Author Topic: Arus Hayat  (Read 87356 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

April 21, 2019, 04:54:13 AM
Reply #1800
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 April 2019
Lukas - Minggu 10 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 8:45-56
Doa baca: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” (Mzm. 37:23)


Pengalaman Rohani dengan Tuhan


Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya, mereka bertemu dengan setan-setan, yang berada di dalam usaha yang tidak tahir, seorang yang sakit pendarahan dan seorang lagi yang telah mati. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam perjalanan kita yang mengikuti Tuhan akan berkontak dengan empat hal ini yaitu: setan-setan, usaha yang tidak tahir, kebocoran hayat, dan kematian.

Dalam Lukas 7:36-50, kita diwakili oleh perempuan berdosa yang telah diampuni dosa-dosanya dan kemudian mulai mengasihi Tuhan dan menempuh satu kehidupan damai sejahtera. Kemudian menurut pasal 8, kita mengikuti Dia, melayani keperluan-Nya, bertumbuh dalam hayat, bercahaya seperti pelita, dan menjadi sanak keluarga Tuhan yang sejati. Namun hal ini tidak boleh berhenti disini, kita harus menempuh jalan yang telah ditentukan oleh Tuhan bagi kita dengan berdasar dan bersandar pada Firman Tuhan dan percaya pada setiap pengaturan-Nya. Jangan mengira jika kita mengambil jalan yang ditentukan oleh Tuhan, segala sesuatunya akan menjadi mudah. Sebaliknya, kita harus siap sedia menghadapi topan. Karena kita berjalan menurut Firman Tuhan dan bersama dengan Tuhan di dalam perahu kita, maka kita tidak boleh takut terhadap topan itu. Tuhan sedang beristirahat di dalam perahu itu, dan kita harus belajar beristirahat bersama-Nya. Namun, ini tidaklah mudah. Ketika topan datang, kita mungkin berseru kepada Tuhan dan memberi tahu Dia bahwa kita binasa. Dari pengalaman kita tahu bahwa kita lebih mudah berseru kepada Tuhan ketika topan datang daripada saat kita selamat dan mengalami damai sejahtera.

Kita perlu nampak jalan yang harus kita tempuh sebagai para pengikut Tuhan Yesus. Karena kita menempuh jalan ini dengan berdasarkan Firman Tuhan, kita akan mencapai tujuan, tidak peduli betapa banyak badai yang akan muncul. Kita juga akan berjumpa dengan banyak setan, usaha yang tidak tahir, kebocoran hayat, dan kematian. Namun, kita perlu belajar setia bersandar firman, menjadi berkat bagi situasi-situasi negatif di sekeliling kita. Setan-setan diusir, usaha yang tidak tahir dibersihkan, kebocoran hayat disembuhkan, dan yang mati dibangkitkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 19


April 22, 2019, 06:25:45 AM
Reply #1801
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

22 April 2019
Lukas - Minggu 11 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:1-9
Doa baca: “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” (Luk 9:1).


Penyebaran Yobel


Menjelang Lukas 9:1, murid-murid Tuhan telah disempurnakan sampai pada satu tingkat. Mereka disempurnakan untuk penyebaran tahun yobel. Setelah Manusia-Penyelamat dipersiapkan sepenuhnya, Dia dibaptis, diuji, dan diurapi. Setelah layak dan disempurnakan sepenuhnya, Dia memulai ministri-Nya. Menurut Lukas 4, ministri- Nya dimulai dengan pengumuman yobel.

Yobel sebenarnya adalah Injil Perjanjian Baru. Injil ini adalah pengumuman kemerdekaan dari orang-orang yang tertawan dan pemulihan hak kelahiran yang telah hilang. Dalam pasal 9 terdapat permulaan dari penyebaran yobel ini, Sebelum waktu ini, ministri itu hanya dilaksanakan oleh Tuhan sendiri. Tetapi dalam Lukas 9:1 kita memiliki penyebarannya melalui dua belas orang lainnya yaitu murid-murid-Nya. Mereka adalah yang mengikuti Tuhan dan yang belajar bagaimana melaksanakan ministri-Nya. Seperti yang ditunjukkan oleh catatan dalam Lukas 7:3 – 8:56, dosa-dosa mereka diampuni dan mereka mulai mengasihi Tuhan dan menempuh suatu kehidupan damai sejahtera. Mereka juga mulai bertumbuh dalam hayat, bercahaya seperti pelita, dan menjadi sanak keluarga Kristus. Karena itu, pada akhir pasal 8 para pengikut Tuhan ini telah sedikit banyak disempurnakan.

