Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 132555 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

October 31, 2019, 04:31:14 AM
Reply #2440
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Kisah Bekas Luka
  31/10/2019 
Kisah Bekas Luka
Baca: Yohanes 20:24-29 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 22–23 ; Titus 1
00:00
Unduh MP3


https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-10-31.mp3


Lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. —Yohanes 20:27

Semasa kecil, saya pernah melihat kupu-kupu terbang di antara tanaman bunga ibu saya dan saya ingin menangkapnya. Saya pun buru-buru berlari kembali ke dapur dan menyambar stoples kaca, tetapi karena terburu-buru, saya tersandung dan terjatuh di atas lantai teras yang terbuat dari beton. Stoples yang saya bawa pecah berantakan dan menyayat bagian bawah pergelangan tangan saya hingga dibutuhkan delapan belas jahitan untuk menutupnya. Bekas luka itu melingkar seperti ulat di pergelangan tangan saya sebagai kesaksian tentang luka dan kesembuhan yang saya alami.

Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kematian-Nya, Dia juga membawa bekas luka-Nya. Yohanes melaporkan bahwa Tomas ingin melihat “bekas paku pada tangan-Nya” dan Yesus mengundang Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah” (Yoh. 20:25,27). Untuk membuktikan bahwa Dialah Yesus yang sama, Dia bangkit dari kematian dengan bekas-bekas luka dari penderitaan-Nya yang masih terlihat jelas.
Bekas luka Yesus membuktikan bahwa Dialah Juruselamat dan menjadi kesaksian tentang kisah penyelamatan kita.

Bekas luka Yesus membuktikan bahwa Dialah Juruselamat dan menjadi kesaksian tentang kisah penyelamatan kita. Bekas paku di tangan dan kaki-Nya serta lubang di lambung-Nya mengungkapkan kisah tentang penderitaan yang ditimpakan kepada-Nya, yang ditanggung-Nya, dan yang kemudian disembuhkan—semua demi kita. Dia melakukannya agar kita dipulihkan dan kembali kepada-Nya.

Pernahkah Anda merenungkan bekas luka Kristus?
Bagaimana bekas luka Sang Juruselamat menjanjikan pemulihan bagi luka-luka yang kita tanggung? Luka apa yang akan Anda bawa kepada-Nya hari ini?
Ya Tuhan Yesus, betapa aku mensyukuri kesaksian dari bekas luka-Mu yang Engkau ceritakan kepadaku dan kepada dunia ini. Kiranya aku belajar semakin mengasihi-Mu melalui kisah tentang bekas luka-Mu itu.
Oleh Elisa Morgan | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas)—disebut demikian karena ketiganya berisi banyak peristiwa serupa dengan urutan waktu yang sama—tidak menceritakan apapun tentang Tomas kecuali mencantumkan namanya dalam daftar dua belas rasul (Matius 10:3; Markus 3:18; Lukas 6:15). Dalam Injil Yohanes, barulah kita melihat lebih banyak mengenai interaksinya dengan Yesus (Yohanes 11:14-16; 14:5-6; 20:24-29; 21:1-14). Dalam Yohanes 11:16, ia disebut “Tomas (yang disebut Didimus).” Tomas adalah namanya dalam bahasa Ibrani; Didimus dalam bahasa Yunani, yang bermakna “kembar.” Jadi, sejumlah terjemahan menuliskan namanya sebagai “Thomas, si kembar” (NLT, ESV, NKJV). Yohanes menggambarkan Tomas sebagai orang yang sungguh-sungguh mempercayai Yesus. Ketika Lazarus mati, Yesus hendak kembali ke Yudea untuk melihatnya (11:14). Sebelum itu, orang Yahudi berusaha merajam Yesus (10:31, 39), sehingga sangatlah berbahaya bagi-Nya untuk kembali ke Yudea. Tomas memperlihatkan pengabdian penuh kepada Kristus ketika ia mengajak para murid lainnya, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia” (11:16). —K.T. Sim



November 01, 2019, 05:15:03 AM
Reply #2441
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Pintu Perdamaian
  01/11/2019 
Pintu Perdamaian
Baca: 2 Korintus 5:14-21 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 24–26 ; Titus 2
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-01.mp3

Semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan perdamaian itu kepada kami. —2 Korintus 5:18

Di Katedral St. Patrick di Dublin, Irlandia, ada sebuah pintu yang menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi lima abad lalu. Pada tahun 1492, keluarga Butler dan FitzGerald bertengkar memperebutkan sebuah jabatan di daerah tersebut. Pertengkaran mereka semakin sengit, hingga membuat keluarga Butler mengungsi ke katedral tadi. Ketika keluarga FitzGerald datang untuk meminta perdamaian, keluarga Butler takut untuk membuka pintu. Akhirnya keluarga FitzGerald membuat lubang pada pintu dan pemimpinnya mengulurkan tangan ke dalam sebagai tanda perdamaian. Kedua keluarga itu pun berdamai, dari musuh menjadi teman.

