Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 154694 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 15, 2021, 05:26:52 AM
Reply #2890
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2021/02/15/bagai-pinang-dibelah-dua/


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-15.mp3

Bagai Pinang dibelah Dua
  15/02/2021 
Bagai Pinang dibelah Dua
Baca: Kolose 1:15-23 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 17–18; Matius 27:27-50
00:00
Unduh MP3
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. –Kolose 1:15

Dalam sebuah acara piknik, kami bertemu dengan seorang wanita yang mengenal keluarga suami saya sejak ia masih kecil. Begitu melihat Alan dan putra kami, Xavier, wanita itu berkata, “Anakmu bagai pinang dibelah dua dengan ayahnya. Matanya dan senyumnya sama persis dengan ayahnya.” Selain mengungkapkan kemiripan fisik antara ayah dan anak, wanita itu bahkan menyadari adanya kesamaan dalam kepribadian mereka berdua. Namun, meskipun mereka mirip dalam banyak hal, sebenarnya anak saya tidak mencerminkan ayahnya dengan sempurna.

Hanya ada satu Anak—Yesus—yang mencerminkan Bapa-Nya dengan sempurna. Kristus adalah “gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” (ay.15). Di dalam Dia, oleh Dia, dan untuk Dia segala sesuatu diciptakan (ay.16). “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia” (ay.17).
Alangkah senangnya jika seseorang berkata bahwa kita sangat mirip Tuhan Yesus!

Kita dapat meluangkan waktu bersama Allah dengan berdoa dan mempelajari Alkitab supaya kita menemukan karakter Bapa lewat perhatian kita kepada Yesus Kristus—Allah yang menjadi manusia. Dia mengundang kita untuk menyaksikan kasih-Nya secara nyata dengan memperhatikan bagaimana Dia berinteraksi dengan orang lain dalam Alkitab dan dalam hidup kita sehari-hari. Setelah menyerahkan hidup kepada Kristus dan menerima karunia ROH KUDUS, kita dapat bertumbuh semakin mengenal dan mempercayai Bapa kita yang Mahakasih. Dia mengubah kita agar kita mencerminkan karakter-Nya dan supaya kita dapat hidup bagi Dia.

Bayangkan, alangkah senangnya jika seseorang berkata bahwa kita sangat mirip Tuhan Yesus!
Karakter Yesus apa yang telah Anda kembangkan dalam hidup Anda selama setahun terakhir? Sifat apa yang ingin Anda kembangkan di tahun mendatang?
Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk lebih mengenal-Mu di saat Engkau terus menjadikan kami semakin serupa dengan-Mu!
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Dalam Kolose 1:15-23, Paulus menegaskan keilahian dan keutamaan Kristus atas segala ciptaan. Manusia diciptakan “menurut gambar Allah” (Kejadian 1:27), tetapi Yesus “adalah gambar [eikōn dalam bahasa Yunani] Allah yang tidak kelihatan” (Kolose 1:15). Eikōn mengandung arti “potret” atau “yang persis sama”, sebagaimana disebutkan pula dalam 2 Korintus 4:4. Penulis surat Ibrani menggambarkan Yesus sebagai “gambar wujud Allah” (Ibrani 1:3); “gambar yang nyata dari diri Allah sendiri” (BIS). Rasul Yohanes menyatakan bahwa Yesus “menyatakan [Allah]” (Yohanes 1:18); “yang perkenalkan Allah kepada kita” (TSI). Yesus sendiri berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. . . . Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (10:30; 14:9). –K.T. Sim


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115531/share_odb_2021-02-15.jpg


https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/





February 16, 2021, 05:23:32 AM
Reply #2891
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/


https://santapanrohani.org/2021/02/16/berpikir-secara-berbeda/


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-16.mp3

Berpikir Secara Berbeda
  16/02/2021 
Berpikir Secara Berbeda
Baca: Roma 12:1-3 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 19–20; Matius 27:51-66
00:00
Unduh MP3
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. –Roma 12:2

Semasa kuliah, saya pernah menikmati musim panas yang indah di Venezuela. Makanannya  enak-enak, penduduknya ramah, iklimnya bagus, dan keramahtamahannya sangat mengagumkan. Namun, setelah satu-dua hari di sana, saya menyadari bahwa pandangan saya tentang pengaturan waktu berbeda dengan kebiasaan teman-teman di sana. Jika kami berencana makan siang pada tengah hari, bagi mereka itu berarti kapan saja antara jam 12 dan jam 1 siang. Demikian juga dalam menetapkan waktu untuk memulai rapat atau mengadakan perjalanan: waktunya fleksibel dan hanya bisa dikira-kira. Saya belajar bahwa pemikiran saya tentang “hadir tepat waktu” rupanya sangat dipengaruhi oleh faktor budaya yang membentuk saya.

