Author Topic: Arus Hayat  (Read 72614 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 19, 2013, 07:36:22 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/

19 February 2013

Efesus - Minggu 22 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:13-14


Ayat 14 menunjukkan bahwa anak-anak terombang-ambing. Kehidupan orang Kristen ibarat berlayar di laut, yang banyak badai. Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh mengharap perjalanan kita selalu tenang, tanpa ombak atau angin. Ombak dan badai tidak saja menyerang kaum beriman secara individual, juga menyerang gereja. Gereja sering mengalami ombak dan berada di tengah-tengah badai. Konsepsi Paulus di sini bukan berarti kita dapat menghindari ombak dan angin, melainkan kita dapat terlindung dari ombak yang mengombang-ambingkan serta angin yang meniup.

Mungkin Anda tidak mengerti apa sebenarnya ombak dan angin ini. Itulah berbagai pengajaran, doktrin, konsepsi, dan opini. Ketika gereja berlayar di laut, Iblis akan mencari kesempatan untuk memasukkan beberapa pengajaran, konsepsi, dan opini yang menyenangkan untuk menggoda kaum beriman. Maksudnya ialah untuk memisahkan mereka dari Kristus dan gereja.

Anak kecil atau bayi mudah sekali ditipu atau disesatkan. Sebagai contoh, anak-anak dapat ditipu untuk meninggalkan rumahnya melalui memberinya permen atau kembang gula. Kesukaan mereka akan kembang gula membuat mereka lupa segalanya. Karena banyak orang Kristen masih kanak-kanak dan menyukai ajaran-ajaran yang berlapis gula, maka mereka sangat mudah tertipu.

Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari gelombang dan angin ialah bertumbuh dalam hayat. Ketika Anda bertumbuh, Anda harus berlindung di bawah naungan orang tua Anda di dalam Kristus. Janganlah memperhatikan kembang gula rohani, tetapi perhatikanlah jalan yang ditempuh orang tua Anda dalam Kristus itu. Dengan demikian Anda akan terlindung dan terjaga.

Dalam hidup gereja (church life) orang muda harus berlindung di bawah naungan yang diberikan oleh orang dewasa. Naungan itu adalah tempat perlindungan yang terbaik. Jangan menerima konsepsi apa pun menurut diri sendiri, walaupun konsepsi itu tampak sangat manis. Kapan saja Anda dicobai demikian, Anda harus berkata, “Aku tidak memperhatikan perkara-perkara yang manis itu. Aku hanya memperhatikan Kristus, gereja, dan naungan orang dewasa.” Jika Anda menerima kembang gula itu, Anda akan menemukan bahwa di balik lapisan gula ada racunnya.

Dengan membaca konteks ayat 14 ini kita nampak ujian yang paling dapat diandalkan untuk menyingkapkan ajaran yang menipu orang ialah Kristus dan gereja. Dalam kelicikannya, Iblis memakai gelombang dan angin untuk menyelewengkan orang-orang kudus dari Kristus dan gereja. Adakalanya, Iblis bahkan memakai Alkitab untuk menipu kita. Ini menunjukkan, ajaran-ajaran Alkitab dapat juga dipakai Iblis untuk membawa kita meninggalkan tujuan Allah. Iblis dapat memakai hampir setiap perkara untuk menyelewengkan kita dari Kristus dan gereja. Dia bahkan bisa memakai kata-kata Alkitab untuk mencobai Tuhan Yesus di padang gurun. Maka tidak ada perlindungan yang lebih baik daripada Kristus dan gereja. Janganlah kita menerima ajaran yang tidak lulus melalui ujian Kristus dan gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 44
Posted by Arus Hayat at 12:01 AM
February 20, 2013, 04:58:29 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/02/efesus-minggu-22-rabu.html