Allah mempunyai pintu perdamaian yang ditulis Rasul Paulus dengan bersemangat dalam surat kepada jemaat di Korintus. Atas inisiatif-Nya dan karena kasih-Nya yang tak terbatas, Allah memulihkan hubungan yang rusak dengan manusia lewat kematian Kristus di kayu salib. Kita pernah jauh dari Allah, tetapi dalam belas kasih-Nya, Dia tidak meninggalkan kita. Dia menawarkan perdamaian dengan-Nya—“dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka” (2Kor. 5:19). Tuntutan keadilan terpenuhi ketika “[Yesus] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (ay.21).
Allah menawarkan pengampunan dan pemulihan penuh kepada setiap orang yang percaya.

Setelah kita menerima uluran tangan perdamaian Allah, kita diberi tugas penting untuk membawa pesan perdamaian tersebut kepada orang lain. Kini kita mewakili Allah yang ajaib dan penuh kasih, yang menawarkan pengampunan dan pemulihan penuh kepada setiap orang yang percaya.
Apa arti perdamaian yang Allah tawarkan bagi Anda? Bagaimana cara Anda meneruskan tawaran-Nya kepada mereka yang perlu mendengarnya hari ini?
Ya Allah, terima kasih karena Engkau tidak meninggalkanku tanpa harapan, dan terpisah dari-Mu selamanya. Terima kasih karena pengorbanan Anak-Mu yang terkasih, Yesus, telah membuka jalanku untuk datang kepada-Mu.
Oleh Estera Pirosca Escobar | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kalimat kunci dari nas hari ini terdapat dalam ayat 20, “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.” Tyndale Bible Dictionary mendefinisikan utusan sebagai “pembawa pesan atau duta yang secara resmi mewakili otoritas yang lebih tinggi.” Hal ini menjelaskan bahwa pengertian seorang utusan dalam Perjanjian Lama adalah “pengantar pesan, duta, atau negosiator yang diutus dalam misi khusus sebagai wakil resmi dari sang raja, pemerintah, atau otoritas yang mengutusnya.” Deskripsi ini memberikan latar belakang tentang tantangan yang dihadapi Paulus (dan kita) sebagai utusan Allah bagi dunia. Misi kita adalah menjadi wakil dari otoritas tertinggi di alam semesta—sang Pencipta sendiri—dan menyampaikan pesan atas nama-Nya kepada orang-orang yang kita jumpai. —Bill Crowder





November 02, 2019, 05:28:27 AM
Reply #2442
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tempat Teraman
  02/11/2019 
Tempat Teraman
Baca: Mazmur 46:1-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 27–29 ; Titus 3
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-02.mp3

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan. —Mazmur 46:2

Saat Badai Florence yang daya rusaknya sangat besar bergerak mendekati Wilmington, Carolina Utara, anak perempuan saya bersiap-siap meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Ia sempat menunggu hingga detik-detik terakhir, dengan harapan badai itu akan menjauh dari rumahnya. Namun kemudian, ia harus buru-buru menyortir dokumen-dokumen penting, foto-foto, dan barang-barang mana yang akan dibawa. ”Aku tidak mengira pergi mengungsi akan sesulit ini,” ceritanya kepada saya beberapa saat kemudian, “tetapi saat itu aku tidak tahu apakah semuanya akan masih ada waktu aku kembali.“

Badai hidup dapat datang dalam berbagai bentuk: topan badai, tornado, gempa bumi, banjir, masalah yang tak terduga dalam pernikahan atau dengan anak-anak, gangguan kesehatan, atau masalah keuangan yang mendadak muncul. Begitu banyak hal berharga yang bisa hilang lenyap dalam sekejap mata.
Masalah boleh datang, tetapi Allah sanggup mengatasi semuanya.

Di tengah badai, Kitab Suci menunjukkan kepada kita tempat yang paling aman: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah” (Mzm. 46:2-3).

Para penulis mazmur ini adalah keturunan seorang laki-laki dari generasi lampau yang pernah melayani Allah tetapi kemudian memberontak dan binasa dalam gempa bumi (lihat Bil. 26:9-11). Pandangan mereka menunjukkan kerendahan hati dan pemahaman yang mendalam tentang kebesaran, belas kasihan, dan kasih penebusan Allah.

