Author Topic: Arus Hayat  (Read 84355 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 31, 2018, 05:51:15 AM
Reply #1690
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2018/12/

31 December 2018
Markus - Minggu 30 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 4:1-20, 26-29
Doa baca: “Lalu kata Yesus: ‘Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.’” (Mrk. 4:26) 


Sang Penabur


Dalam Injil Markus kita harus nampak bahwa kitab ini tidak mewahyukan apa pun selain Tuhan Yesus sebagai persona yang ajaib. Menurut Injil ini, Tuhan Yesus tidak mengajarkan kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, atau filsafat, juga tidak menolong orang-orang untuk lebih alkitabiah, rohani, kudus atau menang. Tuhan Yesus tidak hidup dalam kerajaan hukum Taurat atau kerajaan etika; Dia mutlak hidup di ruang lingkup yang lain—Kerajaan Allah.

Sebagai seorang yang hidup dalam Kerajaan Allah, Tuhan Yesus hidup dan bekerja dengan suatu cara, yaitu dengan menaburkan diri-Nya sebagai benih ke dalam manusia. Secara khusus, Dia menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam Petrus dan murid-murid yang lain. Bagi Dia, menaburkan benih ke dalam umat manusia bukanlah hal yang sederhana. Mungkin kita perlu diletakkan dalam situasi yang sulit agar kita membuka diri kita kepada Tuhan untuk menerima Dia sebagai benih ilahi. Puji syukur kepada-Nya bahwa meskipun sulit, Dia telah ditaburkan ke dalam kita!

Injil Markus bukanlah kitab kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, atau filsafat; bukan juga kitab yang mengajar kita menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Injil Markus adalah kitab yang menyajikan penabur yang menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai benih hayat yang hidup menurut ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru Allah. Para pengikut Tuhan yang akrab meluangkan waktu tiga setengah tahun bersama-Nya. Selama tahun-tahun itu, Dia pasti telah mengajar mereka banyak hal. Dalam kitab ini Yesus terus-menerus menaburkan diri-Nya ke dalam Petrus dan murid-murid yang lain, dimulai ketika Yesus memanggil Petrus dan saudaranya Andreas, kemudian mereka meninggalkan semua dan mengikuti Dia (Mrk. 1:16-18). Saat itulah Tuhan mulai menaburkan benih ke dalam Petrus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 58


January 01, 2019, 06:05:55 AM
Reply #1691
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

01 January 2019
Markus - Minggu 30 Selasa

Pembacaan Alkitab: Mrk. 13:1-37
Doa baca: “Akan tetapi, Saudara-saudaraku yang terkasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.” (2 Ptr. 3:8)


Penaburan Kristus ke Dalam Manusia


Alkitab mewahyukan bahwa begitu kita dipanggil, kita diselamatkan. Jika kita melihat Petrus, ketika dia dipanggil dalam Markus 1, kita mungkin heran mengapa dia tidak menunjukkan tanda-tanda diselamatkan. Petrus masih egois dan alamiah, dia selalu berada dalam dirinya sendiri. Mungkin Petrus diselamatkan ketika ibu mertuanya disembuhkan, atau ketika dia menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, atau ketika dia melihat Tuhan Yesus berubah rupa di atas gunung. Petrus memberi tahu Tuhan Yesus bahwa dia tidak akan pernah menyangkal Tuhan sekalipun yang lain menyangkal-Nya (Mrk. 14:29,31), namun tidak lama kemudian Petrus menyangkal Tuhan Yesus tiga kali. Dalam peristiwa-peristiwa ini tidak ada petunjuk bahwa Petrus telah diselamatkan. Memang sulit menentukan kapan Petrus diselamatkan.

Tuhan menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam Petrus sejak Markus 1 ketika Tuhan memanggil dia. Penaburan ini berlanjut sampai Kristus yang bangkit menghembuskan diri-Nya kepada murid-murid (Yoh. 20:22). Pada waktu itu, penaburan Tuhan sudah genap, dapat dilihat dalam Kisah Para Rasul 1, Petrus telah menjadi orang yang berbeda. Dia tidak lagi alamiah, dia sungguh-sungguh mengemban tanda- tanda telah diselamatkan oleh Tuhan. Dalam pengalaman kita menikmati keselamatan Allah, Tuhan juga memerlukan waktu untuk menaburkan diri-Nya ke dalam kita. Namun bagi Tuhan, hal ini tidaklah lama, sebab bagi Dia seribu tahun sama dengan satu hari (2 Ptr. 3:8).

