Author Topic: Arus Hayat  (Read 79790 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 20, 2019, 04:52:07 AM
Reply #1710
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

19 January 2019
Markus - Minggu 32 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Gal. 2:19-20
Doa baca: “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal. 2:19-20)


Disalibkan, Dikuburkan, dan Dibangkitkan Bersama Kristus


Ada sebuah fakta, yaitu kita telah diletakkan di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, maka kita juga berada di dalam Dia ketika Dia disalibkan. Ketika Dia naik ke atas salib, kita juga naik bersama-Nya. Dia mati di atas salib bersama kita. Inilah alasan Paulus dapat berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus” (Gal. 2:19b). Injil Markus terutama mewahyukan persona Kristus. Injil ini memang tidak mengatakan apa-apa tentang kelahiran-Nya, tetapi Injil ini menekankan kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam Injil Markus para murid berdebat tentang siapakah yang terbesar. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 1 tidak ada seorang pun yang peduli tentang siapakah yang terbesar. Sebaliknya, mereka sehati berdoa secara terus-menerus selama sepuluh hari. Mereka dapat mengalami hal ini hanya dengan menikmati Kristus yang bangkit di dalam mereka sebagai hayat mereka. Dalam Kisah Para Rasul 2, kuasa dari tempat tinggi menaungi murid-murid. Hasilnya, mereka menjadi pertambahan, perkembangan, perbesaran, dan kelanjutan Tuhan Yesus. Dia telah membawa mereka melalui kematian dan kebangkitan-Nya, dan Dia telah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam mereka.

Allah menginginkan kita untuk dijenuhi olehNya dan dengan-Nya sehingga kita dapat menempuh hidup bagi penyaluran ilahi. Kemudian kita akan menaburkan hayat ilahi ini ke dalam orang lain bagi penyaluran lebih lanjut Allah Tritunggal. Mengenai hal ini, kita semua perlu revolusi dalam konsepsi dan kehidupan kita sehingga kita dapat dibawa ke dalam hayat yang sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 63



January 21, 2019, 05:18:10 AM
Reply #1711
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 January 2019
Markus - Minggu 33 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:14-18
Doa baca: “Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah.” (Mrk. 1:14)


Injil, Kerajaan, dan Allah


Kebudayaan manusia telah ada selama lebih dari empat ribu tahun. Salah satu aspek dari kebudayaan ini adalah agama Yahudi, agama yang kuat, yang dibentuk menurut firman kudus Allah. Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, orang Yahudi yang saleh sangat terikat dengan agama ini. Dengan latar belakang seperti ini, Tuhan Yesus datang dalam ministri-Nya untuk menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih ke dalam umat pilihan Allah. Dia hidup dan menunaikan ministri di pusat populasi dunia. Baik secara geografis maupun secara budaya, bangsa Yahudi adalah pusat dari bumi yang berpenghuni. Ke pusat inilah Tuhan Yesus datang untuk menaburkan diri-Nya sendiri. Memang, Perjanjian Baru mengatakan bahwa Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orang dosa (1 Tim. 1:15). Namun, dalam Injil Markus kita nampak bahwa Tuhan Yesus datang untuk memberitakan Injil Allah (1:14). Frase “Injil Allah” bukan hanya berarti Injil ini milik Allah, karena itu disebut Injil Allah. Arti utamanya ialah Injil ini berasal dari Allah sendiri. Karena itu, memberitakan Injil Allah sesungguhnya berarti memberitakan Allah.