20 February 2013
Efesus - Minggu 22 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:13-14


Dalam ayat 14 Paulus tidak mengatakan angin bidah, melainkan angin pengajaran. Pengajaran apa saja, bahkan yang berdasarkan Alkitab, jika mengalihkan kaum beriman dari Kristus dan gereja, adalah angin yang menghanyutkan kaum beriman dari tujuan inti Allah. Satu Timotius 1:3, 4 mewahyukan adanya beberapa orang pada masa Paulus yang menyampaikan ajaran yang berbeda. Itu tidak berarti mereka mengajarkan bidah, melainkan berarti ajaran-ajaran mereka berlainan dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Pengajaran mereka bukanlah pengajaran ministri Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru ada satu ministri. Ministri ini menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam kaum beriman bagi pembangunan gereja. Kita harus waspada terhadap pengajaran atau yang mengaku sebagai ministri yang mengajarkan sesuatu yang berbeda dengan ekonomi Allah, yaitu yang mengajarkan sesuatu yang lain dengan ekonomi Allah bagi pembangunan gereja.

Dalam ayat 14 Paulus mengatakan tentang “permainan palsu manusia”. Istilah ini dalam bahasa Yunani mengacu kepada penipuan yang dilakukan oleh pemain-pemain dadu. Pengajaran-pengajaran yang menjadi rupa-rupa angin menghanyutkan kaum beriman dari garis inti Kristus dan gereja adalah tipuan yang didalangi oleh Iblis dalam kelicikannya, dengan permainan palsu manusia, untuk menggagalkan tujuan kekal Allah, yakni membangun Tubuh Kristus. Tidak peduli bagaimana baiknya suatu pengajaran, bila ia menyelewengkan kita dari Kristus dan gereja, itu adalah suatu permainan palsu manusia. Per­mainan palsu manusia itu bahkan lebih buruk daripada penipuan, sebab ia tidak saja palsu, ia juga mengandung rencana jahat. Sekalipun suatu doktrin itu Alkitabiah, doktrin itu dapat juga diperalat menjadi rencana jahat yang sedemikian.

Terakhir Paulus berkata, “dengan suatu sistem yang menyesatkan” (Tl.). Pengajaran yang memecah-belah itu disusun dan disistemkan oleh Iblis untuk menyebabkan kekeliruan yang serius, dan dengan ini menghancurkan kesatuan kehidupan Tubuh yang praktis. Permainan palsu berasal dari manusia, tetapi sistem yang menyesatkan berasal dari Iblis. Kita telah nampak bahwa ekonomi Allah ialah menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam kita demi pembangunan Tubuh Kristus. Iblis membenci hal ini. Karena itu, ia memperalat ajaran, konsepsi, doktrin, dan opini dengan kelicikan sebagai bagian dari rencana jahatnya untuk menyesatkan orang, dan akhirnya menjerumuskan mereka ke dalam suatu sistem yang menyesatkan itu. Alangkah jahatnya! Semoga Tuhan menyingkapkan tipu muslihat musuh agar kita dapat mengetahui sistem yang menyesatkan itu yang berkaitan dengan ajaran-ajaran palsu yang dirancangnya untuk menyelewengkan orang-orang kudus dari Kristus dan hidup gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 44
February 21, 2013, 05:05:15 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/02/efesus-minggu-22-kamis.html

21 February 2013
Efesus - Minggu 22 Kamis

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:14-16


Ayat 15 mengatakan, “Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Paulus memulai ayat ini dengan kata “sebaliknya”, menunjukkan bahwa kebenaran dalam ayat 15 ini berlawanan dengan permainan palsu manusia, kelicikan, dan sistem yang menyesatkan dalam ayat 14. Teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih berlawanan dengan permainan palsu manusia dan sistem yang menyesatkan dalam ayat 14. Terombang-ambing oleh berbagai angin pengajaran oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan dan sistem yang menyesatkan itu justru berarti tidak teguh berpegang kepada kebenaran.

