Author Topic: Arus Hayat  (Read 96737 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 22, 2019, 07:13:03 AM
Reply #1770
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

22 March 2019
Lukas - Minggu 6 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:14-21
Doa baca: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus aku.” (Luk. 4:18)


Memberitakan Kabar Baik


Tuhan Yesus memiliki ROH KUDUS baik secara esensial untuk hakiki-Nya, maupun secara ekonomikal untuk ministri-Nya. Dalam minsitri- Nya, Tuhan mengajar di rumah-rumah ibadat (Luk. 4:15), dan pengajaran-Nya membawa orang-orang keluar dari kegelapan Iblis ke dalam terang ilahi. Kejatuhan manusia ke dalam dosa merusak persekutuan manusia dengan Allah, membuat semua manusia mengabaikan pengetahuan akan Allah. Ketidaktahuan ini pertama-tama menghasilkan kegelapan dan kemudian kematian. Manusia-Penyelamat, sebagai terang dunia (Yoh. 8:12; 9:5), datang ke Galilea, negeri kegelapan, di mana orang duduk di dalam bayang-bayang kematian, mengajar mereka untuk menerangi orang-orang yang dalam kegelapan kematian itu supaya mereka dapat menerima terang hayat (Yoh. 1:4).

Lukas 4:18-19 menunjukkan kepada kita bahwa Roh Tuhan ada pada Manusia-Penyelamat karena Allah telah mengurapi Dia untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Bahasa Yunani yang diterjemahkan “menyampaikan kabar baik” berarti memberitakan kabar gembira, kabar baik. Memberitakan Injil adalah amanat pertama Penyelamat sebagai yang diurapi Allah, Mesias. Kabar baik harus diberitakan kepada orang-orang miskin, yaitu, miskin dalam hal-hal surgawi, rohani, dan ilahi (Luk. 12:21; Why. 3:17; lihat Mat. 5:3).

Lukas 4:18 membicarakan orang-orang tawanan, orang-orang buta, dan orang-orang yang tertindas. Orang-orang tawanan adalah para tawanan perang, yang dibuang dan ditawan di bawah belenggu Iblis (Yes. 42:71). Orang-orang buta meliputi orang-orang yang buta secara fisik dan secara rohani (Zef. 1:17; Yoh. 9:39-41; 1 Yoh. 2:11; Why. 3:17). Orang-orang yang tertindas adalah orang-orang yang tertindas di bawah Iblis dalam penyakit atau dalam dosa (Luk. 13:11-13; Yoh. 8:34).


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 11



March 23, 2019, 05:43:08 AM
Reply #1771
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 March 2019
Lukas - Minggu 6 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:22-44
Doa baca: “Kata-Nya lagi, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” (Luk. 4:24)


Tahun Rahmat Tuhan


Dalam Lukas 4:19 kita nampak Manusia- Penyelamat diurapi untuk “memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Tahun rahmat (Yobel) ini adalah zaman Perjanjian Baru yang dilambangkan oleh tahun Yobel (Im. 25:8-17), saat Allah menerima tawanan-tawanan dosa yang kembali (Yes. 49:8; 2 Kor. 6:2) dan saat orang-orang yang tertindas di bawah belenggu dosa menikmati pembebasan yang berasal dari keselamatan Allah. Dalam Lukas 4:18-19 Manusia-Penyelamat mengumumkan yobel kasih karunia. Ini menunjukkan bahwa Dia memulai ministri-Nya dengan memproklamirkan yobel kasih karunia. Istilah “tahun rahmat Tuhan” menunjukkan yobel yang digambarkan dalam Imamat 25, yaitu saat budak-budak dibebaskan dan tanah pusaka dikembalikan kepada para pemiliknya. Maka tahun yobel adalah tahun pembebasan, tahun kebebasan, dan tahun kembalinya tanah milik yang hilang. Orang-orang yang telah dijual sebagai budak dibebaskan selama tahun yobel itu.

