Author Topic: Arus Hayat  (Read 82237 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 15, 2019, 04:50:16 AM
Reply #1940
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

14 September 2019
Lukas - Minggu 31 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 10:25-37; 10:33
Doa baca: “Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” (Luk. 10:33)


Prototipe Kehidupan yang Layak untuk Menjadikan Dia sebagai Manusia-Penyelamat


Tuhan Yesus menempuh kehidupan manusia sejati berdasarkan pikiran, tekad, dan emosi Allah – untuk mengekspresikan Allah dalam atribut Allah. Dia hidup berdasarkan pikiran, tekad, dan emosi Allah untuk mengekspresikan Allah dalam atribut Allah. Dalam Injil Lukas terdapat banyak teladan tentang kehidupan Manusia-Penyelamat. Misalkan dalam kasus orang Samaria yang murah hati (Luk. 10:25-37), kehidupan insani orang Samaria yang murah hati ini mengekspresikan Allah, kasihnya bukan hanya kasih insani, tapi adalah kasih insani yang diteguhkan, dikuatkan, dan diperkaya oleh kasih ilahi sehingga kasihnya adalah kasih yang unggul.

Dalam hal Manusia-Penyelamat datang kepada Zakheus (19:1-10) dan dalam hal pemberesan terhadapnya, kita nampak sesuatu yang ilahi. Di dalam Dia ada sesuatu yang begitu menarik Zakheus, ini lebih dari sekedar kemahatahuan ilahi-Nya, yang membuat Zakheus mencari bahkan menerima Dia dalam rumahnya. Inilah hayat dan kehidupan Manusia-Allah.

Pikiran, tekad, dan emosi manusia yang dimiliki Tuhan Yesus menjadi organ untuk menampung hayat Allah – menampung pikiran, tekad, dan emosi Allah. Kebajikan manusia-Nya menjadi kulit luar, gambar, untuk mengekspresikan atribut Allah supaya Allah dapat diekspresikan dalam kehidupan manusia. Dari hal ini kita nampak bahwa kebajikan insani kita – kasih, terang, kudus, dan benar – sama seperti kulit luar, gambar yang diciptakan oleh Allah dalam Kejadian 1:26. Jika Dia hidup di bumi hanya untuk waktu yang singkat, maka hanya ada ekspresi yang sesaat saja dari atribut ilahi dalam kehidupan-Nya. Selamat tahun-tahun-Nya di bumi, Dia terbukti tanpa cacat atau ketidaksempurnaan. Inilah yang membuat Dia layak menjadi Manusia-Penyelamat. Kehidupan-Nya menyusun suatu prototipe bagi kaum beriman-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 61




September 17, 2019, 11:40:30 AM
Reply #1941
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

17 September 2019
Lukas - Minggu 32 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:3-6
Doa baca: “Apa yang dilahirkan secara jasmani bersifat jasmani dan apa yang dilahirkan dari Roh bersifat rohani.” (Yoh. 3:6)


Kelahiran Kembali


Kristus menjadi Roh pemberi-hayat berhubungan dengan reproduksi manusia-Allah. Bagaimana manusia-Allah dapat direproduksi? Langkah pertama dari reproduksi manusia-Allah oleh Roh pemberi-hayat yang almuhit ini adalah kelahiran kem-bali. Dalam Yohanes 3 menunjukkan bahwa dilahirkan kembali adalah dilahirkan dari esens lain, yaitu esens ilahi.

Dalam Yohanes 3:6 Tuhan Yesus berkata, “Yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” (Tl.). Jika kita ingin memiliki hayat ilahi, kita harus dilahirkan dari Roh. Roh yang dari-Nya kita dilahirkan kembali untuk mendapatkan hayat kekal adalah intisari dari Kristus yang tersalib dan bangkit. Penyaliban adalah satu “pemerasan” yang menghasilkan satu intisari. Ketika Kristus di atas salib, Dia “diperas.” Setelah diperas di atas salib, Dia keluar sebagai “sari buah” Roh pemberi-hayat yang almuhit. Oleh Roh inilah, Kristus, Manusia-Allah ini, direproduksi.

Agar Tuhan Yesus masuk ke dalam kita sebagai Roh pemberi-hayat, Dia perlu melalui satu proses yang panjang. Tuhan bukan hanya datang untuk tinggal di antara manusia, namun melalui Dia lahir, bertumbuh, dan akhirnya Dia disalib supaya melepaskan Roh sebagai intisari-Nya. Untuk itu, dalam pemberitaan Injil kita perlu memberi tahu orang bahwa Kristus adalah Roh pemberi-hayat. Kita perlu memberi tahu mereka bahwa Kristus “diperas” di atas salib untuk menjadi Roh itu. Sekarang, jika orang-orang dosa bertobat, percaya kepada-Nya, dan berseru kepada-Nya, mereka akan menerima Roh ini (Kis. 2:21), dan Roh ini yang adalah juga Roh pemberi-hayat yang behuni di dalam kita akan bergerak dan berbaur di dalam kita. Dengan cara inilah Dia menyelamatkan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 62


