Author Topic: Arus Hayat  (Read 85362 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 01, 2019, 07:43:11 AM
Reply #1750
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

01 March 2019
Lukas - Minggu 3 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:67-80
Doa baca: “Oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, yang dengannya Ia akan datang untuk menyelamatkan kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi.” (Luk. 1:78)


Mengenai Pergerakan Penebusan Allah untuk Menyelamatkan Umat-Nya


Dalam Lukas 1:68 tercatat permulaan nubuat Zakharia: “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.” Di sini kita nampak bahwa nubuat Zakharia adalah mengenai pergerakan penebusan Allah untuk menyelamatkan umat-Nya, yaitu sesuai dengan perjanjian-Nya yang kudus, melalui rahmat-Nya yang limpah, membangkitkan Kristus.

Dalam keinsanian-Nya, Kristus adalah tanduk keselamatan dalam rumah Daud; dalam keilahianNya, Kristus adalah Surya yang bersinar dari tempat tinggi (ayat 68-73, 76-79). Tanduk menandakan kekuatan berperang. Maka, tanduk keselamatan adalah kekuatan berperang dari keselamatan Allah di dalam rumah Daud. Frasa “rumah Daud” menunjukkan bahwa keselamatan ini berada dalam keinsanian Manusia-Penyelamat.

Setelah membicarakan Kristus dalam keinsaian-Nya, Zakharia selanjutnya membicarakan Dia dalam keilahian-Nya (ayat 78- 79). Yesus Penyelamat adalah fajar yang merekah bagi zaman yang gelap. Kedatangan-Nya mengakhiri malam Perjanjian Lama dan memulai hari Perjanjian Baru. Sebagai buah dalam berkat Elisabet (ayat 42), Dia adalah hayat bagi kita (Yoh. 14:6); sebagai surya dalam nubuat Zakharia, Dia adalah terang bagi kita (Yoh. 9:5; Mat. 4:16). Sebagai Yang demikian, Dia adalah Penggenap dan pusat penebusan Allah supaya umat-Nya mendapatkan keselamatan. Dalam Lukas 1:78 Zakharia membicarakan Tuhan sebagai surya yang terbit dari tempat tinggi. Tanduk keselamatan berasal dari rumah Daud, sedangkan Surya yang terbit berasal dari tempat yang tinggi, yaitu, dari Allah. Pekerjaan penebusan Allah bagi keselamatan umat-Nya digenapkan oleh kebangkitan Kristus dalam dua aspek, yaitu sebagai Surya keselamatan dan tanduk yang terbit.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 5



March 02, 2019, 03:28:24 PM
Reply #1751
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 March 2019
Lukas - Minggu 3 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:67-80
Doa baca: “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohhnya, Ia tinggal di padang gurun sampai hari ketika ia harus menampakkan diri kepada Israel.” (Luk. 1:80)


Masa Muda Pelopor Manusia-Penyelamat


Dalam Lukas 1:76-77, Zakharia menubuatkan mengenai anaknya sendiri, pelopor ManusiaPenyelamat. Zakharia bernubuat bahwa pelopor itu akan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya. Nubuat Zakharia memberikan lebih banyak terang mengenai pergerakan Allah di bumi daripada terang yang diberikan oleh berkat Elisabet dan pujian Maria. Dalam nubuat ini kita nampak satu wahyu tentang Kristus dalam Persona ilahiinsani-Nya dan pekerjaan penyelamatan-Nya.

Lukas 1:80 membicarakan masa kecil pelopor Manusia-Penyelamat. Ayat 80 ini menyinggung dua hal: bahwa pelopor ini menjadi kuat rohnya dan bahwa ia ada di padang gurun sampai hari ketika ia menampakkan diri kepada Israel. Bertumbuh dan menjadi kuat dalam roh berarti dia bersama dengan Allah dan bagi Allah. Hidup di padang gurun berarti dia terpisah dari kebudayaan dan agama manusia, supaya Allah memiliki jalan yang bebas dan tanpa hambatan menggunakan dia sebagai pelopor dan penyelamat. Dengan hidup di padang gurun, Yohanes terputus dari segala sesuatu yang berasal dari latar belakangnya. Ia adalah orang Yahudi, tetapi ia tidak hidup sebagai imam. Sebaliknya, pelopor Tuhan ini hidup sebagai orang yang tidak berbudaya. Dari Matius 3:3 kita nampak bahwa pelopor Manusia-Penyelamat ini memulai ministriNya di padang gurun. Ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru-Nya dimulai dengan satu cara yang mutlak baru. Karena itu, Yohanes pembaptis datang, memberitakan di padang gurun Yudea (Mat. 3:1).

