Author Topic: Arus Hayat  (Read 81205 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 12, 2019, 05:29:55 AM
Reply #1760
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 March 2019
Lukas - Minggu 5 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:21-22; Yoh. 5:19, 30
Doa baca: “Lalu Yesus menjawab mereka, 'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.'” (Yoh. 5:19)


Wakil Umat Manusia


Ketika Tuhan Yesus keluar menunaikan ministri pada umur tiga puluh, Dia adalah wakil umat manusia dalam dua aspek. Di satu pihak, Dia mewakili manusia yang diciptakan Allah; di pihak lain, dalam penampilannya, Dia mewakili manusia yang telah jatuh. Tuhan Yesus tidak memiliki sifat yang sebenarnya dari manusia yang telah jatuh, tetapi Dia memiliki penampilan manusia yang telah jatuh. Karena itu, dalam sifat yang sebenarnya, Dia mewakili manusia yang diciptakan Allah, dan dalam penampilan, rupa (bukan dalam sifatnya), Dia mewakili manusia yang telah jatuh.

Manusia yang telah jatuh benar-benar perlu dihakimi, diakhiri, dan dikuburkan. Manusia yang diciptakan Allah pun harus dikesampingkan untuk menempuh suatu kehidupan yang di dalamnya kebajikan insani mengekspresikan atribut ilahi. Untuk hal ini, manusia yang diciptakan Allah yang baik, lengkap, dan sempurna pun harus dikesampingkan. Inilah alasannya Tuhan Yesus sebagai Manusia-Allah mengatakan dalam Injil Yohanes bahwa Dia tidak melakukan sesuatu oleh diri-Nya sendiri. Dalam Yohanes 5:19 Dia berkata, “Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya.” Dalam Yohanes 5:30 Dia berkata lagi, “Aku tidak dapat berbuat apa pun dari diri-Ku sendiri.”

Agar Dia dapat mengekspresikan Allah di dalam kehidupan insani-Nya, maka pada permulaan ministri-Nya Tuhan mengesampingkan diri-Nya sendiri melalui pembaptisan. Dia tidak mau hidup oleh diri-Nya sendiri. Sebaliknya, Dia hidup oleh Allah Bapa yang ada di dalam-Nya. Sebagai manusia yang diciptakan Allah dan sebagai manusia yang telah jatuh, kita pun perlu diakhiri dan dikubur di dalam air kematian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 8




March 13, 2019, 06:00:11 AM
Reply #1761
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019.

13 March 2019
Lukas - Minggu 5 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 3:21-22
Doa baca: “Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah ROH KUDUS dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, 'Engkaulah AnakKu yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.'” (Luk. 3:21-22)


Hubungan antara ROH KUDUS dengan Persona dan Pekerjaan Tuhan


Persona Tuhan adalah hakiki-Nya, keberadaanNya; pekerjaan-Nya adalah ministri-Nya atau jabatan-Nya. Karena itu, pada Tuhan Yesus ada aspek persona dan aspek ministri. Untuk PersonaNya, Dia sudah memiliki ROH KUDUS sebagai esens yang batini sejak Dia dikandung di dalam rahim dara Maria. Ini adalah Roh untuk hakiki Tuhan, untuk keberadaan-Nya. Selama tiga puluh tahun Tuhan Yesus hidup di bumi dengan ROH KUDUS sebagai esens yang batini dari personaNya. Kemudian pada umur tiga puluh Dia keluar untuk bekerja, melayani, menunaikan ministri-Nya. Untuk ministri-Nya, Dia memerlukan ROH KUDUS lebih jauh lagi, bukan secara esensial melainkan secara ekonomikal. Setelah Dia dibaptis, ROH KUDUS turun ke atas-Nya dalam rupa burung merpati. Ini adalah ROH KUDUS yang turun ke atas Tuhan secara ekonomikal bagi pelaksanaan ekonomi Allah melalui ministri Tuhan.

