Author Topic: Arus Hayat  (Read 83275 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 10, 2018, 05:03:07 AM
Reply #1640
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

10 November 2018
Markus - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:12-26
Doa baca: “Dan Ia berkata kepada mereka, ‘Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.’” (Mrk. 14:24)


Meja Tuhan


Pertama-tama Tuhan dan murid-murid-Nya makan Paskah, kemudian Tuhan mendirikan mejaNya dengan roti dan cawan untuk menggantikan hari raya Paskah. Roti dari meja Tuhan adalah suatu tanda yang menandakan tubuh Tuhan yang telah terbelah bagi kita di kayu salib untuk membebaskan hayat-Nya supaya kita dapat mengambil bagian dalam hayat ini. Tuhan terbelah di atas salib untuk membebaskan hayat-Nya. Pembebasan hayat Tuhan terjadi dalam kebangkitan. Karena itu, terbelah adalah masalah kematian, dan pembebasan adalah masalah kebangkitan. Dengan mengambil bagian dalam hayat ini, kita menjadi Tubuh Kristus yang mistikal, yang juga dinyatakan oleh roti di meja Tuhan (1 Kor. 10:17). Karena itu, dengan mengambil bagian dalam roti ini, kita memiliki persekutuan dengan Tubuh Kristus (ayat 16).

Darah Tuhan menebus kita dari kondisi kita yang jatuh, kembali kepada Allah, kembali kepada warisan yang hilang karena kejatuhan Adam, dan kembali kepada berkat Allah yang penuh. Dalam cawan ini terdapat semua berkat Allah dan bahkan Allah sendiri sebagai bagian kita. Melalui berbagian dengan cawan ini kita juga memiliki persekutuan dengan darah Kristus (1 Kor. 10:16). Markus 14:24 mengatakan bahwa darah Tuhan adalah darah perjanjian. Darah Tuhan, setelah memuaskan kebenaran Allah, mendirikan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru ini Allah memberi kita pengampunan, hayat, keselamatan, dan semua berkat rohani, surgawi, dan ilahi. Mengenai meja Tuhan, kita memiliki darah, perjanjian, dan cawan yang adalah satu. Ketika kita datang ke perjamuan malam Tuhan, kita melihat cawan di meja yang adalah suatu perjanjian dan juga berkaitan dengan darah. Darah adalah harga yang dibayar oleh Kristus, perjanjian adalah surat wasiat dari warisan kita, dan cawan adalah bagian yang kita terima dan nikmati. Kristus membayar harganya, Allah membuat perjanjian, dan kita menikmati bagian berkat itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 43



November 11, 2018, 11:50:13 AM
Reply #1641
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

10 November 2018
Markus - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:12-26
Doa baca: “Dan Ia berkata kepada mereka, ‘Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.’” (Mrk. 14:24)


Meja Tuhan


Pertama-tama Tuhan dan murid-murid-Nya makan Paskah, kemudian Tuhan mendirikan mejaNya dengan roti dan cawan untuk menggantikan hari raya Paskah. Roti dari meja Tuhan adalah suatu tanda yang menandakan tubuh Tuhan yang telah terbelah bagi kita di kayu salib untuk membebaskan hayat-Nya supaya kita dapat mengambil bagian dalam hayat ini. Tuhan terbelah di atas salib untuk membebaskan hayat-Nya. Pembebasan hayat Tuhan terjadi dalam kebangkitan. Karena itu, terbelah adalah masalah kematian, dan pembebasan adalah masalah kebangkitan. Dengan mengambil bagian dalam hayat ini, kita menjadi Tubuh Kristus yang mistikal, yang juga dinyatakan oleh roti di meja Tuhan (1 Kor. 10:17). Karena itu, dengan mengambil bagian dalam roti ini, kita memiliki persekutuan dengan Tubuh Kristus (ayat 16).