Kata “padang gurun” dalam Lukas 1:80, Matius 3:1, 3, menunjukkan bahwa cara baru dari ekonomi Perjanjian Baru Allah itu berlawanan dengan agama dan kebudayaan. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang lama yang akan tinggal, dan bahwa sesuatu yang baru akan didirikan


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 5



March 03, 2019, 08:52:33 AM
Reply #1752
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 March 2019
Lukas - Minggu 3 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:67-80
Doa baca: “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohhnya, Ia tinggal di padang gurun sampai hari ketika ia harus menampakkan diri kepada Israel.” (Luk. 1:80)


Masa Muda Pelopor Manusia-Penyelamat


Dalam Lukas 1:76-77, Zakharia menubuatkan mengenai anaknya sendiri, pelopor ManusiaPenyelamat. Zakharia bernubuat bahwa pelopor itu akan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya. Nubuat Zakharia memberikan lebih banyak terang mengenai pergerakan Allah di bumi daripada terang yang diberikan oleh berkat Elisabet dan pujian Maria. Dalam nubuat ini kita nampak satu wahyu tentang Kristus dalam Persona ilahiinsani-Nya dan pekerjaan penyelamatan-Nya.

Lukas 1:80 membicarakan masa kecil pelopor Manusia-Penyelamat. Ayat 80 ini menyinggung dua hal: bahwa pelopor ini menjadi kuat rohnya dan bahwa ia ada di padang gurun sampai hari ketika ia menampakkan diri kepada Israel. Bertumbuh dan menjadi kuat dalam roh berarti dia bersama dengan Allah dan bagi Allah. Hidup di padang gurun berarti dia terpisah dari kebudayaan dan agama manusia, supaya Allah memiliki jalan yang bebas dan tanpa hambatan menggunakan dia sebagai pelopor dan penyelamat. Dengan hidup di padang gurun, Yohanes terputus dari segala sesuatu yang berasal dari latar belakangnya. Ia adalah orang Yahudi, tetapi ia tidak hidup sebagai imam. Sebaliknya, pelopor Tuhan ini hidup sebagai orang yang tidak berbudaya. Dari Matius 3:3 kita nampak bahwa pelopor Manusia-Penyelamat ini memulai ministriNya di padang gurun. Ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki ekonomi (pengaturan) Perjanjian Baru-Nya dimulai dengan satu cara yang mutlak baru. Karena itu, Yohanes pembaptis datang, memberitakan di padang gurun Yudea (Mat. 3:1).

Kata “padang gurun” dalam Lukas 1:80, Matius 3:1, 3, menunjukkan bahwa cara baru dari ekonomi Perjanjian Baru Allah itu berlawanan dengan agama dan kebudayaan. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang lama yang akan tinggal, dan bahwa sesuatu yang baru akan didirikan


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 5


March 04, 2019, 07:03:35 AM
Reply #1753
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

04 March 2019
Lukas - Minggu 4 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 2:1-14
Doa baca: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Luk. 2:11)


Kelahiran Manusia-Penyelamat


Lukas 2:1-3 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada masa pemerintahan Kaisar Agustus. Satu perintah dikeluarkan oleh Kaisar Agustus untuk mendaftar semua penduduk bumi. Melalui pendaftaran ini Maria dan Yusuf pergi dari Nazaret ke Betlehem sehingga Penyelamat dapat dilahirkan di sana bagi penggenapan nubuat mengenai tempat kelahiran-Nya (Mi. 5:1; Yoh. 7:41-42).