Kita semua, biasanya tanpa sadar, dibentuk oleh sistem nilai budaya yang ada di sekitar kita. Paulus menyebut kekuatan budaya ini “dunia” (Rm. 12:2). “Dunia” yang dimaksud di sini bukan dalam arti fisik, melainkan suatu cara pikir yang meliputi seluruh keberadaan kita. Selain itu, yang dimaksudkan adalah asumsi-asumsi yang selama ini kita pegang dan prinsip-prinsip yang kita warisi hanya karena kita dilahirkan pada suatu tempat dan masa tertentu.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. –Roma 12:2

Paulus memperingatkan kita untuk waspada: “Janganlah [kita] menjadi serupa dengan dunia ini.” Sebaliknya, kita harus diubah “oleh pembaharuan budi [kita]” (ay.2). Alih-alih mengikuti begitu saja cara pikir dan keyakinan yang berkembang di sekitar kita, kita dipanggil untuk secara aktif mengikuti cara pikir Allah dan belajar memahami “kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (ay.2). Kiranya kita belajar mengikuti Allah daripada menuruti suara-suara lain di luar sana.
Bagaimana Anda menggambarkan sistem nilai dan asumsi yang berkembang di sekitar Anda? Seperti apa bentuk dari usaha Anda mengikuti cara Tuhan dan menolak mengikuti cara dunia?
Ya Allah, aku sering tidak menyadari sistem nilai dan asumsi yang selama ini aku pegang. Tolonglah aku untuk dapat menghidupi kebenaran dan cara pikir-Mu dalam segala sesuatu.
Oleh Winn Collier | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kata dalam bahasa Yunani phronéō (berpikir, menggunakan pikiran) banyak disebut dalam Roma 12. Dalam bahasa aslinya, kata tersebut dipakai empat kali dalam Roma 12:3 dalam tiga bentuk yang berbeda. Kita bisa melihat tiga bentuk ini dalam Alkitab versi AYT yang menerjemahkan ayat ini dengan lebih harfiah: “Sebab, melalui anugerah yang telah diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu supaya jangan memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang ia harus pikirkan, tetapi masing-masing berpikirlah dengan penilaian yang jernih sesuai ukuran iman yang Allah telah berikan.” Kata yang sama timbul dua kali dalam Roma 12:16, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi.” Transformasi hidup kita juga melibatkan perubahan dalam cara kita berpikir. –Arthur Jackson


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115540/share_odb_2021-02-16.jpg

https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/











February 17, 2021, 09:57:21 AM
Reply #2892
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/


https://santapanrohani.org/2021/02/17/solusi-nekat/


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-17.mp3

Solusi Nekat
  17/02/2021 
Solusi Nekat
Baca: Yesaya 22:8-13 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 21–22; Matius 28
00:00
Unduh MP3
Kamu tidak memperhatikan Allah yang sudah lama merencanakan semua itu, dan yang menyebabkan itu terjadi. –Yesaya 22:11 (BIS)

Di penghujung abad ketujuh belas, William Oranye memutuskan untuk membanjiri sebagian besar daratan negerinya dengan sengaja. Sang Raja Belanda terpaksa menempuh solusi nekat itu sebagai upaya untuk mengusir tentara Spanyol yang hendak menyerang. Namun, usaha itu tidak berhasil, bahkan sejumlah besar tanah pertanian yang subur menjadi hilang ditelan lautan. Ini seperti ungkapan, “Untuk masa yang kritis dibutuhkan solusi yang nekat.”

Pada zaman Nabi Yesaya, penduduk kota Yerusalem mengambil langkah-langkah nekat ketika pasukan Asyur mengancam mereka. Selain membuat tempat penampungan air untuk bertahan melawan pengepungan musuh, mereka juga merobohkan rumah-rumah untuk memperkuat tembok kota. Taktik seperti itu mungkin cukup bijaksana, tetapi mereka melalaikan satu langkah terpenting. “Kamu membuat kolam di dalam kota dan menampung air dari kolam lama,” kata Allah, “Tetapi kamu tidak memperhatikan Allah yang sudah lama merencanakan semua itu, dan yang menyebabkan itu terjadi” (Yes. 22:11 BIS).
Allah memanggil kita agar terlebih dahulu berpaling kepada-Nya untuk segala sesuatu yang kita butuhkan.

Hari ini, mungkin kita tidak menghadapi pasukan musuh yang mengepung rumah kita. “Pukulan akan selalu datang dalam hal-hal yang umum dan melalui orang-orang biasa,” kata Oswald Chambers. “Pukulan” itu juga benar-benar ancaman. Namun, syukurlah, bersama pukulan itu juga datang undangan Allah yang memanggil kita agar terlebih dahulu berpaling kepada-Nya untuk segala sesuatu yang kita butuhkan.