Injil yang diberitakan Tuhan Yesus adalah Injil Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah diri Allah sendiri. Injil adalah kerajaan, dan kerajaan adalah Allah. Injil, kerajaan, dan Allah tidaklah terpisah; sebaliknya, ketiganya adalah satu. Kita seharusnya memberitakan Allah sebagai kerajaan, dan Kerajaan Allah sebagai Injil. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa di samping Kerajaan Allah atau selain Kerajaan Allah, ada sesuatu yang disebut Injil. Kita pun tidak seharusnya berpikir bahwa di samping Allah ada yang disebut kerajaan. Injil adalah Kerajaan Allah dan kerajaan sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Karena itu, Tuhan Yesus datang untuk memberitakan Injil Allah, yang adalah Injil Kerajaan Allah. Sekarang kita harus maju untuk membahas cara Tuhan Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 64



January 22, 2019, 05:55:20 AM
Reply #1712
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

22 January 2019
Markus - Minggu 33 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:17; Kol. 1:9
Doa baca: “Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” (Ef. 1:17)


Pemahaman Rohani mengenai Cara Tuhan Memberitakan Injil


Ketika membaca Alkitab, kita tidak seharusnya memahaminya secara alamiah. Masalah di antara orang Kristen adalah kebanyakan mereka membaca Alkitab menurut pengertian alamiah mereka. Yang kita perlukan adalah pemahaman rohani. Inilah alasan Paulus mengatakan dalam Kolose 1:9 bahwa demi kepentingan kaum beriman dia berdoa agar mereka, “dipenuhi dengan segala hikmat dan pengertian rohani untuk mengetahui kehendak Tuhan.” Ini juga alasan Paulus berdoa, “dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef. 1:17). Paulus tahu bahwa dalam Surat Kiriman ini misteri (rahasia) rohani akan disingkapkan, dan dia tahu bahwa dia harus menggunakan bahasa manusia. Dia khawatir penerima Surat Kiriman ini mungkin memahami tulisannya hanya secara alamiah menurut huruf hitam di atas kertas putih. Karena itu, Paulus berdoa agar Bapa menganugerahkan kepada kita Roh hikmat dan wahyu. Doa ini menunjukkan dengan kuat bahwa kita tidak seharusnya mencoba memahami Alkitab hanya secara harfiah menurut pemahaman alamiah kita. Memang, karena Alkitab adalah sesuatu yang ditulis, kita memerlukan pemahaman yang tepat tentang kata-kata yang tertulis. Namun, kita tidak sepatutnya menafsirkan apa yang tertulis menurut pemahaman alamiah kita. Sebaliknya, penafsiran kita harus sesuai dengan hikmat dan wahyu rohani. Khususnya, kita perlu pemahaman rohani tentang cara Tuhan Yesus memberitakan Injil.

Markus 1:14 mengatakan bahwa Yesus datang ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Khotbah-Nya yang dicatat dalam Injil Markus tidak diberitakan kepada orang dosa. Dengan menggunakan perahu sebagai ruang maha kudus, Dia memberitakan Injil kepada murid-murid-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 64



January 23, 2019, 05:25:07 AM
Reply #1713
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 January 2019
Markus - Minggu 33 Rabu

Pembacaan Alkitab: Rm. 14:17
Doa baca: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam ROH KUDUS.” (Rm. 14:17)


Memberitakan Melalui Menaburkan Diri-Nya sebagai Benih


Tuhan adalah penabur yang menaburkan diriNya sendiri ke dalam kita sebagai benih. Dalam Markus 4, Tuhan memberitakan Injil melalui menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih ke dalam manusia. Benih yang ditaburkan dalam Markus 4 adalah benih kerajaan. Dalam Markus 1:14 Tuhan memberitakan Injil Allah, kemudian di ayat 15 Dia berbicara tentang Kerajaan Allah dan Injil. Sampai pasal 4 kita tidak menemukan sebutan lain tentang kerajaan. Markus 4:26 memberitahu kita dengan jelas apa itu Kerajaan Allah dan memberitakan Injil, “Beginilah hal kerajaan Allah itu; Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.” Menurut pasal 4, memberitakan adalah menabur.