Kehidupan Manusia-Penyelamat dimulai di sebuah palungan, tempat yang paling rendah, karena penginapan penuh dengan umat manusia yang jatuh dengan kesibukan kegiatannya (Luk. 2:7). Lukas menggambarkan kelahiran insani-Nya yang sejati menurut hukum penciptaan Allah terhadap manusia, supaya Dia dapat menjadi Manusia-Penyelamat bagi keselamatan manusia, juga catatan mengenai penyunatan jasmani-Nya menurut hukum ketetapan Allah, supaya Dia dapat menjadi benih Abraham yang sah (Kej. 17:9-14), Dia yang di dalam-Nya terdapat janji Allah kepada Abraham. Kita juga dapat melihat pertumbuhan insani Manusia-Penyelamat menurut hukum hayat insani, supaya Dia dapat menjadi seorang Manusia yang sempurna untuk mengekspresikan Allah bagi penggenapan rencana penebusan Allah. Pada masa kanak-kanak-Nya, tumbuhlah minat-Nya terhadap perkara-perkara Allah, berhubungan dengan ke-Allahan-Nya sebagai Putra Bapa, supaya Dia bisa memiliki ukuran hikmat dan perawakan yang penuh, dan disukai oleh Allah dan manusia. Kelahiran Manusia-Penyelamat juga diberitakan kepada gembala-gembala oleh malaikat sebagai kabar baik dengan kesukaan yang besar bagi semua orang (Luk. 2:8-10), bukan hanya kepada orangorang Yahudi, tetapi juga kepada seluruh umat manusia.

Kelahiran Manusia-Penyelamat juga menghasilkan pujian kepada Allah (2:13-14). Kedatangan Penyelamat membawa kemuliaan bagi Allah di surga dan membawa damai sejahtera bagi manusia di bumi. Kristus adalah bagi kemuliaan Allah dan bagi damai sejahtera manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 6



March 06, 2019, 05:47:27 AM
Reply #1754
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

06 March 2019
Lukas - Minggu 4 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 2:40-52
Doa baca: “Yesus makin dewasa dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Luk. 2:52)


Penuh Hikmat dan Anugerah Allah


Lukas 2:52 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bertumbuh dalam perawakan tubuh, dan Dia menjadi kuat dalam roh (1:80). Lukas 2:40 mengatakan bahwa sewaktu Manusia-Penyelamat ini bertumbuh, Dia penuh dengan hikmat, dan anugerah Allah ada pada-Nya.

Sebagai seorang manusia, Yesus pun memerlukan anugerah Allah untuk kehidupan insani-Nya. Dia dipenuhi dengan hikmat keAllahan-Nya dan memerlukan anugerah Allah dalam keinsanian-Nya. Sebagai manusia, kita semua memerlukan hikmat dan anugerah Allah. Hikmat berhubungan dengan cara melakukan sesuatu, dan anugerah berhubungan dengan kekuatan, kemampuan, untuk melaksanakan sesuatu itu. Hikmat adalah caranya, dan anugerah adalah kekuatannya. Jika kita memiliki hikmat tanpa anugerah, kita akan kecewa karena kita tidak akan dapat memenuhi kewajiban kita. Tuhan Yesus juga memperhatikan kepentingan Allah pada umur dua belas dan juga patuh kepada orang tua-Nya (2:41- 51). Pada umur dua belas, seorang anak laki-laki disebut “anak hukum Taurat” oleh orang Yahudi dan mulai menjalani kewajiban hukum. Angka dua belas melambangkan kesempurnaan kekal dalam administrasi Allah. Karena itu, apa yang Tuhan lakukan di sini sepenuhnya berhubungan dengan administrasi Allah. Sebagai Putra Allah, Dia memperhatikan kepentingan Allah. Sebagai Putra Manusia, Dia taat dalam keinsanian-Nya kepada orang tua insani-Nya.

