Author Topic: Arus Hayat  (Read 72361 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 09, 2018, 05:19:33 AM
Reply #1610
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

09 October 2018
Markus - Minggu 18 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26; Ibr. 12:2
Doa baca: “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibr. 12:2)


Mukjizat Terbesar di Alam Semesta


Selain Kristus sendiri, kematian dan kebangkitan Kristus adalah dua hal yang terbesar dalam alam semesta. Tuhan Yesus ke Yerusalem adalah untuk merampungkan satu kematian yang agung, yang almuhit. Kemudian melalui kematian-Nya Dia masuk ke dalam kebangkitan-Nya. Kita dapat mengatakan bahwa mukjizat yang terbesar di alam semesta adalah Tuhan masuk dan merampungkan kematian-Nya yang almuhit. Menurut Ibrani 12, Tuhan bersukacita dengan apa yang terletak di hadapan-Nya (ayat 2). Karena itu, Dia pergi ke Yerusalem agar dapat merampungkan tujuan Allah melalui kematian-Nya. Suatu hal yang sangat berarti sekali bahwa dalam merampungkan kematian-Nya yang almuhit, Tuhan membawa kita semua ke dalam kematian bersama-Nya.

Menjelang akhir Markus 10, ministri Injil Hamba-Penyelamat telah rampung. Kita telah nampak bahwa ministri Hamba-Penyelamat mencakup lima hal sebagai isi pelayanan Injil: memberitakan Injil, mengajarkan kebenaran, mengusir setan-setan, menyembuhkan orang sakit, dan mentahirkan orang sakit kusta. Dalam keenam pasal terakhir dari Injil ini kita tidak lagi memiliki hal-hal seperti mengusir setan-setan atau menyembuhkan orang sakit, melainkan kita memiliki persiapan Hamba-Penyelamat untuk pelayanan penebusan-Nya. Sebelum Tuhan melaksanakan pekerjaan penebusan-Nya, perlu ada persiapan tertentu.

Dalam Markus 11, Tuhan mempersiapkan lingkungan, mempersiapkan orang-orang yang akan menyalibkan Dia, dan mempersiapkan murid-muridNya. Tuhan pergi ke Yerusalem sebelum waktunya untuk melaksanakan persiapan ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 34



October 10, 2018, 05:14:20 AM
Reply #1611
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

10 October 2018
Markus - Minggu 18 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26
Doa baca: “Terpujilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Mrk. 11:10)


Masuk ke Yerusalem dan Menerima Pengakuan


Aspek pertama dari persiapan Hamba-Penyelamat bagi pelayanan penebusan-Nya adalah masuk ke Yerusalem dan menginap di Betania (Mrk. 11:1-2). Dalam Markus 11:7-8, murid-murid menghormati Hamba-Penyelamat dengan menaruh pakaian mereka pada keledai untuk Dia tunggangi, dan orang banyak menghormati Dia dengan menghamparkan pakaian mereka di jalan untuk Dia lewati. Hamba-Penyelamat masuk ke dalam kota secara mulia dan menerima sambutan yang hangat. Hal ini terjadi menurut hikmat Tuhan. Sebagai persiapan bagi pelayanan penebusan-Nya, terlebih dahulu ada penyambutan yang demikian. Orang-orang menjunjung Dia dan mengakui Dia sebagai Mesias.

Markus 11:9-10 mengatakan, “Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru,'Hosana! Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, terpujilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang mahatinggi!” Perkataan ini dikutip dari Mazmur 118:26, nubuat mengenai kedatangan Mesias. Deklarasi yang sedemikian akan diulangi pada kedatangan Tuhan kali kedua. Pada waktu itu, Mazmur 118 akan digenapi sepenuhnya. Ketika Dia datang untuk kali kedua, Dia akan mengendarai awan-awan, bukan seekor keledai, dan Dia akan datang dari surga, bukan dari Yerikho. Apa yang kita miliki dalam Markus 11:9-10 adalah pencicipan dari sambutan yang akan Tuhan terima pada hari itu. Tetapi prinsipnya sama, yaitu umat pilihan Allah mengenali dan mengakui Mesias mereka. Tuhan tahu di Yerusalem Dia akan menghadapi banyak penentang. Tetapi sebelum menghadapi mereka, pertama-tama Dia menerima penegasan orang-orang. Inilah langkah pertama dalam persiapan-Nya bagi pelayanan penebusanNya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 34



October 11, 2018, 05:14:38 AM
Reply #1612
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