Dalam Lukas 4:22, orang-orang heran akan kata-kata kasih karunia yang diucapkan Tuhan, namun kelihatannya mereka tidak memahami katakata ini. Ini adalah permulaan yang sebenarnya dari zaman kasih karunia. Zaman sebelumnya adalah zaman hukum Taurat. Tetapi yobel ilahi dalam Lukas 4, yobel kasih karunia, diumumkan oleh Manusia-Penyelamat. Dalam 4:31-44 Manusia-Penyelamat ini melaksanakan amanat empat ganda- Nya, meliputi mengajar (ayat 31-32), mengusir rohroh jahat (ayat 33-37, 41), menyembuhkan penyakit (ayat 38-40), dan memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah (ayat 42-44). Kerajaan Allah adalah Penyelamat (Luk. 17:21) sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam kaum beriman-Nya, yaitu umat pilihan Allah (Mrk. 4:3, 26), dan berkembang ke dalam suatu alam, yakni kerajaan Allah, yang di dalamnya Allah dapat memerintah dalam hayat ilahi-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 11



March 24, 2019, 04:53:03 AM
Reply #1772
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 March 2019
Lukas - Minggu 6 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:22-44
Doa baca: “Kata-Nya lagi, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” (Luk. 4:24)


Tahun Rahmat Tuhan


Dalam Lukas 4:19 kita nampak Manusia- Penyelamat diurapi untuk “memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Tahun rahmat (Yobel) ini adalah zaman Perjanjian Baru yang dilambangkan oleh tahun Yobel (Im. 25:8-17), saat Allah menerima tawanan-tawanan dosa yang kembali (Yes. 49:8; 2 Kor. 6:2) dan saat orang-orang yang tertindas di bawah belenggu dosa menikmati pembebasan yang berasal dari keselamatan Allah. Dalam Lukas 4:18-19 Manusia-Penyelamat mengumumkan yobel kasih karunia. Ini menunjukkan bahwa Dia memulai ministri-Nya dengan memproklamirkan yobel kasih karunia. Istilah “tahun rahmat Tuhan” menunjukkan yobel yang digambarkan dalam Imamat 25, yaitu saat budak-budak dibebaskan dan tanah pusaka dikembalikan kepada para pemiliknya. Maka tahun yobel adalah tahun pembebasan, tahun kebebasan, dan tahun kembalinya tanah milik yang hilang. Orang-orang yang telah dijual sebagai budak dibebaskan selama tahun yobel itu.

Dalam Lukas 4:22, orang-orang heran akan kata-kata kasih karunia yang diucapkan Tuhan, namun kelihatannya mereka tidak memahami katakata ini. Ini adalah permulaan yang sebenarnya dari zaman kasih karunia. Zaman sebelumnya adalah zaman hukum Taurat. Tetapi yobel ilahi dalam Lukas 4, yobel kasih karunia, diumumkan oleh Manusia-Penyelamat. Dalam 4:31-44 Manusia-Penyelamat ini melaksanakan amanat empat ganda- Nya, meliputi mengajar (ayat 31-32), mengusir rohroh jahat (ayat 33-37, 41), menyembuhkan penyakit (ayat 38-40), dan memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah (ayat 42-44). Kerajaan Allah adalah Penyelamat (Luk. 17:21) sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam kaum beriman-Nya, yaitu umat pilihan Allah (Mrk. 4:3, 26), dan berkembang ke dalam suatu alam, yakni kerajaan Allah, yang di dalamnya Allah dapat memerintah dalam hayat ilahi-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 11




March 25, 2019, 06:45:21 AM
Reply #1773
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

25 March 2019
Lukas - Minggu 7 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:14-21
Doa baca: “Untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orangorang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Luk. 4:19)


Tahun Rahmat


Tuhan Yesus memulai ministri-Nya dengan mengumumkan yobel anugerah. Ini adalah zaman Perjanjian Baru yang dilambangkan oleh tahun Yobel (Im. 25:8-17). Tahun Yobel adalah tahun kelima puluh, kesimpulan dari setengah abad, yang juga disebut tahun rahmat. Tahun rahmat menandakan tahun Tuhan menerima orang-orang.

