Author Topic: Arus Hayat  (Read 79963 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 30, 2019, 05:28:43 AM
Reply #1720
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 January 2019
Markus - Minggu 34 Rabu

Pembacaan Alkitab: 2 Ptr. 1:3-11
Doa baca: “Dengan demikian, kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Ptr. 1:11)


Masuk ke Dalam Kerajaan Allah melalui Pertumbuhan Kristus di Dalam Kita


Kita semua perlu dikosongkan dari segala sesuatu selain Kristus yang menduduki kita. Apa adanya kita perlu dibongkar bagi Tuhan Yesus. Menurut Alkitab, merendahkan diri kita adalah mengosongkan diri kita. Kita perlu mengosongkan diri kita sehingga semua ruangan dalam diri kita akan tersedia bagi pertumbuhan Tuhan Yesus di dalam kita. Mengosongkan diri dan memberikan semua tempat di dalam kita kepada Tuhan Yesus adalah masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kita tidak seharusnya menganggap kerajaan sebagai ruang lingkup materi yang akan kita masuki suatu hari setelah syarat-syaratnya digenapi. Ini adalah konsepsi tradisional Kerajaan Allah, bukan pengajaran mengenai kerajaan dalam Perjanjian Baru.

Dalam Matius 13 dan Markus 4 kita nampak Tuhan Yesus sebagai penebus datang untuk menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai tanah. Dia berharap kita akan mengosongkan diri kita, membongkar diri kita, dan memberikan Dia tempat untuk bertumbuh di dalam kita. Pertumbuhan Kristus di dalam kita adalah masuknya kita ke dalam kerajaan. Alasan mengatakan ini adalah jalan masuk kita ke dalam kerajaan, adalah karena pertumbuhan ini merupakan perkembangan kerajaan. Ketika kita mengembangkan kerajaan, kita memasukinya. Karena itu, kerajaan bukanlah ruang lingkup materi. Sebaliknya, kerajaan adalah masalah Kristus bertumbuh di dalam diri kita. Allah telah memilih kita di dalam Kristus, dan Dia telah memberikan Kristus sebagai pengganti yang universal. Sekarang kita perlu bekerja sama dengan Tuhan dengan membongkar diri kita sendiri sehingga Dia dapat bertumbuh dengan bebas di dalam diri kita. Jika kita melakukan hal ini, kita akan berada dalam manifestasi kerajaan pada zaman yang akan datang dan berada dalam realitas kerajaan hari ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 66



January 31, 2019, 05:27:36 AM
Reply #1721
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

31 January 2019
Markus - Minggu 34 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 20:22; Kis. 1:8
Doa baca: “Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)


Dua Aspek ROH KUDUS


Dalam Injil Markus kita nampak Tuhan Yesus sebagai penabur, benih, Dia yang membawa murid-murid-Nya ke atas salib dan mengakhiri mereka, dan Dia yang membawa mereka ke dalam kebangkitan. Injil Markus berakhir dengan kenaikan Tuhan. Untuk melihat bagaimana murid-murid merupakan kelanjutan dari Tuhan Yesus dan menemukan apa yang Tuhan kerjakan setelah kenaikan-Nya, kita perlu Kitab Kisah Para Rasul. Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Tuhan menyuruh para murid untuk tinggal di Yerusalem supaya ROH KUDUS turun ke atas mereka. Turunnya Roh ke atas murid-murid adalah untuk kuasa, bukan untuk hayat. Dalam Yohanes 20 kita mempunyai Roh yang di batin untuk hayat; dalam Kisah Para Rasul 1 kita memiliki Roh yang di luar untuk kekuatan, untuk baptisan. Ketika seseorang dibaptis, dia tidak minum air, melainkan dicelup ke dalam air. Dalam cara yang sama, baptisan di dalam ROH KUDUS adalah perihal Roh turun ke atas kita secara luaran sehingga kita bisa memiliki kekuatan.

