Author Topic: Arus Hayat  (Read 85146 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 21, 2018, 05:52:11 AM
Reply #1650
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

21 November 2018
Markus - Minggu 24 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 15:1-15
Doa baca: “Pilatus bertanya kepada-Nya, 'Engkaukah raja orang Yahudi?' Jawab Yesus, 'Engkau sendiri mengatakannya.'” (Mrk. 15:2)


Anak Manusia


Kitab Markus telah menunjukkan bahwa ketika Tuhan Yesus dikenai tuduhan palsu, Dia tetap diam. Tetapi ketika Dia ditanyai mengenai persona-Nya, apakah Dia Kristus, Anak dari Yang Terpuji, Dia menjawab, “Jawab Yesus, 'Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang dalam awan-awan di langit'” (Mrk. 14:62). Meskipun Dia ditanyai apakah Dia adalah Anak dari Yang Terpuji, Anak Allah, Tuhan menyebut diri-Nya sendiri sebagai Anak Manusia. Tuhan adalah Anak Manusia, tidak hanya ketika berada di bumi sebelum penyaliban- Nya, tetapi juga di langit di sebelah kanan Allah setelah kebangkitan-Nya (Kis. 7:56), dan bahkan pada kedatangan-Nya kembali di awan. Untuk melaksanakan tujuan Allah, Tuhan harus menjadi seorang manusia. Tanpa manusia, tujuan Allah tidak dapat dilaksanakan di bumi. Kata “Yang Mahakuasa” menunjukkan bahwa para pemimpin Yahudi bukan pemerintah, tetapi Dialah pemerintah. Kemudian Tuhan menunjukkan kepada mereka bahwa Dia akan datang kembali sebagai Anak Manusia.

Ketika Pilatus memeriksa Tuhan Yesus, dia tidak peduli apakah Dia adalah Anak Allah, justru dia menanyai Dia, “Engkaukah raja orang Yahudi” (Mrk. 15:2). Terhadap pertanyaan ini Tuhan menjawab, “Engkau sendiri mengatakannya.” Ini berarti Tuhan mengaku kepada Pilatus bahwa Dia adalah raja orang Yahudi. Karena itu, Dia adalah Anak Allah juga raja orang Yahudi. Karena hal ini, Dia dihukum mati, dan disalibkan sebagai Anak Allah dan sebagai raja orang Yahudi. Catatan mengenai penghakiman Tuhan Yesus digabungkan dengan catatan pengalaman Petrus. Tuhan Yesus pergi melalui kematian dengan cara yang penuh kemenangan, tetapi Petrus melewati kematian dengan kegagalan. Kita semua adalah Petrus yang perlu disingkapkan, dihakimi dan disalibkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 46



November 22, 2018, 06:41:47 AM
Reply #1651
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

22 November 2018
Markus - Minggu 24 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 15:16-41
Doa baca: “Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya.” (Mrk. 15:23)


Disalibkan di Golgota


Markus 15:17 mengatakan, “Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.” Duri adalah lambang kutukan (Kej. 3:17-18). Di kayu salib, Tuhan Yesus menjadi kutuk bagi kita (Gal. 3:13). Dalam Markus 15:17 mahkota duri, melambangkan keagungan, digunakan sebagai ejekan atas Hamba Penyelamat (ayat 20). Dalam ayat 18-19 serdadu-serdadu melanjutkan ejekan mereka terhadap Tuhan Yesus: “Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya, 'Salam, hai raja orang Yahudi!' Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.” Sesudah mengolok- olok Dia, mereka “menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan” (ayat 20). Tuhan di sini sebagai Anak Domba Paskah harus dikuburkan bagi dosa-dosa kita, dibawa seperti anak domba ke pembantaian, menggenapkan Yesaya 53:7-8.

