Author Topic: renungan harian online  (Read 146569 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 26, 2013, 04:10:31 AM
Reply #110
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
Bukan hanya kepada sesama kita manusia, jangan lupa pula bahwa kita pun harus membangun sebuah hubungan yang erat dan intim dengan Tuhan. Tuhan juga ingin kita berhubungan dekat dan berinteraksi denganNya. Lihatlah bagaimana sebuah hubungan yang sangat dekat bersama dengan Allah itu, "Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka." (Wahyu 21:3). Dan hasil dari kebersamaan dengan Tuhan ini pun sungguh indah pula. "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."(ay 4).

Tuhan Yesus sendiri pun mengingatkan kita akan pentingnya sebuah persekutuan dalam kehidupan kerohanian. "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20). Jelaslah bahwa kita memang diciptakan sebagai mahluk sosial yang harus terhubung satu sama lain untuk bisa hidup lebih baik. Tapi disamping itu kita juga harus ingat untuk berhati-hati dalam memilih teman, sebab Firman Tuhan sudah mengingatkan:"Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang" (Amsal 13:20), atau "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33).

Ada saja alasan bagi orang untuk hidup menyendiri. Mungkin karena rasa malu, dosa, depresi, rasa kehilangan, penderitaan akibat sakit dan sebagainya. Tapi apapun alasannya, jawaban Tuhan akan hal itu tetap sama, "it is not good". Oleh karena itu kita diingatkan "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25). Sekali lagi, we are created to build a close relationship with others (Pengkotbah 4:9-12) and with God Himself. (Wahyu 21:3). No man is an island said John Donne, and indeed it is. Let's reach out and develop a tight friendships with others, for our own sake and theirs and let's live a better life together.

Mari membangun hubungan yang baik dengan sesama agar hidup kita menjadi semakin baik
April 27, 2013, 04:57:33 AM
Reply #111
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013_04_01_archive.html
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013/04/peran-umat-tuhan-bagi-pemulihan-negeri.html

 Peran Umat Tuhan Bagi Pemulihan Negeri

Ayat bacaan: 2 Tawarikh 7:14
========================
"dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."

Betapa sulitnya membersihkan negara ini dari tikus-tikus koruptor yang tanpa tedeng aling-aling terus mengeruk uang negara tanpa memikirkan nasib bangsa yang semakin carut marut seperti sekarang ini. Ketika kemiskinan melanda, maka tingkat kriminalitas pun menjadi meningkat pula. Kondisi rawan terjadi dimana-mana. Orang bisa membunuh di tempat umum tanpa rasa takut, pencurian disertai kekerasan terus menjadi berita di berbagai media. Lembaga dimana kita mencari keadilan justru menjadi salah satu sarang bercokolnya tikus-tikus ini, yang membuat tidak adanya jaminan keadilan atau keamanan yang cukup bagi warga negara sendiri. "Saya angkat tangan saja...apa yang bisa saya buat? Kondisinya sudah terlalu parah, apalah artinya satu orang dibanding kerusakan yang sudah begitu luas merusak negara ini.." kata seorang teman dengan pasrah. Seperti itulah pemikiran banyak orang yang merasa bahwa tidak ada satupun lagi yang bisa dibuat untuk memperbaiki kerusakan yang sudah sedemikian parah. Tapi benarkah kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi? Apakah kita hanya tinggal pasrah melihat bangsa ini terus meluncur cepat ke dalam jurang kehancuran?

Kita akan dengan mudah beranggapan bahwa akan sulit bagi orang benar untuk bisa melakukan sebuah perubahan. Tapi coba kita balik pertanyaannya. Mungkinkah satu orang jahat bisa mengubahkan sebuah bangsa untuk tujuan buruk? Jawabannya menjadi sangat masuk akal. Ya, itu sangat mungkin seperti yang bisa kita lihat dalam sejarah kehidupan dunia. Adolf Hitler telah membuktikannya. Sangat sulit untuk melepas citra buruk yang ditimbulkan Hitler bagi Jerman,  bahkan hingga berpuluh tahun sesudahnya. Begitu pula para pemimpin diktator kejam sekelas Hitler lainnya yang pernah ada di belahan dunia yang berbeda dalam masa yang berbeda pula. Jika kuasa iblis atas seorang manusia saja dapat mengubahkan sebuah bangsa untuk tujuan buruk, tentu hal sebaliknya pun mungkin terjadi. Sekelompok orang percaya, berapapun jumlahnya, akan mampu menjadi agen-agen Tuhan yang bisa mengubahkan sebuah bangsa ke arah yang lebih baik.