Pada Tuhan Yesus kita juga nampak dua aspek dari ROH KUDUS ini. Pertama, Tuhan dikandung dari ROH KUDUS (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20). Kemudian pada usia tiga puluh ketika Dia keluar untuk melayani, ROH KUDUS turun ke atas Dia, dan Dia dibaptis dalam ROH KUDUS (Luk. 3:21-22). Tuhan dikandung oleh Roh adalah perihal Roh itu secara esensial, tetapi dibaptisnya Dia dalam ROH KUDUS adalah perihal Roh turun ke atas Dia secara ekonomikal. Ketika Tuhan Yesus dikandung dari ROH KUDUS secara esensial, maka Roh itu menjadi esens dari apa adanya Dia. Dia juga menerima esens insani dari perawan Maria, maka Dia dilahirkan sebagai Manusia-Allah, yang adalah bagi eksistensi-Nya. Tetapi untuk melaksanakan ekonomi (pengaturan) Allah, ketika memulai ministri-Nya, Dia memerlukan Roh Allah turun ke atas-Nya secara ekonomikal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 67



February 01, 2019, 05:35:03 AM
Reply #1722
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

01 February 2019
Markus - Minggu 34 Jumat

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:8
Doa baca: “Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)


Menerima ROH KUDUS Dalam Dua Aspek


Para murid juga menerima ROH KUDUS baik secara esensial maupun secara ekonomikal. Mereka menerima Roh itu secara esensial dalam Yohanes 20:22. Penerimaan Roh secara esensial adalah bagi eksistensi rohani mereka, apa adanya kerohanian mereka. Ketika para murid menerima ROH KUDUS dalam Yohanes 20, mereka menerima esens ilahi. Setelah menerima Roh dalam aspek ini bagi eksistensi rohani mereka, mereka masih perlu menerima Roh secara ekonomikal sehingga mereka dapat melaksanakan ekonomi (pengaturan) Allah sebagai kelanjutan Tuhan Yesus. Para murid harus melaksanakan ekonomi Allah seperti yang dikerjakan Tuhan Yesus. Karena Tuhan melaksanakan ekonomi Allah dengan Roh ekonomikal, para murid juga harus melaksanakan ekonomi Allah dengan Roh ekonomikal.

Kapan Anda menerima ROH KUDUS secara esensial dan secara ekonomikal? Mungkin ada yang mengatakan bahwa mereka menerima ROH KUDUS secara esensial ketika mereka dilahirkan kembali dan secara ekonomikal setelah kelahiran kembali Menurut cara pemahaman yang alkitabiah akan hal ini, kita menerima ROH KUDUS secara esensial dan secara ekonomikal lebih dari 1900 tahun yang lalu. Kita semua menerima ROH KUDUS secara esensial dalam Yohanes 20. Kemudian kaum beriman Yahudi dalam Kristus menerima ROH KUDUS secara ekonomikal dalam Kisah Para Rasul 2, dan kaum beriman bukan Yahudi menerima ROH KUDUS secara ekonomikal dalam Kisah Para Rasul 10.

Setiap kali seseorang percaya ke dalam Dia, apakah Tuhan datang kepada orang itu untuk mengembusi dia dan kemudian membaptis dia dalam ROH KUDUS? Tidak, Tuhan Yesus mengembuskan Roh dan membaptis kaum beriman dalam Roh sekali untuk selamanya. Baik embusan Roh itu maupun baptisan Roh adalah fakta yang sudah rampung.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 67



February 02, 2019, 06:18:42 AM
Reply #1723
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 February 2019
Markus - Minggu 34 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis. 6:3, 5; 7:55; 11:24; 13:52
Doa baca: “Murid-murid di Antiokhia tetap penuh dengan sukacita dan dengan ROH KUDUS.” (Kis. 13:52)


