Author Topic: Arus Hayat  (Read 82264 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 21, 2018, 06:14:39 AM
Reply #1680
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

21 December 2018
Markus - Minggu 28 Jumat

Pembacaan Alkitab: Gal. 2:11-21
Doa baca: “Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara seiman yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut terhadap saudara-saudara yang bersunat.” (Gal. 2:12)


Memperhidupkan Allah


Kata “permulaan” dalam Markus 1:1 menyiratkan pengakhiran banyak hal. Faktanya, permulaan ini menyiratkan pengakhiran segala sesuatu yang bukan diri Allah. Kita perlu mengingat bahwa Injil Markus mewahyukan Yesus Kristus sebagai pengganti yang menyeluruh, universal, dan almuhit. Di Gunung Pengubahan, Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes dan membawa mereka naik ke atas gunung yang tinggi. Kemudian Dia “berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilauan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memutihkan pakaian seperti itu” (9:2-3). Kemudian Elia dan Musa menampakkan diri kepada mereka (ayat 4). Karena sangat bersukacita, bahkan sampai lupa diri, Petrus berkata kepada Yesus, “Rabi, alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Biarlah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (ayat 5). Di satu pihak, perkataan Petrus agak beralasan, karena Tuhan Yesus dan dua tokoh besar dari Perjanjian Lama hadir di atas gunung. Sesungguhnya, apa yang Petrus katakan adalah “ngawur”. Akhirnya, “... datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, 'Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia’” (ayat 7). Ketika para murid melihat sekitar, “mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri” (ayat 8).

Kita dapat mengatakan bahwa baik Musa, yang mewakili hukum Taurat Perjanjian Lama, maupun Elia, yang mewakili nabi-nabi Perjanjian Lama telah digantikan oleh Kristus. Karena itu, kalau Musa dan Elia, wakil-wakil Perjanjian Lama telah digantikan, berarti semua hal dalam Perjanjian Lama telah digantikan oleh Kristus.Di sisi negatif, permulaan Injil berarti pengakhiran, dan mencakup kebudayaan, bangsa-bangsa, Israel, hukum Taurat, nabi-nabi, praktik-praktik Perjanjian Lama dan cara-cara penyembahan, bait, mezbah, keimaman, dan kurban persembahan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 55


December 22, 2018, 04:56:07 AM
Reply #1681
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

22 December 2018
Markus - Minggu 28 Sabtu

Pembacaan Alkitab: 2 Ptr. 1:4
Doa baca: “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (2 Ptr. 1:4)


Kebajikan-kebajikan Kristiani sebagai Hasil dari Hayat Ilahi


Markus 1 menunjukkan bahwa kebudayaan, agama, etika, dan usaha manusia agar menjadi bermoral, kudus, alkitabiah, dan memang perlu diakhiri dan digantikan oleh Kristus. Kita perlu merenungkan apakah kita masih perlu memegang konsepsi bahwa sebagai orang Kristen perlu berusaha berdasarkan diri sendiri untuk memperbaiki diri, lebih mengasihi Allah, dan berperilaku yang memuliakan Allah. Tentunya kita tidak menyangkal pentingnya karakter dan kelakuan yang baik, juga etika dan moral dalam kehidupan kita. Namun, dalam Perjanjian Baru, kita memiliki kebajikan-kebajikan kristiani yang adalah hasil dari hayat ilahi yang diperhidupkan melalui kaum beriman. Yang satu adalah hasil dari usaha manusia dan yang satu adalah hasil dari hayat dan sifat ilahi di dalam kita.

Kebajikan kristiani yang diajarkan oleh Alkitab sangat berbeda dari sekadar kebajikan insani. Sifat kebajikan kristiani adalah sifat Allah. Mengenai hal ini, Petrus berkata dalam Surat Kirimannya yang kedua bahwa kita telah berbagian dalam sifat ilahi (2 Ptr. 1:4). Karena itu, kebajikan kristiani bukanlah hasil dari usaha luaran, tetapi hasil dari sifat batini, sifat ilahi yang kita terima dari kelahiran kembali. Kebajikan kristiani berkaitan secara esensial dengan hayat ilahi, sifat ilahi, dan Allah sendiri. Berkaitan dengan memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Dia, jika kita hanya mengandalkan kebajikan insani tidaklah bermanfaat. Sebaliknya, hal-hal itu akan menjadi gangguan bagi perihal memperhidupkan dan mengekspresikan Tuhan.

