Author Topic: Arus Hayat  (Read 81218 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 12, 2019, 08:45:55 AM
Reply #1880
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 July 2019
Lukas - Minggu 22 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:1-10
Doa baca: “Kata Yesus kepadanya, ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.’" (Luk. 19:9-10).


Keselamatan, Yobel, dan Kerajaan


Respon Zakheus terhadap Manusia-Penyelamat atas keselamatannya dalam Lukas 19:1-10 adalah karena kuat kuasa keselamatan Tuhan sebagai ROH KUDUS. Dia melayankan yobel dengan ROH KUDUS. Roh Tuhan ada pada-Nya karena Dia telah diurapi untuk mengumumkan kelepasan kepada orang-orang tawanan.

Dalam pandangan agamawan, khususnya orangorang Farisi, Zakheus adalah orang dosa yang paling berdosa. Akan tetapi, dalam pandangan ManusiaPenyelamat, ia adalah seorang tawanan yang tertindas. Sebagai seorang Yahudi, hati nuraninya pasti tertuduh karena bekerja sebagai seorang pemungut cukai untuk mengumpulkan pajak bagi imperialis Romawi. Karena itu, ia mungkin telah berusaha untuk keluar dari keadaannya yang penuh dengan dosa, tetapi ia tidak mampu melakukannya, karena ia adalah seorang tawanan dan tertindas. Lukas 19:10 mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Di sini kita melihat bahwa Zakheus bukan hanya orang dosa, tetapi juga adalah orang yang hilang. Oleh karena itu, Penyelamat sengaja datang ke Yerikho untuk mencari dan menyelamatkannya.

Dalam Lukas 19:1-10 kita dapat melihat bahwa di mana saja Manusia-Penyelamat berada, keselamatan juga ada di sana, karena Dia adalah keselamatan. Selain itu, ketika keselamatan ini ada, Kerajaan Allah juga ada, dan Kerajaan Allah adalah yobel. Karena itu, ketika Tuhan datang ke rumah Zakheus, yobel itu tidak hanya dialami oleh Zakheus seorang, tetapi juga bagi seluruh rumah tangga itu. Ketika Tuhan datang ke rumahnya, keselamatan datang kepada rumah itu. Puji Tuhan! Kita adalah orang dosa yang telah dibawa masuk ke dalam yobel melalui kasih karunia. Karena itu, kita perlu baik-baik menikmati Penyelamat melalui terbuka kepada-Nya, membiarkan Dia masuk ke dalam kita. Tatkala Dia masuk ke dalam kita, kita mengalami keselamatan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 43



July 13, 2019, 05:31:23 AM
Reply #1881
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 July 2019
Lukas - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:11-27
Doa baca: “Jawab-Nya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, juga apa yang ada padanya akan diambil. “ (Luk. 19:26).


Melayani dengan Setia dan Menerima Pahala


Perumpamaan dalam Lukas 19:11-27 mengikuti kasus Zakheus, menunjukkan bahwa setelah kita diselamatkan kita perlu melayani Tuhan dengan setia. Kita perlu menggunakan apa yang diberikan kepada kita. Kita telah menerima hayat ilahi dengan atribut-atributnya dan ROH KUDUS dengan karuniakarunia-Nya. Sebagai orang-orang yang telah menerima karunia-karunia dari hayat ilahi dan ROH KUDUS, kita perlu menggunakan karunia-karunia itu sebagai “modal” untuk “melakukan usaha” dan memperoleh “keuntungan” bagi Tuhan.

Lukas 19:16-19 menunjukkan bahwa orangorang yang memperoleh keuntungan akan menerima pahala. Orang yang memperoleh sepuluh mina akan memiliki kekuasaan atas sepuluh kota, dan orang yang memperoleh lima mina akan memiliki kekuasaan atas lima kota. Ini adalah satu bukti bahwa orang-orang kudus yang menang akan dikaruniai pahala dengan kuasa pemerintahan di dalam kerajaan yang akan datang. Pahala itu akan menjadi satu bagian yang besar dari kenikmatan terhadap warisan yang hilang sebagai yobel mereka. Memerintah atas sepuluh kota atau lima kota adalah bagian dari kenikmatan terhadap yobel, bagian dari kenikmatan hak kelahiran yang telah dipulihkan. Yobel pada masa kini adalah suatu pencicipan, dan yobel pada masa yang akan datang akan menjadi satu kenikmatan yang penuh. Pada zaman yang akan datang para pemenang akan menikmati bumi, mewarisinya seperti yang dikatakan oleh Tuhan dalam Matius 5:5. Mewarisi bumi dan memerintah atas kota-kota akan menjadi kenikmatan kita terhadap Kerajaan Allah, Kristus, dan yobel.

Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa ada orang yang akan kehilangan pahala, yaitu orangorang yang telah beroleh selamat yang tidak akan berbagian dalam yobel yang akan datang. Jika kita melihat hal ini dengan jelas, maka ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita, membuat kita berhatihati dalam melayani Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 43


July 14, 2019, 05:23:15 PM
Reply #1882
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 July 2019
Lukas - Minggu 22 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:11-27
Doa baca: “Jawab-Nya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, juga apa yang ada padanya akan diambil. “ (Luk. 19:26).


Melayani dengan Setia dan Menerima Pahala


Perumpamaan dalam Lukas 19:11-27 mengikuti kasus Zakheus, menunjukkan bahwa setelah kita diselamatkan kita perlu melayani Tuhan dengan setia. Kita perlu menggunakan apa yang diberikan kepada kita. Kita telah menerima hayat ilahi dengan atribut-atributnya dan ROH KUDUS dengan karuniakarunia-Nya. Sebagai orang-orang yang telah menerima karunia-karunia dari hayat ilahi dan ROH KUDUS, kita perlu menggunakan karunia-karunia itu sebagai “modal” untuk “melakukan usaha” dan memperoleh “keuntungan” bagi Tuhan.

Lukas 19:16-19 menunjukkan bahwa orangorang yang memperoleh keuntungan akan menerima pahala. Orang yang memperoleh sepuluh mina akan memiliki kekuasaan atas sepuluh kota, dan orang yang memperoleh lima mina akan memiliki kekuasaan atas lima kota. Ini adalah satu bukti bahwa orang-orang kudus yang menang akan dikaruniai pahala dengan kuasa pemerintahan di dalam kerajaan yang akan datang. Pahala itu akan menjadi satu bagian yang besar dari kenikmatan terhadap warisan yang hilang sebagai yobel mereka. Memerintah atas sepuluh kota atau lima kota adalah bagian dari kenikmatan terhadap yobel, bagian dari kenikmatan hak kelahiran yang telah dipulihkan. Yobel pada masa kini adalah suatu pencicipan, dan yobel pada masa yang akan datang akan menjadi satu kenikmatan yang penuh. Pada zaman yang akan datang para pemenang akan menikmati bumi, mewarisinya seperti yang dikatakan oleh Tuhan dalam Matius 5:5. Mewarisi bumi dan memerintah atas kota-kota akan menjadi kenikmatan kita terhadap Kerajaan Allah, Kristus, dan yobel.

Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa ada orang yang akan kehilangan pahala, yaitu orangorang yang telah beroleh selamat yang tidak akan berbagian dalam yobel yang akan datang. Jika kita melihat hal ini dengan jelas, maka ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita, membuat kita berhatihati dalam melayani Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 43


July 15, 2019, 05:49:09 AM
Reply #1883
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

15 July 2019
Lukas - Minggu 23 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:28-48
Doa baca: “Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.” (Luk. 19:28).


Keselamatan, Pelayanan, dan Kenikmatan Terhadap Yobel


Ministri Manusia-Penyelamat pertama-tama dilaksanakan di Galilea. Ministri ini dimulai dengan pengumuman yobel kasih karunia oleh Dia, kemudian diteruskan sampai transfigurasi-Nya. Transfigurasi Tuhan melambangkan bahwa semua pengikut-Nya perlu diubah untuk berbagian dalam kenikmatan terhadap yobel. Setelah menyelesaikan ministri-Nya di Galilea, Tuhan meninggalkan Galilea menuju Yerusalem. Dalam perjalanan-Nya, Dia berkali-kali mengajar murid-murid-Nya dan para pengikut-Nya cara mendapatkan keselamatan Allah, yaitu bagaimana menerima Kerajaan Allah yang sebenarnya adalah Manusia-Penyelamat itu sendiri, untuk masuk ke dalam kenikmatan terhadap yobel pada hari ini. Tuhan juga mengajar mereka bahwa untuk mengikut Dia dan melayani Dia, kita perlu mengatasi semua penyimpangan dan halangan supaya kita dapat mengasihi Dia sepenuhnya dan melayani Dia dengan setia.