Menurut Markus 15:22, “Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.” Golgota adalah kata Ibrani (Yoh. 19:17) yang berarti tengkorak. Ini sepadan dengan kata Calvaria dalam bahasa latin, yang diserap ke dalam bahasa Inggris sebagai Calvary (Luk. 23:33). Kata ini tidak berarti tempat tengkorak orang mati, melainkan hanya tengkorak. Markus 15:23 melanjutkan anggur yang dicampur dengan mur (dan juga dengan empedu – Mat. 27:34) dipakai sebagai minuman pembius. Namun, Tuhan tidak mau dibius; Dia mau minum cawan pahit itu sampai habis. “Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing” (15:24). Di sini kita nampak bahwa Tuhan dirampok habis-habisan oleh orang dosa. Hal ini juga menyingkapkan kegelapan politik Romawi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 47



November 23, 2018, 05:30:38 AM
Reply #1652
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

23 November 2018
Markus - Minggu 24 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 15:29-37
Doa baca: “Pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, 'Eloi, Eloi, lema sabakhtani?', yang berarti: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?'” (Mrk. 15:34)


Martir dan Penebus


Menurut Markus 15:33, “Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.” Tuhan disalibkan mulai jam ketiga, atau jam sembilan. Ia menderita di salib selama enam jam. Dalam tiga jam yang pertama, Dia dianiaya oleh manusia karena melakukan kehendak Allah; Dia dicemooh, dipukul, dihujat dan disalibkan, kemudian dalam tiga jam yang terakhir, Dia dihakimi oleh Allah untuk merampungkan penebusan bagi kita. Pada saat itulah Allah menggangap Dia sebagai pengganti kita, yang menderita karena dosa kita (Yes. 53:10). Sebab itu, kegelapan meliputi seluruh daerah itu karena sifat dosa dan perbuatan dosa kita, serta segala hal negatif dibereskan di sana; dan karena dosa kita Allah meninggalkan Dia (Mrk. 15:34). Allah meninggalkan Kristus di kayu salib karena Dia mengambil alih tempat orang dosa (1 Ptr. 3:18), Dia menanggung dosa-dosa kita (1 Ptr. 2:24; Yes. 53:6), dan dijadikan dosa karena kita (2 Kor. 5:21).

Hamba-Penyelamat berada di atas salib selama enam jam, dari jam sembilan pagi sampai jam tiga sore. Tiga jam pertama adalah waktu penganiayaan oleh manusia, dan selama jam-jam itu, Tuhan Yesus adalah seorang martir Tetapi selama tiga jam yang kedua, Ia adalah Penebus. Sebagai seorang martir Dia menderita penganiayaan di bawah tangan manusia, sebagai Penebus kita Dia menderita penghakiman bagi kita di bawah tangan Allah. Markus 15:35-36 melanjutkan bahwa Tuhan ditawari anggur untuk meleraikan dahaga-Nya, tetapi ditawarkan dengan cara yang mencemooh (Luk. 23:36). Kemudian ayat 37 melanjutkan, “Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menghembuskan napas terakhir-Nya.” Ini berarti Tuhan berhenti bernapas, menyerahkan Roh-Nya (Yoh. 19:30), menunjukkan bahwa Tuhan dengan sukarela menyerahkan hayat-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 47


November 24, 2018, 06:15:31 AM
Reply #1653
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

24 November 2018
Markus - Minggu 24 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 15:38-47
Doa baca: “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat-Nya menghembuskan napas terakhir seperti itu, berkatalah ia, 'Sungguh, orang ini Anak Allah!'” (Mrk. 15:39)


Dikubur dengan Terhormat untuk Menikmati Sabat-Nya


Setelah Tuhan Yesus mati, “tirai Bait Suci terkoyak menjadi dua dari atas sampai ke bawah” (Mrk. 15:38). Hal ini menunjukkan bahwa pemisahan antara Allah dengan manusia telah dilenyapkan karena daging (yang dilambangkan dengan tirai) dosa yang telah dikenakan oleh Kristus (Rm. 8:3) telah disalibkan (Ibr. 10:20). Fakta bahwa tirai terkoyak dari atas sampai ke bawah menunjukkan bahwa pengoyakan tirai adalah perbuatan Allah dari atas. Markus 15:39 mengatakan, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat-Nya menghembuskan napas terakhir seperti itu, berkatalah ia, 'Sungguh, orang ini Anak Allah!” Kepala pasukan menyadari bahwa manusia ini tidak biasa. Sebaliknya, Dia adalah Anak Allah yang sejati. Tatkala Ia mati, segenap hayat jiwa-Nya dicurahkan hingga mati (Yes. 52:12), dan Ia menyerahkan Roh-Nya kepada Allah (Luk. 23:46).