Lukas 9:1 mengatakan bahwa tenaga dan kuasa atas setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit adalah bagi pembebasan orang-orang yang tertawan. Akibat kejatuhan, manusia ditawan oleh Iblis, dosa, dan penyakit (yang adalah akibat dosa). Setiap manusia yang telah jatuh adalah tawanan setansetan dan penyakit-penyakit. Karena itu, Manusia-Penyelamat ini memberikan kedua belas rasul itu tenaga dan kuasa atas setan-setan dan penyakit-penyakit. Ini adalah aspek yobel dari sisi pembebasan orang-orang yang tertawan. Hari ini kita juga perlu pembebasan atas Iblis, dosa, penyakit yang menawan kita, membelenggu kita. Kita perlu Tuhan Yesus sebagai kebebasan kita, sebagai yobel kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 20



April 23, 2019, 05:44:40 AM
Reply #1802
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 April 2019
Lukas - Minggu 11 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:1-9
Doa baca: “Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang sakit.” (Luk. 9:2).


Pemulihan Hak untuk Menikmati Allah


Di sini kita nampak pengumuman Kerajaan Allah sebagai aspek positif dari yobel. Ini melibatkan pemulihan hak untuk menikmati Allah di dalam Kristus.

Kerajaan Allah adalah Penyelamat (Luk. 17:21), sebagai benih hayat, yang ditaburkan ke dalam kaum beriman-Nya yaitu umat pilihan Allah dan berkembang ke dalam suatu alam tempat Allah memerintah sebagai kerajaan-Nya dalam hayat ilahi-Nya. Jalan masuknya adalah kelahiran kembali (Yoh. 3:5), dan perkembangannya adalah pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi. Ini adalah kehidupan gereja pada hari ini, yang di dalamnya kaum beriman yang setia hidup (Rm. 14:17), dan akan berkembang ke dalam kerajaan yang akan datang sebagai pahala (Gal. 5:21; Ef. 5:5), yang akan diwarisi oleh orang-orang kudus pemenang dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4, 6). Akhirnya kerajaan ini akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai kerajaan kekal Allah, satu alam kekal dari berkat kekal hayat kekal Allah untuk dinikmati seluruh umat tebusan Allah di dalam langit baru dan bumi baru sampai selamalamanya (Why. 21:14; 22:1-5). Kerajaan yang demikian, yaitu Kerajaan Allah, adalah yang diberitakan oleh Penyelamat sebagai Injil, sebagai kabar baik. Menurut Lukas 9:2, Tuhan mengutus kedua belas orang itu untuk mengumumkan Kerajaan Allah yaitu aspek yang positif dari yobel yang adalah pemulihan hak kita yang telah hilang atas kenikmatan akan Allah.

Dalam Lukas 9:34 Tuhan melarang kedua belas rasul yang diutus itu membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, karena dalam ketentuan Allah, dalam masa yobel, segala sesuatu adalah milik bersama. Gambaran di sini menunjukkan bahwa ketika yobel itu tiba, tidak akan ada rasa egois yang hanya untuk diri sendiri. Sebaliknya, segala sesuatu adalah untuk kita dan juga untuk orang lain. Kita perlu memberitakan Injil kabar baik ini kepada setiap orang di sekitar kita, sehingga selain hak kita untuk menikmati Allah dipulihkan kita juga berbagian dalam memulihkan hak orang lain untuk menikmati Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 20




April 24, 2019, 07:05:50 AM
Reply #1803
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

24 April 2019
Lukas - Minggu 11 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:10-17
Doa baca: “Setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya disajikan kepada orang banyak.” (Luk. 9:16).


Dalam Yobel Tidak Ada Kekurangan


Dalam Lukas 9:12-17 terdapat catatan Lukas tentang memberi makan lima ribu orang. Hal ini menunjukkan bahwa dalam yobel tidak ada seorang pun yang akan kekurangan dan tidak akan ada kemiskinan, hal ini berkaitan dengan aspek positif dari yobel.