Kenikmatan terhadap Kristus pada hari ini akan melayakkan kita untuk menikmati Dia lebih lanjut pada zaman yang akan datang. Namun, beribu-ribu dan bahkan berjuta-juta orang yang percaya kepada Tuhan dan yang telah menerima keselamatan-Nya tidak menikmati Dia. Kegagalan untuk menikmati Tuhan pada hari ini akan membuat mereka tidak dapat menikmati Dia sebagai yobel pada zaman yang akan datang. Yobel yang diumumkan Tuhan Yesus dalam Lukas 4 terdiri dari tiga tahap: Pertama, tahap kasih karunia pada zaman ini; kedua, tahap kerajaan pada zaman yang akan datang; dan ketiga, tahap Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru sampai kekekalan. Yobel pada zaman ini adalah satu pencicipan. Yobel pada zaman yang akan datang akan lebih penuh daripada yobel pada hari ini. Akhirnya, di dalam Yerusalem Baru kita akan menikmati yobel sampai pada tingkat paling penuh untuk selama-lamanya. Karena itu hari ini, kita perlu baik-baik menikmati Kristus dalam kehidupan gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 44



July 16, 2019, 06:07:52 AM
Reply #1884
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 July 2019
Lukas - Minggu 23 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:28-48; Yoh. 12:19
Doa baca: “Kata mereka, ‘Terpujilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!’” (Luk. 19:38).


Seorang Raja yang Rendah Hati


Tuhan Yesus tidak ditangkap oleh orang-orang Farisi di Galilea dan dibawa oleh mereka ke Yerusalem untuk dibunuh. Sebaliknya, Dia pergi ke Yerusalem atas inisiatif-Nya sendiri. Dia tidak sembunyi-sembunyi masuk ke Yerusalem seperti seorang pencuri, melainkan masuk ke dalam kota itu secara terbuka. Ketika Dia hampir dekat ke Yerusalem, Dia telah mempersiapkan diri-Nya untuk masuk ke kota itu sebagai Raja. Namun, Dia tidak masuk ke kota itu sebagai raja dalam kemegahannya melainkan sebagai seorang Raja yang rendah hati. Dia tidak naik kuda, melainkan naik seekor keledai muda yang sebelumnya secara berdaulat telah dipersiapkan bagi-Nya.

Bagaimana keledai muda ini dipersiapkan untuk dipakai Tuhan adalah satu misteri. Tuhan hanya menyuruh dua dari murid-murid-Nya untuk pergi ke desa, dan mengambil keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Murid-murid pergi dan menemukan keledai itu tepat seperti yang telah diberitahukan Tuhan kepada mereka. Kemudian mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya (ayat 35).

Persiapan keledai itu kelihatannya bukan satu perkara yang besar. Sebenarnya, cara keledai itu dipersiapkan dengan demikian misterius itu adalah satu hal yang besar. Hanya Pencipta alam semesta yang dapat melakukan hal yang demikian. Tidak diragukan lagi, Tuhan Yesus adalah Raja yang sesungguhnya. Dia mengucapkan perkataan singkat kepada murid-murid-Nya mengenai keledai itu. Ketika mereka memegang perkataan-Nya dan bertindak berdasarkan perkataan-Nya, segala sesuatu terjadi persis seperti yang dikatakan-Nya. Hari ini kita pun perlu menjadi orang yang memegang perkataan Tuhan, dengan rendah hati datang kepada Firman Tuhan setiap hari dan menjadi pelaku firman yang melakukan segala sesuatu berdasarkan Firman Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 44



July 17, 2019, 05:42:14 AM
Reply #1885
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

17 July 2019
Lukas - Minggu 23 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 19:28-48
Doa baca: “Kata-Nya kepada mereka, ‘Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.’” (Luk. 19:46).