Markus 1:15 mengatakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Injil yang Tuhan beritakan adalah Kerajaan Allah yang sudah dekat, dan Kerajaan Allah yang sudah dekat adalah Injil. Selain itu, bertobat dan percaya kepada Injil sesungguhnya adalah bertobat dan percaya kepada Kerajaan Allah. Tanpa penaburan, Kerajaan Allah tidak akan dekat. Kerajaan Allah dekat melalui penaburan Yesus, dan penaburan-Nya adalah pemberitaan-Nya. Tuhan Yesus bukan hanya memberitakan Injil melalui menabur, tetapi Dia juga adalah benih yang ditaburkan. Benih kerajaan adalah Yesus dan perkembangan benih dalam kumpulan orang beriman adalah kerajaan, dan menurut Surat Kiriman Paulus, kumpulan ini adalah gereja. Perkataan Paulus dalam Roma 14:17 menunjukkan bahwa Kerajaan Allah adalah gereja. Karena itu, hidup gereja hari ini adalah Kerajaan Allah.

Dalam ministri-Nya, Tuhan Yesus menaburkan diri-Nya ke dalam umat Allah bagi perkembangan Kerajaan Allah. Kerajaan ini memenuhi tujuan kekal Allah, yaitu membangun gereja bagi ekspresi kekal Allah Tritunggal, juga bagi kenikmatan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 64



January 24, 2019, 05:38:15 AM
Reply #1714
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

24 January 2019
Markus - Minggu 33 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:16-20
Doa baca: “Yesus berkata kepada mereka, ‘Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk. 1:17)


Mengikuti Tuhan


Kerajaan Allah di satu pihak adalah bagi penggenapan tujuan kekal Allah; di pihak lain, Kerajaan Allah adalah bagi kenikmatan kita. Umat Allah telah ditentukan oleh Dia untuk menjadi tanah di mana Kristus akan ditaburkan sebagai benih dan di mana Dia akan bertumbuh bagi perkembangan Kerajaan Allah. Namun, umat Allah jatuh; mereka sakit, tercemar, lumpuh, mati sebelah, rusak, tuli, bisu, buta, dan bahkan mati secara rohani. Sebelum kita beroleh selamat, kita semua adalah tanah jenis ini.

Dalam Markus 1, Tuhan Yesus mulai mengumpulkan tanah. Segera setelah Tuhan datang ke Galilea untuk memberitakan Injil, Injil Markus mencatat Tuhan memanggil empat orang muridNya: Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes (1:16- 20). Keempat orang yang Tuhan kumpulkan itu menjadi tanah yang ke dalamnya Dia menaburkan diri-Nya sebagai benih kerajaan. Ketika Tuhan mengumpulkan murid-murid-Nya dalam 1:16-20, Dia menginginkan murid-murid melakukan apa? Ayat 16 mengatakan bahwa Simon dan Andreas sedang “menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan”. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (ayat 17). Segera mereka meninggalkan jala mereka dan mengikuti Dia (ayat 18). Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Dia memanggil mereka, dan mereka “meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengi kuti Dia” (ayat 20). Mereka meninggalkan jala mereka, perahu mereka, ayah mereka, dan bahkan laut. Mereka meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus bukanlah meniru Dia, mengerjakan apa saja yang Yesus lakukan. Mengikuti Yesus adalah diletakkan ke dalam “kantong”-Nya bagi tujuan penaburan diri-Nya sendiri ke dalam kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 65



January 25, 2019, 05:24:17 AM
Reply #1715
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

25 January 2019
Markus - Minggu 33 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mrk. 4:3
Doa baca: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” (Mrk. 4:3)


Penyembuhan Tanah Melalui Kematian dan Kebangkitan


Dalam Injil Markus, Tuhan Yesus mengumpulkan tanah dan meletakannya ke dalam kantong-Nya supaya Dia bisa menaburkan diri-Nya ke dalamnya. Namun, tanah ini dalam kondisi yang menyedihkan, dan ada orang mungkin mengira seharusnya Tuhan membuang tanah yang tidak berguna ini. Tetapi Tuhan tidak membuang mereka yang telah dipilih oleh Allah dan ditentukan sebelum dunia dijadikan. Tuhan Yesus tidak memiliki pilihan. Dia perlu menyembuhkan tanah ini dan mengubahnya menjadi tanah yang baik.