Sebagai tahun yang kelima puluh, tahun yobel adalah kesimpulan dari seluruh kehidupan kita yang telah jatuh. Dalam kehidupan kita yang jatuh, kita kehilangan hak kesulungan, menjual diri ke dalam perbudakan, kehilangan kebebasan. Orang yang tidak kehilangan segalanya tidak akan mengharapkan tahun yobel. Ketika tahun yobel tiba, orang yang kehilangan segalanya akan bersukacita karena dibebaskan dan dapat memulihkan haknya atas negeri itu. Setiap orang Israel diundikan satu bagian dari negeri yang baik. Orang yang kehilangan hak atas negeri itu adalah kehilangan hak untuk menikmati Kristus. Setiap manusia yang telah jatuh kehilangan hak untuk menikmati Allah sebagai hayat dan menikmati Kristus sebagai negeri yang baik. Tetapi tahun yobel menunjukkan bahwa kita dapat dibebaskan dari belenggu dan kita dapat memulihkan hak untuk menikmati Kristus sebagai bagian kita. Pada permulaan ministri-Nya, Dia mengumumkan yobel, tahun rahmat Tuhan. Ini menunjukkan bahwa seluruh zaman Perjanjian Baru sebenarnya adalah satu tahun, yaitu tahun yobel, tahun bagi Yehova untuk menerima manusia yang telah jatuh.

Pengumuman yobel adalah Injil yang sesungguhnya, Injil yang limpah dan sempurna. Yobel adalah suatu pengumuman pembebasan dari perbudakan dan pemulihan hak kesulungan rohani kita. Dalam tahun yobel kita, hak kesulungan kita telah dipulihkan dalam yobel Perjanjian Baru, kita juga telah dibebaskan dari belenggu, kembali kepada kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah dan dipulihkan kepada keadaan kita yang semula.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 12



March 26, 2019, 05:42:53 AM
Reply #1774
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 March 2019
Lukas - Minggu 7 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 4:31-44
Doa baca: “Lalu Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.” (Luk. 4:44)


Amanat Empat Ganda Manusia-Penyelamat


Injil Lukas menyajikan Manusia-Penyelamat dalam standar moralitas yang tertinggi. Susunan catatan Lukas, yang menyingkapkan bahwa Yesus adalah manusia yang tepat untuk menjadi Penyelamat kita, sesuai dengan moralitas. Dalam Lukas 4:31-44, Manusia-Penyelamat melaksanakan amanat empat ganda-Nya: mengajar, mengusir rohroh jahat, menyembuhkan, dan memberitakan Injil.

Pengajaran Manusia-Penyelamat melepaskan firman terang untuk menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan kematian (Mat. 4:12-16) supaya mereka dapat menerima terang hayat (Yoh. 1:4). Sebagai orang yang diberi kuasa Allah, Tuhan Yesus mengajarkan realitas; sedangkan ahli-ahli Taurat mengajarkan pengetahuan yang sia-sia tanpa kuasa, tanpa kekuatan. Kemudian, Tuhan mengusir roh jahat dari seorang yang ada di rumah ibadat (Luk. 4:33-36). Roh jahat yang merasuk seseorang itu menandakan perampasan Iblis atas manusia, yang diciptakan Allah bagi tujuan-Nya. Dalam ministriNya, Manusia-Penyelamat ini mengusir roh-roh jahat dari orang-orang yang kerasukan supaya mereka dapat dibebaskan dari belenggu Iblis (13:16), keluar dari kuasa kegelapan Iblis, masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tuhan juga menyembuhkan ibu mertua Simon yang terserang penyakit demam keras. Demam ini menandakan temperamen seseorang yang tidak terkekang, yang abnormal, dan tanpa kendali. Penyakit adalah satu akibat dari dosa dan tanda dari keadaan manusia yang tidak normal di hadapan Allah karena dosa. Manusia-Penyelamat ini menyembuhkan keadaan orang-orang sakit itu baik secara jasmani maupun secara rohani untuk memulihkan mereka kepada keadaan yang normal, supaya mereka dapat melayani Dia. Selain itu, Tuhan juga “memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea” (4:44). Pemberitaan-Nya adalah pengumuman berita sukacita oleh Allah kepada orang-orang yang kasihan yang berada dalam belenggu. Pemberitaan-Nya mencakup pengajaran, dan pengajaran-Nya mencakup pemberitaan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 12