Menurut ayat 13, orang banyak itu berjumlah kira-kira lima ribu orang laki-laki. Jika ditambah dengan perempuan-perempuan dan anak-anak, maka jumlahnya mungkin lebih dari sepuluh ribu orang. Semua orang itu tidak memiliki makanan, sungguh merupakan suatu kekurangan yang sangat besar. Karena memandang hal ini dari pemahaman alamiah mereka, kedua belas murid itu datang kepada Tuhan dan berkata, “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang terpencil” (ayat 12). Saran murid-murid agar Tuhan membubarkan orang banyak itu adalah ekspresi dari manusia alamiah, tetapi Tuhan menjawab murid-murid dengan berkata, “Kamu harus memberi mereka makan” (ayat 13).

Zaman Perjanjian Baru seharusnya merupakan zaman yobel. Namun, sayang sekali, karena situasi yang merosot di antara orang-orang Kristen, yobel ini telah hilang. Dalam pemulihan yobel oleh Tuhan seharusnya tidak boleh ada kekurangan. Dalam ayat 16-17 kita nampak bahwa setiap orang dipuaskan dan bahwa jumlah yang tersisa itu lebih besar daripada yang semula ada di tangan mereka. Ini berarti ada satu ekspresi kelimpahan kekayaan. Kita perlu melihat butir yang penting bahwa Lukas mencatat mujizat ini dalam Injilnya dari sudut pandang yobel. Ini menunjukkan bahwa dalam yobel setiap orang dipuaskan. Melalui menikmati Allah dalam firman-Nya kita dapat mengalami kepuasan, sehingga kita pun dapat menyuplai saudara-saudari kita yang kekurangan kenikmatan akan Allah. Melalui menikmati firman setiap hari kita akan memililiki suplai yang kaya untuk kita bagikan kepada orang lain.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 20


April 25, 2019, 01:12:39 PM
Reply #1804
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

25 April 2019
Lukas - Minggu 11 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk 9:10-17
Doa baca: “Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potonganpotongan roti yang lebih, sebanyak dua belas bakul.” (Luk. 9:17).


Persediaan Tuhan yang Limpah Lengkap


Dalam Lukas 9:14 kita nampak bahwa “ada kira-kira lima ribu orang laki-laki.” Jika perempuan dan anak-anak ditambahkan, maka jumlahnya bisa melampaui sepuluh ribu orang. Seandainya Tuhan membubarkan orang banyak itu tanpa memberi mereka makan, membiarkan mereka tetap kelaparan, maka dalam kasus itu tidak akan ada yobel. Beberapa orang mungkin mengeluh dan berkata, “Aku ada di sini sepanjang hari, dan sekarang aku lapar. Mengapa kami dibubarkan? Ke mana kami harus pergi, dan bagaimana mencari makanan?” Jika itu yang terjadi, maka akan ada kelaparan, bukan yobel. Tetapi karena Tuhan memberi makan orang banyak itu, maka ada penerapan yobel yang sesungguhnya. Setiap orang dipuaskan, dan bahkan ada sisa yang berlimpah.

Dalam Lukas 9:16 kita dapat melihat bahwa roti itu berasal dari murid-murid, yang membawanya kepada Tuhan. Setelah diberkati dan dipecahpecahkan oleh Tuhan, potongan-potongan roti itu diberikan kembali kepada murid-murid untuk dibagikan kepada orang banyak, untuk menjadi kepuasan mereka. Ini menunjukkan bahwa muridmurid itu bukanlah sumber berkat; mereka hanyalah saluran yang dipakai oleh Tuhan, Sang sumber kepuasan manusia.

Potongan-potongan roti yang lebih ini bukan hanya memamerkan kuat kuasa keilahian Manusia- Penyelamat sebagai Pencipta, sebagai Dia yang menjadikan segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada (Rm. 4:17), tetapi juga melambangkan suplai yang limpah lengkap dan yang tidak dapat habis dari hayat ilahi-Nya (Ef. 3:8; F1p. 1:19). Dua belas bakul yang penuh dengan potongan-potongan itu menunjukkan bahwa Kristus yang bangkit itu tidak terbatas dan tidak dapat habis, dan juga bahwa persediaan Tuhan bagi kita itu limpah lengkap, lebih dari cukup untuk memenuhi semua keperluan kita. Melihat hal ini kita perlu memuji Tuhan dan bersukacita, karena kita memiliki pengharapan bahwa di dalam yobel tidak ada yang kekurangan. Setiap kali kita merasa kekurangan sesuatu, kita perlu berseru nama Tuhan dan membiarkan suplai limpah lengkap-Nya menyuplai kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 21


April 26, 2019, 06:02:27 AM
Reply #1805
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 April 2019
Lukas - Minggu 11 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:18-26
Doa baca: “Kemudian Yesus berkata, 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.'” (Luk. 9:22).


