Author Topic: Arus Hayat  (Read 82235 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

February 19, 2019, 05:41:57 AM
Reply #1740
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

19 February 2019
Lukas - Minggu 2 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 10:33-35; 2:8-10
Doa baca: “Kata malaikat itu kepada mereka, 'Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.'” (Luk. 2:10)


Kristus yang Hidup di dalam Kita


Hari ini Kristus yang hidup di dalam kita adalah Kristus yang memiliki kebajikan insani yang diperkaya dan diperkuat oleh atribut ilahi. Sewaktu Dia berada di bumi, Dia menempuh suatu kehidupan dalam standar moralitas yang tertinggi. Kehidupan yang demikian adalah satu susunan dari atribut ilahi dan kebajikan insani. Memang, Tuhan Yesus menempuh kehidupan yang demikian di luar murid-murid, tetapi sejak kebangkitan-Nya, Dia menempuh kehidupan yang demikian ini di dalam kaum beriman. Ini berarti bahwa di dalam kita hari ini, Manusia-Penyelamat ini masih tetap menempuh suatu kehidupan dalam standar moralitas yang tertinggi, suatu kehidupan yang merupakan susunan dari atribut ilahi dan kebajikan insani. Jika kita nampak hal ini, kita akan berkata bersama Paulus, “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Kehidupan yang Dia tempuh di bumi itu sekarang hendak ditempuhnya di dalam kita.

Injil Lukas menyajikan sang Penyelamat sebagai seorang Manusia yang sejati, bermoral, dan sempurna. Manusia ini mewahyukan Allah di tengah-tengah manusia melakukan kasih karunia penyelamatan-Nya kepada manusia yang telah jatuh. Dalam Injil Lukas, Allah diwahyukan sebagai seorang Manusia yang menyelamatkan orang-orang dosa oleh kasih karunia-Nya.

Dalam kitab ini terdapat satu gambaran seorang Manusia yang sejati, bermoral, dan sempurna, seorang Manusia yang mewahyukan Allah dalam kasih karunia penyelamatan-Nya kepada manusia yang telah jatuh. Manusia ini bukan mewahyukan diri-Nya sendiri. Sebaliknya, Dia mewahyukan Allah dalam kasih karunia penyelamatan-Nya. Dalam segala sesuatu yang Dia lakukan dan katakan, Dia adalah seorang Manusia yang sejati, lengkap, bermoral, dan sempurna yang mewahyukan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 2


February 20, 2019, 05:49:43 AM
Reply #1741
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 February 2019
Lukas - Minggu 2 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk.1:1-4; 4:25-27; Kej. 1:26
Doa baca: “Berfimanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.'” (Kej. 1:26)


Kehidupan yang Dituntut oleh Allah


Mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah itu berarti bahwa manusia diciptakan menurut hakiki Allah yang adalah kasih, ekspresi Allah yang adalah terang, sifatnya yang kudus, dan tindakan-tindakan-Nya yang benar. Namun, pada waktu diciptakan, manusia tidak memiliki Allah di dalamnya. Karena itu, Allah menempatkan manusia yang diciptakan-Nya di depan pohon hayat. Ini menunjukkan bahwa manusia yang diciptakan Allah perlu menerima Allah ke dalamnya sebagai hayatnya. Jika manusia mengambil Allah ke dalamnya sebagai hayatnya, maka atribut ilahi seperti kasih, terang, kudus, dan benar juga akan masuk ke dalam manusia. Manusia tidak dapat memiliki realitas atribut ini tanpa menerima Allah ke dalamnya sebagai hayatnya. Kita tahu bahwa menurut Kitab Kejadian manusia telah gagal menerima Allah ke dalamnya sebagai hayatnya.

