Author Topic: Arus Hayat  (Read 88828 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 07, 2020, 05:30:40 AM
Reply #2080
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

07 February 2020
Yohanes - Minggu 12 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:25-27; Flp. 3:10
Doa baca: “Jawab Yesus kepadanya, 'Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” (Yoh. 11:25)


Keperluan Orang Mati


Jika Anda memperhatikan keadaan manusia dalam setiap peristiwa, Anda akan menemukan bahwa dalam setiap peristiwa itu, manusia tidak mempunyai apa-apa selain kematian. Namun, Tuhan datang ke dalam situasi kematian ini untuk menjadi hayat dalam prinsip kebangkitan. Dia mengubah kematian dari setiap situasi menjadi hayat, dan membawa hayat keluar dari kematian. Kelahiran kembali berarti bahwa Tuhan telah datang menjadi hayat kita dalam kebangkitan.

Dalam peristiwa kumpulan orang yang lapar, Tuhan datang sebagai roti hidup mereka. Karena Dia telah mati dibunuh di atas salib dan telah dibangkitkan dalam kuasa hayat kebangkitan, maka Dia dapat merawat dan memuaskan kita dengan roti hidup. Dalam peristiwa orang yang haus dalam Yohanes 7, Tuhan merupakan air hidup untuk meleraikan haus mereka. Setelah Tuhan dimuliakan, Roh pemberi hayat menjadi air hayat. Tuhan harus disalibkan dan dibangkitkan, dan dalam kebangkitan-Nya itu Tuhan telah menjadi air hidup yang meleraikan haus kita.

Mengapa Tuhan menunggu dua hari setelah mendengar kabar tentang sakitnya Lazarus dan bukannya segera pergi? Dengan tegas dikatakan bahwa Tuhan menunggu selama dua hari karena Dia bukan hanya ingin menyembuhkan orang, melainkan juga ingin menghidupkan orang. Tuhan menyembuhkan dengan menghidupkan.
Jadi, prinsip hayat melalui kebangkitan adalah Tuhan selalu menghidupkan orang yang mati. Apakah Anda berpikir bahwa Tuhan akan menyembuhkan Anda? Tidak! Tuhan akan menghidupkan Anda. Tuhan tidak pernah datang untuk memperbaiki Anda atau membetulkan perilaku Anda. Dia senantiasa datang untuk menghidupkan Anda. Maksud Tuhan satu-satunya adalah menyalurkan diri-Nya kepada Anda sebagai hayat yang menghidupkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 24



February 08, 2020, 05:56:54 AM
Reply #2081
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

08 February 2020
Yohanes - Minggu 12 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:25-27; Flp. 3:10
Doa baca: “dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?'" (Yoh. 11:26)


Hayat yang Menghidupkan


Pada suatu hari, akhirnya Anda akan menyadari bahwa Anda benar-benar tidak berpengharapan. Anda akan menemukan bahwa Anda tidak lain dari sebuah wadah yang berisi air kematian. Ketika Anda menyadari bahwa Anda benar-benar berada dalam kematian dan tidak mempunyai apa pun selain air kematian di dalam Anda, barulah Tuhan akan datang untuk menghidupkan Anda. Tuhan akan menunggu sampai kita berbau busuk dan bahkan menyebarkan bau busuk kepada orang lain. Tuhan akan menunggu sampai orang lain mencium bau busuk Anda. Lalu Dia akan datang kepada Anda dalam prinsip hayat, dalam kebangkitan, untuk menghidupkan Anda.

Kristus adalah hayat dan Dia datang untuk menghidupkan orang dengan hayat-Nya. Karena itu, apabila Anda telah penuh dengan air kematian, berbau busuk dengan bau kematian, Tuhan akan datang untuk menciptakan Anda kembali dan membangkitkan Anda dari kematian, masuk ke dalam diri-Nya sebagai hayat dalam kebangkitan. Maksud Tuhan satu-satunya ialah membawa hayat kepada kita. Hayat ini akan menghidupkan, melahirkan kembali, membangkitkan, serta menciptakan kita kembali. Kristus yang hidup hanya dapat dialami dalam Roh dan melalui firman. Jika kita menerima Dia dalam Roh dan melalui firman, kita akan dipuaskan, diterangi, dibebaskan, dan dibangkitkan. Ketika kita dibangkitkan dari kematian, kita dilepaskan dari semua aspek kematian.