Mari kita simak baik-baik ayat bacaan hari ini. "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14). Lihatlah bahwa Tuhan tidak sedang berbicara mengenai kelompok yang besar. Dia tidak menyebutkan bahwa dibutuhkan setiap individu dalam sebuah bangsa untuk mengubahkan segala sesuatu. Apa yang Tuhan tekankan adalah umatNya, kita anak-anakNya. Bukan soal jumlah, tapi orang percaya, yang berjalan atas nama Tuhan, yang mau merendahkan diri, tekun berdoa dan selalu rindu mencari wajahNya, dan sudah memutuskan untuk bertobat dari jalan-jalan yang salah, sudah memutuskan untuk hidup benar, dan tentu saja peduli dengan kondisi yang dialami bangsanya. Orang-orang seperti inilah yang akan didengar Tuhan, dan pemulihan sebuah negeri akan dapat terjadi. Biarpun jumlahnya sedikit sekali, tangan Tuhan bisa turun memulihkan kondisi yang sudah separah apapun kerusakannya. Syaratnya menurut ayat ini adalah jika ada sekelompok umat Tuhan, yang berjalan atas namaNya, yang mau merendahkan diri, mau berdoa, mencari wajah Tuhan dan mendoakan bangsanya, maka Tuhan akan mendengar seruannya dan memulihkan diri mereka serta negerinya. Orang-orang seperti inilah yang bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika orang seperti ini peduli, dan mau mendoakan negerinya, maka Tuhan pasti mendengar. Pengampunan dan pemulihan pun akan segera terjadi.
April 27, 2013, 04:58:08 AM
Reply #112
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
Berdoa bagi bangsa, itulah kuncinya. Berdoalah untuk negeri kita. Sebelumnya pastikan bahwa hidup kita sudah tidak lagi menyimpang dari kebenaran. Jumlah orang bukanlah menjadi prioritas utama Tuhan. Sedikit, tapi benar, itu jauh lebih baik ketimbang banyak tapi suam-suam kuku. Kita bisa melihat contoh lain ketika Tuhan memutuskan untuk melenyapkan Sodom. Bacalah Kejadian 18:16-33 dan lihat bagaimana proses "tawar menawar" Abraham terhadap Tuhan yang memohon agar Sodom jangan sampai dimusnahkan. Abraham memulai dari 50 orang benar. Jika ada 50 orang benar, Tuhan siap mengampuni kota itu.  "TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." (ay 26).  Tapi ternyata tidak ada 50 orangpun yang benar. Abraham terus menawar hingga jumlah orang benar mencapai 10 orang. Dan untuk 10 orang pun Tuhan mau mengampuni Sodom. "Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu." (ay 32). Lihatlah, iman 10 orang pun akan mampu membuat perbedaan. Namun sayangnya ternyata 10 orang pun tidak ada disana untuk menopang kotanya dalam doa. Akibatnya, Sodompun dimusnahkan Tuhan.

