Author Topic: Arus Hayat  (Read 80105 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 11, 2019, 07:31:59 AM
Reply #1850
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

11 June 2019
Lukas - Minggu 18 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk 15:1-7
Doa baca: “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu dirham, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?” (Luk. 15:8)


Pencarian Putra dan Pencarian Roh


Lukas 15:4 mengatakan, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” Kata “padang gurun” di sini melambangkan dunia. Gembala pergi ke padang gurun untuk mencari domba yang hilang itu menunjukkan bahwa Putra telah datang ke dunia untuk tinggal di antara manusia (Yoh. 1:4). Lukas 15:5-6 melanjutkan, “Kalau ia telah menemukannya, ia meletakannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah, ia memanggil sahabatsahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab aku telah menemukan dombaku yang hilang itu.” Di sini kita nampak kekuatan penyelamatan dan kasih penyelamatan dari Sang Juruselamat.

Dalam Lukas 15:8 Tuhan selanjutnya berkata, “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu dirham, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?” Secara harfiah, bahasa Yunani yang diterjemahkan “dirham” adalah mata uang yang sama dengan dinar Roma. Satu dirham itu sama dengan upah sehari. Pelita melambangkan firman Allah (Mzm. 119:105, 130) yang digunakan oleh Roh untuk menerangi dan menyingkapkan kedudukan dan keadaan orang dosa supaya dia bisa bertobat. Menurut ayat 8, perempuan itu menyapu rumah dan mencari dengan cermat sampai ia menemukan dirham yang hilang itu. Pencarian Putra dalam ayat 4 terjadi di luar orang dosa, dan digenapkan di atas salib melalui kematian penebusan-Nya. Pencarian Roh di sini adalah yang di dalam dan dilaksanakan oleh pekerjaan-Nya di dalam orang dosa yang bertobat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 34




June 12, 2019, 07:47:37 AM
Reply #1851
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 June 2019
Lukas - Minggu 18 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk 15:11-32
Doa baca: “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Lalu mulailah mereka bersukaria.” (Luk. 15:24)


Dua Aspek Keselamatan Allah


Keselamatan Allah memilik dua aspek: aspek objektif yang di luar dan aspek subjektif yang di dalam. Perumpamaan bapa yang menerima anaknya dalam Lukas 15:11-32 menunjukkan kedua aspek keselamatan Allah. Sewaktu bapa itu melihat anaknya, ia berlari kepadanya dan merangkulnya serta menciumnya dengan penuh kasih sayang. Ia kemudian meminta hamba-hambanya untuk mengenakan jubah yang terbaik, cincin, dan sepatu kepada anaknya. Ia juga meminta hamba-hambanya untuk menyembelih anak lembu yang gemuk untuk ia makan bersama anaknya yang hilang.

Aspek objektif yang di luar, dilambangkan oleh jubah yang terbaik yang diterima oleh anak yang hilang itu (Luk. 15:22). Istilah “jubah terbaik” menunjukkan satu jubah khusus yang disiapkan untuk tujuan tertentu pada waktu tertentu. Secara harfiah, bahasa Yunani yang diterjemahkan “yang terbaik” berarti yang pertama. Jubah yang terbaik di sini melambangkan Kristus Putra sebagai kebenaran yang memuaskan Allah untuk menutupi orang dosa yang bertobat. Jubah yang terbaik, yang juga merupakan jubah yang pertama, menggantikan pakaian kotor (Yes. 64:6) dari anak hilang yang kembali. Aspek subjektif yang di dalam, dilambangkan oleh anak lembu yang gemuk (15:23); melambangkan Kristus yang kaya (Ef. 3:8) yang dibunuh di kayu salib bagi kenikmatan kaum beriman. Kristus sebagai kebenaran kita adalah keselamatan kita di luar; Kristus sebagai hayat kita untuk kenikmatan kita adalah keselamatan kita di dalam. Jubah yang terbaik memungkinkan anak yang hilang itu memenuhi tuntutan bapanya dan memuaskan bapanya, dan anak lembu yang gemuk memuaskan rasa lapar anak. Maka, bapa dan anak dapat bersukacita bersama-sama.