Pada prinsipnya, kedua aspek ROH KUDUS ini di atas diri kita sama dengan di atas diri Tuhan Yesus. Di atas diri Tuhan ada aspek esensial untuk PersonaNya dan aspek ekonomikal untuk ministri-Nya. Di atas diri kita juga ada aspek esensial Roh itu untuk keberadaan kita sebagai kaum beriman yang telah dilahirkan kembali, dan ada aspek lahiriah dari Roh itu untuk pekerjaan kristiani kita.

Dalam Lukas 3:21-22 kita nampak bahwa Tuhan Yesus sebagai Manusia-Penyelamat dinobatkan ke dalam jabatan dan ministri-Nya dengan dua langkah. Dua langkah ini adalah pembaptisan air dan pengurapan ROH KUDUS. Setelah Tuhan Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Allah Bapa mengutus ROH KUDUS ke atas diri Tuhan secara ekonomikal untuk ministriNya. Dengan cara inilah Manusia-Penyelamat dinobatkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 8




March 14, 2019, 05:34:44 AM
Reply #1762
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

14 March 2019
Lukas - Minggu 5 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk 3:23-28
Doa baca: “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Luk. 3:23)


Allah, Adam, Abraham, dan Yesus


Catatan Injil Yohanes, Injil Allah-Penyelamat, dimulai dari Allah sampai kepada manusia (Yoh. 1:1, 14). Injil ini menekankan keilahian-Nya untuk membuktikan status ilahi-insani-Nya. Silsilah dalam Injil Lukas, Injil Manusia-Penyelamat, dimulai dari manusia dan menelusur kembali kepada Allah (ay. 23, 38). Injil ini menekankan keinsanian-Nya untuk menegaskan status ilahiinsani-Nya.

Dalam Lukas 3:23-38 silsilah ManusiaPenyelamat ini menelusur kembali dari Yesus kepada Adam. Ayat 38 mengatakan, “Anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.” Kerajaan, tempat Kristus menjadi Raja, tersusun dari keturunan Abraham, meliputi keturunannya dalam daging dan keturunannya dalam iman. Karena alasan inilah maka silsilah Kristus dalam Injil Matius dimulai dengan Abraham, bapa dari ras terpanggil, bukan Adam, bapa dari ras ciptaan. Kerajaan Allah bukan dibangun dengan ras ciptaan, dari Adam; melainkan dengan ras terpanggil, dari Abraham; yang meliputi orang Israel yang sejati (Rm. 9:6-8) dan kaum beriman dalam Kristus (Gal. 3:7, 9, 29). Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah seorang Manusia yang tepat untuk menjadi penyelamat manusia dengan memaparkan silsilah-Nya, Lukas kembali kepada Adam, keturunan manusia yang pertama.

Frase “Anak Allah” yang dipakai dalam hubungannya dengan Adam dalam Lukas 3:38 bukan berarti bahwa Adam lahir dari Allah dan memiliki hayat Allah; seperti halnya “anak Yusuf” bukan berarti bahwa Yesus lahir dari Yusuf, melainkan menurut anggapan orang Dia adalah anak Yusuf. Adam diciptakan oleh Allah (Kej. 5:1-2), dan Allah adalah asal usulnya. Umat manusia hanya diciptakan oleh Allah, bukan dilahirkan kembali dari Allah. Ini secara mutlak dan secara esens berbeda dengan kaum beriman dalam Kristus yang telah dilahirkan dari Allah, dilahirkan kembali, dan memiliki hayat dan sifat Allah (Yoh. 1:12-13; 3:16; 2 Ptr. 1:4).


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 9




March 15, 2019, 05:55:38 AM
Reply #1763
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

15 March 2019
Lukas - Minggu 5 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:1-13
Doa baca: “Yesus, yang penuh dengan ROH KUDUS, kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh ROH KUDUS ke padang gurun.” (Luk. 4:1)


Berdiri di Atas Kedudukan Manusia Menghadapi Iblis


Dalam Lukas 4:1-13 terdapat ujian terhadap Manusia-Penyelamat. Matius 4:1 juga mengatakan bahwa Tuhan Yesus dipimpin oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai. Setelah dibaptis dalam air dan diurapi dengan Roh Allah, Yesus sebagai seorang Manusia bergerak menurut pimpinan Roh. Pertama-tama, Roh memimpin ManusiaPenyelamat yang telah diurapi itu untuk dicobai oleh Iblis. Pencobaan ini adalah satu ujian untuk membuktikan bahwa Dia layak menjadi Manusia-Penyelamat.