Bagaimana tanah itu dapat disembuhkan? Penyakit dalam tubuh manusia disembuhkan melalui prinsip hayat dasar, dimana hal-hal yang tua mati dan hal-hal yang baru dihasilkan. Jalan yang tepat untuk menyembuhkan tanah itu adalah membawanya melewati proses kematian dan kebangkitan. Dia menyembuhkan tanah yang ada di dalam kantong-Nya dengan membawanya ke atas salib dan mematikannya kemudian membawanya ke dalam kebangkitan. Dalam kematian Tuhan, kita dimatikan, kemudian dalam kebangkitan-Nya, kita dibangkitkan. Dalam Markus 1, Tuhan Yesus memanggil Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes, dan mereka mulai mengikuti Dia. Sesungguhnya, mereka mengikuti Tuhan secara buta, tidak tahu ke mana mereka akan pergi atau apa yang akan mereka kerjakan. Namun, Tuhan Yesus tahu apa yang ingin Dia kerjakan bersama para murid-Nya.

Setelah mengumpulkan para murid sebagai tanah, Tuhan menyajikan diri-Nya sendiri kepada mereka sebagai pola (teladan). Selama lebih dari tiga tahun, Petrus dan para murid lainnya mengamati apa yang Tuhan katakan dan lakukan. Akhirnya, setelah Dia membawa mereka melalui kematian dan kebangkitan, mereka disembuhkan. Semua penyembuhan dalam Injil Markus adalah tanda yang menunjuk kepada penyembuhan yang sejati ini, penyembuhan yang terjadi melalui kematian dan kebangkitan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 65



January 26, 2019, 05:33:08 AM
Reply #1716
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 January 2019
Markus - Minggu 33 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 4:3
Doa baca: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” (Mrk. 4:3)


Perampungan Penaburan Tuhan


Dalam Kisah Para Rasul 1, kita nampak bahwa Petrus, Andreas, dan Yakobus, dengan keseratus dua puluh orang yang lainnya, tidak lagi sakit. Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan. Tuhan tidak hanya menyembuhkan mereka, tetapi juga membebaskan hayat Allah dan menyalurkannya ke dalam tanah. Penaburan ini dimulai dalam Markus 1 dan berlanjut sampai keseluruhan Injil ini rampung dalam pasal 16. Dalam pasal demi pasal Tuhan Yesus menaburkan diri-Nya ke dalam murid-muridNya. Hal ini dengan jelas diwahyukan dalam pasal 4 ketika kita nampak bahwa sebagai penabur, Dia datang untuk menaburkan benih kerajaan. Ketika Tuhan Yesus dibangkitkan, penaburan ini terampungkan. Para murid kemudian menjadi jenis tanah yang lain, tanah yang baik, dan mereka mulai menumbuhkan Kristus.

Fakta bahwa para murid menjadi tanah yang baik dan mulai menumbuhkan Kristus bukan berarti bahwa “rumput” tidak dapat bertumbuh di dalam mereka lagi. Dalam Galatia 2, rumput tertentu telah mulai bertumbuh lagi dalam Petrus. Rumput muncul lagi karena Petrus masih berada di bawah pengaruh agama yang usang. Sesungguhnya, rumput mencoba bertumbuh dalam Petrus di Kisah Para Rasul 10. Allah bermaksud menggunakan Petrus untuk menaburkan benih kerajaan ke dalam jenis tanah yang lain, ke dalam tanah orang bukan Yahudi. Pada mulanya Petrus menolak menaati visi ini, menunjukkan bahwa sesuatu selain gandum sedang bertumbuh dalam Petrus. Kemudian dalam Kisah Para Rasul 21, Petrus berada di bawah pengaruh Yakobus. Rumput adalah sesuatu yang bukan Kristus, yang sedang bertumbuh di dalam kita untuk menggantikan Kristus.

