Author Topic: Arus Hayat  (Read 83321 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 09, 2019, 05:27:48 AM
Reply #1730
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 February 2019
Markus - Minggu 35 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Why. 2:7
Doa baca: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Siapa yang menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” (Why. 2:7)


Perampungan Ekonomi Perjanjian Baru Allah


Roh sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal ada di dalam gereja. Tubuh Kristus adalah gereja (Ef. 1:22-23), dan Bait Allah adalah rumah Allah (1 Tim. 3:15). Karena itu, mengatakan gereja adalah Tubuh Kristus dan Bait Allah berarti mengatakan gereja adalah Kerajaan Allah dan rumah Allah. Kerajaan Allah mengacu kepada hidup gereja hari ini. Sebagai orang yang berada dalam gereja, kita seharusnya memperhidupkan Kristus sampai menjadi kepenuhan Allah. Ungkapan “kepenuhan Allah” ini diwahyukan dalam Efesus 3:19.

Dalam Kitab Wahyu kita nampak ketujuh Roh keluar dari sang Kekal dan sang Penebus (Why. 1:4-5). Dalam Kitab Wahyu, Roh itu menjadi tujuh Roh. Ketujuh Roh berasal dari sang Kekal, Yang ada dan Yang sudah ada, dan Yang akan datang. Sang Kekal ini adalah Tuhan Allah, yang dalam Keluaran 3 diwahyukan sebagai Yang sudah ada, Yang ada, dan Yang akan datang.

Dalam Kitab Wahyu ketujuh Roh itu berkaitan dengan Allah Tritunggal dan ketujuh Roh itu adalah intensifikasi Allah Tritunggal. Ketujuh Roh sebagai intensifikasi Allah Tritunggal berada dalam gereja yang menang. Dalam Wahyu 2—3 kita mendengar berulang-ulang mengenai pemenang. Dalam pasal itu perkataan mengenai pemenang dan penyebutan Roh sebanyak tujuh kali berbicara kepada gereja-gereja menunjukkan bahwa apa yang Tuhan inginkan di bawah intensifikasi Allah Tritunggal adalah gereja yang menang, gereja yang mengatasi situasi yang merosot. Menurut Kitab Wahyu, gereja yang menang terampung sempurna dalam kaki pelita emas dan akhirnya, Yerusalem Baru. Ketujuh Roh sebagai intensifikasi Allah Tritunggal dalam gereja yang menang adalah perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah dalam dua tahap: mula-mula, dalam zaman ini, dengan ketujuh kaki pelita emas; kemudian, dalam kekekalan, dalam Yerusalem Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 69





February 10, 2019, 05:13:03 AM
Reply #1731
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 February 2019
Markus - Minggu 35 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Why. 2:7
Doa baca: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Siapa yang menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” (Why. 2:7)


Perampungan Ekonomi Perjanjian Baru Allah


Roh sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal ada di dalam gereja. Tubuh Kristus adalah gereja (Ef. 1:22-23), dan Bait Allah adalah rumah Allah (1 Tim. 3:15). Karena itu, mengatakan gereja adalah Tubuh Kristus dan Bait Allah berarti mengatakan gereja adalah Kerajaan Allah dan rumah Allah. Kerajaan Allah mengacu kepada hidup gereja hari ini. Sebagai orang yang berada dalam gereja, kita seharusnya memperhidupkan Kristus sampai menjadi kepenuhan Allah. Ungkapan “kepenuhan Allah” ini diwahyukan dalam Efesus 3:19.

Dalam Kitab Wahyu kita nampak ketujuh Roh keluar dari sang Kekal dan sang Penebus (Why. 1:4-5). Dalam Kitab Wahyu, Roh itu menjadi tujuh Roh. Ketujuh Roh berasal dari sang Kekal, Yang ada dan Yang sudah ada, dan Yang akan datang. Sang Kekal ini adalah Tuhan Allah, yang dalam Keluaran 3 diwahyukan sebagai Yang sudah ada, Yang ada, dan Yang akan datang.