Tuhan Yesus adalah satu-satunya Manusia yang dapat menahan pencobaan dari musuh Allah. Ketika Dia di bumi, Dia sempurna dan kuat. Karena itu, ROH KUDUS, yaitu Allah yang mencapai manusia, memimpin Manusia yang sempurna ini ke dalam pencobaan untuk mengalahkan musuh Allah. Melalui menguji Manusia-Penyelamat ini, Allah dapat memperlihatkan kepada musuh-Nya yaitu Iblis atau Satan, bahwa ada seorang Manusia yang mampu menahan pencobaan.

Menurut Lukas 4:3, Iblis berkata kepada Tuhan Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Manusia-Penyelamat yang baru diurapi ini belum makan apa-apa selama empat puluh hari (ay. 1-2). Untuk menggenapkan ministriNya, Tuhan Yesus harus mengalahkan musuh Allah. Hal ini harus dilakukan-Nya dengan status seorang Manusia. Iblis mengetahui hal ini, karena itu Iblis mencobai Dia agar meninggalkan kedudukan manusia dan mengambil kedudukan-Nya sebagai Putra Allah. Empat puluh hari sebelumnya, Allah Bapa menyatakan dari surga bahwa Yesus adalah Putra Bapa yang terkasih. Si pencoba yang licik mengambil pernyataan itu sebagai dasar untuk mencobai Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus menjawab dengan berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja.” (Mat. 4:4). Ini menunjukkan bahwa Dia berdiri pada kedudukan manusia untuk membereskan musuh.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 9



March 16, 2019, 06:02:05 AM
Reply #1764
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 March 2019
Lukas - Minggu 5 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:1-13
Doa baca: “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari hadapan-Nya dan menunggu saat yang baik.” (Luk. 4:13)


Hanya Menyembah Allah dan Menolak Memamerkan Diri-Nya


Dalam Lukas 4:5-7 Iblis memberi tahu Tuhan Yesus bahwa semua kerajaan di bumi telah diserahkan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa ketika Allah mengurapi penghulu malaikat untuk menjadi kepala zaman sebelum Adam (Yeh. 28:13- 14), kekuasaan dan kemuliaan kerajaan di bumi pasti telah diberikan kepadanya. Setelah ia memberontak melawan Allah, ia dihakimi oleh Allah tetapi pelaksanaan penghakiman Allah atas dirinya baru tergenap pada akhir Kerajaan Seribu Tahun (Why 20). Sebelum waktu itu, ia masih memiliki kuasa atas kerajaan-kerajaan di bumi. Ia mencobai Tuhan Yesus dengan menawarkan kuasa dan kemuliaannya ini kepada-Nya. Dalam Lukas 4:8 terdapat jawaban Tuhan atas pencobaan Iblis: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Manusia-Penyelamat mengalahkan Iblis dengan berdiri pada kedudukan manusia untuk menyembah dan melayani Allah saja. Menyembah sesuatu selain Allah demi keuntungan, selalu merupakan cobaan Iblis untuk mendapatkan penyembahan manusia.

Dalam Lukas 4:9-11 terdapat pencobaan Iblis yang ketiga terhadap Manusia-Penyelamat. Pencobaan ini berhubungan dengan agama. Iblis mencobai Manusia-Penyelamat agar memamerkan dari puncak Bait Allah bahwa Dia adalah Putra Allah. Tetapi Tuhan Yesus tidak perlu melakukan hal itu. Itu adalah pencobaan untuk memperlihatkan bahwa sebagai Putra Allah Dia mampu bertindak dengan ajaib. Pemikiran tentang melakukan sesuatu dengan ajaib di dalam agama adalah pencobaan dari Iblis.