Masalah boleh datang, tetapi Allah sanggup mengatasi semuanya. Mereka yang berlari kepada Sang Juruselamat tahu bahwa Dia tidak tergoncangkan. Dalam tangan kasih-Nya yang abadi kita menemukan tempat yang aman dan damai.
Di tengah badai hidup yang tak terduga, bagaimana cara Allah memberi Anda kedamaian? Bagaimana Anda dapat berlari kepada-Nya hari ini?
Ya Allah, Engkau yang lebih dahsyat dari badai, tolonglah aku menyerahkan ketakutanku pada tangan-Mu hari ini dan bersandar pada kasih abadi-Mu.
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mazmur 46 memuji Allah sebagai satu-satunya sumber damai sejahtera, sukacita, dan kekuatan di dunia yang yang berat ini. “Kota Allah” (ay.5) kemungkinan besar mengacu kepada Yerusalem, yang dipandang sebagai tempat kediaman Allah bersama umat-Nya (ay.6). “Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai” (ay.5) tampaknya melambangkan tak hanya sumber air secara harfiah tetapi juga hadirat Allah yang terus menghadirkan makanan rohani, penyucian, dan pembaharuan bagi umat-Nya. Yoel 3:18 memakai kiasan serupa untuk menggambarkan mata air yang mengalir dari rumah Allah. Mata air mengalirkan air hidup dari Allah yang melambangkan pemeliharaan atas umat-Nya setelah penghakiman bangsa-bangsa. Kitab Wahyu juga menggambarkan sungai yang mengalir dari takhta Allah. Setelah Yesus sepenuhnya mengalahkan kutuk maut dan si jahat (22:3), hadirat Allah akan mengalir kepada semua orang “untuk menyembuhkan bangsa-bangsa” (ay.2). Saat itulah kekayaan dan sukacita seluruh ciptaan akhirnya dipulihkan. —Monica Brands





November 03, 2019, 04:53:35 AM
Reply #2443
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Umat Manusia yang Baru
  03/11/2019 
Umat Manusia yang Baru
Baca: Kisah Para Rasul 2:1-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 30–31 ; Filemon
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-03.mp3

Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. —Kisah Para Rasul 2:6

Ketika saya mengunjungi galeri Tate Modern di London, ada sebuah karya seni yang menarik perhatian saya. Karya buatan seniman Brasil, Cildo Meireles, tersebut berbentuk menara raksasa yang terbuat dari ratusan radio tua. Setiap radio dinyalakan dan disetel ke stasiun yang berbeda, sehingga tercipta suasana hiruk pikuk yang membingungkan dan tidak dapat dimengerti. Meireles menamai karya seninya itu Babel.

Nama yang cocok sekali. Di menara Babel yang asli, Allah menggagalkan usaha manusia untuk mencapai langit dengan cara mengacaubalaukan bahasa mereka (Kej. 11:1-9). Karena tidak dapat lagi saling berkomunikasi, manusia pun terpecah menjadi berbagai suku dan dialek (ay.10-26). Karena dipisahkan oleh bahasa, sejak saat itulah kita berusaha keras untuk memahami satu sama lain.
Melalui Yesus, Allah membentuk umat manusia yang baru dari setiap bangsa, suku, dan bahasa (Why. 7:9)

Namun kisah tadi mempunyai kelanjutan. Ketika ROH KUDUS turun ke atas jemaat mula-mula di hari Pentakosta, Dia memampukan mereka memuji Allah dalam berbagai bahasa yang dimengerti oleh para pendatang di Yerusalem hari itu (Kis. 2:1-12). Melalui mukjizat itu, setiap orang mendengarkan pesan yang sama, apa pun kebangsaan dan bahasa mereka. Kekacauan di Babel telah dibalik.