Jika kita ingin memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah, kita perlu nampak bahwa kebajikan insani yang alamiah pun perlu diakhiri. Pengakhiran ini perlu dilakukan demi permulaan Injil Yesus Kristus. Permulaan Injil menyiratkan pengakhiran segala hal yang bukan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 55



December 23, 2018, 04:39:47 AM
Reply #1682
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

22 December 2018
Markus - Minggu 28 Sabtu

Pembacaan Alkitab: 2 Ptr. 1:4
Doa baca: “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (2 Ptr. 1:4)


Kebajikan-kebajikan Kristiani sebagai Hasil dari Hayat Ilahi


Markus 1 menunjukkan bahwa kebudayaan, agama, etika, dan usaha manusia agar menjadi bermoral, kudus, alkitabiah, dan memang perlu diakhiri dan digantikan oleh Kristus. Kita perlu merenungkan apakah kita masih perlu memegang konsepsi bahwa sebagai orang Kristen perlu berusaha berdasarkan diri sendiri untuk memperbaiki diri, lebih mengasihi Allah, dan berperilaku yang memuliakan Allah. Tentunya kita tidak menyangkal pentingnya karakter dan kelakuan yang baik, juga etika dan moral dalam kehidupan kita. Namun, dalam Perjanjian Baru, kita memiliki kebajikan-kebajikan kristiani yang adalah hasil dari hayat ilahi yang diperhidupkan melalui kaum beriman. Yang satu adalah hasil dari usaha manusia dan yang satu adalah hasil dari hayat dan sifat ilahi di dalam kita.

Kebajikan kristiani yang diajarkan oleh Alkitab sangat berbeda dari sekadar kebajikan insani. Sifat kebajikan kristiani adalah sifat Allah. Mengenai hal ini, Petrus berkata dalam Surat Kirimannya yang kedua bahwa kita telah berbagian dalam sifat ilahi (2 Ptr. 1:4). Karena itu, kebajikan kristiani bukanlah hasil dari usaha luaran, tetapi hasil dari sifat batini, sifat ilahi yang kita terima dari kelahiran kembali. Kebajikan kristiani berkaitan secara esensial dengan hayat ilahi, sifat ilahi, dan Allah sendiri. Berkaitan dengan memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Dia, jika kita hanya mengandalkan kebajikan insani tidaklah bermanfaat. Sebaliknya, hal-hal itu akan menjadi gangguan bagi perihal memperhidupkan dan mengekspresikan Tuhan.

Jika kita ingin memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah, kita perlu nampak bahwa kebajikan insani yang alamiah pun perlu diakhiri. Pengakhiran ini perlu dilakukan demi permulaan Injil Yesus Kristus. Permulaan Injil menyiratkan pengakhiran segala hal yang bukan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 55




December 24, 2018, 05:15:50 AM
Reply #1683
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

24 December 2018
Markus - Minggu 29 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 4, 9-10
Doa baca: “Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.” (Mrk. 1:9)


Baptisan Tuhan Yesus


Markus 1:4 mengatakan, “Demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa.” Di sini kita nampak bahwa Yohanes datang untuk memberitakan baptisan tobat. Membaptis seseorang berarti menguburkan dia di dalam air. Penguburan yang sedemikian adalah masalah pengakhiran. Ketika orang-orang yang datang kepada Yohanes dibaptis, mereka dikuburkan, diakhiri.