Dalam 2:52 terdapat kesimpulan dari bagian mengenai masa kecil Manusia-Penyelamat. Manusia-Penyelamat ini makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Dia makin dikasihi Allah karena Dia bertumbuh dalam ekspresi Allah menurut hasrat hati Allah. Dia makin dikasihi manusia karena Dia bertumbuh dalam kebajikan-kebajikan insani, yang penuh hikmat terhadap manusia. Dia bertumbuh sebagai manusia-Allah di hadapan Allah dan manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 6



March 07, 2019, 05:36:45 AM
Reply #1755
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

07 March 2019
Lukas - Minggu 4 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:1-9
Doa baca: “Lalu datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa.” (Luk. 3:3)


Bertobat dan Baptisan


Penobatan Manusia-Penyelamat melibatkan pembaptisan-Nya oleh Yohanes dan pengurapanNya oleh Bapa. Menobatkan seseorang bukan hanya memperkenalkannya, tetapi juga membawanya secara resmi ke dalam jabatannya. ManusiaPenyelamat dikandung dari ROH KUDUS dan lahir dari seorang dara. Melalui keterkandungan, kelahiran, dan masa kecil-Nya, Dia dipersiapkan sebagai satu Persona yang lengkap untuk menjadi Penyelamat kita dalam keinsanian-Nya dengan keilahian-Nya. Dalam Lukas pasal 3, Dia perlu diperkenalkan dan dibawa ke dalam ministri-Nya. Mengenai penobatan ini, Yohanes melakukan sesuatu di pihak manusia, dan Bapa melakukan sesuatu di pihak Allah.

Dalam Lukas 3:3-14, Yohanes Pembaptis datang memberitakan baptisan tobat. Bertobat adalah mengubah pikiran, memalingkan pikiran kepada Manusia-Penyelamat. Membaptis adalah menguburkan orang-orang yang bertobat, mengakhiri mereka, supaya Manusia-Penyelamat dapat menunaskan mereka oleh kelahiran kembali. Bertobat dan dibaptis adalah untuk dan menghasilkan pengampunan-pengampunan dosa, sehingga penghalang yang ada karena kejatuhan manusia dapat disingkirkan dan manusia dapat didamaikan dengan Allah.

Dalam 3:5, mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan membuat jalan-Nya lurus berarti mengubah pikiran orang, memalingkan pikiran orang kepada Manusia-Penyelamat. Ini juga berarti membuat hati orang tepat, meluruskan setiap bagian hati orang melalui pertobatan, supaya Manusia-Penyelamat dapat masuk untuk menjadi hayatnya dan memilikinya. Lembah, gunung, yang berliku-liku, dan yang berlekuk-lekuk adalah kata-kata kiasan yang menggambarkan keadaan hati manusia terhadap Allah dan terhadap satu sama lain (1:16- 17). Keadaan hati manusia dan hubungan antar manusia perlu ditanggulangi untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Penyelamat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 7



March 08, 2019, 05:31:37 AM
Reply #1756
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

08 March 2019
Lukas - Minggu 4 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:7-17
Doa baca: “Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu, ‘Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan ROH KUDUS dan dengan api.’” (Luk. 3:16)


Ministri Hayat Hamba-Penyelamat


Injil Lukas menekankan moralitas, maksudnya adalah untuk menyajikan Manusia-Penyelamat dalam standar moralitas yang tertinggi. Dalam Lukas 3:15, orang-orang hendak mengetahui apakah Yohanes adalah Kristus, Mesias. Meskipun Yohanes memberitakan baptisan tobat, sasaran ministrinya adalah Persona yang ajaib, Yesus Kristus, Putra Allah. Dia tidak menjadikan dirinya pusat dari ministrinya, seperti sebuah magnet yang menarik orang lain kepada dirinya sendiri. Ia sadar bahwa ia hanyalah seorang utusan yang diutus oleh Yehova semesta alam untuk membawa orang-orang kepada Yesus Kristus dan meninggikan Dia sebagai sasaran ministrinya.

