Author Topic: Arus Hayat  (Read 79789 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 12, 2019, 08:45:55 AM
Reply #1880
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 July 2019
Lukas - Minggu 22 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:1-10
Doa baca: “Kata Yesus kepadanya, ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.’" (Luk. 19:9-10).


Keselamatan, Yobel, dan Kerajaan


Respon Zakheus terhadap Manusia-Penyelamat atas keselamatannya dalam Lukas 19:1-10 adalah karena kuat kuasa keselamatan Tuhan sebagai ROH KUDUS. Dia melayankan yobel dengan ROH KUDUS. Roh Tuhan ada pada-Nya karena Dia telah diurapi untuk mengumumkan kelepasan kepada orang-orang tawanan.

Dalam pandangan agamawan, khususnya orangorang Farisi, Zakheus adalah orang dosa yang paling berdosa. Akan tetapi, dalam pandangan ManusiaPenyelamat, ia adalah seorang tawanan yang tertindas. Sebagai seorang Yahudi, hati nuraninya pasti tertuduh karena bekerja sebagai seorang pemungut cukai untuk mengumpulkan pajak bagi imperialis Romawi. Karena itu, ia mungkin telah berusaha untuk keluar dari keadaannya yang penuh dengan dosa, tetapi ia tidak mampu melakukannya, karena ia adalah seorang tawanan dan tertindas. Lukas 19:10 mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Di sini kita melihat bahwa Zakheus bukan hanya orang dosa, tetapi juga adalah orang yang hilang. Oleh karena itu, Penyelamat sengaja datang ke Yerikho untuk mencari dan menyelamatkannya.

Dalam Lukas 19:1-10 kita dapat melihat bahwa di mana saja Manusia-Penyelamat berada, keselamatan juga ada di sana, karena Dia adalah keselamatan. Selain itu, ketika keselamatan ini ada, Kerajaan Allah juga ada, dan Kerajaan Allah adalah yobel. Karena itu, ketika Tuhan datang ke rumah Zakheus, yobel itu tidak hanya dialami oleh Zakheus seorang, tetapi juga bagi seluruh rumah tangga itu. Ketika Tuhan datang ke rumahnya, keselamatan datang kepada rumah itu. Puji Tuhan! Kita adalah orang dosa yang telah dibawa masuk ke dalam yobel melalui kasih karunia. Karena itu, kita perlu baik-baik menikmati Penyelamat melalui terbuka kepada-Nya, membiarkan Dia masuk ke dalam kita. Tatkala Dia masuk ke dalam kita, kita mengalami keselamatan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 43



July 13, 2019, 05:31:23 AM
Reply #1881
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 July 2019
Lukas - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:11-27
Doa baca: “Jawab-Nya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, juga apa yang ada padanya akan diambil. “ (Luk. 19:26).


Melayani dengan Setia dan Menerima Pahala


Perumpamaan dalam Lukas 19:11-27 mengikuti kasus Zakheus, menunjukkan bahwa setelah kita diselamatkan kita perlu melayani Tuhan dengan setia. Kita perlu menggunakan apa yang diberikan kepada kita. Kita telah menerima hayat ilahi dengan atribut-atributnya dan ROH KUDUS dengan karuniakarunia-Nya. Sebagai orang-orang yang telah menerima karunia-karunia dari hayat ilahi dan ROH KUDUS, kita perlu menggunakan karunia-karunia itu sebagai “modal” untuk “melakukan usaha” dan memperoleh “keuntungan” bagi Tuhan.

Lukas 19:16-19 menunjukkan bahwa orangorang yang memperoleh keuntungan akan menerima pahala. Orang yang memperoleh sepuluh mina akan memiliki kekuasaan atas sepuluh kota, dan orang yang memperoleh lima mina akan memiliki kekuasaan atas lima kota. Ini adalah satu bukti bahwa orang-orang kudus yang menang akan dikaruniai pahala dengan kuasa pemerintahan di dalam kerajaan yang akan datang. Pahala itu akan menjadi satu bagian yang besar dari kenikmatan terhadap warisan yang hilang sebagai yobel mereka. Memerintah atas sepuluh kota atau lima kota adalah bagian dari kenikmatan terhadap yobel, bagian dari kenikmatan hak kelahiran yang telah dipulihkan. Yobel pada masa kini adalah suatu pencicipan, dan yobel pada masa yang akan datang akan menjadi satu kenikmatan yang penuh. Pada zaman yang akan datang para pemenang akan menikmati bumi, mewarisinya seperti yang dikatakan oleh Tuhan dalam Matius 5:5. Mewarisi bumi dan memerintah atas kota-kota akan menjadi kenikmatan kita terhadap Kerajaan Allah, Kristus, dan yobel.

Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa ada orang yang akan kehilangan pahala, yaitu orangorang yang telah beroleh selamat yang tidak akan berbagian dalam yobel yang akan datang. Jika kita melihat hal ini dengan jelas, maka ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita, membuat kita berhatihati dalam melayani Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 43


July 14, 2019, 05:23:15 PM
Reply #1882
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 July 2019
Lukas - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:11-27
Doa baca: “Jawab-Nya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, juga apa yang ada padanya akan diambil. “ (Luk. 19:26).


Melayani dengan Setia dan Menerima Pahala


Perumpamaan dalam Lukas 19:11-27 mengikuti kasus Zakheus, menunjukkan bahwa setelah kita diselamatkan kita perlu melayani Tuhan dengan setia. Kita perlu menggunakan apa yang diberikan kepada kita. Kita telah menerima hayat ilahi dengan atribut-atributnya dan ROH KUDUS dengan karuniakarunia-Nya. Sebagai orang-orang yang telah menerima karunia-karunia dari hayat ilahi dan ROH KUDUS, kita perlu menggunakan karunia-karunia itu sebagai “modal” untuk “melakukan usaha” dan memperoleh “keuntungan” bagi Tuhan.

Lukas 19:16-19 menunjukkan bahwa orangorang yang memperoleh keuntungan akan menerima pahala. Orang yang memperoleh sepuluh mina akan memiliki kekuasaan atas sepuluh kota, dan orang yang memperoleh lima mina akan memiliki kekuasaan atas lima kota. Ini adalah satu bukti bahwa orang-orang kudus yang menang akan dikaruniai pahala dengan kuasa pemerintahan di dalam kerajaan yang akan datang. Pahala itu akan menjadi satu bagian yang besar dari kenikmatan terhadap warisan yang hilang sebagai yobel mereka. Memerintah atas sepuluh kota atau lima kota adalah bagian dari kenikmatan terhadap yobel, bagian dari kenikmatan hak kelahiran yang telah dipulihkan. Yobel pada masa kini adalah suatu pencicipan, dan yobel pada masa yang akan datang akan menjadi satu kenikmatan yang penuh. Pada zaman yang akan datang para pemenang akan menikmati bumi, mewarisinya seperti yang dikatakan oleh Tuhan dalam Matius 5:5. Mewarisi bumi dan memerintah atas kota-kota akan menjadi kenikmatan kita terhadap Kerajaan Allah, Kristus, dan yobel.

Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa ada orang yang akan kehilangan pahala, yaitu orangorang yang telah beroleh selamat yang tidak akan berbagian dalam yobel yang akan datang. Jika kita melihat hal ini dengan jelas, maka ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita, membuat kita berhatihati dalam melayani Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 43


July 15, 2019, 05:49:09 AM
Reply #1883
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

15 July 2019
Lukas - Minggu 23 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:28-48
Doa baca: “Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.” (Luk. 19:28).


Keselamatan, Pelayanan, dan Kenikmatan Terhadap Yobel


Ministri Manusia-Penyelamat pertama-tama dilaksanakan di Galilea. Ministri ini dimulai dengan pengumuman yobel kasih karunia oleh Dia, kemudian diteruskan sampai transfigurasi-Nya. Transfigurasi Tuhan melambangkan bahwa semua pengikut-Nya perlu diubah untuk berbagian dalam kenikmatan terhadap yobel. Setelah menyelesaikan ministri-Nya di Galilea, Tuhan meninggalkan Galilea menuju Yerusalem. Dalam perjalanan-Nya, Dia berkali-kali mengajar murid-murid-Nya dan para pengikut-Nya cara mendapatkan keselamatan Allah, yaitu bagaimana menerima Kerajaan Allah yang sebenarnya adalah Manusia-Penyelamat itu sendiri, untuk masuk ke dalam kenikmatan terhadap yobel pada hari ini. Tuhan juga mengajar mereka bahwa untuk mengikut Dia dan melayani Dia, kita perlu mengatasi semua penyimpangan dan halangan supaya kita dapat mengasihi Dia sepenuhnya dan melayani Dia dengan setia.