March 27, 2019, 07:22:56 AM
Reply #1775
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 March 2019
Lukas - Minggu 7 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 5:1-11
Doa baca: “Sesudah menarik perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.” (Luk. 5:11)


Menarik Orang-Orang yang Dijajah


Panggilan terhadap empat murid yang pertama adalah suatu panggilan yang menarik orang-orang yang dijajah. Manusia tidak sadar bahwa mereka telah jatuh bukan hanya dalam dosa, tetapi juga dalam pekerjaan mereka. Tidak ada sesuatu yang menjauhkan orang-orang dari Allah melebihi pekerjaan mereka. Sebenarnya, setiap orang dijajah oleh sesuatu yang menggantikan Allah. Ketika Musa meminta Firaun untuk membiarkan umat Allah pergi, Firaun berusaha sebisanya untuk terus menjajah mereka oleh pekerjaan-pekerjaan mereka. Murid-murid yang pertama, dipanggil dan ditarik oleh Tuhan bukan dari kehidupan mereka yang penuh dosa, melainkan dari pekerjaan mereka, khususnya Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.

Ketika Tuhan Yesus memanggil Petrus, Dia melakukan satu mukjizat yang berhubungan dengan menjala ikan. Mukjizat dalam Lukas 5 adalah bagian dari daya tarik Tuhan terhadap orang-orang yang dijajah. Mukjizat ini menarik Petrus kepada Manusia-Penyelamat. Panggilan terhadap Petrus dalam Lukas 5:1-11 ini berhubungan dengan standar moralitas yang tertinggi. Petrus adalah seorang nelayan profesional, di danau itu terdapat banyak ikan, dan malam hari adalah waktu yang tepat untuk menjala ikan. Meskipun demikian, mereka tidak menangkap apa-apa. Tuhan bermaksud menarik Simon dan saudaranya. Karena itu, pada waktu yang tepat, Tuhan memerintahkan ikan itu untuk datang mendekat. Hasilnya, “mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak” (ay. 6). Karena Manusia-Penyelamat menempuh suatu kehidupan yang penuh dengan kebajikan insani yang mengekspresikan atribut ilahi, maka Petrus dan orang-orang lainnya tertarik kepada Tuhan dan mengikuti Dia.

Lukas 5:10 adalah panggilan Tuhan kepada Petrus melalui suatu mujizat dalam hal menjala ikan. Petrus dipanggil Tuhan untuk menjadi penjala manusia, mendapatkan manusia supaya manusia bisa mendapat hayat (Kis. 2:38; 11:15).


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 12



March 28, 2019, 05:43:09 AM
Reply #1776
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 March 2019
Lukas - Minggu 7 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 5:1-16
Doa baca: “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata, 'Aku mau, jadilah engkau tahir.' Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.” (Luk. 5:13)


Penahiran Kusta


Segera setelah Tuhan Yesus melakukan satu mujizat yang berhubungan dengan menjala ikan, kita memiliki kasus penahiran seorang yang penuh dengan kusta. Petrus bukan hanya seorang yang dijajah melainkan juga orang yang tercemar. Secara rohani, kita semua sama. Selain dijajah dan tercemar, kita juga lumpuh, hina, dan berada di bawah belenggu peraturan-peraturan yang cacat.