Hari ini, sebagai orang-orang dosa yang telah diselamatkan, kita perlu senantiasa menanggalkan manusia lama kita dan mengenakan Dia sebagai jubah, pakaian yang baru, serta menikmati Dia di dalam firman sebagai hayat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 34




June 13, 2019, 04:15:28 PM
Reply #1852
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 June 2019
Lukas - Minggu 18 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 15:1-32; Yoh. 10:11
Doa baca: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi dombadombanya.” (Yoh. 10:11)


Pekerjaan Putra dan Pekerjaan Roh


Putra sebagai gembala datang ke padang gurun untuk mencari kita, domba yang hilang. Dalam pandangan Allah, dunia adalah suatu padang gurun, tempat gersang yang mudah menyesatkan. Berkebalikan dengan Roh yang dilambangkan oleh perempuan dengan pelita, Putra tidak mencari kita dengan menerangi kita. Cara Dia mencari kita adalah mati bagi kita. Dalam Yohanes 10:11 Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Pekerjaan Gembala adalah mati bagi kita. Jika Dia tidak mati bagi kita, Dia tidak akan dapat mencari kita. Cara-Nya mencari kita adalah mati bagi kita.

Pekerjaan Roh adalah menerangi kita secara batini, seperti yang ditunjukkan oleh perumpamaan perempuan yang mencari dirham yang hilang. Sebagai perempuan yang mencari dirham, Roh menerangi batin kita sedikit demi sedikit dengan sangat teliti. Roh itu menerangi pikiran kita, kemudian emosi dan tekad kita, lalu hati nurani dan seluruh hati kita. Dengan cara demikianlah Roh “menemukan” kita. Sebagai hasil dari pencarian Roh terhadap kita melalui menerangi kita, kita bangun dan sadar betapa bodohnya kita berada pada keadaan sebelumnya. Kita tidak sadar oleh diri sendiri, sebaliknya, kita disadarkan oleh penerangan dari Roh yang mencari ini. Pencarian, penerangan, dan penemuan Roh terjadi di dalam hati kita. Ini mendatangkan pertobatan, yang adalah perubahan pikiran kita yang menghasilkan suatu perubahan arah hidup kita. Pertobatan yang dihasilkan dari penerangan Roh mutlak adalah perihal batini. Ini hanya dapat dilakukan oleh penebusan Roh, karena Roh mampu menembus lubuk kita untuk menerangi kita dan menyingkapkan kita. Kemudian kita akan menyadari betapa bodohnya kita, lalu kita bertobat dan memutuskan untuk kembali kepada Bapa.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 35




June 14, 2019, 01:48:32 PM
Reply #1853
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

14 June 2019
Lukas - Minggu 18 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 15:11-32
Doa baca: “Ambillah anak lembu yang gemuk itu, sembelihlah dan marilah kita makan dan bersukacita.” (Luk. 15:23)


Jubah, Cincin, Sepatu, dan Anak Lembu yang Gemuk


Sewaktu anak yang hilang itu menghabiskan kekayaan bapanya, bapa sedang menantikan dia kembali. Ketika ia kembali, bapanya berkata kepada hamba-hambanya, “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Ambillah anak lembu yang gemuk itu, sembelihlah dan marilah kita makan dan bersukacita.” (Luk. 15:22-23).