Tuhan membangkitkan orang mati hanya di antara mereka yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Inilah gambaran gereja hari ini, karena Dia menjadi hayat kebangkitan hanya bagi mereka yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Pada hari-hari terakhir ini, Tuhan semakin bertambah di dalam kelompok orang yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Alhasil, Dia akan melakukan banyak perkara untuk membangkitkan orang dari kematian mereka.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 24




February 09, 2020, 04:16:44 AM
Reply #2082
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

08 February 2020
Yohanes - Minggu 12 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:25-27; Flp. 3:10
Doa baca: “dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?'" (Yoh. 11:26)


Hayat yang Menghidupkan


Pada suatu hari, akhirnya Anda akan menyadari bahwa Anda benar-benar tidak berpengharapan. Anda akan menemukan bahwa Anda tidak lain dari sebuah wadah yang berisi air kematian. Ketika Anda menyadari bahwa Anda benar-benar berada dalam kematian dan tidak mempunyai apa pun selain air kematian di dalam Anda, barulah Tuhan akan datang untuk menghidupkan Anda. Tuhan akan menunggu sampai kita berbau busuk dan bahkan menyebarkan bau busuk kepada orang lain. Tuhan akan menunggu sampai orang lain mencium bau busuk Anda. Lalu Dia akan datang kepada Anda dalam prinsip hayat, dalam kebangkitan, untuk menghidupkan Anda.

Kristus adalah hayat dan Dia datang untuk menghidupkan orang dengan hayat-Nya. Karena itu, apabila Anda telah penuh dengan air kematian, berbau busuk dengan bau kematian, Tuhan akan datang untuk menciptakan Anda kembali dan membangkitkan Anda dari kematian, masuk ke dalam diri-Nya sebagai hayat dalam kebangkitan. Maksud Tuhan satu-satunya ialah membawa hayat kepada kita. Hayat ini akan menghidupkan, melahirkan kembali, membangkitkan, serta menciptakan kita kembali. Kristus yang hidup hanya dapat dialami dalam Roh dan melalui firman. Jika kita menerima Dia dalam Roh dan melalui firman, kita akan dipuaskan, diterangi, dibebaskan, dan dibangkitkan. Ketika kita dibangkitkan dari kematian, kita dilepaskan dari semua aspek kematian.

Tuhan membangkitkan orang mati hanya di antara mereka yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Inilah gambaran gereja hari ini, karena Dia menjadi hayat kebangkitan hanya bagi mereka yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Pada hari-hari terakhir ini, Tuhan semakin bertambah di dalam kelompok orang yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Alhasil, Dia akan melakukan banyak perkara untuk membangkitkan orang dari kematian mereka.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 24



February 10, 2020, 06:22:35 AM
Reply #2083
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

10 February 2020
Yohanes - Minggu 13 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:28-52
Doa baca: “Dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.” (Yoh. 11:52)


Hidup Gereja sebagai Hasil Hayat


Dalam Yohanes 11:52 frasa mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah menyiratkan bahwa kematian dan hayat kebangkitan Tuhan adalah untuk membangun anak-anak Allah. Dengan kematian-Nya, Tuhan membebaskan hayat-Nya agar dibagikan kepada orang-orang yang percaya kedalam-Nya. Hayat ini kita alami di dalam kebangkitan dan dalam kebangkitan kita bertumbuh bersama menjadi Tubuh-Nya.

Dalam Yohanes 11, Tuhan membangkitkan Lazarus dari kematian dan melalui kebangkitan itu gereja dihasilkan. Sama halnya dengan kita hari ini, kita semua adalah orang yang mati tetapi Tuhan datang membangkitkan kita. Setelah kita dibangkitkan, kita menjadi gereja. Dalam Yohanes 12 kita nampak bahwa orang yang telah dibangkitkan, akan menjadi tempat di mana Tuhan memperoleh perhentian dan kepuasan. Inilah gereja.