Sebelum kita diselamatkan, kita dijajah. Kita juga adalah orang-orang kusta, orang-orang yang penuh dosa, yang memerlukan penahiran. Kita juga adalah orang-orang yang lumpuh, yang tidak dapat berjalan atau melakukan sesuatu menurut Allah. Karena itu, kita perlu penyembuhan Tuhan. Setelah kita dibebaskan dari hal-hal yang menjajah kita, ditahirkan dari kusta kita, dan disembuhkan dari lumpuh kita, kita di dalam Tuhan menjadi orang yang bernilai, karena sekarang kita memiliki Dia sebagai pakaian baru kita yang menudungi kita secara lahir dan sebagai anggur baru untuk memenuhi kita secara batin (Luk. 5:36-39). Hasilnya, kita menjadi orangorang yang sepenuhnya diselamatkan oleh ManusiaPenyelamat. Kasus-kasus ini adalah satu gambaran keadaan rohani dari setiap orang yang jatuh. Dalam Lukas 5:12, Manusia-Penyelamat bersimpati kepada orang kusta. Menurut Perjanjian Lama, seorang kusta tidak boleh dijamah oleh siapa pun. Orang kusta itu benar-benar diasingkan. Tetapi ManusiaPenyelamat mengulurkan tangan-Nya untuk menjamah orang kusta. Menurut kasus-kasus dalam Alkitab, kusta berasal dari pemberontakan dan ketidaktaatan. Miryam menjadi kusta karena pemberontakannya terhadap wakil kuasa Allah (Bil. 12:1-10). Kusta Naaman ditahirkan karena ketaatannya (2 Raj. 5:1, 9-14). Orang kusta itu menggambarkan orang dosa. Orang kusta bukan hanya memerlukan kesembuhan seperti orang-orang yang memiliki penyakit lainnya, ia juga memerlukan penahiran dari dosa, karena kekotoran dan kecemaran penyakit itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 13




March 29, 2019, 05:54:18 AM
Reply #1777
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

29 March 2019
Lukas - Minggu 7 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 5:17-29; Yak. 2:13
Doa baca: “Sebab penghakiman yang tidak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.” (Yak. 2:13)


Menyembuhkan Orang Lumpuh dan Memanggil yang Terhina


Dalam Lukas 5:17-26, atribut ilahi Tuhan terekspresi dalam kebajikan insani-Nya melalui kasus penyembuhan orang lumpuh. Tuhan Yesus memakai kuasa ilahi-Nya untuk mengampuni dosadosa orang lumpuh itu, juga memakai kekuatan ilahiNya untuk menyembuhkan dia. Dalam kasus ini kita juga nampak rasa simpati dari Tuhan, yang adalah satu kebajikan insani. Karena itu, kebajikan insani Tuhan mengekspresikan atribut ilahi-Nya. Dia adalah Manusia-Penyelamat juga Allah-Penyelamat. Dia bukan hanya memiliki kemampuan untuk menyelamatkan orang-orang dosa, tetapi juga mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa-dosa mereka.

Dalam Lukas 5:27-39 kita nampak kasus panggilan terhadap seorang pemungut cukai yang bernama Lewi atau Matius. Matius mungkin memiliki kedudukan yang tinggi, seorang manusia yang dikutuk, dihina, dan tidak dihargai oleh orangorang Yahudi (Luk. 18:11). Pasti ada kekuatan yang menarik dari Tuhan, baik dalam perkataan-Nya maupun penampilan-Nya, sehingga membuat Matius mengikut Dia. Orang-orang Yahudi menjauhi para pemungut cukai, menganggap mereka lebih buruk daripada orang-orang kusta. Meskipun demikian, Tuhan Yesus datang kepada salah satu pemungut cukai ini dan memanggilnya. Tuhan tidak melakukan suatu mukjizat ketika Dia datang kepada Matius. Kerelaan-Nya datang kepada Matius adalah suatu rahmat yang besar. Panggilan Tuhan terhadap Matius pasti telah menjamah hatinya. Karena itu Matius mengadakan suatu perjamuan besar untuk menghormati-Nya. Uang yang dipakai untuk perjamuan itu mungkin didapatkan oleh Matius dengan tidak benar. Tuhan Yesus bukan hanya benar, Dia juga penuh rahmat. Yakobus 2:13 mengatakan, “Belas kasihan akan menang atas penghakiman.” Tuhan penuh rahmat kepada Matius, dan rahmat-Nya itu pasti sangat menggerakan hati Matius.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 13





March 30, 2019, 10:49:53 AM
Reply #1778
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 March 2019
Lukas - Minggu 7 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 5:30-39; 6:1-11
Doa baca: “Lalu jawab Yesus kepada mereka, 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.'” (Luk. 5:31)