Tugas ada di pundak kita, orang-orang percaya. Apakah kita ingin negeri kita mengalami pemulihan atau terus membiarkannya menuju jurang kehancuran, itu semua tergantung dari seberapa jauh kepedulian kita untuk mendoakan bangsa ini, dan seberapa jauh kita hidup dengan benar. Itu mungkin dan bisa kita lakukan! Sejauh mana kita bisa menjadi umat Tuhan yang berkenan di hadapanNya, yang peduli terhadap nasib negeri kita akan sangat menentukan nasib bangsa ini ke depan. Doakan, doakanlah terus. Naikkan doa syafaat bagi negeri kita dan para pemimpin, agar mereka bisa memimpin dan mengelola negeri ini dengan baik dan takut akan Tuhan. Paulus pun mengingatkan hal ini. "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan." (1 Timotius 2:1-2). Bukan kita yang sanggup melakukan pemulihan, melainkan Tuhan. Tapi kita bisa menjadi penggeraknya melalui doa-doa syafaat kita. Tuhan mampu memulihkan negeri kita. Tugas kita adalah berdoa, percaya, hidup benar dan mencari wajahNya. Bukankah Firman Tuhan sudah mengingatkan pula bahwa "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16b)? Jangan tunggu sampai negeri kita harus mengalami hal yang sama seperti Sodom. 10 umat Tuhan yang benar-benar percaya dan peduli pun sudah bisa mendatangkan perubahan positif. Jadi jangan tinggal diam, jangan berpikir pesimis bahwa anda hanyalah minoritas yang tidak bisa berbuat apa-apa, sebab itu bukanlah sikap yang diinginkan Tuhan. Datanglah pada Tuhan hari ini dan berdoalah bagi negeri kita. Tuhan akan mendengar dan siap memulihkan.

Sedikitpun asal benar mampu menggerakkan hati Tuhan untuk mengampuni dan melakukan pemulihan
April 28, 2013, 04:50:24 AM
Reply #113
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013_04_01_archive.html
renungan-harian-online.blogspot.com/2013/04/perang-umat-tuhan-bagi-pemulihan-negeri.html

 Perang Umat Tuhan Bagi Pemulihan Negeri: Doa Daniel

Ayat bacaan: Daniel 9:16
====================
"Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami."

Dalam renungan kemarin kita sudah melihat bahwa berpangku tangan jelas bukan pilihan dalam menyikapi kerusakan yang melanda bangsa dan negara kita. Ada banyak orang yang merasa tidak aman dalam melihat bangsanya memutuskan untuk melarikan diri ke luar negeri. Mereka lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri ketimbang turut memikirkan nasib bangsanya. Itu bukanlah solusi menurut Firman Tuhan, apalagi kalau ditambah dengan keluh kesah, protes atau mengutuki pemimpin dan bangsa sendiri. Bukan itu hal yang harus dilakukan oleh orang percaya. Ada tugas bagi kita semua karena bukanlah kebetulan kita ditempatkan menjadi bagian dari sebuah bangsa yang masih terus bergulat menghadapi begitu banyak masalah. Turun ke jalan dan membuat keonaran? Memukuli orang yang tidak sepaham atau kita anggap salah? Itu kejahatan berat di mata Tuhan. Salah satu yang bisa dan WAJIB kita lakukan adalah terus memanjatkan doa untuk bangsa ini. Berdoa dan terus mendoakan bangsa. Bukan hanya berdoa untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi terlebih untuk bangsa ini. Karena selain itu menjadi panggilan wajib bagi kita, tetapi sadar atau tidak sesungguhnya kesejahteraan kita akan sangat tergantung dari kondisi bangsa dimana kita berdiam.

Setelah kemarin kita melihat ayat dalam 2 Tawarikh 7:14, ada sebuah contoh bagus lainnya yang bisa kita jadikan contoh yaitu dengan melihat cara pandang Daniel. Pada masa hidupnya, Daniel menyadari betapa keadaan bangsanya begitu memprihatinkan. Daniel tidak memilih untuk bersikap apatis, ia juga tidak menyalahkan bangsanya terus menerus, mengutuki atau bahkan menghakimi. Itu bisa saja dia lakukan kalau mengingat dia bukanlah termasuk salah satu dari orang yang berbuat kejahatan. Ia hidup kudus dan taat. Ia tidak berbuat apapun yang salah. Tapi biar bagaimanapun ia merupakan bagian dari bangsanya, dan Daniel sadar akan hal itu. Perhatikanlah bahwa Daniel mengambil waktu untuk berdoa, bukan difokuskan untuk dirinya sendiri tetapi secara khusus untuk bangsanya. Bacalah seluruh isi doa Daniel yang tertulis dalam Daniel 9:1-19 maka kita akan melihat bahwa Daniel menggunakan kata "kami" dan bukan "mereka". Daniel memiliki sebuah kerendahan hati untuk tidak bermegah diri meskipun dirinya sudah mengaplikasikan hidup benar dan akrab dengan Tuhan sejak semula. Daniel mengasihi dan peduli terhadap bangsanya. Ia tahu bahwa ia merupakan bagian dari bangsanya. Jika bangsanya menderita, itu artinya ia pun akan turut menderita. Sebaliknya jika bangsanya makmur dan sejahtera, maka ia pun akan menjadi bagian yang bisa menikmati itu. Daniel memahami bahwa meski ia tidak berbuat satupun kesalahan, tapi biar bagaimanapun ia tetap merupakan bagian yang terintegrasi dengan bangsa yang saat itu tengah memberontak, tengah berperilaku fasik, bangsa yang bergelimang perilaku menyimpang dan dosa. Selain itu, Daniel sadar betul bahwa jika bukan dia, siapa lagi yang harus berdoa agar malapetaka dan murka Tuhan dijauhkan dari bangsanya?