Ketika masalah dan gangguan hidup datang, akankah kita melihatnya sebagai kesempatan untuk berpaling kepada Allah? Ataukah kita akan menggunakan cara-cara nekat kita sendiri?
Hal-hal umum apa saja yang mengancam Anda hari ini? Apa yang Anda butuhkan untuk menghadapinya?
Allah Mahakasih, hari ini aku datang terlebih dahulu kepada-Mu dengan membawa setiap masalah besar dan kecil yang aku hadapi.
Oleh Tim Gustafson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
“Tempat pengumpulan air” yang dibangun di antara dua tembok untuk menampung air dari “kolam yang lama” (Yesaya 22:11) kemungkinan besar adalah Terowongan Hizkia, yang sampai sekarang masih dapat dilihat (dan dilalui dengan berjalan kaki) di Yerusalem. Raja Hizkia membangun terowongan itu di bawah kota lama Yerusalem di sisi selatan dari Bukit Bait Suci. Terowongan itu menghubungkan mata air Gihon di Lembah Kidron di sisi timur kota dengan kolam yang sekarang dikenal sebagai Kolam Siloam di sebelah barat. Gunanya adalah untuk mengalirkan air dari mata air itu ke dalam tembok kota, supaya tentara yang mengepung tidak dapat memperoleh air, sementara penduduk Yerusalem masih bisa mendapatkannya. Ini merupakan strategi militer yang baik, dan Yesaya tidak mengkritik hal itu. Yang dikecam sang nabi adalah diutamakannya pembangunan fisik daripada persiapan rohani. Namun, di kemudian hari, Hizkia menunjukkan iman yang tidak terlihat di Yesaya 22 (lihat pasal 37). –Con Campbell


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115548/share_odb_2021-02-17.jpg


https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/








February 18, 2021, 06:47:07 AM
Reply #2893
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2021/02/18/ingat-untuk-menyanyi/


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-18.mp3

Ingat untuk Menyanyi
  18/02/2021 
Ingat untuk Menyanyi
Baca: Mazmur 147:1-7 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 23–24; Markus 1:1-22
00:00
Unduh MP3
Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik. –Mazmur 147:1

Nancy Gustafson, seorang penyanyi opera yang telah pensiun, merasa sangat sedih ketika menjenguk ibunya yang menderita demensia. Sang ibu tidak lagi mengenali Nancy dan hampir tidak pernah berbicara. Setelah berkunjung beberapa kali, tiba-tiba Nancy mendapat ide. Ia mulai bernyanyi untuk ibunya. Mata sang ibu berbinar-binar begitu mendengar suara musik, bahkan ia mulai ikut menyanyi—selama dua puluh menit! Kemudian ibu Nancy tertawa, dan mengatakan dengan bercanda bahwa mereka adalah “Duet Keluarga Gustafson!” Seperti yang disimpulkan oleh sejumlah terapis, titik balik yang dramatis ini menunjukkan bagaimana musik memiliki kekuatan untuk memunculkan kembali memori yang hilang. Menyanyikan “lagu-lagu favorit” juga terbukti dapat memperbaiki suasana hati, memperkecil risiko jatuh, mengurangi kunjungan ke UGD, dan menurunkan kebutuhan akan obat-obat penenang.

Para pakar masih terus melakukan penelitian tentang kaitan musik dengan ingatan manusia. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Alkitab, sukacita yang dialami dari menyanyi merupakan karunia dari Allah—dan itu nyata. “Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu” (Mzm. 147:1).
Nyanyian kita tidak hanya menguatkan diri kita sendiri, tetapi juga mereka yang mendengarnya.

Di sepanjang Kitab Suci, umat Allah bahkan diperintahkan untuk mengangkat suara dan menyanyikan puji-pujian bagi-Nya. ”Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab perbuatan-Nya  mulia” (Yes. 12:5). “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan” (Mzm. 40:4). Nyanyian kita tidak hanya menguatkan diri kita sendiri, tetapi juga mereka yang mendengarnya. Biarlah kita semua ingat bahwa Allah kita Mahabesar dan layak untuk dipuji.
Apa peran nyanyian dalam hidup Anda? Bagaimana Anda dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk menyanyikan lagu pujian bersama orang-orang yang bergumul dengan masalah ingatan?
Aku hendak menyanyikan pujian kepada-Mu, ya Allah. Terima kasih karena Engkau sering membukakan pikiran mereka yang bergumul dengan masalah ingatan lewat keindahan dan kekuatan musik.
Oleh Patricia Raybon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kitab Mazmur ditutup dengan lima kidung pujian (Mazmur 146–150) yang dimulai dan diakhiri dengan seruan Haleluya (Puji Tuhan, halelû-yāh dalam bahasa Ibrani). Dalam Mazmur 147, pemazmur mengingatkan kita betapa Allah telah mengasihi dan memelihara kita, dan kita diundang untuk memuji “TUHAN dengan nyanyian syukur” (ay.7), merayakan kebaikan-Nya yang kita alami ketika Dia menarik kita kepada-Nya, menyembuhkan kita dari patah hati, dan menguatkan kita (ay.2-3,6). Kita juga patut meninggikan kebesaran-Nya dan kekuatan-Nya yang melimpah dalam penciptaan (ay.4-5) dan pemeliharaan-Nya yang penuh kasih atas makhluk ciptaan-Nya (ay.8-9). Dengan berfokus kepada kemuliaan dan kasih setia-Nya, kita diundang untuk mendekat kepada-Nya, karena “TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya” (ay.11). Pemazmur menegaskan bahwa hanya Allah yang memberikan keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan (ay.13-14). –K.T. Sim


