Author Topic: Arus Hayat  (Read 84357 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 11, 2018, 05:51:05 AM
Reply #1670
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

11 December 2018
Markus - Minggu 27 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:12-45; 3:31-35
Doa baca: “Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku.” (Mrk. 3:35)


Hidup dan Bergerak Berdasarkan ROH KUDUS


Segera setelah dibaptis, Tuhan Yesus dipimpin oleh ROH KUDUS ke padang gurun (Mrk. 1:12-13). Sejak saat itu, Dia memenuhi ministri-Nya dengan hidup, bergerak, dan bekerja dalam ROH KUDUS. Sebagai Orang yang hidup dan bergerak berdasarkan ROH KUDUS, Tuhan Yesus memberitakan Injil (1:14- 20). Dia menaburkan ke dalam hati manusia suatu benih yang akan bertumbuh dan berkembang menjadi Kerajaan Allah. Dalam ROH KUDUS, Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran (1:21-22), menerangi kegelapan manusia dan menghilangkan kegelapan manusia. Kemudian dalam ministri-Nya, Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit (1:29-39); membuat orang mati menjadi hidup. Selain itu, Tuhan mentahirkan orang kusta (1:40-45). Mentahirkan orang kusta adalah menguduskan orang yang sudah dihidupkan kembali, melalui mengampuni dosadosa, berpesta dengan orang dosa, menjadi sukacita mereka dalam kebenaran dan hayat, memuaskan mereka, dan membebaskan mereka.

Ketika Tuhan Yesus melaksanakan pelayanan Injil sedemikian ini, Dia juga mengikat Iblis dan merampas kerajaannya. Iblis tidak ada tumpuan dalam Dia (3:22-30). Selain itu, Tuhan Yesus tidak tinggal dalam hubungan alamiah, sebaliknya memilih berada dalam hubungan hayat rohani. Tuhan Yesus juga mengalami penolakan dunia dan dibenci dunia, Dia diremehkan oleh orang-orang Nazaret (6:1-6). Kemudian Tuhan Yesus menyingkapkan kondisi yang jahat dari hati manusia (7:1-23), dan hal-hal yang keluar dari dalam dan menajiskan manusia. Setelah menyingkapkan kondisi hati manusia, Tuhan menyajikan diri-Nya sebagai roti hayat yang menyuplai para pencari-Nya (7:24-30). Tuhan juga menyembuhkan organ-organ khusus dari orang-orang yang dihidupkan oleh Dia, orang bisu dan tuli (7:31-37) dan orang buta (8:22-26). Dia juga menjadi pengganti kita yang universal dan menyeluruh, menggenapkan kematian yang almuhit, masuk ke dalam kebangkitan-Nya yang ajaib dan tinggal dalam kenaikan-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 52





December 12, 2018, 05:41:17 AM
Reply #1671
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

12 December 2018
Markus - Minggu 27 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ams. 4:18; 29:18
Doa baca: “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.” (Ams. 29:18)


Visi Surgawi yang Mengendalikan Kehidupan Kristiani Kita


Injil Markus berisi visi surgawi, visi yang seharusna mengarahkan langkah kita, mengendalikan kehidupan kita, dan membawa kita ke dalam perampungan sempurna Allah. Visi ini mampu menjaga kita dalam pengaturan Allah sehingga kita dapat menempuh hidup gereja dengan tujuan mencapai Kerajaan Seribu Tahun dan Yerusalem Baru. Visi sedemikian ini dari Allah akan selalu menuntun langkah-langkah kita dan mengendalikan kehidupan kita. Di dalam Perjanjian Lama, Amsal 29:18a mengatakan “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.” Di bawah visi surgawi ini kita dituntun kepada tujuan Allah, dan kehidupan kita dikendalikan menurut pengaturan Allah. Kapan kala kita datang pada firman Allah, terang bersinar karena kita berada dalam visi yang mengarahkan, mengontrol, dan mengendalikan.

