan berdoalah. . . Roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Ketika Yesus ditangkap, semua murid-Nya melarikan diri. Namun, Petrus dan Yohanes berubah pikiran dan mengikuti Yesus sampai ke rumah Imam Besar dan dibolehkan masuk karena Yohanes “mengenal Imam Besar” (ay.56-58; Yoh 18:15-16). Di halaman rumah itu, Petrus berbaur dengan para pelayan Imam Besar. Di sanalah ia gugur di bawah tekanan dan menyangkal Kristus tiga kali (Lukas 22:54-61). Bertahun-tahun kemudian, berdasarkan pengalaman kegagalannya, Petrus memperingatkan kita: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8).



May 01, 2019, 06:26:01 AM
Reply #2267
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Resep Alkitabiah
  01/05/2019 
Resep Alkitabiah
Baca: Amsal 17:19-22 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 10–11 ; Lukas 21:20-38

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-05-01.mp3


Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. —Amsal 17:22

Greg dan Elizabeth memiliki rutinitas “Malam Lelucon” bersama keempat anak mereka yang masih bersekolah. Masing-masing anak membawa beberapa lelucon yang mereka baca atau dengar (atau karang sendiri!) sepanjang minggu itu untuk diceritakan di meja makan. Tradisi ini menciptakan kenangan gembira mengenai hal-hal menyenangkan yang mereka nikmati bersama di meja makan. Greg dan Elizabeth bahkan menyadari bahwa tertawa itu sehat bagi anak-anak mereka, sehingga mereka tetap bersemangat di tengah hari-hari yang sulit.

Manfaat dari obrolan yang menyenangkan di meja makan juga tidak luput dari perhatian C. S. Lewis, yang menulis, “Tidak ada keceriaan yang melebihi gelak tawa di seputar meja makan.”
Allah Mahakuasa, terima kasih untuk anugerah sukacita yang memenuhi hati kami.

Hikmat tentang memelihara hati yang gembira bisa kita temukan di Amsal 17:22, yang menyebutkan bahwa, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Amsal menawarkan “resep” untuk merangsang kesehatan dan pemulihan dengan membiarkan sukacita mengisi hati kita sebagai obat yang tidak mahal dan sangat mujarab.

Kita semua membutuhkan resep alkitabiah ini. Sukacita yang kita bawa ke dalam pembicaraan dapat menyelesaikan perselisihan. Sukacita juga dapat menolong kita merasakan kedamaian, bahkan setelah ujian yang membuat stres di sekolah atau hari yang berat di kantor. Tawa di antara keluarga dan sahabat dapat menciptakan tempat yang aman bagi kita. Di sanalah kita mengetahui dan merasakan bahwa kita dicintai.

Apakah Anda perlu lebih banyak tertawa sebagai “obat yang manjur” bagi jiwa Anda? Ingatlah, Alkitab mendorong Anda untuk memelihara hati yang gembira.
Bagaimana selera humor yang baik membantu Anda menjalani tantangan hidup baru-baru ini? Apa artinya dipenuhi dengan sukacita Allah bagi Anda?
Allah Mahakuasa, terima kasih untuk anugerah sukacita yang memenuhi hati kami.
Oleh Lisa M. Samra | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Salah satu tantangan dalam mempelajari kitab Amsal adalah memahami apa amsal itu sendiri. Kamus Alkitab Harper’s Bible Dictionary mendefinisikan amsal sebagai “pepatah singkat populer yang menyampaikan kebenaran atau pengamatan dalam bentuk yang ekspresif dan mudah diingat . . . Contoh paling umum adalah peribahasa tentang perilaku atau pengalaman manusia yang dikemas secara menarik, penuh wawasan, jenaka, bahkan lucu.” Kadang mungkin kita suka memaknai amsal sebagai janji yang pasti, padahal bukan. Amsal adalah pepatah-pepatah bijaksana yang memberikan kebijaksanaan hidup yang sifatnya umum. Amsal bukan jaminan; amsal memberikan prinsip-prinsip dan pemikiran yang dapat membimbing kita dengan bijaksana.

Bill Crowder




May 03, 2019, 11:07:05 AM
Reply #2268
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Kasih yang Melampaui Batas
  03/05/2019 
Kasih yang Melampaui Batas
Baca: Lukas 10:25-37 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 14–15 ; Lukas 22:21-46

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-05-03.mp3

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. —Markus 12:31

Di musim panas tahun 2017, serangan Badai Harvey telah mengakibatkan kerugian besar berupa nyawa dan harta benda di daerah Pantai Teluk Amerika Serikat. Banyak orang yang terpanggil untuk menyediakan makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal bagi para korban yang sangat membutuhkan bantuan.

Seorang pemilik toko piano di Maryland terdorong untuk melakukan sesuatu yang lebih. Ia memikirkan bagaimana musik dapat menolong terjadinya pemulihan kepada keadaan yang normal kepada mereka yang telah kehilangan segala-galanya. Jadi, bersama para pegawainya, ia mulai memperbaiki piano-piano bekas dan mencari tahu siapa yang paling membutuhkannya. Musim semi itu, Dean Kramer dan Lois, istrinya, memulai perjalanan panjang ke Houston, Texas, dengan mengendarai truk yang mengangkut piano-piano bekas untuk diberikan kepada keluarga, gereja, dan sekolah di daerah-daerah yang terkena bencana.
Tidak ada hukum lain yang lebih utama,” (Mrk. 12:31) daripada mengasihi Allah dan sesama kita.

