Author Topic: Renungan Harian®  (Read 128148 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 28, 2020, 10:11:16 AM
Reply #2600
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27123
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3430-bebal.html

 BEBAL
1
2
3
4
5
Rating 3.75 (57 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 28 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 3297 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amos 6:1-14

“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria....” (Amos 6:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 1-7



Di tengah-tengah krisis wabah virus sejagad, Somad dan Udin berdialog. Dengan enteng Somad bertanya, “Memang seserius apa wabah ini sampai kita semua harus nongkrong di rumah terus?” Dengan lagak kocaknya, Udin menjawab, “Bang, klub malam dan tempat judi tutup. Gereja juga tutup. Kalau neraka dan surga saja sudah sepakat untuk hal yang sama, mana ada yang lebih serius daripada itu?” Somad manggut-manggut penuh pengertian.

Amos, nabi Tuhan yang gelisah akibat kondisi bobrok masyarakatnya. Sekaligus ia cukup paham pergerakan politik internasional sezaman, terutama bahaya ekspansi dari negeri adikuasa, Asyur. Diteriakkannya peringatan bahwa bangsa-bangsa sekitar sudah kian melemah—mendekati keruntuhannya (ay. 2). Alih-alih bersikap waspada, Israel terbuai dalam rasa aman yang palsu. Banyak orang, terutama pemimpin-pemimpin, yang menikmati keamanan semu dalam kenyamanan pribadi (ay. 4-6). Ketidakwaspadaan ini kelak disusul oleh kejatuhan ibukota (Samaria) akibat gempuran Asyur. Teriakan Amos benar, tetapi tidak didengar. Tak ada yang serius menanggapinya.

Bersikap serius terhadap ancaman bahaya sungguh penting, meski bukan berarti kita terus dihantui ketakutan. Terlalu takut tidak baik, namun terlalu santai serba pandang enteng sama tidak baiknya. Apalagi jika ketidakwaspadaan itu bukan hanya berpotensi mencelakakan diri sendiri, melainkan sesama juga. Pemulihan keadaan bakal terjadi apabila jumlah mereka yang serius menanggapi bahaya kian banyak. Sebab mereka mau berbuat sesuatu demi kebersamaan menanggulanginya. Termasuk di antara merekakah kita? Semoga demikian.

—PAD/www.renunganharian.net


JIKA KITA MERASA AMAN BELUM BERARTI KENYATAANNYA MEMANG AMAN.
BISA JADI ITU HANYA SEBENTUK KEBEBALAN.





September 29, 2020, 07:39:26 AM
Reply #2601
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27123
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3431-hidup-dan-bekerja.html

 HIDUP DAN BEKERJA
1
2
3
4
5
Rating 4.27 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 29 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 2603 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Pengkhotbah 9:1-12

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkhotbah 9:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 8-14



Bergerak, bertumbuh dan berbuah/ berkembang biak merupakan beberapa ciri makhluk hidup. Sedangkan benda mati memiliki ciri sebaliknya: diam dan wujudnya tak pernah berubah. Namun ada pula makhluk hidup yang dikatakan “mati”, karena tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Pengkhotbah memaknai kepasifan dalam hidup sebagai bagian dari mati, dan kematian disebutnya sebagai penyebab kesia-siaan. Sementara kehidupan ditandai dengan bekerja. Bekerja dan menghasilkan buah menjadikan hidup memiliki arti dan pengharapan. Pengharapan dalam bekerja bukan saja penghasilan secara ekonomi. Lebih dari itu, orang percaya bekerja dalam rangka menyatakan kehendak Tuhan, menjadi rekan sekerja-Nya. Karena dipersembahkan bagi Tuhan maka hidup orang percaya ditandai dengan melakukan pekerjaannya secara tekun dan berkualitas.

Hanya ketika masih hidup kita dapat melakukan berbagai hal. Ketika kematian menjemput maka semuanya tinggal kenangan dan tidak ada satu pun yang dapat kita perbuat. Ini berarti bahwa hanya ketika hiduplah kita memiliki harapan. Pengkhotbah memang menyatakan bahwa nasib semua orang sama. Bahkan hidup pun berjalan selayaknya siklus yang terus berulang dan semuanya sia-sia. Namun, sekalipun hidup memiliki kesan yang sia-sia, masih ada kehidupan yang memiliki nilai, yakni kehidupan seseorang yang diisi dengan melakukan kerja bagi Tuhan. Ingin hidup kita bermakna? Kerjakan saja segala sesuatu yang menjadi bagian kita dengan segenap hati karena semua itu kita persembahkan bagi Tuhan!