Injil Markus juga mewahyukan suatu kehidupan yang bukan hanya benar, kudus, rohani, dan menang, melainkan kehidupan seorang Manusia-Allah yang hidup, bertindak, bergerak, dan bekerja selangkah demi selangkah menurut pengaturan Allah. Injil Markus mencatat bagaimana Tuhan diperiksa oleh berbagai pihak, tetapi tidak seorang pun dapat menemukan kesalahan pada diriNya. Kehidupan Tuhan Yesus dalam Injil Markus adalah teladan yang lengkap, menyeluruh, sempurna dan tuntas dari yang Allah kehendaki.

Hari ini banyak terjadi perdebatan dan perpecahan di antara orang Kristen. Hal ini adalah akibat dari berada dalam kegelapan dan tidak memiliki visi mengenai pengaturan Allah dalam Perjanjian Baru. Betapa perlunya kita menerima terang surgawi menyinari kita, menjadi terang yang akan bertumbuh sampai rembang tengah hari (Ams. 4:18). Visi ini seharusnya menjadi tongkat pengukur, standar, yang melaluinya kita mengukur hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan kristiani kita. Jika kita memiliki visi ini, kita akan nampak bahwa hanya menjadi benar, kudus, rohani, dan menang tidaklah cukup.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 52


December 13, 2018, 05:42:35 AM
Reply #1672
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

13 December 2018
Markus - Minggu 27 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1; Gal. 2:11-21
Doa baca: “Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara seiman yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut terhadap saudarasaudara yang bersunat.” (Gal. 2:12)


Ekonomi Allah


Kita telah melihat sebelumnya bahwa dalam Injil Markus terdapat suatu kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru Allah.Tetapi, apa itu ekonomi Perjanjian Baru Allah?

Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya untuk membuat mereka menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus sehingga Kristus dapat memiliki satu Tubuh bagi ekspresi-Nya. Dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah ini kita nampak beberapa hal penting: Allah ingin menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya, Allah ingin membuat umat-Nya menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus, gereja; dan Tubuh Kristus adalah untuk mengekspresikan Kristus. Dalam Injil Markus kita nampak kehidupan yang sepenuhnya sesuai dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Ekonomi Perjanjian Baru Allah bukan soal memelihara hukum Taurat atau mempraktekkan liturgi agama. Ekonomi Allah juga bukan hanya soal berbuat baik menurut etika manusia atau filsafat. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah perihal Allah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa memiliki-Nya, Allah Tritunggal – Bapa, Putra, dan Roh – sebagai hayat mereka. Ketika umat Allah memiliki hayatNya, mereka dengan otomatis mampu menempuh hidup seperti ini. Memperhidupkan hayat Allah tidak lain berarti hidup berdasarkan Allah dan bahkan memperhidupkan Allah itu sendiri. Karena itu, ekonomi Allah bukanlah soal memelihara hukum Taurat Yahudi atau berbuat baik menurut filsafat manusia; tetapi adalah soal memiliki Allah sebagai hayat dan kemudian memperhidupkan Dia. Sesungguhnya, kehidupan yang disajikan dalam Injil Markus adalah realitas, substansi, dan pola dari ekonomi Perjanjian Baru Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 53



December 14, 2018, 05:31:47 AM
Reply #1673
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

14 December 2018
Markus - Minggu 27 Jumat

Pembacaan Alkitab: Gal. 2:11-21
Doa baca: “Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara seiman yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut terhadap saudara-saudara yang bersunat.” (Gal. 2:12)


Memperhidupkan Allah


Karena Surat Yakobus menekankan praktik kristiani yang sempurna, maka banyak orang Kristen memiliki apresiasi yang mendalam terhadap kitab ini. Yakobus menekankan kesempurnaan orang Kristen, dan dia menekankan hal ini dalam praktik, bukan doktrin. Dalam setiap pasal Surat Kiriman ini, dia mengemukakan hal-hal yang berkaitan dengan ibadah. Dalam sejarah gereja sama seperti dalam Alkitab, Yakobus dikenal karena kesalehannya. Dia meluangkan banyak waktu dalam doa, dan dia sangat dihormati dalam waktu yang lampau. Menurut pasal 15 dan 20 dari Kisah Para Rasul dan pasal 2 dari Kitab Galatia, Yakobus sangat dihormati oleh kaum beriman. Bahkan Petrus, rasul terkemuka, berada di bawah pengaruh Yakobus.