Itulah kabar baik bagi dunia dengan banyak etnis dan budaya. Melalui Yesus, Allah membentuk umat manusia yang baru dari setiap bangsa, suku, dan bahasa (Why. 7:9) Saat berdiri di galeri Tate Modern, saya membayangkan semua radio tersebut tiba-tiba beralih ke sinyal baru dan memperdengarkan satu lagu yang sama kepada seluruh isi ruangan tersebut: “Ajaib benar anugerah pembaru hidupku!”
Bagaimana kesamaan iman Anda dengan orang percaya dari bangsa-bangsa lain dapat membawa kesatuan di tengah perbedaan? Bagaimana cara Anda untuk membantu menciptakan keharmonisan?
Allah meruntuhkan segala sekat demi membentuk umat manusia yang baru.
Oleh Sheridan Voysey | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Perayaan Pentakosta pada kalender Masehi terjadi tujuh minggu (atau lima puluh hari) setelah Paskah, untuk memperingati turunnya ROH KUDUS (sesuai janji Yesus—Lukas 24:49; Kisah Para Rasul 1:5,8), lahirnya jemaat, dan berkumpulnya anggota keluarga Allah yang mula-mula. Namun, sebelum menjadi hari raya penting bagi orang Kristen, Pentakosta sudah dirayakan oleh umat Allah dalam Perjanjian Lama. Perayaannya terjadi tujuh minggu setelah Paskah pada hari kelima puluh (lihat Imamat 23:15-22), juga dikenal sebagai Hari Raya Tujuh Minggu atau Hari Raya Panen. Festival panen besar ini begitu istimewa sampai-sampai pekerjaan dihentikan dan orang-orang dewasa harus berangkat ke tempat ibadah untuk mempersembahkan roti yang dibuat dari gandum baru (ay.17-22). Setelah kematian dan kebangkitan Kristus, pada hari yang bermakna penting inilah Allah mengutus ROH KUDUS. —Arthur Jackson





November 04, 2019, 06:02:33 AM
Reply #2444
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Tidak Takut Lagi
  04/11/2019 
Tidak Takut Lagi
Baca: Zefanya 3:9-17 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 32–33 ; Ibrani 1
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-04.mp3

Mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya. —Zefanya 3:13

Seorang gadis kecil berusia dua belas tahun telah diculik, dibawa ke hutan, dan dianiaya oleh tujuh laki-laki di Etiopia. Ketika polisi menemukannya seminggu kemudian, tiga ekor singa bersurai hitam mengelilingi dan menjaganya, seolah-olah ia adalah bagian dari kawanan mereka. Rupanya, ketika gadis itu berteriak minta tolong, sekawanan kecil singa mendengar teriakannya dan datang mengusir kawanan penculik itu. “[Singa-singa itu] berjaga mengelilingi gadis itu. Ketika kami datang, mereka meninggalkannya begitu saja seperti memberi kami hadiah, dan masuk kembali ke dalam hutan,” cerita Sersan Wondimu saat diwawancara.

Adakalanya kita merasa kejahatan dan kekerasan seperti yang dialami oleh gadis itu begitu menyelimuti kehidupan kita, sehingga kita merasa sangat takut dan putus asa. Di masa lampau, bangsa Yehuda juga mengalami hal yang sama. Mereka dikepung oleh pasukan musuh yang garang tanpa adanya harapan untuk bisa lolos. Ketakutan menyelimuti mereka. Namun, Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan meneguhkan kehadiran-Nya: “Raja Israel, yakni Tuhan, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi” (Zef. 3:15). Bahkan ketika malapetaka terjadi karena pemberontakan kita, Allah tetap datang menyelamatkan kita. “Tuhan Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan” (ay.17).
Allah kita menjamin bahwa Dia selalu ada bersama kita.

Apa pun masalah atau kejahatan yang tiba-tiba menimpa kita, Tuhan Yesus—Singa dari suku Yehuda—selalu menyertai kita (Why. 5:5). Walaupun kita merasa sendirian, Juruselamat kita yang tangguh itu selalu menyertai kita. Apa pun ketakutan yang mengancam kita, Allah kita menjamin bahwa Dia selalu ada bersama kita.
Apa ketakutan terbesar Anda saat ini? Bagaimana janji penyertaan Allah menguatkan Anda?
Allah Pahlawanku, aku membutuhkan-Mu. Aku memerlukan penyertaan-Mu untuk mengalahkan rasa takutku. Aku memilih untuk percaya kepada-Mu.
Oleh Winn Collier | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Nabi Zefanya menulis kitabnya pada masa pembaharuan yang diadakan oleh Yosia (Zefanya 1:1), raja saleh yang terakhir di Yehuda (2 Raja-Raja 22:1–23:25). Yosia menemukan “kitab Taurat” (22:8) dan menyuruhnya dibacakan bagi rakyat Yehuda. Mungkin itulah sebabnya kitab Zefanya banyak menggemakan tema kitab Ulangan. Kitab Zefanya menubuatkan bahwa Allah akan menjalankan penghakiman yang telah diperingatkan dalam kitab Ulangan. Namun, Allah juga akan menggerakkan pertobatan mereka: “Sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa” (Zefanya 3:9); “Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak” (ay.11). Penghakiman Allah memurnikan umat-Nya. —Tim Gustafson