Berpegang kepada kebenaran di dalam kasih berarti menjamah kebenaran di dalam kasih. Kata kebenaran dalam ayat 15 menunjukkan sesuatu yang sejati. Dalam alam semesta ini, perkara yang benar, yang sejati adalah Kristus dan gereja. Hanya dengan berbicara ten-tang Kristus dan gereja barulah kita secara riil menjamah kebenaran. Ini berarti walaupun kita bisa menghindari dusta, kita mungkin tetap belum mengatakan kebenaran. Sebagai contoh, laporan-laporan tertentu dalam surat kabar mungkin bukan dusta, tetapi itu bukan kebenaran, bukan realitas; sebaliknya semua adalah kesia-siaan, kosong. Segala perkara yang di luar Kristus dan gereja adalah kosong dan palsu. Kalau saya tanpa Kristus, segenap diri saya ialah kosong. Boleh jadi se­seorang sangat kaya berlimpah, tetapi jika ia tidak memiliki Kristus, segala kekayaan dan benda materi itu kosong belaka. Kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa segala sesuatu adalah sia-sia (1:2). Di luar Kristus dan gereja tidak ada satu pun yang benar dan sejati. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan Yesus dan yang hidup bagi hidup gereja hari ini, satu-satunya kebenaran dalam alam semesta ialah Kristus dan gereja. Hari demi hari, kita boleh membicarakan banyak perkara, namun jika kita tidak membicarakan Kristus dan gereja, itu adalah berpegang pada kesia-siaan, bukan kebenaran.

Berpegang kepada kebenaran di dalam kasih berarti menjamah, menerima, dan membicarakan Kristus dan gereja. Mungkin orang lain menyampaikan ajaran yang berbeda, menekankan doktrin-doktrin atau opini-opini yang menyelewengkan orang dari Kristus dan gereja, tetapi kita tidak boleh berkata demikian. Sebaliknya, kita harus mengatakan hal-hal yang membawa kita berkontak dengan Kristus dan membangun kita sebagai Tubuh Kristus. Berbicara secara demikian adalah berpegang kepada kebenaran.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 45
February 22, 2013, 05:00:46 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/02/efesus-minggu-22-jumat.html

22 February 2013
Efesus - Minggu 22 Jumat

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:14-16


Dalam ayat 15, Paulus mengatakan bahwa kita harus berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Inilah kasih Kristus di dalam kita, yang olehnya kita mengasihi Kristus dan sesama anggota Tubuh-Nya. Kasih di sini bukan kasih kita, melainkan kasih Allah, yang lebih dulu mengasihi kita. Kini dengan kasih inilah kita mengasihi Tuhan dan satu sama lain. Dalam kasih yang sedemikianlah kita berpegang kepada kebenaran, yaitu berpegang kepada Kristus dan Tubuh-Nya.

Melalui berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita akan bertumbuh di dalam segala hal ke arah (dalam) Kristus. Agar tidak lagi menjadi anak-anak (ayat 14), kita perlu bertumbuh ke dalam Kristus. Ini berarti mengalami Kristus bertambah di dalam kita dalam segala hal, sampai kita mencapai kedewasaan penuh (ayat. 13). Kata Kepala dalam ayat 14 ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kita dalam hayat oleh pertambahan Kristus harus merupakan pertumbuhan anggota-anggota dalam Tubuh di bawah Kepala.

Bertumbuh ke dalam Kepala berarti kita hanya memperhatikan Kristus dan gereja. Kita bertumbuh me­lalui memperhatikan Kristus dan gereja semata, yaitu melalui berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Kita tidak dapat bertumbuh melalui sejenis kejujuran atau ketulusan yang berkaitan dengan kelakuan etika.

Paulus mengatakan dengan jelas bahwa kita bertumbuh ke dalam Dia, yang adalah Kepala. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kita harus di dalam Tubuh. Untuk bertumbuh ke dalam Kepala, kita harus berada di dalam Tubuh. Banyak orang Kristen kelihatannya bertumbuh secara rohani; tetapi pertumbuhan itu bukan di dalam Tubuh. Saya tahu ada sementara orang Kristen yang sebenarnya menjadi semakin terpecah-belah ketika mereka bertumbuh semacam itu. Nampaknya semakin bertumbuh, mereka menjadi semakin kritis. Ketika mereka memiliki pertumbuhan yang relatif sedikit itu, mereka tidak menimbulkan problem dalam hidup gereja (Church life), tetapi ketika mereka bertumbuh, mereka lalu menjadi masalah. Ini suatu petunjuk bahwa pertumbuhan mereka bukan ke dalam Kepala. Selama pertumbuhan seorang bukan ke dalam Kepala, berarti ia tidak bertumbuh di dalam Tubuh.