Sebelum orang-orang dari kalangan Yakobus datang ke Antiokhia, Petrus berperilaku dengan tepat sebagai seorang saudara dan anggota Tubuh Kristus. Khususnya, dia makan bersama dengan orang bukan Yahudi. Ketika beberapa saudara utusan Yakobus datang, Petrus ketakutan dan mengambil pimpinan untuk berpura-pura, yaitu berlaku sebagai orang Yahudi lagi. Atmosfer rohani di Antiokhia berubah setelah utusan Yakobus datang, dan langit rohani menjadi berawan karena pengaruh Yakobus. Situasi di Antiokhia begitu serius sehingga Paulus menentang Petrus terang-terangan (Gal. 2:11). Teguran Paulus menunjukkan bahwa kita yang percaya ke dalam Kristus seharusnya hanya memiliki satu jenis kehidupan, yaitu memperhidupkan Kristus. Ini bukanlah soal makan dengan orang bukan Yahudi atau tidak makan dengan mereka, melainkan soal disalibkan dengan Kristus dan Kristus hidup dalam kita. Kehidupan kristiani kita bukanlah soal memelihara hukum Taurat atau berbuat baik menurut filsafat manusia, tetapi adalah soal memiliki Allah sebagai hayat dan memperhidupkan Dia. Memperhidupkan hayat Allah tidak lain berarti hidup berdasarkan Allah dan bahkan memperhidupkan Allah itu sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 53



December 15, 2018, 05:33:33 AM
Reply #1674
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

15 December 2018
Markus - Minggu 27 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Gal. 2:11-2
Doa baca: “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal. 2:19-20)


Kehidupan Hamba-Penyelamat sebagai Realitas Perjanjian Baru


Yakobus adalah seorang yang beribadah, sangat kuat dalam praktik kristiani yang sempurna. Tetapi jika kita melihat di dalam Surat Kirimannya, kita akan melihat kekurangan dalam hidupnya. Yakobus tidak mengatakan apa pun tentang Kristus hidup di dalam kita, juga tidak berbicara mengenai hayat ilahi, sebaliknya, Yakobus memperkenalkan kita dengan umat dan praktek Perjanjian Lama. Ketika dia menggunakan istilah Perjanjian Baru, dia segera berbalik kepada praktek Perjanjian Lama. Kita tidak sepatutnya menilai Surat Yakobus menurut konsepsi alamiah, etika, atau agamawi. Paulus mengatakan bahwa, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20a). Ini menunjukkan bahwa dalam Perjanjian Baru bukanlah soal memelihara praktik liturgi agama luaran atau berbuat baik menurut etika manusia, melainkan apakah Kristus hidup di dalam kita.

Ketika kita melihat Surat Yakobus, kita akan nampak bahwa Surat Kiriman ini tidak hitam atau putih melainkan abu-abu. Dalam aspek-aspek tertentu, Surat Kiriman ini memiliki warna Perjanjian Baru, seperti perkataan mengenai Bapa terang yang melahirkan kita sehingga kita dapat menjadi yang sulung dari dari ciptaan-Nya (Yak. 1:8), firman yang tertanam (1:21), hukum yang memerdekakan (1:25), dan Roh yang ditempatkan dalam kita (4:5). Namun, semuanya itu terdapat dalam sebuah Surat Kiriman yang mengemban warna dan cita rasa yang kuat dari Perjanjian Lama. Berkebalikan dengan Surat Yakobus, Injil Markus mewahyukan kehidupan Tuhan Yesus sebagai Hamba-Penyelamat sepenuhnya “putih”. Kehidupan yang ditampilkan dalam Injil Markus adalah realitas, substansi, dan pola dari apa yang Allah inginkan dalam Perjanjian Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 53


December 16, 2018, 04:33:17 AM
Reply #1675
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

15 December 2018
Markus - Minggu 27 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Gal. 2:11-2
Doa baca: “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal. 2:19-20)