September 18, 2019, 04:24:26 AM
Reply #1942
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

18 September 2019
Lukas - Minggu 32 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:6
Doa baca: “Apa yang dilahirkan secara jasmani bersifat jasmani dan apa yang dilahirkan dari Roh bersifat rohani.” (Yoh. 3:6)


Pergerakan dan Unsur Roh Itu


Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Kristus yang tersalib, bangkit, dan naik ke surga adalah Roh yang berhuni. Roh itu sebagai intisari Kristus menampung unsur standar moralitas yang tertinggi. Sewaktu Roh ini bergerak di dalam kita, unsur-unsur kebajikan insani yang tertinggi juga bergerak di dalam kita. Tuhan menyelamatkan kita bukan dari temperamen kita dengan melakukan sesuatu yang ajaib. Namun, Dia menyelamatkan kita dengan bergerak di dalam kita dan membaurkan diri-Nya sendiri dengan kita sebagai Dia yang berhuni di dalam kita. Di saat kita berpaling kepada-Nya di dalam roh kita dan memanggil nama-Nya, Dia akan bergerak di dalam kita dengan semua unsur-Nya. Dengan jalan inilah Tuhan menyelamatkan kita.

Apa yang kita katakan mengenai cara Tuhan menyelamatkan kita dengan bergerak di dalam kita sebagai Roh itu bukan sesuatu yang takhayul. Sebagaimana meminum obat, demikian juga mengalami pergerakan Roh itu. Sewaktu seseorang meminum obat, obat itu akan bekerja di dalamnya untuk membunuh kuman-kuman. Ini adalah pembunuhan yang di dalam, pembunuhan yang dihasilkan dari meminum satu dosis obat. Demikian juga, Roh yang almuhit ini berisi unsur kematian Tuhan yang almuhit, dan dengan unsur ini kuman-kuman rohani yang ada di dalam kita diakhiri.

Roh pemberi-hayat yang almuhit ini juga memiliki unsur pertunasan, karena di dalam Roh itu ada unsur kebangkitan Kristus. Kebangkitan mengatasi segala bentuk kematian. Karena kematian tidak dapat menahan unsur kebangkitan, maka kematian tidak dapat menahan Roh itu. Haleluya untuk unsur kebangkitan yang ada di dalam Roh yang almuhit ini! Dengan demikian, semakin hari-hari kita dipenuhi dengan berseru kepada nama Tuhan yang terkasih dan yang almuhit ini akan sangat menyelamatkan kita di dalam penghidupan sehari-hari.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 62


September 19, 2019, 06:28:15 AM
Reply #1943
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

19 September 2019
Lukas - Minggu 32 Kamis

Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 3:17-18
Doa baca: “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.” (2 Kor. 3:17)


Mengalami Transformasi Di dalam Jiwa


Setelah kita dilahirkan kembali oleh Roh itu, kita memerlukan transformasi. Dilahirkan kembali, adalah perihal satu kali untuk selamanya, sedangkan ditransformasi adalah perihal seumur hidup. Kita ditransformasi oleh Kristus yang pneumatik dalam jiwa kita dengan atribut ilahi untuk mempertinggi, memperkuat, memperkaya, dan memenuhi kebajikan insani kita bagi ekspresi-Nya dalam keinsanian kita.

Meskipun transformasi adalah satu perubahan, tetapi ini jauh lebih dalam daripada perubahan di luar saja. Transformasi melibatkan perubahan metabolik, perubahan batini dalam hayat. Perubahan metabolik demikian memerlukan pekerjaan unsur hayat ilahi di dalam kita. Ini menghasilkan perubahan yang bukan hanya perubahan penampilan dan tingkah laku saja, tetapi juga perubahan dalam hayat, sifat, dan esens yang mendasar. Ini berarti keselamatan Tuhan adalah keselamatan metabolik, bukan hanya keselamatan yang berasal dari tindakan yang di luar. Adalah mudah untuk melakukan sesuatu secara luaran, tetapi untuk menyelamatkan kita secara metabolik itu memerlukan waktu. Dari pengalaman kita tahu bahwa keselamatan metabolik ini berangsur-angsur, bertahap, dan terus-menerus.

Kelahiran kembali dan transformasi adalah dua tahap dalam proses mereproduksi manusia-Allah. Manusia-Penyelamat sebagai Manusia-Allah adalah satu-satunya prototipe. Allah ingin mereproduksi secara masal prototipe ini melalui kelahiran kembali dan transformasi.

Reproduksi ini terjadi berdasarkan kelahiran kembali dari Kristus yang pneumatik dalam roh kita dan melalui transformasi oleh Kristus pneumatik di dalam jiwa kita. Melalui langkah-langkah ini kita menjadi reproduksi manusia-Allah. Puji Tuhan karena kita sudah dilahirkan kembali sekali untuk selamanya dan bahwa kita kini berada dalam proses ditransformasi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 63

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)