Manusia-Penyelamat hidup dalam standar moralitas yang tertinggi, Dia tidak dapat digoda atau digerakkan oleh apa pun. Hanya kehidupan dalam standar moralitas yang tertinggi, yakni suatu kehidupan di mana atribut ilahi diekspresikan di dalam kebajikan insani, yang dapat menahan pencobaan yang demikian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 9


March 17, 2019, 11:30:08 AM
Reply #1765
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

 16 March 2019
Lukas - Minggu 5 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:1-13
Doa baca: “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari hadapan-Nya dan menunggu saat yang baik.” (Luk. 4:13)


Hanya Menyembah Allah dan Menolak Memamerkan Diri-Nya


Dalam Lukas 4:5-7 Iblis memberi tahu Tuhan Yesus bahwa semua kerajaan di bumi telah diserahkan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa ketika Allah mengurapi penghulu malaikat untuk menjadi kepala zaman sebelum Adam (Yeh. 28:13- 14), kekuasaan dan kemuliaan kerajaan di bumi pasti telah diberikan kepadanya. Setelah ia memberontak melawan Allah, ia dihakimi oleh Allah tetapi pelaksanaan penghakiman Allah atas dirinya baru tergenap pada akhir Kerajaan Seribu Tahun (Why 20). Sebelum waktu itu, ia masih memiliki kuasa atas kerajaan-kerajaan di bumi. Ia mencobai Tuhan Yesus dengan menawarkan kuasa dan kemuliaannya ini kepada-Nya. Dalam Lukas 4:8 terdapat jawaban Tuhan atas pencobaan Iblis: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Manusia-Penyelamat mengalahkan Iblis dengan berdiri pada kedudukan manusia untuk menyembah dan melayani Allah saja. Menyembah sesuatu selain Allah demi keuntungan, selalu merupakan cobaan Iblis untuk mendapatkan penyembahan manusia.

Dalam Lukas 4:9-11 terdapat pencobaan Iblis yang ketiga terhadap Manusia-Penyelamat. Pencobaan ini berhubungan dengan agama. Iblis mencobai Manusia-Penyelamat agar memamerkan dari puncak Bait Allah bahwa Dia adalah Putra Allah. Tetapi Tuhan Yesus tidak perlu melakukan hal itu. Itu adalah pencobaan untuk memperlihatkan bahwa sebagai Putra Allah Dia mampu bertindak dengan ajaib. Pemikiran tentang melakukan sesuatu dengan ajaib di dalam agama adalah pencobaan dari Iblis.

Manusia-Penyelamat hidup dalam standar moralitas yang tertinggi, Dia tidak dapat digoda atau digerakkan oleh apa pun. Hanya kehidupan dalam standar moralitas yang tertinggi, yakni suatu kehidupan di mana atribut ilahi diekspresikan di dalam kebajikan insani, yang dapat menahan pencobaan yang demikian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 9



March 18, 2019, 06:44:39 AM
Reply #1766
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

18 March 2019
Lukas - Minggu 6 Senin
Pembacaan Alkitab: Luk. 1:31-32; 3:21-22
Doa baca: “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya.” (Luk. 1:31-32)


Nubuat Mengenai Manusia-Penyelamat


Dalam Lukas 1:30-35 terdapat nubuat dari penghulu malaikat Gabriel, yang datang kepada Maria dan memberitahukannya bahwa Allah menghendaki dia mengandung Manusia-Penyelamat. Dalam nubuat itu Gabriel membicarakan empat hal mengenai kedatangan Manusia-Penyelamat. Pertama, Gabriel mengatakan bahwa Manusia-Penyelamat akan disebut Yesus (Luk. 1:31), yang berarti Yehova Penyelamat, atau keselamatan Yehova. Kedua, Gabriel mengatakan bahwa Manusia-Penyelamat yang akan datang ini akan disebut Putra dari Yang Mahatinggi, satu gelar yang mengacu kepada keAllahan-Nya. Ketiga, Gabriel berkata, “Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya” (1:32). Di sini kita nampak bahwa dalam keinsanian-Nya, Penyelamat yang akan datang ini adalah keturunan Daud. Keempat, penghulu malaikat Gabriel menyebut Penyelamat yang akan datang ini sebagai “Kudus”, yang akan lahir dan akan disebut Anak Allah (1:35). Karena itu, menurut perkataan Gabriel, Manusia Penyelamat ini adalahYesus, Putra dari Yang Mahatinggi, keturunan Daud, dan yang kudus.

