Author Topic: Arus Hayat  (Read 83314 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 29, 2018, 05:50:58 AM
Reply #1600
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/09/

29 September 2018
Markus - Minggu 16 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:1-31
Doa baca: “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: 'Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.’” (Mrk. 10:21)


Kematian-Nya yang Almuhit dan Kebangkitan-Nya yang Ajaib


Kita telah nampak bahwa dua perkara yang bisa menghalangi kita masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah cara kita menangani pernikahan dan keusangan. Dalam Markus 10:17-31 kita nampak bahwa harta adalah hal lain yang bisa menghalangi kita. Paulus menekankan fakta bahwa orang beriman seharusnya tidak dibelenggu oleh harta. Kita tidak seharusnya dibelenggu oleh harta. Sebaliknya, perbudakan harta harus dienyahkan. Kita bukan bagi harta, harta adalah bagi kita. Kita harus bebas dari pemilikan materi dan menggunakan harta kita bagi perampungan tujuan Allah.

Sebagai manusia, kita memerlukan uang untuk hidup. Tetapi kita tidak boleh diperbudak oleh uang. Uang seharusnya tidak menjadi tuan kita. Sebaliknya, uang seharusnya di bawah pengelolaan dan seharusnya digunakan bagi tujuan Allah. Jika uang tidak berada di bawah pengendalian kita dan jika tidak digunakan bagi tujuan Allah, kita akan diperbudak olehnya. Akibatnya, kita tidak akan mampu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Jika kita dipenuhi dengan Kristus, kita akan mampu menangani perkara pernikahan, keusangan, dan harta. Kita akan menangani pernikahan bersama Kristus, kita akan menangani perkara keusangan bersama Kristus, dan kita akan mengelola harta bersama Kristus. Ini berarti dalam perkara pernikahan, keusangan, dan harta kita digantikan oleh Kristus sehingga kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika kita tidak mempunyai Kristus dan kematian dan kebangkitan-Nya, kita tidak akan memiliki cara untuk menangani pernikahan, keusangan, dan harta. Satu-satunya jalan untuk menangani ketiga perkara ini secara tepat adalah digantikan oleh Kristus melalui kematian-Nya yang almuhit dan kebangkitan-Nya yang ajaib.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 31


September 30, 2018, 04:55:53 AM
Reply #1601
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/09/

29 September 2018
Markus - Minggu 16 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:1-31
Doa baca: “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: 'Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.’” (Mrk. 10:21)


Kematian-Nya yang Almuhit dan Kebangkitan-Nya yang Ajaib


Kita telah nampak bahwa dua perkara yang bisa menghalangi kita masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah cara kita menangani pernikahan dan keusangan. Dalam Markus 10:17-31 kita nampak bahwa harta adalah hal lain yang bisa menghalangi kita. Paulus menekankan fakta bahwa orang beriman seharusnya tidak dibelenggu oleh harta. Kita tidak seharusnya dibelenggu oleh harta. Sebaliknya, perbudakan harta harus dienyahkan. Kita bukan bagi harta, harta adalah bagi kita. Kita harus bebas dari pemilikan materi dan menggunakan harta kita bagi perampungan tujuan Allah.

Sebagai manusia, kita memerlukan uang untuk hidup. Tetapi kita tidak boleh diperbudak oleh uang. Uang seharusnya tidak menjadi tuan kita. Sebaliknya, uang seharusnya di bawah pengelolaan dan seharusnya digunakan bagi tujuan Allah. Jika uang tidak berada di bawah pengendalian kita dan jika tidak digunakan bagi tujuan Allah, kita akan diperbudak olehnya. Akibatnya, kita tidak akan mampu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Jika kita dipenuhi dengan Kristus, kita akan mampu menangani perkara pernikahan, keusangan, dan harta. Kita akan menangani pernikahan bersama Kristus, kita akan menangani perkara keusangan bersama Kristus, dan kita akan mengelola harta bersama Kristus. Ini berarti dalam perkara pernikahan, keusangan, dan harta kita digantikan oleh Kristus sehingga kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika kita tidak mempunyai Kristus dan kematian dan kebangkitan-Nya, kita tidak akan memiliki cara untuk menangani pernikahan, keusangan, dan harta. Satu-satunya jalan untuk menangani ketiga perkara ini secara tepat adalah digantikan oleh Kristus melalui kematian-Nya yang almuhit dan kebangkitan-Nya yang ajaib.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 31


October 01, 2018, 05:31:22 AM
Reply #1602
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