Dalam Kitab Wahyu ketujuh Roh itu berkaitan dengan Allah Tritunggal dan ketujuh Roh itu adalah intensifikasi Allah Tritunggal. Ketujuh Roh sebagai intensifikasi Allah Tritunggal berada dalam gereja yang menang. Dalam Wahyu 2—3 kita mendengar berulang-ulang mengenai pemenang. Dalam pasal itu perkataan mengenai pemenang dan penyebutan Roh sebanyak tujuh kali berbicara kepada gereja-gereja menunjukkan bahwa apa yang Tuhan inginkan di bawah intensifikasi Allah Tritunggal adalah gereja yang menang, gereja yang mengatasi situasi yang merosot. Menurut Kitab Wahyu, gereja yang menang terampung sempurna dalam kaki pelita emas dan akhirnya, Yerusalem Baru. Ketujuh Roh sebagai intensifikasi Allah Tritunggal dalam gereja yang menang adalah perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah dalam dua tahap: mula-mula, dalam zaman ini, dengan ketujuh kaki pelita emas; kemudian, dalam kekekalan, dalam Yerusalem Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 69





February 11, 2019, 05:30:54 AM
Reply #1732
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

11 February 2019
Markus - Minggu 36 Senin

Pembacaan Alkitab: Why. 1:4-5
Doa baca: “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia kecil: Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya.” (Why. 1:4)


Kaki Pelita Emas sebagai Lambang Allah Tritunggal dan Gereja


Keseluruhan Perjanjian Baru dapat dibagi menjadi tiga bagian: keempat Injil sebagai awal, Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas sebagai perkembangan, dan Kitab Wahyu sebagai perampungan. Dalam bagian pertama, Putra bersama Bapa dan oleh Roh sebagai perwujudan Allah Tritunggal dalam Yesus Kristus sebagai kemah Allah dan Bait Allah, memperhidupkan hayat Allah untuk berkembang menjadi Kerajaan Allah. Dalam bagian kedua, Roh sebagai Putra bersama Bapa menjadi perampungan sempurna Allah Tritunggal dalam gereja sebagai Tubuh Kristus, Bait Allah, Kerajaan Allah, dan rumah Allah, memperhidupkan Kristus sampai menjadi kepenuhan Allah. Bagian ketiga, ketujuh Roh menjadi intensifikasi Allah Tritunggal dalam gereja yang menang, rampung sempurna dalam kaki pelita emas dan Yerusalem Baru.

Menurut catatan Injil Markus, para murid mengikuti Tuhan Yesus dalam proses dibawa ke dalam Dia. Dia membawa murid-murid ke dalam kematian-Nya yang almuhit, kematian yang mengakhiri segala hal yang usang, dan juga ke dalam kebangkitan-Nya yang almuhit, di mana mereka ditunaskan untuk menjadi reproduksi dan penerus-Nya. Melalui murid-murid, gereja mulai muncul, dan dalam Kitab Wahyu, Roh tujuh ganda Allah memainkan peranan yang penting. Melalui, oleh dan dengan Roh yang diperkuat, gereja menjadi kaki pelita emas yang murni.

Kaki pelita emas adalah lambang Allah Tritunggal. Emas dari kaki pelita itu melambangkan sifat ilahi, sifat Allah Bapa. Model atau bentuk kaki melambangkan Putra Allah sebagai perwujudan Bapa. Ketujuh lampu pada kaki pelita melambangkan Roh Allah sebagai ekspresi. Karena itu, dalam kaki pelita kita melihat Allah Bapa sebagai sifat, Allah Putra sebagai bentuk, dan Allah Roh sebagai ekspresi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 70



February 12, 2019, 05:56:49 AM
Reply #1733
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 February 2019
Markus - Minggu 36 Selasa

Pembacaan Alkitab: Why. 22:17
Doa baca: “Roh dan pengantin perempuan itu berkata, 'Marilah!' Siapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata, 'Marilah!' Siapa yang haus, hendaklah ia datang, dan siapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” (Why. 22:17)


Pengintensifan Allah Tritunggal bagi Hidup Gereja


Perjanjian Baru terampung dengan penuh pengharapan, berakhir dengan perkataan dorongan, dengan ketujuh Roh yang mengubah gereja yang tampaknya tidak berpengharapan menjadi kaki pelita emas yang murni. Gereja-gereja dalam zaman ini seharusnya adalah miniatur dari Yerusalem Baru.