November 05, 2019, 05:47:32 AM
Reply #2445
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Lakukan Segera
  05/11/2019 
Lakukan Segera
Baca: Yohanes 14:15-21 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 34–36 ; Ibrani 2
00:00
Unduh MP3


https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-05.mp3

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. —Yohanes 14:15

Kapan terakhir kali Anda merasakan terdorong untuk menolong seseorang, tetapi Anda membiarkan dorongan itu berlalu begitu saja tanpa menanggapinya? Dalam buku The 10-Second Rule (Aturan 10 Detik), Clare De Graaf berpendapat bahwa dorongan batin yang kita terima sehari-hari dapat menjadi salah satu cara yang digunakan Allah untuk membangun kerohanian yang lebih kuat, yaitu kehidupan dalam ketaatan yang didasarkan oleh kasih kita kepada-Nya. Aturan 10 detik cukup sederhana, yaitu: “Lakukan segera ketika Anda secara sadar yakin Tuhan Yesus ingin Anda melakukannya,” dan lakukan itu “sebelum Anda berubah pikiran.”

Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15). Kita mungkin berpikir, Aku memang mengasihi Dia, tetapi bagaimana aku bisa yakin itu kehendak-Nya untuk taat kepada-Nya? Dalam hikmat-Nya, Yesus telah menyediakan apa yang kita butuhkan untuk semakin memahami dan mengikuti hikmat yang kita temukan dalam Alkitab. Dia pernah berkata, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran” (ay.16-17). Hanya dengan karya ROH KUDUS, yang menyertai kita dan berdiam di dalam kita, kita dapat belajar taat kepada Yesus dan “menuruti segala perintah-[Nya]” (ay.15)—menanggapi dorongan batin yang kita alami di sepanjang hari yang kita jalani (ay.17).
ROH KUDUS menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mengikut Yesus dengan taat.

Dalam perkara besar maupun kecil, ROH KUDUS memotivasi kita untuk dengan yakin melakukan dengan iman apa yang memuliakan Allah dan yang menunjukkan kasih kita kepada Dia serta sesama (ay.21).
Mengapa penting bagi Anda untuk mengikuti dorongan Roh yang sejalan dengan Kitab Suci? Bagaimana Anda dapat hidup lebih taat dengan pertolongan ROH KUDUS?
ROH KUDUS menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mengikut Yesus dengan taat.
Oleh Ruth O’Reilly-Smith | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Bacaan hari ini menceritakan percakapan Kristus di ruang atas—sewaktu Dia mengajar murid-murid-Nya (Yohanes 14–16)—beberapa jam sebelum penderitaan-Nya dimulai di Getsemani. Yesus mengumumkan bahwa Dia akan pergi meninggalkan mereka (14:1-4), maka salah satu topik utama dari pengajaran ini mencakup datangnya ROH KUDUS dan karya-Nya dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Kata-kata yang dipakai untuk menggambarkan ROH KUDUS adalah penasihat dan penolong (ay.16), kebenaran (ay.17), pengajar (ay.26), saksi (15:26-27), yang menginsafkan (16:7-8), serta pemimpin (ay.13). Namun, peran-peran itu lebih dari sekadar alasan fungsional kedatangan ROH KUDUS. Peran-peran ini berada dalam konteks kepergian Kristus. Jadi, setiap peran dimaksudkan untuk membawa penghiburan dan hadirat Allah bagi orang percaya ketika Yesus tak lagi bersama mereka secara jasmani. Pelayanan ROH KUDUS adalah untuk mengatasi ketakutan, kebingungan, dan kehilangan yang dialami oleh orang-orang itu karena kepergian Kristus. —Bill Crowder




November 06, 2019, 05:28:59 AM
Reply #2446
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Jangan Pernah Menyerah
  06/11/2019 
Jangan Pernah Menyerah


https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-06.mp3

Baca: Lukas 8:40-48 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 37–39 ; Ibrani 3
00:00
Unduh MP3
Kata [Yesus] kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat.” —Lukas 8:48

Ketika seorang teman didiagnosis menderita kanker, dokter menyarankan agar ia bersiap-siap dan membereskan segala urusan yang tersisa. Sambil terisak-isak, ia menelepon saya, mengkhawatirkan suami dan anak-anaknya yang masih kecil. Saya pun meminta teman-teman dekat kami untuk mendoakannya. Kami gembira saat dokter lain menguatkannya untuk tidak putus asa dan menegaskan bahwa ia dan timnya akan berusaha keras meringankan penderitaannya. Meski hari-hari yang dilaluinya terkadang sangat berat, teman saya tetap fokus kepada Allah dan bukan pada masalahnya. Ia tidak pernah menyerah.