01 October 2018
Markus - Minggu 17 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52; Luk. 9:51
Doa baca: “Ketika hampir tiba waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandanganNya untuk pergi ke Yerusalem.” (Luk. 9:51)


Dalam Perjalanan ke Yerusalem


Markus pasal 10 menggambarkan sejumlah perkara yang terjadi dalam perjalanan ke Yerusalem. Sedangkan setelah pasal 10, tidak ada lagi mukjizat penyembuhan yang dicatat dalam kitab ini. Pada akhir pasal 10, pergerakkan pelayanan Injil Hamba-Penyelamat disimpulkan dengan penyembuhan Bartimeus, pengemis yang buta. Setelah penyembuhan itu, Tuhan beserta pengikut-Nya tiba di Yerusalem. Tujuan mereka masuk ke Yerusalem adalah masuk ke dalam kematian, kebangkitan, dan bahkan kenaikkan. Keenam pasal terakhir dari Injil Markus, pasal 1116, mewahyukan bagaimana Kristus dan pengikutNya masuk ke dalam kematian yang almuhit, kebangkitan yang ajaib, dan kenaikan yang unggul.

Markus 10:32a mengatakan, “Yesus dan muridmurid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut.” Di sini kita nampak bahwa Tuhan Yesus kuat, berani, dan bergairah. Berjalan di depan murid-murid, Dia mengambil pimpinan untuk pergi ke Yerusalem dengan bergairah. Pengikut-pengikut Tuhan benar-benar takjub, bahkan sangat cemas (tercengang) melihat keberanian-Nya. Ayat ini mengatakan bahwa mereka yang mengikuti-Nya takut.

Mengapa Tuhan Yesus sangat berani pergi ke Yerusalem? Mengenai ini, Lukas 9:51 mengatakan, “Ketika hampir tiba waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia megarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.” Wajah Tuhan tampak seperti batu yang kokoh, karena Dia tahu bahwa waktu kematian-Nya sudah dekat. Tuhan tidak mau dihentikan, dihalangi, atau dirintangi dengan cara apa pun agar tidak pergi ke Yerusalem. Jika Dia dihalangi, Dia akan kehilangan hari Paskah, saat Dia mati sebagai Anak Domba Allah. Inilah alasan Tuhan begitu berani berjalan di depan semua murid menuju Yerusalem.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 32



October 02, 2018, 05:30:16 AM
Reply #1603
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

02 October 2018
Markus - Minggu 17 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52; Flp. 2:8
Doa baca: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Flp. 2:8)


Semua Orang Beriman Tercakup dalam Kematian Tuhan


Menurut Markus 10:32b-34, ketika Tuhan pergi ke Yerusalem, Dia mengungkapkan kematian dan kebangkitan-Nya untuk kali ketiga. Wahyu ini adalah suatu nubuat, benar-benar asing bagi konsepsi alamiah murid-murid, tetapi tidak lama kemudian, nubuat ini digenapi secara harafiah dalam setiap rinciannya.

Karena waktu bagi kematian HambaPenyelamat telah tiba, Dia bersedia pergi ke Yerusalem. Dia mendahului pengikut-pengikut-Nya dengan kecepatan dan keberanian yang mengherankan mereka. Ini adalah ketaatan-Nya kepada Allah sampai mati (Flp. 2:8), menurut ketetapan Allah (Kis. 2:23), untuk penggenapan rencana penebusan Allah (Yes. 53:10).

Tuhan Yesus tahu bahwa melalui kematian-Nya Ia akan dimuliakan dalam kebangkitan (Luk. 24:2526) dan bahwa hayat ilahi-Nya akan dilepaskan untuk menghasilkan banyak saudara bagi ekspresiNya (Yoh. 12:23-24). Demi sukacita yang disediakan bagi-Nya, Ia mengabaikan kehinaan (Ibr. 12:2) dan dengan sukarela diserahkan kepada pemimpin-pemimpin Yahudi yang dirampas Iblis, dan dihukum mati oleh mereka. Karena hal ini maka Allah mengangkat-Nya ke surga, mendudukkanNya di sebelah kanan Allah (Mrk. 16:19), memberiNya nama di atas segala nama (Flp. 2:9-10), menjadikan-Nya Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36), dan memahkotai-Nya dengan kemuliaan dan kehormatan (Ibr. 2:9).