Markus 1:9 membicarakan bahwa Tuhan Yesus bersedia dibaptis; Dia bersedia dikubur. Meskipun di satu aspek atas diri-Nya tidak ada yang perlu dikuburkan, secara khusus tidak ada sesuatu yang usang, bagaimanapun Tuhan adalah manusia, dan sebagai seorang manusia, Dia adalah bagian dari ciptaan lama. Menurut Yohanes 1:1 dan 14, Firman, yang adalah Allah, menjadi daging. Kata “daging” adalah istilah negatif dalam Kitab Suci. Allah tidak menciptakan daging; Allah menciptakan manusia. Ketika Tuhan Yesus datang dari Nazaret kepada Yohanes, Dia memiliki tubuh daging. Roma 8:3 mengatakan bahwa Kristus datang dalam rupa daging dosa. Manusia yang jatuh telah menjadi daging dosa. Tetapi Tuhan Yesus hanya memiliki rupa daging dosa; Dia tidak memiliki dosa. Di satu pihak, Tuhan Yesus adalah Anak Allah; ini adalah perihal keilahian-Nya. Di pihak lain, Dia adalah Anak Manusia; ini adalah perihal keinsanian-Nya. Berkaitan dengan keilahian-Nya, Tuhan Yesus tidak perlu dibaptis. Tetapi berkaitan dengan keinsanianNya, dalam apa ada-Nya Dia sebagai seorang manusia perlu dibaptis. Tuhan Yesus sebagai manusia perlu diakhiri, dikubur. Alkitab tidak mengatakan bahwa saat dibaptis Tuhan Yesus bertobat karena Dia tidak memiliki dosa atau dosadosa. Walaupun demikian, Dia memiliki keinsanian yang berkaitan dengan ciptaan lama, dan karena alasan ini Dia perlu dibaptis. Dalam baptisan-Nya, Tuhan bersedia mengesampingkan diri-Nya sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 56



December 25, 2018, 05:12:34 AM
Reply #1684
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

25 December 2018
Markus - Minggu 29 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 4, 9-10
Doa baca: “Pada saat Ia keluar dari air, langsung Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.” (Mrk. 1:10)


Roh Turun ke Atas Tuhan Yesus


Markus 1:10 memberi tahu kita apa yang terjadi ketika Tuhan Yesus keluar dari air. Setelah baptisanNya, Allah Roh turun ke atas Dia. Karena itu, di dalam diri-Nya, Tuhan Yesus memiliki esens ilahi; di atas diri-Nya, Tuhan Yesus memiliki Roh Allah. Sebagai Orang yang bersatu dengan Bapa di dalamNya sebagai esens-Nya, dan Roh di atas-Nya sebagai kekuatan bagi pergerakan dan pekerjaan-Nya, Dia memulai ministri-Nya. Dalam pergerakan-Nya, pekerjaan-Nya, Tuhan Yesus bukan hanya seorang yang hanya bermoral atau beretika, dan Dia bukan hanya orang beragama, melainkan persona yang mutlak berasal dari Allah.

Setelah baptisan-Nya, dengan Roh di atas-Nya, Tuhan Yesus adalah Orang yang mutlak berasal dari Allah secara batiniah dan lahiriah. Secara batiniah, Dia memiliki Allah Bapa sebagai esens-Nya; secara lahiriah Dia memiliki Roh Allah sebagai kekuatanNya untuk bergerak, bertindak, melayani, dan memberitakan, segalanya berada dalam Kerajaan Allah. Ketika Tuhan Yesus keluar untuk melayani, Dia tidak mengajarkan etika, pemeliharaan hukum Taurat, atau pelayanan imam Allah. Dia hidup, bergerak, dan bertingkah laku dalam Kerajaan Allah. Kita dapat melihat hal ini dalam pelayanan Injil Tuhan: memberitakan Injil (Mrk. 1:14-20), mengajarkan kebenaran (ayat 21-22), mengusir setan (ayat 23-28), menyembuhkan orang sakit (ayat 29- 39), dan menahirkan kusta (ayat 40-45). Hal-hal ini bukanlah masalah etika, moralitas, kebudayaan, filsafat, atau agama. Ini adalah cara Tuhan Yesus melayani Allah. Alkitab tidak mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan Yesus adalah memberitakan Injil, mengajarkan kebenaran, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan mentahirkan kusta. Sebaliknya, Perjanjian Baru menunjukkan bahwa ini adalah pergerakan-Nya. Setelah Dia dibaptis dan setelah ROH KUDUS turun ke atas Dia, Dia bergerak dengan cara memberitakan, mengajar, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan menahirkan kusta.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 56



December 26, 2018, 05:24:58 AM
Reply #1685
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