Selain itu, kita harus memandang gereja sebagai rumah perjamuan. Rumah perjamuan ini ada di luar agama, di sebuah rumah kecil di Betania, dan di luar Yerusalem. Ketika Tuhan datang menjadi hayat manusia, Ia ditolak oleh agama Yahudi. Bahkan dalam Yohanes 11, penganut agama Yahudi mencari akal untuk membunuh Dia (Yoh. 11:53, 57). Hal ini menunjukkan betapa agama melawan Tuhan sebagai hayat. Oleh karena itu, kita perlu melihat bahwa dalam zaman ini, kehendak dan tujuan Allah ialah masuk ke dalam manusia melalui Roh-Nya dan firman-Nya, agar menjadi hayat manusia, sehingga manusia dapat hidup bersandarkan Dia.

Dengan membuat diri-Nya sebagai hayat kebangkitan terhadap orang-orang yang percaya kepada-Nya, Ia memperoleh sebuah rumah, tempat di mana Ia dapat beristirahat, berpesta, bersemayam, dan dipuaskan. Dia berpesta bersama kita dan kita berpesta bersama Dia. Untuk hal ini, kita perlu menikmati Kristus setiap hari, hingga dipenuhi Dia. Inilah hidup gereja, hasil dari Kristus menjadi hayat manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 25



February 11, 2020, 06:31:38 AM
Reply #2084
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

11 February 2020
Yohanes - Minggu 13 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 12:1-11
Doa baca: “Enam hari sebelum Paskah, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedangkan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.” (Yoh. 12:1-2)


Miniatur Hidup Gereja


Dalam Yohanes 12 hidup gereja dihasilkan oleh hayat kebangkitan. Di Betania, Tuhan merampungkan mukjizat-Nya yang terakhir, yakni membangkitkan Lazarus dari kematian. Di sinilah justru tempat gereja berada, di mana Tuhan sebagai hayat kebangkitan membangkitkan orang-orang dari kematian. Awalnya, kita ini mati dalam dosa-dosa (Kol. 2:13) namun Tuhan sudah membangkitkan, memulihkan dan melahirkan kita kembali sehingga kita yang telah mengambil bagian dalam hayat kebangkitan-Nya menjadi gereja.

Gereja juga terdiri atas orang-orang dosa yang dibasuh bersih, seperti yang diwakili oleh Simon si kusta (Mrk. 14:3). Menurut Markus 14:3, pesta yang disinggung dalam Yohanes 12:2 disediakan bagi Tuhan di rumah Simon. Rumah Simon si kusta yang telah ditahirkan, menjadi tempat bersidang. Di satu pihak, kita seperti Lazarus, telah mati dan telah dibangkitkan. Di pihak lain, kita ini seperti Simon, telah terjangkit kusta dan telah ditahirkan. Haleluya, Tuhan telah membangkitkan dan mentahirkan kita! Kini, tempat kita berada menjadi tempat gereja bersidang.

Arti Betania ialah rumah miskin atau rumah penderitaan. Dipandang dari luar, gereja boleh jadi miskin, menderita. Tetapi secara batiniah, hidup gereja adalah hidup berpesta di hadirat Tuhan dan bersama Tuhan (Yoh.12:2). Di dalam gerejalah Tuhan dapat memperoleh perhentian, kepuasan, dan kenikmatan. Di sana selalu tersedia perjamuan bagi Tuhan dan umat-Nya. Gereja adalah tempat Tuhan berkumpul sambil berpesta bersama umat-Nya, bahkan saling menikmati satu sama lain. Puji Tuhan, kita yang dahulu adalah orang mati dan kusta kini dapat menjadi tempat perhentian Allah dan dapat berpesta bersama Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 25




February 12, 2020, 07:01:16 AM
Reply #2085
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

12 February 2020
Yohanes - Minggu 13 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 12:1-11
Doa baca: “Lalu Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu.” (Yoh. 12:3)


Fungsi dalam Hidup Gereja


Dalam hidup gereja ada fungsi yang berbeda-beda. Pelayanan gereja terbagi atas tiga macam fungsi. Yang pertama adalah fungsi pelayanan yang diwakili oleh Marta (Yoh. 12:2) untuk menangani urusan tertentu dengan memperhatikan perkara-perkara riil. Fungsi kedua dalam pelayanan gereja adalah kesaksian hayat yang diwakili oleh Lazarus. Bukan dengan berbuat atau bekerja, melainkan melalui memperhidupkan. Bukan dengan berjerih lelah, melainkan melalui menikmati Tuhan.