Dalam bagian pertama dari Perjanjian Baru, keempat Injil, kita memiliki perwujudan Allah Tritunggal, dan dalam bagian kedua kita memiliki perampungan sempurna Allah Tritunggal. Yang kita miliki dalam bagian ketiga, dalam Kitab Wahyu, adalah pengintensifan Allah Tritunggal. Roh itu sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal diintensifkan menjadi tujuh Roh. Kita semua seharusnya dapat bersaksi bahwa kita berada dalam Kitab Wahyu. Karena itu, kita semua seharusnya menyadari bahwa sekarang bukanlah waktu kekecewaan, tetapi hari ini adalah hari pengintensifan, suatu hari yang penuh dengan pengharapan dan dorongan.

Dalam Kitab Wahyu kita memiliki Allah Tritunggal yang diperkuat tujuh ganda bagi hidup gereja. Namun, jika kita memandang kondisi gereja-gereja, kita akan kecewa. Tetapi jika kita memalingkan pandangan kita kepada penguatan tujuh ganda dari Allah Tritunggal, kita akan dipenuhi dengan pujian kepada Tuhan. Roh tujuh ganda ini mampu mengubah gereja yang tidak berpengharapan menjadi kaki pelita emas murni. Mengenai gereja, kita tidak seharusnya kecewa atau patah semangat. Lihatlah kaki pelita emas yang bersinar dalam zaman yang gelap dan bengkok ini. Dalam kekekalan Yerusalem Baru akan menjadi perampungan dari intensifikasi Allah Tritunggal. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa Allah kita tidak dapat dikalahkan oleh Iblis. Bahkan hari ini Allah tidak kalah, gereja-Nya tidak kalah, dan kita tidak kalah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 70



February 13, 2019, 05:29:05 AM
Reply #1734
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 February 2019
Markus - Minggu 36 Rabu

Pembacaan Alkitab: Why. 21:23
Doa baca: “Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.” (Why. 21:23)


Esens Batini Pembangunan Allah


Perampungan sempurna dari intensifikasi Allah Tritunggal adalah Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah suatu lambang dari keseluruhan umat pilihan Allah dalam Perjanjian Lama, yang diwakili oleh nama kedua belas suku Israel (Why. 21:12), dan semua orang beriman Perjanjian Baru, yang diwakili oleh nama kedua belas rasul (Why. 21:14). Karena itu, Yerusalem Baru adalah komposisi yang hidup dari umat yang Allah pilih, tebus, selamatkan, lahirkan kembali, dan diubah menjadi emas, mutiara, dan batu permata bagi pembangunan tempat kediaman Allah.

Di pusat kota Yerusalem Baru ada takhta Allah, dan dari takhta itu mengalir sungai air hayat (Why. 22:1-2). Pohon hayat seperti pohon anggur tumbuh sepanjang kedua sisi sungai itu. Air hayat dalam sungai itu adalah untuk kita minum, dan pohon hayat yang tumbuh sepanjang sungai itu adalah untuk kita makan. Dengan makan dan minum, kita disuplai dengan esens dari apa yang kita makan dan minum. Sungai air hayat dalam Yerusalem Baru mengalir di tengah-tengah jalan kota itu. Jalan ini yang adalah jalan hayat, akan memimpin, menuntun, mengatur, dan menjaga kita. Selain itu, Anak Domba juga akan menjadi lampu di mana Allah akan menjadi terang kita (Why. 21:23). Dalam Yerusalem Baru, Allah Tritunggal akan menjadi hayat kita untuk menjenuhi, memuaskan, mengatur, memimpin, dan menuntun kita. Allah Tritunggal juga akan menjadi terang kita untuk menerangi kita.