Butir yang paling penting dalam ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru adalah Allah menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sehingga kita dapat menempuh suatu kehidupan menurut ekonomi-Nya. Dari pasal 1 sampai pasal 16, Dia membawa murid-murid menyertai Dia ke mana pun Dia pergi, sambil menaburkan diri-Nya ke dalamnya. 


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 58




January 02, 2019, 06:02:39 AM
Reply #1692
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 January 2019
Markus - Minggu 30 Rabu

Pembacaan Alkitab: 1 Kor. 15:45
Doa baca: “Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup’, tetapi Adam yang terakhir menjadi roh yang menghidupkan.” (1 Kor. 15:45) 


Berfokus kepada Kristus 


Jika kita nampak bahwa Kristus tinggal di dalam kita dan berfokus kepada-Nya, maka visi ini akan mengendalikan kita dan membebaskan kita dari hal- hal yang menyimpangkan kita dari ekonomi (pengaturan) Allah dalam Perjanjian Baru. Banyak orang beriman masih memperhatikan bagaimana menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Allah tidak menginginkan hal yang demikian di dalam ekonomi-Nya, melainkan Ia ingin menaburkan ke dalam kita satu Persona yang riil dan hidup. Inilah alasan mengapa Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa melalui kebangkitan, Tuhan telah menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Roh pemberi-hayat yang di dalam kita adalah benih yang telah ditaburkan ke dalam diri kita.

Dalam upacara pernikahan, berdasarkan Efesus 5, seringkali para istri akan diminta untuk tunduk kepada suami dan suami untuk mengasihi istrinya. Namun, suami mana yang dapat mengatakan bahwa dia mampu mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi gereja, dan istri mana yang mampu taat kepada suaminya? Ketika Kristus hidup di dalam mereka, mereka tidak perlu berusaha untuk mengasihi atau berusaha untuk taat, karena mereka akan secara spontan saling mengasihi dan taat.

Kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan ekonomi Allah dalam Perjanjian Baru bukanlah masalah kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, atau filsafat manusia, juga bukan bagaimana menjadi alkitabiah, rohani, kudus dan menang. Kehidupan yang dimaksudkan di dalam ekonomi-Nya adalah tidak mempedulikan apa pun selain Yesus Kristus. Kita perlu berhenti untuk berusaha menjadi sesuatu dan masuk ke dalam ruang lingkup yang lain, yaitu kepada Anak Allah, Yesus Kristus. Hari ini, persona Kristus yang hidup telah ditaburkan ke dalam kita, memampukan kita menempuh hidup sesuai dengan ekonomi Allah dalam Perjanjian Baru. 


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 58



January 03, 2019, 05:38:56 AM
Reply #1693
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

03 January 2019
Markus - Minggu 30 Kamis

Pembacaan Alkitab: Flp. 3:10 
Doa baca: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” (Flp. 3:10) 


Biografi Kehidupan Hamba-Penyelamat 


Injil Markus adalah biografi kehidupan seseorang yang sesuai dengan ekonomi (pengaturan) Allah dalam Perjanjian Baru. Surat-surat Kiriman Paulus juga membantu kita memahami makna Injil Markus sebagai suatu biografi dari kehidupan yang sesuai dengan dan bagi ekonomi Allah dalam Perjanjian Baru. Dalam Markus 8, kita memiliki wahyu Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya. Surat Kiriman Paulus juga menekankan Kristus, kematian, dan kebangkitan-Nya, khususnya dalam Filipi 3:10, “Mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”

Kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan Yesus dibaptis, Roh Allah turun ke atas-Nya. Sejak saat itu, sebagaimana dicatat dalam pasal 1 dan 2, Tuhan Yesus menempuh kehidupan yang memberitakan Injil, mengajarkan kebenaran, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan menahirkan orang kusta. Dia membawakan pengampunan kepada manusia, membawa mereka ke dalam kenikmatan akan diri-Nya sendiri sebagai kebenaran lahiriah dan hayat batiniah, juga membawa mereka ke dalam kepuasan-Nya dan ke dalam kebebasan. Selanjutnya, Tuhan Yesus menempuh hidup dengan cara bersatu dengan Allah, mengikat musuh Allah, serta menyangkal hubungan alamiah dan tinggal dalam hubungan hayat rohani.