Kehidupan Hamba-Penyelamat sebagai Realitas Perjanjian Baru


Yakobus adalah seorang yang beribadah, sangat kuat dalam praktik kristiani yang sempurna. Tetapi jika kita melihat di dalam Surat Kirimannya, kita akan melihat kekurangan dalam hidupnya. Yakobus tidak mengatakan apa pun tentang Kristus hidup di dalam kita, juga tidak berbicara mengenai hayat ilahi, sebaliknya, Yakobus memperkenalkan kita dengan umat dan praktek Perjanjian Lama. Ketika dia menggunakan istilah Perjanjian Baru, dia segera berbalik kepada praktek Perjanjian Lama. Kita tidak sepatutnya menilai Surat Yakobus menurut konsepsi alamiah, etika, atau agamawi. Paulus mengatakan bahwa, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20a). Ini menunjukkan bahwa dalam Perjanjian Baru bukanlah soal memelihara praktik liturgi agama luaran atau berbuat baik menurut etika manusia, melainkan apakah Kristus hidup di dalam kita.

Ketika kita melihat Surat Yakobus, kita akan nampak bahwa Surat Kiriman ini tidak hitam atau putih melainkan abu-abu. Dalam aspek-aspek tertentu, Surat Kiriman ini memiliki warna Perjanjian Baru, seperti perkataan mengenai Bapa terang yang melahirkan kita sehingga kita dapat menjadi yang sulung dari dari ciptaan-Nya (Yak. 1:8), firman yang tertanam (1:21), hukum yang memerdekakan (1:25), dan Roh yang ditempatkan dalam kita (4:5). Namun, semuanya itu terdapat dalam sebuah Surat Kiriman yang mengemban warna dan cita rasa yang kuat dari Perjanjian Lama. Berkebalikan dengan Surat Yakobus, Injil Markus mewahyukan kehidupan Tuhan Yesus sebagai Hamba-Penyelamat sepenuhnya “putih”. Kehidupan yang ditampilkan dalam Injil Markus adalah realitas, substansi, dan pola dari apa yang Allah inginkan dalam Perjanjian Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 53


December 17, 2018, 05:21:10 AM
Reply #1676
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

17 December 2018
Markus - Minggu 28 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 10-11; 9:19
Doa baca: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” (Mrk. 1:1)


Hidup dalam Kerajaan Allah


Dalam Injil Markus, kita nampak suatu kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi pengaturan Perjanjian Baru Allah. Tidak pernah ada kehidupan seseorang seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Biografi dari seseorang mungkin menunjukkan bahwa mereka baik atau mereka berusaja menaati hukum Taurat Allah. Tetapi Tuhan Yesus adalah satu-satunya Orang yang sepenuhnya memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Tentunya, Tuhan Yesus tidak pernah melanggar hukum Taurat, dan tidak pernah melakukan suatu kesalahan. Walaupun demikian, hal penting mengenai kehidupan-Nya bukanlah soal Dia menaati hukum Taurat atau Dia melakukan yang baik. Butir yang paling penting ialah Dia memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Kehidupan Tuhan bukanlah dalam kerajaan yang menaati hukum Taurat atau kerajaan yang berbuat baik. Dia mutlak hidup dalam kerajaan yang lain, Kerajaan Allah.

Kita boleh saja mengatakan bahwa kita hidup dalam Kerajaan Allah, tetapi pada praktiknya kita mungkin tidak hidup dalam Kerajaan Allah, malah hidup dalam kerajaan hukum Taurat, etika, atau moralitas. Sepanjang abad, banyak orang beriman telah hidup dalam kerajaan-kerajaan ini dan tidak hidup dalam Kerajaan Allah. Beberapa orang menganggap kekudusan adalah kesempurnaan tanpa dosa. Yang lain menganggap bahwa kekudusan berkaitan dengan peraturan mengenai hal-hal seperti cara berpakaian. Peraturanperaturan seperti ini bukan berada dalam Kerajaan Allah, melainkan milik kerajaan lain, mungkin kerajaan kebaikan.