Darah Tuhan menebus kita dari kondisi kita yang jatuh, kembali kepada Allah, kembali kepada warisan yang hilang karena kejatuhan Adam, dan kembali kepada berkat Allah yang penuh. Dalam cawan ini terdapat semua berkat Allah dan bahkan Allah sendiri sebagai bagian kita. Melalui berbagian dengan cawan ini kita juga memiliki persekutuan dengan darah Kristus (1 Kor. 10:16). Markus 14:24 mengatakan bahwa darah Tuhan adalah darah perjanjian. Darah Tuhan, setelah memuaskan kebenaran Allah, mendirikan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru ini Allah memberi kita pengampunan, hayat, keselamatan, dan semua berkat rohani, surgawi, dan ilahi. Mengenai meja Tuhan, kita memiliki darah, perjanjian, dan cawan yang adalah satu. Ketika kita datang ke perjamuan malam Tuhan, kita melihat cawan di meja yang adalah suatu perjanjian dan juga berkaitan dengan darah. Darah adalah harga yang dibayar oleh Kristus, perjanjian adalah surat wasiat dari warisan kita, dan cawan adalah bagian yang kita terima dan nikmati. Kristus membayar harganya, Allah membuat perjanjian, dan kita menikmati bagian berkat itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 43


November 12, 2018, 05:51:58 AM
Reply #1642
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

12 November 2018
Markus - Minggu 23 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:1-26
Doa baca: “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, 'Ambillah, inilah tubuh-Ku'” (Mrk. 14:22)


Roti dan Cawan


Markus 14:1-42 berkaitan dengan mempersiapkan murid-murid-Nya untuk kematianNya. Dalam Injil Markus yang berkaitan dengan persiapan Tuhan ini ada dua pesta selain perayaan Paskah. Pesta pertama dipersiapkan untuk Tuhan oleh mereka yang mengasihi Dia. Pesta kedua adalah perjamuan malam Tuhan yang didirikan oleh Tuhan segera setelah perayaan Paskah. Perjamuan malam Tuhan dipersiapkan oleh Tuhan bagi muridmurid-Nya. Makna perjamuan yang dipersiapkan bagi Tuhan oleh murid-murid-Nya jauh lebih dangkal jika dibandingkan dengan makna meja Tuhan. Perjamuan malam yang didirikan oleh Tuhan Yesus, sebaliknya, sangat dalam dan misterius. Perjamuan ini adalah tanda, simbol dari keseluruhan pengaturan Perjanjian Baru Allah. Pengaturan Allah dalam zaman Perjanjian Baru berkaitan dengan meja Tuhan.

Tuhan Yesus mendirikan perjamuan malamNya, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, 'Ambillah, inilah tubuh-Ku'” (14:22). Sesudah itu Dia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan berkata, “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang” (ayat 24). Jadi, meja Tuhan mencakup satu roti dan satu cawan. Tuhan Yesus berkata, “Akulah roti hayat” (Yoh. 6:35). Ini menunjukkan bahwa dalam Alkitab, roti adalah perkara hayat. Selain itu, dalam Alkitab, cawan menandakan berkat. Karena itu, cawan itu disebut cawan berkat. Roti berkaitan dengan hayat dan cawan berkaitan dengan berkat. Sesungguhnya, hayat atau berkat ini adalah Allah Tritunggal, Allah sendiri dalam Kristus dan melalui Roh. Jadi, hayat ilahi dan berkat ilahi adalah Allah Tritunggal itu sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 44



November 13, 2018, 06:12:45 AM
Reply #1643
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

13 November 2018
Markus - Minggu 23 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:1-26
Doa baca: “Dan Ia berkata kepada mereka: 'Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.'” (Mrk. 14:24)