Keteguhan imannya mengingatkan saya kepada perempuan yang nekat dalam Lukas 8. Didera oleh penderitaan, kekecewaan, dan pengucilan dua belas tahun lamanya, ia menghampiri Yesus dari belakang dan menjamah ujung jubah-Nya. Kesembuhan yang langsung ia terima adalah buah dari tindakan imannya: terus berharap, percaya bahwa Yesus sanggup melakukan apa yang tidak dapat dilakukan orang lain, meski situasinya terlihat sangat mustahil (ay.43-44).
Kita dipanggil untuk meyakini bahwa Dia selalu sanggup, selalu dapat dipercaya, dan selalu dapat kita jangkau.

Mungkin kita sedang mengalami penderitaan yang terasa tidak kunjung berakhir, situasi yang terlihat kelam, atau penantian yang sudah tidak tertahankan lagi. Mungkin kita mengalami situasi yang menekan kita dari segala arah. Mungkin kita tidak kunjung memperoleh kesembuhan yang kita harapkan sekalipun kita terus mempercayai Kristus. Meskipun demikian, Yesus tetap mengajak kita untuk terus mencari Dia, mempercayai-Nya, dan tidak pernah menyerah. Kita dipanggil untuk meyakini bahwa Dia selalu sanggup, selalu dapat dipercaya, dan selalu dapat kita jangkau.
Bagaimana baru-baru ini Anda memutuskan tetap mempercayai Yesus di tengah banyaknya tantangan yang ada? Pengharapan apa yang Anda temukan di dalam Dia?
Tuhan Yesus, terima kasih sudah mengingatkan kami bahwa kami tidak pernah berada di luar jangkauan-Mu atau ditinggalkan tanpa harapan. Engkau sanggup melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh siapa pun.
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Lukas menjabarkan deskripsi paling lengkap tentang kaum perempuan yang mengikuti Yesus serta mendukung-Nya dalam keuangan (8:1-3). Ia juga menceritakan kesembuhan seorang wanita yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan (ay.43-48) dan kebangkitan anak perempuan berusia dua belas tahun (ay.40-56). Di tengah-tengah peristiwa itu ia menyisipkan ucapan Yesus yang mengejutkan tentang Maria, ibu-Nya (ay.19-21).

Lukas memancing pembaca untuk melihat apakah pengulangan angka dua belas dalam kisah Kristus dan para perempuan itu hanyalah kebetulan atau memiliki makna ilahi (ay.42-43). Melihat ke belakang, dua belas suku dan dua belas rasul dipilih untuk memberikan kesaksian tentang anak pengharapan yang dijanjikan kepada Hawa (Kejadian 3:15). Memandang ke depan, kitab Wahyu menyebutkan dua belas kesaksian tentang genapnya pemulihan dunia (22:1-2). —Mart DeHaan



November 07, 2019, 07:15:09 AM
Reply #2447
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

“Aku Suka Sekali—Sampai Segini”
  07/11/2019 
“Aku Suka Sekali—Sampai Segini”
Baca: 1 Yohanes 4:7-19 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 40–42 ; Ibrani 4
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-07.mp3

Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. —1 Yohanes 4:16

Jenna, keponakan saya yang berusia 3 tahun, memiliki kebiasaan yang selalu berhasil meluluhkan hati saya. Bila menyukai sesuatu (sangat menyukainya), apakah itu pai krim pisang, loncat-loncatan di trampolin, atau bermain frisbee, ia akan berseru, “Aku suka sekali—sampai segini!” (“sampai segini” itu selalu dengan kedua tangan yang dibentangkannya lebar-lebar).

Terkadang saya takjub, Kapan terakhir kalinya saya suka sesuatu sampai seperti itu? Tanpa menutup-nutupi, tanpa takut sama sekali?
Setiap saat saya ditopang oleh kasih dan anugerah Allah yang tak berkesudahan.

“Allah adalah kasih,” tulis Yohanes (1Yoh. 4:8,16). Ia menulisnya berulang kali mungkin karena kebenaran tentang kasih Allah—dan bukan kemarahan, ketakutan, atau rasa malu kita—sebagai dasar yang menopang segala realitas itu tidak mudah dimengerti oleh orang-orang dewasa. Dunia membagi kita dalam kelompok-kelompok berdasarkan apa yang paling kita takuti—dan kita sering menurutinya, sambil mengabaikan atau mengecam suara-suara yang menentang pilihan kita untuk memandang realitas yang ada.