Ini sangat penting, Paulus tidak mengatakan kita harus bertumbuh ke dalam Sang Juruselamat, atau ke dalam Tuan, atau ke dalam Tuhan. Ia khusus mengatakan bahwa kita harus bertumbuh ke dalam Sang Kepala. Ini hanya dapat terjadi di dalam Tubuh. Jika Anda tidak tinggal di dalam Tubuh, mungkin Anda memiliki sedikit pertumbuhan, tetapi itu tidak berarti bertumbuh ke dalam Sang Kepala.
February 23, 2013, 04:55:56 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/02/efesus-minggu-22-sabtu.html

23 February 2013
Efesus - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:14-16


Ayat 16 menunjukkan bahwa pertumbuhan bukan untuk perseorangan, melainkan untuk Tubuh. Pertumbuhan mana pun yang bukan untuk Tubuh, bukanlah yang sejati. Kata “tiap-tiap anggota” mengacu kepada setiap anggota Tubuh. Setiap anggota Tubuh Kristus memiliki kadarnya masing-masing, dan kadar ini bekerja untuk pertumbuhan Tubuh. Tubuhlah yang mempertumbuhkan dirinya sendiri melalui sendi-sendi suplai dan bagian-bagian yang berfungsi. Baik sendi-sendi suplai dan setiap bagian tunggal berikut kadarnya diperlukan gereja untuk membangun dirinya sendiri. Pertumbuhan Tubuh Kristus adalah pertambahan Kristus dalam gereja, yang menghasilkan pembangunan oleh Tubuh itu sendiri.

Dalam ayat ini Paulus membicarakan “setiap sendi suplai yang kaya” (Tl.). Ini ditujukan kepada orang-orang yang berkarunia khusus, seperti yang disebut dalam ayat 11. Dalam bahasa Yunani, di muka kata “suplai” terdapat kata sandang yang merupakan penekanan. Itu menunjukkan bahwa suplai di sini adalah suplai yang khusus, yaitu suplai Kristus. Sebagai orang-orang yang memimpin, para rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar memiliki suplai yang khusus ini. Ya, kita semua dapat menjadi utusan-utusan hari ini. Namun demikian, di antara orang-orang kudus ada orang-orang yang mempunyai suplai khusus ini, dan suplai ini tidak dimiliki semua orang.

Kalau kita membaca ayat 16 dengan cermat, kita akan nampak bahwa ayat ini mengatakan seluruh Tubuhlah yang mempertumbuhkan Tubuh itu. Ini berarti Tubuh bertumbuh oleh Tubuh itu sendiri; Tubuh mempertumbuhkan Tubuh. Gereja-gereja yang mengundang orang-orang tertentu untuk menyampaikan Firman Tuhan kepada mereka itu tidak salah, tetapi gereja lokal bukan dibangun dengan cara demikian. Sebuah gereja lokal harus bertumbuh oleh gereja itu sendiri. Misalnya, gereja di Anaheim yang mempertumbuhkan gereja di Anaheim. Sekalipun sebuah gereja sangat kecil, ia harus bertumbuh oleh dirinya sendiri. Kalau Anda tidak dapat mempertumbuhkan gereja di lokal Anda, tidak seharusnya Anda menjadi gereja di tempat itu. Janganlah mengharapkan kunjungan saudara-saudara untuk meng­ambil bagian dalam ministri firman guna mempertumbuhkan gereja di lokal Anda.

Ayat 16 mengatakan tentang pertumbuhan Tubuh kepada pembangunan dirinya sendiri dalam kasih. Ini menunjukkan bahwa gereja lokal harus membangun dirinya sendiri dalam kasih melalui tiap-tiap sendi suplai sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota. Orang-orang yang mempunyai suplai khusus tidak saja dalam keseluruhan Tubuh, tetapi juga dalam gereja-gereja lokal, yang adalah ekspresi satu Tubuh yang riil. Sekalipun jumlah orang kudus di sebuah gereja sangat sedikit, mungkin hanya lima belas orang, tetapi di situ tetap ada orang-orang yang mempunyai suplai khusus. Hal ini harus menjadi suatu dorongan bagi tiap gereja lokal. Melalui suplai khusus para pemuka dan melalui pekerjaan setiap anggota, gereja akan mempertumbuhkan dirinya sendiri di dalam kasih. Dengan demikianlah, kita akan nampak pertumbuhan anggota untuk pembangunan Tubuh Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 45
February 24, 2013, 04:48:39 AM
Reply #5
February 26, 2013, 04:56:52 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/