Setelah Tuhan menggenapkan kematian yang menebus dan menyalurkan hayat, suasana penderitaan-Nya segera berubah menjadi suasana kehormatan. Ada orang kaya bernama Yusuf (Mat. 25:57), dan seorang pejabat Yahudi bernama Nikodemus (Yoh. 19:39; 3:1), datang mengurusi penguburan Tuhan lalu merempah-rempahi tubuh- Nya dan mengafaninya, lalu membaringkannya di sebuah kubur yang baru, tempat penguburan orang kaya (Yes. 53:9).

Dalam Markus 15:42-46, Tuhan Yesus dikuburkan dengan sangat baik untuk menikmati Sabat-Nya. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan menggenapkan penebusan-Nya yang penuh, dalam enam hari, dan kemudian Dia beristirahat pada hari ketujuh, hari Sabat. Meskipun Tuhan dapat beristirahat pada hari Sabat, murid-murid tidak memiliki perhentian sampai pada hari kebangkitan dan Pentakosta, dimana mereka menerima Roh yang almuhit.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 47


November 25, 2018, 04:40:02 AM
Reply #1654
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

24 November 2018
Markus - Minggu 24 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 15:38-47
Doa baca: “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat-Nya menghembuskan napas terakhir seperti itu, berkatalah ia, 'Sungguh, orang ini Anak Allah!'” (Mrk. 15:39)


Dikubur dengan Terhormat untuk Menikmati Sabat-Nya


Setelah Tuhan Yesus mati, “tirai Bait Suci terkoyak menjadi dua dari atas sampai ke bawah” (Mrk. 15:38). Hal ini menunjukkan bahwa pemisahan antara Allah dengan manusia telah dilenyapkan karena daging (yang dilambangkan dengan tirai) dosa yang telah dikenakan oleh Kristus (Rm. 8:3) telah disalibkan (Ibr. 10:20). Fakta bahwa tirai terkoyak dari atas sampai ke bawah menunjukkan bahwa pengoyakan tirai adalah perbuatan Allah dari atas. Markus 15:39 mengatakan, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat-Nya menghembuskan napas terakhir seperti itu, berkatalah ia, 'Sungguh, orang ini Anak Allah!” Kepala pasukan menyadari bahwa manusia ini tidak biasa. Sebaliknya, Dia adalah Anak Allah yang sejati. Tatkala Ia mati, segenap hayat jiwa-Nya dicurahkan hingga mati (Yes. 52:12), dan Ia menyerahkan Roh-Nya kepada Allah (Luk. 23:46).

Setelah Tuhan menggenapkan kematian yang menebus dan menyalurkan hayat, suasana penderitaan-Nya segera berubah menjadi suasana kehormatan. Ada orang kaya bernama Yusuf (Mat. 25:57), dan seorang pejabat Yahudi bernama Nikodemus (Yoh. 19:39; 3:1), datang mengurusi penguburan Tuhan lalu merempah-rempahi tubuh- Nya dan mengafaninya, lalu membaringkannya di sebuah kubur yang baru, tempat penguburan orang kaya (Yes. 53:9).