Mengingat Tuhan melalui Memakan Dia


Makan Tuhan untuk mencerna dan mengasimilasi Dia agar Dia menjadi hayat kita ditandakan oleh makan roti di meja. Roti ini bukan sekadar untuk dipamerkan, melainkan untuk kita makan. Ketika Tuhan Yesus mendirikan perjamuan malam-Nya, “Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, 'Ambillah, inilah tubuhKu'” (Mrk. 14:22). Menurut Lukas 22:19, Tuhan Yesus berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Ayat ini membicarakan perihal mengingat Tuhan. Jalan yang tepat mengingat Tuhan Yesus adalah memakan Dia. Peringatan yang sejati akan Tuhan adalah makan roti dan minum cawan (1 Kor. 11:24, 26), yaitu berbagian dan menikmati Tuhan yang telah memberikan diri-Nya sendiri kepada kita melalui kematian penebusan-Nya. Makan roti dan minum cawan adalah makan Tuhan penebus sebagai bagian kita, sebagai hayat kita dan berkat kita.

Mengingat Tuhan bukan hanya berpikir tentang Dia, bukan hanya mengenang apa yang telah Dia alami. Sebaliknya, mengingat Tuhan adalah memakan Dia. Roti di meja bukan untuk kita analisis atau pikirkan; roti adalah untuk kita makan sebagai suplai hayat kita. Roti ini harus dicerna dan diasimilasi oleh kita untuk menjadi apa adanya kita. Makan roti dari meja Tuhan menunjukkan bahwa Tuhan masuk ke dalam kita sebagai suplai hayat kita dan kemudian benar-benar menjadi kita. Tidak hanya ada kesatuan organik antara kita dengan makanan yang kita makan, cerna, dan asimilasi; kita akan dibaurkan dengan makanan yang kita asimilasi. Dengan cara yang sama, ketika kita makan Allah Tritunggal sebagai makanan kita, kita benar-benar berbaur dengan Dia. Supaya makanan yang kita makan menjadi hayat kita, makanan itu harus berbaur dengan kita. Prinsip ini sama dengan mengambil Allah Tritunggal sebagai makanan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 44



November 14, 2018, 06:32:20 AM
Reply #1644
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

14 November 2018
Markus - Minggu 23 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:1-26; 1 Kor. 11:26
Doa baca: “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” (1 Kor. 11:26)


Memberitakan dan Memamerkan Kematian Tuhan


Kita perlu nampak bahwa cawan meja Tuhan dalam Markus 14:23 menandakan darah-Nya. Dalam Perjanjian Lama ada larangan minum darah (Kej. 9:4; Im. 17:10). Dalam pengaturan Allah hanya ada satu jenis darah yang sesuai untuk kita minum, dan itu adalah darah Tuhan Yesus. Minum darah sama halnya dengan makan roti; apa pun yang kita minum menjenuhi kita dan menjadi apa adanya kita.

Tubuh Tuhan Yesus ditunjukkan oleh roti, dan darah-Nya ditunjukkan oleh cawan dengan isinya. Di sini ada gambaran darah Tuhan yang terpisah dari tubuh-Nya. Pemisahan ini menandakan kematian. Karena itu, dalam 1 Korintus 11:26 Paulus berkata, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Kata Yunani yang diterjemahkan “memberitakan” berarti memproklamirkan, memamerkan kematian Tuhan. Makan perjamuan malam adalah memberitakan dan memamerkan kematian Tuhan. Jika Dia tidak disalibkan, Dia tidak bisa menjadi makanan kita. Setiap kali kita makan roti dan minum cawan meja Tuhan, kita mengumumkan kematian Tuhan. Ketika kita makan Tuhan, mencerna, dan mengasimilasi Dia sebagai suplai hayat kita, Dia menjadi hayat kebangkitan di dalam kita.