11 October 2018
Markus - Minggu 18 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26
Doa baca: “Yesus menjawab mereka, ‘Percayalah kepada Allah! Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa pun berkata kepada gunung ini: Terangkatlah dan terbuanglah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.’” (Mrk. 11:22-23)


Pengutukan Pohon Ara dan Penyucian Bait


Dalam Markus 11:12-26 terdapat catatan mengenai pohon ara dan menyucikan Bait. Dua tindakan ini menunjukkan bahwa seluruh bangsa Israel, yang telah dipilih oleh Allah bagi tujuan-Nya, telah menjadi mandul dan rusak. Pohon ara yang dikutuk oleh Tuhan memiliki daun, tetapi tidak memiliki buah. Pohon itu memiliki kemuliaan yang di luar, tetapi tidak memiliki buah, realitas atau sesuatu yang dapat memuakan hasrat hati Allah. Bait, yang seharusnya adalah rumah doa bagi segala bangsa (orang bukan Yahudi dan non Yahudi), telah menjadi sarang penyamun. Rumah Allah di bumi telah menjadi sarang penyamun. Karena itu, setelah mengutuk pohon ara untuk mengakhiri hayatnya, Tuhan menyucikan Bait untuk menyingkirkan perusakan. Dalam kesepuluh pasal pertama dari Injil Markus, Tuhan itu penuh kasih, penuh belas kasihan, dan penuh pengampunan. Tetapi di sini Tuhan berbeda, Dia sangat berani, kuat, dan bahkan tegas. Kita perlu melihat bahwa pengutukan pohon ara dan penyucian Bait adalah bagian dari persiapan HambaPenyelamat bagi kematian penebusan-Nya. Dia mempersiapkan jalan bagi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat untuk membunuh Dia.

Mengingat perkataan Tuhan Yesus pada hari sebelumnya, Petrus berkata kepada-Nya, “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau kutuk itu sudah kering” (Mrk. 11:21). Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah! Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa pun berkata kepada gunung ini: Terangkatlah dan terbuanglah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya” (ayat 22-23).


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 35


October 12, 2018, 05:16:08 AM
Reply #1613
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

12 October 2018
Markus - Minggu 18 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26
Doa baca: “Pagi-pagi ketika Yesus dan muridmurid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.” (Mrk. 11:20)


Tuhan Menanggulangi Orang Israel dan Penentang-Nya


Pengutukan pohon ara menunjukkan bahwa Allah telah menentukan untuk meninggalkan bangsa Israel dan beralih ke sekelompok umat lain yaitu gereja. Gereja tersusun dari orang-orang yang dibawa masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Kristus untuk berbagian dalam kenikmatan penuh akan Kristus. Orang-orang ini mencakup orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi.

Markus 11:12 mengatakan bahwa Tuhan lapar. Dia lapar akan buah dari bani Israel agar Allah dapat dipuaskan. Kita telah nampak bahwa pohon ara ini adalah lambang bangsa Israel (Yer. 24:2, 5, 8). Pohon yang penuh dengan daun, tetapi tidak berbuah melambangkan bahwa pada waktu itu bangsa Israel penuh dengan penampilan luaran, tetapi tidak memiliki sesuatu yang dapat memuaskan Allah. Setelah mengutuk pohon ara, Tuhan masuk ke dalam bait dan mulai mengusir mereka yang berjual beli di sana, membalikkan meja-meja penukar uang dan kursi-kursi pedagang merpati (Mrk. 11:15). Ini adalah penanggulanganNya terhadap bangsa Israel yang bobrok dan memberontak. Israel sebagai pohon ara yang ditanam Allah tidak berbuah bagi-Nya; Bait sebagai pusat hubungannya dengan Allah, justru penuh dengan kebobrokan. Karena itu, HambaPenyelamat mengutuk pohon ara yang tidak berbuah dan menyucikan Bait yang tercemar.

