Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 128966 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

September 18, 2019, 04:24:55 AM
Reply #2400
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://santapanrohani.org/

Jauhi Saja!
  18/09/2019 
Jauhi Saja!
Baca: 1 Petrus 5:8-10 | Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 30–31 ; 2 Korintus 11:1-15
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-09-18.mp3

Lawanlah [Iblis] dengan iman yang teguh. —1 Petrus 5:9

Ali adalah remaja yang cantik, pintar, dan berbakat. Ia juga memiliki orangtua yang sangat sayang kepadanya. Namun selepas SMA, entah mengapa ia tergoda menggunakan heroin. Orangtuanya menyadari perubahan diri Ali dan mengirimnya ke pusat rehabilitasi setelah akhirnya Ali mengakui dampak heroin itu pada dirinya. Setelah menjalani perawatan, Ali ditanya orangtuanya tentang apa yang akan ia sampaikan kepada teman-temannya soal mencoba narkoba. Nasihat Ali: “Jangan coba-coba dan jauhi saja.” Ia menegaskan bahwa “mengatakan ‘tidak’ saja” belumlah cukup.

Tragisnya, Ali kembali kecanduan dan meninggal pada usia 22 tahun karena overdosis. Dalam upaya mencegah orang lain mengalami nasib yang sama, orangtua Ali yang sangat terpukul tampil di program berita lokal dan mendorong para pemirsa agar menjauhi situasi-situasi yang membuat mereka rentan terjerat bahaya narkoba dan ancaman-ancaman lain.
Lawanlah [Iblis] dengan iman yang teguh. —1 Petrus 5:9

Rasul Paulus mendorong anak rohaninya, Timotius (dan juga kita), untuk lari menjauhi iblis (2Tim. 2:22), dan Rasul Petrus juga memperingatkan hal serupa, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh” (1Ptr. 5:8-9).

Tidak satu pun dari kita kebal godaan. Sering kali hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah sungguh-sungguh menjauhi situasi-situasi yang bisa membuat kita tergoda—walaupun tidak selalu bisa kita hindari. Namun, kita dapat lebih siap menghadapinya dengan iman yang teguh kepada Allah—suatu iman yang berdasarkan keyakinan kepada Alkitab dan dikuatkan melalui doa. Dengan “iman yang teguh”, kita akan tahu kapan harus menjauhi godaan dan mendekat kepada-Nya.
Dalam hal apa saja Anda sangat mudah tergoda? Apa yang selama ini menolong Anda untuk mampu bertahan?
Ya Allah, ada banyak sekali godaan di luar sana. Tolonglah kami untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh. Terima kasih juga karena Engkau selalu menerima kami kembali di saat kami jatuh.
Oleh Alyson Kieda | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Alkitab menyatakan banyak hal mengenai musuh rohani kita, Iblis. Petrus—berdasarkan pengalaman kekalahannya yang pahit—memperingatkan kita bahwa “lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Sekitar tiga puluh tahun sebelum menulis surat itu, Petrus membual bahwa ia tidak akan pernah menyangkal Yesus (Matius 26:33-35), tetapi dalam kesombongannya, ia tidak sadar dan berjaga-jaga (1 Petrus 5:8). Menurut Yohanes, seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat (1 Yohanes 5:19), tetapi Yesus datang untuk “membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu” (1 Yohanes 3:8). Yesus telah menaklukkan Iblis (Yohanes 12:31; 16:11; Ibrani 2:14), tetapi Iblis diizinkan untuk menyesatkan orang selama waktu yang singkat saja (2 Korintus 11:14). Kesudahan Iblis telah ditetapkan, ia akan “dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, . . . disiksa siang malam sampai selama-lamanya” (Wahyu 20:10). —K.T. Sim



September 19, 2019, 06:28:45 AM
Reply #2401
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://santapanrohani.org/

Merasa Kecil
  19/09/2019 
Merasa Kecil
Baca: Matius 6:25-32 | Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 1–3 ; 2 Korintus 11:16-33
00:00
Unduh MP3

https://santapanrohani.org/wp-content/themes/odbm-base/assets/download.php?file=https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2019-09-19.mp3

Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? —Mazmur 8:5

Banyak kritikus film menganggap film Lawrence of Arabia karya David Lean sebagai salah satu film terhebat sepanjang masa. Dengan menampilkan pemandangan gurun jazirah Arab yang membentang seolah tak berujung, film tersebut telah mempengaruhi satu generasi pembuat film—termasuk sutradara pemenang Oscar, Steven Spielberg. “Saya langsung terinspirasi waktu pertama kali menonton film Lawrence,” kata Spielberg. “Film itu membuat saya merasa kecil, bahkan sampai sekarang. Di situlah letak kehebatannya.”

Saya sendiri merasa kecil oleh luasnya alam ciptaan—saat saya memandangi lautan, terbang di atas tudung es kutub, atau menatap langit malam yang berhiaskan milyaran bintang gemerlapan. Bila alam semesta begitu luas, betapa jauh lebih besarnya Sang Pencipta yang menjadikan semuanya itu dengan firman-Nya!
Hubungan kita dengan Dia adalah bukti bahwa bagi-Nya kita sangatlah berharga.

Kebesaran Allah dan perasaan kecilnya manusia dinyatakan oleh Daud ketika ia berseru: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mzm. 8:5). Namun, Yesus meyakinkan kita, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Mat. 6:26).

Mungkin saya merasa kecil dan tak berarti, tetapi di mata Bapa, saya sangat berharga—keberhargaan yang terbukti setiap kali saya memandang salib. Mahalnya harga yang rela Dia bayarkan untuk memulihkan hubungan saya dengan Dia adalah bukti bahwa bagi-Nya saya sangatlah berharga.
Keajaiban alam apa yang membawa Anda mengingat Allah? Bagaimana hal itu membuat Anda menyadari betapa berharganya Anda bagi Sang Pencipta?
Bapa, tolonglah kami mengingat bahwa kami selalu ada di dalam hati-Mu. Tuntunlah kami untuk menemukan makna sejati hidup kami di dalam-Mu.
Oleh Bill Crowder | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Bacaan hari ini meneruskan Khotbah di Bukit (Matius 5-7). Perikop tersebut merupakan bagian dari tema utama dalam pasal 6 tentang “jalan dan kehidupan orang Kristen di dunia, dalam hubungannya dengan Bapa” [D. Martyn Lloyd-Jones, Studies in the Sermon on the Mount]. Ada perbedaan kontras di sini. Bagian-bagian sebelumnya (ay.19-24) membicarakan tentang bahaya menimbun harta di dunia, sedangkan bagian ini membahas kekhawatiran mengenai materi. Sebagian orang meyakini bahwa bagian pertama ditujukan kepada orang-orang kaya, sedangkan perikop hari ini ditujukan kepada orang miskin atau orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, sebenarnya orang kaya pun bisa saja menderita kekhawatiran mengenai harta. Bagaimana pun cara pandang kita terhadap dua perikop tersebut, keduanya sama-sama mengajarkan bahayanya mencari rasa aman selain dalam Allah dan pemeliharaan-Nya yang besar (1 Petrus 5:7). —Alyson Kieda


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)