Satu hari, Allah sendiri menjadi seorang Manusia bernama Yesus. Manusia ini dikandung dari esens ilahi dan lahir dari esens insani, esens yang diciptakan oleh Allah dalam manusia. Ini berarti esens insani yang dimiliki Tuhan Yesus itu diciptakan oleh Allah menurut hakiki-Nya – esens insani dengan penampilan kasih, terang, kudus, dan benar Allah. Tuhan Yesus, Manusia-Allah, adalah satu susunan esens ilahi dengan semua atribut ilahi dan esens insani dengan semua kebajikan insani. Ketika Dia di bumi, Dia menempuh suatu kehidupan yang merupakan satu susunan atribut ilahi dan kebajikan insani. Ini adalah standar moralitas yang tertinggi. Standar moralitas yang tertinggi adalah kehidupan-Nya – hayat-Nya adalah satu susunan dari Allah dengan atribut ilahi dan manusia dengan kebajikan insani. Moralitas yang dimaksud adalah standar kehidupan yang dituntut Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 2


February 21, 2019, 05:21:30 AM
Reply #1742
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 February 2019
Lukas - Minggu 2 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:5-20
Doa baca: “Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” (Luk. 1:6)


Keterkandungan Pelopor


Manusia-Penyelamat yang Ajaib Zakharia dan Elisabet adalah umat pilihan Allah, yang dipelihara dalam pengawalan hukum Taurat Perjanjian Lama. Mereka dibawa oleh hukum Taurat agar menjadi berguna bagi Allah untuk permulaan Injil dalam Perjanjian Baru. Dalam Lukas 1:6 kita nampak bahwa mereka hidup benar di pandangan Allah. Di sini “benar” berarti menjadi benar, tidak bercela dalam pandangan Allah menurut perintah-perintah dan ketentuanketentuan Perjanjian Lama. Ini bukan berarti bahwa orang-orang benar ini tidak berdosa, tanpa sifat dosa, dan tanpa dosa-dosa. Mereka tak bercela, tetapi bukan sempurna. Dalam lambang, mereka tetap memerlukan kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah yang tidak bercacat untuk pendamaian mereka sehingga mereka dapat berhubungan dengan Allah.

Pelopor Manusia-Penyelamat, Yohanes Pembaptis, bukan dikandung oleh kekuatan alamiah orang tuanya, karena mereka sudah terlalu tua, melainkan kedaulatan Tuhan. Jadi, mereka memberi kesempatan kepada Allah untuk mulai membawa masuk Injil-Nya bukan dengan kekuatan alamiah manusia tetapi dengan tindakan ilahi-Nya. Zakharia telah berdoa agar istrinya melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Ini menunjukkan bahwa doa kita melaksanakan penyaluran Allah, menyiratkan bahwa kekuatan alamiah kita harus diakhiri agar operasi Allah dapat dimulai dengan tindakan ilahi-Nya.

Allah datang untuk membuat Zakharia dan Elisabet mempunyai anak dengan cara yang ajaib. Maka, keterkandungan Yohanes Pembaptis adalah oleh kuat kuasa ilahi dengan cara yang ajaib. Dalam Lukas 1:13 kita nampak anak yang dilahirkan bagi Zakharia dan Elisabet akan dinamai Yohanes yang dalam bahasa Yunaninya berarti Yehova berkenan, Yehova memperlihatkan kasih karunia atau Yehova adalah sang Pemberi yang murah hati.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 3



February 22, 2019, 05:38:05 AM
Reply #1743
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

22 February 2019
Lukas - Minggu 2 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:21-35
Doa baca: “Sesungguhnya Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:31)