“Jubah yang terbaik” menunjukkan bahwa sebelum anak itu kembali, bapa telah mempersiapkan satu jubah khusus baginya, dan hamba-hambanya tahu bahwa jubah itu adalah jubah yang terbaik. Dengan memakai jubah itu, ia layak mendampingi bapanya. Memakaikan jubah yang terbaik pada anak hilang yang kembali itu melambangkan pembenaran dalam Kristus. Sebagai orang-orang yang memiliki Kristus sebagai jubah yang terbaik, kita dibenarkan oleh Allah. Cincin melambangkan Roh yang memeteraikan yang diberikan kepada orang dosa yang berpaling (Ef. 1:13). Cincin itu adalah satu tanda bahwa seorang dosa yang bertobat menerima sesuatu yang ilahi, yaitu Roh Allah itu sendiri, dan menunjukkan bahwa anak hilang yang kembali itu adalah milik Bapa. Ini juga menunjukkan bahwa apa saja yang dimiliki Bapa sebagai suatu warisan adalah milik anak yang kembali itu. Dalam Lukas 15:22, sepatu juga dikenakan pada kaki anak hilang yang kembali itu. Sepatu memisahkan kaki seseorang dari kotoran bumi dan menguatkan dia berjalan. Sepatu melambangkan keselamatan Allah memisahkan kita dari dunia ini kepada Dia, supaya kita mengambil jalan-Nya. Dengan jubah, cincin, dan sepatu, kita dibenarkan dan dilayakkan sepenuhnya dan dapat diterima ke dalam rumah bapa untuk menikmati pesta anak lembu yang gemuk ini dengan penuh sukacita, yaitu menikmati Kristus sebagai hayat yang memenuhi kita dengan hayat ilahi bagi kenikmatan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 35



June 15, 2019, 06:17:33 AM
Reply #1854
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

15 June 2019
Lukas - Minggu 18 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 15:11-32
Doa baca: “Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala milikku adalah milikmu.” (Luk. 15:31)     


Kenikmatan terhadap Yobel Kenikmatan yang dialami oleh anak hilang yang kembali sebenarnya adalah kenikmatan terhadap yobel. Cincin di tangannya melambangkan Roh yang memeteraikan yang menunjukkan pemulihan hak kelahiran, pemulihan hak untuk menikmati Allah Tritunggal. Cincin dan sepatu adalah tanda dari orang yang merdeka. Orang yang merdeka adalah orang yang dilepaskan dari belenggu, dilepaskan dari perbudakan dan penawanan. Di aspek negatif, anak yang hilang itu dibebaskan dari belenggu; di aspek positif, ia mulai menikmati segala kekayaan warisan Bapa. Kita adalah orang-orang dosa yang bertobat, yang telah belajar bagaimana bergembira dan bersukaria dalam Tuhan melalui keselamatan Allah yang kaya.

Sewaktu Tuhan Yesus berada dalam perjalanan dari Galilea ke Yerusalem, Dia menemukan satu lingkungan yang cocok dan satu kesempatan yang baik untuk menyajikan gambaran tentang keselamatan Allah, supaya orang-orang dosa yang bertobat dapat mengenal betapa diberkatinya mereka dan agar orang-orang agamis dapat melihat betapa bodohnya mereka. Puji Tuhan kita telah menerima Kristus sebagai kebenaran kita, Roh sebagai meterai, keselamatan sebagai kuasa yang memisahkan dan menguatkan, juga menerima Kristus sebagai hayat batini dan suplai hayat kita. Kita tidak lagi berada di padang gurun dan tidak lagi berada di “rumah” ego, melainkan di dalam rumah bapa, gereja. Perumpamaan tentang bapa yang menerima anaknya menunjukkan bahwa orang-orang dosa tidak seharusnya diselamatkan jauh di luar gereja. Orangorang yang diselamatkan dalam gereja dan tinggal di dalam gereja adalah buah-buah yang tetap.