Elisabet membicarakan Manusia-Penyelamat sebagai buah rahim Maria dan sebagai Tuhan (Luk. 1:42-43). Kemudian, dalam nubuat Zakharia, bapa Yohanes Pembaptis, ia membicarakan Dia sebagai “tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud”, “Surya pagi dari tempat yang tinggi” yang akan melawat kita, dan menyebut Dia sebagai Tuhan. Manusia-Penyelamat juga diwahyukan sebagai penghiburan Israel, keselamatan Allah bagi semua orang, terang bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, kemuliaan Israel, satu ujian bagi Israel, dan satu tanda yang menimbulkan perbantahan. Terakhir, Dia disebut sebagai penebusan umat Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 10




March 19, 2019, 06:21:42 AM
Reply #1767
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

19 March 2019
Lukas - Minggu 6 Selasa
Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26-27; Ef. 6:11
Doa baca: “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’” (Kej. 1:26)


Manusia Ciptaan Allah


Dalam Injil Lukas kita nampak manusia macam apa yang ingin Allah dapatkan dalam Kejadian 1 dan 2. Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya. Diciptakan menurut gambar Allah berarti manusia diciptakan menurut atribut Allah: kasih, terang, kudus, dan benar. Namun, manusia yang diciptakan oleh Allah dalam Kejadian 1 hanya memiliki gambar Allah, namun tidak memiliki Allah di dalamnya.

Allah menghendaki manusia ciptaan-Nya menjadi manusia-Allah. Karena itu, setelah diciptakan, manusia ditempatkan Allah di depan pohon hayat agar manusia ciptaan-Nya itu mau menerima Dia, yang dilambangkan oleh pohon hayat, dan dengan demikian menjadi manusia- Allah. Kejadian 2 menunjukkan bahwa Allah menghendaki manusia yang diciptakan oleh-Nya menerima Dia dengan berbagian dalam buah pohon hayat. Dalam Kejadian 3, musuh, si pencoba, datang untuk mencobai manusia ciptaan Allah. Karena manusia itu belum memiliki Allah di dalamnya, maka ia tidak mampu menahan cobaan musuh. Manusia ciptaan Allah itu belum diperlengkapi oleh Allah dan dengan Allah; ia adalah manusia tanpa Allah sebagai perlengkapannya. Seandainya kita adalah Adam dan kita tahu apa yang kita nampak pada hari ini, mungkin kita akan segera berbagian dalam pohon hayat untuk memperlengkapi diri dengan Allah Tritunggal.

Dalam Efesus 6:11 terdapat perkataan Paulus mengenai senjata Allah: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” Mengenakan senjata Allah secara sederhana berarti mengenakan Allah sebagai senjata kita, yaitu memperlengkapi diri kita dengan Allah. Gereja sebagai manusia baru yang korporat diperlengkapi dengan Allah sebagai senjatanya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 10



March 20, 2019, 05:27:29 AM
Reply #1768
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 March 2019
Lukas - Minggu 6 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:1-13
Doa baca: “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari hadapan-Nya dan menunggu saat yang baik.” (Luk. 4:13)


Orang yang Berada dalam Standar Moralitas yang Tertinggi


Berkebalikan dengan Adam, yang tidak memperlengkapi dirinya dengan Allah, Tuhan Yesus lahir sebagai seorang Manusia-Allah. Manusia-Penyelamat ini penuh dengan Allah secara batin dan diselubungi oleh Allah secara lahir. Sebagai satu Persona yang demikian, Dia diperlengkapi dan siap untuk berperang melawan musuh Allah dan mengalahkannya. Dia pergi ke padang gurun sebagai seorang pejuang dan di dalam standar moralitas yang tertinggi, Dia mengalahkan Iblis.