Namun, di tengah segala tipu daya dan perebutan kekuasaan yang duniawi (ay.5-6), kebenaran tentang kasih Allah tetap sama, bagaikan terang yang menyinari kegelapan, yang mengajak kita untuk belajar tentang kerendahan hati, kepercayaan, dan kasih (1:7-9; 3:18). Meskipun terang itu mungkin menyingkapkan kebenaran yang menyakitkan, kita dapat meyakini bahwa kita akan tetap dikasihi (4:10,18; Rm. 8:1).

Ketika Jenna mencondongkan badan dan berbisik kepada saya, “Aku sayang Tante—sampai segini!” Saya membalasnya dengan berbisik, “Tante juga sayang kamu—sampai segini!” Saya pun bersyukur sudah diingatkan bahwa di setiap saat saya ditopang oleh kasih dan anugerah Allah yang tak berkesudahan.
Kapan Anda pernah merasa tertekan sampai meyakini bahwa ketakutan telah mengalahkan kasih? Apa yang mungkin terjadi pada hubungan Anda dengan orang lain apabila ketakutan tidak lagi menguasai Anda?
Allah yang baik, terima kasih untuk kasih-Mu. Tolonglah kami mempercayai dan mengikuti terang serta kasih-Mu sekalipun aku berjalan dalam gelap.
Oleh Monica Brands | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kata kasih dipakai 22 kali dengan berbagai bentuk dalam 1 Yohanes 4:7-19. Pengulangan menunjukkan bahwa kata itu penting—10 kali sebagai kata kerja agapao (ay.7,8,10,11,12,19), dan 12 kali sebagai kata benda agape (ay.7,8,9,10,12,16,17,18). Agape dipakai dalam seluruh Kitab Suci untuk menggambarkan kasih di antara orang-orang percaya dan kasih Allah kepada kita serta kasih Bapa kepada Kristus. —Julie Schwab




November 08, 2019, 05:56:52 AM
Reply #2448
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Luar Biasa!
  08/11/2019 
Luar Biasa!
Baca: Amsal 12:12,24-28 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 43–45 ; Ibrani 5
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-08.mp3

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. —Amsal 12:24

Ini lomba lari lintas alam pertama bagi anak-anak kelas tujuh, tetapi seorang anak perempuan tidak mau ikut. Meski telah menyiapkan diri, ia khawatir tidak akan bisa melakukannya. Namun akhirnya, ia ikut berlomba juga bersama anak-anak lain. Kemudian, satu per satu pelari menyelesaikan jarak 2 mil itu dan mencapai garis akhir—kecuali si pelari yang memang sudah ogah-ogahan dari awal. Sang ibu yang menunggu finis melihat sosok anaknya sendirian di kejauhan. Ia pun bergegas menghampiri garis finis, supaya ia bisa menghibur peserta yang tertinggal itu. Namun, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Begitu pelari kecil itu melihat ibunya, ia berseru, “Ini luar biasa!” Apa yang luar biasa dari menjadi yang terakhir mencapai garis finis? Berhasil mencapai garis akhir itu sendiri!

Gadis itu telah mencoba sesuatu yang sulit dan berhasil menyelesaikannya! Alkitab menghargai kerja keras dan kerajinan, suatu konsep yang sering dipelajari melalui olahraga, musik, atau hal-hal lain yang membutuhkan kegigihan dan usaha.
Marilah bekerja dengan kekuatan yang Dia berikan kepada kita—dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.

Amsal 12:24 berkata, “Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.” Selanjutnya, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja” (14:23). Prinsip-prinsip bijaksana tersebut—bukan janji—dapat membantu kita melayani Allah dengan benar.

Kehendak Allah atas kita selalu melibatkan pekerjaan. Sebelum jatuh dalam dosa, Adam diperintahkan untuk “mengusahakan dan memelihara taman [Eden]” (Kej. 2:15). Apa pun yang kita perbuat, patut dilakukan “dengan segenap hati” (Kol. 3:23). Marilah bekerja dengan kekuatan yang Dia berikan kepada kita—dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.
Apa yang dapat saya pelajari dari remaja putri tadi tentang kerajinan dan ketekunan? Bagaimana saya memuliakan Allah dengan kerja keras dan memberi yang terbaik?
Bapa di surga, mampukanlah aku agar dapat melakukan apa pun yang Engkau minta kulakukan hari ini—besar atau kecil.
Oleh Dave Branon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Amsal adalah salah satu Kitab Hikmat dalam Perjanjian Lama di samping Ayub, Mazmur, Pengkhotbah, dan Kidung Agung. Salah satu ciri dari tulisan-tulisan ini adalah banyaknya pemakaian puisi, dan sebagaimana yang tampak lewat genrenya, tujuan utamanya adalah meraih hikmat. Dalam Amsal, para penulis (Salomo dan yang lainnya) terutama memakai kalimat wejangan untuk mengajar umat Allah menerapkan hikmat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah tafsir, hikmat di sini berarti “keterampilan dalam seni menjalankan hidup saleh.” Tema utama kitab Amsal yang lainnya adalah persahabatan, cara bicara, pernikahan, mendidik anak, pekerjaan, kerajinan dan kemalasan. Dalam bacaan hari ini tampak perbandingan kemalasan dan kerajinan, khususnya dalam 12:24,27, dan sepanjang kitab Amsal (6:6-10; 10:4; 20:13; 24:30-34). —Alyson Kieda