Pemulihan Hak yang Telah Hilang untuk Menikmati Allah


Setelah Tuhan memberi makan lima ribu orang, murid-murid mungkin gembira. Namun Tuhan tetap tenang. Lukas 9:18 memberi tahu kita bahwa Dia berdoa seorang diri. Kemudian Tuhan bertanya kepada murid-murid, menurut orang, siapakah diri- Nya itu. Mereka memberi tahu Dia jawabanjawaban yang tidak masuk akal. Kemudian Petrus mengambil pimpinan berkata bahwa Dia adalah Kristus. Setelah Tuhan dikenal sebagai Kristus, Dia berbicara kepada murid-muridnya mengenai kematian dan kebangkitan-Nya.

Mengapa setelah memberi makan lima ribu orang, Tuhan bertanya kepada murid-murid mengenai diri-Nya? Lalu mengapa setelah mereka mengenal Dia sebagai Kristus, Dia memberi tahu mereka bahwa Dia akan disalibkan dan dibangkitkan? Jawabannya adalah tidak mungkin ada yobel tanpa Kristus dan tanpa kematian dan kebangkitanNya. Di luar kematian Kristus, tidak mungkin orang-orang dosa dibebaskan. Di luar kebangkitan Kristus, tidak mungkin ada pemulihan hak yang telah hilang untuk menikmati Allah. Kematian Kristus telah membebaskan kita dari dosa dan Iblis. Menurut Ibrani 2:14, Kristus menghancurkan Iblis melalui kematian-Nya. Jika Tuhan tidak menghancurkan Iblis melalui kematian, Dia tidak dapat membebaskan kita dari Iblis. Kebebasan kita dari belenggu ini mutlak karena kematian Kristus yang almuhit, satu kematian yang membebaskan kita dari dosa dan Iblis.

Hak kita untuk menikmati Allah dapat dipulihkan hanya melalui kebangkitan. Kita dibebaskan dari dosa, Iblis, dan ego kita. Bila, kita tetap tinggal dan hidup dalam kebangkitan Kristus, maka hak kita untuk menikmati Allah terpulihkan. Apapun kondisi kita, kita memiliki hak untuk dipulihkan, dan salah satu caranya adalah dengan berseru kepada nama Tuhan. Ketika kita berseru kepada-Nya, roh kita ikut berseru, sehingga keadaan rohani kita kembali dipulihkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 21



April 27, 2019, 05:33:58 AM
Reply #1806
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 April 2019
Lukas - Minggu 11 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:18-26
Doa baca: “Kata-Nya kepada mereka semua, 'Setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'” (Luk. 9:23).


Menyatukan Diri dengan Kematian-Nya Supaya Dapat Menikmati Yobel


Berdasarkan firman-Nya mengenai kematian- Nya, dalam Lukas 9:23-26 Tuhan mengajar muridmurid untuk memikul salib mereka dan mengikut Dia dengan menyangkal hayat jiwa mereka. Kita perlu melakukan hal ini untuk berbagian dalam yobel. Yobel telah dilaksanakan melalui kematian Kristus. Sekarang agar kita berbagian dalam yobel ini kita harus disatukan dengan kematian-Nya. Dia mati untuk menggenapkan yobel ini, dan sekarang kita mati bersama-Nya untuk berbagian dalam kenikmatan akan yobel ini. Di satu pihak, perlu ada kematian Kristus untuk melaksanakan yobel ini. Di pihak lain, kita perlu menyatukan diri kita dengan kematian-Nya supaya kita dapat menikmati yobel.