Roti dari meja Tuhan juga menandakan tubuh mistikal Kristus sebagai perluasan-Nya. Perluasan ini adalah untuk menghasilkan manusia baru. Selain itu, perluasan ini juga adalah masalah perkembangan benih, gen dari kerajaan. Ini berarti akhirnya manusia baru akan merupakan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah tentunya bukan masalah organisasi melainkan suatu organisme, manusia baru, yang dihasilkan oleh Kristus yang menggantikan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 44



November 15, 2018, 05:28:46 AM
Reply #1645
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

15 November 2018
Markus - Minggu 23 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:27-42
Doa baca: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah.” (Mrk. 14:38)


Doa di Getsemani


Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid bahwa mereka akan tersandung, juga menyuruh mereka berjaga-jaga dan berdoa (Mrk. 14:27-42). Tuhan pun memberi tahu mereka bahwa setelah Dia dibangkitkan, Dia akan mendahului mereka ke Galilea (ayat 28).

Setelah memperingatkan murid-murid bahwa mereka akan tersandung, Tuhan Yesus pergi bersama mereka ke suatu tempat bernama Getsemani (ayat 32). Getsemani berarti tempat pemerasan minyak. Tuhan diperas di sana untuk mengalirkan minyak, Roh itu. Bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes, Dia “mulai merasa sangat susah dan gelisah.” (ayat 33). Kedukaan dan doa Hamba-Penyelamat dalam ayat 35 sama seperti dalam Yohanes 12:27, yaitu Ia tahu bahwa kehendak Bapa adalah mengharuskan-Nya mati di atas salib demi penggenapan rencana kekal Allah. Allah Tritunggal telah menetapkan rencana ilahi-Nya pada kekekalan lampau bahwa yang kedua dari Trinitas ilahi harus berinkarnasi dan mati di atas salib untuk menggenapkan penebusan kekal-Nya bagi perampungan tujuan kekal-Nya (Ef. 1:7-9). Karena itu, yang kedua dari Trinitas ilahi ini telah ditetapkan menjadi Anak Domba Allah sebelum dunia dijadikan, yaitu pada kekekalan lampau; dan dalam pandangan Allah, sebagai Anak Domba Allah, Ia telah disembelih sejak dunia dijadikan, yaitu sejak adanya ciptaan Allah yang telah jatuh (Why. 13:8). Dalam doa-Nya di sini, sesaat sebelum penyalibanNya, Ia mempersiapkan diri menerima cawan salib (Mat. 26:39, 42). Ia bersedia melakukan keinginan Bapa yang unik ini demi perampungan rencana kekal Allah Tritunggal.

Dalam Markus 14:38, Tuhan Yesus memperingatkan tiga orang murid-Nya, “Berjagajagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi tabiat manusia lemah” (Tl.). Dalam hal-hal rohani roh kita sering menuruti, bersedia, tetapi daging kita lemah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 45



November 16, 2018, 06:10:50 AM
Reply #1646
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

16 November 2018
Markus - Minggu 23 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:27-42; 16:7
Doa baca: “Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” (Mrk. 16:7)


Menyingkapkan Situasi Manusia


Kapan kala Tuhan mewahyukan sesuatu mengenai diri-Nya dalam pengaturan-Nya, Dia menyingkapkan situasi kita yang sesungguhnya. Dalam Markus 8, Petrus menerima wahyu bahwa Yesus itu Kristus, kemudian Tuhan menyingkapkan dia sebagai Iblis. Selain itu, Tuhan selanjutnya menyingkapkan diri Petrus, hayat jiwanya. Pendirian meja Tuhan mewahyukan kematian Tuhan, kebangkitan-Nya, Tuhan sendiri, dan perluasan-Nya, Tubuh mistikal-Nya. Segera setelah wahyu ini, manusia alamiah, diri, kehendak diri, pikiran, dan angan-angan Petrus dan murid-murid disingkapkan. Penyingkapan ini adalah secara pelaksanaan dibawa masuk ke dalam kematian Tuhan.