Ketika Tuhan Yesus mati di atas salib, semua orang beriman-Nya mati bersama Dia. Menurut catatan Injil Markus, kita dapat melihat bahwa Petrus, Yohanes, dan Yakobus secara khusus dimatikan bersama Tuhan Yesus. Dia sengaja membawa mereka dan murid-murid yang lain ke dalam kematian. Hasilnya, mereka dapat berbagian dalam kebangkitan-Nya dan bahkan menjadi saksisaksi atas kenaikan-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 32


October 03, 2018, 06:01:02 AM
Reply #1604
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

03 October 2018
Markus - Minggu 17 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52
Doa baca: “Dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Mrk. 10:44)


Kebutaan Para Pengikut Tuhan


Ketika Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya berada dalam perjalanan ke Yerusalem, Dia ingin memberi kesan kepada mereka dengan kematianNya yang almuhit dan kebangkitan-Nya yang ajaib. Karena itu, untuk kali ketiga, Dia berbicara kepada mereka mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Namun, murid-murid tidak melihatnya. Bahkan setelah Tuhan mengulang perkataan ini untuk kali ketiga, para pengikut-Nya masih tidak melihat-Nya.

Peristiwa yang dicatat dalam Markus 10:35-45 membuktikan bahwa murid-murid HambaPenyelamat buta terhadap visi kematian dan kebangkitan-Nya. Tiba-tiba setelah Tuhan mewahyukan kematian dan kebangkitan-Nya untuk kali ketiga, Yakobus dan Yohanes datang kepadaNya dan berkata, “Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau!” (ayat 35). Tuhan menjawab, “‘Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?’ Lalu kata mereka, 'Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” (ayat 36-37). Permintaan ini mengungkapkan fakta bahwa Yohanes dan Yakobus masih anak-anak guruh yang alamiah. Mereka tentunya belum digantikan oleh Kristus, dan mereka belum disalibkan dan dibawa ke dalam kebangkitan Tuhan.

Tuhan telah memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dia akan mati. Tetapi mereka begitu berambisi untuk duduk di sebelah kiri dan kanan Tuhan. Permintaan mereka benar-benar alamiah

Dalam ayat 38, Tuhan memberitahu kepada mereka bahwa, mereka yang mau duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan dalam kemuliaan-Nya harus siap “minum cawan” penderitaan. Memikul salib adalah jalan untuk masuk ke dalam kerajaan (Kis. 14:22). Permohonan egoistis dari Yohanes dan Yakobus memberi Tuhan suatu kesempatan untuk mewahyukan jalan masuk ke dalam kerajaan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 32


October 04, 2018, 05:14:20 AM
Reply #1605
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

04 October 2018
Markus - Minggu 17 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52
Doa baca: “Tetapi kata Yesus kepada mereka, 'Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum atau dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?'" (Mrk 10:38)


Ambisi dan Kebutaan


Dalam Markus 10:35 Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, datang kepada Tuhan dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau.” Dua orang bersaudara ini telah mengikuti Tuhan sejak awal. Mereka adalah orang-orang setelah Petrus dan Andreas yang dipanggil oleh Tuhan. Tetapi meskipun mereka telah mengikuti Tuhan selama lebih dari tiga tahun, mereka masih buta dan memerlukan penyembuhan khusus terhadap organ penglihatan mereka, mereka tidak nampak Kristus, kematian, dan kebangkitan-Nya. Tuhan telah berbicara kepada mereka tiga kali mengenai kematian-Nya, tetapi karena mereka buta, mereka tidak bisa mengerti apa yang Dia katakan.

Kita dapat mengatakan bahwa kebutaan adalah suatu jenis kutukan yang paling buruk. Selain itu, kebutaan adalah perihal kegelapan yang adalah hasil atau akibat dosa dan kematian. Sebab itu, kebutaan menunjukkan kegelapan, yang adalah susunan dosa dan maut.

Meskipun murid-murid Tuhan telah mengikuti Dia selama lebih dari tiga tahun, dalam pasal 10 mereka masih buta. Ini berarti, karena buta, mereka berada di dalam kegelapan, masih ada kehadiran dosa dan maut. Karena itu, mereka memerlukan visi yang jelas dari apa yang akan Tuhan Yesus kerjakan di Yerusalem, suatu visi bahwa Dia akan masuk ke dalam kematian untuk mengakhiri situasi yang terkutuk. Kematian-Nya akan menghapus kebutaan, kegelapan, dosa, dan kematian, dan akan membawa orang ke dalam kebangkitan.