25 February 2013
Efesus - Minggu 23 Senin

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:17-21


Nasihat Paulus ialah, “Jangan hidup lagi seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikir­annya yang sia-sia.” (ay. 17) Orang-orang yang tidak mengenal Allah adalah orang-orang yang jatuh, yang menjadi sia­sia dalam pikiran mereka (Rm. 1:21). Mereka hidup tanpa Allah dalam kesia-siaan pikiran mereka, dikendalikan dan diarahkan oleh pemikiran mereka yang sia-sia. Apa pun yang mereka lakukan menurut pikiran mereka yang jatuh adalah kesia-siaan, tanpa realitas. Kehidupan manusia yang jatuh ialah kehidupan dalam kesia-siaan pikiran. Hari ini semua manusia duniawi hidup dalam kesia-siaan yang demikian. Dalam pandangan Allah dan Rasul Paulus, apa saja yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan mereka tidak lain kesia-siaan. Perkara-perkara itu satu pun tidak ada yang riil atau mantap, semuanya sia-sia. Sebagai orang beriman, kita tidak seharusnya hidup lagi dalam pikiran yang sia-sia, sebaliknya kita harus hidup dalam realitas roh kita.

Menurut ayat 18, orang-orang yang hidup dalam pikiran yang sia-sia memiliki pengertian yang gelap. Ketika pikiran orang-orang yang jatuh dipenuhi dengan kesia-siaan, pengertian mereka digelapkan tentang masalah Allah.

Orang-orang itu juga “jauh dari hayat Allah” (ayat 18, Tl.). Hayat ini adalah hayat Allah yang kekal, bukan ciptaan, yang tidak dimiliki oleh manusia pada saat penciptaan. Setelah diciptakan, manusia dengan hayat insani yang diciptakan Allah ditaruh di depan pohon hayat (Kej. 2:8-9) supaya dia dapat menerima hayat Allah yang bukan ciptaan. Tetapi manusia jatuh ke dalam kesia-siaan pikirannya dan digelapkan dalam pengertiannya sehingga tidak dapat menjamah hayat Allah, sampai ia bertobat (pikirannya berpaling kepada Allah), dan percaya kepada Tuhan Yesus untuk menerima hayat kekal Allah (Kis. 11:18; Yoh. 3:16).

Maksud Allah dalam menciptakan manusia adalah agar manusia beroleh bagian dalam buah pohon hayat, dan karenanya beroleh hayat kekal Allah. Tetapi karena kejatuhan, sifat jahat Iblis telah diinjeksikan ke dalam manusia, sehingga manusia dijauhkan dari pohon hayat itu. Menurut Kejadian 3:24, Tuhan Allah “menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan (hayat).” Dengan demikian, manusia telah dijauhkan dari hayat Allah. Kerub, api, dan pedang melambangkan kemuliaan, kekudusan, dan keadilan Allah. Ketiga benda itu menjauhkan manusia yang berdosa sehingga tidak bisa menerima hayat kekal. Ketika Tuhan Yesus mati di atas salib, Ia telah memenuhi semua tuntutan kemuliaan, kekudusan, dan keadilan Allah. Karena itu, melalui penebusan Tuhan Yesus, jalan telah terbuka bagi kita untuk menjamah pohon hayat sekali lagi. Itulah sebabnya Ibrani 10:19 mengatakan bahwa kita “sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat (maha) kudus, oleh darah Yesus.” Pohon hayat berada dalam tempat maha kudus. Sebagai orang yang percaya Kristus, kita telah dibawa kembali ke pohon hayat itu. Kini hayat ilahi dalam tempat maha kudus dapat menjadi kenikmatan kita sehari-hari. Namun orang-orang kafir tetap dijauhkan dari hayat Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 46
February 26, 2013, 04:57:30 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/