Dalam Markus 15:42-46, Tuhan Yesus dikuburkan dengan sangat baik untuk menikmati Sabat-Nya. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan menggenapkan penebusan-Nya yang penuh, dalam enam hari, dan kemudian Dia beristirahat pada hari ketujuh, hari Sabat. Meskipun Tuhan dapat beristirahat pada hari Sabat, murid-murid tidak memiliki perhentian sampai pada hari kebangkitan dan Pentakosta, dimana mereka menerima Roh yang almuhit.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 47


November 26, 2018, 05:29:25 AM
Reply #1655
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

26 November 2018
Markus - Minggu 25 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 15:16-41; Yoh. 10:30
Doa baca: “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)


Allah Meninggalkan Kristus yang Tersalib


Tuhan Yesus berada di salib selama enam jam, dari jam sembilan pagi sampai jam tiga sore. Selama tiga jam pertama, Dia dianiaya oleh manusia, tetapi selama tiga jam terakhir, Dia dihakimi oleh Allah sebagai pengganti bagi dosa-dosa kita. Markus 15:34 mengatakan bahwa “Pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, 'Eloi, Eloi, lema sabakhtani?', yang berarti: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (ayat 34). Tuhan berkata bahwa Allah meninggalkan Dia, dan ini berarti menolak Dia.

Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 5:43 bahwa Dia datang dalam nama Bapa: “Aku datang dalam nama Bapa-Ku.” Selain itu, Bapa selalu bersama Dia: “Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku” (Yoh. 8:29). Tidak lama sebelum Dia mati Tuhan berkata lagi, “Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku” (Yoh.16:32). Bapa tidak hanya bersama Tuhan Yesus, tetapi juga di dalam Dia, dan Tuhan berada di dalam Bapa: “Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku? … Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Yoh. 14:10a, 11a). Mengenai hubungan-Nya dengan Bapa, Tuhan Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh. 10:30). Tuhan Yesus dan Bapa selalu satu. Selain itu, ketika seseorang melihat Tuhan, dia melihat Bapa. Inilah alasan Tuhan Yesus mengatakan, “Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh. 14:9). Ayat-ayat ini membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah dipisahkan dari Allah Bapa. Namun, pada jam tiga Tuhan berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ini menunjukkan bahwa Allah meninggalkan Dia.

Jika Allah meninggalkan Kristus dan yang tinggal di atas kayu salib hanya seorang manusia dan tidak lagi memiliki sifat ilahi maka kuasa penebusan Tuhan tidak lagi kekal, karena tidak ada unsur ilahi yang kekal di dalamnya. Karena itu, kita perlu pengertian yang menyeluruh dari apa yang Kitab Suci wahyukan mengenai Allah Tritunggal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 48





November 27, 2018, 05:37:55 AM
Reply #1656
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

27 November 2018
Markus - Minggu 25 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mat. 3:17
Doa baca: “Lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, 'Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.'” (Mat. 3:17)


Kristus Mempersembahkan Diri-Nya Sendiri melalui ROH KUDUS


Ketika Tuhan Yesus dikandung, Dia dikandung oleh ROH KUDUS di dalam seorang perawan (Mat. 1:20). Keterkandungan-Nya adalah ilahi, karena hal itu berasal dari ROH KUDUS, berasal dari Allah. Keterkandungan-Nya yang ajaib adalah keterkandungan Allah dalam manusia, mencakup keinsanian maupun keilahian. Tuhan Yesus dilahirkan sebagai seorang manusia dengan dua sifat: sifat insani dan sifat ilahi, dan kedua unsur ini membentuk Yesus sebagai Manusia-Allah.

Pada umur 30 tahun, Tuhan Yesus dibaptis. Segera setelah Dia keluar dari air, terdengarlah suara dari surga mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17). Pada waktu yang sama Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya (Mat. 3:16). Turunnya Roh adalah pengurapan Kristus, sedangkan berbicaranya Bapa adalah kesaksian bagi Dia sebagai Anak yang terkasih. Ini adalah gambaran Trinitas Ilahi: Anak bangkit keluar dari air, Roh turun ke atas Anak, dan Bapa berbicara mengenai Anak.