November 09, 2019, 05:29:21 AM
Reply #2449
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://santapanrohani.org/

Doa yang Tidak Berkesudahan
  09/11/2019 
Doa yang Tidak Berkesudahan
Baca: Wahyu 8:1-5 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 46–47 ; Ibrani 6
00:00
Unduh MP3


https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-11-09.mp3

Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang. —Mazmur 141:2

“Doa takkan pernah mati.” Sungguh pernyataan yang menarik dari E. M. Bounds (1835–1913), yang banyak menulis tentang doa dan menginspirasi generasi demi generasi. Ia melanjutkan pernyataannya tentang kuasa dan sifat doa yang tidak berkesudahan demikian: “Bibir yang memanjatkan doa itu mungkin sudah tertutup oleh kematian, jantung yang merasakannya sudah berhenti berdetak, tetapi doa-doa mereka tetap hidup di hadapan Allah, hati Allah melekat pada doa-doa itu, dan doa-doa mereka bertahan melampaui mereka yang memanjatkannya; doa bertahan melebihi satu generasi, satu abad, bahkan satu dunia.”

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah doa-doa Anda—khususnya doa yang lahir dari kesulitan, kesakitan, dan penderitaan—sampai ke telinga Allah? Kata-kata Bounds yang begitu bijaksana mengingatkan kita betapa pentingnya doa-doa kita. Itu juga yang kita baca di Wahyu 8:1-5. Bagian itu menggambarkan keadaan surga (ay.1), tempat Allah bertakhta dan mengendalikan alam semesta. Para malaikat berdiri di hadapan Allah (ay.2) dan seorang malaikat, seperti imam pada zaman lampau, mempersembahkan dupa yang berbau harum bersama dengan doa-doa “semua orang kudus” (ay.3). Penggambaran bagaimana doa-doa yang dipanjatkan di bumi sampai kepada Allah di surga sungguh membuka mata sekaligus menguatkan kita (ay.4). Ketika kita mengira doa-doa kita mungkin hilang di tengah jalan atau dilupakan, kiranya apa yang kita baca ini menghibur dan mendorong kita untuk tetap sungguh-sungguh berdoa, karena doa-doa kita berharga bagi Allah!
Doa-doa kita berharga bagi Allah!
Pernahkah Anda mempertanyakan apakah Allah benar-benar mendengar doa Anda? Bagaimana bagian seperti Wahyu 8:1-5 menyegarkan kembali kehidupan doa Anda?
Bapa, terima kasih karena Engkau sangat peduli kepada kami, lebih dari yang kami sadari. Tolonglah aku untuk tenang karena tahu mata-Mu tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-Mu terbuka kepada doa-doa kami.
Oleh Arthur Jackson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kitab Wahyu adalah salah satu bagian paling misterius dalam Alkitab. Kitab Wahyu penuh dengan perlambang, metafora, kiasan, serta tindakan yang dahsyat. Selama berabad-abad, para pakar Alkitab tidak sependapat soal makna dari nubuatan ini. Namun, ada beberapa hal yang jelas. Pertama, kitab ini lebih menekankan tentang Yesus daripada peristiwa-peristiwa yang digambarkan. Kitab Wahyu dimulai dengan pembukaan, “Wahyu Yesus Kristus” (1:1). Wahyu artinya penyingkapan, jadi kitab Wahyu menuliskan tentang Yesus yang menyingkapkan semuanya itu. Kedua, kitab ini ditulis kepada jemaat-jemaat yang benar-benar ada, yang sedang menghadapi tantangan-tantangan nyata, dengan tujuan menghibur mereka dalam ujian tersebut (pasal 2–3). Ketiga, pesan kitab Wahyu adalah pembalikan atau pemulihan dampak-dampak dosa yang diperbuat Adam dan Hawa. Mereka terpisah dari Allah dan taman-Nya yang sempurna, tetapi semua kebaikan itu dipulihkan oleh kemenangan Kristus (pasal 21–22). —Bill Crowder





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)