26 February 2013
Efesus - Minggu 23 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:17-21


Orang-orang yang tidak percaya tidak mengenal Allah dan hal-hal rohani, bahkan mereka enggan untuk mengenal. Betapa besar rahmat-Nya, kita tidak saja memiliki pengetahuan yang wajar, juga berhasrat untuk mengenal-Nya! Dalam batin kita ada hasrat untuk mengenal Allah, mengenal hayat, dan mengenal hal-hal rohani, ini adalah suatu berkat yang besar. Sebelum kita diselamatkan, kita tidak memiliki hasrat ini. Seperti orang-orang kafir, kita kekurangan pengetahuan maupun hasrat untuk mengetahui. Tetapi sekarang kita lapar dan dahaga untuk mengenal Allah. Semakin kita dapat mengenal Dia dan hayat ilahi, semakin baik. Setiap orang Kristen yang tidak menuntut untuk mengenal Tuhan tidak mungkin gembira dan puas. Menuntut Tuhan dan menuntut mengenal hayat dan hal-hal Allah adalah sumber sukacita yang besar. Itulah sebabnya kita begitu gembira dalam sidang-sidang gereja. Itu pula sebabnya saya memiliki satu sukacita batiniah ketika saya menyuplaikan firman kepada umat Tuhan. Ada sesuatu yang dari Tuhan telah tertabur ke dalam kita, dan memberi kita hasrat untuk mengenal Dia.

Sebab lainnya mengapa orang-orang kafir itu dijauhkan dari hayat Allah, ialah karena kekerasan hati mereka. Kekerasan hati manusia yang jatuh adalah sumber kegelapan dalam pengertian mereka dan kesia-siaan pikiran mereka. Sebelum kita beroleh selamat, kita juga berhati keras. Kita seolah-olah tidak dapat dimasuki firman, dan firman Allah tidak dapat masuk ke dalam kita. Demikianlah situasi orang tidak percaya hari ini.

Ayat 17-19 merupakan latar belakang hitam dari apa yang Paulus katakan dalam ayat 20, “Tetapi bukan dengan demikian kamu belajar mengenal Kristus.” Perjanjian Baru sangat tegas menunjukkan bahwa kita harus memperhidupkan Kristus. Dalam Filipi 1:21 Paulus menyatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus.” Tetapi dalam Efesus 4:20 ini dikatakan bahwa kita telah mempelajari Kristus. Perhatikan, Paulus di sini memakai kata kerja kala lampau (past tense) dalam mengatakan perihal mempelajari Kristus, demikian pula ayat berikutnya, yang mengatakan, “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran (realitas) yang nyata dalam Yesus.” Masalah mempelajari Kristus menurut realitas yang nyata dalam Yesus sulit dimengerti, kita harus merenung­kannya dengan sangat cermat.

Kristus tidak saja sebagai hayat bagi kita, tetapi juga teladan (Yoh. 13:15; 1 Ptr. 2:21). Kita belajar dari Dia (Mat. 11:29) menurut teladan-Nya, bukan dengan hayat alamiah kita, melainkan dengan Dia sebagai hayat kita dalam kebangkitan. Menurut Perjanjian Baru, Tuhan Yesus tidak langsung masuk ke dalam kita sebagai hayat, melainkan setelah Ia hidup di bumi selama tiga puluh tahun, Ia melayani selama tiga setengah tahun. Selama hidup-Nya di bumi tiga puluh tiga setengah tahun itu, Ia meletakkan satu model, satu cetakan, satu teladan. Hal ini merupakan perkara yang sangat bermakna. Salah satu alasan dari penulisan keempat Injil ialah memperlihatkan teladan hayat yang dikehendaki Allah, cetakan hayat yang dapat memuaskan Allah serta memenuhi kehendak-Nya. Karena alasan inilah Perjanjian Baru memberi kita satu biografi unik dari Tuhan Yesus, yang ditulis dari empat aspek. Setelah Tuhan Yesus meletakkan teladan yang diwahyukan dalam keempat kitab Injil, Ia tersalib di atas salib dan kemudian masuk ke dalam kebangkitan. Dalam kebangkitan inilah Ia masuk ke dalam kita menjadi hayat kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 46
February 27, 2013, 04:22:53 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/02/efesus-minggu-23-rabu.html