26 December 2018
Markus - Minggu 29 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 4, 9-11
Doa baca: “Lalu terdengarlah suara dari surga, 'Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.'” (Mrk. 1:11)


Pekerjaan dan Kehidupan Tuhan Yesus


Tuhan Yesus terus menerus hidup, bekerja, dan bergerak. Siang dan malam, Dia hidup, dan siang dan malam Dia bekerja dan bergerak. PekerjaanNya adalah kehidupan-Nya, dan pergerakan-Nya adalah apa adanya diri-Nya. Pada-Nya tidak ada perbedaan antara kehidupan-Nya, pekerjaan-Nya, dan pergerakan-Nya. Pada Tuhan Yesus setiap aspek kehidupan-Nya adalah sama, baik pemberitaan dan pengajaran-Nya adalah bagian dari kehidupan-Nya.

Dalam Markus 2:1-3:6 kita nampak cara-cara melaksanakan pelayanan Injil: mengampuni dosadosa (Mrk. 2:1-12), makan bersama orang dosa (Mrk. 2:13-17), membuat para pengikut-Nya untuk bersukacita tanpa berpuasa (Mrk. 2:18-22), lebih memperhatikan kelaparan para pengikut-Nya daripada peraturan agama (Mrk. 2:23-28), lebih memperhatikan pembebasan orang yang menderita daripada ritual agama (Mrk. 3:1-6). Semua hal ini harus ada dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen hari ini. Dalam Markus 3:7-35 kita nampak lima hal tambahan bagi pelayanan Injil: menyingkir dari kerumunan orang (ayat 7-12), menetapkan para rasul (ayat 13-19), tidak makan karena keperluan (ayat 20-21), mengikat Iblis dan merampas isi rumahnya (ayat 22-30), dan tidak mengakui kaum keluarga-Nya, hanya mengakui orang yang melakukan kehendak Allah (ayat 31-35).

Hal-hal di atas bukan aspek-aspek dari hubungan etika, mor alitas, agama, atau kebudayaan, tetapi kehidupan yang berasal dari Allah dan menurut Allah. Kehidupan yang sedemikian ini berada di luar agama, kebudayaan, dan etika. Ini adalah kehidupan yang memperhidupkan Allah sebagai segala sesuatu. Injil Markus adalah sebuah kitab yang menyajikan kehidupan Allah, kehidupan yang memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Ini adalah kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi pengaturan Allah dalam Perjanjian Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 56


December 27, 2018, 05:32:47 AM
Reply #1686
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

27 December 2018
Markus - Minggu 29 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 17:20-24
Doa baca: “Kerajaan Allah datang tanpa tandatanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Luk. 17:20b-21)


Tuhan Yesus adalah Kerajaan Itu Sendiri


Dalam Lukas 17:20 Tuhan “ditanya oleh orangorang Farisi, kapan Kerajaan Allah akan datang.” Dalam jawaban-Nya Dia berkata kepada mereka, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya kerajaan Allah ada di antara kamu” (ayat 21). Ketika dijajarkan dengan Lukas 17:22-24, ayat-ayat ini membuktikan bahwa Kerajaan Allah adalah Juruselamat itu sendiri, yang ada di antara orang Farisi ketika Dia ditanyai oleh mereka mengenai kerajaan. Karena Tuhan sendiri adalah kerajaan, di mana Dia berada, di sana ada Kerajaan Allah. Setelah Tuhan Yesus dibaptis, Roh turun ke atas Dia. Kemudian Tuhan melanjutkan pergerakan-Nya untuk bekerja, melayani. Kehidupan-Nya adalah pekerjaan-Nya dan pekerjaan-Nya adalah kehidupan-Nya. Kita dapat mengatakan bahwa Tuhan Yesus memperhidupkan pekerjaan-Nya; Dia memperhidupkan sebuah ministri. Tuhan menempuh suatu kehidupan yang memberitakan, mengajar, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit dan mentahirkan orang kusta. Apa pun yang Tuhan lakukan, apa pun yang Dia bicarakan, dan ke mana pun Dia pergi adalah bagian dari kehidupan-Nya. Ketika Tuhan Yesus bergerak di bumi, Dia memperhidupkan kehidupan Allah.