Esens batini Yerusalem Baru seharusnya juga adalah esens batini hidup gereja hari ini. Dalam hidup gereja seharusnya ada takhta Allah yang darinya mengalir Allah Tritunggal sebagai minuman kita, dengan pohon hayat sebagai makanan kita untuk memberi kita jalan hayat dan terang hayat. Esens inilah yang akan mengubah kita menjadi kaki pelita emas yang murni dan menjadikan kita batu-batu permata bagi pembangunan Yerusalem Baru dalam zaman yang akan datang.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 70



February 14, 2019, 06:26:00 AM
Reply #1735
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

14 February 2019
Lukas - Minggu 1 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:1-4
Doa baca: “Supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.” (Luk. 1:4)


Pendahuluan Injil Lukas


Injil Lukas memaparkan satu catatan tentang Penyelamat kita, Tuhan Yesus, sebagai seorang Manusia. Injil Lukas adalah Injil yang paling manis dan paling menyenangkan di antara Kitab-kitab Injil. Ketika Allah menjadi seorang manusia, Dia menjadi manis dan menyenangkan.

Lukas 1:1-2 mengatakan bahwa catatan dalam Injil ini adalah catatan mengenai kelahiran, ministri, dan kemartiran Yohanes Pembaptis, juga kelahiran, kehidupan, ministri, pengajaran, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus untuk menggenapkan penebusan Allah agar orang-orang dosa dapat diselamatkan oleh kasih karunia. Ayat 2 menunjukkan bahwa penulis kitab Injil ini, yaitu Lukas, yang adalah orang bukan Yahudi, dan seorang tabib, tidak berada di antara murid-murid yang bersama Penyelamat selama hidup-Nya di bumi. Kelompok pertama kaum beriman Perjanjian Baru, yang bersama-sama dengan sang Penyelamat dalam ministri-Nya di bumi disebut “pelayan Firman”. Firman dalam ayat 2 adalah Firman Injil yang diministrikan dan diberitakan kepada orang-orang (Kis 6:4; 8:4). Lukas 1:3-4 menunjukkan bahwa Injil ini terutama adalah mengenai riwayat hidup Penyelamat dan ditulis kepada Teofilus, yang mungkin adalah seorang beriman bukan Yahudi yang menduduki jabatan cukup penting di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi.

Injil Lukas adalah Injil yang ditulis kepada manusia pada umumnya, dan memberitakan kabar baik kepada semua orang (Luk. 2:10). Ciri khas kitab ini sama sekali bukan bersifat Yahudi, melainkan bersifat bangsa lain (4:25-28). Kitab ini adalah Injil untuk semua orang dosa, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi. Dengan demikian, urutan catatannya adalah berdasarkan moralitas, bukan berdasarkan peristiwa-peristiwa sejarah. Injil Lukas memperlihatkan bahwa Dia adalah keturunan manusia yang sejati—yaitu anak manusia dan menampilkan Penyelamat sebagai manusia sejati, normal, dan sempurna.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 1





February 15, 2019, 06:37:49 AM
Reply #1736
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://arushayat.blogspot.com/2019

15 February 2019
Lukas - Minggu 1 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:1-4, 26-31
Doa baca: “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:31)


Perbauran antara Esens Ilahi dengan Esens Insani

Subjek Injil Lukas adalah Manusia-Penyelamat dan penyelamatan-Nya dalam standar moralitas yang tertinggi. Menurut Injil Lukas, Penyelamat kita hidup, berperilaku, dan bekerja dalam standar moralitas tertinggi. Selain itu, penyelamatan-Nya dilaksanakan dalam standar moralitas tertinggi.

Tuhan Yesus adalah Manusia-Penyelamat. Sebagai Manusia-Penyelamat, Dia dikandung dari ROH KUDUS dengan esens ilahi. Tidak seperti riwayat hidup lainnya, Lukas juga mencatat keterkandungan-Nya saat ia menulis riwayat hidupnya. Manusia-Penyelamat ini bukan dikandung dari seorang manusia, melainkan dari ROH KUDUS dengan esens ilahi. ROH KUDUS adalah Allah itu sendiri yang mencapai manusia. Ini berarti, ketika Allah mencapai manusia, Dia adalah ROH KUDUS. Dengan keterkandungan Manusia-Penyelamat ini, ROH KUDUS masuk ke dalam keinsanian. Manusia-Penyelamat ini dikandung dari ROH KUDUS bukan hanya dengan sifat ilahi melainkan dengan esens ilahi.