Kenikmatan terhadap Kristus pada hari ini akan melayakkan kita untuk menikmati Dia lebih lanjut pada zaman yang akan datang. Namun, beribu-ribu dan bahkan berjuta-juta orang yang percaya kepada Tuhan dan yang telah menerima keselamatan-Nya tidak menikmati Dia. Kegagalan untuk menikmati Tuhan pada hari ini akan membuat mereka tidak dapat menikmati Dia sebagai yobel pada zaman yang akan datang. Yobel yang diumumkan Tuhan Yesus dalam Lukas 4 terdiri dari tiga tahap: Pertama, tahap kasih karunia pada zaman ini; kedua, tahap kerajaan pada zaman yang akan datang; dan ketiga, tahap Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru sampai kekekalan. Yobel pada zaman ini adalah satu pencicipan. Yobel pada zaman yang akan datang akan lebih penuh daripada yobel pada hari ini. Akhirnya, di dalam Yerusalem Baru kita akan menikmati yobel sampai pada tingkat paling penuh untuk selama-lamanya. Karena itu hari ini, kita perlu baik-baik menikmati Kristus dalam kehidupan gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 44



July 16, 2019, 06:07:52 AM
Reply #1884
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 July 2019
Lukas - Minggu 23 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:28-48; Yoh. 12:19
Doa baca: “Kata mereka, ‘Terpujilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!’” (Luk. 19:38).


Seorang Raja yang Rendah Hati


Tuhan Yesus tidak ditangkap oleh orang-orang Farisi di Galilea dan dibawa oleh mereka ke Yerusalem untuk dibunuh. Sebaliknya, Dia pergi ke Yerusalem atas inisiatif-Nya sendiri. Dia tidak sembunyi-sembunyi masuk ke Yerusalem seperti seorang pencuri, melainkan masuk ke dalam kota itu secara terbuka. Ketika Dia hampir dekat ke Yerusalem, Dia telah mempersiapkan diri-Nya untuk masuk ke kota itu sebagai Raja. Namun, Dia tidak masuk ke kota itu sebagai raja dalam kemegahannya melainkan sebagai seorang Raja yang rendah hati. Dia tidak naik kuda, melainkan naik seekor keledai muda yang sebelumnya secara berdaulat telah dipersiapkan bagi-Nya.

Bagaimana keledai muda ini dipersiapkan untuk dipakai Tuhan adalah satu misteri. Tuhan hanya menyuruh dua dari murid-murid-Nya untuk pergi ke desa, dan mengambil keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Murid-murid pergi dan menemukan keledai itu tepat seperti yang telah diberitahukan Tuhan kepada mereka. Kemudian mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya (ayat 35).

Persiapan keledai itu kelihatannya bukan satu perkara yang besar. Sebenarnya, cara keledai itu dipersiapkan dengan demikian misterius itu adalah satu hal yang besar. Hanya Pencipta alam semesta yang dapat melakukan hal yang demikian. Tidak diragukan lagi, Tuhan Yesus adalah Raja yang sesungguhnya. Dia mengucapkan perkataan singkat kepada murid-murid-Nya mengenai keledai itu. Ketika mereka memegang perkataan-Nya dan bertindak berdasarkan perkataan-Nya, segala sesuatu terjadi persis seperti yang dikatakan-Nya. Hari ini kita pun perlu menjadi orang yang memegang perkataan Tuhan, dengan rendah hati datang kepada Firman Tuhan setiap hari dan menjadi pelaku firman yang melakukan segala sesuatu berdasarkan Firman Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 44



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)