Keterkandungan Manusia-Penyelamat


Manusia-Penyelamat ini dikandung dari ROH KUDUS dengan esens ilahi (Luk. 1:35) dalam seorang dara manusia dengan esens insani. Dalam Lukas 1:25-26 terdapat catatan tentang keterkandungan-Nya. Galilea adalah sebuah daerah yang tidak terkenal, dan Nazaret adalah sebuah kota yang diremehkan orang. Dara Maria hidup di sebuah kota yang diremehkan, di suatu wilayah yang tidak memiliki ketenaran, namun Maria adalah keturunan keluarga raja dari Raja Daud. Dalam ayat 31 malaikat Gabriel berkata, “Sesungguhnya Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” “Yesus” adalah bahasa Yunani yang sama dengan Yosua dalam bahasa Ibrani (Bil. 13:16), yang berarti Yehova Juruselamat atau keselamatan Yehova. Maka, Yesus bukan hanya seorang Manusia melainkan Yehova, yang menjadi keselamatan kita. Jadi, Dia adalah Penyelamat kita, Dia adalah Yosua kita yang membawa kita masuk ke dalam perhentian (Ibr. 4:8; Mat. 11:28-29), yang adalah diri-Nya sendiri sebagai tanah permai bagi kita.

Manusia-Penyelamat dikandung dari ROH KUDUS. Matius 1:18 dan 20 memberi tahu kita bahwa Maria “mengandung dari ROH KUDUS”, dan “anak yang di dalam kandunganya adalah dari ROH KUDUS”. Ini menunjukkan bahwa esens ilahi yang berasal dari ROH KUDUS telah terkandung dalam rahim Maria sebelum dia melahirkan Yesus. Keterkandungan dari ROH KUDUS dalam anak dara manusia, yang digenapkan dengan esens ilahi dan insani, menyusun satu pembauran antara sifat ilahi dengan sifat insani, menghasilkan seorang Manusia-Allah, yaitu seorang yang adalah Allah yang lengkap juga manusia yang sempurna, memiliki sifat ilahi dan sifat insani secara nyata, tetapi tidak menghasilkan sifat ketiga. Inilah Persona Yesus yang paling ajaib dan paling unggul – Yehova Sang Penyelamat


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 3




February 23, 2019, 05:41:39 AM
Reply #1744
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 February 2019
Lukas - Minggu 2 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:15; 31-38
Doa baca: “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya.” (Luk. 1:32)


Lahir sebagai Anak Allah dan Keturunan Daud


Karena Tuhan Yesus dikandung dari Allah Roh, Dia adalah Putra Allah. Mengenai Dia, Lukas 1:32 mengatakan, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi,” Yang Mahatinggi adalah satu gelar ilahi. Lukas 1:35 mengatakan bahwa “anak yang kudus” yang lahir dari Maria akan disebut Anak Allah. Kerena keterkandungan itu berasal dari ROH KUDUS, maka apa yang dilahirkan dari keterkandungan itu adalah hal yang kudus, sesuatu yang kudus secara mendasar. Inilah Yesus Penyelamat kita, yang dikandung dari ROH KUDUS dan lahir dari seorang dara manusia, adalah Anak Allah yang Mahatinggi, dan pada waktu yang sama Dia adalah anak seorang bangsawan, Raja Daud (Mat. 1:1; 22:45). StatusNya adalah ilahi dan insani.

Lukas 1:33 melanjutkan, “Dan Ia akan memerintah atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Yesus akan mendapatkan keluarga Yakub, yaitu bangsa Israel, sebagai pusat pemerintahan-Nya (Kis. 1:6; 15:16), yang melaluinya Dia akan memerintah atas seluruh dunia sebagai kerajaan-Nya (Why. 11:15), pertama-tama dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4, 6) dan kemudian dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (Why. 22:3, 5).

Dalam firman yang singkat yang dikatakan kepada Maria oleh malaikat itu terdapat satu wahyu yang jelas bahwa Dia yang akan lahir dari Maria adalah Allah dan manusia. Karena Dia dikandung dari ROH KUDUS, maka Dia adalah Anak Allah. Karena Dia juga dikandung dari dara manusia, maka Dia adalah Anak Manusia. Pada aspek ilahi, Dia adalah Anak Allah; pada aspek insani, Dia adalah Anak Manusia. Menurut aspek insani, Dia adalah keturunan Daud untuk mewarisi takhta Daud dan untuk memerintah atas keluarga Yakub selamalamanya dalam kerajaan kekal-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 3