Sebagai kaum beriman yang telah mengalami keselamatan dan masuk dalam rumah Bapa yang adalah gereja, kita perlu merebut kesempatan untuk menikmati kekayaan Allah Tritunggal. Melalui menyeru nama Tuhan, doa baca firman, kita berbagian dengan kekayaan warisan Bapa.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 35




June 16, 2019, 04:52:37 AM
Reply #1855
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

15 June 2019
Lukas - Minggu 18 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 15:11-32
Doa baca: “Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala milikku adalah milikmu.” (Luk. 15:31)     


Kenikmatan terhadap Yobel Kenikmatan yang dialami oleh anak hilang yang kembali sebenarnya adalah kenikmatan terhadap yobel. Cincin di tangannya melambangkan Roh yang memeteraikan yang menunjukkan pemulihan hak kelahiran, pemulihan hak untuk menikmati Allah Tritunggal. Cincin dan sepatu adalah tanda dari orang yang merdeka. Orang yang merdeka adalah orang yang dilepaskan dari belenggu, dilepaskan dari perbudakan dan penawanan. Di aspek negatif, anak yang hilang itu dibebaskan dari belenggu; di aspek positif, ia mulai menikmati segala kekayaan warisan Bapa. Kita adalah orang-orang dosa yang bertobat, yang telah belajar bagaimana bergembira dan bersukaria dalam Tuhan melalui keselamatan Allah yang kaya.

Sewaktu Tuhan Yesus berada dalam perjalanan dari Galilea ke Yerusalem, Dia menemukan satu lingkungan yang cocok dan satu kesempatan yang baik untuk menyajikan gambaran tentang keselamatan Allah, supaya orang-orang dosa yang bertobat dapat mengenal betapa diberkatinya mereka dan agar orang-orang agamis dapat melihat betapa bodohnya mereka. Puji Tuhan kita telah menerima Kristus sebagai kebenaran kita, Roh sebagai meterai, keselamatan sebagai kuasa yang memisahkan dan menguatkan, juga menerima Kristus sebagai hayat batini dan suplai hayat kita. Kita tidak lagi berada di padang gurun dan tidak lagi berada di “rumah” ego, melainkan di dalam rumah bapa, gereja. Perumpamaan tentang bapa yang menerima anaknya menunjukkan bahwa orang-orang dosa tidak seharusnya diselamatkan jauh di luar gereja. Orangorang yang diselamatkan dalam gereja dan tinggal di dalam gereja adalah buah-buah yang tetap.

Sebagai kaum beriman yang telah mengalami keselamatan dan masuk dalam rumah Bapa yang adalah gereja, kita perlu merebut kesempatan untuk menikmati kekayaan Allah Tritunggal. Melalui menyeru nama Tuhan, doa baca firman, kita berbagian dengan kekayaan warisan Bapa.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 35



June 17, 2019, 05:34:32 AM
Reply #1856
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

17 June 2019
Lukas - Minggu 19 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 16:1-13
Doa baca: “Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” (Luk. 16:9)


Hamba yang Cerdik


Setelah orang dosa menjadi orang beriman, ia perlu melayani Tuhan sebagai seorang hamba yang cerdik. Setelah kita diterima ke dalam rumah Allah, kita harus menjadi hamba-hamba. Sebagai anak-anak Allah, sebagai orang-orang yang diselamatkan di dalam rumah Allah, kita harus menjadi hamba-hamba yang melayani Allah di dalam rumah-Nya. Ini berarti kita harus melayani Allah di dalam gereja.

Perumpamaan hamba yang cerdik dalam pasal 16 yang terpenting adalah perkara kecerdikan hamba itu. Mengenai kecerdikan bendahara itu, ayat 8 mengatakan, “Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang.” Pujian di sini bukan untuk perbuatan tidak jujur bendahara itu, melainkan untuk kecerdikannya. Di sini Tuhan bukan mengajar kita menjadi tidak benar, melainkan mengajar kita untuk melakukan hal-hal tepat pada waktunya, mengambil kesempatan pada saatnya. Ayat 9 menunjukkan bahwa bendahara dalam perumpamaan ini menggunakan kecerdikannya dengan perbuatan yang tidak benar, yaitu dalam memakai Mamon yang tidak benar. Mengikat persahabatan dengan mempergunakan Mamon adalah menolong orang lain dengan memakai uang untuk melakukan banyak perkara menurut pimpinan Allah. Jika kita setia terhadap hal-hal kecil; mengacu kepada Mamon, maka kita setia juga dalam hal-hal besar; mengacu kepada harta milik yang berlimpah pada zaman yang akan datang.