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115557/share_odb_2021-02-18.jpg

https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/






February 19, 2021, 05:19:55 AM
Reply #2894
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/


https://santapanrohani.org/2021/02/19/kita-bukan-tuhan/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-19.mp3


Kita Bukan Tuhan
  19/02/2021 
Kita Bukan Tuhan
Baca: Yehezkiel 28:1-10 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 25; Markus 1:23-45
00:00
Unduh MP3
Engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: “Aku adalah Allah!” –Yehezkiel 28:2

Dalam buku Mere Christianity, C. S. Lewis menyarankan kita agar merenungkan beberapa pertanyaan untuk menyelidiki apakah sebenarnya kita angkuh atau tinggi hati: “Seberapa besar rasa tidak suka saya ketika orang lain menolak saya, atau tidak menghiraukan saya, . . . atau memandang rendah saya, atau menyombongkan diri di depan saya?” Lewis memandang keangkuhan sebagai sifat “yang terburuk dari yang buruk” dan penyebab utama kesengsaraan dalam rumah tangga dan negara. Ia menyebutnya sebagai “kanker jiwa” yang membuat seseorang sama sekali tidak bisa mengasihi, merasa puas, atau bahkan menggunakan akal sehatnya.

Keangkuhan sudah menjadi masalah dari abad ke abad. Melalui Nabi Yehezkiel, Allah memperingatkan raja negeri Tirus yang kuat itu tentang keangkuhannya. Dia mengatakan bahwa keangkuhan sang raja akan membawanya kepada kehancuran: “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau” (Yeh. 28:6-7). Lalu ia akan menyadari bahwa dirinya bukanlah Allah, melainkan hanya manusia biasa (ay.9).
Semakin kita menyembah Allah, semakin kita mengenal-Nya dan rela merendahkan diri kita di hadapan-Nya.

Lawan dari keangkuhan adalah kerendahan hati, yang disebut Lewis sebagai sifat luhur yang kita terima melalui pengenalan akan Allah. Lewis mengatakan bahwa karena kedekatan kita dengan Allah, kita akan “bahagia dalam kerendahan hati.” Kita merasa lega karena terbebas dari pandangan omong kosong tentang harga diri kita sendiri yang sebelumnya membuat kita gelisah dan tidak bahagia.

Semakin kita menyembah Allah, semakin kita mengenal-Nya dan rela merendahkan diri kita di hadapan-Nya. Semoga kita terus dibentuk-Nya menjadi pribadi yang mengasihi dan melayani dengan penuh sukacita dan kerendahan hati.
Mengacu pada pertanyaan dari Lewis, apakah Anda termasuk tinggi hati? Apakah jawabannya mengejutkan Anda? Mengapa?
Allah Mahakuasa, tolonglah aku untuk bersukacita atas identitasku sebagai makhluk ciptaan-Mu, karena aku tahu, meskipun Engkau mulia dan penuh kuasa, Engkau tetap mengasihiku.
Oleh Amy Boucher Pye | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Di dalam Yehezkiel 26–28 ada empat ramalan atau nubuatan tentang penghakiman terhadap Tirus. Kota Fenisia kuno itu terkenal karena perdagangan laut dan penyembahan berhala. Kota itu adalah “gambar dari kesempurnaan . . ., penuh hikmat dan maha indah” (28:12), tetapi “dengan dagang[nya] yang besar [ia] penuh dengan kekerasan” (ay.16). Karena keterangan seperti “dekat kerub yang berjaga” (ay.14), “tak bercela di dalam tingkah lakumu . . . sampai terdapat kecurangan padamu” (ay.15), dan “engkau sombong . . . ke bumi kau Kulempar” (ay.17), sejumlah ahli meyakini bahwa perikop ini juga mengacu kepada Iblis. Ayat 19 menutup dengan menyatakan bahwa kota Tirus yang jahat akan “hilang lenyap untuk selama-lamanya.” –Julie Schwab


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115608/share_odb_2021-02-19.jpg


https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/





February 20, 2021, 11:10:00 AM
Reply #2895
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/


https://santapanrohani.org/2021/02/20/dikuatkan-oleh-kasih-karunia/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-20.mp3

Dikuatkan oleh Kasih Karunia
  20/02/2021 
Dikuatkan oleh Kasih Karunia
Baca: 2 Timotius 2:1-4 | Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 26–27; Markus 2
00:00
Unduh MP3
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. –2 Timotius 2:1