Kita perlu jelas bahwa Kerajaan Allah bukan hanya suatu ruang lingkup di mana Allah memerintah atas orang dan suatu ruang lingkup yang kita masuki untuk menikmati hayat yang kekal. Kerajaan Allah adalah satu persona, sama seperti seorang penabur yang menaburkan benih. Baik penabur maupun benih adalah Tuhan itu sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 65


January 27, 2019, 04:55:08 AM
Reply #1717
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 January 2019
Markus - Minggu 33 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Mrk. 4:3
Doa baca: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” (Mrk. 4:3)


Perampungan Penaburan Tuhan


Dalam Kisah Para Rasul 1, kita nampak bahwa Petrus, Andreas, dan Yakobus, dengan keseratus dua puluh orang yang lainnya, tidak lagi sakit. Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan. Tuhan tidak hanya menyembuhkan mereka, tetapi juga membebaskan hayat Allah dan menyalurkannya ke dalam tanah. Penaburan ini dimulai dalam Markus 1 dan berlanjut sampai keseluruhan Injil ini rampung dalam pasal 16. Dalam pasal demi pasal Tuhan Yesus menaburkan diri-Nya ke dalam murid-muridNya. Hal ini dengan jelas diwahyukan dalam pasal 4 ketika kita nampak bahwa sebagai penabur, Dia datang untuk menaburkan benih kerajaan. Ketika Tuhan Yesus dibangkitkan, penaburan ini terampungkan. Para murid kemudian menjadi jenis tanah yang lain, tanah yang baik, dan mereka mulai menumbuhkan Kristus.

Fakta bahwa para murid menjadi tanah yang baik dan mulai menumbuhkan Kristus bukan berarti bahwa “rumput” tidak dapat bertumbuh di dalam mereka lagi. Dalam Galatia 2, rumput tertentu telah mulai bertumbuh lagi dalam Petrus. Rumput muncul lagi karena Petrus masih berada di bawah pengaruh agama yang usang. Sesungguhnya, rumput mencoba bertumbuh dalam Petrus di Kisah Para Rasul 10. Allah bermaksud menggunakan Petrus untuk menaburkan benih kerajaan ke dalam jenis tanah yang lain, ke dalam tanah orang bukan Yahudi. Pada mulanya Petrus menolak menaati visi ini, menunjukkan bahwa sesuatu selain gandum sedang bertumbuh dalam Petrus. Kemudian dalam Kisah Para Rasul 21, Petrus berada di bawah pengaruh Yakobus. Rumput adalah sesuatu yang bukan Kristus, yang sedang bertumbuh di dalam kita untuk menggantikan Kristus.

Kita perlu jelas bahwa Kerajaan Allah bukan hanya suatu ruang lingkup di mana Allah memerintah atas orang dan suatu ruang lingkup yang kita masuki untuk menikmati hayat yang kekal. Kerajaan Allah adalah satu persona, sama seperti seorang penabur yang menaburkan benih. Baik penabur maupun benih adalah Tuhan itu sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 65




January 28, 2019, 06:05:38 AM
Reply #1718
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 January 2019
Markus - Minggu 34 Senin

Pembacaan Alkitab: Mrk. 9:1-8
Doa baca: “Dan jubah-Nya sangat putih berkilauan. Tidak ada seorang penatu pun di dunia ini yang dapat memutihkan pakaian seperti itu.” (Mrk.9:3)


Tuhan Ditransfigurasi di Dalam Kita


Kerajaan Allah adalah satu persona, Tuhan Yesus Kristus, ditaburkan ke dalam kita agar berkembang. Dalam ministri-Nya, Tuhan datang untuk menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih kerajaan ke dalam orang-orang pilihan Allah sehingga benih ini dapat berkembang menjadi Kerajaan Allah.

