Author Topic: Arus Hayat  (Read 82240 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 01, 2018, 06:10:11 AM
Reply #1660
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

01 December 2018
Markus - Minggu 25 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 12:24, 31; Kis. 2:23; Ef. 2:15
Doa baca: “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka.” (Kis. 2:23)


Kematian Kristus yang Kekal dan Almuhit


Alkitab mewahyukan bahwa Satan telah membentuk suatu sistem setani yang disebut dunia. Melalui dunia, Satan telah mensistematiskan umat manusia yang jatuh di bawah tangan perampasannya. Tetapi sistem dunia yang jahat ini telah dihakimi. Karena sistem dunia berhubungan dengan Satan, maka ketika penguasa-penguasa dunia ini dihakimi, dunia dihakimi juga (Yoh. 12:31). Dalam Efesus 2:15, ketika Kristus disalibkan, kematian-Nya yang kekal juga menghapuskan berbagai ketentuan dari hidup manusia dan agama. Selain itu, perbedaan-perbedaan di antara ras, tingkatan sosial telah dihapuskan oleh kematian kekal-Nya. Dalam aspek positif, kematian-Nya yang almuhit membebaskan hayat ilahi yang ada di dalam Dia, dan hayat ini menghasilkan, banyak butir biji gandum (Yoh. 12:24).

Jika kita nampak makna kematian Kristus yang almuhit, kita akan nampak bahwa kematian-Nya adalah kejadian yang lebih besar daripada penciptaan alam semesta. Mengenai kematian Kristus, Allah Tritunggal menetapkan dalam rencana ilahi-Nya dalam kekekalan lampau bahwa Putra, Yang Kedua dari Trinitas ilahi, harus berinkarnasi dan mati di atas salib untuk melaksanakan penebusan kekal bagi penggenapan tujuan kekal Allah. Dalam pandangan Allah, Dia sebagai Anak Domba Allah disembelih sejak dunia dijadikan, yaitu sejak keberadaan ciptaan Allah yang jatuh (Why. 13:8). Karena itu, Allah memang menghendaki Kristus mati secara kekal dan almuhit.

Betapa besar kematian Kristus! Kematian ini telah membersihkan segala hal negatif di alam semesta dan telah melepaskan hayat kekal untuk menghasilkan manusia baru, yang akan menjadi perampungan akhir yang akan menjadi Kerajaan Allah yang kekal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 49




December 02, 2018, 04:40:03 AM
Reply #1661
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

01 December 2018
Markus - Minggu 25 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 12:24, 31; Kis. 2:23; Ef. 2:15
Doa baca: “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka.” (Kis. 2:23)


Kematian Kristus yang Kekal dan Almuhit


Alkitab mewahyukan bahwa Satan telah membentuk suatu sistem setani yang disebut dunia. Melalui dunia, Satan telah mensistematiskan umat manusia yang jatuh di bawah tangan perampasannya. Tetapi sistem dunia yang jahat ini telah dihakimi. Karena sistem dunia berhubungan dengan Satan, maka ketika penguasa-penguasa dunia ini dihakimi, dunia dihakimi juga (Yoh. 12:31). Dalam Efesus 2:15, ketika Kristus disalibkan, kematian-Nya yang kekal juga menghapuskan berbagai ketentuan dari hidup manusia dan agama. Selain itu, perbedaan-perbedaan di antara ras, tingkatan sosial telah dihapuskan oleh kematian kekal-Nya. Dalam aspek positif, kematian-Nya yang almuhit membebaskan hayat ilahi yang ada di dalam Dia, dan hayat ini menghasilkan, banyak butir biji gandum (Yoh. 12:24).