Moralitas ini adalah perihal memiliki kebajikan insani yang diperkuat dan diperkaya oleh atribut ilahi. Allah terkespresi dalam kehidupan dengan standar moralitas yang tertinggi. Kehidupan di dalam standar moralitas yang tertinggi adalah prinsip pokok dalam Injil Lukas. Dalam kitab Injil ini kita nampak Tuhan Yesus sebagai Manusia yang diperlengkapi Allah menempuh suatu kehidupan untuk mengekspresikan Allah. Karena Dia mengekspresikan Allah, maka Dia hidup di dalam standar moralitas yang tertinggi. Agar kebajikan insani kita diperkuat dan diperkaya dengan atribut ilahi, kita perlu memiliki Allah di dalam kita secara esensial, dan kita perlu memiliki Allah di atas kita secara ekonomikal. Ini berarti kita perlu dilahirkan dari Allah untuk memiliki esens Allah, juga perlu diurapi dengan Allah untuk memiliki Dia sebagai kuat kuasa kita. Maka dengan demikian kita akan menjadi manusia-Allah yang siap untuk hidup di dalam standar moralitas yang tertinggi.

Dalam Lukas 4:1-13 kita nampak Manusia-Penyelamat yang telah diperlengkapi sepenuhnya ini dipimpin oleh ROH KUDUS ke padang gurun tempat Dia menghadapi si pencoba dan mengalahkannya. Kemenangan-Nya melayakkan Dia untuk merampungkan ministri yang diberikan Allah kepada-Nya. Karena alasan inilah, dari Lukas 4:14, Dia mulai melayani. Karena itu, persiapan Manusia-Penyelamat ini dituntaskan dengan pengujian-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 10



March 21, 2019, 06:08:32 AM
Reply #1769
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 March 2019
Lukas - Minggu 6 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:14-30; 10-35
Doa baca: “Keesokan harinya ia mengeluarkan dua dinar dan memberikannya kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.” (Luk. 10:35)


Kebajikan Insani dan Atribut Ilahi Manusia-Penyelamat


Ministri Manusia-Penyelamat dilaksanakan dalam kebajikan insani-Nya dengan atribut ilahi- Nya. Dalam Lukas 7:36-50 ada seorang perempuan berdosa yang masuk ke dalam rumah seorang Farisi yang mengundang Tuhan Yesus makan bersamanya. Dia sama sekali tidak terganggu oleh perempuan yang berdosa itu, sekalipun ketika ia “membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya” dan ketika “ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu” (ayat 38). Jika kita adalah Tuhan Yesus, kita mungkin akan terganggu oleh tindakan perempuan ini. Namun, dalam situasi itu Manusia-Penyelamat sangat ramah dan sabar, sadar bahwa perempuan ini telah insaf dari dosa-dosanya.

Selain melakukan kebaikan, kesabaran, dan rahmat terhadap perempuan itu, Tuhan Yesus juga bersimpati kepadanya. Kita sering tidak bersimpati kepada orang lain, tetapi Tuhan Yesus penuh simpati dalam kasus perempuan ini. Lagi pula, Dia itu penuh hikmat dan kasih. Dia dapat berperilaku demikian karena Dia adalah Manusia-Allah. Dia memiliki segala kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah, Dia juga memiliki atribut ilahi. Kebajikan insani dan atribut ilahi Manusia- Penyelamat juga diwahyukan dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati (Luk. 10:25-37). Orang Samaria yang baik hati ini melambangkan Manusia-Penyelamat. Atribut ilahi Tuhan terlihat dalam hal orang Samaria itu membawa orang yang terluka itu ke sebuah penginapan. Selain Tuhan siapakah yang dapat melakukan hal-hal dengan cara yang tidak terduga, yang tidak diketahui sebelumnya? Jika Dia ini bukan Allah, bagaimana mungkin Dia dapat mengucapkan kata-kata seperti dalam Lukas 10:35 kepada pemilik penginapan itu? Perbuatan Tuhan yang tidak terduga itu dapat dianggap sebagai satu ekspresi dari atribut ilahi-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 11



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)