Roh Esensial dan Roh Ekonomikal


Kisah Para Rasul 1:5 mengatakan, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan ROH KUDUS.” Hal ini dengan jelas mengacu kepada Roh ekonomikal. Kemudian ayat 8 meneruskan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana ROH KUDUS turun ke atas kamu.” Roh turun ke atas kita adalah masalah Roh ekonomikal. Dalam Kisah Para Rasul 2:4 kita nampak bahwa murid-murid dipenuhi dengan Roh secara ekonomikal bagi ministri mereka. Ayat-ayat ini membicarakan pencurahan Roh, berbeda dengan pengembusan Roh ke dalam murid-murid yang keluar dari mulut Kristus pada hari kebangkitanNya. Pencurahan Roh Allah adalah dari langit pada hari kenaikan Kristus. Yang terdahulu adalah aspek esensial dari Roh yang diembuskan ke dalam murid-murid bagi apa adanya dan eksistensi rohani mereka; yang kemudian adalah aspek ekonomikal dari Roh yang dicurahkan ke atas mereka sebagai kekuatan bagi pekerjaan mereka.

Dalam Kisah Para Rasul 6:5 kita diberi tahu bahwa Stefanus adalah “seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS.” Hal ini mengacu kepada aspek esensial Roh itu. Ketika Stefanus dirajam batu, dia penuh dengan Roh itu secara esensial: “Tetapi Stefanus, yang penuh dengan ROH KUDUS, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah” (7:55). Pemenuhan Roh di sini adalah perihal hayat, bukan kekuatan. Kisah Para Rasul 13:52 mengatakan, “Murid-murid di Antiokhia tetap penuh dengan sukacita dan dengan ROH KUDUS.” Dalam ayat ini para murid dipenuhi dengan ROH KUDUS secara esensial untuk hayat, bukan untuk kekuasaan. Ketika kita membahas ayat-ayat ini dalam Kitab Kisah Para Rasul, kita nampak dengan jelas dua aspek ROH KUDUS. Di satu pihak, aspek esensial dari Roh itu bagi hayat rohani kita; di pihak lain, aspek ekonomikal dari Roh itu bagi pekerjaan kita untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 67



February 03, 2019, 05:06:26 AM
Reply #1724
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 February 2019
Markus - Minggu 34 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis. 6:3, 5; 7:55; 11:24; 13:52
Doa baca: “Murid-murid di Antiokhia tetap penuh dengan sukacita dan dengan ROH KUDUS.” (Kis. 13:52)


Roh Esensial dan Roh Ekonomikal


Kisah Para Rasul 1:5 mengatakan, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan ROH KUDUS.” Hal ini dengan jelas mengacu kepada Roh ekonomikal. Kemudian ayat 8 meneruskan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana ROH KUDUS turun ke atas kamu.” Roh turun ke atas kita adalah masalah Roh ekonomikal. Dalam Kisah Para Rasul 2:4 kita nampak bahwa murid-murid dipenuhi dengan Roh secara ekonomikal bagi ministri mereka. Ayat-ayat ini membicarakan pencurahan Roh, berbeda dengan pengembusan Roh ke dalam murid-murid yang keluar dari mulut Kristus pada hari kebangkitanNya. Pencurahan Roh Allah adalah dari langit pada hari kenaikan Kristus. Yang terdahulu adalah aspek esensial dari Roh yang diembuskan ke dalam murid-murid bagi apa adanya dan eksistensi rohani mereka; yang kemudian adalah aspek ekonomikal dari Roh yang dicurahkan ke atas mereka sebagai kekuatan bagi pekerjaan mereka.

Dalam Kisah Para Rasul 6:5 kita diberi tahu bahwa Stefanus adalah “seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS.” Hal ini mengacu kepada aspek esensial Roh itu. Ketika Stefanus dirajam batu, dia penuh dengan Roh itu secara esensial: “Tetapi Stefanus, yang penuh dengan ROH KUDUS, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah” (7:55). Pemenuhan Roh di sini adalah perihal hayat, bukan kekuatan. Kisah Para Rasul 13:52 mengatakan, “Murid-murid di Antiokhia tetap penuh dengan sukacita dan dengan ROH KUDUS.” Dalam ayat ini para murid dipenuhi dengan ROH KUDUS secara esensial untuk hayat, bukan untuk kekuasaan. Ketika kita membahas ayat-ayat ini dalam Kitab Kisah Para Rasul, kita nampak dengan jelas dua aspek ROH KUDUS. Di satu pihak, aspek esensial dari Roh itu bagi hayat rohani kita; di pihak lain, aspek ekonomikal dari Roh itu bagi pekerjaan kita untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 67