Jika kita nampak makna kematian Kristus yang almuhit, kita akan nampak bahwa kematian-Nya adalah kejadian yang lebih besar daripada penciptaan alam semesta. Mengenai kematian Kristus, Allah Tritunggal menetapkan dalam rencana ilahi-Nya dalam kekekalan lampau bahwa Putra, Yang Kedua dari Trinitas ilahi, harus berinkarnasi dan mati di atas salib untuk melaksanakan penebusan kekal bagi penggenapan tujuan kekal Allah. Dalam pandangan Allah, Dia sebagai Anak Domba Allah disembelih sejak dunia dijadikan, yaitu sejak keberadaan ciptaan Allah yang jatuh (Why. 13:8). Karena itu, Allah memang menghendaki Kristus mati secara kekal dan almuhit.

Betapa besar kematian Kristus! Kematian ini telah membersihkan segala hal negatif di alam semesta dan telah melepaskan hayat kekal untuk menghasilkan manusia baru, yang akan menjadi perampungan akhir yang akan menjadi Kerajaan Allah yang kekal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 49



December 03, 2018, 09:02:51 AM
Reply #1662
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

03 December 2018
Markus - Minggu 26 Senin

Pembacaan Alkitab: Kis. 2:23-24, 32-36; 3:15; 4:10-12
Doa baca: “Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” (Kis. 2:24)


Kebangkitan Kristus yang Disajikan dalam Kitab Kisah Para Rasul


Markus 16 mencatat mengenai kebangkitan Hamba-Penyelamat, dan hal ini juga terdapat dalam berita-berita Injil Petrus dalam Kisah Para Rasul 2, 3, 4, dan 5. Sesungguhnya, kebangkitan Kristus adalah inti berita-berita Injil Petrus. Dalam pemberitaan Injil Petrus yang mula-mula, yang diberitakan pada hari Pentakosta, dia bersaksi bahwa Yesus yang tersalib dibangkitkan oleh Allah. Petrus bersaksi bahwa Kristus tidak dapat ditahan oleh maut, karena Dia sendiri adalah kebangkitan (Yoh. 11:25), tidak mungkin Dia ditahan oleh maut. Dalam Kisah Para Rasul 2:32-36 Petrus berbicara mengenai kebangkitan dan kenaikan Kristus. Dalam ayat 32 Petrus berkata mengenai kebangkitan Tuhan, “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” Di sini Petrus berkata bahwa ia adalah saksi dari kebangkitan Kristus. Kemudian dalam ayat 36, Petrus berkata bahwa dalam kebangkitan dan kenaikan, Yesus telah menjadi Tuhan dan Kristus.

Dalam Kisah Para Rasul 3:15 Petrus memberi tahu orang banyak bahwa mereka telah membunuh Perintis Kehidupan, sebagai asal usul atau Pemula hayat, yang Allah bangkitkan dari antara orang mati. Petrus juga memberitakan bahwa Yesus yang disalibkan, Orang yang Allah bangkitkan dari antara orang mati, adalah batu penjuru yang ditolak oleh para pemimpin Yahudi (Kis. 4:10-12). Melalui ayatayat ini, keselamatan ada di dalam Kristus yang bangkit. Keselamatan ini juga adalah bagi pembangunan Allah. Juruselamat dalam kebangkitan adalah batu penjuru bagi pembangunan Allah, yang juga di dalam kebangkitan. Kebangkitan Tuhan bukan hanya bagi keselamatan kita, tetapi juga bagi pembangunan Allah. Baik keselamatan kita maupun pembangunan Allah ada di dalam Kristus yang bangkit.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 50




December 04, 2018, 05:29:21 AM
Reply #1663
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

04 December 2018
Markus - Minggu 26 Selasa

Pembacaan Alkitab: Kis. 5:30-31
Doa baca: “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus yang kamu bunuh dengan menggantungkan-Nya pada kayu salib. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah dengan tangan kananNya menjadi Perintis dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” (Kis. 5:30-31)


Realitas Kristus yang Tersalib, Bangkit dan Naik


Perjanjian Baru mewahyukan kepada kita satu persona yang adalah Allah Tritunggal yang berinkarnasi menjadi Manusia-Allah. Manusia-Allah ini pergi ke atas salib dan menempuh kematian yang almuhit dan menakjubkan. Kematian-Nya yang almuhit menghapuskan dosa-dosa kita, menghukum dosa, menyalibkan manusia lama kita, mengakhiri ciptaan lama, menghancurkan Iblis, Satan, menghakimi dunia setani, dan menghapuskan ketentuan-ketentuan di antara ras dan kelas sosial yang berbeda. Dalam pandangan Allah, semua hal negatif telah dibereskan untuk selamanya.