Terkadang kita mengartikan kata sesama sebagai mereka yang tinggal dekat dengan kita atau setidak-tidaknya orang yang kita kenal. Namun, dalam Lukas 10, Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati untuk mengajarkan bahwa kasih kita kepada sesama seharusnya tidak memiliki batasan. Orang Samaria itu tidak segan-segan membantu orang asing yang terluka, walaupun ia seorang Yahudi, yang merupakan musuh orang Samaria (ay.25-37).

Ketika Dean ditanya tentang alasannya membagi-bagikan piano, ia menjelaskan dengan singkat: “Kita diajar untuk mengasihi sesama kita.” Yesus sendiri berkata, “Tidak ada hukum lain yang lebih utama,” (Mrk. 12:31) daripada mengasihi Allah dan sesama kita.
Bagaimana selama ini Anda membatasi pemahaman Anda tentang kata sesama? Bagaimana Allah mendesak Anda mengembangkan batasan Anda tentang siapa saja yang menjadi sesama Anda?
Bapa, tolonglah aku melihat melampaui batasan dan hambatan, memandang semua orang sebagai sesamaku, dan mengasihi dengan kemurahan hati yang telah Kau ajarkan kepadaku.
Oleh Cindy Hess Kasper | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Siapakah ahli Taurat itu (Lukas 10:25)? Juga dikenal sebagai ahli kitab, mereka adalah pemegang otoritas hukum Musa. Dalam kitab-kitab Injil, mereka biasanya sepihak dengan orang Farisi dan para imam besar yang menentang Yesus (Matius 22:34-35; Lukas 7:30; 11:46-52), padahal mereka bertanggung jawab memelihara Perjanjian Lama dan menerapkannya dalam kehidupan orang percaya Yahudi.

Alyson Kieda



May 03, 2019, 11:08:41 AM
Reply #2269
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23981
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Terus Mendoakan dari Jauh
  02/05/2019 
Terus Mendoakan dari Jauh
Baca: Lukas 18:1-8 | Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 12–13 ; Lukas 22:1-20
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-05-02.mp3

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. —Kolose 4:2

Kevin menyeka air matanya sembari menyerahkan selembar kertas untuk dibaca Cari, istri saya. Ia tahu Cari dan saya sedang mendoakan anak perempuan kami agar kembali percaya kepada Tuhan Yesus. “Tulisan ini ditemukan dalam Alkitab milik ibu saya setelah beliau meninggal, dan saya berharap ini dapat menguatkan kalian,” katanya. Pada kertas itu tertulis, “Untuk anakku, Kevin.” Di bawahnya tertulis sebuah doa untuk keselamatannya.

“Sekarang saya menyimpan catatan ini dalam Alkitab saya,” Kevin menjelaskan. “Ibu saya berdoa untuk keselamatan saya selama lebih dari tiga puluh lima tahun. Saat itu saya sangat jauh dari Allah, tetapi sekarang saya telah menjadi orang percaya.” Ia menatap kami dengan sungguh-sungguh dan tersenyum sambil berurai air mata: “Jangan pernah menyerah mendoakan anak kalian—berapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan.”
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. —Kolose 4:2

Kata-katanya yang menguatkan mengingatkan saya pada pengantar sebuah cerita tentang doa yang disampaikan Yesus dalam Injil Lukas. Lukas memulai dengan kata-kata, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Luk. 18:1).

Dalam cerita itu, Yesus membandingkan seorang “hakim yang lalim” (ay.6), yang mengabulkan permintaan hanya agar ia tidak diganggu lagi, dengan Bapa Surgawi yang benar-benar peduli kepada kita dan menginginkan kita datang kepada-Nya. Kita akan dikuatkan setiap kali kita berdoa karena kita tahu Allah mendengar dan menerima doa-doa kita.
Siapa yang terus Anda doakan keselamatannya? Bagimana Anda merasa dikuatkan ketika mendengar cerita orang lain yang dijawab doanya?
Abba, Bapa, terima kasih karena tidak ada permintaan yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi-Mu. Tolonglah aku berdoa dengan tekun untuk mereka yang belum mengenal-Mu!
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Bacaan hari ini menjelaskan bahwa Yesus menceritakan perumpamaan hakim dan janda untuk mengajar murid-murid-Nya agar “selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (ay.1). Meski begitu, ada dua poin dalam perumpamaan ini. Tentu, poin utamanya adalah berdoa tiada henti. Seperti si janda terus mendesak hakim yang lalim untuk mengabulkan permohonannya, demikianlah kita harus berdoa kepada Allah secara terus-menerus dan konsisten. Yang kedua, ada sesuatu yang perlu diperhatikan dalam permintaan sang janda, sebab Yesus juga menyinggungnya. Ia meminta keadilan, bukan keluhan pribadi atau upaya mendapat keuntungan. Ia menderita ketidakadilan, itu sebabnya si janda terus memohon kepada hakim—hakim yang tidak adil—agar memberi keadilan kepadanya. Yesus mengatakan bahwa Bapa (yang jelas adil) tentu akan “membenarkan orang-orang pilihan-Nya” (ay.7). Allah Bapa mendengar dan menjawab doa-doa kita yang tiada jemu meminta keadilan.





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)