Maka lihatlah bagaimana bunyi doanya. "Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami. Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!" (Daniel 9:16-19). Ini sebuah doa yang sangat indah yang dipanjatkan Daniel mewakili bangsanya.
April 28, 2013, 04:51:20 AM
Reply #114
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
Apa yang terjadi apabila kita berpangku tangan dan membiarkan saja bangsa yang kita cintai jatuh ke dalam berbagai kejahatan dan penyesatan? Akan hal ini kita bisa melihat mengapa Tuhan membinasakan Sodom. Alkitab menggambarkan kehancuran yang begitu mengerikan. "Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah." (Kejadian 19:24-25). Mengapa itu harus terjadi? Alkitab pun menyebutkan alasannya, sebab "orang Sodom sangat jahat dan berdoa terhadap TUHAN." (Kejadian 13:13). Abraham sempat berusaha untuk meminta keringanan kepada Tuhan, dimana proses tawar menawar antara Abraham dan Tuhan tercatat jelas di dalam Alkitab. Kemarin sudah saya singgung, tapi mari kita lihat sekali lagi prosesnya. Abraham mengatakan "Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" (Kejadian 18:25). Dan apa kata Tuhan? "TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." (ay 26). Ternyata tidak ada 50 orang benar disana pada waktu itu. Abraham terus menawar hingga jumlah yang kecil, yaitu 10 orang. "Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu." (ay 32). Bayangkan 10 orang benar saja pun sudah tidak ada. Padahal jika ada 10 orang benar, orang peduli dan tidak apatis, tidak berpangku tangan, orang yang taat dan takut akan Tuhan dan peduli terhadap bangsanya sendiri saja, Tuhan akan mengampuni bangsa berikut orang-orang yang tinggal di Sodom.