Dalam 3:16, Yohanes mengatakan bahwa ia membaptis dengan air, tetapi Dia yang akan datang, Manusia-Penyelamat itu, akan membaptis orangorang dalam ROH KUDUS dan api. Air menandakan kematian dan penguburan untuk mengakhiri orangorang yang bertobat, juga dosa-dosa mereka, dunia, dan kehidupan serta sejarah mereka yang lampau, dan memisahkan mereka dari dunia yang meninggalkan Allah dan kebobrokannya; ROH KUDUS adalah Roh hayat dan kebangkitan untuk menunaskan orang-orang yang telah diakhiri. Jadi dibaptis dalam ROH KUDUS berarti dibaptis ke dalam Kristus (Gal. 3:27), ke dalam Allah Tritunggal (Mat. 28:19), bahkan ke dalam Tubuh Kristus (1 Kor. 12:13), yakni disatukan dengan Kristus dalam satu Roh (1 Kor. 6:17). Yang pertama adalah tanda ministri pertobatan oleh Yohanes; yang kemudian, adalah tanda dari ministri hayat ManusiaPenyelamat. Melalui pembaptisan, kaum beriman dalam Kristus dilahirkan kembali ke dalam Kerajaan Allah, ke dalam alam hayat ilahi dan pemerintahan ilahi, sehingga mereka dapat hidup dengan hayat kekal Allah di dalam kerajaan kekal-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 7




March 09, 2019, 05:24:55 AM
Reply #1757
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 March 2019
Lukas - Minggu 4 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:15-22
Doa baca: “Dan turunlah ROH KUDUS dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, 'Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.'” (Luk. 3:22)


Baptisan Tuhan


Dalam Lukas 3:16-17 ada tiga jenis baptisan: baptisan dalam air, baptisan dalam ROH KUDUS, dan baptisan dalam api. Baptisan dalam air adalah untuk pertobatan, baptisan dalam ROH KUDUS adalah untuk hayat, dan baptisan dalam api adalah untuk kebinasaan. Baptisan Yohanes hanya untuk pertobatan, untuk mengantar orang-orang kepada iman dalam Tuhan. Baptisan Tuhan adalah untuk hayat kekal dalam ROH KUDUS dan untuk kebinasaan yang kekal dalam api.

Tuhan Yesus dibaptis bukan hanya untuk memenuhi kebenaran menurut ketentuan Allah (Mat. 3:16), tetapi juga membiarkan diri-Nya sendiri diletakkan dalam kematian dan kebangkitan, agar Dia dapat melayani bukan secara alamiah, melainkan dalam kebangkitan. Dengan dibaptis, Dia mampu hidup dan melayani dalam kebangkitan, sekalipun Dia belum benar-benar mengalami mati dan bangkit, yang dialami-Nya tiga setengah tahun kemudian. Perihal Tuhan dibaptis untuk memenuhi kebenaran Allah dan diletakkan ke dalam kematian dan kebangkitan membawakan tiga hal kepada-Nya: langit terbuka, Roh Allah turun, dan Bapa berbicara. Lukas 3:22 mengatakan bahwa ROH KUDUS turun dalam rupa seekor burung merpati. Merpati itu lembut, dan matanya hanya dapat melihat satu sasaran pada satu saat. Dengan turunnya Roh Allah ke atas-Nya seperti burung merpati, maka Tuhan Yesus melayani dalam kelembutan dan ketulusan, hanya tertuju kepada kehendak Allah. Selain itu, dalam 3:22 ada suara dari langit berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” Turunnya ROH KUDUS adalah pengurapan Kristus, sedangkan pembicaraan Bapa adalah kesaksian bagi Dia sebagai Anak yang terkasih. Ini adalah gambaran Trinitas Ilahi: Anak bangkit keluar dari air, Roh turun ke atas Anak, dan Bapa berbicara mengenai Anak. Hal ini adalah untuk merampungkan ekonomi Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 7



March 10, 2019, 03:32:07 PM
Reply #1758
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 March 2019
Lukas - Minggu 4 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:15-22
Doa baca: “Dan turunlah ROH KUDUS dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, 'Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.'” (Luk. 3:22)


Baptisan Tuhan


Dalam Lukas 3:16-17 ada tiga jenis baptisan: baptisan dalam air, baptisan dalam ROH KUDUS, dan baptisan dalam api. Baptisan dalam air adalah untuk pertobatan, baptisan dalam ROH KUDUS adalah untuk hayat, dan baptisan dalam api adalah untuk kebinasaan. Baptisan Yohanes hanya untuk pertobatan, untuk mengantar orang-orang kepada iman dalam Tuhan. Baptisan Tuhan adalah untuk hayat kekal dalam ROH KUDUS dan untuk kebinasaan yang kekal dalam api.