Dalam menanggulangi para penentang, martabat keinsanian Tuhan diungkapkan dalam kesejatian keinsanian-Nya. Ketika diperiksa oleh mereka, martabat-Nya diekspresikan dalam kesejatian-Nya. Dan pada saat yang sama, hikmat dan kuasa ilahi-Nya diekspresikan dalam kelakuan dan kesempurnaan insani-Nya. Hasilnya, mereka yang datang ingin mencari-cari kesalahan-Nya terpaksa menjadi orang-orang yang membuktikan kualitas-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 35



October 13, 2018, 05:16:24 AM
Reply #1614
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

13 October 2018
Markus - Minggu 18 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26
Doa baca: “Yesus menjawab mereka, 'Percayalah kepada Allah! Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa pun berkata kepada gunung ini: Terangkatlah dan terbuanglah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.’” (Mrk. 11:22-23)


Persiapan bagi Pelayanan Penebusan-Nya


Kita perlu nampak bahwa dengan mengutuk pohon ara dan menyucikan Bait, Tuhan sedang membuat persiapan yang diperlukan bagi pelayanan penebusan-Nya. Khususnya, penyucian Bait membangkitkan imam-imam kepala dan para ahli Taurat yang mencari jalan untuk membunuhNya (Mrk 11:18). Hal ini mempercepat aktivitas para penentang, memastikan Tuhan akan mati pada hari raya Paskah. Tuhan mempersiapkan situasinya supaya para penentang membunuh Dia pada waktu yang ditetapkan oleh Allah.

Tuhan juga mempersiapkan para pengikutNya, supaya mereka menerima kematian dan kebangkitan-Nya. Pengutukan pohon ara dan penyucian Bait sungguh menimbulkan kesan yang dalam kepada para pengikut Tuhan. Dalam Markus 11 kita dapat melihat bahwa Petrus, Yohanes, Yakobus dan murid-murid yang lain sangat dipengaruhi oleh tradisi. Bagi mereka, Yerusalem diberkati oleh Allah, dan pohon ara adalah lambang bangsa Israel, bangsa yang dipilih oleh Allah. Pikiran mereka dipenuhi dengan pemahaman tradisional. Tuhan tidak hanya merangsang penentang-Nya agar mereka membunuh Dia, tetapi juga mengesankan para pengikut-Nya bahwa Allah mutlak telah meninggalkan bangsa Israel. Bangsa Israel dikutuk, dihukum, dan akan segera diserakkan. Dia melakukan pekerjaan persiapan ini bukan dengan pengajaran, pemberitaan atau penjelasan tetapi dengan tindakan-Nya.

Dalam Markus 11:1-26, kita nampak bahwa Tuhan membuat persiapan untuk melaksanakan tindakan yang paling agung di alam semesta— kematian penebusan-Nya. Kita perlu memasuki kedalaman hal-hal ini, mempertimbangkannya, dan berusaha untuk memahaminya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 35



October 15, 2018, 05:46:26 AM
Reply #1615
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

15 October 2018
Markus - Minggu 19 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:27–12:44; 10:39
Doa baca: “Jawab mereka, 'Kami dapat.’ Yesus berkata kepada mereka, 'Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.’” (Mrk. 10:39)


Berada dalam Kematian Kristus yang Almuhit


Ketika Tuhan Yesus berangkat dari Galilea ke Yudea, tujuan-Nya adalah pergi ke Yerusalem untuk masuk ke dalam kematian dan kebangkitan dan juga membawa pengikut-Nya yang akrab bersama Dia ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Petrus, Yohanes, dan Yakobus mewakili semua pengikut akrab Tuhan. Sejak awal, ketiga orang ini mengikuti Tuhan dari dekat. Ketika kita membaca Injil Markus, kita nampak bahwa Petrus, Yohanes, dan Yakobus mengikuti Tuhan Yesus langkah demi langkah. Akhirnya, Tuhan membawa mereka ke dalam kematian-Nya yang almuhit. Tuhan sendiri secara pribadi menderita kematian, sedangkan murid-murid melewati proses kematian. Tentu, mereka tidak diletakkan di dalam kubur, tidak juga pergi ke alam maut. Namun, kita dapat mengatakan bahwa hari-hari di antara kematian dan kebangkitan Tuhan adalah “sebuah kubur” bagi murid-murid. Kita juga dapat mengatakan, di satu aspek, mereka melewati alam maut. Kemudian pada pagi hari kebangkitan Tuhan, beberapa murid menemukan kubur kosong dan menyadari bahwa Yesus yang tersalib telah bangkit dari antara orang mati.