Membersihkan Tempat Kediaman Allah


Pada masa itu, Bait Allah penuh dengan Mamon dan benda-benda materi, penuh dengan perihal jual beli. Hal ini membuat Tuhan Yesus masuk ke dalam Bait Allah untuk membersihkannya. Tuhan membersihkan Bait Allah menunjukkan bahwa Dia mempersembahkan diri-Nya sendiri di atas salib kepada Allah adalah untuk menghasilkan sebuah Bait yang dibersihkan. Ini berarti kematianNya memiliki khasiat menghasilkan gereja yang adalah sebuah Bait yang dibersihkan dan dimurnikan. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Tuhan Yesus mati untuk menghasilkan banyak butir yang akan dibentuk menjadi satu roti, yang adalah Tubuh (Yoh. 12:24; 1 Kor. 10:17). Tubuh ini adalah gereja (Ef. 1:22-23), dan gereja adalah Bait Allah (Ef. 2:21; 1 Kor. 3:16). Bait yang berlawanan dengan sarang penyamun ini, adalah satu rumah yang dimurnikan dan dibersihkan bagi tempat kediaman Allah.

Masuknya Manusia-Penyelamat dengan penuh kemenangan ke Yerusalem bukanlah untuk mengambil alih negeri itu. Tuhan masuk ke Yerusalem untuk menyerahkan diri-Nya sendiri kepada kematian yang ditetapkan oleh Allah. Kematian ini bukan hanya akan mendatangkan yobel, tetapi juga menghasilkan satu tempat kediaman yang bersih dan murni bagi Allah. Tetapi sebelum Dia menyerahkan diri-Nya dengan cara menjadikan diriNya sebagai kurban yang almuhit, Dia sekali lagi menyatakan perhatian-Nya kepada kepentingan Bapa, yaitu dengan membersihkan tempat kediaman Bapa.

Satu-satunya perhatian Tuhan adalah umat Allah menjadi tempat kediaman Allah. Perhatian Tuhan ketika masuk ke Yerusalem adalah untuk menghasilkan satu Bait yang murni bagi tempat kediaman Allah. Hari ini kita pun adalah tempat kediaman Allah, kita perlu membiarkan Kristus memurnikan kita, agar Dia bisa mendapatkan kita sebagai bait-Nya untuk ekspresi Allah. Kita perlu belajar terbuka di hadapan Tuhan, agar Ia dapat membersihkan kita dari hal-hal yang cemar.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 44


July 18, 2019, 05:42:09 AM
Reply #1886
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

18 July 2019
Lukas - Minggu 23 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:1-47; Dan 9:26a
Doa baca: “Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa.” (Dan. 9:26a).


Mati Pada Tempat dan Waktu yang Telah Ditentukan oleh Allah


Dalam Lukas 20:1-2, para pemimpin dari kumpulan orang Yahudi siap untuk menguji Tuhan Yesus yang datang ke Yerusalem dan sedang mengajar dalam Bait Allah. Sebenarnya, ujian ini bukan diprakarsai oleh mereka, melainkan diprakarsai oleh Manusia-Penyelamat. Dia tahu bahwa menurut nubuat, Dia harus dibunuh pada hari raya Paskah sebagai Anak Domba Allah menurut nubuat dalam Perjanjian Lama. ManusiaPenyelamat telah melayani selama lebih dari tiga tahun di daerah Galilea yang diremehkan, jauh dari bait kudus dan kota kudus, tempat Dia perlu mati bagi penggenapan rencana kekal Allah. Sebagai Domba Paskah (1 Kor. 5:7) Dia harus dibunuh pada bulan Paskah (Kel. 12:1-11). Maka, Dia harus pergi ke Yerusalem sebelum Paskah supaya Dia dapat mati di sana pada hari raya Paskah (Yoh. 18:28), pada tempat dan waktu yang telah ditentukan Allah sebelumnya.