Markus 1–3 juga menggambarkan keadaan rohani kita sebelum kita beroleh selamat. Kita adalah orang yang sakit demam, terkena kusta, lumpuh, tidak mampu berjalan, dan yang tangannya mati sebelah, tidak mampu bekerja.
Kemudian Tuhan Yesus mewahyukan diri-Nya sebagai penabur yang menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih ke dalam manusia. Dengan menaburkan diri-Nya sebagai benih ke dalam orang-orang, kerajaan pun terwujud. Kerajaan ini akan bertumbuh, berkembang, dan matang, siap untuk dituai.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 59



January 04, 2019, 05:25:15 AM
Reply #1694
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

04 January 2019
Markus - Minggu 30 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 16:7
Doa baca: “Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” (Mrk. 16:7)


Petrus adalah Wakil Kita


Dalam Injil Markus, Petrus adalah orang yang mewakili kita. Menurut catatan Markus, Petrus adalah orang pertama yang dipanggil oleh Tuhan. Setelah dia dipanggil, dia selalu memimpin, bahkan dalam hal memelopori untuk menyangkal Tuhan Yesus. Kemudian setelah Tuhan bangkit, nama Petrus disebut oleh malaikat: “Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea” (Mrk. 16:7). Penyembuhan pertama dalam Injil ini adalah penyembuhan ibu mertua Petrus. Secara rohani, semua peristiwa dalam kitab ini berkaitan dengan Petrus. Ini berarti Petrus sakit demam dan Petrus adalah Bartimeus yang buta yang ada di pintu gerbang Yerikho. Petrus perlu disembuhkan dari demam dan kebutaannya. Injil Markus mencatat dua peristiwa penyembuhan kebutaan yang menggambarkan keadaan rohani kita. Kali pertama kita nampak Tuhan, kita tidak nampak Dia dengan jelas. Kita tidak nampak hal-hal rohani tepat seperti apa adanya. Kemudian, setelah berkontak dengan Tuhan lebih lanjut, kita mulai nampak segala hal dengan jelas (Mrk. 8:23-24). Kedua, sebagai Bartimeus, kita perlu Tuhan membuka mata kita sehingga kita dapat melihat Dia dan melihat kematian dan kebangkitan-Nya (Mrk. 10:51-52).

Empat peristiwa penyembuhan dalam pasal 1—3 adalah penyembuhan yang umum, dan setelah pasal 4, Tuhan Yesus melakukan penyembuhan organ-organ khusus: organ pendengaran, pembicaraan, dan penglihatan. Jika kita tuli, bisu, dan buta, bagaimana kita dapat berkontak dengan orang lain? Kita tidak dapat mengontak orang lain karena kita tidak mampu mendengar, berbicara, atau melihat. Sebagai wakil kita, Petrus disembuhkan dari demamnya, kustanya, kelumpuhannya, dan kondisi tangan yang mati sebelah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 59



January 05, 2019, 05:42:38 AM
Reply #1695
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

05 January 2019
Markus - Minggu 30 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 8:27—9:1
Doa baca: “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka, ‘Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’” (Mrk. 8:34)


Disembuhkan dan Dipulihkan


Secara rohani, hubungan kita dengan Allah tergantung pada organ pendengaran, organ pembicaraan, dan organ penglihatan kita. Jika kita tidak dapat mendengar perkataan Allah, tidak dapat berbicara kepada Allah, dan tidak dapat nampak visi Allah, kita tidak dapat memiliki hubungan apa pun dengan Dia. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa secara rohani kita mati, tetapi Tuhan Yesus telah menghidupkan kita. Ketika Dia datang kepada kita dan menaburkan diri-Nya ke dalam kita, kita dihidupkan. Kemudian kita disembuhkan dari demam, kusta, lumpuh dan kondisi mati sebelah, dan masih perlu penyembuhan Tuhan yang khusus. Empat peristiwa penyembuhan pertama berhubungan dengan dihidupkan, sementara empat peristiwa penyembuhan yang kedua berkaitan dengan organ-organ rohani yang diperlukan untuk mengontak Allah.

Dalam 8:27—9:1 kita memiliki pengungkapan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Sebelum waktu itu, Tuhan Yesus belum disingkapkan kepada murid-murid-Nya. Mereka mengikut Dia secara buta, tanpa menyadari siapakah Dia, hingga Petrus mengambil pimpinan untuk mengumumkan, “Engkaulah Kristus!” Dia nampak visi bahwa Yesus adalah Kristus. Segera, Tuhan meneruskan pembicaraan-Nya kepada mereka mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam ayat-ayat ini kita memiliki wahyu yang sangat penting tentang persona Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu jika kita menjajarkan setiap peristiwa yang dicatat dalam Injil Markus, paham bahwa peristiwa-peristiwa ini menyusun suatu gambaran dari Petrus, wakil kita, kita akan nampak bahwa Petrus sepenuhnya disembuhkan dan dipulihkan. Dalam Kisah Para Rasul 2, Petrus bukan hanya hidup, dia juga kuat dalam hayat dan dalam kemampuan untuk mendengar, berbicara, dan melihat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 59