Ibrani 9:14 menunjukkan kepada kita bahwa meskipun Kristus adalah insani dan ilahi, Dia mempersembahkan diri-Nya kepada Allah di atas salib sebagai kurban almuhit melalui Roh yang kekal untuk menggantikan segala kurban dalam Perjanjian Lama. Sebelum Roh itu turun ke atas Yesus, Ia telah memiliki baik keilahian maupun keinsanian. Meskipun Dia ilahi dan insani, ketika Dia memulai ministrinya, Allah mengurapi Dia dengan Roh itu yaitu Roh yang turun ke atas Dia. Tetapi sebelum Roh itu turun ke atas Dia, Dia telah memiliki esens keilahian Allah. Namun, untuk ministri-Nya, Dia diurapi dengan ROH KUDUS. Selama tiga setengah tahun ministrinya, Dia bergerak bukan hanya berdasarkan diri-Nya sendiri sebagai Orang yang memiliki keilahian dan keinsanian tetapi juga berdasarkan Roh yang mengurapi. Dia bergerak dan melayani berdasarkan Roh ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 48



November 28, 2018, 05:20:36 AM
Reply #1657
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

28 November 2018
Markus - Minggu 25 Rabu

Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 5:21
Doa baca: “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Kor. 5:21)


Khasiat Kekal Kematian Tuhan


Ketika Tuhan Yesus berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” pada waktu itu, Dia sedang menanggung dosa-dosa kita (1 Ptr. 2:14), dijadikan dosa karena kita (2 Kor. 5:21), dan mengambil tempat orang dosa (1 Ptr. 3:18). Ini berarti Allah menghakimi Dia sebagai pengganti kita karena dosa-dosa kita. Dalam pandangan Allah, Kristus telah menjadi orang dosa yang besar. Mengenai hal ini, 2 Korintus 5:21 mengatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Allah membuat Kristus bukan hanya menjadi pengganti kita, juga membuat Dia menjadi dosa karena kita. Selama tiga jam terakhir Kristus berada di atas salib, saat itulah Allah membuat-Nya menjadi dosa. Karena Kristus adalah pengganti dan dijadikan dosa dalam pandangan Allah, maka Allah menghakimi Dia.

Kematian Tuhan Yesus bukan hanya kematian seorang manusia, juga adalah kematian seorang Manusia-Allah. Karena alasan ini, kematian-Nya memiliki khasiat kekal. Kematian Tuhan memiliki kuasa kekal bagi penebusan kita. Jika tidak, tidak akan mungkin seorang manusia mati bagi begitu banyak orang. Seorang individu terbatas karena seorang manusia tidak kekal. Jika Tuhan telah mati hanya sebagai manusia, kematian-Nya akan terbatas khasiat-Nya. Dia dapat menjadi pengganti bagi satu orang tetapi tidak bagi jutaan orang. Setelah Allah menganggap Dia sebagai orang dosa untuk menjadi pengganti kita, bahkan membuat Dia menjadi dosa karena kita, dan telah menerima persembahan-Nya, Allah sebagai ROH KUDUS yang telah turun ke atas Dia meninggalkan Dia. Namun, Tuhan masih tetap seorang Manusia-Allah dan mati sebagai Manusia-Allah. Karena itu, di dalam kematian-Nya ada unsur ilahi dan kekal. Kematian-Nya telah menggenapkan penebusan kekal dengan kefektifan dan kuasa yang kekal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 48



November 29, 2018, 08:33:14 AM
Reply #1658
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

29 November 2018
Markus - Minggu 25 Kamis

Pembacaan Alkitab: 1 Tim. 3:16
Doa baca: “Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.’” (1 Tim. 3:16)