Dalam Markus 4, Tuhan Yesus pergi ke tepi danau. Bagi Tuhan Yesus, perahu dalam Markus 4 menjadi Ruang Maha Kudus. Jika Allah ada di sana, tempat itu adalah Ruang Maha Kudus. Ketika Tuhan Yesus berbicara dari perahu, yang berbicara sebenarnya adalah Allah. Dalam Perjanjian Lama Allah berbicara di Ruang Maha Kudus, dari tutup tabut. Pada waktu Markus 4, Ruang Maha Kudus telah dilewati oleh Allah, dan Ruang Maha Kudus yang baru adalah perahu tempat Tuhan Yesus berada.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 57



December 28, 2018, 05:53:38 AM
Reply #1687
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

28 December 2018
Markus - Minggu 29 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 4:1-20
Doa baca: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” (Mrk. 4:3)


Penaburan Benih oleh Tuhan


Dalam Markus 4:1, setelah melayani dalam tiga pasal sebelumnya, Tuhan Yesus masuk ke dalam perahu dan mengajar orang “banyak hal dalam perumpamaan” (ayat 2). Perumpamaan pertama adalah perumpamaan penabur (Mrk. 4:1-20), yang dibuka dengan perkataan, “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur” (ayat 3). Ini menunjukkan bahwa dalam tiga pasal pertama dari Injil Markus, apa pun yang Tuhan kerjakan adalah penaburan benih. Karena Dia memberitakan Injil, kita mungkin menganggap Tuhan Yesus hanya sebagai pengajar. Tetapi perumpamaan penabur menunjukkan bahwa Tuhan adalah seorang Penabur. Ini berarti, dalam memberitakan Injil, Ia bukan hanya orang pemberita tetapi juga sebagai penabur. Ada suatu perbedaan yang besar antara penabur dengan pemberita. Tampaknya Tuhan Yesus adalah pemberita; sesungguhnya Dia adalah penabur.

Markus 4 mewahyukan bahwa kehidupan yang menurut pengaturan Perjanjian Baru Allah adalah kehidupan yang menabur. Tuhan Yesus sebagai penabur menaburkan diri-Nya sebagai benih ke dalam orang yang Ia sentuh. Ketika Tuhan Yesus datang kepada ibu mertua Petrus, Tuhan Yesus menyembuhkan dia (Mrk. 1:31). Penyembuhan itu sesungguhnya adalah suatu penaburan. Tuhan juga sedang menabur benih ketika Dia menyentuh orang kusta dan mentahirkan dia (Mrk. 1:40-45). Ketika Tuhan mentahirkan orang kusta, Dia sedang menaburkan diri-Nya ke dalam orang kusta itu. Orang kusta yang ditahirkan dan ibu mertua Petrus mungkin tidak menyadari fakta bahwa sesuatu telah ditaburkan ke dalam mereka oleh Tuhan. Bagaimanapun, suatu perubahan yang besar terjadi di dalam diri mereka. Setelah ibu mertua Petrus disembuhkan, dia melayani, dan setelah orang kusta ditahirkan, dia pergi ke arah yang berlawanan. Ini menunjukkan bahwa sesuatu dari Tuhan telah ditaburkan ke dalam mereka, meskipun mereka tidak sadar akan hal itu dan tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 57



December 29, 2018, 05:15:56 AM
Reply #1688
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

29 December 2018
Markus - Minggu 29 Sabtu

Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 1:23
Doa baca: “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, melalui firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Ptr. 1:23)