Manusia-Penyelamat ini lahir dari seorang dara manusia dengan esens insani. Dalam Lukas 1:27 dan 31 kita melihat bahwa seorang dara bernama Maria mengandung dan melahirkan seorang Putra yang bernama Yesus. Karena Manusia-Penyelamat ini dikandung dari ROH KUDUS dengan esens ilahi dan lahir dari seorang dara manusia dengan esens insani, maka Dia memiliki dua esens, ilahi dan insani. Pada-Nya ada perbauran esens ilahi dengan esens insani. Keterkandungan adalah pembauran, bukan hanya suatu penambahan, sama seperti teh dibaurkan dengan air, tidak menghasilkan sifat ketiga. Penyelamat kita adalah Persona dengan dua esens—ilahi dan insani—dibaurkan bersama tanpa menghasilkan sifat ketiga. Meskipun Tuhan memiliki dua esens, Dia masih tetap adalah satu Persona yang lengkap, yang adalah Allah dan manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 1




February 16, 2019, 05:41:22 AM
Reply #1737
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://arushayat.blogspot.com/2019

16 February 2019
Lukas - Minggu 1 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:26-31; 1 Yoh. 4:8
Doa baca: “Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yoh. 4:8)


Atribut Ilahi dan Kebajikan Insani


Sebagai Manusia-Penyelamat, Tuhan Yesus memiliki sifat ilahi dengan atribut ilahi dan sifat insani dengan kebajikan insani. Atribut ilahi berhubungan dengan hakiki Allah dan apa yang Allah miliki. Karena Tuhan Yesus dikandung dari ROH KUDUS dengan esens ilahi, maka Dia memiliki sifat ilahi dengan atribut ilahi. Karena Dia lahir dari dara manusia dengan esens insani, maka Dia memiliki kebajikan insani. Dia adalah seorang Manusia yang menempuh suatu kehidupan insani, tetapi dalam kehidupan insani itu atribut ilahi diekspresikan.

Injil Yohanes menunjukkan bahwa Allah mengekspresikan diri-Nya sendiri di dalam manusia. Menurut Yohanes 1:1 dan 14, pada mulanya adalah Firman, Firman itu adalah Allah, dan Firman yang adalah Allah menjadi daging. Allah menjadi daging untuk menempuh suatu kehidupan yang mengekspresikan diri-Nya dalam keinsanian. Dalam Injil Yohanes penekanannya adalah Allah mengekspresikan diri-Nya di dalam manusia. Tetapi dalam Injil Lukas penekanannya adalah seorang Manusia yang menempuh suatu kehidupan untuk mengekspresikan Allah. Tuhan Yesus lahir dengan semua kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah, tetapi tidak memiliki apa-apa yang berhubungan dengan sifat manusia yang jatuh (Yoh. 1:14; Rm. 8:3). Pembentukan Manusia-Penyelamat ini, susunan-Nya, adalah satu susunan dari atribut ilahi dan kebajikan insani. Dalam Manusia-Penyelamat ini manusia dan Allah, Allah dan manusia, dibaurkan untuk membentuk satu susunan yang penuh dengan atribut ilahi dan kebajikan insani.

Jika kita membaca Injil Lukas dengan teliti, kita akan nampak bahwa atribut ilahi memperkaya kebajikan insani. Alkitab mewahyukan dengan jelas bahwa Allah itu kasih (1 Yoh. 4:8) dan bahwa Allah mengasihi (Yoh. 3:16), kita juga harus mengasihi orang lain (Rm. 13:9). Kehidupan Tuhan adalah kehidupan satu susunan yang ajaib dari keilahian dan keinsanian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 1







February 17, 2019, 05:08:22 AM
Reply #1738
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 February 2019
Lukas - Minggu 1 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:26-31; 1 Yoh. 4:8
Doa baca: “Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yoh. 4:8)


Atribut Ilahi dan Kebajikan Insani


Sebagai Manusia-Penyelamat, Tuhan Yesus memiliki sifat ilahi dengan atribut ilahi dan sifat insani dengan kebajikan insani. Atribut ilahi berhubungan dengan hakiki Allah dan apa yang Allah miliki. Karena Tuhan Yesus dikandung dari ROH KUDUS dengan esens ilahi, maka Dia memiliki sifat ilahi dengan atribut ilahi. Karena Dia lahir dari dara manusia dengan esens insani, maka Dia memiliki kebajikan insani. Dia adalah seorang Manusia yang menempuh suatu kehidupan insani, tetapi dalam kehidupan insani itu atribut ilahi diekspresikan.