Kerajaan bukanlah ruang lingkup material, melainkan Tuhan Yesus sendiri yang ditransfigurasi. Ketika Anda percaya dalam Tuhan Yesus dan menerima Dia, Anda menerima Yesus yang belum ditransfigurasi. Sebagaimana benih yang diterima oleh tanah adalah benih yang masih belum ditransfigurasi, dalam pengalaman kita, Kristus yang kita terima adalah Kristus yang belum ditransfigurasi. Transfigurasi benih memerlukan pertumbuhan benih itu menjadi tanaman yang besar dan berbunga (mekar). Dengan cara yang sama, Tuhan Yesus yang kita terima perlu bertumbuh di dalam kita sampai Dia mekar dari dalam kita.

Kita adalah tanah, dan Tuhan Yesus adalah benih kerajaan. Ketika kita menerima Dia ke dalam kita, kita menerima Dia sebagai Yang belum diubah dalam pengalaman kita. Sudahkah Anda menerima Tuhan Yesus, dan apakah Dia sekarang ada di dalam Anda? Kita semua dapat bersaksi dengan tegas bahwa kita telah menerima Tuhan dan Dia berada di dalam kita. Tetapi sudahkah Tuhan ditransfigurasi di dalam Anda? Jika Tuhan yang ada di dalam Anda belum ditransfigurasi, orang lain tidak akan mampu melihat Kerajaan Allah di dalam Anda. Transfigurasi Tuhan Yesus yang ada di dalam kita bukan hanya menjadi kenikmatan kita, tetapi juga pemerintahan Allah. Ketika Tuhan Yesus ditransfigurasi di dalam kita secara riil dalam hidup kita sehari-hari, transfigurasi ini menjadi Kerajaan Allah yang memerintah dalam hidup kita. Kerajaan ini memerintah kita, juga memberi kita kenikmatan penuh atas diri Allah. Karena itu, kita perlu Dia bertumbuh di dalam kita sampai melalui transfigurasi-Nya Dia mekar menjadi ekspresi Kerajaan Allah dalam pengalaman kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 66



January 29, 2019, 05:29:52 AM
Reply #1719
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

29 January 2019
Markus - Minggu 34 Selasa

Pembacaan Alkitab: Rm. 14:17
Doa baca: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam ROH KUDUS.” (Rm. 14:17)


Menempuh Kehidupan yang Diduduki Allah bagi Kerajaan Allah


Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Dia menempuh kehidupan Allah bagi Kerajaan Allah. Dia tidak hidup menurut kebudayaan, agama, atau etika. Sekarang para pengikut-Nya seharusnya menempuh kehidupan yang sama yaitu menempuh kehidupan Allah bagi perkembangan Kerajaan Allah. Kita tidak seharusnya menempuh kehidupan menurut kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter, dan mencoba untuk rohani, alkitabiah, kudus, dan menang, melainkan menempuh kehidupan yang mutlak bagi Allah dan bagi Kerajaan Allah.

Kita tidak seharusnya diduduki bahkan oleh hal-hal yang baik seperti etika dan perbaikan karakter, atau diganggu oleh hal-hal itu. Sebaliknya, kita harus diduduki secara menyeluruh oleh Allah Tritunggal. Dia yang menempuh kehidupan yang sepenuhnya sesuai dan bagi ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru Allah, yang telah menggantikan kita dengan diri-Nya sendiri, sekarang adalah Roh yang hidup melalui kita. Kita seharusnya tidak mengizinkan segala sesuatu selain Dia untuk memenuhi dan menduduki kita.

Kisah mengenai orang kaya dalam Markus 10 adalah suatu ilustrasi yang menggambarkan keperluan kita untuk bebas dari pendudukan segala sesuatu kecuali Allah itu sendiri. Setelah orang kaya itu pergi dengan sedih, Tuhan berkata kepada para murid-Nya, “Alangkah sukarnya orang yang banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah!” (Mrk.10:23). Kita perlu nampak mengapa orang yang kaya tersebut tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dia tidak dapat masuk karena dirinya diduduki oleh hal-hal selain Allah. Tidak ada ruang di dalamnya bagi Kristus untuk bertumbuh menjadi kerajaan. Kita perlu nampak bahwa Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus yang bertumbuh dan berkembang di dalam kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 66



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)