Allah telah meninggikan Kristus menjadi Pemimpin dan Juruselamat bagi keselamatan kita. Kita perlu melihat bahwa Yesus adalah Tuhan, Kristus, dan batu penjuru bagi pembangunan Allah. Menurut Kitab Kisah Para Rasul, Petrus juga menunjukkan bahwa Kristus, Yang bangkit, telah ditinggikan dan sekarang berada di surga. Selain itu, Kristus telah mencurahkan diri-Nya sendiri sebagai Roh di atas kaum beriman-Nya, umat pilihan Allah, untuk membuat mereka menjadi anggota-anggota Tubuh-Nya. Ini adalah bagi penyusunan manusia baru yang adalah ekspresi dari Kristus yang bangkit. Kristus yang bangkit adalah segala sesuatu bagi manusia baru; Dia adalah isi dan realitas dari manusia baru yang sesungguhnya adalah Kerajaan Allah, di mana Allah memerintah, bertakhta dan bertindak untuk memenuhi keinginan-Nya. Petrus mengatakan bahwa Kristus yang dia lihat dan ikuti sekarang berada dalam kebangkitan dan kenaikan. Bila kita memiliki Roh ini, kita memiliki Kristus, juga realitas kebangkitan dan kenaikan-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 50



December 05, 2018, 05:32:50 AM
Reply #1664
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

05 December 2018
Markus - Minggu 26 Rabu

Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 1:3
Doa baca: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah membuat kita lahir kembali melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada hidup yang penuh pengharapan.” (1 Ptr. 1:3)


Dilahirkan Kembali kepada Hidup yang Penuh Pengharapan


Melalui kematian Kristus yang almuhit, umat pilihan Allah dibawa masuk ke dalam kebangkitan Kristus. Ketika Kristus dibangkitkan, umat pilihan Allah dibangkitkan bersama Dia. Dalam 1 Petrus 1:3 kita bisa melihat bahwa Bapa telah melahirkan kita kembali melalui kebangkitan Kristus kepada hidup yang penuh pengharapan. Pengharapan yang hidup ini akan tergenap dengan sepenuhnya dalam Yerusalem Baru. Ini adalah pengharapan bahwa hayat di dalam kita akan berkembang sampai mencapai kematangan. Pengharapan yang hidup ini berasal dari kelahiran kembali kita, yaitu ketika Kristus dibangkitkan.

Kisah Para Rasul 13:33 menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus adalah kelahiran bagi Dia, karena dalam kebangkitan Dia dilahirkan sebagai anak Allah. Dalam kebangkitan dan melalui kebangkitan Tuhan Yesus sebagai manusia dilahirkan untuk menjadi Anak sulung Allah. Kata “anak sulung” menunjukkan bahwa Tuhan Yesus memiliki saudara-saudara. Dalam Roma 8:29 Paulus membicarakan Kristus sebagai yang sulung di antara banyak saudara. Dalam kebangkitan, kita semua telah dilahirkan bersama Kristus untuk menjadi banyak saudara-Nya. Meskipun kita berasal dari suku bangsa yang berbeda dan datang dari berbagai tempat di dunia, kita semua memiliki pengalaman yang nyata berada dalam kebangkitan. Ketika kita lupa diri dalam Tuhan, mungkin kita tidak mengetahui di mana kita berada, ini adalah pengalaman dalam kebangkitan. Kita mungkin menghadapi persoalan yang menyebabkan kita merasakan bahwa kita telah dikubur dan ditempatkan di dalam makam. Tetapi kita tahu dari pengalaman bahwa ketika kita berseru kepada Tuhan, menyeru nama-Nya, sekali lagi kita mengalami kebangkitan-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 50