January 06, 2019, 04:53:39 AM
Reply #1696
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

05 January 2019
Markus - Minggu 30 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 8:27—9:1
Doa baca: “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka, ‘Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’” (Mrk. 8:34)


Disembuhkan dan Dipulihkan


Secara rohani, hubungan kita dengan Allah tergantung pada organ pendengaran, organ pembicaraan, dan organ penglihatan kita. Jika kita tidak dapat mendengar perkataan Allah, tidak dapat berbicara kepada Allah, dan tidak dapat nampak visi Allah, kita tidak dapat memiliki hubungan apa pun dengan Dia. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa secara rohani kita mati, tetapi Tuhan Yesus telah menghidupkan kita. Ketika Dia datang kepada kita dan menaburkan diri-Nya ke dalam kita, kita dihidupkan. Kemudian kita disembuhkan dari demam, kusta, lumpuh dan kondisi mati sebelah, dan masih perlu penyembuhan Tuhan yang khusus. Empat peristiwa penyembuhan pertama berhubungan dengan dihidupkan, sementara empat peristiwa penyembuhan yang kedua berkaitan dengan organ-organ rohani yang diperlukan untuk mengontak Allah.

Dalam 8:27—9:1 kita memiliki pengungkapan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Sebelum waktu itu, Tuhan Yesus belum disingkapkan kepada murid-murid-Nya. Mereka mengikut Dia secara buta, tanpa menyadari siapakah Dia, hingga Petrus mengambil pimpinan untuk mengumumkan, “Engkaulah Kristus!” Dia nampak visi bahwa Yesus adalah Kristus. Segera, Tuhan meneruskan pembicaraan-Nya kepada mereka mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam ayat-ayat ini kita memiliki wahyu yang sangat penting tentang persona Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu jika kita menjajarkan setiap peristiwa yang dicatat dalam Injil Markus, paham bahwa peristiwa-peristiwa ini menyusun suatu gambaran dari Petrus, wakil kita, kita akan nampak bahwa Petrus sepenuhnya disembuhkan dan dipulihkan. Dalam Kisah Para Rasul 2, Petrus bukan hanya hidup, dia juga kuat dalam hayat dan dalam kemampuan untuk mendengar, berbicara, dan melihat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 59



January 07, 2019, 05:16:25 AM
Reply #1697
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

07 January 2019
Markus - Minggu 31 Senin

Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 1:21-22
Doa baca: “Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan ROH KUDUS di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.” (2 Kor. 1:21-22)


Diurapi untuk Menyalurkan Allah Tritunggal ke Dalam Umat Allah


Dalam Markus 8:29 Petrus menerima wahyu bahwa Yesus adalah Kristus. Dalam bahasa Yunani, Christos berarti yang diurapi. Menurut perlambangan dalam Perjanjian Lama, seseorang selalu diurapi untuk suatu tujuan khusus. Kemudian, apa tujuan Tuhan menjadi Kristus, Yang diurapi? Untuk apa Dia diurapi?

Ada orang mungkin berkata bahwa Tuhan diurapi untuk melaksanakan kehendak Allah, menjadi raja, menjadi imam atau untuk mencapai sasaran Allah. Namun masih ada satu yang kurang dalam pengertian tentang makna sebutan Kristus ini. Tuhan Yesus diurapi oleh Allah untuk memenuhi amanat Allah. Bagian penting dari amanat ini adalah menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam umat pilihan Allah. Karena itu, sebagai Sang terurap Allah, Kristus memiliki amanat untuk menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam umat-Nya. Injil Markus tidak menekankan Tuhan diurapi untuk menjadi raja, imam, atau nabi. Dalam Injil ini kita nampak bahwa Tuhan Yesus diurapi oleh Allah untuk memenuhi amanat menaburkan Allah ke dalam umat-Nya. Karena itu, Tuhan adalah Kristus, Sang terurap untuk melakukan pekerjaan penaburan. Dalam 2 Korintus 1:21-22, amanat Kristus, Sang terurap Allah, adalah mengurapi kita dengan Allah sebagai unsur yang memeterai kita dengan Dia dan menjadi jaminan Allah sebagai bagian kita. Amanat ini tidak berhubungan dengan jabatan raja atau imam.