Peristiwa Bartimeus, pengemis buta, menunjukan bahwa semua murid itu buta. Ambisi mereka terhadap kedudukan adalah tanda dari kebutaan mereka. Ambisi mereka juga merupakan suatu petunjuk bahwa mereka masih di bawah kutukan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 33



October 05, 2018, 05:18:20 AM
Reply #1606
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

05 October 2018
Markus - Minggu 17 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52
Doa baca: “Jawab mereka, ‘Kami dapat.’ Yesus berkata kepada mereka, ‘Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.’” (Mrk. 10:39)


Bagian dan Proses Orang Kristen


Kita telah melihat bahwa cawan dan baptisan mengacu kepada kematian Hamba-Penyelamat (Yoh. 8:11; Luk. 12:50). Cawan melambangkan bahwa kematian-Nya adalah bagian pemberian Allah yang diterima-Nya untuk menebus orangorang dosa bagi Allah. Baptisan menunjukan bahwa kematian-Nya adalah jalan yang ditetapkan Allah untuk dilewati-Nya guna perampungan penebusan Allah bagi orang-orang dosa.

Dalam Markus 10:38 Tuhan bertanya kepada Yakobus dan Yohanes apakah mereka dapat meminum cawan yang akan Dia minum dan dibaptis dengan baptisan-Nya. Ketika mereka berkata kepada Tuhan bahwa mereka dapat, Tuhan melanjutkan, “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima” (ayat 39). Tuhan seolah-olah berkata kepada mereka, “Tahukah kamu apa itu cawan? Itu menunjukkan kematian. Baptisan juga melambangkan kematian. Tahukah kamu apa yang menjadi bagianmu? Bagianmu bukanlah kedudukan – bagianmu adalah kematian. Aku harus mati dan kamu harus mati bersama-Ku. Aku tidak memiliki kedudukan untuk kamu, karena Aku tidak berhak memberikannya kepada kamu. Keperluanmu adalah mengambil bagianmu dan melalui proses ini, yang keduanya mengacu kepada kematian”

Kita semua perlu nampak bahwa bagian kita dalam hidup gereja bukanlah kedudukan; bagian kita adalah pengakhiran. Dalam gereja kita memiliki kematian bukan hanya sebagai bagian kita untuk kita minum, tetapi juga proses yang harus kita lalui. Kini, kita ada dalam baptisan kematian Tuhan.

Jalan masuk ke dalam kerajaan adalah menerima kematian sebagai bagian kita dan melewati proses kematian. Ini adalah mengambil kematian Kristus sebagai kematian kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 33



October 06, 2018, 05:26:23 AM
Reply #1607
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

06 October 2018
Markus - Minggu 17 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepadanya, 'Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!' Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” (Mrk. 10:52)


Jalan Masuk ke dalam Kerajaan


Semua murid, diwakili oleh dua anak guruh itu, memerlukan penyembuhan kebutaan mereka. Di dekat Yerikho mereka bertemu dengan seorang pengemis yang buta, Bartimeus.

Jika kita dengan teliti membaca Markus 10:3252, kita akan nampak bahwa kedua anak guruh itu bersatu dengan pengemis yang buta. Dasar kita mengatakan hal ini adalah bahwa Tuhan mengajukan pertanyaan yang sama baik kepada Yakobus dan Yohanes, juga kepada Bartimeus. “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” (ayat 36, 51). Dalam pemahaman Tuhan kedua anak guruh itu sama dengan pengemis yang buta. Akan tetapi, ada suatu perbedaan yang mendasar: Yakobus dan Yohanes mengemis dengan cara yang salah, tetapi Bartimeus mengemis dengan cara yang benar. Yakobus dan Yohanes minta didudukkan di sebelah kiri atau di sebeleh kanan Tuhan, tetapi Bartimeus minta diberi penglihatan.

Kita percaya bahwa dalam arti rohani, penyembuhan kebutaan Bartimeus juga adalah penyembuhan kebutaan dari Yakobus, Yohanes dan murid-murid yang lain. Tuhan tidak memberi mereka kedudukan di sebelah kanan atau sebelah kiri-Nya, tetapi Dia jelas bersedia menyembuhkan kebutaan mereka. Dia tahu bahwa Dia datang untuk menjadi terang dunia. Karena itu, Dia bersedia memberikan penglihatan kepada mereka yang buta.

Markus 10:50 berbicara mengenai yang buta, mengatakan, “Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus.” Orang menanggalkan jubahnya melambangkan bahwa orang ini tidak mempedulikan kedudukan. Dalam prinsipnya, kita semua yang ada dalam hidup gereja perlu membuang “jubah” kita. Kita seharusnya membuang semua jubah kedudukan dan hanya peduli menerima penglihatan rohani. Seperti Bartimeus, kita semua memerlukan penglihatan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 33


October 07, 2018, 04:50:51 AM
Reply #1608
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

06 October 2018
Markus - Minggu 17 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:32-52
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepadanya, 'Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!' Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” (Mrk. 10:52)


Jalan Masuk ke dalam Kerajaan


Semua murid, diwakili oleh dua anak guruh itu, memerlukan penyembuhan kebutaan mereka. Di dekat Yerikho mereka bertemu dengan seorang pengemis yang buta, Bartimeus.