27 February 2013
Efesus - Minggu 23 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 4:17-21


Menurut Perjanjian Baru, diselamatkan berarti ditaruh Allah ke dalam Kristus. Satu Korintus 1:30 menerangkan, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus.” Ketika Allah meletakkan kita ke dalam Kristus, Ia menaruh kita ke dalam cetakan itu. Seperti halnya seorang saudari mencetak adonan ke dalam cetakan kue, begitulah Allah bermaksud membentuk kita sesuai dengan cetakan Kristus. Maka Roma 8:29 menunjukkan bahwa kita diserupakan dengan gambar Kristus, Putra sulung di antara banyak saudara. Diserupakan berarti dicetak. Putra sulung adalah model, dan banyak saudara dari Putra sulung adalah mereka yang telah diserupakan dengan model ini. Maka mempelajari Kristus tidak lain berarti dicetak dengan model Kristus, yaitu diserupakan dengan gambar Kristus.

Setelah Kristus mendirikan model ini, Ia lalu disalibkan, kemudian masuk ke dalam kebangkitan, dan da­lam kebangkitan Ia menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Sebagai Roh itulah Ia lalu masuk ke dalam kita menjadi hayat kita. Kita telah menunjukkan bahwa pada waktu kita percaya ke dalam Kristus dan dibaptis ke dalam-Nya, Allah menaruh kita ke dalam-Nya sebagai model, cetakan. Karena itu, Paulus dapat memberi tahu orang Efesus bahwa mereka “telah mempelajari Kristus”. Menurut terang Perjanjian Baru dan menurut pengalaman kita, mempelajari Kristus berarti ditaruh ke dalam Kristus oleh Allah. Di pihak Allah, Ia telah menaruh kita ke dalam Kristus, sedangkan di pihak kita, kita telah mempelajari Kristus melalui ditaruh ke dalam-Nya.

Setelah seorang beroleh selamat, dalam batinnya ia berhasrat menempuh suatu hidup yang sesuai dengan model yang didirikan Tuhan Yesus. Namun, banyak orang yang mengabaikan hasrat ini atau mengembangkannya secara keliru, yaitu mengira dapat sukses meniru-Nya dengan usaha mereka sendiri. Kita keliru kalau kita berpikir bahwa kita dapat meniru Kristus melalui menggunakan hayat alamiah kita. Orang Kristen seharusnya meniru Kristus, namun mereka tidak boleh berbuat demikian menurut hayat alamiah mereka.

Kita telah menunjukkan bahwa kita sudah keliru jika kita berusaha meniru Kristus melalui usaha hayat alamiah kita. Kita juga nampak bahwa ketika kita percaya Tuhan Yesus dan beroleh selamat, Allah meletakkan kita ke dalam Kristus sebagai cetakan. Cetakan ini ialah hidup Yesus yang tercatat dalam keempat kitab Injil, suatu hidup yang mutlak sesuai dengan realitas. Realitas (kebenaran) adalah pancaran terang, atau ekspresi terang. Karena Allah adalah terang (1 Yoh. 1:5), maka realitas (kebenaran) adalah ekspresi Allah. Setiap aspek dari hidup Yesus yang tercatat dalam keempat kitab Injil merupakan satu ekspresi Allah. Dalam setiap hal yang Ia katakan dan lakukan, Ia mengekspresikan Allah. Ekspresi Allah ini ialah pancaran terang; maka ekspresi ini adalah realitas (kebenaran). Hidup Yesus yang sesuai dengan realitas ini adalah model yang di dalamnya Allah telah meletakkan kita. Dalam model ini kita telah mempelajari Kristus menurut realitas yang nyata dalam Yesus. Ini berarti kita telah mempelajari Kristus menurut realitas yang diperlihatkan dalam keempat kitab Injil, yaitu menurut hidup Tuhan Yesus, yang seluruhnya sesuai dengan realitas Allah. Hidup ini ialah pancaran terang. Pancaran terang ini ialah realitas (kebenaran) dan realitas (kebenaran) ialah ekspresi Allah. Karena itu, dalam hidup Yesus ada realitas. Esens model yang didirikan hidup Tuhan Yesus ialah realitas. Ini berarti esens hidup Yesus adalah realitas. Kita telah mempelajari Kristus menurut realitas yang nyata dalam Yesus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 46
February 28, 2013, 05:47:31 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/02/efesus-minggu-23-kamis.html