Menyatukan diri kita dengan kematian Kristus adalah memikul salib, dan memikul salib adalah menyangkal hayat jiwa kita. Salib dalam Lukas 9:23 bukan hanya suatu penderitaan, tetapi juga adalah suatu pembunuhan. Salib membunuh dan mengakhiri pendosa. Kristus memikul salib dahulu kemudian disalibkan. Hari ini kita, kaum beriman- Nya, terlebih dulu disalibkan dengan-Nya dan kemudian memikul salib. Bagi kita, memikul salib adalah tetap berada di bawah pembunuhan kematian Kristus untuk mengakhiri ego kita, hayat alamiah kita, dan manusia lama kita. Dengan demikian, kita menyangkal ego kita untuk dapat mengikuti Tuhan.

Dalam Lukas 9:24 Tuhan melanjutkan berkata, “Karena siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” Menyelamatkan nyawa adalah membiarkan jiwa mendapatkan kenikmatannya dan tidak menderita. Kehilangan nyawa adalah membiarkan jiwa kita menderita dengan tidak menuruti keinginan dunia dan daging kita, tetapi belajar menuruti keinginan roh yang ada di dalam kita. Melalui memiliki kehidupan doa setiap hari kita belajar hidup bersatu dengan Tuhan dan hidup dipimpin oleh roh. Semakin kita sering bersekutu dengan Tuhan, semakin mudah bagi Tuhan untuk mengakhiri ego kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 21



April 28, 2019, 03:37:01 PM
Reply #1807
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 April 2019
Lukas - Minggu 11 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:18-26
Doa baca: “Kata-Nya kepada mereka semua, 'Setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'” (Luk. 9:23).


Menyatukan Diri dengan Kematian-Nya Supaya Dapat Menikmati Yobel


Berdasarkan firman-Nya mengenai kematian- Nya, dalam Lukas 9:23-26 Tuhan mengajar muridmurid untuk memikul salib mereka dan mengikut Dia dengan menyangkal hayat jiwa mereka. Kita perlu melakukan hal ini untuk berbagian dalam yobel. Yobel telah dilaksanakan melalui kematian Kristus. Sekarang agar kita berbagian dalam yobel ini kita harus disatukan dengan kematian-Nya. Dia mati untuk menggenapkan yobel ini, dan sekarang kita mati bersama-Nya untuk berbagian dalam kenikmatan akan yobel ini. Di satu pihak, perlu ada kematian Kristus untuk melaksanakan yobel ini. Di pihak lain, kita perlu menyatukan diri kita dengan kematian-Nya supaya kita dapat menikmati yobel.

Menyatukan diri kita dengan kematian Kristus adalah memikul salib, dan memikul salib adalah menyangkal hayat jiwa kita. Salib dalam Lukas 9:23 bukan hanya suatu penderitaan, tetapi juga adalah suatu pembunuhan. Salib membunuh dan mengakhiri pendosa. Kristus memikul salib dahulu kemudian disalibkan. Hari ini kita, kaum beriman- Nya, terlebih dulu disalibkan dengan-Nya dan kemudian memikul salib. Bagi kita, memikul salib adalah tetap berada di bawah pembunuhan kematian Kristus untuk mengakhiri ego kita, hayat alamiah kita, dan manusia lama kita. Dengan demikian, kita menyangkal ego kita untuk dapat mengikuti Tuhan.

Dalam Lukas 9:24 Tuhan melanjutkan berkata, “Karena siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” Menyelamatkan nyawa adalah membiarkan jiwa mendapatkan kenikmatannya dan tidak menderita. Kehilangan nyawa adalah membiarkan jiwa kita menderita dengan tidak menuruti keinginan dunia dan daging kita, tetapi belajar menuruti keinginan roh yang ada di dalam kita. Melalui memiliki kehidupan doa setiap hari kita belajar hidup bersatu dengan Tuhan dan hidup dipimpin oleh roh. Semakin kita sering bersekutu dengan Tuhan, semakin mudah bagi Tuhan untuk mengakhiri ego kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 21



April 29, 2019, 06:05:45 AM
Reply #1808
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

29 April 2019
Lukas - Minggu 12 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:27-36; 2 Kor. 3:18
Doa baca: "Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Kor. 3:18).


Transformasi Dalam Jiwa Untuk Menikmati Yobel Lebih Dalam


Zaman Perjanjian Baru adalah zaman yobel. Namun, ini bukanlah waktu penerapan penuh yobel. Penerapan penuh yobel ini meliputi transfigurasi. Transfigurasi Tuhan di atas gunung itu skalanya kecil. Tetapi ketika Tuhan dibangkitkan dari antara orang mati, Dia ditransfigurasi sepenuhnya. Dia sekarang tetap berada dalam tahap transfigurasi ini. Menurut Filipi 3:21, ketika Dia datang kembali, kita semua akan ditransfigurasi.