February 04, 2019, 05:24:54 AM
Reply #1725
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

04 February 2019
Markus - Minggu 35 Senin

Pembacaan Alkitab: Kis. 16:6-7
Doa baca: “Setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.” (Kis. 16:7)


Roh dalam Perjanjian Baru (1)


Roh bagi eksistensi rohani kita dan Roh bagi ekonomi Allah semuanya disebut “Roh itu”. Kisah Para Rasul 8:29 mengatakan, “Lalu kata Roh (itu) kepada Filipus, 'Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!'”  Kemudian dalam Kisah Para Rasul 8:39 terdapat ungkapan “Roh Tuhan” yang menunjukkan bahwa Roh itu adalah Tuhan. Karena itu, dalam Kitab Kisah Para Rasul kita nampak bahwa Roh yang memiliki dua aspek, aspek esensial dan aspek ekonomikal, sesungguhnya adalah Tuhan itu sendiri.

Kisah Para Rasul 16:6-7 mengatakan, “Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena ROH KUDUS mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.” Roh Yesus dan ROH KUDUS dalam ayat di atas digunakan secara bergantian mewahyukan bahwa Roh Yesus adalah ROH KUDUS. Dalam Perjanjian Baru, ROH KUDUS adalah sebutan umum terhadap Roh Allah. Roh Yesus adalah ungkapan khusus terhadap Roh Allah. Ungkapan ini mengacu kepada Roh Juruselamat yang menjadi daging, Juruselamat ini adalah Yesus dalam keinsanian-Nya, yang telah melewati kehidupan insani dan kematian di kayu salib. Ini menunjukkan bahwa dalam Roh Yesus tidak hanya ada unsur ilahi Allah, tetapi juga unsur insani Yesus serta unsur kehidupan insani-Nya dan penderitaan kematian-Nya.

Dalam Kitab Kisah Para Rasul kita nampak bahwa setelah kebangkitan dan kenaikan, Kristus menjadi Roh itu, yaitu Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Mula-mula, dalam penciptaan, Kristus menjadi daging untuk penebusan (Yoh. 1:14, 29). Kemudian dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi-hayat untuk menyalurkan hayat (Yoh. 10:10). Sebagai Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan, Dia siap diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya. Ketika kita percaya kepada-Nya, Dia masuk ke dalam roh kita, dan kita bersatu dengan Dia sebagai Roh pemberi-hayat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 68



February 05, 2019, 05:17:58 AM
Reply #1726
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

05 February 2019
Markus - Minggu 35 Selasa

Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 3:17
Doa baca: “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.” (2 Kor. 3:17)


Roh dalam Perjanjian Baru (2)


Dalam 2 Korintus 3:17 Paulus berkata bahwa Tuhan adalah Roh; di pihak lain, dia berbicara tentang Roh Tuhan. Ungkapan “Roh Tuhan” digunakan baik dalam 2 Korintus 3:17 maupun dalam Kisah Para Rasul 8:39. Menurut keseluruhan konteks dari Kitab Kisah Para Rasul, Roh Tuhan mengacu kepada Yesus Kristus. Begitu pula dalam 2 Korintus 3:17, di mana Roh Tuhan mengacu kepada Tuhan sebagai Roh. Karena itu, dalam ayat yang sama Paulus mengatakan bahwa Tuhan adalah Roh. Dalam 2 Korintus 3:18 Paulus melanjutkan, “Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Tuhan Roh bisa dianggap sebagai sebutan yang majemuk sama seperti Allah Bapa dan Kristus Tuhan. Ungkapan “Tuhan Roh” sekali lagi membuktikan bahwa Kristus Tuhan adalah Roh, dan Roh adalah Tuhan, Dia disebut sebagai Tuhan Roh. Ini adalah Kristus yang pneumatik (adalah Roh).