Mereka yang hidup dalam Kerajaan Allah memiliki Allah sebagai hayat mereka, dan mereka memperhidupkan Allah. Allah hidup dalam mereka, melalui mereka, dan tampil dari mereka. Hasilnya, mereka menempuh hidup yang mengekspresikan Allah sendiri. Allah adalah kekudusan, moralitas, dan etika yang sejati. Karena itu, memiliki Allah sebagai hayat dan memperhidupkan Dia adalah menempuh hidup yang lebih tinggi daripada etika atau moralitas manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 54



December 18, 2018, 05:02:36 AM
Reply #1677
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

18 December 2018
Markus - Minggu 28 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 10-11; 9:19
Doa baca: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” (Mrk. 1:1)


Kehidupan yang Menghasilkan Tubuh Kristus


Hanya kehidupan yang memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Dia yang menghasilkan Tubuh Kristus. Kehidupan yang lain selalu merusak Tubuh. Sepanjang sejarah, gereja telah terbagi-bagi bukan oleh hal-hal yang jahat, tetapi terutama oleh hal-hal baik yang bukan diri Allah sendiri. Jika semua orang Kristen hanya memperhatikan Allah saja, memiliki Dia sebagai hayat dan memperhidupkan Dia, tidak akan ada perpecahan di antara kaum beriman. Alasan tidak ada perpecahan jika kita semua hanya memperhatikan Allah sendiri adalah karena Allah itu esa. Dalam Efesus 4:4-6 Paulus membicarakan satu Tubuh, satu Roh, satu Tuhan, dan satu Allah dan Bapa. Jika kita nampak keesaan dalam Efesus 4, kita akan tahu bagaimana menjaga keesaan Tubuh Kristus. Keesaan yang sesungguhnya adalah Allah Tritunggal itu sendiri. Jika kita memiliki Allah sebagai kekudusan, kebenaran, dan segala sesuatu kita, tidak akan ada perpecahan di antara kita. Namun, jika kita memiliki sesuatu yang lain dari Allah, akan ada perpecahan.

Maksud Allah dalam pemulihan-Nya adalah membawa kita kembali kepada pengaturan Perjanjian Baru-Nya yang polanya terdapat dalam kehidupan Tuhan Yesus, sebagaimana disajikan dalam Injil Markus. Bahkan tulisan-tulisan Paulus pun tidak menyajikan kepada kita satu pola yang sempurna, karena sedikitnya satu kali Paulus sendiri disimpangkan dari pengaturan Perjanjian Baru Allah, yaitu dalam Kisah Para Rasul 21, ia diyakinkan oleh beberapa orang di Yerusalem untuk kembali kepada hukum Taurat dan memenuhi beberapa tuntutan hukum Taurat. Saat itu Paulus mengunjungi Yakobus dan para penatua hadir di sana. Hal ini menunjukkan bahwa Yakobus adalah tokoh pusat di gereja di Yerusalem dan dia memiliki pengaruh yang kuat. Pengaruhnya mungkin disebabkan penekanannya pada praktik kristiani yang sempurna. Yakobus adalah orang yang beribadah, benar, dan dalam tingkat tertentu kudus. Dia memiliki kadar kesempurnaan praktik kristiani, tetapi padanya kita tidak melihat kehidupan dari orang yang hidup dalam Kerajaan Allah


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 54



December 19, 2018, 06:29:53 AM
Reply #1678
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

19 December 2018
Markus - Minggu 28 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 10-11; 9:19
Doa baca: “Lalu terdengarlah suara dari surga, 'Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.'” (Mrk. 1:11)


Seseorang yang Memperhidupkan Allah dan Mengekspresikan Dia


Dalam seluruh Perjanjian Baru hanya ada satu orang yang hidup sepenuhnya, seluruhnya, dan secara mutlak berdasarkan pengaturan Perjanjian Baru Allah, dan Orang ini adalah Tuhan Yesus. Dalam Injil Markus kita nampak bahwa Tuhan Yesus tidak menempuh hidup hanya berdasarkan moralitas manusia atau memelihara hukum Taurat. Sebaliknya, Dia memperhidupkan Allah Bapa sebagai hayat-Nya. Kehidupan semacam ini jauh lebih unggul daripada suatu kehidupan yang memperhidupkan hukum Taurat atau moralitas manusia.