Pada hari Pentakosta, Roh itu dicurahkan ke atas 120 orang. Hamba-Penyelamat yang diwahyukan dalam Injil Markus, melalui kematian dan kebangkitan, menjadi Roh pemberi-hayat, dicurahkan ke atas murid-murid. Ini berarti Tuhan mencurahkan diri-Nya sendiri ke atas mereka yang melihat visi yang dicatat dalam Injil Markus. Akhirnya, Kristus yang bangkit sebagai Roh yang hidup akan mencurahkan diri-Nya sendiri di atas Anda untuk membuat semua yang Anda lihat menjadi suatu realitas bagi Anda. Kemudian dalam realitas, Anda akan berada dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Sesungguhnya Anda akan menikmati Dia sebagai pengganti yang universal dan menyeluruh.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 36


October 16, 2018, 05:26:11 AM
Reply #1616
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

16 October 2018
Markus - Minggu 19 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:27–12:44
Doa baca: “Dan bertanya kepada-Nya, ‘Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberi kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?’” (Mrk. 11:28)


Wibawa Tuhan


Markus 11 menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama enam hari terakhir dari hidup Tuhan di bumi. Keenam hari ini adalah untuk ciptaan baru. Setelah enam hari ini, ada Sabat yang lain. Tuhan disalibkan pada hari Jumat, dan hari berikutnya adalah Sabat.

Pada hari pertama dari keenam hari ini, Tuhan Yesus dengan penuh kemenangan masuk ke kota Yerusalem dengan menunggang keledai. Orangorang berteriak, “Hosana! Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (ayat 9). Disini kita nampak bahwa Tuhan menerima pengakuan orangorang. Setelah membuat jalan masuk yang sedemikian ke Yerusalem, Dia masuk ke dalam Bait “Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi karena hari hampir malam, Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya” (ayat 11).

Ketika kembali ke kota itu pada hari berikutnya, Dia mengutuk pohon ara dan menyucikan Bait. Setelah itu, Tuhan masuk ke dalam Bait dan membalikkan meja-meja penukar uang. Karena Dia telah menerima pengakuan orang, tidak ada seorang pun yang berani menghentikan Dia. Pada pagi hari di hari ketiga, murid-murid melihat pohon ara itu kering sampai ke akarnya (ayat 20), kemudian mereka kembali ke Yerusalem. Tuhan Yesus akan segera ditangkap dan dibunuh. Tetapi karena Dia telah diterima oleh orang-orang, Dia bebas berjalan di dalam Bait. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat datang kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberi kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” (ayat 28). Dalam menghadapi imam-imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua, Tuhan Yesus sangat berwibawa. Dia tidak takut ketika Dia menghadapi situasi ini, tetapi menjawab pertanyaan mereka dengan berani.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 36



October 17, 2018, 05:17:37 AM
Reply #1617
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

17 October 2018
Markus - Minggu 19 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:27–12:44
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepada mereka, ‘Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!’ Mereka sangat heran mendengar Dia.” (Mrk. 12:17)


Membungkam Para Penentang-Nya


Orang Farisi sangat patriotik, seluruhnya bagi bangsa Yahudi. Orang Herodian adalah bagi penjajah Romawi. Membayar pajak kepada Kaisar ditentang oleh semua orang Yahudi. Jika Tuhan Ye sus menga t akan membaya r pa j ak itu diperbolehkan, Dia akan diserang oleh semua orang Yahudi, yang pimpinannya adalah orang Farisi. Jika Dia mengatakan hal itu tidak sah, para pendukung Herodes yang memihak pemerintah Romawi akan mendapat dasar yang kuat untuk menuduh-Nya. Meskipun seolah-olah tak ada jalan untuk menjawabnya, Dia tidak takut. Sebaliknya, dengan mempertahankan martabat-Nya, Dia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah kepada-Ku satu dinar supaya Kulihat!” (Mrk. 12:15). Tuhan Yesus tidak menunjukkan kepada mereka mata uang Romawi, tetapi meminta mereka menunjukkan satu mata uang kepada Dia. Karena mereka memiliki mata uang Romawi, mereka tertangkap oleh Tuhan.

Setelah mereka membawa satu mata uang kepada-Nya, Dia berkata, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” (ayat 16). Mereka menjawab bahwa itu adalah gambar dan tulisan Kaisar. Tuhan meneruskan perkataan-Nya, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (ayat 17). Membayar kepada Kaisar hal-hal yang milik Kaisar adalah membayar pajak kepada Kaisar, berdasarkan peraturan pemerintahannya. Membayar kepada Allah hal-hal yang milik Allah adalah membayar setengah syikal kepada Allah berdasarkan hukum Allah. Bagian mengenai diujinya Hamba-Penyelamat oleh orang Farisi dan pendukung Herodes dalam Injil Markus disimpulkan dengan perkataan ini: “Mereka sangat heran mendengar Dia.” Tuhan menjawab mereka dalam hikmat-Nya, dan mereka terbungkam dan tertaklukkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 36