Injil Yohanes menunjukkan bahwa Allah mengekspresikan diri-Nya sendiri di dalam manusia. Menurut Yohanes 1:1 dan 14, pada mulanya adalah Firman, Firman itu adalah Allah, dan Firman yang adalah Allah menjadi daging. Allah menjadi daging untuk menempuh suatu kehidupan yang mengekspresikan diri-Nya dalam keinsanian. Dalam Injil Yohanes penekanannya adalah Allah mengekspresikan diri-Nya di dalam manusia. Tetapi dalam Injil Lukas penekanannya adalah seorang Manusia yang menempuh suatu kehidupan untuk mengekspresikan Allah. Tuhan Yesus lahir dengan semua kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah, tetapi tidak memiliki apa-apa yang berhubungan dengan sifat manusia yang jatuh (Yoh. 1:14; Rm. 8:3). Pembentukan Manusia-Penyelamat ini, susunan-Nya, adalah satu susunan dari atribut ilahi dan kebajikan insani. Dalam Manusia-Penyelamat ini manusia dan Allah, Allah dan manusia, dibaurkan untuk membentuk satu susunan yang penuh dengan atribut ilahi dan kebajikan insani.

Jika kita membaca Injil Lukas dengan teliti, kita akan nampak bahwa atribut ilahi memperkaya kebajikan insani. Alkitab mewahyukan dengan jelas bahwa Allah itu kasih (1 Yoh. 4:8) dan bahwa Allah mengasihi (Yoh. 3:16), kita juga harus mengasihi orang lain (Rm. 13:9). Kehidupan Tuhan adalah kehidupan satu susunan yang ajaib dari keilahian dan keinsanian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 1



February 18, 2019, 05:42:20 AM
Reply #1739
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

18 February 2019
Lukas - Minggu 2 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 10:30-37
Doa baca: “Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” (Luk. 10:33)


Standar Moralitas yang Tertinggi


Penyelamatan Manusia-Penyelamat, yang ada dalam standar moralitas yang tertinggi ini, adalah satu penyelamatan dalam kebajikan insani Tuhan dengan atribut ilahi-Nya. Penyelamatan yang demikian ini diilustrasikan dalam perumpamaanperumpamaan Injil dan diperlihatkan dalam kasuskasus Injil yang tercatat dalam Injil Lukas.

Tiga perumpamaan dalam Lukas 15 mengilustrasikan penyelamatan ManusiaPenyelamat dalam standar moralitas yang tertinggi. Ketiganya itu membentuk satu satuan yang lengkap. Gembala yang baik melambangkan Allah Putra sebagai gembala kita, perempuan itu melambangkan ROH KUDUS, dan bapa yang mengasihinya melambangkan Allah Bapa. Maka, dalam ketiga perumpamaan itu ada Trinitas yang bekerja bersama-sama untuk mencari, menyelamatkan, dan menerima orang dosa yang bertobat. Gembala yang baik mengasihi domba yang hilang, perempuan itu memustikakan keping yang hilang, dan bapa yang mengasihi menerima anak yang hilang ketika dia kembali.

Kisah Zakheus (Luk. 19:1-10) mewahyukan bahwa Tuhan hidup menurut standar moralitas tertinggi. Meskipun Zakheus adalah pemungut cukai, tetapi ia mencari Manusia-Penyelamat ini. Reaksi Manusia-Penyelamat ini jauh melampaui apa yang diharapkan Zakheus. Ia tidak terganggu oleh fakta bahwa Zakheus adalah seorang hina, seorang yang ditentang oleh masyarakat. Tuhan pergi bersama Zakheus dan menumpang di rumahnya. Bahkan ketika Yesus di kayu salib, Dia bertindak dalam standar moralitas tertinggi sehubungan dengan dua penjahat yang disalibkan bersama Dia. Salah seorang dari penjahat itu berkata kepada Tuhan Yesus, “Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (23:42), ManusiaPenyelamat segera menjawab “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (23:43).


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 2



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)