Dalam Roma 8:2 Paulus membicarakan Roh hayat, dan dalam Roma 8:9 membicarakan tentang Roh Kristus. Roh Kristus adalah Roh yang sudah melewati kematian dan masuk ke dalam kebangkitan. Kematian Tuhan adalah pengakhiran yang almuhit, dan kebangkitan-Nya adalah penunasan yang almuhit. Dalam kematian-Nya kita diakhiri, dan dalam kebangkitan-Nya kita dituntaskan. Karena itu, Roh Kristus adalah totalitas, gabungan dari Kristus yang almuhit dengan kematian dan kebangkitan-Nya yang almuhit. Dalam Filipi 1:19 Paulus berkata, “Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan (suplai serba limpah) Roh Yesus Kristus.” Sebagaimana dalam Roma 8, Roh di sini adalah Roh yang majemuk dan situasinya akan berubah menjadi keselamatan melalui suplai serba limpah lengkap dari Roh yang majemuk.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 68




February 06, 2019, 05:32:17 AM
Reply #1727
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

06 February 2019
Markus - Minggu 35 Rabu

Pembacaan Alkitab: Flp. 1:10
Doa baca: “Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” (Flp. 1:10)


Berhenti Berusaha dan Mengalami Roh Majemuk


Dalam Filipi 3:7-10 kita nampak Paulus menganggap segala sesuatu rugi karena Kristus. Hal-hal ini mencakup kesepuluh hal ini: kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter dan usaha untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Paulus menganggap segala sesuatu rugi demi Roh majemuk ini sehingga kita bisa ditemukan dalam Kristus, bukan dalam hal-hal yang lain. Paulus juga ingin mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya dan diserupakan dengan kematian-Nya. Dalam Surat Filipi kita nampak bahwa Paulus adalah kelanjutan Tuhan Yesus. Sama seperti Tuhan menempuh kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru Allah, maka Paulus menempuh kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Dalam Perjanjian Baru, Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas mewahyukan Kristus yang pneumatik (adalah roh) dan almuhit. Kita perlu memuji Tuhan karena kita telah menerima Dia sebagai Roh pemberi-hayat. Namun, seseorang mungkin berkata, “Apakah Anda sungguh-sungguh serius bahwa apa yang kita lakukan hanyalah memuji Tuhan?” Semakin kita bertanya apa yang seharusnya kita lakukan, semakin banyak hal yang bukan Kristus yang ditaburkan ke dalam kita. Selama ini kita berpikir bahwa diri kita sendiri perlu melakukan sesuatu, kita akan mengalami kegagalan, dan kita akan disimpangkan dari kehidupan yang sesuai dengan ekonomi Allah.

Puji Dia bahwa kita telah menerima embusan-Nya berupa Roh yang esensial dan menerima pembaptisan-Nya dengan Roh yang ekonomikal. Sekarang kita berada dalam Roh yang almuhit sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal. Mari kita lupakan usaha kita untuk mengerjakan sesuatu; marilah memuji Tuhan bahwa kita telah menerima Roh yang majemuk.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 68



February 07, 2019, 05:20:10 AM
Reply #1728
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

07 February 2019
Markus - Minggu 35 Kamis

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:17
Doa baca: “Yesus berkata kepada mereka, 'Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.'” (Mrk. 1:17)


Menempuh Kehidupan Allah bagi Kerajaan Allah


Murid-murid Tuhan telah mengikuti Dia sejak permulaan ministri-Nya. Tuhan membawa mereka maju selangkah demi selangkah ke mana pun Dia pergi. Dia bahkan membawa mereka bersama-Nya ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Ini berarti murid-murid melewati proses yang dilewati Hamba-Penyelamat. Hanya melalui kematian dan kebangkitan Tuhan, murid-murid-Nya menjadi kelanjutan-Nya. Kelanjutan ini diwahyukan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Dalam Kisah Para Rasul 1 murid-murid adalah kelanjutan Tuhan, mengikuti Dia untuk menempuh suatu kehidupan yang sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dengan menggantikan mereka dengan diri-Nya sendiri, Dia membuat mereka menjadi reproduksi-Nya, yaitu, Dia membuat mereka sama seperti Dia.

Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Dia menempuh kehidupan Allah bagi Kerajaan Allah. Dia tidak hidup menurut kebudayaan, agama, atau etika. Ini berarti para pengikut-Nya juga seharusnya menempuh kehidupan Allah bagi perkembangan Kerajaan Allah. Sebagai umat Allah, yaitu kita yang telah digantikan oleh Kristus dan dengan Kristus, kita perlu menempuh kehidupan yang mutlak milik Allah. Kita tidak seharusnya menempuh kehidupan yang bukan milik Allah Tritunggal. Kita tidak seharusnya diduduki bahkan dengan hal-hal yang baik seperti etika dan perbaikan karakter, atau diganggu oleh hal-hal itu. Sebaliknya, kita harus diduduki, secara menyeluruh dipenuhi, dengan Allah Tritunggal. Dia yang menempuh kehidupan yang sepenuhnya sesuai dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang telah menggantikan kita dengan diri-Nya sendiri, sekarang adalah Roh yang hidup melalui kita. Kita tidak seharusnya mengizinkan segala sesuatu selain Dia untuk memenuhi dan menduduki kita. (Pelajaran-Hayat Markus, berita 66, Witness Lee)


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 69


February 08, 2019, 05:33:24 AM
Reply #1729
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

08 February 2019
Markus - Minggu 35 Jumat

Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 3:17
Doa baca: “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.” (2 Kor. 3:17)


Perwujudan dan Perampungan Allah Tritunggal


Injil mewahyukan Putra. Ketika Putra datang, Dia tidak datang sendirian; sebaliknya, Dia datang bersama Bapa (Yoh. 8:29; 16:32; 14:10). Keempat Injil juga mewahyukan bahwa Putra datang oleh Roh. Tuhan Yesus dikandung dari ROH KUDUS dan dilahirkan dari Roh itu secara esensial. Karena alasan ini, Dia telah memiliki esens insani, yang Dia terima dari perawan Maria. Sebab itu, Dia dilahirkan sebagai Manusia-Allah, seorang yang adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna.

Pada umur tiga puluh, Roh turun ke atas Tuhan Yesus secara ekonomikal, dan Dia diurapi dengan Roh bagi ministri-Nya (Luk. 3:21-23). Putra datang bersama Bapa dan oleh Roh untuk menjadi perwujudan Allah Tritunggal dalam manusia Yesus Kristus. Sebagai perwujudan Allah Tritunggal, Yesus Kristus adalah tempat tinggal Allah untuk mengekspresikan Allah di antara manusia. Sebagai seorang yang merupakan perwujudan Allah Tritunggal sebagai tabernakel dan Bait Allah Tuhan Yesus memperhidupkan hayat Allah, hayat yang berada pada taraf yang tertinggi daripada etika atau moralitas. Dia memperhidupkan hayat yang sedemikian supaya hayat ini bisa berkembang menjadi Kerajaan Allah. Dalam 1 Korintus 15:45 Paulus berkata bahwa Adam yang akhir, Yesus Kristus, melalui kebangkitan menjadi Roh pemberi-hayat. Hanya ada satu Roh yang memberikan hayat, dan itu adalah Roh Allah.

Dalam Yohanes 14:23 Tuhan Yesus berkata bahwa jika kita mengasihi Dia, Bapa akan mengasihi kita dan baik Bapa maupun Putra akan datang kepada kita dan membuat tempat tinggal bersama kita. Roh itu yang datang sebagai Putra dengan Bapa adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal. Dalam Injil, Putra bersama Bapa dan oleh Roh adalah perwujudan Allah Tritunggal. Sekarang dalam Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas, Roh itu sebagai Putra bersama Bapa adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 69



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)