Melihat keadaan carut marut bangsa kita hari ini, sudahkah kita berperan di dalamnya? Sudahkah kita menjadi orang percaya yang tidak egois tapi peduli terhadap eksistensi dan masa depan bangsa sendiri? Sudahkah kita mendoakan bangsa kita, bergabung bersama-sama saudara-saudari kita lainnya untuk memanjatkan doa mewakili bangsa ini? Sebagai anak bangsa, sudah selayaknya kita peduli dan turut mendoakan bangsa dan negara kita. Seruan untuk doa syafaat bagi para pemimpin sudah disampaikan Paulus dalam 1 Timotius 2:1-2. Bisa tidaknya kita hidup tenang dan tenteram, itu tergantung dari bagaimana keadaan bangsa dan negara kita sendiri. Kepedulian kita merupakan sebuah hal yang wajib. "Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran." (ay 3-4). Tuhan tidak ingin satupun dari manusia ciptaanNya untuk binasa. Dia telah menjadikan segala sesuatu itu amat sangat baik sejak semula. Tidak satupun bagian dunia ini yang sengaja Dia ciptakan dengan tujuan sengaja untuk mengalami kehancuran. Dia tidak pernah bersenang hati melihat runtuhnya sebuah negara dan bangsa. Bukti kasihNya yang sangat besar itu jelas kita lihat dengan hadirnya keselamatan lewat Kristus untuk semua bangsa, semua golongan, semua ras, tanpa terkecuali. Tapi bagi yang sudah selamat, sudahkah kita meluangkan waktu untuk mendoakan bangsa kita sendiri?
April 28, 2013, 04:51:41 AM
Reply #115
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
Oleh sebab itu anak-anak Tuhan haruslah menjadi warga negara yang baik. Hormati dan tunduklah pada pemimpin kita, jangan hanya mengeluh dan membuat segalanya semakin sulit. "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu." (Ibrani 13:17). Petrus pun mengingatkan hal yang sama, untuk tunduk kepada pemerintah demi nama Allah. "Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi.." (1 Petrus 2:13). Jika mereka masih belum benar, doakan terus mereka agar memiliki roh yang takut akan Tuhan sehingga mau berbalik dari penyimpangan-penyimpangan untuk kemudian menjadi pemimpin yang benar. Kepedulian kita akan sangat menentukan bagaimana masa depan bangsa ini. Alangkah indahnya jika kita anak-anak Tuhan bersepakat berdoa bagi bangsa bersama-sama tanpa memandang perbedaan apapun. Dimanapun dan apapun gereja anda, ini saatnya kita bersatu. Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang termasuk bagi pemimpin-pemimpin kita dan juga untuk bangsa dan negara kita. Benar, kondisi negeri ini masih jauh dari kondisi ideal. Masih begitu banyak yang harus dibenahi. Mungkin masalah-masalah yang ada terlihat jauh lebih besar dari kesanggupan kita, tetapi sesungguhnya untuk itulah kita harus berperan serta. Doa-doa orang benar sangatlah besar kuasanya dan mampu mengubah kehancuran menjadi kemakmuran. Tuhan mendengar doa anak-anakNya dan siap mengabulkan itu semua. Jadilah orang percaya seperti Daniel yang peduli. Ingatlah bahwa kita diselamatkan untuk menjadi berkat buat orang lain, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang bisa menyelamatkan orang lain, (Efesus 2:10) dan ini termasuk bangsa dan negara kita.

Wakili bangsa ini dan berdoalah bagi kesejahteraannya
April 29, 2013, 04:58:02 AM
Reply #116
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013_04_01_archive.html
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013/04/peran-umat-tuhan-bagi-pemulihan-negeri_27.html

 Peran Umat Tuhan Bagi Pemulihan Negeri: Mikha

Ayat bacaan: Mikha 7:7
======================
"Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!"

Beberapa hari terakhir saya mengajak teman-teman semua untuk merenungkan apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh orang percaya dalam memulihkan kondisi bangsa yang sudah carut marut, retak bahkan hancur di sana-sini. Kita cenderung membandingkan kemampuan kita secara perorangan terhadap kondisi yang sudah terlanjur berantakan sedemikian rupa, sehingga rasanya tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya. Doa orang benar dikatakan sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16b), sehingga doa-doa syafaat yang dipanjatkan oleh umat Tuhan yang benar akan membawa dampak yang besar bagi terjadinya pemulihan sebuah bangsa. Dalam 2 Tawarikh 7:14 Tuhan sudah mengingatkan: "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." Karena itulah Paulus pun mengingatkan akan pentingnya doa syafaat dari para orang percaya dalam 1 Timotius 2:1-2. Kita juga bisa belajar dari kehancuran Sodom yang terjadi karena pada masa itu semua orang sudah begitu jahat sehingga bahkan 10 orang benar pun tidak ada lagi di dalam kota itu. (Bacalah Kejadian 18). Kita sudah melihat dalam renungan terdahulu bagaimana Daniel berdoa bagi bangsanya dengan melibatkan dirinya yang sebenarnya tidak ikut-ikutan hidup buruk sebagai bagian terintegrasi dari bangsanya sendiri. Ini adalah sebuah contoh yang sangat baik tentang bagaimana seharusnya sikap umat Tuhan dalam menyikapi kehancuran bangsanya. Hari ini mari kita lihat contoh lain di masa Mikha yang ada di dalam Alkitab.