28 February 2013
Efesus - Minggu 23 Kamis

Pembacaan Alkitab: Flp. 1:21


Dalam tiga puluh tiga setengah tahun hidup-Nya di bumi, Tuhan Yesus membuat suatu cetakan, model, di mana semua orang yang percaya kepada-Nya harus diserupakan. Sesuai dengan catatan dalam keempat kitab Injil, kehidupan Tuhan Yesus adalah kehidupan realitas. Realitas (kebenaran) merupakan pancaran sinar terang. Terang merupakan sumber, dan realitas adalah ekspresinya. Ibrani 1:3 mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah. Ini berarti Dia adalah pancaran sinar Allah yang adalah terang. Karena dalam setiap aspek kehidupan Tuhan di bumi ada pancaran sinar, kehidupan-Nya adalah kehidupan realitas, kehidupan pancaran Allah sendiri. Kehidupan realitas ini adalah ekspresi Allah. Karena alasan inilah Paulus mengatakan bahwa kita mempelajari Kristus menurut realitas yang nyata dalam Yesus. Dengan kata lain, kita mempelajari Kristus sesuai dengan cetakan kehidupan Yesus. Cetakan kehidupan Yesus adalah realitas.

Setelah Kristus membuat cetakan ini, Dia melewati mati dan bangkit, dan dalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi-hayat. Sebagai Roh yang sedemikian, Dia masuk ke dalam kita menjadi hayat kita. Ketika kita percaya kepada Dia dan dibaptis, Allah meletakkan kita ke dalam Dia yang adalah cetakan, sama seperti adonan diletakkan ke dalam cetakan. Dengan diletakkan ke dalam cetakan ini kita mempelajari cetakan ini. Ini berarti dengan diletakkan ke dalam Kristus, kita mempelajari Kristus. Di satu pihak, Allah meletakkan kita ke dalam Kristus; di pihak lain, Kristus telah masuk ke dalam kita menjadi hayat kita. Sekarang kita bisa hidup oleh-Nya sesuai dengan cetakan yang di dalamnya kita telah diletakkan oleh Allah.

Kita harus membedakan jenis kehidupan ini dari kehidupan yang sesuai dengan pengajaran modern mengenai meniru Kristus sebagai teladan kita. Para modernis dengan salah mengajarkan bahwa Kristus bukanlah Allah, tetapi manusia yang memiliki standar tertinggi untuk kita ikuti. Pengajaran itu menuntut kita menggunakan hayat alamiah kita untuk meniru Kristus dan menempuh kehidupan sesuai dengan standar-Nya. Pengajaran seperti itu adalah bidah. Itu mutlak tidak ada hubungannya dengan realitas yang nyata dalam Yesus. Hal itu menyangkal fakta bahwa orang beriman yang sejati ada dalam Kristus dan memiliki Kristus di dalamnya. Berlawanan dengan ajaran bidah itu, yakni pengajaran yang modern, kita berkata sesuai dengan Perjanjian Baru bahwa ketika orang berdosa bertobat dan percaya kepada Kristus dan dibaptis ke dalam Kristus, Allah meletakkan dia ke dalam Kristus sebagai cetakan. Pada saat yang sama, Kristus sebagai Roh pemberi-hayat masuk ke dalamnya menjadi hayatnya. Kemudian, orang beriman ini perlu hidup oleh Kristus sebagai hayatnya, sesuai dengan cetakan itu. Semakin dia hidup oleh Kristus, dia semakin dengan spontan dibentuk ke dalam bentuk cetakan itu. Ini adalah kehidupan dalam Kristus dan juga kehidupan Kristus dalam kita. Kita berada dalam Kristus sebagai cetakan, dan Dia di dalam kita sebagai hayat kita. Dengan jalan ini kita mempelajari Kristus sebagai realitas yang nyata dalam Yesus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 47
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)