—EBL/www.renunganharian.net


HIDUP BERARTI BEKERJA MEMBERI BUAH BAGI KEMULIAAN ALLAH







September 30, 2020, 04:40:02 AM
Reply #2602
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27123
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3432-terbiasa-berkata-benar.html

 TERBIASA BERKATA BENAR
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 30 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 421 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Efesus 4:17-32

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. (Efesus 4:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Maleakhi 1-4



Dalam suatu kesempatan berbicara di persekutuan remaja dan pemuda tentang berkata benar, saya mengawalinya dengan membuat permainan sederhana. Setiap orang memberi pernyataan, lalu yang lain akan menebak apakah pernyataan tadi jujur atau bohong. Menariknya, dari dua kali kesempatan, saya mendapati ada kecenderungan dari mereka untuk memberi pernyataan yang benar. Saya amati bahwa mereka juga tampak cukup kesulitan memikirkan pernyataan yang tidak benar, sekalipun kegiatan malam itu hanya sebagai permainan.

Merenungkan permainan itu, saya bersyukur bahwa dalam diri mereka tampaknya sudah terbangun kejujuran dan prinsip kebenaran. Selaras dengan nas renungan kita hari ini dimana Firman Tuhan berharap kita membuang dusta dan berkata benar satu dengan yang lain. Frasa “seorang kepada yang lain” berarti setiap orang punya tanggung jawab yang sama untuk menjadikan kebenaran sebagai bagian dari cara hidupnya sebagai manusia baru di dalam Kristus. Bagi mereka yang ingin hidup benar, tantangan pasti ada, bahkan godaan untuk berkompromi akan muncul. Namun, keteguhan hati untuk hidup benar dapat menjadi kunci kemenangan kita, dengan kesiapan menanggung segala risikonya dalam kasih karunia Tuhan.

Jadi, yang manakah kecenderungan yang selama ini mewarnai kita? Apakah kita cenderung mudah berkata dan bertindak benar, atau sebaliknya kita kerap kesulitan melakukannya? Sebagai orang yang dibenarkan oleh pengorbanan Kristus, mari relakan diri kita dipakai oleh-Nya untuk menjadi senjata-senjata kebenaran!

—GHJ/www.renunganharian.net


NURANI ORANG BENAR SEHARUSNYA AKAN TERUSIK
KETIKA ADA GODAAN UNTUK MELAKUKAN KETIDAKBENARAN









October 01, 2020, 01:27:38 PM
Reply #2603
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27123
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3433-yohanes-tidak-akan-mati.html

 YOHANES TIDAK AKAN MATI!
1
2
3
4
5
Rating 4.12 (17 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 01 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 3620 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 21:20-25

Lalu tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” (Yohanes 21:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 1-4



Sejak maraknya penggunaan internet dan media sosial, ada banyak negara mengalami kerepotan dalam menangkal masifnya informasi hoaks, tak hanya Indonesia. Dengan alasan tertentu, informasi berupa tulisan, gambar, maupun video mengandung hoaks disebar tanpa memedulikan efek yang mungkin terjadi. Di negeri kita, sudah cukup banyak peristiwa kelam yang dipicu oleh beredarnya berita bohong yang dipercaya begitu saja.

Hari itu, meskipun Yesus berada di antara para murid, ada salah tafsir terhadap perkataan Yesus mengenai Yohanes. Entah dari mana mulanya dan siapa yang mengatakan, tetapi dengan cepat beredar kabar di antara mereka bahwa Yohanes tidak akan mati. Padahal, Yesus hanya berkata: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Segala sesuatu yang terjadi pada seseorang, termasuk perkara hidup dan mati adalah kedaulatan Tuhan, tetapi setiap orang hendaknya belajar memahami cara mengikut Tuhan dan memenuhi panggilan yang telah ditentukan baginya. Kita pun perlu belajar untuk menangkap maksud dari perkataan Tuhan (dalam firman-Nya di Alkitab), supaya tidak ada potensi salah tafsir, atau mengurangi dan melebih-lebihkan pesan yang tertulis dalam Alkitab.

Di tengah perkembangan teknologi dan masifnya informasi yang mengitari kehidupan kita setiap hari, sebagai pribadi yang mengenal kebenaran, mari jalani hidup dengan lebih berhati-hati, supaya jangan sampai kita mengambil bagian dalam berucap maupun bertindak hal-hal yang tidak benar.

—GHJ/www.renunganharian.net


SEGALA KEBOHONGAN SEHARUSNYA TIDAK BOLEH
MENDAPAT TEMPAT DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA







 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)