Kelayakan Kristus Menjadi Penebus Kekal


Dalam Matius 3 kita nampak tiga dari Trinitas sebagai unik yang berbeda: Bapa di surga, Putra di bumi, dan Roh yang turun sebagai burung merpati dari udara. Menurut Matius 1, Kristus dikandung dari ROH KUDUS. Hal ini berhubungan dengan Yohanes 1:14, ayat yang memberi tahu kita bahwa firman menjadi daging. Menurut Injil Yohanes, firman adalah Putra Allah. Ketika Tuhan Yesus dikandung dari Roh itu dalam kandungan Maria, hal itu adalah inkarnasi Putra Allah, firman menjadi daging. Karena itu, 1 Timotius 3:16 berbicara tentang kebesaran rahasia ibadah, yaitu Allah ternyata dalam daging. Matius 1:18 dan 20, Yohanes 1:14 dan 1 Timotius 3:16 semua mengacu kepada hal yang sama. Keterkandungan Tuhan Yesus dari ROH KUDUS adalah inkarnasi Putra Allah, dan inkarnasi Putra Allah adalah Allah dinyatakan dalam daging. Bila kita menjajarkan ayat-ayat ini, kita memiliki ROH KUDUS bagi keterkandungan Yesus, Putra untuk inkarnasi, dan Allah bagi manifestasi. Ini menunjukkan bahwa Roh, Putra Allah, dan Allah sendiri adalah satu.

Karena Kristus dikandung dari ROH KUDUS, Dia adalah manusia Allah. Pada Dia ada perbauran keilahian dengan keinsanian. Karena itu, ketika dibaptis, Dia dibaptis sebagai Manusia-Allah. Dalam prinsip yang sama, ketika Dia mati di atas salib, Dia mati sebagai Manusia-Allah. Keinsanian-Nya melayakkan Dia mati bagi kita. Karena Dia adalah seorang manusia, Dia memiliki darah untuk dicurahkan bagi pencucian dosa-dosa kita. Sebagai Putra Allah, keilahian-Nya menjadi khasiat kekal dari darah penebusan-Nya. Karena itu, keinsanian-Nya melayakkan Dia untuk menjadi Penebus dan Pengganti kita; keilahian-Nya membuat kelayakan-Nya memiliki kekuatan kekal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 49



November 30, 2018, 07:24:12 AM
Reply #1659
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/11/

30 November 2018
Markus - Minggu 25 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:29; Rm. 6:6;
1 Kor. 15:3; Ibr. 2:14
Doa baca: “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan turut mengalami keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis yang berkuasa atas maut.” (Ibr. 2:14)


Yang Digenapkan oleh Kematian Kristus


Pertama kematian Kristus menggenapkan masalah dosa-dosa kita, masalah pelanggaran-pelanggaran dan kesalahan kita, dan perbuatan dosa kita. Kematian-Nya telah membereskan masalah dosa-dosa kita secara kekal. Kedua, kematian Kristus yang almuhit, telah menanggulangi dosa. Dosa-dosa mengacu kepada perbuatan, pelanggaran, kesalahan, kekeliruan. Dosa sesungguhnya adalah sifat dosa Satan. Satan adalah sumber dosa. Dosa adalah penemuan Satan, dan Satan sendiri adalah unsur dosa. Sesungguhnya dalam pandangan Allah, dosa adalah Satan. Menurut Kitab Roma, dosa adalah sesuatu yang hidup, yang dapat membuat kita melakukan hal-hal yang tidak ingin kita lakukan, sesuatu yang dapat berhuni di dalam kita, menipu kita bahkan membunuh kita (Rm. 6:14; 7:8, 11, 17). Pada waktu kejatuhan manusia, ketika manusia makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, dia menerima sifat jahat Satan ke dalam dirinya.

Masalah ketiga yang ditanggulangi oleh kematian Kristus adalah manusia lama kita. Roma 6:6 mengatakan “Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan.” Kita telah diletakkan ke dalam Kristus oleh Allah dan kita berada di dalam Dia ketika Dia disalibkan. Karena itu kita tercakup dalam kematian-Nya yang kekal dan almuhit. Keempat, karena manusia lama kita telah disalibkan bersama Kristus, seluruh ciptaan lama disalibkan juga. Sebagai umat manusia, kita adalah pemuka ciptaan lama dan mewakili ciptaan lama. Ketika wakil ciptaan lama, disalibkan, seluruh ciptaan lama juga disalibkan. Kelima, dalam keinsanian-Nya dan melalui kematian-Nya dalam daging, Kristus menghancurkan Satan, persona yang memiliki kuasa maut (Ibr. 2:14).


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 49



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)