Tuhan Yesus dibaptis bukan hanya untuk memenuhi kebenaran menurut ketentuan Allah (Mat. 3:16), tetapi juga membiarkan diri-Nya sendiri diletakkan dalam kematian dan kebangkitan, agar Dia dapat melayani bukan secara alamiah, melainkan dalam kebangkitan. Dengan dibaptis, Dia mampu hidup dan melayani dalam kebangkitan, sekalipun Dia belum benar-benar mengalami mati dan bangkit, yang dialami-Nya tiga setengah tahun kemudian. Perihal Tuhan dibaptis untuk memenuhi kebenaran Allah dan diletakkan ke dalam kematian dan kebangkitan membawakan tiga hal kepada-Nya: langit terbuka, Roh Allah turun, dan Bapa berbicara. Lukas 3:22 mengatakan bahwa ROH KUDUS turun dalam rupa seekor burung merpati. Merpati itu lembut, dan matanya hanya dapat melihat satu sasaran pada satu saat. Dengan turunnya Roh Allah ke atas-Nya seperti burung merpati, maka Tuhan Yesus melayani dalam kelembutan dan ketulusan, hanya tertuju kepada kehendak Allah. Selain itu, dalam 3:22 ada suara dari langit berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” Turunnya ROH KUDUS adalah pengurapan Kristus, sedangkan pembicaraan Bapa adalah kesaksian bagi Dia sebagai Anak yang terkasih. Ini adalah gambaran Trinitas Ilahi: Anak bangkit keluar dari air, Roh turun ke atas Anak, dan Bapa berbicara mengenai Anak. Hal ini adalah untuk merampungkan ekonomi Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 7




March 11, 2019, 12:35:53 PM
Reply #1759
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24001
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

11 March 2019
Lukas - Minggu 5 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:1-6; 21-22
Doa baca: “Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit.” (Luk. 3:21)


Mengesampingkan Diri-Nya Sendiri untuk Mengekspresikan Allah


Fakta bahwa Yohanes Pembaptis membaptis Manusia-Penyelamat dengan air menunjukkan bahwa Dia pun perlu dibaptis. Pembaptisan Tuhan Yesus berarti Dia mengesampingkan diri-Nya sendiri. Dia membiarkan diri-Nya diletakkan ke dalam kematian supaya Dia dapat melayani bukan dengan cara alamiah, melainkan dalam kebangkitan. Karena itu sebagai Manusia, Tuhan Yesus perlu mengesampingkan diri-Nya sendiri supaya Dia dapat memperhidupkan Allah.

Dalam manusia yang diciptakan Allah terdapat kebajikan insani. Kebajikan ini ada di dalam gambar Allah dan sesuai dengan rupa-Nya. Kebajikan ini sesuai dengan kasih, terang, kekudusan, dan kebenaran Allah. Menurut Kejadian 2, manusia dengan kebajikan insaninya, ditempatkan di depan pohon hayat yang melambangkan Allah sebagai hayat dengan atribut ilahi-Nya. Bila pohon hayat ditambahkan kepada manusia yang diciptakan Allah, maka hasilnya adalah satu kehidupan dalam standar moralitas yang tertinggi.

Tuhan Yesus dibaptis agar Dia dapat menempuh suatu kehidupan insani yang mengekspresikan atribut Allah. Jika kita nampak hal ini, kita akan menyadari bahwa bukan hanya manusia yang telah jatuh perlu dikesampingkan, bahkan manusia yang diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya pun perlu dikesampingkan supaya ia dapat menempuh suatu kehidupan yang mengekspresikan Allah. Karena itu, tidak peduli orang macam apa kita ini, jika kita ingin menempuh suatu kehidupan yang mengekspresikan Allah, kita perlu mengesampingkan diri kita. Dibaptis berarti dikesampingkan, diakhiri, dan dikubur, supaya kita dapat hidup bukan berdasarkan diri kita sendiri melainkan berdasarkan Allah. Jika kita dikesampingkan secara demikian, kita akan dapat menempuh suatu kehidupan insani dengan atribut ilahi yang diekspresikan dalam kebajikan insani.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 8


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)