Jenis ketiga dalam pelayanan adalah mengasihi Tuhan yang diwakili oleh Maria (Yoh. 12:2-3). Ia mewakili orang-orang yang sangat mengasihi Tuhan dan mereka yang rela menuangkan barang yang mereka anggap paling berharga ke atas diri Tuhan. Dalam penilaiannya, Tuhan lebih berharga, lebih patut dikasihi daripada apa pun. Menuangkan minyak narwastu ke atas diri Tuhan Yesus adalah satu tanda hidup gereja yang wajar. Inilah yang seharusnya menjadi ciri-ciri utama hidup gereja, yaitu mengurapi Tuhan dengan kasih kita yang paling baik.

Jadi, dalam hidup gereja kita mempunyai tiga macam hal: 1) rajin melayani Tuhan, 2) kesaksian yang hidup atas hayat kebangkitan Tuhan, dan 3) kasih yang mutlak tertuang kepada Allah. Ketiga hal ini harus terlihat dalam hidup gereja. Kita semua harus menjadi Marta, Lazarus, dan Maria yang mengasihi Tuhan dan menghindari untuk menjadi seperti Yudas yang cinta uang (Yoh. 12:4) dan Imam-imam agama Yahudi yang berencana membunuh kesaksian (Yoh. 12:10).

Pertumbuhan gereja harus bersandar pada kesaksian gereja yang hidup, bukan sekedar pada penginjilan. Penginjilan yang paling baik yang menumbuhkan gereja ialah kesaksian kita yang hidup tentang mengalami Tuhan sebagai hayat kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 25




February 15, 2020, 06:27:55 AM
Reply #2086
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

15 February 2020
Yohanes - Minggu 13 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 12:29-50
Doa baca: “Aku tahu bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Karena itu, apa yang Aku katakan, Aku sampaikan sebagaimana difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.'” (Yoh. 12:50)


Deklarasi Hayat kepada Agama


Yohanes 12:26b-43 memperlihatkan ketidakpercayaan agama dan penghakiman Allah atas ketidakpercayaannya itu. Tidak peduli berapa banyaknya Tuhan sebagai hayat melakukan keajaiban, mukjizat, dan tanda-tanda, para agamawan tidak mau mengikuti-Nya. Tidak peduli berapa banyak yang Tuhan telah lakukan, para agamawan tidak mau menanggapi-Nya. Sebaliknya, mereka menolak Dia. Ini sesuai dengan nubuat Yesaya yang berkata, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” (Yes. 53:1). Hasil dari penolakan mereka terhadap Tuhan adalah mereka buta dan keras hati. Inilah yang ada dalam agama yang tidak percaya.

Selanjutnya dalam Yohanes 12:44-50 kita nampak deklarasi hayat terhadap agama yang tidak percaya. Ini adalah deklarasi Tuhan yang terakhir kepada agamawan. Setelah deklarasi ini, kita tidak akan melihat Tuhan berurusan dengan agama lagi pada bagian yang selanjutnya di dalam Injil Yohanes.