February 24, 2019, 04:48:20 AM
Reply #1745
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 February 2019
Lukas - Minggu 2 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:15; 31-38
Doa baca: “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya.” (Luk. 1:32)


Lahir sebagai Anak Allah dan Keturunan Daud


Karena Tuhan Yesus dikandung dari Allah Roh, Dia adalah Putra Allah. Mengenai Dia, Lukas 1:32 mengatakan, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi,” Yang Mahatinggi adalah satu gelar ilahi. Lukas 1:35 mengatakan bahwa “anak yang kudus” yang lahir dari Maria akan disebut Anak Allah. Kerena keterkandungan itu berasal dari ROH KUDUS, maka apa yang dilahirkan dari keterkandungan itu adalah hal yang kudus, sesuatu yang kudus secara mendasar. Inilah Yesus Penyelamat kita, yang dikandung dari ROH KUDUS dan lahir dari seorang dara manusia, adalah Anak Allah yang Mahatinggi, dan pada waktu yang sama Dia adalah anak seorang bangsawan, Raja Daud (Mat. 1:1; 22:45). StatusNya adalah ilahi dan insani.

Lukas 1:33 melanjutkan, “Dan Ia akan memerintah atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Yesus akan mendapatkan keluarga Yakub, yaitu bangsa Israel, sebagai pusat pemerintahan-Nya (Kis. 1:6; 15:16), yang melaluinya Dia akan memerintah atas seluruh dunia sebagai kerajaan-Nya (Why. 11:15), pertama-tama dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4, 6) dan kemudian dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (Why. 22:3, 5).

Dalam firman yang singkat yang dikatakan kepada Maria oleh malaikat itu terdapat satu wahyu yang jelas bahwa Dia yang akan lahir dari Maria adalah Allah dan manusia. Karena Dia dikandung dari ROH KUDUS, maka Dia adalah Anak Allah. Karena Dia juga dikandung dari dara manusia, maka Dia adalah Anak Manusia. Pada aspek ilahi, Dia adalah Anak Allah; pada aspek insani, Dia adalah Anak Manusia. Menurut aspek insani, Dia adalah keturunan Daud untuk mewarisi takhta Daud dan untuk memerintah atas keluarga Yakub selamalamanya dalam kerajaan kekal-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 3



February 25, 2019, 05:37:21 AM
Reply #1746
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

25 February 2019
Lukas - Minggu 3 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 1: 39-45
Doa baca: “Lalu berseru dengan suara nyaring, ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.’” (Luk. 1:42)


Berkat dari Elisabet


Lukas 1:41 mengatakan, “Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan ROH KUDUS”. Elisabet adalah ibu Yohanes Pembaptis dan saudara sepupu Maria. Tentu saja, Elisabet jauh lebih tua daripada Maria. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, maka bayi yang ada di dalam rahim Elisabet pun melonjak. Pelopor Manusia-Penyelamat melonjak girang bertemu dengan Sang Penyelamat, walaupun ketika itu keduanya masih berada di dalam rahim ibu mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa ia penuh dengan ROH KUDUS. Melalui dipenuhi dengan Roh itu, Elisabet memberkati Maria, ibu Manusia-Penyelamat.

Dalam ayat 43 Elisabet berkata, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang menjumpai aku?” Elisabet yang dipenuhi ROH KUDUS mengenal buah rahim Maria sebagai Tuhannya. Ini menunjukkan bahwa ia mengakui ke-Allahan Anak yang dilahirkan dari Maria (Mzm. 110:1; Mat. 22:43-45). Sekarang kita nampak di dalam ayat 43 bahwa Elisabet mengenal Dia yang insani ini adalah Tuhannya. Bahkan sebelum kelahiran-Nya, Elisabet mengenal bahwa Tuhan Yesus, ManusiaPenyelamat ini, adalah manusia dan Allah. Elisabet juga memberkati Maria dalam ayat 45: “Berbahagialah ia yang percaya, sebab apa yang di katakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” Berlawanan dengan Zakharia yang tidak percaya (ayat 20), Maria percaya kepada apa yang dikatakan malaikat itu kepadanya. Elisabet berkata kepada Maria bahwa hal-hal yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan terlaksana. Berkat Elisabet oleh ROH KUDUS (Luk. 1:41) menyatakan keinsanian Penyelamat sebagai “buah” dan ke-Allahan Penyelamat sebagai “Tuhan” (ayat 43). Berkatnya juga memperkuat iman Maria kepada Firman Tuhan. Berkat yang demikian menunjukkan bahwa Elisabet juga seorang perempuan yang beribadah, layak dipakai Allah untuk merampungkan ketetapan kehendakNya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 4