Menurut nubuat dalam Perjanjian Lama, tempat dan waktu kematian itu sudah pasti. Tahun di mana Manusia Penyelamat pergi ke Yerusalem untuk mati adalah tahun yang dinubuatkan dalam Daniel 9 yaitu tahun Mesias dibunuh. Selain itu, menurut nubuat mengenai domba Paskah, Dia perlu diuji selama empat hari. Karena itu, Dia perlu berada di Yerusalem sedikitnya empat hari sebelum ketersaliban-Nya untuk diuji.

Dalam Kitab-kitab Injil kita nampak bahwa Tuhan Yesus sangat berhati-hati agar tidak dibunuh sebelum atau setelah waktu yang telah ditetapkan. Dia menjaga diri-Nya sampai waktu-Nya tiba untuk dipersembahkan di atas salib. Apa pun yang Tuhan Yesus perbuat bukanlah kebetulan, tetapi sudah ditentukan oleh Allah. Dia mati bagi kita bukanlah suatu kebetulan, karena itu kita perlu menyadari bahwa keselamatan yang kita terima saat ini pun telah ditentukan oleh Allah sebelumnya, kita perlu bersorak dan memuji Tuhan atas hal ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 45

July 19, 2019, 05:24:49 AM
Reply #1887
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

19 July 2019
Lukas - Minggu 23 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:1-25
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepada mereka, ‘Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!’” (Luk. 20:25).


Diuji Oleh Orang-orang Farisi dan Para Pendukung Herodes


Orang-orang Farisi, yaitu para agamawan, adalah orang-orang yang patriotik dan setia kepada masyarakat Yahudi. Para pendukung Herodes adalah orang-orang yang memihak Raja Herodes dan bekerja sama dengan dia dalam menyusupkan cara hidup orang Yunani dan Romawi ke dalam kebudayaan orang Yahudi. Di sini mereka bergabung untuk menjerat dan menjebak Manusia-Penyelamat.

Menurut Lukas 20:21, para pendukung Herodes dan orang-orang Farisi bertanya kepada Tuhan, tentang apakah memperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Ini benar-benar satu pertanyaan yang menjerat. Membayar pajak kepada Kaisar ditentang oleh orang-orang Yahudi. Jika Tuhan Yesus mengatakan boleh melakukan hal ini. Dia akan melukai orang-orang Farisi. Tetapi jika Dia mengatakan tidak boleh, maka Dia akan memberikan dasar kepada para pendukung Herodes yang berpihak kepada pemerintah Roma untuk menuduh-Nya. Pertanyaan mereka ini menyingkapkan diri mereka yang hina, tidak jujur, dan licik.

Tuhan menangani ini dengan jujur, murni, dan bijaksana. Menyadari kelicikan mereka, Tuhan meminta mereka memperlihatkan satu dinar kepadanya dan bertanya tulisan dan gambar siapa disana, mereka pun menjawab bahwa ada gambar dan tulisan Kaisar. Ini meletakkan dasar bagi Tuhan untuk menjawab mereka bahwa mereka perlu memberi kepada Kaisar apa yang wajib diberikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah. Moralitas ManusiaPenyelamat jauh berbeda dengan orang-orang Farisi dan para pendukung Herodes. Sebagai kaum beriman hari ini, dalam menghadapi setiap ujian dalam kehidupan kita, kita perlu bijaksana, berhikmat seperti Tuhan Yesus. Hal ini hanya dapat diperoleh apabila kita dipenuhi oleh Firman Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 45

July 20, 2019, 06:51:43 AM
Reply #1888
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

20 July 2019
Lukas - Minggu 23 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:27-40
Doa baca: “Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, ‘Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.’” (Luk. 20:39).


Hikmat Tuhan untuk Menembus Kedalaman Firman yang Kudus


Dalam Lukas 20:27-38 Manusia-Penyelamat diuji oleh orang-orang Saduki. Mereka bertanya mengenai perihal perkawinan dan status perkawinan setelah hari kebangkitan. Karena mereka tidak percaya mengenai kebangkitan, mereka dengan licik mau menjebak Tuhan. Tetapi dalam jawaban Tuhan dalam ayat 34-36, Tuhan menunjukkan bahwa perkawinan adalah milik zaman ini. Tetapi orangorang yang layak pada zaman yang akan datang dan berbagian dalam kebangkitan dari antara orangorang mati akan sama dengan malaikat-malaikat, dan mereka tidak akan menikah satu sama lain. Zaman kerajaan yang akan datang (Luk. 13:28-29; 22:18) dan kebangkitan untuk hidup (Yoh. 5:29) merupakan berkat dan kenikmatan kekal dalam hayat kekal bagi kaum beriman yang dianggap layak (Luk. 18:29-30).