Memperhatikan Kepuasaan dan Kebebasan Manusia


Tuhan Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut kepada murid Tuhan dengan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk. 5:31-32). Manusia-Penyelamat melayani sebagai seorang tabib, bukan sebagai seorang hakim. Penghakiman seorang hakim dilaksanakan berdasarkan kebenaran, sedangkan penyembuhan seorang tabib dilaksanakan berdasarkan rahmat dan anugerah. Jika Tuhan datang sebagai seorang hakim, semua orang akan dihukum dan ditolak. Tidak ada seorang pun yang layak, yang terpilih, dan yang terpanggil. Tetapi Tuhan datang untuk menyembuhkan, memulihkan, menghidupkan, dan menyelamatkan. Orang-orang Farisi yang membenarkan diri itu tidak menyadari keperluan mereka terhadap-Nya sebagai tabib. Mereka dibutakan oleh sikap membesarkan diri mereka, mereka tidak tahu bahwa mereka “sakit” dan memerlukan penyembuhan.

Manusia-Penyelamat kemudian berbicara dalam perumpamaan, melanjutkan berbicara tentang baju yang baru dan anggur yang baru (Luk. 5:36-39). Baju yang baru ini adalah Kristus sebagai kebenaran kita untuk menutupi kita secara lahir, dan anggur yang baru adalah Kristus sebagai hayat yang kekal untuk memenuhi kita secara batin. Tuhan Yesus juga memperhatikan kepuasan dan kebebasan orangorang dengan meruntuhkan peraturan-peraturan Sabat yang cacat (6:1-11). Melanggar sabat adalah satu perkara serius di mata orang-orang Farisi yang agamis. Para agamawan Yahudi menyalahgunakan peraturan-peraturan itu dan membuatnya menjadi cacat, menyimpang. Karena itu Tuhan Yesus datang sebagai Manusia-Penyelamat, Dia memperhatikan manusia. Dia, Putra Manusia, adalah Allah yang menentukan Sabat, dan Dia berhak mengubah apa yang telah ditentukan-Nya mengenai Sabat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 13



March 31, 2019, 01:35:24 PM
Reply #1779
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26520
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 March 2019
Lukas - Minggu 7 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 5:30-39; 6:1-11
Doa baca: “Lalu jawab Yesus kepada mereka, 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.'” (Luk. 5:31)


Memperhatikan Kepuasaan dan Kebebasan Manusia


Tuhan Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut kepada murid Tuhan dengan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk. 5:31-32). Manusia-Penyelamat melayani sebagai seorang tabib, bukan sebagai seorang hakim. Penghakiman seorang hakim dilaksanakan berdasarkan kebenaran, sedangkan penyembuhan seorang tabib dilaksanakan berdasarkan rahmat dan anugerah. Jika Tuhan datang sebagai seorang hakim, semua orang akan dihukum dan ditolak. Tidak ada seorang pun yang layak, yang terpilih, dan yang terpanggil. Tetapi Tuhan datang untuk menyembuhkan, memulihkan, menghidupkan, dan menyelamatkan. Orang-orang Farisi yang membenarkan diri itu tidak menyadari keperluan mereka terhadap-Nya sebagai tabib. Mereka dibutakan oleh sikap membesarkan diri mereka, mereka tidak tahu bahwa mereka “sakit” dan memerlukan penyembuhan.

Manusia-Penyelamat kemudian berbicara dalam perumpamaan, melanjutkan berbicara tentang baju yang baru dan anggur yang baru (Luk. 5:36-39). Baju yang baru ini adalah Kristus sebagai kebenaran kita untuk menutupi kita secara lahir, dan anggur yang baru adalah Kristus sebagai hayat yang kekal untuk memenuhi kita secara batin. Tuhan Yesus juga memperhatikan kepuasan dan kebebasan orangorang dengan meruntuhkan peraturan-peraturan Sabat yang cacat (6:1-11). Melanggar sabat adalah satu perkara serius di mata orang-orang Farisi yang agamis. Para agamawan Yahudi menyalahgunakan peraturan-peraturan itu dan membuatnya menjadi cacat, menyimpang. Karena itu Tuhan Yesus datang sebagai Manusia-Penyelamat, Dia memperhatikan manusia. Dia, Putra Manusia, adalah Allah yang menentukan Sabat, dan Dia berhak mengubah apa yang telah ditentukan-Nya mengenai Sabat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 13



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)