Mikha ini adalah seorang nabi dari desa terpencil yang masa pelayanannya berada dalam rentang masa pemerintahan raja Yotam, Ahaz dan Hizkia. Segala kerusakan yang terjadi di negeri kita saat ini sudah pula terjadi pada masa tersebut. Secara rinci Alkitab mencatat segala keburukan atau kejahatan yang ada saat itu. Mari kita lihat apa saja yang terjadi pada masa itu dalam Mikha pasal 7.
- Kelaparan, gagal panen (ay 1),
- kemerosotan moral, hilangnya orang saleh dan jujur, saling jebak, saling tipu, bahkan saling menghancurkan (ay 2)
- sudah begitu terbiasa berbuat jahat, pejabat dan hakim korupsi dan menerima suap, pemimpin memaksakan kemauannya, hukum diputar balikkan (ay 3)
- orang yang terbaik sekalipun di dunia diibaratkan bagai semak duri yang tidak berguna dan menusuk (ay 4)
- tidak ada lagi yang bisa dipercaya (ay 5)
- kehancuran rumah tangga, permusuhan antara anggota keluarga (ay 6).

Bukankah ini yang menjadi problema bangsa kita hari-hari ini? Begitu parahnya, bahkan Mikha menggambarkan semua itu sebagai sebuah luka yang tidak dapat sembuh dan menular (Mikha 1:9).

Apakah Mikha berpangku tangan dan hanya mengeluh melihat situasi gonjang ganjing yang tengah dialami bangsanya? Sama sekali tidak. Ayat bacaan kita hari ini menggambarkan reaksinya untuk menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan sekaligus peran aktifnya sebagai umat Tuhan. "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!" (Mikha 7:7). Mikha percaya dengan imannya bahwa seberapa hancur moral bangsanya, ia tidak akan pernah kecewa dalam menanti pemulihan yang berasal dari Tuhan. Mikha tahu bahwa Tuhan sanggup memulihkan bangsa yang sudah terlanjur jatuh sedemikian jauh dalam kesesatan, dan ia pun tahu bahwa Tuhan akan mendengarkannya, mendengarkan doa-doa yang ia panjatkan. "Allahku akan mendengarkan aku!" katanya. Itu tepat seperti apa kata Tuhan langsung dalam 2 Tawarikh 7:14 diatas. Mikha, nabi yang hidup benar pada jamannya dan selalu tekun dalam berdoa mencari wajahNya, mau merendahkan diri dengan tidak merasa diri paling benar, maka Tuhan berjanji untuk mendengarkan doa-doanya. Jika Tuhan mendengar doa Mikha, Daniel atau umat-umatNya yang benar lainnya, hari ini Tuhan pun mendengar doa kita, umat-umatNya yang memilih untuk hidup benar. Jika Tuhan mampu menyelamatkan anak-anakNya di masa lalu, jika kita sudah berkali-kali melihat bahwa Tuhan mampu melakukan mukjizat lewat cara-cara yang ajaib, jika dulu Dia sanggup, sekarang pun Tuhan pun sanggup! Tuhan tidak pernah berubah, Dia selalu sama, dulu, sekarang sampai selamanya. (Ibrani 13:8)
April 29, 2013, 04:59:10 AM
Reply #117
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
Pemazmur juga tahu bahwa dalam kondisi seperti apapun tidak akan pernah sia-sia untuk mengandalkan Tuhan dalam keadaan terburuk sekalipun. "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub." (Mazmur 46:2-8). Ini janji penyertaan Tuhan yang luar biasa, karenanya kita tidak perlu takut untuk hidup dalam masa suram dan penuh ketidakpastian dan kemerosotan moral serta kejahatan seperti saat ini. Tentu saja kita pun tidak boleh lupa bahwa sesungguhnya keadaan bangsa dan pemulihannya akan sangat tergantung dari seberapa besar kepedulian kita untuk mau mendoakan bangsa ini.