Memang Allah menyuplai kaum beriman dengan kebutuhan kita sehari-hari berupa benda materi di zaman ini dan mempercayakannya kepada kita sebagai satu latihan dan pelajaran bagi kita di zaman ini. Karena itu, kita harus belajar setia dalam benda-benda materi sementara yang Allah telah berikan, supaya kita bisa belajar setia terhadap harta milik kekal pada zaman yang akan datang.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 36





June 18, 2019, 05:21:36 AM
Reply #1857
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

18 June 2019
Lukas - Minggu 19 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 11:14-26
Doa baca: “Siapa saja yang setia dalam hal-hal kecil, ia setia juga dalam hal-hal besar. Dan siapa saja yang tidak benar dalam hal-hal kecil, ia tidak benar juga dalam hal-hal besar.” (Luk. 16:10)


Pengurusan dan Penanganan akan Uang


Dalam Lukas pasal 15 kita nampak keselamatan yang digenapkan oleh Trinitas ilahi. Keselamatan Allah menghasilkan pelayanan. Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, kita sekarang harus melayani Allah yang menyelamatkan kita sebagai hamba-hamba-Nya. Hamba adalah orang yang berguna dalam sebuah rumah tangga. Ini menunjukkan bahwa setelah kita diselamatkan, kita sebagai hamba-hamba yang baik harus melayani Allah di dalam gereja-Nya, yang adalah rumah-Nya di bumi pada hari ini.

Menurut Lukas 16, pelayanan kita berhubungan erat dengan pengurusan uang. Dalam hal ini, kita adalah “bankir” yang setiap hari berhubungan dengan uang dan memikirkan berapa banyak uang yang sudah dimiliki. Sebagai suatu ilustrasi tentang betapa orang-orang dijajah oleh uang, ada kisah tentang seorang pengusaha yang diminta untuk berdoa setelah seorang pengkhotbah berkhotbah. Orang ini sangat terkejut dan tidak dapat menolak mengucapkan doa. Dalam doanya, tiba-tiba ia mengucapkan perkataan mengenai sejumlah uang. Ini adalah satu penggenapan dari Firman Tuhan yang mengatakan, “Yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Mat. 12:34). Apa saja yang memenuhi hati kita pada akhirnya akan keluar dari mulut kita. Untuk itu, pengurusan uang benar-benar hal yang besar dan sangat penting. Kita perlu menyadari bahwa akan datang saatnya uang, Mamon yang tidak benar ini menjadi tidak berguna. Ini berarti akan ada suatu waktu uang ini menjadi tidak berguna lagi dalam kehidupan kita. Mungkin waktu itu adalah masa Kerajaan Seribu Tahun atau saat kita sudah tidak ada lagi di bumi ini. Karena itu dalam Lukas 16:1-3 Tuhan mengajar kita supaya cerdik dalam mengurus uang dan mengambil kesempatan memakai Mamon yang tidak benar itu dengan cerdik, berhikmat dan tepat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 36




June 19, 2019, 05:47:46 AM
Reply #1858
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2019

19 June 2019
Lukas - Minggu 19 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 11:27-54
Doa baca: “Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Luk. 6:38)


Memakai Uang dengan Tepat


Sebagai kaum beriman, kita perlu mengambil kesempatan untuk memakai uang kita dengan cerdik untuk mendatangkan faedah bagi orang lain, supaya bila uang itu tidak berguna lagi, orang lain akan melakukan sesuatu bagi kita. Dalam Lukas 16:9 Tuhan berkata, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang telah mendapatkan faedah melalui bagaimana kita memakai uang dengan tepat akan menyambut kita ke dalam kemah yang kekal. Hal ini akan terjadi di dalam zaman kerajaan yang akan datang.