Terdapat tiga hal yang dideklarasikan oleh hayat kepada agama. Pertama, Tuhan mendeklarasikan bahwa Dia adalah manifestasi Allah yang hidup itu (ayat 44-45). Artinya, siapa saja yang melihat Dia, melihat Allah; yang menerima Dia, juga menerima Allah. Ia adalah manifestasi Allah kepada manusia. Kedua, sebagai terang, Ia datang ke dalam dunia. Dia adalah ekspresi Allah sebagai terang. Kalau seseorang menerima Dia, berarti ia menerima terang, dan akan memiliki Allah; ketika seseorang menolak Dia, maka ia menolak terang dan Allah, hasilnya kegelapan datang kepadanya. Ketiga, Ia mendeklarasikan kepada manusia bahwa Ia datang dengan firman yang hidup. Siapa saja menerima perkataan-Nya, ia mempunyai hidup yang kekal, sekarang, dan selamanya; siapa saja menolak firman-Nya, akan dihakimi oleh firman-Nya pada akhir zaman (Yoh. 12:47-50). Setelah kejadian ini, Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan agama.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 26



February 16, 2020, 01:28:30 PM
Reply #2087
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

15 February 2020
Yohanes - Minggu 13 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 12:29-50
Doa baca: “Aku tahu bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Karena itu, apa yang Aku katakan, Aku sampaikan sebagaimana difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.'” (Yoh. 12:50)


Deklarasi Hayat kepada Agama


Yohanes 12:26b-43 memperlihatkan ketidakpercayaan agama dan penghakiman Allah atas ketidakpercayaannya itu. Tidak peduli berapa banyaknya Tuhan sebagai hayat melakukan keajaiban, mukjizat, dan tanda-tanda, para agamawan tidak mau mengikuti-Nya. Tidak peduli berapa banyak yang Tuhan telah lakukan, para agamawan tidak mau menanggapi-Nya. Sebaliknya, mereka menolak Dia. Ini sesuai dengan nubuat Yesaya yang berkata, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” (Yes. 53:1). Hasil dari penolakan mereka terhadap Tuhan adalah mereka buta dan keras hati. Inilah yang ada dalam agama yang tidak percaya.

Selanjutnya dalam Yohanes 12:44-50 kita nampak deklarasi hayat terhadap agama yang tidak percaya. Ini adalah deklarasi Tuhan yang terakhir kepada agamawan. Setelah deklarasi ini, kita tidak akan melihat Tuhan berurusan dengan agama lagi pada bagian yang selanjutnya di dalam Injil Yohanes.

Terdapat tiga hal yang dideklarasikan oleh hayat kepada agama. Pertama, Tuhan mendeklarasikan bahwa Dia adalah manifestasi Allah yang hidup itu (ayat 44-45). Artinya, siapa saja yang melihat Dia, melihat Allah; yang menerima Dia, juga menerima Allah. Ia adalah manifestasi Allah kepada manusia. Kedua, sebagai terang, Ia datang ke dalam dunia. Dia adalah ekspresi Allah sebagai terang. Kalau seseorang menerima Dia, berarti ia menerima terang, dan akan memiliki Allah; ketika seseorang menolak Dia, maka ia menolak terang dan Allah, hasilnya kegelapan datang kepadanya. Ketiga, Ia mendeklarasikan kepada manusia bahwa Ia datang dengan firman yang hidup. Siapa saja menerima perkataan-Nya, ia mempunyai hidup yang kekal, sekarang, dan selamanya; siapa saja menolak firman-Nya, akan dihakimi oleh firman-Nya pada akhir zaman (Yoh. 12:47-50). Setelah kejadian ini, Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan agama.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 26



February 17, 2020, 03:42:05 PM
Reply #2088
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

17 February 2020
Yohanes - Minggu 14 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 13:1-11
Doa baca: “Yesus tahu bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.” (Yoh. 13:3)


Titik Putar dalam Injil Yohanes


Yohanes 13 membahas mengenai Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya. Pada umumnya orang Kristen hanya percaya bahwa membasuh kaki orang-orang lain itu menunjukkan kasih terhadap mereka. Namun sesungguhnya, pembasuhan kaki memiliki arti yang lebih penting, arti yang lebih dalam dan rohani.