February 26, 2019, 05:47:08 AM
Reply #1747
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 February 2019
Lukas - Minggu 3 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:46-56
Doa baca: “Dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.” (Luk. 1:47)


Pujian dari Maria


Ketika Elisabet melihat Maria, ia memberkatinya. Maria menjawab berkat ini bukan dengan memberkati Elisabet, melainkan dengan mempersembahkan pujian kepada Allah. Pujian puitis Maria mengutip banyak perkataan Perjanjian Lama. Ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang perempuan yang beribadah, layak menjadi saluran bagi inkarnasi Penyelamat, dan bahwa Tuhan Yesus akan bertumbuh dalam satu keluarga yang penuh dengan pengetahuan dan kedambaan terhadap firman kudus Allah. Pujian Maria menunjukkan bahwa untuk dipakai oleh Allah, kita perlu memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu pengetahuan yang tepat terhadap firman Allah.

Dalam Lukas 1:46-47 Maria berkata, “Jiwaku memuliakan (mengagungkan) Tuhan, dan hatiku telah bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Tl.). Pertama-tama roh Maria bergembira karena Allah, kemudian jiwanya mengagungkan Tuhan. Pujiannya kepada Allah berasal dari rohnya dan diekspresikan melalui jiwanya. Rohnya dipenuhi dengan sukacita karena Allah juruselamatnya, dan jiwanya menyatakan sukacitanya itu untuk mengangungkan Tuhan. Rohnya bergembira karena Allah disebabkan oleh kenikmatannya terhadap Allah Juruselamatnya, dan jiwanya mengagungkan Tuhan karena Dia meninggikan Tuhan, Yehova, sang Adalah yang agung.

Pujian Maria adalah untuk mengagungkan Tuhan berdasarkan pengalamannya terhadap Allah sebagai Juruselamatnya melalui rahmat-Nya yang tidak berkesudahan (ayat 47-50) dan berdasarkan pengamatannya terhadap orang lain atas perbuatanperbuatan Allah yang setia dan penuh rahmat (ayat 51-55). Ketika kita menikmati Allah sebagai Juruselamat kita, bergembira karena-Nya, kita akan mengagungkan Dia sebagai Tuhan kita. Melayani Tuhan itu terutama bukan untuk melakukan sesuatu bagi Dia. Sebaliknya, aspek yang paling penting dari melayani Tuhan adalah mengagungkan Dia. Maria menikmati Allah dalam rohnya sebagai Yang menyelamatkannya, dan jiwanya mengagungkan Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 4



February 27, 2019, 05:52:17 AM
Reply #1748
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 February 2019
Lukas - Minggu 3 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:48-56
Doa baca: “Seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” (Luk. 1:55)


Memuji Rahmat Allah dan Perbuatan-perbuatan-Nya yang Perkasa


Rahmat Allah dan kasih karunia-Nya adalah ekspresi kasih-Nya. Ketika kita berada dalam satu keadaan yang kasihan, rahmat-Nya yang pertamatama mencapai kita dan membawa kita masuk ke dalam satu situasi di mana Allah dapat memperkenan kasih karunia-Nya. Baik Maria maupun Zakharia menekankan rahmat Allah, mereka menyadari kedudukan mereka yang rendah, dan dengan rendah hati mengakui bahwa mereka tidak layak menuju perkenan Allah. Rahmat Allah mencapai lebih jauh dan menjembatani pemisah di antara kita dan kasih karunia Allah. Dalam pujian Maria, ia menyadari bahwa ia dan seluruh umat pada waktu itu berada dalam keadaan yang kasihan, karena itu, mereka memerlukan rahmat Allah.