October 18, 2018, 05:14:45 AM
Reply #1618
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

18 October 2018
Markus - Minggu 19 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 12:18-44
Doa baca: “Jawab Yesus kepada mereka, ‘Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.’” (Mrk. 12:24)


Mengerti Kitab Suci dan Mengetahui Kuasa Allah


Dalam Markus 12:18-27 orang-orang Saduki, suatu sekte di antara orang Yahudi (Kis. 5:17), datang kepada Tuhan Yesus. Mereka tidak percaya kepada kebangkitan, maupun kepada malaikat atau roh (Kis.23:8). Tuhan Yesus mengingatkan muridmurid-Nya untuk berhati-hati terhadap ajaran mereka (Mat.16:6, 12). Orang Saduki berpikir bahwa mereka dapat mengalahkan Tuhan Yesus mengenai masalah kebangkitan. Tuhan Yesus berkata kepada mereka, “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah” (Mrk. 12:24). Mengerti Kitab Suci adalah satu hal, mengetahui kuasa Allah adalah hal yang lain. Kita perlu keduanya. Di sini “Kitab Suci” mengacu kepada ayat-ayat dari Perjanjian Lama mengenai kebangkitan, dan “kuasa Allah” mengacu kepada kuasa kebangkitan.

Dia kemudian melanjutkan perkataan-Nya, “Juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam cerita tentang semak duri, bagaimana Allah berfirman kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!” (ayat 26-27). Karena Allah adalah Allah orang hidup, maka Abraham, Ishak, dan Yakub yang telah mati akan dibangkitkan. Ini adalah cara Tuhan menjelaskan Kitab Suci—tidak hanya berdasarkan huruf, tetapi berdasarkan hayat dan kuasa yang tersirat di dalam huruf-huruf itu.

Dalam perkataan-Nya kepada orang-orang Saduki dalam ayat 26, Tuhan Yesus sesungguhnya menunjuk kepada diri-Nya sendiri, karena Dia, sebagai malaikat Tuhan, adalah Yang berbicara kepada Musa. Selain itu, Tuhan adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Jika mereka tidak dibangkitkan, bagaimana Allah dapat dipanggil Allah mereka? Dia tidak akan pernah dikenal sebagai Allah orang mati—Dia adalah Allah orang hidup. Karena itu, gelar ini menunjukkan kebangkitan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 37


October 19, 2018, 05:59:44 AM
Reply #1619
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20136
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/10/

19 October 2018
Markus - Minggu 19 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 12:18-44
Doa baca: “Jawab Yesus, ‘Perintah yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.’” (Mrk. 12:29-30)


Terang yang Melebihi Pengetahuan Ahli Taurat


Ahli Taurat yang kuno tahu Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani. Tetapi, meskipun mereka memiliki pengetahuan tentang bahasa itu, mereka tidak menerima suatu terang pun. Tuhan Yesus, sebaliknya, memiliki terang ilahi. Karena alasan ini, Dia mampu menunjukkan bagaimana masalah kebangkitan tersirat dalam gelar Allah sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.

Dalam Markus 12:28-34 Hamba-Penyelamat ditanyai oleh seorang ahli Taurat. Ahli Taurat adalah istilah yang lebih luas yang mencakup pengacara. Pengacara sangat mahir dalam hukum-hukum Musa; mereka adalah penafsir profesional dari hukum Perjanjian Lama. Ahli Taurat ini, yang mengenal hukum Taurat dengan tuntas, dengan berani datang kepada Tuhan Yesus. Mengetahui bahwa Tuhan telah menaklukkan orang-orang yang telah berbantah-bantah dengan Dia, ahli Taurat itu menanyai Tuhan, “Perintah manakah yang paling utama?” (ayat 28). Tuhan menjawab, “Perintah yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (ayat 29-30). Mengasihi Tuhan dengan cara ini adalah mengasihi Dia dengan segenap hakiki dari apa adanya diri kita, dengan roh, jiwa, dan tubuh kita.

Dalam ayat 31 Tuhan melanjutkan jawabanNya: “Perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini.” Kedua perintah ini adalah masalah kasih, mengasihi Allah, atau mengasihi manusia. Perintah terbesar sepenuhnya adalah perkara kasih, kasih terhadap Allah dan kasih terhadap manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 37



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)