December 06, 2018, 06:07:09 AM
Reply #1665
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

06 December 2018
Markus - Minggu 26 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 16:1-20
Doa baca: “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’” (Mrk. 16:15)


Memberitakan Injil kepada Segala Makhluk


Dalam Markus 16:1-18 kebangkitan Tuhan Yesus ditemukan oleh tiga perempuan—Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome (ayat 1). Kebangkitan Hamba-Penyelamat adalah bukti bahwa Allah telah dipuaskan dengan apa yang dirampungkan melalui kematian-Nya. Hal ini juga satu penegasan dari keefektifan kematian-Nya yang menebus dan menyalurkan hayat (Kis. 2:24; 3:15). Kebangkitan-Nya menjadi dasar pembenaran kita (Rm. 4:25) dan kekuatan yang dapat membebaskan kita dari dosa (1 Kor. 15:17). Dalam ayat 7 malaikat berkata bahwa Tuhan Yesus pergi mendahului muridmurid ke Galilea. Sama seperti Hamba-Penyelamat memulai ministri-Nya dari Galilea, milik bangsabangsa lain (Mat. 4:12-17), bukan dari Yerusalem, kota kudus dari agama Yahudi, maka sesudah bangkit Dia masih akan pergi ke Galilea, tidak ke Yerusalem. Hal ini dengan kuat menunjukkan bahwa Hamba-Penyelamat yang bangkit sama sekali telah meninggalkan Yudaisme dan memulai suatu zaman yang baru bagi pengaturan Allah dalam Perjanjian Baru.

Dalam Markus 16:9-11 Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena; dalam ayat 12-13, kepada dua orang murid-Nya; dan dalam ayat 14-18, kepada kesebelas murid. Dalam ayat 15 Dia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Ini mewahyukan bahwa penebusan Allah yang dirampungkan oleh Hamba-Penyelamat melalui kematian dan kebangkitan-Nya tidak hanya untuk manusia, yang paling utama dalam ciptaan Allah, tetapi juga untuk segenap ciptaan. Karena itu, semua makhluk, baik yang di bumi maupun di surga, telah diperdamaikan dengan Allah, dan Injil harus diproklamasikan kepada segenap ciptaan di kolong l angit (Kol. 1:20, 23). Segenap ciptaan mengharapkan untuk dibebaskan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (Rm. 8:19-22).


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 51




December 07, 2018, 06:17:26 AM
Reply #1666
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

07 December 2018
Markus - Minggu 26 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 16:1-20
Doa baca: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Mrk. 16:16)


Percaya dan Dibaptis


Dalam Markus 16:16 Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, “Siapa yang percaya dan diaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Percaya berarti menerima HambaPenyelamat (Yoh. 1:12), tidak hanya untuk pengampunan dosa-dosa (Kis. 10:43), tetapi juga untuk kelahiran kembali (1 Ptr. 1:21, 23), supaya siapa saja yang percaya, dapat menjadi anak Allah (Yoh. 1:12-13) dan anggota Tubuh Kristus (Ef. 5:30) dalam kesatuan yang organik dengan Allah Tritunggal (Mat. 28:19). Dibaptis berarti menegaskan hal ini dengan dikuburkan guna mengakhiri ciptaan lama melalui kematian HambaPenyelamat, dan dengan dibangkitkan menjadi cipataan baru Allah melalui kebangkitan HambaPenyelamat. Baptisan yang sedemikian ini jauh lebih maju dari pada baptisan pertobatan oleh Yohanes (Mrk. 1:4; Kis. 19:3-5). Percaya dan dibaptis merupakan dua bagian dari satu langkah yang lengkap untuk menerima keselamatan Allah yang sempurna. Dibaptis tanpa percaya hanyalah upacara agama yang kosong; percaya tanpa dibaptis berarti hanya diselamatkan pada bagian batiniah tanpa penegasan lahiriah dari keselamatan yang di dalam itu. Kedua hal ini harus berjalan seiring. Selain itu, baptisan air harus disertai dengan baptisan Roh, sama seperti umat Israel yang dibaptis di dalam laut (air) dan di dalam awan (Roh)—1 Korintus 10:2 dan 12:13.