Seprinsip dengan itu, kita tidak seharusnya memakai uang kita untuk diri kita sendiri, untuk barang-barang mewah, hiburan, pelesiran, atau pelampiasan hawa nafsu kita. Sebaliknya kita harus memakai uang kita untuk mendatangkan faedah bagi orang lain. Inilah menjadi cerdik dalam melayani Tuhan.

Kita tidak dapat melayani Tuhan dengan setia tanpa memakai uang kita untuk tujuan yang benar dan pada waktu yang tepat, serta mengaturnya dengan benar. Tidak hanya demikian, kita juga perlu belajar untuk menyisihkan penghasilan yang didapatkan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Dalam Lukas 6:38, kita nampak perkataan Tuhan bahwa apabila kita memberi kepada orang lain, Bapa kita yang di surga akan selalu mengembalikan kepada kita lebih banyak dari pada yang kita berikan. Apa yang kita ukurkan kepada orang lain itu juga akan diukurkan kepada kita. Hal ini menunjukkan bukan hanya soal iman kita, tetapi juga soal praktik, dan praktik kita ini berdasar pada iman kepada Tuhan dan kesetiaan-Nya. Berapa besar yang kita persembahkan kepada Tuhan akan menentukan juga berapa besar yang akan kita terima dari-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 36


June 20, 2019, 07:31:56 AM
Reply #1859
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 June 2019
Lukas - Minggu 19 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk 3:23-28
Doa baca: “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes; dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa.” (Luk. 16:16)


Ajaran tentang Masuk Kerajaan Allah


Dalam Lukas 16:1-13 Tuhan mengajarkan tentang kecerdikan seorang bendahara, khususnya kecerdikan dalam penanganan yang tepat terhadap masalah uang. Tuhan sengaja mengatakan firman ini untuk menjamah orang-orang Farisi, dan perkataanNya bagaikan anak panah yang menancap pada mereka. Ayat 14 mengatakan, “Orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu mendengar semua ini dan mereka mencemoohkan Dia.” Firman Tuhan menusuk lubuk mereka. Tetapi bukannya disadarkan oleh hal itu, orang-orang Farisi itu malah keras kepala. Karena perkataan Tuhan menjamah mereka, maka mereka mencemooh Dia.

Tuhan kemudian melanjutkan perkataan-Nya dalam ayat 15, “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” Pembenaran diri dari orang-orang Farisi itu merupakan satu peninggian diri dalam kesombongan, karena itu hal ini merupakan sesuatu yang dibenci Allah. Di sini Tuhan ingin menunjukkan kepada orang-orang Farisi itu bahwa mereka benar-benar membencikan di pandangan Allah. Dalam ayat 16, Tuhan memberi tahu orangorang Farisi bahwa dari zaman Yohanes kabar baik tentang Kerajaan Allah diberitakan. Penyelamat di sini memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada orang-orang Farisi, pencinta-pencinta uang (ayat 14). Bagi orang-orang Farisi berebut masuk ke dalam kerajaan itu menuntut mereka merendahkan diri dan berpisah dengan uang mereka, bukan dengan istri-istri mereka, yaitu mengalahkan uang dan nafsu yang dibangkitkan oleh uang itu. Sebagai pencintapencinta uang, orang-orang Farisi itu dirangsang oleh kekayaan mereka untuk menuruti hawa nafsu mereka. Penanggulangan Tuhan terhadap orangorang Farisi di sini sebenarnya menjamah kekayaan mereka dan hawa nafsu mereka. Betapa kita perlu diselamatkan dari cinta akan uang, dengan membiarkan Dia menjenuhi kita, dan dengan sederhana berkata: “Tuhan, aku cinta pada-Mu.”


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 37



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)