Pada masa Perang Saudara di Amerika Serikat, ganjaran bagi tentara yang desersi adalah hukuman mati. Namun, pihak tentara Serikat jarang menghukum mati para desertir karena panglima tertinggi mereka, Presiden Abraham Lincoln, mengampuni hampir seluruh tentara itu. Sikap itu membuat marah Edwin Stanton, yang menjabat sebagai Menteri Perang, karena ia yakin bahwa kemurahan hati Lincoln justru akan membuat para tentara tergoda untuk desersi. Akan tetapi, Lincoln turut merasakan apa yang dialami para tentara yang kehilangan keberanian dan takluk kepada ketakutan mereka di tengah sengitnya medan pertempuran. Rasa empati itulah yang membuat dirinya disayang oleh para tentara. Mereka mengasihi “Bapak Abraham” dan kasih itu membuat mereka semakin bersemangat melayani Lincoln.

Ketika mengajak Timotius untuk ikut “menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2Tim. 2:3), Paulus telah mengajaknya untuk melakukan tugas yang berat. Seorang prajurit haruslah berdedikasi penuh, bekerja keras, dan tidak mementingkan diri sendiri. Ia harus melayani Panglima tertingginya, Tuhan Yesus, dengan sepenuh hati. Namun, pada kenyataannya, kadang-kadang kita gagal menjadi prajurit yang baik. Kita tidak selalu melayani-Nya dengan setia. Oleh sebab itu, kalimat pembukaan Paulus ini sangat penting: “Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus” (ay.1). Juruselamat kita sangat berlimpah dengan kasih karunia. Dia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita dan mengampuni kegagalan kita (Ibr. 4:15). Sama seperti tentara Serikat yang semakin bersemangat karena belas kasihan panglimanya, demikianlah orang percaya dikuatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus. Kita semakin rindu melayani-Nya karena kita tahu Dia mengasihi kita.
Allah turut merasakan kelemahan-kelemahan kita dan mengampuni kegagalan kita.
Bagaimana kasih karunia Kristus dapat menjadi sumber kekuatan bagi Anda untuk melayani Dia? Apa artinya bagi Anda menderita demi Yesus?
Ya Allah, kuatkanlah aku oleh kasih karunia Kristus, supaya aku dapat melayani-Nya dengan setia.
Oleh Con Campbell | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Perumpamaan tentang prajurit dipakai dalam pengajaran etika di era Yunani kuno (misalnya, oleh Plato dan Epictetus) dengan alasan yang sama dengan yang dipakai Paulus dalam 2 Timotius 2: seorang prajurit memberikan pengabdiannya dan bersedia untuk menderita demi mencapai sasaran yang telah ditetapkan baginya. Paulus juga menggunakan perumpamaan itu dalam 1 Korintus 9:7 dan memakai metafora militer dalam 2 Korintus 10:3-4, Efesus 6:10-17, dan 1 Timotius 1:18. Namun, metafora dan gambaran militer tersebut tidak dimaksudkan untuk diartikan secara harfiah (sayangnya pernah digunakan dengan cara demikian untuk membenarkan perang salib dan perang agama). Paulus sendiri tidak bisa dipersalahkan karena penyalahgunaan perumpamaan tersebut. Menjadi “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2 Timotius 2:3) berarti bahwa Timotius (dan kita) harus melayani Tuhan dengan sikap yang sama dengan yang dimiliki seorang prajurit terhadap komandannya, dan juga menaati perintah Yesus untuk mengasihi musuh kita (Matius 5:44). –Con Campbell


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115617/share_odb_2021-02-20.jpg

https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/






February 21, 2021, 05:37:52 AM
Reply #2896
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2021/02/21/janji-yang-berharga-dan-sangat-besar/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-21.mp3

Janji yang Berharga dan Sangat Besar
  21/02/2021 
Janji yang Berharga dan Sangat Besar
Baca: 2 Petrus 1:2-8 | Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 1–3; Markus 3
00:00
Unduh MP3
Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar. –2 Petrus 1:4

Saat mengalami kegagalan yang besar, amat mudah bagi kita untuk meyakini bahwa segalanya sudah terlambat dan kita sudah kehilangan kesempatan untuk menjalani hidup yang bernilai dan bermakna. Begitulah perasaan Elias, seorang mantan narapidana yang mendiami penjara berpengamanan maksimum di New York, ketika masih dipenjara. “Aku telah mengandaskan . . . janji-janji, janji tentang masa depanku sendiri, janji tentang kesempatan yang seharusnya bisa aku ambil.”

Program sarjana bagi narapidana yang disediakan Bard College menjadi awal perubahan hidup Elias. Ketika mengikuti program tersebut, ia berpartisipasi dalam tim debat, yang pada tahun 2015 berhadapan dengan tim debat dari Harvard—dan menang. Bagi Elias, menjadi “bagian dari tim . . . menjadi cara untuk membuktikan bahwa janji-janji itu belum sepenuhnya kandas.”
Kabar baik tentang kasih Allah dalam Yesus Kristus adalah kabar baik bagi kita juga.