Menurut wahyu Perjanjian Baru, aspek pertama amanat yang diterima Kristus dari Bapa bukanlah menjadi seorang raja atau nabi; tetapi menjadi seorang penabur, orang yang menaburkan Allah Tritunggal ke dalam kita. Kita semua perlu nampak hal ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 60



January 08, 2019, 05:20:00 AM
Reply #1698
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

08 January 2019
Markus - Minggu 31 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 20:31
Doa baca: “Tetapi hal-hal ini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya, kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” (Yoh. 20:31)


Persona dan Amanat Tuhan


Yohanes 20:31 bukan hanya membicarakan Putra Allah, tetapi juga Kristus. Mengapa kita perlu percaya bahwa Yesus adalah Kristus untuk memiliki hayat kekal? Ayat ini dengan kuat memberi tahu kita bahwa kita harus percaya kepada Kristus untuk memiliki hayat kekal.

Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita memiliki hayat kekal melalui percaya kepada Anak Allah (Yoh. 3:16). Anak Allah mengacu kepada persona Tuhan dan Kristus mengacu kepada amanat-Nya. Kita perlu percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, karena persona-Nya sebagai Anak Allah adalah perkara hayat kekal. Tetapi untuk melaksanakan amanat-Nya, yaitu menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai hayat, Anak Allah harus menjadi Sang terurap Allah. Hanya dengan menjadi Kristuslah Tuhan Yesus menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai Anak Allah sehingga kita bisa memiliki hayat kekal.

Dalam Injil Markus, ke mana pun Tuhan Yesus pergi, Dia membawa murid-murid-Nya beserta-Nya. Mereka mendengar apa yang Tuhan katakan, mereka melihat apa yang Dia kerjakan, mereka mengamati bagaimana Dia menangani berbagai peristiwa. Pada saat itu penafsiran akan peristiwaperistiwa ini belum diberikan. Setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan, murid-murid mulai mengerti makna dari semua yang terjadi menurut catatan dalam Injil Markus. Dalam 1 Petrus 1:3 kita nampak bahwa mata Petrus telah dibuka dan dia penuh pengertian tentang apa yang telah Tuhan lakukan untuknya. Petrus menyadari bahwa ia tercakup ketika Tuhan dihakimi dan disalibkan. Ketika Dia disalibkan, dan dikuburkan, Petrus pun dikubur dan disalibkan bersama Dia, begitu juga ketika Dia dibangkitkan, Petrus pun dibangkitkan bersama Dia. Sejak Tuhan memanggil Petrus, Dia mulai meletakkan Petrus di dalam-Nya dan juga menaburkan diri-Nya ke dalam Petrus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 60



January 09, 2019, 05:20:53 AM
Reply #1699
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23760
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 January 2019
Markus - Minggu 31 Rabu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 9:31-34
Doa baca: “Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka.” (Mrk. 9:34)


Perlu Dibawa ke Atas Salib


Injil Markus memperlihatkan bahwa murid-murid Tuhan berada dalam keadaan buta dan tidak mengerti. Dalam Markus 8:31 dan 9:31 Yesus mengajar mereka dengan jelas mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Meskipun Dia membicarakan perkataan yang jelas, murid-murid-Nya tidak memahami Dia. Segera setelah Dia mengungkapkan kematian dan kebangkitan-Nya kepada mereka untuk kali kedua, mereka berdebat satu sama lain mengenai siapa yang lebih besar. Setelah pengungkapan kali ketiga tentang kematian dan kebangkitan Tuhan, Yakobus dan Yohanes meminta untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan dalam kemuliaan-Nya. Ketika murid yang lain mendengar hal ini, mereka “menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes” (Mrk. 10:41). Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu mengerti pengungkapan Tuhan tentang kematian dan kebangkitan-Nya serta membuktikan bahwa mereka semua buta dan perlu kesembuhan.

Meskipun murid-murid itu buta dan kekurangan pemahaman, Tuhan Yesus tetap tidak menyimpang dari sasaran-Nya. Dia berketetapan membawa murid-murid-Nya bersama Dia ke atas salib. Dia tahu bahwa ketika Dia disalibkan, mereka akan disalibkan bersama-Nya. Bagian selanjutnya dalam Injil Markus membahas penyembuhan Bartimeus yang buta (10:46-52). Bartimeus yang buta mewakili semua murid, termasuk kita. Kita juga buta dan perlu penyembuhan Tuhan. Bukti kebutaan kita terdapat pada fakta bahwa kita mungkin mendengarkan berita demi berita tanpa melihat sesuatu. Kita tidak melihat wahyu Tuhan, malah mungkin tetap memegang konsepsi kita. Kita mungkin tidak tahu apa maksudnya mati bersama Kristus dan berbagian dalam kebangkitan-Nya. Kita memang perlu dibawa ke atas salib. Tampaknya, ketika Tuhan Yesus disalibkan, Dia disalibkan sendirian. Sesungguhnya, dalam pandangan Allah, semua murid-Nya, termasuk kita, disalibkan bersama Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 60



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)