Keinginan Allah adalah Dia terekspresi dari dalam diri kita. Ia tidak ingin melihat kita hanya menempuh hidup yang bermoral atau hidup berdasarkan hukum Taurat. Dia ingin melihat diriNya sendiri terekspresi dari dalam diri kita ketika kita mengambil Dia sebagai hayat kita dan memperhidupkan Dia. Dalam Injil Markus kita memiliki gambaran suatu kehidupan yang tidak berdasarkan hukum Taurat atau hanya berdasarkan moralitas, melainkan memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah.

Sebagai Orang yang memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah, Tuhan Yesus memiliki Allah Bapa sebagai esens batin-Nya dan Allah Roh di luaran sebagai kekuatan-Nya. Karena itu, Dia menempuh hidup berdasarkan esens ilahi-Nya yang ada di dalam diri-Nya dan berdasarkan kekuatan ilahi yang ada di atas diri-Nya. Ini berarti, Dia menempuh kehidupan Allah. Kehidupan semacam ini diwahyukan dalam injil Markus. Selama hidup-Nya di bumi, Tuhan Yesus menempuh kehidupan Allah. Pada-Nya, hal-hal dari Perjanjian Lama telah berlalu. KehidupanNya mutlak baru, karena Dia memiliki Allah Bapa di dalam-Nya dan Allah Roh di atas-Nya. Karena itu, kehidupan-Nya mutlah berkaitan dengan Allah sendiri dan sepenuhnya sesuai dengan pengaturan Perjanjian Baru Allah. Inilah kehidupan yang menghasilkan anggota-anggota Kristus untuk memberntuk Tubuh-Nya yang mengekspresikan Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 54


December 20, 2018, 05:12:02 AM
Reply #1679
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

20 December 2018
Markus - Minggu 28 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 4, 9-10
Doa baca: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” (Mrk 1:1)


Ekonomi Allah


Markus 1:1 mengatakan, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah”. Ayat ini bukanlah judul dari suatu biografi atau suatu buku cerita. Di sini ada tiga istilah utama: permulaan, Injil, dan Yesus Kristus. Kata “Injil” digunakan dalam Markus 1:1 secara baru, cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dari Adam sampai Yesus Kristus tidak satu pun dalam kebudayaan atau peradaban manusia yang sesuai dengan apa yang dimaksud oleh kata “Injil” dalam Perjanjian Baru.

Baik Yohanes 1:1 maupun Markus 1:1 menggunakan kata “mula”. Kata “mulanya” dalam Yohanes 1:1 menunjukkan kekekalan lampau, sementara Injil Markus membicarakan permulaan Injil. Injil Markus begitu unik di antara keempat Injil karena dibuka dengan ungkapan yang jelas “permulaan Injil”. Kita perlu terkesan dalamdalam dengan pembukaan Injil Markus. Frasa “permulaan Injil” menunjukkan bahwa kitab ini bukan hanya biografi dari satu orang Nazaret yang bernama Yesus Kristus, juga bukan hanya sebuah buku cerita. Kitab ini berbicara mengenai permulaan Injil. Sedikitnya sampai tingkat tertentu atau dalam arti tertentu, kita dapat menganggap keseluruhan Injil Markus sebagai permulaan Injil.

Jika Injil Markus adalah permulaan Injil, di manakah kelanjutan Injil? Kelanjutan Injil terlihat pada hari raya Pentakosta, ketika ROH KUDUS dicurahkan ke atas murid-murid yang telah dipilih dan dipersiapkan. Petrus, Yakobus, Yohanes, dan para murid yang lain telah dipilih oleh Allah dan secara pribadi dipanggil oleh Yesus Kristus. Setelah mereka terpanggil, mereka dipersiapkan oleh Tuhan. Selama sepuluh hari sebelum Pentakosta, keseratus dua puluh orang murid itu berdoa. Pada hari-hari itu, mereka berada di surga, dalam kenaikan Tuhan. Mereka telah dibawa ke dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Pada hari Pentakosta mereka menerima pencurahan ROH KUDUS. Karena itu, pada hari itu ada kelanjutan Injil. Injil Markus adalah permulaan Injil, dan Kitab Kisah Para Rasul adalah kelanjutan Injil. Kelanjutan ini belum selesai. Ini berarti hari ini kita masih berada dalam kelanjutan Injil.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 55



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)