Dalam Markus 16:17-18 Tuhan Yesus memperlihatkan bahwa berbicara dalam bahasabahasa yang baru hanya merupakan salah satu dari lima tanda yang menyertai kaum beriman yang telah diselamatkan. Berdasarkan wahyu ilahi dalam Kitab Kisah Para Rasul dan Surat-surat Kiriman, apa yang Tuhan katakan di sini bukan berarti setiap orang beriman yang beroleh selamat harus mempunyai kelima tanda ini. Ini berarti setiap orang beriman yang beroleh selamat mungkin mempunyai beberapa dari tanda-tanda ini, tetapi tidak harus semuanya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 51



December 08, 2018, 06:38:12 AM
Reply #1667
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

08 December 2018
Markus - Minggu 26 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 16:1-20
Doa baca: “Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk. 16:15)


Memberitakan di Mana-mana


Pemberitaan Injil Allah kepada semua makhluk (Mrk. 16:15) oleh Hamba-Penyelamat, sebagai Hamba Allah, yang dibangkitkan dan dinaikkan adalah melalui kaum beriman-Nya, yang dimulai dari Yerusalem hingga ke ujung bumi (Kis. 1:8) secara berkesinambungan dan menyeluruh dari abad ke abad sebelumnya serta berlangsung terus hingga Ia datang untuk membangun Kerajaan Allah di bumi. Setelah berkata kepada murid-murid-Nya untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia, murid-murid-Nya pergi dan memberitakan di mana-mana (Mrk. 16:20). Ini menunjukkan bahwa kita juga seharusnya pergi untuk memberitakan kepada bangsa-bangsa, dan bahkan kepada segala makhluk, mengenai Hamba-Penyelamat yang ajaib, kematian-Nya yang almuhit, dan kebangkitan-Nya yang menakjubkan. Kita telah nampak bahwa dalam Markus 1 hanya ada satu pemberita Injil. Tetapi ketika kita sampai pada akhir dari Injil ini, ada banyak pemberita Injil. Selain itu, pemberitaan dalam Markus 1 terutama ditujukan kepada orang Yahudi, tetapi pemberitaan pada akhir pasal 16 adalah bagi seluruh makhluk, sedikitnya kepada berbagai suku bangsa di bumi. Untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk, kita perlu lupa diri dalam Tuhan. Jika kita tidak pernah berapi-api dalam memberitakan Injil kepada berbagai suku bangsa, itu berarti kita tidak pernah lupa diri dalam Tuhan Yesus.

Injil Markus memperlihatkan kepada kita bahwa setelah mengalami penyembuhan telinga, lidah, dan mata, kita bersyarat untuk berbicara bagi Tuhan. Kemudian, kita dibawa masuk ke dalam Kristus sebagai pengganti kita yang menyeluruh, universal, dan almuhit. Paulus bersaksi bahwa, “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Setelah mengalami Kristus sebagai pengganti kita, kita akan mampu berbicara kepada segala bangsa mengenai Dia, kematian-Nya dan kebangkitanNya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 51




December 09, 2018, 04:30:22 AM
Reply #1668
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

08 December 2018
Markus - Minggu 26 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 16:1-20
Doa baca: “Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk. 16:15)