Maria memuji Allah atas rahmat-Nya dan atas perbuatan-perbuatan-Nya yang perkasa. Allah melakukan hal-hal yang perkasa sewaktu memelihara umat-Nya dalam keadaan mereka yang rendah. Baik Maria maupun Zakharia bukan hanya menekankan rahmat Allah tetapi juga kesetiaanNya (ayat 70-72). Rahmat Allah memelihara keadaan mereka, dan kesetiaan-Nya memelihara kedudukan-Nya supaya Dia dapat memperkenan mereka dengan perbuatan-perbuatan-Nya yang murah hati.

Kita harus mengapresiasi pujian Maria. Ketika ia memanjatkan pujian ini, ia adalah seorang perempuan muda. Sekalipun begitu, ia dapat mempersembahkan satu pujian, susunan kutipan dari Perjanjian Lama yang berhubungan dengan pengalamannya sendiri terhadap Allah sebagai Penyelamat dan Tuhannya. Pujian Maria ini tidaklah doktrinal; sebaliknya, penuh dengan pengalaman. Maria mengatakan bahwa rohnya bergembira karena Allah Juruselamatnya dan jiwanya mengagungkan Tuhan. Ia dapat berbicara mengenai rahmat Allah dan perbuatan-perbuatanNya yang perkasa dalam memperhatikan umat-Nya menurut janji-janji yang setia yang diberikan kepada nenek moyang mereka.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 4



February 28, 2019, 06:17:03 AM
Reply #1749
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 February 2019
Lukas - Minggu 3 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:57-66
Doa baca: “Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.” (Luk. 1:58)


Kelahiran Pelopor Manusia-Penyelamat


Keterkandungan Manusia-Penyelamat adalah dari ROH KUDUS dengan esens ilahi di dalam rahim seorang dara manusia dengan esens insani, yang adalah inkarnasi Allah, yang menghasilkan manusia-Allah dan memiliki dua sifat—sifat ilahi dan insani. Sementara itu, hasil keterkandungan Yohanes sebagai pelopor-Nya, hanyalah seorang manusia, seorang yang penuh dengan Roh Allah (Luk. 1:15) tetapi kekurangan sifat Allah.

Yohanes Pembaptis lahir dari ibunya secara ajaib. Ketika beberapa orang akan menamai pelopor Manusia-Penyelamat ini “Zakharia menurut nama bapaknya,” ibunya menjawab dan berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes” (Luk. 1:59- 60). Kemudian beberapa orang itu selanjutnya berkata, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian” (ayat 61). Ketika mereka memberi isyarat kepada bapaknya untuk bertanya nama apa yang diberikannya kepada anak itu, ia menulis di atas sebuah batu tulis, “Namanya adalah Yohanes” (ayat 63). Dalam Lukas 1:13 Zakharia diberi tahu oleh malaikat bahwa Elisabet akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia harus menamainya Yohanes. Dari bahasa Ibrani, Yehohanan yang disingkat menjadi Yohanan. Bahasa Yunaninya adalah Ioannes, yang berarti Yehova berkenan, Yehova menunjukkan kasih karunia, atau Yehova Pemberi yang murah hati. Orang-orang itu memang benar saat mengatakan bahwa tidak ada seorang pun dari sanak saudara Elisabet yang bernama Yohanes. Pelopor Tuhan diberi nama ini karena ia akan menjadi seorang yang tidak akan memelihara tradisi-tradisi.

Setelah Zakharia menulis nama Yohanes di atas batu itu, “Seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah” (ay. 64). Menurut ayat 67, ketika Zakharia bernubuat, ia dipenuhi dengan ROH KUDUS


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 5



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)