Jika kita dengan teliti membaca Markus 10:3252, kita akan nampak bahwa kedua anak guruh itu bersatu dengan pengemis yang buta. Dasar kita mengatakan hal ini adalah bahwa Tuhan mengajukan pertanyaan yang sama baik kepada Yakobus dan Yohanes, juga kepada Bartimeus. “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” (ayat 36, 51). Dalam pemahaman Tuhan kedua anak guruh itu sama dengan pengemis yang buta. Akan tetapi, ada suatu perbedaan yang mendasar: Yakobus dan Yohanes mengemis dengan cara yang salah, tetapi Bartimeus mengemis dengan cara yang benar. Yakobus dan Yohanes minta didudukkan di sebelah kiri atau di sebeleh kanan Tuhan, tetapi Bartimeus minta diberi penglihatan.

Kita percaya bahwa dalam arti rohani, penyembuhan kebutaan Bartimeus juga adalah penyembuhan kebutaan dari Yakobus, Yohanes dan murid-murid yang lain. Tuhan tidak memberi mereka kedudukan di sebelah kanan atau sebelah kiri-Nya, tetapi Dia jelas bersedia menyembuhkan kebutaan mereka. Dia tahu bahwa Dia datang untuk menjadi terang dunia. Karena itu, Dia bersedia memberikan penglihatan kepada mereka yang buta.

Markus 10:50 berbicara mengenai yang buta, mengatakan, “Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus.” Orang menanggalkan jubahnya melambangkan bahwa orang ini tidak mempedulikan kedudukan. Dalam prinsipnya, kita semua yang ada dalam hidup gereja perlu membuang “jubah” kita. Kita seharusnya membuang semua jubah kedudukan dan hanya peduli menerima penglihatan rohani. Seperti Bartimeus, kita semua memerlukan penglihatan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 33





October 08, 2018, 05:57:33 AM
Reply #1609
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

08 October 2018
Markus - Minggu 18 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26; 10:39
Doa baca: “Jawab mereka, ‘Kami dapat.’ Yesus berkata kepada mereka, ‘Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.’” (Mrk. 10:39)


Masuk dalam Kematian dan Kebangkitan Kristus


Kita telah melihat bahwa cawan dan baptisan dalam Markus 10:39 mengacu kepada kematian Hamba-Penyelamat (Yoh. 18:11; Luk. 12:50). Cawan melambangkan kematian-Nya adalah bagian pemberian Allah untuk menebus orang-orang dosa bagi Allah. Baptisan menunjukkan kematian-Nya adalah jalan yang ditetapkan Allah bagi Dia untuk penggenapan penebusan.

Sejumlah murid-murid Tuhan perlu dibawa masuk ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya supaya mereka dapat berbagian dalam kenikmatan akan Tuhan. Tuhan Yesus maju ke Yerusalem untuk mati di sana. Kita juga perlu tahu bahwa Tuhan tidak pergi ke Yerusalem sendirian, melainkan membawa bersama-Nya sejumlah pengikut-Nya yang setia. Pengikut-pengikut ini tidak jelas mengenai apa yang terjadi. Mereka hanya merasa Tuhan sangat patut dikasihi dan mereka ingin pergi ke mana pun Dia pergi. Tujuan Tuhan adalah membawa mereka semua ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Dengan demikian murid-murid pun dengan limpah masuk ke dalam Kerajaan Allah. Pada hari raya Pentakosta kita melihat gambarannya. Bersama Petrus dan ke-120 orang pada hari raya Pentakosta, kita memiliki manifestasi Kerajaan Allah, mencakup kenikmatan yang penuh akan Kristus sebagai pengganti yang almuhit dan universal.

Menurut Kisah Para Rasul 1, ke-120 orang ini berasal dari Galilea, tetapi mereka dapat menyaksikan kematian-Nya, dibawa masuk ke dalam kebangkitan Tuhan dan melihat kenaikanNya. Lalu pada hari Pentakosta, Tuhan sebagai Roh itu dicurahkan ke atas mereka. Orang-orang yang sangat alamiah ini dapat dipersiapkan untuk masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 34



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)