Injil dan Kerajaan


Dalam perumpamaan penabur tidak disebutkan mengenai Kerajaan Allah. Tetapi dalam perumpamaan benih (Mrk. 4:26-29), Tuhan Yesus dengan jelas membicarakan kerajaan. Dalam ayat 26 Ia berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.” Hal ini mewahyukan bahwa Kerajaan Allah adalah suatu benih. Injil Markus dibuka dengan perkataan ini: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Apakah Injil? Jika kita membaca Markus 1:14-15 dengan teliti, kita akan menyadari bahwa Injil sesungguhnya adalah Kerajaan Allah. Ayat 14 mengatakan bahwa Tuhan Yesus memberitakan Injil Allah, dan ayat 15 mengatakan Tuhan mengumumkan bahwa Kerajaan Allah telah dekat. Karena Kerajaan Allah telah dekat, manusia harus bertobat dan percaya kepada Injil. Di sini kita nampak bahwa Injil dan Kerajaan Allah bersinonim. Kerajaan Allah adalah satu persona, dan persona ini adalah Anak Allah yang berinkarnasi menjadi Anak Manusia yang bernama Yesus Kristus. Pertama, persona ajaib ini datang sebagai penabur. Kedua, Dia adalah benih yang ditaburkan oleh diri-Nya sendiri sebagai penabur. Ketika penabur menaburkan benih ke dalam kita, inilah kerajaan. Kita dapat berkata bahwa menurut 1 Korintus 3:9, kerajaan adalah ladang Allah. Karena itu, kerajaan adalah Penabur yang menaburkan benih ke dalam umat manusia. Hari ini kerajaan ini adalah ladang Allah, dan ladang ini adalah kehidupan gereja yang tepat. Ladang Allah menumbuhkan Kristus. Dalam Injil, Tuhan Yesus adalah penabur. Tetapi dalam Wahyu 14, Dia akan datang sebagai penuai. Apa yang ditaburkan oleh Tuhan dalam Injil bertumbuh dalam Surat-surat Kiriman. Akhirnya, akan matang dalam Wahyu 14, dan akan ada tuaian. Tuaian ini akan menjadi kumpulan dari kaum beriman yang matang. Akhirnya, kaum beriman ini akan menjadi raja-raja bersama Tuhan Yesus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 57



December 30, 2018, 04:38:32 AM
Reply #1689
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

29 December 2018
Markus - Minggu 29 Sabtu

Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 1:23
Doa baca: “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, melalui firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Ptr. 1:23)


Injil dan Kerajaan


Dalam perumpamaan penabur tidak disebutkan mengenai Kerajaan Allah. Tetapi dalam perumpamaan benih (Mrk. 4:26-29), Tuhan Yesus dengan jelas membicarakan kerajaan. Dalam ayat 26 Ia berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.” Hal ini mewahyukan bahwa Kerajaan Allah adalah suatu benih. Injil Markus dibuka dengan perkataan ini: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Apakah Injil? Jika kita membaca Markus 1:14-15 dengan teliti, kita akan menyadari bahwa Injil sesungguhnya adalah Kerajaan Allah. Ayat 14 mengatakan bahwa Tuhan Yesus memberitakan Injil Allah, dan ayat 15 mengatakan Tuhan mengumumkan bahwa Kerajaan Allah telah dekat. Karena Kerajaan Allah telah dekat, manusia harus bertobat dan percaya kepada Injil. Di sini kita nampak bahwa Injil dan Kerajaan Allah bersinonim. Kerajaan Allah adalah satu persona, dan persona ini adalah Anak Allah yang berinkarnasi menjadi Anak Manusia yang bernama Yesus Kristus. Pertama, persona ajaib ini datang sebagai penabur. Kedua, Dia adalah benih yang ditaburkan oleh diri-Nya sendiri sebagai penabur. Ketika penabur menaburkan benih ke dalam kita, inilah kerajaan. Kita dapat berkata bahwa menurut 1 Korintus 3:9, kerajaan adalah ladang Allah. Karena itu, kerajaan adalah Penabur yang menaburkan benih ke dalam umat manusia. Hari ini kerajaan ini adalah ladang Allah, dan ladang ini adalah kehidupan gereja yang tepat. Ladang Allah menumbuhkan Kristus. Dalam Injil, Tuhan Yesus adalah penabur. Tetapi dalam Wahyu 14, Dia akan datang sebagai penuai. Apa yang ditaburkan oleh Tuhan dalam Injil bertumbuh dalam Surat-surat Kiriman. Akhirnya, akan matang dalam Wahyu 14, dan akan ada tuaian. Tuaian ini akan menjadi kumpulan dari kaum beriman yang matang. Akhirnya, kaum beriman ini akan menjadi raja-raja bersama Tuhan Yesus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 57


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)