Mikha tetap menanti-nantikan Tuhan, percaya penuh pada kuasa Tuhan yang akan selalu siap memulihkan bangsanya. Mikha tahu bahwa apabila ia hidup kudus dan benar, Tuhan akan mendengar doanya. Yesus sendiri berkata: "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9:23). Jadi jangan takut, jangan pula bersikap pesimis, apatis dan hanya menyesali, berpangku tangan tanpa mau berbuat apa-apa. Ini saatnya kita melakukan peran nyata lewat doa-doa kita agar bangsa yang kita cintai ini bisa dipulihkan dan kembali memasuki era yang gemilang. Secara logika manusia itu akan tampak sulit, tapi percayalah bahwa tidak ada satu hal yang mustahilpun bagi Tuhan. Dia selalu siap mendengar doa anak-anakNya yang taat kepadaNya, Dia akan selalu mendengar seruan anak-anakNya yang prihatin terhadap nasib bangsa.

Doa orang benar itu sangatlah besar kuasanya, dan Tuhan akan selalu mendengarnya
April 30, 2013, 05:23:34 AM
Reply #118
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013_04_01_archive.html
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2013/04/peran-aktif-bagi-bangsa.html

 Peran Aktif Bagi Bangsa

Ayat bacaan: Yeremia 29:7
=================
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Saya masih ingin melanjutkan peran dari umat Tuhan, orang-orang percaya terhadap kemakmuran kota, bangsa dan negara. Benar, negara ini masih jauh dari kestabilan apalagi kemakmuran. Hampir di setiap lini kita melihat orang tidak malu-malu melakukan korupsi, seakan-akan itu merupakan hal yang wajib dilakukan ketika mendapat kesempatan dengan memangku sebuah jabatan. Kondisi carut marut berlanjut dengan kondisi keamanan yang tidak kondusif di berbagai tempat. Orang-orang bersikap anarkis bisa melenggang bebas dengan mengatasnamakan agama dan pemerintah sepertinya membiarkan saja hal seperti itu terjadi. Lantas apa yang bisa kita buat untuk memperbaiki itu semua? Secara individual mungkin sulit atau bahkan mustahil, tetapi seperti yang sudah saya sampaikan dalam beberapa renungan terdahulu, kita bisa menjadi pendoa-pendoa syafaat bagi bangsa. Itu peran kita yang sangat vital sebagai anak-anakNya. Tapi perhatikan, itu bukan satu-satunya cara bagi kita untuk berperan aktif secara nyata demi kesejahteraan bangsa. Ayat bacaan hari ini menyatakan hal tersebut dengan jelas.

Ayatnya berbunyi: "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29:7). Ada beberapa hal yang bisa kita cermati dari ayat ini. Mari kita lihat urutannya. Kata "dan" disana menunjukkan adanya dua aktivitas berbeda namun saling berhubungan. Usahakanlah kesejahteraan kota, itu ditempatkan di depan. Artinya terlepas dari panggilan kita sebagai anak Tuhan untuk terus memanjatkan doa syafaat atas kota, bangsa dan negara kita, termasuk para pemimpin di dalamnya, adalah sangat penting pula bagi kita untuk melakukan sesuatu secara nyata demi kesejahteraan kota dimana kita tinggal. Sangat disayangkan melihat tidak banyak gereja yang mau keluar dari balik dinding-dindingnya untuk menjangkau kehidupan di luar tembok gereja dengan melakukan sesuatu secara nyata. Mendoakan tentu jauh lebih mudah untuk dilakukan karena tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga dan biaya, dan bukankah itu alkitabiah? Benar, tetapi Firman Tuhan dalam Yeremia 29:7 mengajak kita untuk kembali menyadari apa yang sebenarnya diinginkan Tuhan untuk kita lakukan. Seberapa jauh gereja hari ini mau berfungsi nyata dalam kehidupan disekitarnya demi mengusahakan kesejahteraan kota seperti panggilan Tuhan itu? Mendoakan itu tentu sangat penting. Doa punya kuasa yang luar biasa, apalagi jika dilakukan oleh orang benar. (Yakobus 5:16b). Tapi sebuah tindakan nyata yang aktif juga merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kita pikirkan dan lakukan, begitu pentingnya bahkan kata "usahakan" itu diletakkan di depan.