Memberitakan di Mana-mana


Pemberitaan Injil Allah kepada semua makhluk (Mrk. 16:15) oleh Hamba-Penyelamat, sebagai Hamba Allah, yang dibangkitkan dan dinaikkan adalah melalui kaum beriman-Nya, yang dimulai dari Yerusalem hingga ke ujung bumi (Kis. 1:8) secara berkesinambungan dan menyeluruh dari abad ke abad sebelumnya serta berlangsung terus hingga Ia datang untuk membangun Kerajaan Allah di bumi. Setelah berkata kepada murid-murid-Nya untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia, murid-murid-Nya pergi dan memberitakan di mana-mana (Mrk. 16:20). Ini menunjukkan bahwa kita juga seharusnya pergi untuk memberitakan kepada bangsa-bangsa, dan bahkan kepada segala makhluk, mengenai Hamba-Penyelamat yang ajaib, kematian-Nya yang almuhit, dan kebangkitan-Nya yang menakjubkan. Kita telah nampak bahwa dalam Markus 1 hanya ada satu pemberita Injil. Tetapi ketika kita sampai pada akhir dari Injil ini, ada banyak pemberita Injil. Selain itu, pemberitaan dalam Markus 1 terutama ditujukan kepada orang Yahudi, tetapi pemberitaan pada akhir pasal 16 adalah bagi seluruh makhluk, sedikitnya kepada berbagai suku bangsa di bumi. Untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk, kita perlu lupa diri dalam Tuhan. Jika kita tidak pernah berapi-api dalam memberitakan Injil kepada berbagai suku bangsa, itu berarti kita tidak pernah lupa diri dalam Tuhan Yesus.

Injil Markus memperlihatkan kepada kita bahwa setelah mengalami penyembuhan telinga, lidah, dan mata, kita bersyarat untuk berbicara bagi Tuhan. Kemudian, kita dibawa masuk ke dalam Kristus sebagai pengganti kita yang menyeluruh, universal, dan almuhit. Paulus bersaksi bahwa, “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Setelah mengalami Kristus sebagai pengganti kita, kita akan mampu berbicara kepada segala bangsa mengenai Dia, kematian-Nya dan kebangkitanNya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 51




December 10, 2018, 05:56:24 AM
Reply #1669
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

10 December 2018
Markus - Minggu 27 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 9-11
Doa baca: “Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.” (Mrk. 1:9)


Ministri Hamba-Penyelamat dalam Zaman yang Baru


Kehidupan Hamba-Penyelamat adalah kehidupan Manusia-Allah, yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi pengaturan Allah dalam Perjanjian Baru. Dalam kehidupan-Nya tidak ada yang bertentangan dengan pengaturan Allah, dan ini disajikan dengan lengkap dalam urutan menurut sejarah dalam Injil Markus. Dikatakan dari segi pengaturan Allah, kehidupan ini tidak ada kekurangan apa pun. Injil Markus adalah dasar Injil Matius, Yohanes, dan bahkan Lukas, karena Injil Markus adalah biografi kehidupan Tuhan Yesus yang disusun berdasarkan urutan sejarah. Injil Markus mencatat bagaimana seumur hidup Tuhan maju setahap demi setahap sampai kita tiba pada bagian yang paling puncak. Kemudian kita dibawa ke dalam kematian Tuhan yang almuhit dan kebangkitan-Nya yang ajaib, sehingga kita dapat menikmati Dia sebagai pengganti kita. Hasil dari mengambil Kristus sebagai pengganti kita adalah manusia baru. Manusia baru ini adalah realitas Kerajaan Allah, yang mula-mula menghasilkan gereja, kemudian Kerajaan Seribu Tahun, dan rampung akhir dalam Yerusalem Baru.

Tuhan Yesus hidup dalam zaman yang baru, setelah mengakhiri zaman yang lama. Yohanes Pembaptis dilahirkan sebagai imam Perjanjian Lama yang khas, tetapi dia tinggal di padang gurun dengan tidak berbudaya. Ketika seseorang bertobat, Yohanes memasukkan orang itu ke dalam air, membaptis dia. Semua ini adalah petunjuk bahwa zaman lama telah diakhiri. Karena itu, pada kehidupan-Nya kita tidak dapat menemukan apa pun dari zaman lama. Ketika Tuhan Yesus akan memulai ministri-Nya, Dia memberikan diri-Nya dikubur, dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Mrk. 1:9-11). Dia tidak memiliki dosa atau keusangan, tetapi Dia masih belum dibaptis. Baptisan-Nya adalah suatu kesaksian kepada alam semesta bahwa Dia menolak diri-Nya sendiri, mengesampingkan diri-Nya sendiri untuk hidup berdasarkan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 52


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)