Transformasi serupa terjadi di dalam hati kita ketika kita mulai memahami bahwa kabar baik tentang kasih Allah dalam Yesus Kristus adalah kabar baik bagi kita juga. Dengan takjub, kita menyadari, Aku belum terlambat. Allah masih mempunyai rencana di masa depan bagiku.

Masa depan itu tidak bisa kita usahakan sendiri atau direnggut dari kita, karena semata-mata bergantung pada kasih dan kuasa Allah yang luar biasa (2Ptr. 1:2-3). Suatu masa depan yang terbebas dari keputusasaan di dalam dunia dan hati kita; masa depan yang dipenuhi oleh “kuasa-Nya yang mulia dan ajaib” (ay.3). Masa depan yang dijamin oleh janji-janji Kristus yang berharga dan besarnya tak terbayangkan (ay.4); masa depan untuk menikmati “kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (Rm. 8:21).
Mengapa terkadang kita sulit menerima anugerah dan kasih yang “cuma-cuma”? Apakah hati Anda tersentuh ketika mengingat bahwa di mata Allah, Anda memiliki masa depan yang berharga dan luar biasa indah?
Tuhan Yesus, adakalanya aku hanya bisa melihat bagaimana aku telah mengecewakan diriku sendiri dan orang lain, dan bagaimana aku telah merusak masa depan yang aku impikan. Tolonglah aku untuk melihat keindahan abadi dari masa depan yang aku temukan di dalam diri-Mu.
Oleh Monica La Rose | Lihat Penulis Lain
Wawasan
2 Petrus 1 mengingatkan kita bahwa Allah adalah Pribadi yang menganugerahkan kuasa yang kita butuhkan untuk menjalani hidup di dalam Kristus (ay.3). Salah satu cara Dia melakukannya adalah dengan memberikan ROH KUDUS kepada kita. Karakteristik yang kita tunjukkan, yaitu buah Roh yang berdiam di dalam kita, mempunyai dampak kuat terhadap cara hidup kita (ay.5-9; lihat Galatia 5:22-23). Namun, buah siapakah itu? Buah Roh. ROH KUDUS adalah perantara, sumber, dan kuasa yang menghasilkan buah tersebut. –Con Campbell


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115630/share_odb_2021-02-21.jpg


https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/








February 22, 2021, 09:21:18 AM
Reply #2897
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2021/02/22/seperti-yesus/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-22.mp3


Seperti Yesus
  22/02/2021 
Seperti Yesus
Baca: Roma 8:22-30 | Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 4–6; Markus 4:1-20
00:00
Unduh MP3
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. –Roma 8:29

Sewaktu kecil, teolog Bruce Ware pernah merasa frustrasi dengan bagian Alkitab dalam 1 Petrus 2:21-23 yang memanggil kita untuk menjadi seperti Yesus. Ware menulis tentang kejengkelan masa mudanya itu dalam buku berjudul The Man Christ Jesus (Manusia Kristus Yesus). “Menurut saya itu tidak adil. Khususnya ketika ayat tersebut meminta kita mengikuti jejak satu Pribadi yang ‘tidak berbuat dosa.’ Sungguh keterlaluan . . . Saya pikir tidak mungkin Allah serius meminta kita melakukannya.”

Saya mengerti mengapa Ware mendapati panggilan Allah itu mustahil dilakukan! Ini seperti lirik sebuah lagu lama, ”Serupa Yesus, serupa Yesus. Keinginanku, serupa Dia.” Namun, benar seperti yang Ware katakan, kita tidak mampu melakukan hal tersebut. Jika mengandalkan kekuatan diri sendiri, kita tidak akan pernah menjadi seperti Yesus.
ROH KUDUS telah diberikan kepada anak-anak Allah.

Meski demikian, kita tidak dibiarkan sendirian. ROH KUDUS telah diberikan kepada anak-anak Allah, salah satunya supaya Kristus dapat terbentuk nyata di dalam kita (Gal. 4:19). Karena itu tidak heran bahwa dalam penjelasan Paulus tentang ROH KUDUS kita membaca, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” (Rm. 8:29). Allah akan menyelesaikan pekerjaan-Nya di dalam kita, dan Dia melakukannya oleh Roh Yesus yang hidup di dalam kita.