Melalui jawaban Tuhan dalam Lukas 20:37-38 kita nampak bahwa karena Allah adalah Allah orang hidup yang juga adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub, maka Abraham, Ishak, dan Yakub yang telah mati itu akan dibangkitkan. Jika tidak, Allah akan menjadi Allah orang mati. Tetapi fakta bahwa Dia adalah Allah orang hidup menyiratkan bahwa satu hari Abraham, Ishak, dan Yakub akan dibangkitkan.

Dalam jawaban Tuhan kepada orang-orang Saduki kita nampak hikmat-Nya bukan hanya dalam menjawab pertanyaan licik mereka, tetapi juga dalam memahami kedalaman firman Allah. Tidak seperti orang-orang Saduki, yang sangat dangkal, Tuhan memiliki hikmat untuk menembus kedalaman firman kudus. Mereka pun mengatakan bahwa jawaban Tuhan tepat dan mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus. Jawaban Tuhan membungkam para penentang-Nya yang penuh kebencian. Sebagai kaum beriman pun kita perlu mendalami Firman Tuhan yang kudus, kita tidak boleh puas dengan pengenalan kita yang sekarang, tetapi kita perlu terus menuntut untuk mengenal Firman Tuhan lebih dalam.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 45


July 21, 2019, 04:37:52 AM
Reply #1889
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 July 2019
Lukas - Minggu 23 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:27-40
Doa baca: “Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, ‘Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.’” (Luk. 20:39).


Hikmat Tuhan untuk Menembus Kedalaman Firman yang Kudus


Dalam Lukas 20:27-38 Manusia-Penyelamat diuji oleh orang-orang Saduki. Mereka bertanya mengenai perihal perkawinan dan status perkawinan setelah hari kebangkitan. Karena mereka tidak percaya mengenai kebangkitan, mereka dengan licik mau menjebak Tuhan. Tetapi dalam jawaban Tuhan dalam ayat 34-36, Tuhan menunjukkan bahwa perkawinan adalah milik zaman ini. Tetapi orangorang yang layak pada zaman yang akan datang dan berbagian dalam kebangkitan dari antara orangorang mati akan sama dengan malaikat-malaikat, dan mereka tidak akan menikah satu sama lain. Zaman kerajaan yang akan datang (Luk. 13:28-29; 22:18) dan kebangkitan untuk hidup (Yoh. 5:29) merupakan berkat dan kenikmatan kekal dalam hayat kekal bagi kaum beriman yang dianggap layak (Luk. 18:29-30).

Melalui jawaban Tuhan dalam Lukas 20:37-38 kita nampak bahwa karena Allah adalah Allah orang hidup yang juga adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub, maka Abraham, Ishak, dan Yakub yang telah mati itu akan dibangkitkan. Jika tidak, Allah akan menjadi Allah orang mati. Tetapi fakta bahwa Dia adalah Allah orang hidup menyiratkan bahwa satu hari Abraham, Ishak, dan Yakub akan dibangkitkan.

Dalam jawaban Tuhan kepada orang-orang Saduki kita nampak hikmat-Nya bukan hanya dalam menjawab pertanyaan licik mereka, tetapi juga dalam memahami kedalaman firman Allah. Tidak seperti orang-orang Saduki, yang sangat dangkal, Tuhan memiliki hikmat untuk menembus kedalaman firman kudus. Mereka pun mengatakan bahwa jawaban Tuhan tepat dan mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus. Jawaban Tuhan membungkam para penentang-Nya yang penuh kebencian. Sebagai kaum beriman pun kita perlu mendalami Firman Tuhan yang kudus, kita tidak boleh puas dengan pengenalan kita yang sekarang, tetapi kita perlu terus menuntut untuk mengenal Firman Tuhan lebih dalam.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 2, Berita 45


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)