Transformasi atau transfigurasi kita sekarang sedang terjadi di dalam jiwa kita. Roh kita telah dilahirkan kembali, dan jiwa kita sedang ditransformasi. Orang beriman yang dewasa adalah orang yang sepenuhnya ditransformasi di dalam jiwanya, yaitu ditransformasi dalam pikiran, tekad, dan emosinya. Orang beriman yang demikian hanya perlu ditransfigurasi tubuh jasmaninya pada kedatangan Penyelamat yang telah ditransfigurasi. Transfigurasi tubuh ini oleh Paulus disebut penebusan tubuh dalam Roma 8:23.

Kita perlu nampak satu prinsip dasar yaitu bahwa sekalipun kita berada dalam tahun yobel, tahun rahmat Tuhan, yang sebenarnya adalah zaman Perjanjian Baru, tetapi jika kita tetap tinggal dalam ciptaan lama, kita tidak akan memiliki bagian dalam kenikmatan terhadap yobel. Agar kita dapat menikmati yobel, Allah telah melahirkan kembali roh kita sebagai permulaan dari partisipasi kita dalam kenikmatan terhadap yobel. Keselamatan membawa pengampunan dosa dan kita dilahirkan kembali. Keselamatan membawa kita pada sukacita. Sukacita ini adalah satu tanda permulaan yobel. Kemudian kita harus maju ditransformasi dalam jiwa. Ini membutuhkan kerja sama kita dengan Tuhan dengan terus datang pada-Nya dan membiarkan firman-Nya mengganti susunan dari ciptaan lama kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 22



April 30, 2019, 06:07:13 AM
Reply #1809
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24425
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 April 2019
Lukas - Minggu 12 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:34-43
Doa baca: "Tetapi Yesus menegur roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya." (Luk. 9:42b).


Yobel Berlawanan Dengan Alamiah


Transfigurasi Tuhan Yesus adalah penampakan Kerajaan Allah dan juga yobel. Dia yang telah berinkarnasi, sekarang ada di dalam kita. Kita semua adalah manusia dalam daging yang di dalamnya Tuhan Yesus hidup. Karena itu, kita pun perlu ditransfigurasi.

Sewaktu transfigurasi Tuhan Yesus terjadi di puncak gunung, murid-murid sedang berusaha mengusir roh jahat di lembah. Meskipun mereka melakukan apa yang dapat mereka lakukan untuk mengusir roh jahat, mereka tidak dapat mengusirnya. Lukas 9:37-40 mengatakan bahwa ketika Tuhan dan ketiga murid itu, yaitu Petrus, Yohanes, dan Yakobus turun dari gunung itu, orang banyak menemui-Nya dan seorang dari orang banyak itu meminta Yesus untuk menengok anaknya yang diserang roh jahat, sebab murid-murid Yesus tidak dapat mengusir roh itu. Di sini kita nampak bahwa murid-murid tidak memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat itu; bukan hanya sembilan murid yang tinggal di lembah itu, tetapi juga Petrus, Yohanes, dan Yakobus yang ada bersama-sama dengan Tuhan di puncak gunung itu. Fakta bahwa Yohanes dan Yakobus memulai berdebat mengenai siapa yang terbesar menunjukkan bahwa mereka sendiri diduduki oleh Iblis dan karena itu mereka tidak dapat mengusir roh jahat itu.

Yobel ada bersama dengan Tuhan Yesus. Namun, murid-murid masih berada dalam ciptaan lama, dalam hayat alamiah, mereka tidak dapat berbagian dalam yobel. Ini menunjukkan bahwa selama kita tetap berada dalam hayat alamiah dan hidup dalam ciptaan lama, kita tidak dapat berbagian dalam yobel. Yobel tidak berhubungan dengan hayat alamiah. Kita perlu memiliki doa di hadapan Tuhan agar Tuhan mengambil alih diri kita, menduduki kita sehingga kita tidak diduduki oleh Iblis, hayat alamiah dan ciptaan lama kita tetapi hidup di dalam manusia baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 1, Berita 22


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)