Dengan senantiasa berserah kepada karya Roh Allah di dalam kita, kita benar-benar diubahkan menjadi semakin serupa Yesus. Sungguh bahagia mengetahui bahwa itulah kerinduan besar Allah atas diri kita!
Manakah aspek buah Roh yang Anda ingin semakin bertumbuh dalam diri Anda? (lihat Galatia 5:22-23). Apa yang akan menolong Anda melakukannya?
Ya Bapa, aku rindu untuk menjadi semakin serupa dengan Anak-Mu, tetapi aku sering gagal dalam perkataan, pikiran, atau perbuatanku. Ampunilah aku dan tolonglah aku untuk berserah kepada karya Roh-Mu, supaya rupa Yesus menjadi semakin nyata di dalam diriku.
Oleh Bill Crowder | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Tidak seperti falsafah Stoisisme, yang menganjurkan manusia untuk menanggapi penderitaan dengan menyerah kepada nasib, Paulus dalam Roma 8 menekankan kasih dan kuasa Allah yang bekerja bagi umat-Nya, bahkan di tengah penderitaan yang mereka alami. Meski Allah sanggup mendatangkan kebaikan dari penderitaan dan kejahatan semasa hidup seseorang, fokus Paulus terutama ditujukan kepada kebaikan sejati yang akan datang di masa mendatang bersamaan dengan karya pembebasan seluruh alam semesta yang terakhir dan total (ay.18-21), serta transformasi kita untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus (ay.29) melalui karya ROH KUDUS. –Monica La Rose



https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115644/share_odb_2021-02-22.jpg



https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/








February 23, 2021, 06:38:22 AM
Reply #2898
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/
https://santapanrohani.org/2021/02/23/nyalakan-lampunya/


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-23.mp3


Nyalakan Lampunya
  23/02/2021 
Nyalakan Lampunya
Baca: Matius 5:14-16 | Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7–8; Markus 4:21-41
00:00
Unduh MP3
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. –Matius 5:16

Ketika saya dan suami bersiap-siap untuk pindah ke kota lain, saya ingin memastikan bahwa kami tetap bisa berhubungan dengan anak-anak lelaki kami yang sudah dewasa. Saya menemukan sebuah hadiah yang unik: lampu persahabatan yang terhubung secara nirkabel dengan Internet dan dapat dinyalakan dari jauh. Sewaktu memberikan hadiah itu kepada anak-anak, saya menjelaskan bahwa lampu mereka akan menyala saat saya menyentuh lampu saya di tempat kami. Lampu yang menyala akan mengingatkan mereka pada kasih sayang dan doa saya untuk mereka. Sejauh apa pun jarak memisahkan kami, satu sentuhan pada lampu mereka akan menyalakan juga lampu di rumah kami. Meski kami tahu tidak ada yang dapat menggantikan kontak fisik dan tatap muka, kami dapat berbesar hati dengan mengetahui bahwa kami dicintai dan didoakan setiap kali lampu-lampu tersebut menyala.

Semua anak Allah memiliki hak istimewa untuk membagikan terang dari ROH KUDUS. Kita ditetapkan untuk hidup sebagai mercusuar yang memancarkan pengharapan kekal dan kasih Allah yang tak bersyarat. Ketika kita memberitakan Injil dan melayani sesama, kita menjadi lampu yang terang benderang dan saksi-Nya yang hidup. Setiap perbuatan baik, senyum ramah, kata-kata yang membangun, dan doa yang tulus akan mengingatkan orang lain pada kesetiaan Allah dan kasih-Nya yang tak bersyarat dan mengubahkan hidup (Mat. 5:14-16).
Kita dapat dipakai oleh Allah untuk menolong orang lain bersinar bagi-Nya.

Ke mana pun Allah memimpin kita, dan bagaimanapun cara kita melayani Dia, kita dapat dipakai oleh-Nya untuk menolong orang lain bersinar bagi Dia. Ketika Allah, lewat Roh-Nya, memberikan terang yang sesungguhnya, kita dapat memancarkan terang dan kasih dari kehadiran-Nya.
Bagaimana Anda dapat menjadi terang bagi Kristus, menyatakan kasih-Nya kepada orang-orang di sekitar Anda minggu ini? Bagaimana Anda dapat memancarkan kasih Allah ketika melayani orang-orang yang tidak mengenal-Nya?
Allah Mahakasih, penuhi aku dengan kebenaran dan cinta-Mu yang sempurna, supaya aku menjadi terang yang bersinar bagi kemuliaan-Mu dengan mengasihi-Mu dan sesamaku, di mana pun aku berada.
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Perjanjian Baru menggunakan beragam metafora untuk menggambarkan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Kita disebut sebagai domba (Yohanes 10:27); ranting yang berbuah banyak (15:5); utusan (2 Korintus 5:20); prajurit, olahragawan, petani (2 Timotius 2:3,5-6); dan batu hidup (1 Petrus 2:5). Dalam Matius 5:13-16, Yesus menggunakan dua barang sehari-hari—garam dan pelita—untuk menggambarkan dampak yang patut diberikan murid-murid Kristus terhadap orang-orang di sekitar mereka. Garam adalah bahan pengawet, penambah rasa, dan perangsang rasa haus. Sebagai orang percaya, kita harus membawa garam pengawet dan sukacita kepada dunia yang hambar, tawar, dan mudah lapuk. Pelita memberikan terang yang memungkinkan orang untuk melihat dan memberikan arahan. Pelita harus ditempatkan di tempat yang mencolok agar supaya terangnya efektif. Kita dipanggil untuk membawa terang keselamatan kepada dunia yang gelap akibat dosa. –K.T. Sim