Kata "mengusahakan" menurut kamus bahasa Indonesia mencakup 4 hal, yaitu:
- mengerjakan sesuatu
- mengikhtiarkan (berpikir dalam-dalam untuk mencari solusi)
- berusaha sekeras-kerasnya dalam melakukan sesuatu
- membuat dan menciptakan sesuatu

Keempat poin diatas menunjukkan bahwa itu bukanlah sebuah hal yang sepele. Jika Tuhan meminta kita untuk mengusahakan kesejahteraan kota dimana kita ditempatkan, itu artinya keempat hal di atas haruslah menjadi bagian dari fokus kita dalam bekerja. Bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga, tetapi berbuat sesuatu sebagai bagian dari kontribusi dan peran serta kita secara aktif untuk pembangunan kesejahteraan di manapun kita ditempatkan.

Kita tidak akan pernah bisa tergerak untuk melakukan peran aktif demi kesejahteraan kota apabila kita tidak mengasihi kota dimana kita tinggal. Mungkinkah kita habis-habisan melakukan yang terbaik jika kita tidak mencintai seseorang? Tentu tidak, bukan?  Sama halnya seperti kota dan bangsa secara keseluruhan. Kita akan memiliki kerinduan untuk mengusahakan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan talenta yang kita miliki demi kesejahteraan kota kita hanya apabila kita mengasihi kota, bangsa dan negara kita, termasuk orang-orang yang hidup di dalamnya.
April 30, 2013, 05:24:14 AM
Reply #119
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
Selanjutnya Alkitab juga mengatakan: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10). Perhatikan bahwa segala yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan baik sudah dipersiapkan Allah lewat Kristus. Ini termasuk dalam mengusahakan kesejahteraan dan keselamatan bangsa. Dan Tuhan mengatakan bahwa Dia mau kita hidup di dalamnya. Kesejahteraan bangsa akan sangat menentukan seberapa jauh kesejahteraan kita. Dalam skala kecilnya, kita perlu memikirkan peran serta kita secara nyata di kota dimana kita berada saat ini. Bukan kebetulan bahwa anda dan saya berada di kota kita masing-masing saat ini. Mungkin banyak diantara teman-teman yang seperti saya, merupakan pendatang di kota tempat kita tinggal sekarang. Jika pendatangpun memiliki tugas untuk kesejahteraan kotanya, apalagi jika anda merupakan penduduk asli disana. Dan buat gereja, sudah saatnya bagi anda untuk bergerak keluar dari tembok-tembok pembatas dan mulai melakukan karya nyatanya demi kemajuan dan kesejahteraan kota dimana kita berada saat ini.

Apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk mengusahakan kesejahteraan kota kita sangatlah banyak. Menanam pohon untuk penghijauan?, mengurus anak jalanan, membantu orang-orang yang mengalami kesulitan, memberikan ide-ide atau solusi mengatasi problema sosial yang bertumpuk, atau bahkan sekedar berpartisipasi dalam kebersihan lingkungan, ikut ronda malam dan sebagainya, itu merupakan contoh dari bentuk peran serta secara aktif yang bisa dilakukan oleh kita semua. Percayalah bahwa apapun yang anda lakukan atau usahakan atas dasar kerinduan anda untuk mensejahterakan kota tidak akan pernah berakhir sia-sia, meski hal itu mungkin sangatlah kecil menurut penilaian anda pribadi. Bayangkanlah sebuah kota dimana keamanannya baik, orang hidup berdampingan secara damai, anda bisa bekerja dengan rasa tenang, bukankah itu indah? Dan siapa bilang kita tidak bisa memberi sumbangsih apapun untuk itu? Selain memanjatkan doa bagi bangsa, sebuah peran nyata akan memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan, kemakmuran dan keselamatan bangsa kita. Mari hari ini kita sama-sama memikirkan dengan serius apa yang bisa kita usahakan untuk kota kita dan apa yang akan menjadi tindakan kita untuk mewujudkannya secara nyata.

Usahakanlah kesejahteraan kota dimana kita berada, karena kesejahteraan kita tergantung darinya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)