Kita perlu nampak bahwa dalam pasal 14 dan 15 dari Injil Markus, Petrus dibawa masuk ke dalam penyaliban Tuhan. Petrus mengatakan bahwa meskipun semua orang tersandung, dia tidak akan tersandung, bahkan melanjutkan perkataannya, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau” (Mrk. 14:31). Namun, tidak lama setelah menyombongkan diri, dia sepenuhnya menyangkal Tuhan Yesus. Setelah menyangkal Dia, Petrus menangis. Dia menangis karena dia telah disalibkan. Meskipun Petrus menyangkal Tuhan, dia tidak menyerah, dia maju terus untuk masuk ke dalam kebangkitan Tuhan. Pada hari kebangkitan Tuhan, malaikat secara khusus menyebut nama Petrus di dalam perkataannya kepada para perempuan yang datang ke kubur di pagi hari (Mrk. 16:7).

Injil Markus mewahyukan bahwa Tuhan Yesus bermaksud membawa para pengikut-Nya bersama Dia ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya, terlebih ke dalam kenaikan-Nya. Dalam kenaikanNya mereka diutus pergi memberitakan Injil sampai ke ujung bumi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 45



November 17, 2018, 05:22:01 AM
Reply #1647
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

17 November 2018
Markus - Minggu 23 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:27-42
Doa baca: “Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Lalu Ia berkata kepada Petrus, 'Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga walau satu jam saja?'” (Mrk. 14:37)


Dibawa ke Dalam Kematian, Kebangkitan, dan Kenaikan Kristus


Segera setelah makan perjamuan malam, Tuhan memperingatkan murid-murid-Nya tentang masalah tersandung. Peringatan ini merupakan suatu petunjuk bahwa mereka masih berada dalam daging. Setelah memperingatkan mereka, Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes bersama Dia ke Getsemani. Tuhan menyuruh mereka untuk “tinggal di sini dan berjaga-jaga” (Mrk. 14:34). Namun, ketika Dia datang kepada mereka, Dia menemukan mereka tertidur. Lalu Ia berkata kepada Petrus, “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga walau satu jam saja?” (ayat 37). Petrus tidak memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun kecuali tidur. Petrus juga bertindak secara alamiah ketika Tuhan Yesus ditangkap, ia bahkan menyangkal Tuhan Yesus. Melalui penyingkapan ini Petrus diletakkan di atas salib.

Petrus tidak hanya melewati proses kematian, tetapi juga masuk ke dalam kebangkitan dan kenaikan Tuhan. Ketika dia bangkit untuk memberitakan Injil pada hari Pentakosta, Petrus menjadi orang yang berbeda. Ia menjadi duplikat Kristus, bahkan telah digantikan oleh Kristus. Injil Markus menunjukkan bahwa Petrus melewati proses yang panjang untuk menjadi reproduksi Kristus. Proses ini dimulai ketika ia dipanggil oleh Tuhan Yesus, kemudian Tuhan membawanya ke dalam proses yang memakan waktu lebih dari tiga tahun sampai pada hari Pentakosta, ia adalah orang yang dibawa ke dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya kita dapat menikmati Dia sebagai pengganti kita. Mula-mula Ia menggantikan semua hal lama dari Yudaisme; Musa, Elia, dan Bait Suci. Kristus juga menggantikan hal-hal dalam dunia bangsa-bangsa; kebudayaan, adat istiadat, kebiasaan, dan cara hidup yang lama.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 2, Berita 45



November 19, 2018, 05:55:18 AM
Reply #1648
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

19 November 2018
Markus - Minggu 24 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:43—15:15; 14:36
Doa baca: “Kata-Nya, 'Ya, Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.'” (Mrk. 14:36)



Melakukan Kehendak Allah


Ketika Tuhan masih berada di Galilea, Dia tahu bahwa diri-Nya perlu pergi ke Yerusalem untuk dibunuh pada hari Paskah. Setelah datang ke Yerusalem, Dia mempersiapkan lingkungan, murid- murid-Nya, bahkan para penentang-Nya, mempersiapkan apa yang perlu bagi diri-Nya untuk dibunuh pada saat yang tepat. Selama hari raya Paskah yang terakhir, Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa salah satu dari antara mereka akan mengkhianati Dia, yaitu Yudas Iskariot (Mrk. 14:18). Setelah Yudas pergi, Tuhan mendirikan perjamuan malam-Nya, kemudian Tuhan membawa murid-murid-Nya ke sebuah taman. Dia pergi ke tempat yang terbaik bagi-Nya untuk ditangkap. Ini menunjukkan bahwa Dia menyerahkan diri-Nya sendiri kepada mereka yang hendak menangkap Dia.