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115654/share_odb_2021-02-23.jpg

https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/







February 24, 2021, 05:04:51 AM
Reply #2899
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2021/02/24/tidak-pernah-sendirian-2/


https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2021-02-24.mp3

Tidak Pernah Sendirian
  24/02/2021 
Tidak Pernah Sendirian
Baca: Pengkhotbah 4:8-12 | Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 9–11; Markus 5:1-20
00:00
Unduh MP3
Berdua lebih baik dari pada seorang diri . . . kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya. –Pengkhotbah 4:9-10

“Derita ini bisa terasa lebih menyiksa daripada tidak memiliki tempat tinggal, mengalami kelaparan, atau menderita penyakit,” tulis Maggie Fergusson dalam majalah The Economist’s 1843. Apa topiknya? Kesepian. Fergusson menceritakan adanya kenaikan jumlah orang yang merasa kesepian, terlepas dari status ekonomi atau sosial mereka, dengan memakai contoh-contoh memilukan tentang apa rasanya kesepian.

Kepedihan yang menyiksa dari rasa sepi bukan hal yang baru dirasakan pada  zaman sekarang. Derita kesepian sudah dapat dibaca dalam halaman-halaman kitab Pengkhotbah. Kitab yang konon ditulis oleh Raja Salomo ini mengungkapkan kesedihan dari mereka yang sepertinya tidak memiliki hubungan yang berarti dengan siapa-siapa (4:7-8). Sang penulis mengeluhkan bagaimana seseorang dapat memiliki kekayaan berlimpah, tetapi tidak melihat kegunaan dari kekayaan itu karena tidak ada seorang pun yang bisa menikmatinya bersama dirinya.
Sesungguhnya orang percaya tidak pernah sendirian karena ada Roh Yesus yang senantiasa menyertai.

Namun, sang penulis juga mengakui indahnya pertemanan, dengan mengatakan bahwa seorang teman dapat membantu kita meraih lebih banyak daripada yang bisa diraih seorang diri (ay.9); teman dapat memberikan pertolongan di saat kita membutuhkannya (ay.10); pasangan membawa kehangatan (ay.11); dan teman juga dapat melindungi di saat-saat sulit (ay.12).

Kesepian merupakan pergumulan yang berat, karena Allah menciptakan kita untuk memberi dan menerima manfaat dari pertemanan dan komunitas. Jika  Anda merasa kesepian, berdoalah agar Allah menolong Anda membangun hubungan yang berarti dengan orang lain. Sementara itu, biarlah Anda dikuatkan oleh kenyataan bahwa sesungguhnya orang percaya tidak pernah sendirian karena ada Roh Yesus yang senantiasa menyertai kita (Mat. 28:20).
Bagaimana Anda dapat menjangkau seseorang yang saat ini merasa kesepian? Pernahkah Anda menerima berkat penyertaan Roh Allah ketika Anda sedang merasa kesepian?
Bapa di surga, ketika aku merasa kesepian, berilah aku keberanian untuk mau membangun pertemanan dengan seseorang.
Oleh Lisa M. Samra | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kitab Pengkhotbah berbeda dari kitab-kitab lain karena berisi pergulatan dengan “kecemasan eksistensial”, atau kesia-siaan hidup. Hari-hari yang kita jalani penuh dengan lika-liku dan pengalaman kita tidak selalu mudah dipahami. Pengkhotbah merefleksikan kebingungan yang kita semua alami ketika bergulat dengan tantangan hidup; oleh karena itu, kitab ini mempunyai daya tarik tertentu bagi orang-orang di sepanjang zaman. Kitab Pengkhotbah berbicara mengenai pergumulan pribadi, seperti kesepian (4:8), yang masih dirasakan di masa kini seperti pada waktu kitab ini ditulis. Namun, hal yang tampaknya sederhana seperti kesepian ternyata cukup kompleks. Di ayat 4 penulis mengeluh bahwa manusia bekerja begitu keras karena iri hatinya terhadap keberhasilan orang lain, tetapi di ayat 8 penyebabnya adalah kesendirian. Kita tidak mau sendirian, tetapi ada hubungan dengan orang lain yang menyebabkan kepedihan dan ketidaknyamanan, sehingga kita merasa lebih baik dibiarkan sendiri! Pengkhotbah mengungkapkan tekanan menyakitkan yang kita semua alami dalam hidup ini. –Con Campbell


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2021/01/21115701/share_odb_2021-02-24.jpg


https://santapanrohani.org/video/mimpi-di-tengah-pandemi/







 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)