Untuk melihat makna yang lebih dalam dan rohani dari pembasuhan kaki, kita harus mengetahui kedudukan pasal 13 dalam Injil Yohanes secara keseluruhan. Kedudukannya ialah sebagai titik putar dalam kitab ini. Injil Yohanes dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari pasal 1—13, yaitu Tuhan sebagai Firman yang kekal, yang adalah ekspresi Allah, datang menjadi hayat kita, memenuhi seluruh keperluan kita dan menjadikan kita anggota Tubuh-Nya. Bagian kedua terdiri dari pasal 14—21, yaitu Tuhan yang berinkarnasi, disalibkan, dan bangkit telah ditransfigurasi dari ekspresi Allah dalam daging menjadi Roh, sehingga Ia dapat masuk ke dalam roh kita menjadi hayat kita, dan di dalam roh kita bersatu dengan kita. Dengan demikian, Ia di dalam kita dan kita di dalam Dia. Kini Dia dan kita, kita dan Dia, berbaur bersama menjadi satu dan dapat dibangun bersama.

Dalam bagian pertama Injil Yohanes, Tuhan datang melalui inkarnasi untuk membawa Allah masuk ke dalam kita. Sedangkan dalam bagian kedua, Tuhan pergi melalui kematian dan kebangkitan untuk membawa kita ke dalam Allah. Di antara dua bagian ini, Yohanes 13 berdiri sebagai titik putar. Ayat 3 mengatakan, “Yesus tahu… bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.” Ini adalah titik putar dari membawa Allah ke dalam manusia menjadi membawa manusia ke dalam Allah.  Titik putar inilah makna yang lebih dalam dan rohani dari Yohanes 13, pasal yang membahas Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya. Ini sangatlah berarti. Maka, pembasuhan kaki ini sangatlah bermakna.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 27



February 18, 2020, 12:05:46 PM
Reply #2089
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

18 February 2020
Yohanes - Minggu 14 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 13:1-4
Doa baca: “Ia mengasihi orang-orang milik-Nya yang di dunia ini, dan Ia mengasihi mereka sampai pada kesudahannya.” (Yoh. 13:1b)


Pembasuhan Kaki


Yohanes 13:1 mengatakan bahwa Tuhan “… mengasihi orang-orang milik-Nya yang di dunia ini, dan Ia mengasihi mereka sampai pada kesudahannya.” Karena kasih ini, Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya. Jadi, pembasuhan kaki adalah masalah kasih, kasih yang sampai pada kesudahannya.

Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya sebab Ia tahu akan tiga hal: (1) Bapa telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya, (2) Ia datang dari Allah, dan (3) Ia kembali kepada Allah (Yoh. 13:3). “Segala sesuatu” yang Bapa serahkan kepada-Nya terutama adalah murid-murid-Nya. Kedatangan-Nya dari Allah membawa Allah ke dalam murid-murid-Nya; sedangkan dalam kepergian-Nya kepada Allah, Ia harus meningglkan murid-murid-Nya. Setelah Ia meninggalkan mereka, komunikasi antara murid-murid dengan Allah dapat dipertahankan dengan pembasuhan kaki. Pembasuhan kaki bertujuan membasuh kaki dari semua nista yang menghalangi persekutuan Allah dengan manusia. Inilah jalan untuk mempertahankan komunikasi mereka dengan Allah di dalam-Nya.

Ketika Tuhan Yesus hendak membasuh kaki murid-murid-Nya, Ia menanggalkan jubah-Nya (Yoh. 13:4). Ini berarti Ia meletakkan apa adanya Dia dalam kebajikan dan atribut-Nya dalam ekspresi-Nya. Selain itu, Tuhan juga mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya (Yoh. 13:4). Mengikat pinggang melambangkan mengekang, membatasi diri dengan kerendahan hati (1 Ptr. 5:5). Lalu, Ia membasuh kaki murid-murid dengan air (Yoh. 13:5). Air melambangkan ROH KUDUS (Tit. 3:5), firman (Ef. 5:26; Yoh. 15:3), dan hayat (Yoh. 19:34). Kaki kita, anggota tubuh kita yang menyentuh bumi, perlu dibasuh dengan air. Mengenai roh kita yang dilahirkan kembali, kita adalah ciptaan baru. Tetapi, mengenai tubuh kita, kita tetap dalam ciptaan lama dan berada di bumi. Melalui sentuhan dunia, kita sering menjadi cemar. Karena itu kita perlu pembasuhan kaki.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 27



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)