Di Taman Getsemani Tuhan Yesus berdoa, “Ya Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki” (14:36). Jika kita ingin mengetahui apa kehendak Allah dalam ayat ini, kita perlu melihat Ibrani 10. Pasal ini memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus datang untuk melakukan kehendak Allah, yaitu secara khusus mengacu kepada penggantian dari kurban-kurban. Kehendak Allah adalah mengutus Kristus ke bumi untuk melaksanakan penggantian kurban dengan diri-Nya sendiri. Tuhan Yesus tahu bahwa Allah menghendaki Dia mati sebagai pengganti kurban. Ini adalah alasan Dia berdoa, “Tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”
Setelah berdoa di Getsemani, Tuhan Yesus siap untuk ditangkap, diuji, dihakimi dan dibunuh. Segala sesuatu dan setiap orang telah disiapkan, dan Dia telah memiliki doa yang tuntas dengan Bapa. Dengan doa sedemikian ini, Dia memiliki konfirmasi bahwa Allah menghendaki Dia mati menggantikan kurban-kurban.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 46




November 20, 2018, 05:23:36 AM
Reply #1649
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

20 November 2018
Markus - Minggu 24 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 14:43-65
Doa baca: “Tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci.” (Mrk. 14:49)


Ditangkap dan Dihakimi


Markus 14:43-52 memberi tahu kita bagaimana Tuhan Yesus ditangkap. Dalam ayat 49, Dia berkata kepada mereka yang datang untuk menangkap Dia, “Tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci”. Kaum penentang yang menolak dan melawan Allah itu takut kepada orang-orang yang dengan hangat menyambut Hamba-Penyelamat, dan yang menyukai perkataan-Nya. Mereka tidak berani menangkap Dia pada siang hari atau di tempat umum seperti di Bait, tetapi dengan licik di malam hari, seolah-olah menangkap seorang perampok dan dibawa ke pembantaian seolah seekor domba (Yes. 53:7) Hamba-Penyelamat pertama-tama dihakimi oleh pemimpin-pemimpin Yahudi yang mewakili orang Yahudi, kemudian dihakimi oleh pemerintah Romawi yang mewakili orang bukan Yahudi.

Dalam Markus 14:55-60, Tuhan Yesus tidak mengatakan apa-apa untuk menjawab mereka yang dengan palsu bersaksi melawan Dia. Mengenai perilaku-Nya, Hamba-Penyelamat tidak mau menjawab tuduhan-tuduhan palsu para penuduh- Nya, tetapi mengenai persona ilahi-Nya, keilahian- Nya, Dia tidak berdiam diri. Dia menjawab dengan tegas dan pasti, menegaskan keilahian-Nya dalam keinsanian-Nya dengan menyatakan bahwa sebagai Anak Manusia, Ia akan duduk di sebelah kanan Allah (ayat 62). Dengan cepat, tanpa diketahui banyak orang, Tuhan dihakimi oleh para pemimpin Yahudi, kemudian dihakimi oleh Pilatus dan dijatuhi hukuman mati. Hukuman mati orang Yahudi dilaksanakan dengan cara merajam sementara penyaliban adalah praktik kafir, yang diambil oleh pemerintah Romawi untuk menghukum mati budak dan pelaku kejahatan yang berat saja. Penyaliban Tuhan Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama, tetapi juga menggenapi Firman Tuhan tentang cara meninggal-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 46


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)